Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
359 research outputs found
Sort by
ANALISIS KADAR AIR DAN MUTU CHEWY CANDY DARI PUREE KULIT BUAH NAGA MERAH
ABSTRAK Ariestyani, Yayin Widiya . Analisis Kadar Air Dan Mutu Chewy Candy Dari Puree Kulit Buah Naga Merah. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes. (2) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd. Kata-kata kunci: Kulit buah naga merah, chewy candy, konsentrasi puree kulit buah naga merah. Kulit buah naga merah merupakan limbah dari buah naga merah yang dapat dimanfaatkan untuk bahan pembuatan chewy candy. Pengolahan kulit buah naga merah menjadi chewy candy merupakan usaha untuk memanfaatkan limbah yang berupa kulit buah naga merah dan menganekaragamkan makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi penggunaan puree kulit buah naga merah terhadap warna, kadar air, tekstur dan sifat organoleptik (hedonik) chewy candy dari puree kulit buah naga merah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen pembuatan chewy candy dari puree kulit buah naga merah dengan perbedaan penggunaan puree 60%, 80%, dan 100%. Penelitian uji warna chewy candy dari puree kulit buah naga merah menggunakan alat Color Reader, kadar air menggunakan alat destilator stahl. Uji organoleptik diperoleh dari pengisian angket penilaian oleh panelis agak terlatih dari 25 orang mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga yang telah menempuh mata kuliah Pengawetan Makanan. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA. Pada perlakuan yang terdapat perbedaan maka dilanjutkan uji LSD (Least Significant Difference). Hasil analisis terhadap parameter warna menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada intensitas kecerahan (L*), intensitas warna kuning (b*) dan intensitas warna merah (a*). Warna paling cerah terdapat pada penggunaan puree kulit buah naga merah 60%, yaitu intensitas kecerahan (L*) 30,30%, sedangkan warna paling merah dan kekuningan terdapat pada penggunaan puree kulit buah naga merah 100%, yaitu intensitas warna merah (a*) 12,45% dan intensitas warna kuning (b*) 7,45%. Hasil analisis kadar air terdapat perbedaan. Kadar air paling banyak terdapat pada penggunaan puree kulit buah naga merah 60% yaitu 28,62%. Hasil analisis tekstur terdapat perbedaan. Tekstur yang paling keras dan kenyal terdapat pada chewy candy dengan penggunaan puree 100% yaitu 13,30N. Hasil uji hedonik menunjukkan terdapat perbedaan kesukaan terhadap rasa dan warna, sedangkan tidak terdapat perbedaan kesukaan pada tekstur. Rasa dan warna paling disukai adalah pada penggunaan puree kulit buah naga merah 100% karena memiliki rasa manis dan warna merah menyerupai warna alami dari kulit buah naga merah, sedangkan tekstur paling disukai pada penggunaan puree kulit buah naga merah 60% karena memiliki tekstur kenyal dan tidak lengket
Daya Terima Konsumen Terhadap Pengembangan Produk Kue Semprong Tepung Ampas Tahu
ABSTRAK Lestari, Rika Dwi. 2015. Daya Terima Konsumen Terhadap Pengembangan Produk Kue Semprong Tepung Ampas Tahu. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P., (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Pengembangan Produk, Kue Semprong, Tepung Ampas Tahu. Ampas tahu merupakan limbah dari proses pembuatan tahu yang mudah mengalami kerusakan dan pembusukan sehingga perlu penanganan yang lebih lanjut untuk meningkatkan umur simpan ampas tahu. Upaya meningkatkan daya simpan ampas tahu dalam penelitian ini adalah mengeringkan ampas tahu untuk dijadikan sebagai tepung ampas tahu. