Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
359 research outputs found
Sort by
PENERAPAN PROGRAM JAJANAN SEHAT PADA SISWA PAUD DAN TKIT AL-MU'MINUN NGRAMBE NGAWI
ABSTRAK Kurniawati, Titin. 2013. Penerapan Program Jajanan Sehat pada Siswa PAUD dan TKIT Al-Mu’minun Ngrambe Ngawi. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Program Studi Pendidikan Tataboga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, ST, M.Pd, (2) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: penerapan, program, jajanan sehat Penerapan program jajanan sehat di PAUD dan TKIT Al-Mu’minun Ngrambe Ngawi bertujuan agar siswa terhindar dari kasus keracunan makanan dan meminimalisir konsumsi makanan jajanan yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, faktor yang menghambat dan mendukung, serta proses pengolahan makanan jajan untuk program jajanan sehat di PAUD dan TKIT Al-Mu’minun Ngrambe Ngawi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Metode penggalian data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) kebijakan program jajanan sehat adalah adanya larangan membawa dan membeli makanan jajanan kemasan dan makanan siap saji serta membayar Rp 1.000,- setiap hari, hal tersebut didasari oleh banyaknya jajanan kemasan yang beredar dan kasus keracunan makanan; (2) perencanaan meliputi perencanaan menu, keuangan, dan pengolah jajanan; (3) pelaksanaan program masih belum maksimal, karena masih terdapat pelanggaran terhadap kebijakan yang telah ditetapkan; (4) evaluasi dilakukan terkait dengan menu dan biaya, tetapi evaluasi program jajanan sehat belum memiliki alat ukur yang jelas dan hasil dari evaluasi adalah adanya dampak positif program jajanan sehat terhadap siswa; (5) faktor pendukung pelaksanaan program jajanan sehat adalah adanya dukungan dari berbagai pihak, sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya pemahaman wali murid akan pentingnya mengkonsumsi makanan yang sehat dan adanya siswa yang masih mengkonsumsi jajanan tidak sehat di lingkungan sekolah; dan (6) pengolahan makanan jajanan yang dilakukan belum memenuhi standar higiene dan sanitasi. Berdasarkan temuan peneliti tersebut diajukan saran, sebagai berikut: (1) bagi PAUD dan TKIT Al-Mu’minun Ngrambe Ngawi sebagai penyelenggara program disarankan untuk memperbaiki manajemen program jajanan sehat; (2) bagi orang tua siswa PAUD dan TKIT Al-Mu’minun Ngrambe Ngawi disarankan agar orang tua mendukung sepenuhnya program jajanan sehat dan lebih memperhatikan jajanan yang dikonsumsi oleh anak-anak; (3) bagi PAUD dan TK lain, disarankan agar penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan bahan kajian dan inspirasi untuk pengadaan program yang sejenis; dan (4) peneliti lain dapat meneliti kandungan gizi makanan jajanan untuk program jajanan sehat atau evaluasi program sejenis di TK yang lain
KAJIAN KADAR SERAT, KALSIUM, PROTEIN DAN SIFAT ORGANOLEPTIK CHIFFON CAKE BERBAHAN MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI TERIGU
ABSTRAK Damayanti, Dian Ayu. 2013. Kajian Kadar Serat, Kalsium, Protein dan Sifat Organoleptik Chiffon cake Berbahan Mocaf (Modified Cassava Flour) Sebagai Alternatif Pengganti Terigu. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Wiwik wahyuni, M.Pd. (II) Drs. Made Wena, M.Pd, M.T. Kata kunci: mocaf, chiffon cake, serat, kalsium Mocaf (Modified Cassava Flour) merupakan produk tepung dari singkong yang diproses menggunakan prinsip modifikasi sel singkong secara fermentasi. Chiffon cake adalah cake yang terbuat dari terigu, telur, gula, minyak, dan bahan pengembang teknik pembuatannya mengocok secara terpisah antara kuning telur dan putih telur serta memiliki tekstur lembut dan ringan. Dengan adanya penelitian pengembang mocaf yang diaplikasikan pada pembuatan chiffon cake mocaf 100% diharapkan dapat menjadi alternatif pengganti terigu. Selain mempunyai harga relatif murah, mocaf juga memiliki kandungan kalsium dan serat yang lebih tinggi dari gandum. Serat pangan adalah bagian dari tanaman yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan manusia, serat berfungsi mengatur kolestrol darah dan glukosa darah. Kalsium adalah mineral makro yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga metabolisme, penghubung antar syaraf dan mencegah osteoporosis. