Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
359 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Daun Beluntas (Pluchea indica Less) Sebagai Hard Candy
ABSTRAK Arini, Trisia. 2014. Pemanfaatan Daun Beluntas (Plucchea indica Less) Sebagai Hard Candy. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si, (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Daun Beluntas, Hard Candy, Flavonol Tanaman Beluntas (Pluchea indica Less) merupakan tanaman semak yang yang mudah ditanam dan memiliki kandungan gizi yang baik. Kandungan beluntas antara lain flavonoid, minyak atsiri, tannin, kalsium dan fosfor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula yang tepat, mengetahui kandungan air pada hard candy beluntas dan kandungan flavonol pada hard candy beluntas serta mutu hedonik dan kesukaan pada hard candy beluntas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan formula hard candy yaitu konsentrasi ekstrak daun beluntas yang berbeda 15cc, 25cc dan 35cc dengan dua kali pengulangan. Formula hard candy beluntas yang tepat terdapat pada formula dengan konsentrasi ekstrak beluntas 15cc karena memiliki rasa yang cukup manis dan beraroma khas daun beluntas. Uji mutu hedonik terhadap rasa dan warna hard candy beluntas terdapat perbedaan dan rata-rata tertinggi terdapat pada formula dengan konsentrasi ekstrak beluntas 15cc, sedangkan terhadap tekstur hard candy beluntas tidak terdapat perbedaan. Uji kesukaan terhadap warna hard candy beluntas terdapat perbedaan, dan rata-rata tertinggi terdapat pada formula dengan konsentrasi ekstrak beluntas 15cc, sedangkan terhadap rasa dan tekstur hard candy beluntas tidak terdapat perbedaan. Rata-rata tertinggi terhadap uji kesukaan rasa hard candy beluntas terdapat pada formula dengan konsentrasi ekstrak beluntas 25cc. Rata-rata tertinggi terhadap uji kesukaan tekstur hard candy beluntas terdapat pada formula dengan konsentrasi ekstrak beluntas 15cc. Kandungan air pada hard candy beluntas yang paling baik terdapat pada formula dengan konsentrasi ekstrak beluntas 15cc (1,55%). Kandungan flavonol pada hard candy beluntas yang paling tinggi terdapat pada formula dengan konsentrasi ekstrak beluntas 35cc (205,276 mg/kg). Kandungan flavonol daun beluntas sebesar 37785,74 mg/kg dan ekstrak daun beluntas sebesar 888,71 mg/kg
Pengembangan Ensiklopedia Bidang Boga Berbasis Multimedia
ABSTRAK Kata Kunci: pengembangan, ensiklopedia, boga, multimedia Ensiklopedi bidang boga digunakan sebagai pengantar materi ilmu boga dan sangat diperlukan untuk dapat menuntun dan membantu dalam memahami materi boga. Seiring dengan perkembangan teknologi mendorong upaya pembaharuan yang mengarah ke tampilan visual yakni multimedia, dengan diintegrasikan unsur multimedia diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada ensiklopedia bidang boga yang dikembangkan. Tujuan pengembangan ini, yaitu: 1) mengembangkan produk berupa ensiklopedia bidang boga berbasis multimedia yang dapat digunakan sebagai referensi dan bahan pengayaan; 2) menghasilkan produk berupa software ensiklopedia bidang boga yang telah tervalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Penelitian dan pengembangan yang digunakan mengadaptasi model pengembangan Sugiyono. Validasi produk dilakukan dengan melibatkan empat orang ahli materi, satu orang ahli media, dan dua orang ahli bahasa. Uji coba produk melibatkan 12 siswa, yakni SMKN 3 Malang sebanyak 4 siswa, SMKN 2 Malang sebanyak 4 siswa, dan SMK Kartika IV-1 Malang sebanyak 4 siswa. Uji coba pemakaian melibatkan 21 siswa, yakni SMKN 3 Malang sebanyak 7 siswa, SMKN 2 Malang sebanyak 7 siswa, dan SMK Kartika IV-1 Malang sebanyak 7 siswa. Hasil uji kelayakan ensiklopedia dari aspek materi mendapatkan skor 79,17%, produk tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Hasil uji kelayakan ensiklopedia dari aspek media mendapatkan skor 86,11%, produk tergolong sangat layak dan dapat diimplementasikan. Hasil uji kelayakan ensiklopedia dari aspek bahasa mendapatkan skor 78,13%, produk tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Hasil uji coba produk mendapatkan skor 92,71% dan hasil uji coba pemakaian mendapatkan skor 93,75%, berdasarkan kriteria kelayakan produk diketahui bahwa ensiklopedia bidang boga berbasis multimedia tergolong sangat layak dan dapat diimplementasikan. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah 1) mengembangkan ensiklopedia bidang boga berbasis multimedia dengan materi pokok bahasan yang lain; 2) diharapkan menambahkan audio dan video sehingga menghasilkan produk ensiklopedia yang komprehensif
Analisis Bauran Pemasaran pada Mie Jogja Pak Karso Malang
ABSTRAK Maharani Dewi, Kartika. 2014. Analisis Bauran Pemasaran pada Mie Jogja Pak Karso Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Aisyah Larasati S.T, M.T, MIM, Ph.D, (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: Mie Jogja Pak Karso, Bauran Pemasaran Mie Jogja Pak Karso merupakan usaha yang bergerak pada bidang pengelolaan makanan dan minuman. Mie Jogja Pak Karso merupakan usaha jasa boga yang mampu bertahan dan memiliki daya saing tinggi dan telah menerapkan bauran pemasaran yang meliputi bauran produk, bauran harga, bauran tempat, dan bauran promosi. Fokus penelitian ini antara lain: 1) analisis bauran produk yang meliputi pelayanan, pelengkap makanan, jenis produk, hasil analisis sensori deskriptif, dan porsi produk; 2) analisis bauran harga yang meliputi strategi penetapan harga; 3) analisis bauran tempat yang meliputi layout dapur, konsep tata ruang area pelayanan dan proses pengolahan produk; dan 4) analisis bauran promosi yang meliputi strategi promosi, media promosi, dan sasaran promosi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain: observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pada konsumen belum semuanya memenuhi prosedur pelayanan konsumen. Pelengkap makanan pada Mie Jogja Pak Karso berupa acar, sambal, saus tomat, dan kecap. Jenis produk yang ditawarkan cukup bervariasi. Hasil analisis sensori deskriptif produk makanan pada Mie Jogja Pak Karso rasa relatif sama yaitu cenderung manis dan gurih, warna coklat, dan tekstur mi, bihun, dan kwetiau kenyal pada produk mi goreng, mi godhog, bihun goreng, bihun godhog, kwetiau, dan ifumie. Tekstur nasi pada nasi goreng masih keras dan berbutir. Sedangkan produk minuman pada Mie Jogja Pak Karso kriteria rasa terlalu manis, konsistensi kurang sesuai dan warna relatif pucat. Proses pengolahan sudah menggunakan resep standar sehingga diperoleh standar porsi yang sama. Setiap produk makanan memiliki berat rata-rata berkisar 250 gr. Strategi penetapan harga produk dengan metode cost based pricing. Tata ruang letak Mie Jogja Pak Karso yaitu berbentuk pulau (island), konsep dapur adalah open kitchen. Area pelayanan pada Mie Jogja Pak Karso semi terbuka dan konsep klasik batu-batuan dibuat seolah-olah seperti di Jogja. Strategi promosi yang dilakukan adalah dengan memberi diskon. Media promosi yang digunakan adalah koran, TV lokal, door to door, dan brosur. Media promosi yang paling sering digunakan adalah brosur. Sasaran promosi pada Mie Jogja Pak Karso adalah mahasiswa dan pegawai kantor
Tiwul Instan Substitusi Tepung Bekatul Sebagai Makanan Fungsional Bagi Penderita Hipertensi