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan produk pangan baru yaitu kue semprong berbahan dasar tepung ampas tahu, menganalisis kandungan protein, kandungan karbohidrat, kandungan air, kandungan abu, dan kandungan lemak kue semprong tepung ampas tahu, serta menganalisis daya terima terhadap pengembangan produk kue semprong tepung ampas tahu. Produk pengembangan yang dihasilkan diujikan kepada ahli dalam bidang tata boga. Hasil analisis kandungan kimia (protein, lemak, abu, air, karbohidrat) di analisa secara statistik dengan menggunakan uji tdan uji daya terima (warna, aroma, tekstur dan rasa) dari 50 konsumen dianalisa dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian analisis kimia kue semprong tepung ampas tahu memiliki rerata kandungan protein 9,70%, lemak 22,74%, air 4,42, abu 1,47%, karbohidrat 65,66%, dan kue semprong resep dasar memiliki rerata kandungan protein 5,61%, lemak 18,09%, air 3,95%, abu 0,77%, karbohidrat 71,57%. Hasil uji kesukaan untuk melihat daya terima konsumen terhadap warna kue semprong tepung ampas tahu 26 konsumen dengan persentase 52% menyatakan suka, daya terima tekstur kue semprong tepung ampas tahu 26 konsumen dengan persentase 52% menyatakan suka,daya terima aroma kue semprong tepung ampas tahu37 konsumen dengan persentase 74% menyatakan suka, daya terima rasa kue semprong tepung ampas tahu 38 konsumen dengan persentase 76% menyatakan suka. ABSTRACT Lestari, Rika Dwi. 2015. Consumer’s Acceptance Levels on the Product Development of Snack Traditional SemprongMade of Tofu Dregs Flour.Mini Thesis,Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering.Universitas Negeri Malang. Supervisors: (I) Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P., (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Keywords: Product Development, Snack Traditional Semprong, Tofu Dregs Flour. Tofu dregs flour was the main waste of tofu production that easily degradated and decomposed, so it requires a further treatment to maintain the quality and delay the decomposition. The treatment to increase the shelf-life of tofu dregs flour applied in this research was by drying. The aim of this research was to develop the new food product, which is snack traditional Semprong with tofu dregs flour as raw material, to analyze the contain of protein, carbohydrate, water, ash and fat, and also analyze the consumer acceptance. The developed food product was tested by the expert of cullinary art. The result of proximate test (protein, fat, ash, water and carbohydrate) was statisticalyanalized through t-test while the customers acceptance (colour, scent, texture and taste) was analyzed by descriptive analysis. Based on the result, snack traditional Semprongmade of tofu dregs flour contained the average number of 9,70% protein, 22,74% fat, 4,42% water, 1,47% ash and 65,66% carbohydrate. As comparison, the basic recipe of snack traditional Semprong contained the average number of 5,61% protein, 18,09% fat, 3,95% water, 0,77% ash and 71,57% carbohydrate. The result of consumers acceptance test revealed that there were 26 consumers (52%) like the colour, 26 consumers (52%) like the texture and about 37 consumers (74%) like the scent and about 38 consumers (76%) like the taste of snack traditional Semprong made from tofu dregs flour. Entirely, the result showed that consumers has good acceptance on modified snack traditional Semprongmade of tofu dregs flour
Pengaruh Pengetahuan Gizi Orangtua Dan Sikap Orangtua Terhadap Asupan Nutrisi Anak Autis
ABSTRAK Wardhani, Rizka Girindra. 2014. Pengaruh Pengetahuan Gizi Orangtua Dan Sikap Orangtua Terhadap Asupan Nutrisi Anak Autis. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Mazarina Devi, M.Si, (II) Laili Hidayati, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Pengetahuan Gizi Orangtua, Sikap Orangtua, Asupan Nutrisi Anak Autis Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik orangtua, menganalisis pengetahuan gizi orangtua, menganalisis sikap orangtua dan menganalisis pengaruh pengetahuan gizi orangtua dan sikap orangtua terhadap asupan nutrisi anak autis di Sekolah Laboratorium Autisme Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional yang dilakukan di Sekolah Laboratorium Autisme Universitas Negeri Malang dengan sampel 30 orangtua yang dipilih secara sampling jenuh. Pengumpulan data pengetahuan gizi orangtua diperoleh dengan instrumen kuesioner skala Guttman, sedangkan sikap orangtua menggunakan instrument skala Likert. Pengumpulan data konsumsi makanan diperoleh