Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    359 research outputs found

    Formulasi Tepung Pelapis Berbahan Dasar Tepung Singkong ( Manihot esculenta) dan Tepung Tapioka Serta Aplikasinya Sebagai Pelapis Keripik Tempe

    No full text
    ABSTRAK   Wijayanti, Novia Putri. 2015. Formulasi Tepung Pelapis Berbahan Dasar Tepung Singkong ( Manihot esculenta) dan Tepung Tapioka Serta Aplikasinya Sebagai Pelapis Keripik Tempe. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P., (II) Dra Wiwik Wahyuni M.Pd.   Kata Kunci:  Tepung Pelapis, Tepung Tapioka dan Tepung Singkong.   Pelapis goreng (batter) adalah tepung yang digunakan untuk melapisi makanan digunakan meningkatkan tekstur, rasa dan, volume. Untuk mengurangi ketergantungan pada tepung beras dapat dibuat tepung dari umbi- umbian untuk meningkatkan penganekaragaman pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio tepung singkong dan tepung tapioka terhadap kadar air, daya patah, serat dan uji hedonik (warna, rasa, aroma dan tekstur), serta mendapatkan formula terbaik keripik tempe. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga rasio antara tepung singkong dan tepung tapioka 40:60%, 50:50%, 60:40% dengan dua kali pengulangan . Analisis yang digunakan meliputi kadar air, daya patah, serat dan uji hedonik (warna, rasa, aroma dan tekstur). Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA (Analysis of Variance), jika terdapat perbedaan dilanjutkan dengan Duncan Analysis. Hasil penelitian menunjukan bahwa rasio tepung pelapis berbahan tepung singkong dan tepung tapioka dengan kadar air terendah pada rasio tepung singkong dan tepung tapioka 40:60% , serat tertinggi pada rasio tepung singkong dan tepung tapioka 60:40%, daya patah tertinggi pada rasio tepung singkong dan tepung tapioka 40:60% . Hasil uji hedonik warna yang disukai pada rasio tepung singkong dan tepung tapioka 40:60%, hasil uji hedonik aroma disukai pada rasio tepung singkong dan tepung tapioka 40:60%, uji hedonik rasa yang disukai pada rasio tepung singkong dan tepung tapioka 50:50% dan uji hedonik tekstur disukai pada rasio tepung singkong dan tepung tapioka 40:60%. Formula terbaik adalah formula 1 dengan rasio tepung singkong dan tepung tapioka 40:60%

    PENGARUH RASIO RIMPANG RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus L.) DAN JAHE TERHADAP MUTU MINUMAN FUNGSIONAL "WEDANG TEKI"

    No full text
    ABSTRAK   Septalina, Trisia. 2015. Pengaruh Rasio Rimpang Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) dan Jahe Terhadap Mutu Minuman Fungsional Wedang Teki. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mazarina Devi, M.Si, (II) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si.   Kata Kunci: rimpang rumput teki, jahe & rasio   Rimpang rumput teki sangat berpotensi untuk dijadikan minuman fungsional, sehingga dikembangkan sebagai bahan pembuatan minuman tradisional wedang teki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio rimpang rumput teki dan jahe terhadap mutu minuman fungsional wedang teki yang meliputi sifat kimia (kalsium, magnesium, zat besi), sifat mutu hedonik dan sifat hedonik  (warna, rasa, aroma), serta mendapatkan formula yang terbaik untuk wedang teki. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga rasio antara rimpang rumput teki dan jahe 70:30%, 60:40% dan 50:50% dengan tiga kali pengulangan. Analisis yang dilakukan meliputi  kandungan kalsium, magnesium, zat besi, sifat mutu hedonik dan sifat hedonik (warna, rasa, aroma). Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA (Analysis of Variance), jika terdapat perbedaan antar perlakuan, maka dilanjutkan dengan Duncan Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio rimpang rumput teki dan jahe tidak berpengaruh terhadap kandungan kalsium, sifat mutu hedonik warna dan sifat hedonik warna tetapi berpengaruh terhadap kandungan magnesium dan zat besi, sifat mutu hedonik rasa dan aroma, sifat hedonik rasa dan aroma. Kandungan magnesium, zat besi tertinggi diperoleh dari wedang teki dengan rasio antara rimpang rumput teki dan jahe 70:30%. Sifat mutu hedonik rasa dan aroma tertinggi diperoleh dari rasio antara rimpang rumput teki dan jahe 70:30%. Sifat hedonik rasa tertinggi pada rasio antara rimpang rumput teki dan jahe 70:30% dan sifat hedonik aroma tertinggi diperoleh dari wedang teki dengan rasio antara rimpang rumput teki dan jahe 50:50%. Formula yang terbaik adalah formula 1 dengan rasio rimpang rumput teki dan jahe 70:30%