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: 1) sifat fisik (warna, pori-pori, volume pengembangan); 2) uji mutu hedonik (aroma,tekstur, rasa); 3) uji hedonik (warna, tekstur, aroma, rasa); 4) kandungan serat; 5) kandungan kalsium; dan 6) kandungan protein. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen pembuatan chiffon cake menggunakan 100% mocaf sebagai pengganti terigu dan chiffon cake terigu sebagai kontrol. Panelis pada penelitian ini menggunakan panelis agak terlatih mahasiswa S1 Tata Boga angkatan 2010-2011 sebanyak 25 orang dipilih secara acak. Data di analisis menggunakan uji dua sampel atau uji T. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil penelitian, yaitu (1) sifat fisik warna diperoleh rerata nilai dengan kisaran, warna L (kecerahan) antara 47,8 sampai 43,6 dan a+(kemerahan) 24,3 sampai 20,7 sedangkan b+(kekuningan) 34,5 sampai 30,7. Volume pengembangan tidak berbeda 150,975% dan 151,504%. Pori-pori tidak berbeda nyata 17,55 sampai 18,10. (2) Hasil uji hedonik warna menunjukkan rerata nilai chiffon cake mocaf paling tinggi 4,28. Uji hedonik tekstur tidak berbeda nyata antar perlakuan dengan nilai 4,52 sampai 4,32. Uji hedonik aroma tidak berbeda nyata yaitu 4,32 sampai 3,92. Uji hedonik rasa menunjukkan tidak berbeda nyata antar perlakuan 4,52 sampai 4,36. (3) Uji mutu hedonik aroma menunjukkan tidak berbeda nyata antar perlakuan dengan nilai 4,60 sampai 4,28. Uji mutu tekstur menunjukkan tidak berbeda nyata antar perlakuan dengan nilai 4,52 sampai 4,32. Uji mutu hedonik rasa chiffon cake mocaf menunjukkan nilai rerata paling tinggi 4,60. (4) Hasil sifat kimia kalsium menunjukkan rerata tertinggi pada chiffon cake mocaf dengan nilai 10,53. (5) Kandungan protein menunjukkan rerata terendah pada chiffon cake mocaf dengan nilai 5,97 g. (6) Kandungan serat menunjukkan rerata tertinggi pada chiffon cake mocaf dengan nilai 4,34 g
Pengembangan Modul Standar Kompetensi Tata Hidang dan Dekorasi Hidangan untuk School Empowering Programe Bidang Keahlian Tata Boga di SMA Islam Kepanjen Malang
ABSTRAK Laili, Ayu Febria. 2013. Pengembangan Modul Standar Kompetensi Tata Hidang dan Dekorasi Hidangan untuk School Empowering Programe Bidang Keahlian Tata Boga di SMA Islam Kepanjen Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Teti Setiawati, M.Pd, (II) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, ST, M.Pd. Kata Kunci: school empowering programe, pengembangan, modul pembelajaran, tata hidang, dekorasi hidangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbentuk modul pada Standar Kompetensi Tata Hidang dan Dekorasi Hidangan untuk siswa peserta School Empowering Programe kelas X Bidang Keahlian Tata Boga di SMA Islam Kepanjen Malang yang memiliki kelayakan isi, penyajian, dan bahasa. Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan yang diadopsi dari Sugiyono meliputi tahap pendahuluan yaitu studi literatur, dan tahap studi pengembangan yaitu penyusunan draf dan desain modul, validasi isi oleh ahli (ahli media pembelajaran, ahli materi, ahli bahasa indonesia), revisi modul dengan mengacu pada hasil validasi, uji coba pada subyek coba sebanyak 30 sampel, revisi dan penyempurnaan modul, dan memperoleh Modul Tata Hidang dan Dekorasi Hidangan. Pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh dengan jumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berbentuk angket untuk para validator ahli dan siswa. Analisis data yang