dengan menggunakan instrument food recall 2x24 jam data food frequency questionnaire (FFQ). Analisis data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan gizi orangtua dan sikap orangtua terhadap asupan nutrisi anak autis adalah menggunakan korelasi Chi-Square. Berdasarkan analisis data pengetahuan gizi orangtua dan sikap orangtua di Sekolah Laboratorium Autisme Universitas Negeri Malang termasuk dalam kategori kurang. Hal ini terbukti anak autis mempunyai asupan nutrisi kurang sesuai dari jenis asupan nutrisi anak autis yang dianjurkan yaitu sebanyak 36,7% dari gluten dan kasein dan 63,3% dari asupan energi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan ada pengaruh antara pengetahuan gizi orangtua dan sikap orangtua terhadap asupan nutrisi anak autis Sekolah Laboratorium Autisme Universitas Negeri Malan
PENGARUH METODE PENGOLAHAN BLANCHING PADA PEMBUATAN DENDENG KEONG SAWAH (Pilla ampulecia) TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK
ABSTRAK Romadhoni, Shodiah Nur. 2015. Pengaruh Metode Pengolahan Blanching pada Pembuatan Dendeng Keong Sawah (Pilla ampulecia) Terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd. (2) Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. Kata Kunci: Keong sawah, Dendeng, Blanching Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen pembuatan dendeng keong sawah dengan pengaruh metode pengolahan blanching. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sifat kimia (protein, kalsium dan kadar air) dan sifat organoleptik (mutu hedonik dan hedonik) dendeng keong sawah. Penelitian kadar protein dendeng keong sawah menggunakan metode kjeldhal, kadar kalsium menggunakan metode spektofotometer, dan kadar air menggunakan metode gravimetri. Uji organoleptik diperoleh dari pengisian angket penilaian oleh panelis agak terlatih dari 25 orang mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga angkatan 2010. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan independent samplet t tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein pada dendeng keong sawah dengan metode blanching 19,57 g dan kadar protein dendeng keong sawah tanpa metode blanching 15,67 g. Hasil kadar kalsium dendeng keong sawah dengan metode blanching 1,47 g dan hasil kadar kalsium dendeng keong sawah tanpa metode blanching 1,84 g. Hasil analisis uji t kadar protein dan kalsium menunjukkan terdapat perbedaan antara dendeng keong sawah dengan metode blanching dan dendeng keong sawah tanpa metode blanching. Hasil kadar air pada keong sawah dengan metode blanching 1, 925 g dan dendeng keong sawah tanpa metode blanching 1,926 g. Hasil analisis uji t kadar air menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara dendeng keong sawah dengan metode blanching dan dendeng keong sawah tanpa metode blanching. Hasil uji mutu hedonik warna, tekstur dan aroma dendeng keong sawah dengan metode blanching dan tanpa metode blanching tidak terdapat perbedaan. Hasil uji hedonik warna, tekstur, dan aroma dendeng keong sawah dengan metode blanching dan tanpa metode blanching tidak terdapat perbedaan
EVALUASI MUTU DAN KANDUNGAN SERAT SOSIS SAPI SUBSTITUSI JANTUNG PISANG BATU (Musa brachycarpa Back) DENGAN METODE PENGOLAHAN BERBEDA
ABSTRAK Nilandari, Ismalia, Arief. 2014. Evaluasi Mutu dan Kandungan Serat Sosis Sapi Substitusi Jantung Pisang Batu (Musa brachycarpa Back) dengan Metode Pengolahan Berbeda. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Rina Rifqie Mariana, M.P., (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Jantung pisang batu, sosis sapi, metode pengolahan. Pengolahan jantung pisang batu sebagai salah satu bahan dalam pembuatan sosis merupakan salah satu diversifikasi pangan untuk menghasilkan produk sosis selain tinggi protein juga kaya akan serat. Jantung pisang batu dipilih karena memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan jantung pisang lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat kimia (kandungan protein, kandungan serat dan kadar air), sifat mutu hedonik (warna, rasa dan