ABSTRAK Suciani, Mira. 2014. Tiwul Instan Substitusi Tepung Bekatul Sebagai Makanan Fungsional Bagi Penderita Hipertensi. Skripsi. Program Studi Pendidikan Tata Boga. Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M. Si. (II) Dra. Nunung Nurjanah, M. Kes. Kata Kunci: Tiwul Instan, Tepung Bekatul, Makanan Fungsional, Penderita Hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kadar serat pada tiwul instan substitusi tepung bekatul, organoleptik (mutu hedonik dan hedonik) warna, rasa, tekstur tiwul instan dan asupan serat pada penderita hipertensi. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan sampel penelitian tiwul instan substitusi bekatul, dan penderita hipertensi. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA (Analysis of Variance)dan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil kandungan serat tiwul instan substitusi tepung bekatul per 100 g dengan substitusi tepung bekatul 10% 2,55 g, substitusi tepung bekatul 20% 2,76 g, dan substitusi tepung bekatul 30% 3,19 g. Hasil mutu hedonik tiwul instan menunjukkan terdapat perbedaan warna, rasa, dan tekstur. Warna dan rasa tiwul instan terbaik substitusi tepung bekatul 20%=10%. Tekstur terbaik tiwul instan terdapat pada tiwul instan dengan substitusi 10%, 20%, dan 30%. Hasil tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa, dan tekstur tiwul instan menunjukkan perbedaan. Warna yang paling disukai tiwul instan substitusi tepung bekatul 20%. Rasa dan tekstur paling disukai tiwul instan substitusi tepung bekatul 10%. Rata-rata asupan serat makanan pada penderita hipertensi pria per hari adalah 13,37 g, sedangkan pada penderita hipertensi wanita adalah 11,56 g per hari. Secara keseluruhan penderita hipertensi kekurangan serat per hari.
Daya Putus dan elastisitas Mi Instan Fortifikasi Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamk.)
ABSTRAK Kelor merupakan tanaman multi guna, padat nutrisi dan berkhasiat obat.Daun kelor merupakan jenis sayuran hijau yang berpotensi sebagai sumber protein. Masyarakat banyak memanfaatkan daun kelor yang masih muda sebagai sayur segar sedangkan daun kelor yang sudah tua dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Pemanfaatan daun kelor sekaranginisudah lebih bervariasi, salah satunya yaitu dibuat serbuk/tepung.Tepung daun kelor dapat dipergunakan sebagai bahan makanan tambahan dalam beras/nasi, sup dan sebagainya.Dalam bentuk serbuk/tepung daun kelor akan lebih banyak variasi makanan yang dapat dibuat, salah satunya yaitu mi. Fortifikasi tepung daun kelor sebagai bahan campuran dalam pembuatan mi sangat bermanfaat untuk dikembangkan, karena kandungan nutrisi yang tinggi pada daun kelor baik untuk kebutuhan gizi dalam tubuh. Produk mi instan fortifikasi tepung daun kelor perlu dikaji daya putus dan elastisitaskarena termasuk penentu hasil sesuai standar mutu mi instan. Tujuandaripenelitianiniadalah menganalisis daya putusdanelastisitas mi instan fortifikasi tepung daun kelor 0 g; 2,1 g; 4,2 g;8,4 g,menentukanperlakuanterbaikdayaputusdanelastisitas mi kelorinstandenganmenggunakanmetodeindeksefektifitas. Penelitianinimerupakanpenelitianeksperimen, menggunakan RAL(RancanganAcakLengkap)sebanyakempatperlakuandengandua kali pengulangan.Penelitianujidayaputusdanelastisitas mi kelorinstanmenggunakanalatTensile Strength.Data hasilpenelitiandianalisissecarastatistikmenggunakanOne WayANOVA, apabilaterdapatperbedaanpadaperlakuanmakadilanjutkanujiDMRT(Duncan Multiple Range Test). Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa parameter dayaputusberbedanyata, dengansignifikan ≥0,05 yaitu 0,05, sedangkan parameter elastisitassangatberbedanyata,dengansignifika
IMPLEMENTASI PELAKSANAAN MANAJEMEN BENGKEL PEMESINAN DI SMK NEGERI 6 MALANG