    PENGEMBANGAN PRODUK CRACKERS DENGAN SUBSTITUSI MOCAF (Modified Cassava Flour)

    No full text
    ABSTRAK Frismania, Rika. 2014.Pengembangan Produk Crackers dengan Substitusi Mocaf (Modified Cassava Flour).Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. WiwikWahyuni, M.Pd., (II) Dr. AmatNyoto, M.Pd. Kata Kunci: Mocaf (Modified Cassava Flour), Crackers. Crackersadalah salahsatujenisbiskuit yang dibuatdariadonanterigudengankandungan protein 12-13% yang melalui proses fermentasimaupun non fermentasidenganorientasi rasa asin, renyah, danmemilikipenampangpotongan yang berlapis-lapis.Crackers substitusi mocaf adalah crackers yang dibuat dengan menambahkan mocaf sebagai bahan substitusi terigu pada adonan crackers. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proporsi substitusi mocaf yang terbaik dalam pembuatan crackers. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen pembuatan crackers substitusi mocaf persentase 20%, 30%, dan 40% dengan pengujian sebanyak tiga kali pengulangan. Analisis dilakukan pada produk crackers yang meliputi sifat kimia, sifat fisik, dan organoleptik,. Data dianalisa menggunakan analisa one way ANOVA, jika terdapat perbedaan antar perlakuan maka dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Tujuan DMRT adalah untuk mengetahui perbedaan di antara masing-masing perlakuan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil penelitian crackers substitusi mocaf yaitu (1) Sifat kimia kadar air crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,6 sampai 4,19. (2) Sifat kimia kadar protein crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 7,35 sampai 9, 32. (3) Sifat kimia kadar serat crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,66 sampai 4,4. (4) Sifat fisik tekstur daya patah crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,7 sampai 5,8. (5) Hasil uji mutu hedonik warna crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,5 sampai 4,43 (6) Hasil uji mutu hedonik rasa crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,28 sampai 3,78. (7) Hasil uji mutu hedonik tekstur crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,28 sampai 4,38. (8) Hasil uji hedonik kesukaan warna crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,35 sampai 3,81. (9) Hasil uji hedonik kesukaan rasa crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,36 sampai 4,18. (10) Hasil uji hedonik kesukaan tekstur crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,21 sampai 4,05

    Daya Terima Makanan Pokok Beras Cerdas Menurut Penderita Diabetes Mellitus

    No full text
    ABSTRAK   Rohani, Ummu. 2015. Daya Terima Makanan Pokok Beras Cerdas Menurut Penderita Diabetes Mellitus. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes., (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd.   Kata Kunci: Daya Terima Makanan Pokok, Beras Cerdas, Diabetes Mellitus     Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis daya terima makanan pokok beras cerdas menurut penderita diabetes mellitus di RW IV, Kecamatan Kartoharjo-Kota Madiun berdasarkan karateristik individu, karakteristik makanan dan karateristik lingkungan. Jenis penelitian ini adalah survai dengan menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah masyarakat penderita diabetes mellitus dari semua golongan usia di RW IV, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun berjumlah 109 orang dengan sampel penelitian diambil 70% dari jumlah populasi sehingga ditentukan 77 sampel yang dipilih secara acak. Daya terima makanan pokok beras cerdas berdasarkan karakteristik individu masyarakat penderita diabetes mellitus di RW IV Kecamatan Kartoharjo-Kota Madiun diketahui bahwa sebagian besar masyarakat tamat PT (49,3%) dengan pendapatan per kapita/bulan kurang (44%). Seluruh masyarakat penderita diabetes mellitus (100%) memperoleh informasi gizi tentang makanan pokok untuk penderita diabetes mellitus sedangkan informasi gizi sebagian besar (50,6%) diperoleh dari keluarga. Sebagian besar (96%)  masyarakat belum mengetahui tentang beras cerdas, oleh karena itu seluruh (100%) masyarakat penderita diabetes mellitus masih mengkonsumsi nasi. Makanan pokok selain nasi yang dikonsumsi oleh sebagian besar (55,9%) masyarakat penderita diabetes mellitus masih rendah. Sebagian besar (72,7%) masyarakat menderita diabetes mellitus disebabkan pola makan yang tidak seimbang. Daya terima makanan pokok beras cerdas berdasarkan karakteristik makanan, sebagian besar masyarakat menyukai rasa beras cerdas (61%), menyukai rupa beras cerdas (75,3%), menyukai tekstur nasi beras cerdas (72%).  Sebagian besar masyarakat menyatakan bahwa harga beras cerdas tergolong biasa (74%). Daya terima makanan pokok beras cerdas berdasarkan karakteristik lingkungan, sebagian besar masyarakat bekerja sebagai PNS (31,2%) dan mempunyai anggota keluarga yang berjumlah 4 orang (32,4 %). Temuan penelitian bahwa telah ditemukannya makanan pokok selain nasi yang banyak manfaatnya khususnya untuk penderita diabetes mellitus yaitu beras cerdas. Upaya yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah diperlukan pendistribusian beras cerdas secara merata agar dapat diambil manfaatnya oleh semua orang

