Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
359 research outputs found
Sort by
pengaruh substitusi tepung kulit pisang raja (Musa paradisiaca Lamk.) terhadap mutu cookies semprit
ABSTRAK Sukma, Nimas Diesta Agdi. 2015. PengaruhSubstitusiTepungKulitPisang Raja (Musa paradisiacaLamk.) TerhadapMutuCookies Semprit. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si., (II) Dra. WiwikWahyuni, M.Pd. Kata Kunci:TepungKulitPisang Raja, Cookies Semprit Kulitpisang raja memiliki beberapa kandungan nutrisi seperti karbohidrat yang cukup tinggi dan memiliki potensi yang cukup besar untuk dimanfaatkan sebagaisubstituen terigu dalam pembuatancookies. Pemanfaatan kulit pisang raja yang diolah kembali menjadi tepung sebagai bahan substitusi pada pembuatan cookies, diharapkan dapat menambah variasi flavor, tekstur, dan warna dari cookies. Substitusi tepung kulit pisang raja ini juga diharapkan dapat menambah nilai gizi pada cookies semprit. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kandungan kalsium, zatbesi, seratkasardankadar air; menganalisis sifat fisiktekstur; menganalisis sifat mutu hedonik flavor, aromadanwarna; dan menganalisis tingkat kesukaan panelis terhadap flavor,aroma danwarnapada cookies sempritsubstitusitepungkulitpisang raja. Rancanganpenelitian yang digunakanadalahRancanganAcakLengkap (RAL) dengan dua formula yaitu menggunakan jumlahsubstitusitepungkulitpisang raja 20% dan 40%; dengan dua kali pengulangandandianalisismenggunakanujit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kalsium pada cookies sempritsubstitusitepungkulitpisang raja denganpersentase 20% yaitu 91,77 ppm persentase 40% yaitu 179,465 ppm, kandunganzatbesipadacookies sempritsubstitusitepungkulitpisang raja denganpersentase 20% yaitu 9,005 ppm persentase 40% yaitu 21,685 ppm, kandunganseratkasarpadacookies sempritsubstitusitepungkulitpisang raja denganpersentase 20% yaitu 4,845%persentase 40% yaitu 7,05% dankadar air padacookies sempritsubstitusitepungkulitpisang raja denganpersentase 20% yaitu 3,125% persentase 40% yaitu 3,835%. Hasil sifat fisik tekstur cookies sempritsubstitusitepungkulitpisang raja denganpersentase 20% dan 40% tidakterdapat perbedaan. Hasil sifat mutu hedonik flavor, aroma danwarnacookies sempritsubstitusitepungkulitpisang raja denganpersentase 20% dan 40% terdapat perbedaan. Hasil sifat hedonik flavor danwarnacookies sempritsubstitusitepungkulitpisang raja denganpersentase 20% dan 40% terdapat perbedaan, sedangkanpada aroma tidakterdapatperbedaan
PENGARUH BAHAN PERENDAM YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS KERIPIK KULIT SINGKONG
ABSTRAK Sofiani, Fitria Rizki. 2015. Pengaruh Bahan Perendam Yang Berbeda Terhadap Kualitas Keripik Kulit Singkong. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Wahyuni, M. Pd., (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Kulit Singkong, Keripik Pemanfaatan kulit singkong selama ini masih terbatas yaitu sebagai pakan ternak dan limbah industri makanan, sehingga untuk memanfaatkannya di buatlah keripik yang bernilai ekonomis. Kulit singkong yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari jenis singkong kuning yang telah dibuang kulit arinya yang berwarna kekuningan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis mutu keripik kulit singkong yang meliputi kandungan HCN, kadar air, sifat fisik warna dan tekstur, sifat mutu hedonik rasa, tingkat kesukaan rasa, warna, tekstur pada keripik kulit singkong. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan tiga perlakuan yaitu perlakuan perendaman dengan larutan garam, larutan kapur sirih dan larutan soda kue dengan dua kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam atau ANOVA, jika ada perbedaan dilanjutkan dengan Uji Post Hoc Test dengan menggunakan metode LSD (Least Significant Difference). Hasil penelitian kandungan HCN keripik kulit singkong perlakuan perendaman dengan larutan garam hasilnya 19,75 mg/kg, larutan kapur sirih8,98 mg/kg dan larutan soda kue hasilnya 13,15 mg/kgyang menunjukkan tidak ada perbedaan. Kadar air keripik kulit singkong perlakuan perendamandengan larutan garam 3,6644%, larutan kapur sirih hasilnya 5,5986%dan larutan soda kue hasinya5,4728%yang menunjukkan ada perbedaan. Sifatfisik warna keripik kulit singkong perlakuan perendaman dengan larutan garam tingkat kecerahan (L*) 39,25, larutan kapur sirih44,05 dan larutan soda kue41,95 yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan. Tingkat kemerahan (a*) keripik kulit singkong perlakuan perendaman dengan larutan garam 15,8, larutan kapur sirih 17,05 dan larutan soda kue 14,85yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan. Tingkat kekuningan (b*) keripik kulit singkong perlakuan perendaman dengan larutan garam 15,6, larutan kapur sirih 16,5 dan larutan soda kue 17,05 yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan. Sifat fisik tekstur keripik kulit singkong perlakuan perendaman dengan larutan garam 15,55 N, larutan kapur sirih 12,85 N dan larutan soda kue14,8 Nyang menunjukkan tidak terdapat perbedaan. Sifat mutu hedonik rasa keripik kulit singkong perlakuan perendaman denganlarutan garam4,9, larutan kapur sirih3,74, larutan soda kue 4,6 yang menunjukkan ada perbedaan. Sifat hedonik rasa keripik kulit singkong perlakuan perendaman dengan larutan garam 4,76, larutan kapur sirih 3,7, larutan soda kue4,56, warna keripik kulit singkong perlakuan perendaman denganlarutan garam 4,74, larutan kapur sirih 2,92, larutan soda kue4,2 dan tekstur keripik kulit singkong perlakuan perendaman dengan lar
Pengaruh Penggunaan Filter Ekstrak Daun Lidah Mertua sebagai Bahan Catalytic Converter terhadap Kadar Emisi Gas Buang Karbonmonoksida (CO) dan Hidrokarbon (HC) Motor Bensin 4 Tak
ABSTRAK Wibisono, Muhammad Hamim. 2014. Pengaruh Penggunaan Filter Ekstrak Daun Lidah Mertua sebagai Bahan Catalytic Converter terhadap Kadar Emisi Gas Buang Karbonmonoksida (CO) dan Hidrokarbon (HC) Motor Bensin 4 Tak. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Widiyanti, M.Pd, (II) Drs. Sumarli, M.Pd., M.T. Kata kunci: filter ekstrak daun lidah mertua, kadar emisi gas buang karbonmonoksida (CO) dan hidrokarbon (HC), sepeda motor Udara bersih merupakan hal yang sangat penting bagi manusia. Di kota-kota besar Indonesia yang memiliki lalulintas kendaraan bermotor padat, kebutuhan udara bersih adalah masalah yang hingga kini terus mendapat perhatian. Berbagai upaya telah dilakukan oleh banyak pihak yang berkepentingan untuk membantu mengatasi masalah polusi udara dari kendaraan bermotor. Tanaman lidah mertua merupakan salah satu tanaman yang memiliki kemampuan antipolusi yang baik, karena di dalam tiap helai daunnya terdapat senyawa aktif pregnane glycoside yang mampu menguraikan zat beracun menjadi senyawa asam organik, gula, dan beberapa senyawa asam amino. Tanaman ini dapat tumbuh subur dengan kondisi segala macam kondisi lingkungan. Oleh sebab itu penggunaan tanaman ekstrak daun lidah mertua sebagai bahan filter gas buang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam dunia otomotif khususnya dalam rangka menekan kadar emisi gas buang kendaraan bermotor. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) Untuk mengetahui kadar emisi gas buang karbonmonoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) pada motor 4 tak yang tidak dipasang filter ekstrak daun lidah mertua (2) Untuk mengetahui kadar emisi gas buang karbonmonoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) pada motor 4 tak yang dipasang filter ekstrak daun lidah mertua (3) Untuk mengetahui perbedaan kandungan kadar gas karbonmonoksida (CO) antara motor 4 tak yang tidak dipasang filter ekstrak daun lidah mertua dengan yang dipasang filter ekstrak daun lidah mertua. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Obyek dalam penelitian ini adalah sepeda motor Suzuki New Smash 110cc yang diuji dengan tanpa beban. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis Paired Sample T Test dengan menggunakan program SPSS 17 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar emisi gas buang karbonmonoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) pada setiap variasi putaran yang dimulai dari putaran mesin idle hingga 4500 rpm dengan jarak antar variasi putaran sebesar 500 rpm. Persentase penyisihan kadar emisi gas buang karbonmonoksida (CO) terbaik terjadi pada putaran mesin 4500 rpm yaitu sebesar 35,5%. Persentase penyisihan kadar emisi gas buang hidrokarbon (HC) terbaik terjadi pada putaran mesin 3000 rpm yaitu sebesar 35,6%. Dengan demikian dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penggunaan filter ekstrak daun lidah mertua dengan mesin diberi beban pada saat pengujian
Tanggapan Siswa tentang Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif GI (Group Investigation) (Studi pada Mata Pelajaran Pengolahan dan Penyajian Makanan Indonesia Kelas XI Jasa Boga SMK Negeri 1 Turen)
ABSTRAK Fawaaidah, Yusronie. 2015. Tanggapan Siswa tentang Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif GI (Group Investigation) (Studi pada Mata Pelajaran Pengolahan dan Penyajian Makanan Indonesia Kelas XI Jasa Boga SMK Negeri 1 Turen). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes. (II) Dr. Dra. Rina Rifqie Mariana, M. P. Kata Kunci: Tanggapan siswa, Penerapan, Model Pembelajaran Kooperataif GI (Group Investigation) Salah satu model pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam proses belajar adalah model pembelajaran GI (Group Investigation). Model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran, kebebasan mengungkapkan gagasan atau ide, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Suasana belajar kooperatif menghasilkan hasil belajar yang lebih baik, pemahaman materi lebih cepat karena melibatkan partisipasi siswa dalam satu kelompok kecil untuk saling berinteraksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan penerapan model pembelajaran GI (Group Investigation), mengetahui tanggapan siswa tentang penerapan model pembelajaran kooperatif GI (Group Investigation) pada mata pelajaran pengolahan dan penyajian makanan Indonesia kelas XI Jasa Boga1 di SMK Negeri 1 Turen. Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas XI Jasa Boga 1 di SMK Negeri 1 Turen dengan jumlah 34 siswa dan lima orang guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian berupa pedoman observasi, angket dan dokumentasi. Tanggapan siswa tentang penerapan model pembelajaran kooperatif GI (group investigation) pada mata pelajaran pengolahan dan penyajian makanan Indonesia Kelas XI Jasa Boga 1 SMK Negeri 1 Turen diketahui sebagai berikut: (1) analisis pelaksanaan penerapan model pembelajaran GI (Group Investigation) pada aspek pelaksanaan pembelajaran secara keseluruhan sebagian besar responden (60%) menyatakan positif; (2) tanggapan siswa tentang penerapan model pembelajaran GI (Group Investigation) sebagian besar responden (59%) menyatakan sangat positif. Saran yang dapat diberikan adalah: (1) Guru SMK Negeri 1 Turen disarankan agar memperhatikan pemilihan model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan dipelajari untuk mendapatkan prestasi belajar siswa yang lebih baik; (2) Bagi peneliti lain diharapkan untuk mendalami berbagai situasi dan kondisi serta berbagai model pembelajaran, sehingga nantinya kekurangan yang terdapat dalam penelitian ini dapat diperbaiki dalam penelitian selanjutnya. ABSTRACT Fawaaidah, Yusronie. 