ABSTRAK Dwitama, Rizka M. 2013. Implementasi Pelaksanaan Manajemen Bengkel Pemesinan Di Smk Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M, (II) Drs. Basuki, M.Pd. Kata Kunci: Manajemen Bengkel, Bengkel Pemesinan, SMK Bengkel Pemesinan di Sekolah Menengah Kejuruan merupakan media pembelajaran yang menunjang pemikiran kreatif melalui pengalaman dalam bentuk keterampilan, pemahaman, wawasan dalam pendidikan, pengajaran dan mendidik calon lulusan Sekolah Kejuruan menjadi manusia yang terampil dan siap kerja dengan standart nasional maupun internasional serta dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan manajemen bengkel pemesinan di SMK Negeri 6 Malang yang ditinjau dari segi perencanaan, pengorganisasian, pemberdayaan, pengawasan. Selain itu juga untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan manajemen bengkel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Tahapan pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, studi dokumentasi sarana dan prasarana, dan observasi. Subjek penelitian ini adalah bengkel pemesinan SMK Negeri 6 Malang, Kepala Sekolah, Ketua Kompetensi Keahlian Pemesinan, Guru Pemesinan, Toolman/laboran, Siswa SMK Negeri 6 Malang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Kemudian untuk mengecek keabsahan data dilakukan dengan melakukan pengamatan ulang dan melakukan triangulasi. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu pelaksanaan manajemen bengkel pemesinan di SMK Negeri 6 Malang di tinjau dari segi perencanaan kegiatan di bengkel dilakukan dengan merencanakan jadwal kegiatan praktik menurut kurikulum kemudian ketua kompetensi keahlian dengan semua guru pemesinan dan toolman merapatkan menentukan 3 hal yaitu guru yang mengisi kegiatan praktik, kebutuhan peralatan dan mesin untuk praktik dan kebutuhan bahan untuk praktik. Untuk Pelaksanaan manajemen bengkel pemesinan di SMK Negeri 6 Malang di tinjau dari segi pengorganisasiannya dilakukan dengan mengatur ruangan di bengkel pemesinan berdasarkan kegiatannya, inventaris peralatan/mesin diletakkan diruang khusus peralatan dan mesin, bahan praktik diletakkan diruang bahan, barang hasil praktik disimpan di lemari barang hasil praktik. Pengaturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di bengkel dilakukan dengan memberi rambu peringatan dan rambu tata tertib di tiap ruangan bengkel pemesinan, selain itu juga menyediakan alat pengaman diri bagi siswa. Pelaksanaan manajemen bengkel pemesinan di SMK Negeri 6 Malang di tinjau dari segi pemberdayaan dilaksanakan dengan memberdayaan siswa dengan memberi pengetahuan pemesinan mulai dasar sampai tingkat lanjut dan untuk memberdayakan guru/toolman diikutkan pelatihan di PPPPTK/VEDC, BPG surabaya, magang industri dan In House Training. Sedangkan untuk pelaksanaan manajemen bengkel pemesinan di SMK Negeri 6 Malang di tinjau dari segi pe- ngawasan dilakukan dengan menempatkan 2 orang guru dalam 1 kelas kegiatan praktik, melakukan penilaian dengan sistim terbuka dan sistim proses, mengecek kondisi alat, bahan dan barang hasil praktik agar tetap dalam kondisi baik, mem- beri pengarahan kepada siswa untuk menjaga diri dan selalu memakai alat pe- ngaman diri saat praktik agar tidak terjadi kecelakaan kerja, memasang rambu/ tanda peringatan di tempat yang rawan/berbahaya, memasang poster himbauan dan motivasi. Beberapa faktor pendukung pelaksanaan manajemen bengkel pemesinan di SMK Negeri 6 Malang yaitu beberapa guru pemesinan yang berkompeten mempunyai sertifikat keahlian kompetensi yang diperoleh dari PPPPTK VEDC Malang, mendapat bantuan dari pusat berupa mesin CNC tingkat lanjut (Production Unit), bahan/material praktik yang disediakan pihak sekolah selalu siap untuk memenuhi kebutuhan kegiatan praktik. Beberapa faktor penghambat- nya yaitu beberapa siswa saat praktik mesin konvensional tidak memakai kaca mata pelindung/safety karena peralatan kacamata safety tidak disediakan di bengkel, kondisi sebagian mesin bubut konvensional yang sudah tak layak pakai, ruang gudang material yang tidak terkunci, kelas X jurusan teknik pemesinan tidak memakai katle pack saat praktik, beberapa guru tidak memakai katle pack saat mengajar praktik. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pelaksanaan manajemen bengkel pemesinan di SMK Negeri 6 Malang ditinjau dari perencanaan berjalan baik, dari segi pengorganisasian terlaksana dengan lancar, dari segi pemberdayaan ter- laksana dengan baik, dan dari segi pengawasan berjalan terkendali. Saran dalam penelitian ini yaitu untuk kepala sekolah agar memantau langsung kegiatan perencanaan kegiatan praktik, peralatan/mesin, bahan, dan pengawasannya. Untuk guru agar meningkatkan pengetahuannya dalam merenca- nakan kegiatan praktik dan pengawasan kegiatan serta peralatan. Toolmen juga disarankan untuk melakukan kegiatan pengorganisasian peralatan dan pengawasan dengan baik. Semua hal itu dilakukan agar kondisi bengkel pemesinan di SMK Negeri 6 Malang tetap dalam kondisi baik sehingga layanan yang diberikan pada siswa dalam kondisi prima.
Evaluasi Mutu Fisik, Daya Terima dan Kadar Vitamin SElai Apel Formulasi Pare (momordica charantia L.)
ABSTRAK Ramdhanaty, Rizkiyah. 2013. Evaluasi Fisik, Daya Terima dan Kadar Vitamin Selai Apel Formulasi Pare (Momordica charantia L.). Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Ummi Rohajatien, M.P., (II) Drs. Made Wena, M.Pd, M.T. Kata Kunci: Pare (Momordica charantia L.), selai apel, kadar vitamin. Selai adalah sejenis bahan pencampur atau pengoles makanan yang kental seperti pasta, lebih kental dari sirup atau saus. Selai apel formulasi pare merupakan selai apel dengan menambahkan buah pare di dalamnya. Buah pare sering kita temukan di pasar tradisional, buahnya bulat memanjang dan berbintil-bintil pada permukaan kulitnya. Pare kaya akan nilai gizi, salah satunya yaitu vitamin C dan β-karoten (Provitamin A). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik (pH, TPT, warna, dan daya oles), kandungan vitamin C, kadar β-karoten, dan uji penerimaan panelis (aroma, rasa dan tekstur). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen pembuatan selai apel formulasi pare persentase 35%, 50% dan 65% dengan pengujian sebanyak tiga kali pengulangan. Data dianalisa menggunakan analisa one way ANOVA, jika terdapat perbedaan antar perlakuan maka dilanjutkan dengan uji BNT/ LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selai apel formulasi pare pada persentase 65% memiliki kadar vitamin C tertinggi (11,20 mg/100gr), kadar β-karoten tertinggi (35,822 ug/100gr) diperoleh dari selai apel formulasi pare pada persentase 65%, nilai pH tertinggi diperoleh dari selai apel formulasi pare persentase 65% (3,68), nilai tertinggi total padatan terlarut diperoleh dari selai apel formulasi pare persentase 35% (78,47 0brix), nilai warna L (kecerahan) berkisar antara 32,5 sampai 36,60, nilai warna a- (hijau) berkisar antara 6,6 sampai 10,2, nilai warna b+ (kuning) berkisar antara 12,6 sampai 16,9, nilai daya oles tertinggi (8,27) diperoleh dari selai apel formulasi pare pada persentase 35%. Hasil analisis LOA pada daya terima panelis terhadap tingkat kesukaan aroma, rasa dan tekstur selai apel formulasi pare dengan persentase 35%, 50% dan 65% secara keseluruhan dapat diterima oleh panelis
PEMANFAATAN INTERNET DAN HUBUNGANNYA DENGAN PRESTASI BELAJAR MENGOLAH MAKANAN KONTINENTAL SISWA KELAS X JASA BOGA DI SMK NEGERI 1 BATU