    PROSES PENGOLAHAN BERAS CERDAS SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN POKOK DAN MUTU ORGANOLEPTIK

    No full text
    ABSTRAK   Sari, T.M.P. 2015. Proses Pengolahan Beras Cerdas Sebagai Alternatif Makanan Pokok dan Mutu Organoleptik. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Rina Rifqie Mariana, M.P., (II) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes.,   Kata Kunci: Proses Pengolahan, Beras Cerdas, Tim, dan Kukus Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui volume air yang tepat pada saat pengolahan nasi beras cerdas menggunakan metode tim dan kukus selain itu untuk mengetahui mutu organoleptik terhadap rasa, aroma, tekstur nasi beras cerdas pada metode tim dan kukus. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan dua perlakuan yaitu metode pengolahan (tim dan kukus) dan perbandingan jumlah volume air. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian proses pengolahan nasi beras cerdas dengan metode tim dengan volume air 110 gram memiliki rerata (4,71), dan proses pengolahan nasi beras cerdas dengan metode kukus dengan volume air 140 gram memiliki rerata (4,32). Kesukaan rasa nasi beras cerdas menggunakan metode tim dengan volume air 110 ml memiliki rerata (3,48). Kesukaan rasa nasi beras cerdas menggunakan metode kukus dengan volume air 140 gram memiliki rerata (4,66). Kesukaan aroma nasi beras cerdas menggunakan metode tim dengan volume air 110 gram memiliki rerata (3,72). Kesukaan aroma nasi beras cerdas menggunakan metode kukus dengan volume air 140 gram memiliki rerata (4). Kesukaan tekstur nasi beras cerdas menggunakan metode tim dengan volume air 110 gram memiliki rerata (4,2). Kesukaan tekstur nasi beras cerdas menggunakan metode kukus dengan volume air 140 gram memiliki rerata (4,3). Data uji sama/beda nasi beras cerdas metode pengolahan tim tidak berbeda nyata dengan nasi beras cerdas metode pengolahan kukus. Temuan penelitian bahwa telah ditemukannya makanan pokok selain nasi yang banyak manfaatnya bagi kesehatan. Masyarakat dapat menggunakan nasi beras cerdas ini sebagai alternatif makanan pokok selain nasi

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN RESTORAN BERBASIS APLIKASI MICROSOFT EXCEL & VBA UNTUK MATAKULIAH MUB RESTORAN DI TEACHING RESTAURANT AND BOUTIQUE