2015. The Students Responses on the Implementation of GI (Group Investigation) Cooperative Learning Model (Case Study on Indonesian Food Processing and Presentation at Class XI Food Service Program SMK Negeri 1 Turen). Mini Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Supervisors: (I) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes. (II) Dr. Dra. Rina Rifqie Mariana, M. P. Keywords: Students Responses, Implementation, GI (group investigation) Cooperative Learning Model. One of the model of learning that can increase the ability of students in the learning procces is a GI (group investigation) learning model. This learning model provides opportunity for students to be active in the learning process, freedom to expressi ideas, and growing a spirit of togetherness to achieve groups purposes. Cooperative learning model results in better learning achievement, understanding the course material faster because this model involves participation of students in small groups to interact with each other. The purpose of this study was to investigate the implementation of GI (Group Investigation) learning model, students responses on the application of GI (Group Investigation) cooperative learning model on the subjects of Indonesian food processing and presentation at class XI food service program SMK Negeri 1 Turen. Subjects in the study were 34 students of class XI food service program SMK Negeri 1 Turen and five teachers. This research is a descriptive study with quantitative approach. The research instrument in the form of observations quidance, questionnaires and documentation. The Students responses on the implementation of GI (Group Investigation) Cooperatif Learning on the Indonesian food processing and presentation at class XI food service program SMK Negeri 1 Turen can be described as follow: (1) the analysis of GI (Group Investigation) learning models on aspects of the implementation of the overall learning process show that almost all respondents (60%) expressed positive; (2) student responses on the application of learning models GI (Group Investigation) show that majority of the respondents (59%) expressed very positive. Suggestions in this research can be described as follow: (1) the teacher SMK Negeri 1 Turen advised to pay attention to the selection of appropriate learning model according to the materials to be studied to obtain a better learning achievement. (2) the next researcher are expected to explore a variety of situations and conditions as well as various learning model, so that the lack of this research can be corrected in subsequent studies
Pengaruh Perlakuan Perendaman Larutan Garam dan Larutan Kapur Sirih Terhadap Mutu Sukade Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensisobbeck).
JerukManis (Citrus sinensisobbeck) adalah komoditasunggulan di DesaSelorejoKecamatan Dau Kabupaten Malang Jawa Timur.Kulitjerukmanismerupakanlimbah yang masihkurangpemanfaatanya, untukmeningkatkanpemanfaatanyamakadibuatproduksukadekulitjerukmanis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaankadar air, kadargula (sukrosa), tekstur,danwarna, mutu hedonik (flavor, warna, dantekstur), hedonik (flavor, warna, dantekstur), danmenentukanperlakuanterbaikpadasukadekulitjerukmanisdenganperlakuanperendamanlarutangaramdanlarutankapursirih. Penelitian iniadalah penelitian eksperimen dengan dua perlakuan yaitu perlakuanperendamandenganlarutangaram dan larutankapursirih.Metode analisis yang digunakan adalah Uji t. Hasilanalisisuji t menunjukkanterdapatperbedaanpadakadar air, kadargula, teksturtetapitidakterdapatperbedaanwarnasukadekulitjerukmanis. Hasilanalisisuji t untukmutuhedonikmenunjukkanterdapatperbedaanteksturdanwarnatetapitidakterdapatperbedaanpada