ABSTRAK Purwohadi, Yuga. 2013. Pemanfaatan Internet dan Hubungannya dengan Prestasi Belajar Mengolah Makanan Kontinental Siswa Kelas X Jasa Boga SMKN 1 Batu. Skripsi. Program Studi Pendidikan Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd (II) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes. Kata kunci: pemanfaatan internet, prestasi belajar, makanan kontinental, SMK Penggunaan internet sebagai media pendidikan merupakan salah satu inovasi dalam sumber belajar oleh karena itu dengan memanfaatkan internet dalam dunia pendidikan misalnya dengan memanfaatkan internet peserta didik bisa mengetahui berbagai macam informasi keilmuan, artikel, buku virtual (e-book), informasi sekolah, beasiswa dan sebagainya. Pemanfaatan internet sebagai sumber belajar jasa boga akan semakin banyak fakta-fakta yang di ketahui oleh siswa tentang ilmu-ilmu pengetahuan jasa boga. Semakin banyak siswa menguasai tentang pengetahua jasa boga, maka siswa dapat melakukan analisis tentang pengetahuan jasa boga karena dalam mata pelajaran mengolah makanan kontinental terdapat beberapa istilah asing karena makanan tersebut bukan makanan asli dan budaya Indonesia sehinga dengan memanfaatkan internet diharapkan bisa menambah pengetahuan bagi siswa selain itu juga bisa bisa digunakan sebagai media pembelajaran di luar jam sekolah sehingga siswa lebih mendalami materi yang telah disampaikan oleh guru mata pelajaran mengolah makanan kontinental pada kegiatan belajar mengajar di sekolah sehingga diharapkan bisa meningkatkan prestasi belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pemanfaatan internet dalam menunjang kegiatan belajar siswa kelas X pada mata pelajaran mengolah makanan kontinental program studi Jasa Boga di SMK Negeri 1Batu, (2) untuk mengetahui prestasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran mengolah makanan kontinental program studi Jasa Boga di SMK Negeri 1 Batu, (3) untuk mengetahui adakah hubungan pemanfaatan internet dengan prestasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran mengolah makanan kontinental program studi Jasa Boga di SMK Negeri 1 Batu. Penelitian dilakukan dilakukan di SMK Negeri 1 Batu, pada tanggal 28 Februari – 6 Maret 2013. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional yang dilakukan pada siswa Kelas X Jasa Boga SMKN 1 Batu tahun ajaran 2012/2013 dengan jumlah populasi 60 siswa dan jumlah angket sebanyak 30 butir. Obyek penelitian menggunakan sampel total karena jumlah populasi kurang dari 100 yaitu siswa kelas X Jasa Boga yang sedang menempuh mata pelajaran mengolah makanan kontinental. Penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi sebagai alat pengumpul data. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Korelasi Product Moment. Hasil penelitian ini sebagai berikut: (1) pemanfaatan internet dalam menunjang kegiatan belajar Mengolah Makanan Kontinental oleh siswa kelas X Jasa Boga SMKN 1 Batu tahun ajaran 2012/2013 memiliki kategori tinggi sebesar 50,0%, (2) prestasi belajar mengolah makanan kontinental sebagian besar siswa kelas X Jasa Boga SMKN 1 Batu tahun ajaran 2012/2013 telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal 81,7%, (3) terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan internet dengan prestasi belajar mengolah makanan kontinental siswa kelas X Jasa Boga SMKN 1 Batu tahun ajaran 2012/2013. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi peneliti selanjutnya yang melakukan penelitian sejenis, di harapkan mampu menambah hasil-hasil penelitian misalnya efektifitas penggunaan internet, penggunaan media pembelajaran internet khususnya dalam mata pelajaran mengolah makanan kontinental. ABSTRACT Purwohadi, Yuga. 2013. ” Internet Utilization and Its Relationship with the Students Learning Achievement on Continental Food Processing of Catering Class at SMK 1 Batu. Thesis. Courses Culinary Education, Department of Industrial Techonology, Engineering Faculty, State University of Malang. Advisors:(I) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd (II) Dra. Nunung