    No full text
    ABSTRAK   Rahmawati, Indah. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Penyusunan Laporan Keuangan Restoran Berbasis Aplikasi Microsoft Excel & VBA untuk Matakuliah MUB Restoran. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Aisyah Larasati, Ph.D. (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd.   Kata Kunci: pengembangan, laporan keuangan restoran, Microsoft Excel & VBA, matakuliah MUB Restoran. MUB Restoran adalah salah satu matakuliah praktik kewirausahaan yang wajib ditempuh oleh mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga. Salah satu bidang yang dipelajari adalah pengelolaan keuangan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan diketahui bahwa hasil evaluasi belajar matakuliah MUB Restoran menunjukkan sebagian besar mahasiswa belum dapat menyusun laporan keuangan dengan baik dan benar. Mahasiswa menyusun laporan keuangan secara manual menggunakan Microsoft Excel tanpa menggunakan rumus (formula). Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran menggunakan Microsoft Excel dengan bantuan VBA diharapkan dapat membantu tercapainya kompetensi pembelajaran sesuai dengan katalog jurusan. Model pengembangan yang digunakan adalah Development Research. Uji validasi dilakukan oleh validator ahli media, ahli bahasa, dan ahli materi. Uji coba produk dilakukan dengan uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Subjek uji coba kelompok kecil terdiri dari14 orang mahasiswa yang sudah menempuh matakuliah MUB Restoran. Subjek uji coba kelompok besar terdiri dari 33 orang mahasiswa yang sedang menempuh matakuliah MUB Restoran. Proses validasi menggunakan angket dengan skala likert. Berdasarkan hasil analisis penilaian yang didapatkan, nilai persentase hasil validasi ahli media sebesar 97%, ahli bahasa 90%, ahli materi 85,7%. Hasil uji coba produk sebesar 95,5% dan uji pemakaian sebesar 94%. Hasil uji coba sudah memenuhi kriteria valid dan layak sehingga media pembelajaran ini dapat digunakan untuk pembelajaran penyusunan laporan keuangan restoran di matakuliah MUB Restoran. Saran bagi pengguna apabila ingin memakai media pembelajaran ini adalah dengan mengatur enable untuk rumus macro agar VBA dapat dioperasikan dan apabila dalam menyusun laporan keuangan secara tiba-tiba media pembelajaran ini terhenti, solusinya adalah dengan menyimpan kemudian me-restart Microsoft Excel

    Penerapan CPMB (Cara Produksi Makanan yang Baik) di Dapur Darat Reska (Studi Kasus di PT Reska Multi Usaha Area 5 Surabaya Distrik Malang).

    No full text
    ABSTRAK   PT Reska Multi Usaha memiliki banyak usaha salah satunya adalah Restorasi Kereta Api yang menyediakan makanan dan minuman di dalam kereta apipada setiap perjalanannya.Upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk melindungi konsumen dari dampak negatif (keracunan makanan), salah satunya melaluipengaturan Cara Produksi Makanan yang Baik (CPMB).CPMBadalah suatu pedoman yang menjelaskan bagaimana cara memproduksi makanan agar bermutu, aman, dan layak untuk dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan CPMB di Dapur Darat Reska Distrik Malang yang meliputi: pemilihan bahan makanan, tempat penyimpanan bahan makanan, persiapan memasak bahan makanan, teknik memasak makanan, penyimpanan makanan masak, dan pengangkutan makanan masak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh dari wawancaratigaorang informan, yaitu: Kepala Reska Distrik Malang,chef de partie,dan koki.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara: observasi, wawancara, dan dokumentasi.Analisis data dilakukan secara interaktif dengan langkah-langkah: pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi dan menarik kesimpulan. Pemilihan bahan makanan di Dapur Darat Reska Distrik Malang sudah memenuhi syarat CPMB, tempat penyimpanan bahan makanan tidak memenuhi syarat CPMB, persiapan memasak bahan makanan pada proses penyiangan tidak memenuhi syarat CPMB sedangkan proses pemotongan dan pencucian sudah memenuhi syarat CPMB, teknik memasak makanan sudah memenuhi syarat CPMB, penyimpanan makanan masak sudah memenuhi syarat CPMB, dan pengangkutan makanan masak sudah memenuhi syarat CPMB. Tempat penyimpanan di Dapur Darat Reska Distrik Malang disarankan untuk lebih memperhatikan penataan bahan makanan sesuai dengan karakteristik bahan