tekstur) dan sifat hedonik (warna, rasa dan tekstur) sosis sapi substitusi jantung pisang batu dengan menggunakan metode pengukusan dan metode perebusan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan satu faktor yaitu perbedaan metode perlakuan yang menggunakan metode pengukusan dan metode perebusan dengan dua kali pengulangan. Metode analisis yang digunakan adalah Uji t. Hasil penelitian menunjukkan kandungan protein sosis sapi substitusi jantung pisang batu dengan metode pengukusan 17,24% dan kandungan protein sosis sapi substitusi jantung pisang batu dengan metode perebusan 16,47%. Hasil penelitian menunjukkan kandungan serat sosis sapi substitusi jantung pisang batu dengan metode pengukusan 7,81%. dan kandungan serat sosis sapi substitusi jantung pisang batu dengan metode perebusan 7,77%. Hasil penelitian menunjukkan kadar air sosis sapi substitusi jantung pisang batu dengan metode pengukusan 71, 10% dan kadar air sosis sapi substitusi jantung pisang batu dengan metode perebusan 71,61%. Hasil uji mutu hedonik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang nyata pada warna, rasa dan tekstur. Hasil uji hedonik juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang nyata terhadap kesukaan warna, rasa dan tekstur
PENGEMBANGAN MATERI AJAR ILMU GIZI BERBASIS MOODLE UNTUK SISWA KELAS X SMK PROGRAM STUDI KEAHLIAN TATA BOGA DI SMK NEGERI 1 TUREN
ABSTRAK Aprilina, Anis. 2015. Pengembangan Materi Ajar Ilmu Gizi Berbasis Moodle untuk Siswa Kelas X Program Studi Keahlian Tata Boga di SMK Negeri 1 Turen. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Rina Rifqie Mariana, M.P., (II) Dra. Teti Setiawati, M.Pd. Kata Kunci: Ilmu Gizi, Materi Ajar, Moodle Moodle merupakan software aplikasi Learning Management System (LSM) yang berisi berbagai fitur penunjang pembelajaran pada materi menu seimbang seperti forum diskusi, chat, tugas, dan ulangan harian yang dapat diunggah siswa. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah (1) mengembangkan materi ajar Ilmu Gizi Berbasis Moodle untuk siswa kelas X SMK Program Studi Keahlian Tata Boga di SMK Negeri 1 Turen menggunakan model pengembangan Borg & Gall; (2) mengetahui kelayakan materi ajar Ilmu Gizi Berbasis Moodle untuk siswa kelas X SMK Program Studi Keahlian Tata Boga di SMK Negeri 1 Turen menggunakan model pengembangan Borg & Gall. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan mengadaptasi penelitian dan pengembangan menurut Borg dan Gall yang terdiri dari 7 prosedur yaitu pengumpulan informasi awal, perencanaan, uji ahli, pengembangan draft produk, uji coba kelompok kecil, merevisi hasil uji, uji coba kelompok besar, dan penyempurnaan produk akhir. Validasi produk dilakukan dengan melibatkan praktisi lapangan, ahli materi ilmu gizi, ahli bahasa, dan ahli media sebagai validator. Uji coba kelompok kecil dilakukan kepada 12 siswa kelas X SMKN 1 Turen. Uji coba kelompok besar dilakukan kepada 33 siswa kelas X SMKN 1 Turen. Jenis data pada penelitian ini adalah data kuantitatif yang berbentuk angka atau bilangan skor penilaian produk materi ajar Ilmu Gizi Berbasis Moodle. Skor penilaian ini diperoleh dari angket penilaian ahli dan siswa SMKN 1 Turen. Perolehan skor validasi oleh validator ahli tentang kelayakan materi ajar Ilmu Gizi Berbasis Moodle yaitu 87,94% oleh Praktisi lapangan, dan 95,58% oleh Dosen Jurusan Teknologi Industri Universitas Negeri Malang. Penggunaan bahasa dalam materi pembelajaran menu seimbang memperoleh persentase kelayakan 93,18% , serta persentase kelayakan media 92,71%. Uji coba kelompok kecil diperoleh persentase hasil kelayakan 91,05%. Uji coba kelompok besar diperoleh persentase hasil kelayakan 90,32%. Perolehan persentase kelayakan tersebut membuat materi ajar Ilmu Gizi Berbasis Moodle dikatakan valid atau layak digunakan sebagai materi ajar ilmu gizi di kelas X Program Studi Keahlian Tata Boga SMKN 1 Turen
Peran Pemerintah Daerah, Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Dan Guru Dalam Mengembangkan Intensi Berwirausaha Pada Siswa Smk Negeri 1 Lumajang.