flavor sukadekulitjerukmanis. Hasilanalisisuji t untukhedonikmenunjukkanterdapatperbedaanteksturdan flavor tetapitidakterdapatperbedaanpadawarnasukadekulitjerukmanis. Kadar air sukadekulitjerukmanisdenganperlakuanperendamanlarutangaramrerata 24,55% dan larutankapursirihrerata 33,48%. Kadar gulasukadekulitjerukmanisdenganperlakuanperendamanlarutangaramrerata10,29% danlarutankapursirihrerata 5,83%.Tekstursukadekulitjerukmanisdenganperlakuanperendamanlarutangaramrerata24,9 N dan larutankapursirihrerata 45,45 N. Warnasukadekulitjerukmanisdenganperlakuanperendamanlarutangaramrerata L*(64,55), a*(12,25), b*(17,1) dan larutankapursirihrerataL*(58,75), a*(11,55), b*(20,0). Hasilujimutuhedonik flavor sukadekulitjerukmanisdenganperlakuanperendamanlarutangaramrerata 4,00danlarutankapursirihrerata 3,92.Mutuhedonikwarnasukadekulitjerukmanisdenganperlakuanperendamanlarutangaramrerata 4,28danlarutankapursirihrerata 3,38. Mutu hedonik tekstursukadekulitjerukmanisdenganperlakuanperendamanlarutangaramrerata3,6danlarutankapursirihrerata 4,24. Hasilujihedonik flavor sukadekulitjerukmanisdenganperlakuanperendamanlarutangaramrerata 3,96danlarutankapursirihrerata 4,38.Hedonikwarnasukadekulitjerukmanisdenganperlakuanperendamanlarutangaramrerata 4,18danlarutankapursirihrerata 3,96. Hedonik tekstursukadekulitjerukmanisdenganperlakuanperendamanlarutangaramrerata3,94danlarutankapursirihrerata 4,52. Perlakuan terbaik kadar air, kadargula, tekstur,warna, mutuhedonikdanhedonikadalahsukadekulitjerukmanisdenganperlakuanperendamanlarutangaram
EVALUASI MUTU ORGANOLEPTIK DAN SIFAT KIMIA BLONDIES KUKUS MOCAF SUBSTITUSI TEPUNG KECAMBAH KACANG TUNGGAK (Vigna unguiculata L. Walp) DENGAN LAMA PERKECAMBAHAN YANG BERBEDA
ABSTRAK Anggraini, Dian Ayu. 2015. Evaluasi Mutu Organoleptik dan Sifat Kimia Blondies Kukus Mocaf Substitusi Tepung Kecambah Kacang Tunggak (Vigna unguiculata L. Walp) dengan Lama Perkecambahan yang Berbeda. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Amat Nyoto, M.Pd, (II) Dra. Hj. Wiwik Wahyuni, M.Pd. Kata Kunci: Kecambah Kacang Tunggak, Mocaf, Blondies Blondies mocaf merupakan salah satu produk pastry (cake). Bahan pembuatan blondies mocaf antara lain tepung mocaf, telur, gula, margarine, susu, garam dan white cooking chocolate. Bahan utama pembuatan cake ini adalah tepung mocaf yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi dibanding protein dan zat gizi lainnya. Kacang tunggak merupakan salah satu jenis kacang-kacangan lokal yang memiliki kandungan protein dan zat gizi cukup tinggi sehingga cocok digunakan sebagai bahan substitusi. Kacang tunggak juga mengandung serat. Kadar serat dalam kacang-kacangan memiliki peran penting untuk mencegah penyakit degeneratif. Protein merupakan suatu zat makanan yang penting bagi tubuh, karena zat ini disamping berfungsi sebagai bahan bakar dalam tubuh juga sebagai zat pembangun dan pengatur. Perkecambahan kacang tunggak merupakan salah satu pengolahan kacang tunggak yang dilakukan untuk meningkatkan daya cerna protein dan mengurangi senyawa antigizi. Penambahan 10% tepung kecambah untuk menggantikan tepung dalam pembuatan cake, dapat menghasilkan cake yang bernilai gizi dengan warna, bau, dan cita rasa yang dapat diterima oleh konsumen lebih baik. Waktu perkecambahan kacang tunggak dengan lama perkecambahan selama 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama waktu perkecambahan terhadap sifat kimia (protein dan serat), sifat mutu hedonik (rasa, warna, aroma, tekstur), sifat hedonik (rasa, warna, aroma, tekstur) blondies kukus mocaf substitusi tepung kecambah kacang tunggak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Tepung kecambah kacang tunggak yang digunakan untuk penelitian utama merupakan hasil penelitian pendahuluan. Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Tepung yang digunakan adalah tepung mocaf dengan substitusi kecambah kacang tunggak 12 jam, 24 jm, 36 jam, dan 48 jam. Perbandingan penggunaan tepung mocaf dengan tepung kecambah kacang tunggak terhadap blondies kukus dengan waktu perkecambahan 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam sebesar 60%:40% adalah penelitian utama. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak dua kali dan dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa substitusi 40% tepung kacang tunggak dengan lama perkecambahan 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam berpengaruh terhadap nilai protein, serat, sifat mutu hedonik rasa, warna, aroma, tekstur dan sifat hedonik rasa, warna, aroma, tekstur blondies kukus mocaf
Analisis Proksimat dan Mutu Organoleptik Ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp) yang Diolah Menggunakan Asap Cair dengan Perlakuan Awal Berbeda
ABSTRAK Arisendy, Denisa Sofi. 2015. Analisis Proksimat dan Mutu Organoleptik Ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp) yang Diolah Menggunakan Asap Cair dengan Perlakuan Awal Berbeda. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P., (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp), Asap Cair, Pengukusan. Ikan lele merupakan salah satu bahan makanan yang mudah busuk karena kandungan airnya mencapai 77,99% per 100 gram berat lele. Untuk memperpanjang umur simpan ikan lele maka perlu adanya pengawetan makanan. Pengawetan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengasapan dengan menggunakan metode asap cair. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kandungan protein, kandungan lemak, kandungan abu, kandungan air, kandungan karbohidrat, kandungan serat kasar, mutu hedonik (rasa, kenampakan, aroma, tekstur), dan menentukan perlakuan terbaik pada ikan lele sangkuriang asap cair. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan dua perlakuan yaitu perlakuan pengukusan dan tanpa pengukusan. Hasil kandungan kimia (protein, lemak, abu, air, karbohidrat, dan serat kasar) dianalisa secara statistik menggunakan uji t karena uji prasyarat terpenuhi, sedangkan hasil uji mutu hedonik (rasa, kenampakan, aroma, dan tekstur) dianalisa menggunakan Uji Mann-Whitney karena uji prasyarat tidak terpenuhi. Kandungan protein ikan lele sangkuriang asap cair dengan proses pengukusan rerata 29, 071% dan tanpa proses pengukusan rerata 27,993%. Kandungan lemak ikan lele sangkuriang asap cair dengan proses pengukusan rerata 9,425% dan tanpa proses pengukusan rerata 5,056%. Kandungan abu ikan lele sangkuriang asap cair dengan proses pengukusan rerata 1,690% dan tanpa proses pengukusan rerata 2,140%. Kandungan air ikan lele sangkuriang asap cair dengan proses pengukusan rerata 58,805% dan tanpa proses pengukusan rerata 63,802%. Kandungan karbohidrat ikan lele sangkuriang asap cair dengan proses pengukusan rerata 0,997% dan tanpa proses pengukusan rerata 0,994%. Kandungan serat kasar ikan lele sangkuriang asap cair dengan proses pengukusan rerata 0,012% dan tanpa proses pengukusan rerata 0,016%. Hasil uji mutu hedonik rasa ikan lele sangkuriang asap cair dengan proses pengukusan rerata 7,9 dan tanpa proses pengukusan rerata 8,2. Mutu hedonik kenampakan lele sangkuriang asap cair dengan proses pengukusan rerata 7,6 dan tanpa proses pengukusan rerata 7,1. Mutu hedonik aroma ikan lele sangkuriang asap cair dengan proses pengukusan rerata 8,2 dan tanpa proses pengukusan rerata 8,1. Mutu hedonik tekstur ikan lele sangkuriang asap cair dengan proses pengukusan rerata 7,8 dan tanpa proses pengukusan rerata 7,5
Pengaruh Konsentrasi Sukrosa Terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Organoleptik Nata Buah Dewandaru (Eugenia uniflora L.)