digunakan dalam pengembangan ini adalah persentase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hasil validasi ahli pengembangan media pembelajaran memperoleh penilaian baik (skor 4) dan sangat baik (skor 5), dengan kualifikasi layak dan sangat layak. Hasil validasi ahli pengembangan materi memperoleh penilaian baik (skor 4) dan sangat baik (skor 5), dengan kualifikasi layak dan sangat layak. Hasil validasi guru bahasa Indonesia mendapatkan penilaian baik (skor 4), dengan kualifikasi layak, sedangkan untuk uji coba kelompok besar yaitu dari 8 aspek yang dinilai keseluruhan mendapatkan persentase nilai 85.5%, sehingga Modul Tata Hidang dan Dekorasi Hidangan masuk dalam kualifikasi layak. Kesimpulan hasil penelitian pengembangan Modul Tata Hidang dan Dekorasi Hidangan yaitu tindak lanjut modul pembelajaran ini dapat diimplementasikan dalam proses belajar mengajar. Modul Tata Hidang dan Dekorasi Hidangan telah memenuhi karakteristik dari sebuah modul dan memiliki komponen-komponen yang lengkap untuk menunjang pembelajaran. Modul Tata Hidang dan Dekorasi Hidangan ini memenuhi syarat karakteristik modul yaitu karakteristik self instructional, self contained, stand alone, adaptif, user friendly. Saran dari validator dan siswa untuk perbaikan pengembangan Modul Tata Hidang dan Dekorasi Hidangan perlu adanya perbaikan pada halaman sampul dan isi modul. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan pengembangan bahan ajar (modul) dalam standar kompetensi yang masih perlu dilakukan evaluasi dan revisi, karena Modul Tata Boga jilid 1 dan jilid 2 masih kurang sempurna. Hal ini terlihat tidak adanya bab pendahuluan, bab pembelajaran, bab evaluasi, dan glosarium
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL TATA BOGA KELAS VIII SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 10 MALANG
ABSTRAK Nurviani, Rika. 2013. Pengembangan Modul Pembelajaran Muatan Lokal Tata Boga Kelas VIII Semester Genap di SMP Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Rina Rifqie Mariana, M.P; (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd Kata kunci: pengembangan modul, muatan lokal Tata Boga, SMP Negeri 10 Malang Modul pembelajaran merupakan salah satu bahan ajar dalam bentuk cetak yang dapat digunakan oleh setiap siswa guna menunjang proses belajar yang maksimal sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Modul merupakan salah satu bahan ajar yang dianjurkan untuk dipakai pada sekolah. Kurang ketersediaan bahan ajar berupa modul untuk siswa di SMP Negeri 10 Malang yang mengikuti kegiatan pembelajaran muatan lokal Tata Boga merupakan salah satu masalah yang memerlukan alternatif pemecahan. Maka dari itu, dibutuhkan alternatif pemecahan masalah yaitu pembuatan modul pembelajaran muatan lokal Tata Boga untuk siswa. Penelitian dan pengembangan dilakukan dengan tujuan: 1) menghasilkan produk berupa modul pembelajaran muatan lokal Tata Boga di SMP Negeri 10 Malang; 2) mengetahui kelayakan isi, kelayakan bahasa, dan kelayakan penyajian modul. Penelitian dan pengembangan modul mengadaptasi model pengembangan Borg and Gall yang dilakukan sampai tahap ketujuh (merevisi hasil uji coba). Penelitian dan pengembangan modul divalidasi oleh satu orang ahli media, dua orang ahli materi, dan satu orang ahli bahasa. Uji keterbacaan dilakukan dua kali, yaitu uji coba lapangan awal dan uji coba lapangan. Uji coba lapangan awal melibatkan 6 siswa, sedangkan uji coba lapangan melibatkan 30 siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Malang. Hasil uji kelayakan modul dari aspek materi diperoleh skor kelayakan 96,25% dengan kriteria penilaian layak/valid. Hasil uji kelayakan modul dari aspek bahasa diperoleh skor kelayakan 83,33% dengan kriteria penilaian layak/valid. Hasil uji kelayakan modul dari aspek penyajian diperoleh skor kelayakan 77,77% dengan kriteria penilaian layak/valid. Hasil uji coba lapangan awal diperoleh skor kelayakan 79,16% dengan kriteria penilaian cukup layak, sedangkan hasil uji coba lapangan diperoleh skor kelayakan 88,77% dengan kriteria penilaian layak/valid. Pada akhir penelitian ini dihasilkan suatu produk berupa modul pembelajaran muatan lokal Tata Boga kelas VIII semester genap di SMPN 10 Malang yang layak diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran muatan lokal Tata Boga