    Implementasi Kurikulum 2013 dalam Kelompok Mata Pelajaran Dasar Program Keahlian

    No full text
    ABSTRAK Ayu, Merdesa. 2015. Implementasi Kurikulum 2013 dalam Kelompok Mata Pelajaran Dasar Program Keahlian. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Rina Rifqie Mariana, M. P., (II) Dra. Teti Setiawati, M. Pd. Kata Kunci: implementasi kurikulum, kurikulum 2013, dasar program keahlian Fokus penelitian yang dilakukan adalah  untuk mengetahui: (1) perencanaan pembelajaran; (2) pelaksanaan pembelajaran; (3) evaluasi pembelajaran; (4) faktor penghambat; dan (5) faktor pendukung dalam kelompok mata pelajaran dasar program keahlian berdasarkan Kurikulum 2013 di SMKN 1 Turen. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan pada penelitian ini adalah empat guru kelompok mata pelajaran dasar program keahlian di kelas X SMKN 1 Turen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah  observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dalam penelitian ini yaitu SMKN 1 Turen. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi.Hasil temuan dari penelitian ini adalah: (1) Perencanaan pembelajaran sejalan dengan Peraturan Menteri Nomor 65 Tahun 2013 yang mencakup delapan indikator utama yaitu, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, model pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar, skenario pembelajaran dan penilaian pembelajaran; (2) Pelaksanaan pembelajaran cukup sejalan dengan Peraturan Menteri Nomor 65 Tahun 2013 dan Peraturan Menteri Nomor 81a Tahun 2013. Pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru menggunakan pendekatan saintifik yaitu, kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan; (3) Evaluasi pembelajaran sejalan dengan Peraturan Menteri Nomor 65 Tahun 2013 yaitu penilaian menggunakan penilaian otentik yang mencakup penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan; (4) Faktor penghambat yang muncul yaitu keterbatasan waktu dalam melakukan penilaian di dalam kelas; dan (5) Faktor pendukung dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah sarana prasarana.Berdasarkan hasil temuan penelitian, maka disarankan untuk guru lebih tepat waktu dalam memulai dan mengakhiri pembelajaran agar tidak berpengaruh pada pembelajaran sedangkan bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti tentang persepsi guru tentang transformasi Kurikulum 2013 ke Kurikulum Nasional.            ABSTRACT Ayu, Merdesa. 2015. The Implementation of Curriculum 2013 on the Group Basic Lessons of Competence Program. Thesis. Industrial Technology Departement, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisor: (1) Dr. Dra. Rina Rifqie Mariana, M.P., (II) Dra. Teti Setiawati, M.Pd. Keywords: curriculum implementation, curriculum 2013, basic skills program. The focus of this are to investigate (1) the lesson plan, (2) the teaching-learning activity, (3) the evaluation of the teaching-learning activity, (4) the obstacle factors , and (5) the supporting factors on the group basic lessons of competence program. This study use a descriptive qualitative aproach with case study. The object of this study are four teachers of group basic lessons of competence program in class X SMKN 1 Turen. The research data were collected with three instruments, i.e. observation, interview, and documentation. The research was conducted in SMKN 1 Turen. The validity of the findings was checked by using triangualtion techniques.The research findings showed that (1) the lesson plan was in line with the ministerial regulation no 65 year 2013, which consists of eight main indicators, that are the purpose of the study, the materials, the learning design, the instructional media, the learning resources, the learning scenario, and the assessment; (2) the implementation of the study was in line with the ministerial regulation no 65 and no 81a year 2013. In the teaching learning activity, the teacher use scientific approach, that are observing, asking, collecting the  information, associating, and communicating; (3) the evaluation of teaching and learning activity was in line with the ministerial regulation no 65 year 2013, that is using authentic scoring, which consists of attitude, knowledge, and skills; (4) the obstacle factor in this study were the time constraints in assessing in the cssroomla; and (5) the supporting factor in the implementation of curriculum 2013 were the available infrastructure. Based on the findings, it is suggested that the teacher should manage the time allotment in the teaching and learning activity the and future researchers to conduct a research about the teachers’ perception toward the alteration from curriculum 2013 into National curriculum

    Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan dalam Lingkungan Keluarga dan Sekolah terhadap Niat Berwirausaha melalui Self-Efficacy (Studi pada Siswa Kelas XII SMK Negeri 2 Kediri).