ABSTRAK Tamatan dari SMK diharapkan mampu dan siap bekerja sebagi tenaga ahli dibidangnya, dan dapat membuka lapangan pekerjaan, namun pada kenyataanya angka keterserapan lulusan di dunia kerja dan industri masih jauh dari angka yang diharapkan, selain faktor ketersediaan lapangan pekerjaan yang masih belum sesuai dengan jumlah lulusan yang dihasilkan, faktor kualitas lulusan masih menjadi penyebab banyaknya lulusan yang belum bekerja. Kebijakan pemerintah daerah dapat mendorong tumbuhnya entrepreneur dari tamatan SMK yang memiliki keterampilan tertentu. Selain itu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) juga menjadi salah satu faktor terbentuknya entrepreneur muda. Penerapan PSG (Pendidikan Sistem Ganda) di SMK sejak tahun ajaran 1993/1994 merupakan bagian dan implementasi konsep link and match. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kualitatif deskriptif. Penelitian ingin mengetahui dan memahami peran pemerintah daerah, usaha kecil menengah dan guru kewirausahaan dalam mengembangkan intensi berwirausaha pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Lumajang berdasarkan pengalaman pribadi. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Peran pemerintah daerah, usaha kecil menengah dan guru dalam mengembangkan intensi melalui aspek perceived desirability pada siswa SMK Negeri 1 Lumajang yaitu melakukan dorongan agar tercipta keinginan menjadi pengusaha dengan progam pelatihan, penawaran modal bergulir dan melakukan kegiatan prakerin. Dari prakerin muncul ketertarikan untuk melakukan wirausaha. 2) Peran pemerintah daerah, usaha kecil menengah dan guru dalam mengembangkan intensi melalui aspek perceived feasibility pada siswa SMK Negeri 1 Lumajang yaitu melakukan pembinaan dan pembimbingan, pemberian motivasi di tempat magang, di sekolah dan dalam pembelajarn sehingga rasa percaya diri akan timbul pada diri siswa SMK Negeri 1 Lumajang. 3) Peran pemerintah daerah, usaha kecil menengah dan guru dalam mengembangkan intensi melalui aspek propensity to action pada siswa SMK Negeri 1 Lumajang yaitu pemerintah mengadakan dana pinjaman pada wirausahawan baru, usaha kecil menengah memberikan contoh pada siswa SMK Negeri 1 Lumajang bagaimana menjadi wirausahawan yang baik melalui kegiatan prakerin dan guru selalu memberikan bimbingan dan kesempatan mengenal dunia usaha yang sudah terpilih dari sekolah. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bahwa: 1) Perlu dilakukan program dari pemerintah seperti seminar dan pelatihan tentang kewirausahaan dan mendatangkan wirausahawan yang sukses secara berkesinambungan agar siswa SMK Negeri 1 Lumajang dapat terbuka pikiran mereka untuk menjadi wirausahawan. 2) Perlu dilakukan pembinaan dan pembinaan secara berkesinambungan terhadap siswa SMK Negeri 1 Lumajang agar rasa percaya diri mereka tidak hilang. Motivasi yang kuat dari guru yang berkelanjut akan sangat mendukung kepercayaan diri siswa. 3) Perlu dilakukan program pemerintah yang tepat guna. Dana bergulir yang dilakukan oleh pemerintah terhadap wirausahawan baru harus tepat sasaran. Serta, perlu adanya keterbukaan antar pemilik usaha kecil menengah atau dunia indutri dan dunia usaha (DUDI) terhadap siswa SMK Negeri 1 Lumajang yang sedang prakerin
PEMANFAATAN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) PADA PEMBUATAN HARD CANDY
ABSTRAK Wati, Endang, S. 2015. Pemanfaatan Jambu Biji (Psidium guajava L.) Pada Pembuatan Hard Candy. Tugas Akhir. Program Studi D3 Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si., (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Jambu Biji Merah, Hard Candy Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi hard candy jambu biji yang tepat, mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa dan tekstur hard candy jambu biji.Uji coba pembuatan hard candy jambu biji merah dilakukan sebanyak 2 kali. Uji coba pertama menggunakan 17 cc ekstrak jambu biji merah, 60 gram gula pasir (sukrosa), dan suhu 140°C dengan hasil hard candy sangat manis, rasa jambu biji merah kurang terasa dan tekstur hard candy kurang keras. Uji coba kedua dilakukan