Penerapan Standard Operating Procedure (SOP) Dapur Dalam Mempertahankan Kualitas Produk (Studi Kasus: Ria Djenaka Coffee House And Resto Malang)
ABSTRAK Nurafni, Andi Dwi. 2013. Penerapan Standard Operating Procedure (SOP) Dapur dalam Mempertahankan Kualitas Produk (Studi Kasus: Ria Djenaka Coffee House and Resto Malang). Skripsi. Program Studi Pendidikan Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Rina Rifqie Mariana, M.P., (II) Ir. Ummi Rohajatien, M.P. Kata kunci: SOP, dapur, studi kasus, restoran Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) proses produksi di Ria Djenaka Coffee House and Resto Malang, (2) Mengetahui penerapan Standard Operating Procedure (SOP) proses produksi di Ria Djenaka Coffee House and Resto Malang, (3) Mengetahui penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) peralatan dan fasilitas dapur di Ria Djenaka Coffee House and Resto Malang, dan (4) Mengetahui penerapan Standard Operating Procedure (SOP) peralatan dan fasilitas dapur di Ria Djenaka Coffee House and Resto Malang. Ruang lingkup dan keterbatasan penelitian ini yaitu: strategi proses produksi, yang meliputi (1) produk (menu), (2) perencanaan produksi, dan (3) alur produksi serta peralatan dan perlengkapan dapur, yang meliputi: (1) penataan peralatan dan fasilitas dapur sesuai fungsi dan (2) jenis peralatan dan fasilitas dapur. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti bertindak sebagai pengumpul data dan sebagai instrument aktif. Lokasi penelitian adalah tempat di mana penelitian akan dilaksanakan, dalam penelitian ini peneliti mengambil lokasi/tempat di Ria Djenaka Coffee House and Resto yang beralamatkan di Jalan Bandung No.5C Kota Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan yaitu analisis data yang diperoleh dari studi kasus pada Ria Djenaka Coffee House and Resto Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penyusunan SOP proses produksi sudah sesuai dengan prosedur operasional dan telah dilaksanakan; (2) penerapan SOP proses produksi sudah ada dan telah diterapkan operasional prosedur, namun belum berstandar; (3) penyusunan SOP peralatan dan fasilitas dapur dibuat berdasarkan faktor (a) jenis peralatan dan fasilitas sesuai fungsi dan (b) penataan peralatan dan perlengkapan; (4) penerapan SOP peralatan dan fasilitas dapur diketahui beberapa peralatan dapur digunakan tidak berdasarkan fungsi alat, sedangkan penataan peralatan dan fasilitas dapur sudah disesuaikan dengan alur kerja dapur. Disarankan kepada pihak (a) Ria Djenaka Coffe House and Resto: diperlukan pengawasan saat karyawan melakukan tugas-tugasnya, sehingga pimpinan dapat memberikan penilaian dan sekaligus pengarahan untuk pencapaian kualitas hasil pekerjaan dan karyawan tetap menjaga konsistensi dalam menjalankan suatu prosedur kerja, (b) penelitian lebih lanjut tentang standar-standar produksi yang baik dan benar khusus di area produksi restoran dan prosedur-prosedur kerja yang lebih lengkap dan mendalam
PERBEDAAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP HASIL BELAJAR (Studi Pada Mata Pelajaran Mengolah Kue Kontinental Kelas XI Jasa Boga SMK Kartika IV-I Malang)