    No full text
    ABSTRAK   Menciptakan wirausaha mandiri merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah pengangguran khususnya di Indonesia. Peluang untuk menjadi wirausaha masih terbuka luas, sehubungan dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean pada akhir tahun 2015. Pemerintah Kota Kediri mencanangkan Tri Bina Kota sebagai landasan pembangunan meliputi bidang pendidikan, perdagangan serta jasa dan industri. Berpijak pada landasan tersebut, Pemerintah Kota Kediri berkomitmen untuk memajukan sektor perindustrian secara aktif dengan memperkuat daya dukung bagi pembangunan industri sebagai salah satu basis penguatan ekonomi lokal yang handal. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya pendidikan kewirausahaan yang baik dalam lingkungan keluarga dan sekolah serta pembentukan self-efficacy siswa untuk memperkuat niat siswa dalam berwirausaha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh langsung pendidikan kewirausahaan baik dalam lingkungan keluarga maupun sekolah terhadap niat berwirausaha. Selain itu tujuan dari penelitian ini juga untuk melihat pengaruh secara tidak langsung dari pendidikan kewirausahaan dalam lingkungan keluarga dan sekolah terhadap niat berwirausaha melalui self-efficacy siswa kelas XII SMK Negeri 2 Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian Expost Facto. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMK Negeri 2 Kediri sejumlah 639 siswa, sehingga sampel yang digunakan dengan menggunakan rumus Slovin sebanyak 246 siswa yang diambil dengan teknik pengambilan sampel menggunakan propotional random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (Path Analysis) dengan langkah-langkah sebagai berikut, 1) merumuskan hipotesis secara struktural, 2) menghitung koefisien jalur yang didasarkan pada koefisien regresi, 3) menggambarkan diagram jalur lengkap, menentukan sub-sub strukturnya dan merumuskan persamaan struktural yang sesuai dengan hipotesis yang diajukan; dan 4) menghitung koefisien regresi untuk struktur yang telah dirumuskan. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan baik dalam lingkungan keluarga maupun sekolah berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap niat berwirausaha. Temuan lain dalam penelitian ini menunjukkan bahwa adanya variabel intervening (self-efficacy) mampu memperkuat variabel bebas yaitu pendidikan kewirausahaan dalam lingkungan keluarga dan sekolah terhadap variabel terikat yaitu niat berwirausaha siswa SMK Negeri 2 Kediri. Berdasarkan penelitian ini peneliti memberikan saran bagi orang-tua siswa, agar menanamkan semangat berwirausaha sejak dini kepada anak untuk memberikan alternative pilihan dalam mencoba berwirausaha, bagi guru mata pelajaran Kewirausahaan, melihat hasil temuan bahwa self-efficacy teramat penting dalam menumbuhkan niat siswa dalam berwirausaha maka guru diharapkan selalu memberikan keyakinan dan motivasi kepada anak untuk pantang menyerah mencoba berwirausaha, sedangkan bagi peneliti sendiri, agar mampu meningkatkan keyakinan dan kepercayaan diri mengingat bahwa self-efficacy yang kuat akan mempengaruhi keberhasilan dalam mencoba berwirausaha

    PROSES PENYELENGGARAAN MAKANAN INSTITUSI DI UNIT ABC (AR-ROHMAH BUSINESS CENTER) YPI AR-ROHMAH PUTRI PESANTREN HIDAYATULLAH MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Srihardiana, Yuli. 2015. Proses Penyelenggaraan Makanan Institusi di Unit ABC (Ar-Rohmah Business Center) YPI Ar-Rohmah Putri Pesantren Hidayatullah Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Dra. Rina Rifqie Mariana, M.P. (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd.   Kata Kunci: Penyelenggaraan Makanan, Proses, Perencanaan Menu, Pengolahan Bahan Makanan, YPI Ar-Rohmah Putri Malang, Pesantren.   Penyelenggaraan makanan merupakan suatu keharusan, baik di lingkungan keluarga maupun di luar lingkungan keluarga. Penyelenggaraan makanan institusi bertujuan untuk mencapai status kesehatan yang optimal melalui pemberian makanan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sistem penyelenggaraan makanan di YPI. Ar-Rohmah Putri Malang dalam hal perencanaan menu dan pengolahan makanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi sebagai data primer dan dokumentasi sebagai data sekunder. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan langkah-langkah: pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan menu telah mencukupi kebutuhan gizi santri dan karyawan meskipun dalam perencanaan menu tidak berdasarkan pada penghitungan kebutuhan gizi. Tetapi dalam perencanaan menu belum memperhatikan aspek dalam penyusunan menu. Persiapan dalam pengolahan bahan makanan tidak dilakukan menurut standar, pemasakan bahan makanan yang meliputi teknik pengolahan makanan dilakukan menyesuaikan dengan jenis masakan yang ditetapkan dalam menu dan telah dilakukan sesuai standar. Hendaknya dalam hal perencanaan menu harus memperhatikan aspek dalam penyusunan menu agar lebih bervariasi dan menu yang dihasilkan berkualitas. Pengolahan bahan makanan dalam hal persiapan memasak harus dilakukan sesuai standar. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk penelitian lebih lanjut mengenai sistem penyelenggaraan makanan institusi di institusi sejenis atau lain secara lebih menyeluruh

    0

    full texts

    359

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