dengan menambahkan ekstrak jambu biji menjadi 35 cc, dan mengurangi kadar gula menjadi 50 gram, dengan diberikan penambahan sari jeruk nipis, dan suhu dinaikkan menjadi 145°C, dengan hasil rasa hard candy dominan jambu biji, warna merah agak tua, dan tekstur keras dan mengkilap (glossy). Panelis yang digunakan terdiri dari 25 panelis agak terlatih yaitu mahasiswa S1 Tata Boga 2012 dan D3 Tata Boga 2013 dengan 2 kali penggulangan. Uji coba dilakukan dengan cara memberikan sampel produk yang kemudian dilanjutkan pengisian lembar uji kesukaan.Formulasi yang tepat untuk hard candy jambu biji merah adalah formulasi kedua. Hasil dari uji tingkat kesukaan adalah sebanyak 74% panelis menyatakan agak suka dengan rasa hard candy jambu biji, 48% panelis menyatakan agak suka terhadap warna hard candy jambu biji, dan 60% panelis menyatakan agak suka terhadap tekstur hard candy jambu biji. ABSTRACT Wati, Endang, S. 2015. The Utilization of guava on the Making Process of Hard Candy. Final Project. Culinary Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisor: (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si, (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Key words: guava, Hard Candy The purpose of this study was to obtain an appropriate formulation on making guava hard candy , determine the level of panelist color preferences, flavour and the texture of guava hard candy. The trial producing of red guava hard candy is arranged twice. The first trial using a 17 cc extract of red guava, 60 grams of sugar (sucrose), and a temperature of 140°C results the hard candy is very sweet, red guava flavor is tasteless and less hard texture of hard candy. The second test is conducted by adding the extract of guava to 35 cc, and reducing sugar levels to 50 grams, with the extra ingredient of lime juice, and the temperature was raised to 145°C, with the result dominant flavor of guava on hard candy, a bit dark red in color, and hard and shiny textures (glossy). The panelists were 25 low-trained panelists of students S1 2012 and Catering students D3 2013 with 2 repeating tests. The test is conducted by providing product samples and then continued by fulfilling a preference test sheet. Appropriate formulation for red guava hard candy is the second formulation. Result of preference testing level is 74% of panelists expressed a bit like the taste of guava hard candy, 48% of panelists expressed a bit like to color of guava hard candy, and 60% of the panelists expressed a bit like the texture of guava hard candy
Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.) Terhadap Kadar Proksimat Mi Kelor Instan
ABSTRAK Praherda, Dela Merryna. 2015. Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.) Terhadap Kadar Proksimat Mi Kelor Instan. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. (2) Ir. Issutarti Kata-kata kunci: Mi instan, tepung daun kelor, proksimat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh formula penambahan tepung daun kelor (mi instan tanpa penambahan tepung daun kelor, mi kelor instan formula 2,1 gram, formula 4,2 gram, dan formula 8,4 gram) terhadap proksimat (kadar air, abu, protein, karbohidrat, dan lemak) mi kelor instan mentah dan yang telah direbus. Metode pengujian kadar air menggunakan oven/ termogravimetri, kadar abu menggunakan alat furnace, protein dengan metode kjeldahl, karbohidrat menggunakan metode by difference, dan lemak menggunakan metode ekstraksi soxhlet. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA. Pada perlakuan yang terdapat perbedaan maka dilanjutkan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar abu mi kelor instan mentah dengan nilai berkisar antara 0,825% - 1,290%. Kadar abu mi kelor instan rebus dengan nilai berkisar antara 0,305% - 0,56%. Terdapat interaksi penambahan tepung daun kelor terhadap kadar abu mi kelor instan mentah dan rebus. Kadar abu tertinggi terdapat pada mi kelor instan mentah formula 8,4 gram yaitu 1,290%. Kadar air mi kelor instan mentah dengan nilai berkisar antara 6,345% - 10,340%. Kadar air mi kelor instan rebus dengan nilai