ABSTRAK Diba, Farah. 2013. Perbedaan Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share Dengan Model Pembelajaran Student Team Achievement Divisions Terhadap Hasil Belajar (Studi Pada Mata Pelajaran Mengolah Kue Kontinental Siswa Kelas XI Jasa Boga di SMK Kartika IV-I Malang). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Teti Setiawati, M.Pd, (II) Dr. H. Amat Nyoto, M.Pd. Kata Kunci : Hasil Belajar, Model STAD, Model TPS, Kontinental. Standar kompetensi mengolah kue kontinental merupakan kompetensi yang wajib ditempuh oleh siswa SMK Jurusan Jasa Boga. Berdasarkan observasi yang telah dilaksanakan, ditemukan data nilai siswa pada sebagian siswa kelas XI Jasa Boga pada Mata Pelajaran Mengolah Kue Kontinental masih rendah, hal tersebut disebabkan karena model pembelajaran yang kurang interaktif. Peneliti ingin membuktikan apakah penggunanaan model pembelajaran kooperatif STAD dan TPS dapat berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran mengolah kue kontinental. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian Quasi Eksperimental dengan teknik sampling populasi yaitu keseluruhan kelas XI Jasa Boga. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan soal pretest dan posttest. Analisis yang digunakan adalah analisis statistik parametrik, uji persyaratan yaitu uji normalitas dan uji homogenitas dengan menggunakan bantuan software SPSS 16.0, uji hipotesis yaitu uji beda rata-rata kemampuan akhir (t-test) yaitu membedakan rata-rata masing-masing model pembelajaran dan di analisis menggunakan uji t-test dengan bantuan SPPS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar mata pelajaran mengolah kue kontinental kompetensi dasar bahan pengisi dan bahan penutup kue dari butter cream, royal icing dan coklat yang diajar menggunakan model pembelajaran TPS dengan model pembelajaran STAD, hasil belajar dengan penerapan STAD lebih baik daripada penerapan TPS. Kondisi ini dapat dilihat dari kenaikan rata-rata dan nilai rata-rata kedua kelas yang berbeda, kelas TPS mempunyai rata-rata nilai pretest 68,9 dan posttest 73,9, hal tersebut menunjukkan kenaikan rata-rata sebanyak 5 poin, sedangkan STAD mempunyai rata-rata nilai pretest 67,1 dan posttest 81,8, hal tersebut menunjukkan kenaikan rata-rata sebanyak 14,8 poin, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar antara penerapan dengan model STAD dan TPS dengan nilai rata-rata STAD lebih tinggi yaitu 81,8 sedangkan kelas TPS sebesar 73,9
Pengembangan Modul Pembelajaran Mengolah Kue Indonesia Untuk Siswa Kelas X Program Keahlian Jasa Boga SMK Kartika IV-1 Malang
ABSTRAK Dhona, Rima. 2013. Pengembangan Modul Pembelajaran Mengolah Kue Indonesia untuk Siswa Kelas X Program Keahlian Jasa Boga SMK Kartika IV-1 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T, M.Pd, (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd. Kata kunci: pengembangan, modul, kue Indonesia, jasa boga. Modul merupakan bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di SMK. Dalam proses pembelajaran, modul dapat memberikan kemudahan bagi guru dan siswa. Modul dapat digunakan oleh guru untuk menuntun siswa selama belajar di kelas. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) mengembangkan modul mengolah kue Indonesia untuk siswa kelas X Program Keahlian Jasa Boga di SMK Kartika IV-1 Malang, (2) mengetahui kelayakan penggunaan modul mengolah kue Indonesia untuk siswa kelas X Program Keahlian Jasa Boga di SMK Kartika IV-1 Malang. Model pengembangan modul ini memodifikasi model desain sistem pembelajaran Dick & Carey dengan 9 langkah pengembangan, yaitu (1) identifikasi tujuan pembelajaran, (2) analisis instruksional, (3) kemampuan awal peserta didik, (4) merumuskan tujuan khusus, (5) mengembangkan tes, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) merancangan dan memilih media pembelajaran, (8) merancang dan melakukan evaluasi formatif (9) revisi produk yang dikembangkan. Jumlah validasi produk dilakukan dengan melibatkan 3 ahli, yaitu ahli materi, ahli bahasa Indonesia, dan ahli media sebagai validator. Sedangkan jumlah uji coba produk dilakukan melalui 3 tahap, yaitu uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Hasil dari validasi ahli materi menunjukkan bahwa modul memenuhi kriteria valid dengan nilai rata-rata 3,5 dengan persentase 87,5%. Hasil validasi ahli bahasa menunjukkan bahwa modul memenuhi kriteria valid dengan nilai rata-rata 3,6 dengan persentase 90,6%. Hasil validasi ahli media menunjukkan bahwa modul memenuhi kriteria valid dengan nilai rata-rata 3,8 dengan persentase 95,4%. Hasil uji perorangan menunjukkan bahwa modul memenuhi kriteria valid dengan nilai rata-rata 3,5 dengan persentase 87,5%. Hasil uji kelompok kecil menunjukkan bahwa modul memenuhi kriteria valid dengan nilai rata-rata 3,46 dengan persentase 86,5%. Hasil uji kelompok besar menunjukkan bahwa modul memenuhi kriteria valid dengan nilai rata-rata 3,48 dengan persentase 87,1%. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil validasi dan uji coba adalah modul pembelajaran yang dikembangkan mendapatkan hasil yang baik dan memadai sebagai modul pembelajaran kue Indonesia Program Keahlian Jasa Boga di SMK Kartika IV-1 Malang. ABSTRACT Dhona, Rima. 2013. The Development of Learning Module of The Indonesian Cakes Process for Class X Catering Service Skill Program at SMK Kartika IV-1 Malang. Thesis, Industrial Technology Department, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T, M.Pd, (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd. Key words: development, module, Indonesian cake, catering service. Module is particularly desgred for Vocational Secondary School (SMK) this is important thing. In educating prosses, it gives more fun learning activitis in class for teacher and students. Module can used by teacher to guide their students during class activities. The purpose of this research (1) to develop the module to make Indonesian cake for students class X skill program of catering service at SMK Kartika IV-1 Malang, (2) to know the decency module to make Indonesian cake for the students class X skill program at SMK Kartika IV-1 malang. The developmet module is to modificat the systematic design of instruction Dick & Carey with a nine step development, are: (1) identify instructional goal, (2) intructional analysis, (3) identify entry behaviors, characteristics (4) writing performance objectives, (5) developing test, (6) developing an instructional strategy, (7) developing and selecting instruction, (8) designing and conducting the formative evaluation, (9) the revisi product which is diveloped. The summary validation product is carried out in volving 3 expert, they are matery expert, Indonesian language expert, and media expert as validatior. Other wise the experimet product is carried out by 3 step, they are individual test, small group test and big group test. The result of validation material expert shows that the module fullfills valid creteria with average 3,5 with percentage 87,5%. The result of validation Indonesian language expert shows that the module fullfills valid creteria with average 3,6 with percentage 90,6%. The result of validation media expert shows that the module fullfills valid creteria with the average 3,8 with percentage 95,4%. The result of individual test shows that the module fullfills valid creteria with average 3,5 with percentage 87,5%. The result of small group test shows that the module fullfills valid creteria with average 3,46 with percentage 86,5%. The result big group test shows that the module fullfills valid creteria with average 3,48 with percentage 87,1%. The conclusions from validation results and try out to get good results and adequate as instruction modules Indonesian cake skill program catering services in SMK Kartika IV-1 Malang
Pengaruh Metode Pemasakan Buah Sukun (Artocarpus communis) terhadap Kandungan β-karoten dan Sifat Sensori Kroket Sukun