Nurjanah, M. Kes. Keywords: internet utilization, learning achievement, continental food, SMK Internet utilization as educational media is one of innovation in the source of learning, therefore with internet utilization in the educational world, it is expected will be able to become a solution, such as with internet utilization students will be able to know various information, article, virtual book (e-book), school information, scholarship, etc. With the internet utilization as a learning source of catering service, students will know more facts about class catering knowledge. More and more students master about catering service knowledge, more students can analysis about catering service knowledge, because in the subject of continental food processing there are some foreign terms because the food are not originally from the culture of Indonesia, with internet utilization the students can be expected increase their knowledge and also it can be used as a learning media out of school, so the students will more understand about the material of continental food processing that have been delivered by the teachers in the school, and expected to improve the learning achievement of students. The aims of this research are: (1) find out internet utilization in supporting teaching and learning of the students in the class X grade at the subject of continental food processing, program of Catering Class at SMK I Batu, (2) find out learning achievment of students in the class X grade at the subject of continental food processing at program of Catering Class at SMK I Batu, (3) find out the relation between internet utilization and learning achievement of students in the class X at program of Catering Class at SMK I Batu. This research conducted in the SMK I Batu, on February 28th until March 6th 2013. This research conducted using correlational descriptive research planning that done to the students class X grade at program of Catering Class at SMK I Batu, school year of 2012/2013, with the amount of population is 60 students and the amount of questionnaire is 30 items. Research object using total sample because the amount of population is less than 100, that is the students of 10th grade at Catering Service in the subject of continental food processing. This research using questionnaire and documentation as an instrumnent to collect the data. Data analysis technique to examine the hypothesis that used in this research is Moment Product Correlation. This research result as follow: (1) internet utilization in supporting the learning and teaching activity of Continental Food Processing by the students in the 10th grade of Catering Service SMKN I Batu has a high category of 50,0%, (2) internet utilization as a learning media of Continental Food Processing by the students class X of Class Catering SMK I Batu has a high category 51,3%, (3) learning achievement of continental food processing in almost of students class X of Class Catering SMK I Batu in the school year of 2012/2013 have been fulfilled the category of minimal complete 81,7%. There is a significant relationship between internet utilization with learning achievement of continental food processing for the students Class X of Class Catering SMK I Batu in the school year of 2012/2013. Based on the research result, advised for the next researcher that will conduct similar research, can be expected to increase the results of research. For example the effectiveness of internet utilization, the utilization of internet learning media, especially at the subject of continental food proccesing
Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa pada Kompetensi Dasar Menyediakan Layanan Makanan dan Minuman di Restoran di SMK Negeri 1 Batu.