ABSTRAK Oktavia, Lita. 2015. Pengaruh Konsentrasi Sukrosa Terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Organoleptik Nata Buah Dewandaru (Eugenia uniflora L.). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si, (II) Aisyah Larasati, ST., MT., MIM. Ph.D. Kata Kunci: Dewandaru, nata, sifat fisikokimia Buah dewandaru sangat berpotensi untuk dijadikan makanan fungsional. Salah satu upaya untuk mengembangkan pemanfaatan buah dewandaru adalah sebagai bahan dasar pembuatan nata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik (rendemen dan tekstur), sifat kimia (β-karoten dan serat kasar), tingkat kesukaan (warna, rasa, tekstur), dan mutu hedonik (rasa dan kenampakan) nata buah dewandaru berdasarkan konsentrasi sukrosa 7,5%, 10% dan 12,5%), serta mengetahui formulasi nata buah dewandaru yang tepat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga level perlakuan yaitu konsentrasi sukrosa yang berbeda 7,5%, 10% dan 12,5% dengan dua kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA (Analysisof Variance). Jika terdapat perbedaan antar perlakuan, maka dilanjutkan dengan Post hoc Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen, tekstur, β-karoten dan serat kasar tertinggi diperoleh dari nata buah dewandaru konsentrasi sukrosa 12,5%. Tingkat kesukaan warna, terkstur dan kenampakan tertinggi diperoleh dari nata buah dewandaru konsentrasi sukrosa 12,5%. Mutu hedonik rasa tertinggi diperoleh dari nata buah dewandaru konsentrasi sukrosa 10%. Mutu hedonik kenampakan tertinggi diperoleh dari nata buah dewandaru konsentrasi sukrosa 7,5%
Pengaruh Teknik Pengolahan Terhadap Kandungan β-Karoten Serta Penerimaan Ibu Hamil dan Menyusui Terhadap Mi Kelor Instan
ABSTRAK Halwati, Saumi. Pengaruh Teknik Pengolahan Terhadap Kandungan β-Karoten Serta Penerimaan Ibu Hamil dan Menyusui Terhadap Mi Kelor Instan. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Titi Mutiara K., M.P. (II) Ir.Issutarti Kata kunci: mi instan, mi kelor instan, tepung daun kelor, teknik pengolahan, β-Karoten, penerimaan, Ibu hamil dan menyusui Mi instan merupakan bahan makanan yang banyak disukai masyarakat. Mi yang di tambahkan tepung daun kelor diharapkan dapat memberikan β-karoten yang dibutuhkan ibu hamil dan menyusui. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kandungan β-karoten dan penerimaan (uji hedonik) Ibu hamil dan menyusui terhadap mi instan tanpa penambahan tepung daun kelor, mi kelor instan formulasi tepung daun kelor sebanyak 2,1 gram, 4,2 gram, dan 8,4 gram yang diolah dengan teknik sauteing dan boiling. Metode pengujian β-karoten menggunakan Column chromatography– Spectrophotometri. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kandungan β-karoten pada setiap penambahan tepung daun kelor, semakin banyak tepung daun kelor yang ditambahkan maka kandungan β-karoten mi instan juga bertambah. Perbedaan kandungan β-karoten juga ditunjukkan pada mi instan yang diolah dengan teknik sauteing dan boiling. Hasil analisis interaksi antara perlakuan dan formulasi menunjukkan terdapat pengaruh interaksi yang nyata antara kedua faktor tesebut. Hasil uji penerimaan (hedonik) mi kelor instan menunjukkan tidak terdapat perbedaan pada tingkat kesukaan Ibu hamil dan menyusui terhadap warna, tekstur dan rasa mi instan namun terdapat perbedaan terhadap tingkat kesukaan aroma mi kelor instan. ABSTRACT Halwati, Saumi. The Effect of Cooking Method on the β-Carotene Content and Acceptance Lavel of Pregnant and Breastfeeding Mother on Moringa Instan Noodle. Thesis. Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisor (I) Dr. Titi Mutiara K., M.P. (II) Ir.Issutarti Keywords: instan noodle, moringa instan noodle, moringa leave flour, cooking method, β-Carotene, acceptance, pregnant and breastfeeding mother Instan noodles are the food product with many people liked. Noodles was increase with moringa leave flour hoped to give β-Carotene pregnant and breastfeeding mother needed. This research aims to β-Carotene content and acceptance level (hedonic test) of pregnant and breastfeeding mother to instan noodle without increased moringa leave flour, moringa instan noodle with formulations of moringa leave flour 2,1 gram, 4,2 gram, and 8,4 gram cooked by sauteing and boilling. The method to test the β-Carotene use columm chromatography-spectrophotometri. Data result of the research were analyzed statistically using ANOVA and DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Result of the research showed that there are different on β-Carotene content all of increased moringa leave flour, the more of moringa leave flour is added so the β-Carotene content of instan noodle also increased. Different of β-Carotene content also showed of instan noodle cooked by sauteing and boilling. Result of the research on the interaction between treatment and formulations showed there is significant interactin effect between the two factor. Result of acceptance test(hedonic) moringa instan noodles showed there was not different favorite levels of pregnant and breastfeeding mother on the color, texture and taste instan noodle but there are different on the favorite levels of flavor moringa instan noodle
Pengaruh Jumlah Pektin dan Konsentrasi Gula Terhadap Mutu Fruit Leather Murbei (Morus alba L.)
ABSTRAK Larasati, Andina. 2015. Pengaruh Jumlah Pektin dan Konsentrasi Gula Terhadap Mutu Fruit Leather Murbei (Morus alba L.). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Aisyah Larasati, ST., MT., MIM. Ph.D. (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Murbei, Fruit Leather, Pektin, Gula, Sifat Fisikokimia Buah murbei sangat berpotensi untuk dijadikan makanan fungsional. Salah satu upaya untuk mengembangkan pemanfaatan buah murbei adalah sebagai bahan dasar pembuatan fruit leather. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik (tekstur dan warna), sifat kimia (antosianin dan kadar air), tingkat kesukaan (aroma, tekstur, rasa), dan mutu hedonik (aroma, tekstur, rasa) fruit leather murbei berdasarkan jumlah pektin (0,75%, 1%, 1,5%) dan konsentrasi gula (55%, 65%, 75%), serta komposisi fruit leather murbei yang paling disukai. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yang berbeda yaitu jumlah pektin (0,75%, 1%, 1,5%) dan konsentrasi gula (55%, 65%, 75%) dengan dua kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Jika terdapat perbedaan antar perlakuan, maka dilanjutkan dengan Post hoc Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor tekstur tertinggi diperoleh dari fruit leather murbei dengan jumlah pektin 1,5% dan konsentrasi gula 75%. Kecerahan warna (L) tertinggi diperoleh dari fruit leather murbei dengan jumlah pektin 0,75% dan konsentrasi gula 55%. Warna merah (a+), warna biru (b-), dan antosianin tertinggi diperoleh dari fruit leather murbei dengan jumlah pektin 1,5% dan konsentrasi gula 75%. Kadar air tertinggi diperoleh dari fruit leather murbei dengan jumlah pektin 0,75% dan konsentrasi gula 55%. Tingkat kesukaan aroma tertinggi diperoleh dari fruit leather murbei dengan jumlah pektin 1,5% dan konsentrasi gula 75%. Tingkat kesukaan tekstur dan rasa tertinggi diperoleh dari fruit leather murbei dengan jumlah pektin 1,5% dan konsentrasi gula 55%. Mutu hedonik aroma tertinggi diperoleh dari fruit leather murbei dengan jumlah pektin 1,5% dan konsentrasi gula 65%. Mutu hedonik tekstur tertinggi diperoleh dari fruit leather murbei dengan jumlah pektin 1,5% dan konsentrasi gula 75%. Mutu hedonik rasa tertinggi diperoleh dari fruit leather murbei dengan jumlah pektin 1% dan konsentrasi gula 55%. Formula fruit leather murbei yang paling disukai diperoleh dari jumlah pektin 1,5% dan konsentrasi gula 55%