ABSTRAK Purnomo, Dadhuk Dwi. 2013. Pengaruh Metode Pemasakan Buah Sukun (Artocarpus communis) terhadap Kandungan β-karoten dan Sifat Sensori Kroket Sukun.Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo M.Si, (II) Laili Hidayati S.Pd M.Si. Kata Kunci:Rebus dan Kukus, Buah Sukun, Kandungan β-Karoten, Kroket Buah Sukun Sukun berpotensi untuk diolah menjadi kroket karena mengandung karbohidrat danβ-karoten, serta memilikitekstur yang sama dengan kentangyaitu padat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi pengaruhmetodepemasakan (perebusan dan pengukusan) buah sukun (Artocarpus communis) terhadapkandunganβ-karotendansifatsensorikroketsukun. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen (experimental research) dengan variabel bebas yaitu metode pemasakan (perebusan dan pengukusan) dan variabel terikat yaitu kandungan β-karoten dan sifat sensori produk. Analisis kandungan β-karoten (AOAC,1988) dilakukan terhadap buah sukun setelah direbus dan dikukus serta kroket dari buah sukun setelah direbus dan dikukus, sedangkan uji sensori yang dilakukan meliputi uji hedonik dan uji mutu hedonik yang meliputi warna, rasa, aroma dan tekstur Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pemasakan buah sukun berpengaruhterhadap kandungan β-karotenselama pengolahan. Pada buah sukun kukus kandungan β-karotenmengalami penurunan sebesar 29,9 % dari buah sukun segar, sedangkan pada perebusan mengalami penurunan sebesar 58,2 % dari buah sukun segar. Pada kroket buah sukun kukus kandungan β-karotenmengalami penurunan sebesar96,6 % dari buah sukun setelah dikukus, sedangkan pada perebusan mengalami penurunan sebesar 96,7 % dari buah sukun setelah direbus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi baru dalam proses pembuatan produk kroket sukun mendapat respon cukup baik dari para panelis.Hasiluji mutu hedonik terhadap kroket buah sukun rebus memberikan skor dengan kriteria warna coklat, rasa tidak gurih, tekstur cukup lembut dan aroma sukun cukup kuat, sedangkan pada pada kroket buah sukun kukus memberikan skor dengan kriteria warna cokelat, rasa cukup gurih, tekstur cukup lembut dan aroma sukun tidak kuat. Uji hedonikmenunjukan bahwa kroket dari buah sukun yang mengalami proses perebusan mempunyai skordengan kriteria agak suka sedangkan yang mengalamiproses pengukusan skordengan kriteria agak suka. Hasil uji mutu hedonik menunjukkan adanya perbedaan rasa, tekstur dan aroma kroket buah sukun rebus dengan kroket buah sukun kukus sedangkan tingkat kesukaan terhadap warna tidak ada perbedaan. Hasil uji hedonik menunjukkan adanya perbedaan tingkat kesukaan terhadap rasa, tekstur dan aroma kroket buah sukun rebus dengan kroket buah sukun kukus sedangkan tingkat kesukaan terhadap warna tidak ada perbedaan
PELAKSANAAN HIGIENE SANITASI PADA MAKANAN JAJANANAN (STREET FOOD) DI DAPUR BAMBU SUDIRO KOTA BATU
ABSTRAK Wijayanti, Devi Arinda. 2013. Pelaksanaan Higiene Sanitasi pada Makanan Jajanan (Street Food) di Dapur Bambu Sudiro Kota Batu. Skripsi. Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. (I) Dra. Nunung Nurjanah, M. Kes. (II) Drs. Made Wena, M. Pd. M. T. Kata kunci: higiene sanitasi, makanan jajanan (street food), Dapur Bambu Sudiro, Kota Batu Pelaksanaan higiene sanitasi pada makanan jajanan (street food) merupakan usaha yang paling tepat untuk melindungi makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi tentang kesesuaian pelaksanaan higiene sanitasi makanan jajanan (street food) pada penjamah makanan, peralatan, air, bahan makanan, bahan tambahan, dan penyajian, sarana penjaja, dan sentra pedagang di Dapur Bambu Sudiro Kota Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Obyek penelitian meliputi 16 penjamah makanan dan lokasi di Dapur Bambu Sudiro Kota Batu. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah pedoman observasi dan pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian diketahui bahwa: 1) pelaksanaan higiene sanitasi makanan jajanan (street food) pada penjamah makanan di Dapur Bambu Sudiro Kota Batu cukup sesuai (65,62%) dengan persyaratan higiene sanitasi yang berlaku; 2) pelaksanaan higiene sanitasi makanan jajanan (street food) pada peralatan di Dapur Bambu Sudiro Kota Batu sesuai (95,31%) dengan persyaratan higiene sanitasi yang berlaku; 3) pelaksanaan higiene sanitasi makanan jajanan (street food) meliputi air, bahan makanan, bahan tambahan, dan penyajian di Dapur Bambu Sudiro Kota Batu sesuai (79,68%) dengan persyaratan higiene sanitasi yang berlaku; 4) pelaksanaan higiene sanitasi makanan jajanan (street food) pada sarana penjaja di Dapur Bambu Sudiro Kota Batu cukup sesuai (75%) dengan persyaratan higiene sanitasi yang berlaku; dan 5) pelaksanaan higiene sanitasi makanan jajanan (street food) pada sentra pedagang di Dapur Bambu Sudiro Kota Batu sesuai (100%) dengan persyaratan higiene sanitasi yang berlaku. Pelaksanaan higiene sanitasi pada makanan jajanan (street food) di Dapur Bambu Sudiro Kota Batu yang sesuai dengan persyaratan higiene sanitasi yang berlaku meliputi peralatan, air, bahan makanan, bahan tambahan, penyajian, dan sentra pedagang. Pelaksanaan higiene sanitasi pada makanan jajanan (street food) di Dapur Bambu Sudiro Kota Batu yang cukup sesuai dengan persyaratan higiene sanitasi yang berlaku meliputi penjamah makanan dan sarana penjaja. Pemilik stand dan pengelola disarankan untuk terus meningkatkan pelaksanaan higiene dan sanitasi makanan. Dinas Kesehatan setempat disarankan memberikan pelatihan dan penyuluhan tentang higiene sanitasi untuk keamanan pangan dan mencegah keracunan makanan di Dapur Bambu Sudiro Kota Batu
Biskuit Pisang Kurma Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Untuk Menambah Asupan Gizi Anak Balita
ABSTRAK Tiniyah, Anin Nasikhatul Qusthon.2013. Biskuit Pisang Kurma Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Untuk Menambah Asupan Gizi Anak Balita. Skripsi. Progam Studi Pendidikan Tata Boga. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si. (II) Dra. Rini Sudjarwati, M.Pd. Kata Kunci: biskuit, pisang, kurma, makanan tambahan, balita Unsur gizi merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Gangguan gizi pada awal kehidupan akan mempengarui kualitas kehidupan berikutnya, gizi kurang pada balita tidak hanya menimbulkan gangguan pertumbuhan fisik tetapi juga mempengaruhi kecerdasan dan produktifitas ketika dewasa. Salah satu upaya penanggulangan gizi kurang yang dilakukan pemerintah secara terpadu adalah intervensi langsung pada sasaran melalui pemberian makanan tambahan. Pembuatan biskuit pisang kurma sebagai makanan tambahan diharapkan dapat meningkatkan asupan gizi balita. Tujuan penelitian adalah mendapatkan formula biskuit yang paling disukai, mengetahui kandungan gizi biskuit terpilih, mengetahui mutu biskuit terpilih dibandingkan dengan SNI, mengetahui kebiasaan makan balita, mengetahui penerimaan balita terhadap biskuit, dan mengetahui asupan gizi balita sebelum dan sesudah pemberian biskuit. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan sampel penelitian yaitu balita gizi kurang dan balita gizi baik. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa biskuit yang paling disukai adalah biskuit dengan komposisi tepung pisang 70 gram. Kandungan gizi biskuit per 100 gram: energi 445.5 kalori, protein 13,3 gram, vitamin A 834,7 IU, asam folat 16,4 µg, kalsium 82,1 mg dan zat besi 7,3 mg. Biskuit telah memenuhi standar SNI kecuali kandungan serat kasar biskuit. Kebiasaan makan balita pada umumnya rendah dalam mengkonsumsi lauk hewani, sayur-mayur, buah-buahan dan menyukai makanan jajanan umumnya bakso. Hasil uji t, skor penerimaan biskuit balita gizi kurang dan balita gizi baik tidak signifikan. Kenaikan asupan gizi sebelum dan sesudah pemberian biskuit signifikan