ABSTRAK Febriandini, Devi. 2013. Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa pada Kompetensi Dasar Menyediakan Layanan Makanan dan Minuman di Restoran di SMK Negeri 1 Batu. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Teti Setiawati, M.Pd., (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata kunci: Pelaksanaan Pembelajaran, Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Peserta didik selain diharapkan mampu berkompeten juga diharapkan mampu memiliki karakter yang baik. Proses pembelajaran pada kompetensi dasar menyediakan layanan makanan dan minuman di SMK Negeri 1 Batu, guru hanya memaksimalkan pencapaian kompetensi sehingga mengesampingkan proses internalisasi karakter pada saat pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa pada perangkat pembelajaran, proses pembelajaran dan faktor-faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran melayani makan dan minum serta peserta didik kelas XI program studi keahlian Tata Boga yang digunakan sebagai populasi pendukung dalam penelitian, sehingga jumlah populasi pada penelitian ini adalah 62 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan 53 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil analisis data diketahui pelaksanaan pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa pada perangkat pembelajaran kompetensi dasar menyediakan layanan makanan dan minuman di SMK Negeri 1 Batu termasuk dalam kategori kurang baik dalam mencantumkan nilai budaya dan karakter yang akan dikembangkan dengan jumlah skor penilaian 7. Pelaksanaan pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa pada proses pembelajaran kompetensi dasar menyediakan layanan makanan dan minuman di SMK Negeri 1 Batu termasuk dalam kategori baik dengan persentase 75,63%. Faktor-faktor penghambat guru dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah lingkungan sekolah dan peserta didik yang kurang memahami arti dan fungsi karakter yang akan dikembangkan karena tidak ada sosialisasi yang diberikan oleh pihak sekolah atau guru. Guru seharusnya tidak hanya melakukan pembiasaan kepada peserta didik, tetapi juga mampu memberikan contoh bagaimana cara bersikap dan berperilaku yang baik. Guru seharusnya merencanakan nilai budaya dan karakter yang akan dikembangkan dengan cara mengintegrasikan dan mencantumkan nilai karakter pada silabus dan RPP, serta melakukan penilaian karakter lebih spesifik, sehingga guru dapat mengetahui perkembangan karakter pada masing-masing peserta didik pada setiap jenjangnya. Pihak sekolah melakukan sosialisasi mengenai pentingnya penerapan pendidikan budaya dan karakter bangsa pada peserta didik
KAJIAN KUALIFIKASI TEMPAT PRAKTIK INDUSTRI SEBAGAI MITRA KERJASAMA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA BOGA JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Farida, Nurul. 2013. Kajian Kualifikasi Tempat Praktik Industri Sebagai Mitra Kerjasama Program Studi Pendidikan Tata Boga Jurusan Teknologi Industri Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.Wiwik Wahyuni M.Pd, (II) Drs. Made Wena, M.Pd., M.T Kata Kunci: Kualifikasi, Tempat Praktik Industri, Jurusan Teknologi Industri Praktik industri (PI) merupakan salah satu matakuliah intrakurikuler yang termasuk dalam matakuliah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Non Kependidikan. Perusahaan atau industri yang dijadikan mitra harus sesuai dengan kualifikasi yang ditetapkan oleh kampus, dan tidak semua DU/DI yang berlatar usaha jasa boga dapat dijadikan tempat untuk melaksanakan praktik, oleh karena itu terdapat beberapa kriteria untuk mengklasifikasikan beberapa DU/DI yang telah ada. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai kualifikasi tempat yang menjadi mitra kerjasama jurusan Teknologi Industri. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendenskripsikan kesesuaian kualifikasi tempat PI yang menjadi mitra kerjasama Jurusan Teknologi Industri dengan Pedoman PI. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa paparan data hasil wawancara dengan mahasiswa Prodi D3 Tata Boga angkatan 2010 dan 2011, serta S1 Pendidikan Tata Boga 2009 dan 2010, serta dokumen dari Jurusan Teknologi Industri. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan studi dokumen. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrument manusia, yaitu peneliti sendiri. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi, sedangkan untuk mengecek keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil analisis tersebut, diperoleh empat kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut: (1) Sebagian besar jumlah peserta PI mulai dari periode semester gasal 2008 hingga semester gasal 2012 sudah sesuai dengan pedoman PI Jurusan Teknologi Industri, namun terdapat beberapa tempat yang menerima jumlah peserta melebihi dari jumlah yang ditetapkan oleh jurusan karena hal tersebut disesuaikan dengan permintaan dari pihak DU/DI (2) Sebagian besar tempat yang menjadi mitra kerjasama PI jurusan Teknologi Industri sudah sesuai dengan pedoman PI. (3) Gambaran umum DU/DI yang menjadi mitra kerjasama Jurusan TI sebagian besar baik dan layak untuk dijadikan mitra kerjasama pada program PI. (4) Kegiatan mahasiswa selama PI sudah sesuai dengan harapan jurusan Teknologi Industri.