berkisar antara 56,860% - 51,095%. Terdapat interaksi penambahan tepung daun kelor terhadap kadar air mi kelor instan mentah dan rebus. Kadar air tertinggi terdapat pada mi instan rebus tanpa penambahan tepung daun kelor yaitu 51,095%. Kadar karbohidrat mi kelor instan mentah dengan nilai berkisar antara 58,915% - 63,715%. Kadar karbohidrat mi kelor instan rebus dengan nilai berkisar antara 33,255% - 38,605%. Terdapat interaksi penambahan tepung daun kelor terhadap kadar karbohidrat mi kelor instan mentah dan rebus. Kadar karbohidrat tertinggi terdapat pada mi kelor instan mentah formula 8,4 gram yaitu 63,715%. Kadar protein mi kelor instan mentah dengan nilai berkisar antara 8,085% - 10,605%. Kadar protein mi kelor instan rebus dengan nilai berkisar antara 4,465% - 5,780%. Terdapat interaksi penambahan tepung daun kelor terhadap kadar protein mi kelor instan mentah dan rebus. Kadar protein tertinggi terdapat pada mi kelor instan mentah formula 8,4 gram yaitu 10,605%. Kadar lemak mi kelor instan mentah dengan nilai berkisar antara 18,045% - 21,835%. Kadar lemak mi kelor instan rebus dengan nilai berkisar antara 3,960% - 4,450%. Terdapat interaksi penambahan tepung daun kelor terhadap kadar lemak mi kelor instan mentah dan rebus. Kadar lemak tertinggi terdapat pada mi instan mentah tanpa penambahan tepung daun kelor yaitu 21,835%
Persepsi Alumni Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga tentang Pengerjaan Skripsi dan Sarana Prasarana Kampus dalam Menyelesaikan Skripsi
ABSTRAK Maharani, Novel Saficha. 2015. Persepsi Alumni Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga Tentang Pengerjaan Skripsi dan Sarana Prasarana Kampus dalam Menyelesaikan Skripsi. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Teti Setiawati, M.Pd. (2) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat., S.T, M.Pd Kata Kunci: persepsi, pengerjaan skripsi, sarana prasarana kampus Skripsi merupakan karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa program sarjana pada masa akhir studinya dan merupakan salah satu syarat dalam menyelesaikan studi. Penulisan skripsi tidak terlepas dari peran serta dosen pembimbing dan sarana prasarana yang digunakan dalam menyelesaikannya.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persepsi alumni tentang pengerjaan skripsi, manfaat penulisan skripsi, pelayanan dosen, dan sarana prasarana kampus. Populasi penelitian ini adalah alumni S1 Pendidikan Tata Boga angkatan 2007, 2008, dan 2009 yang berjumlah 87. Pengambilan sampel menggunakan teknik population sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sehingga sampel berjumlah 87 orang. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data kualitatif yang diperoleh dari jawaban responden. Data dikumpulkan menggunakan angket/kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian adalah: (1) persepsi alumni tentang pengerjaan skripsi yang dimulai dari pengajuan proposal, seminar proposal, pelaksanaan penelitian, penyusunan laporan, pelaksanaan ujian dan pengerjaan revisi hampir seluruhnya responden (93%) menyatakan mudah, (2) persepsi alumni tentang manfaat penulisan skripsi yang meliputi penulisan skripsi memberikan pengalaman belajar, mampu menerapkan ilmu yang diperoleh, dan penggunaan ilmu pengetahuan yang diperoleh menjadi suatu sistem yang terpadu, hampir seluruhnya responden (67%) menyatakan setuju bahwa skripsi memberikan manfaat, (3) persepsi alumni tentang pelayanan dosen pembimbing yang terdiri dari proses pembimbingan dan peran dosen pembimbing skripsi, hampir seluruhnya responden (68%) menyatakan baik, (4) persepsi alumni tentang sarana dan prasarana kampus yang terdiri dari pencarian referensi, pemanfaatan fasilitas, pengaturan sistem informasi, pelayanan perpustakaan, ketersediaan wi-fi, dan kemudahan dalam mengakses informasi sebagian besar responden (70%) menyatakan cukup memadai dan (5) Kendala yang dialami alumni pada saat menyusun skripsi, seluruhnya responden (100%) mengalami kendala pada saat pengajuan proposal dengan kendala terbesar yaitu kesulitan menentukan judul/topik penelitian sebsesar 26%