Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
359 research outputs found
Sort by
PENGARUH PERBEDAAN LAMA FERMENTASI TERHADAP SIFAT KIMIA, SIFAT FISIK, DAN SIFAT ORGANOLEPTIK YOGHURT BIJI NANGKA
ABSTRAK Suhartiningsih, Luluk. 2014. PengaruhPerbedaan Lama FermentasiTerhadapSifat Kimia, SifatFisik, danSifatOrganoleptik Yoghurt BijiNangka. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si., (II)Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd., Kata Kunci: BijiNangka, Yoghurt Bijinangkaadalahsalahsatulimbahdaribuahnangka yang memilikikandungangizicukuptinggi.Banyaknyabijinangka yang kurangdimanfaatkansecara optimal danhanyasebagiankecilmasyarakatmemanfaatkanbijinangkadengandirebusataudibakar, sehinggaperluadanyapengolahanlain sebagaiupayapenganeragamanprodukpangan, yaitudibuatprodukyoghurt. Tujuanpenelitianiniadalahmenganalisiskandunganfosfor, sifatfisikwarna, viskositas, pH, jumlahbakteri (TPC/ Total Plate Count) dantingkatkesukaanpanelisterhadap rasa, konsistensi, danwarnapada yoghurt bijinangka. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan tiga perlakuan yaitu menggunakan perlakuandengan lama fermentasi 18 jam, 24 jam, dan 30 jam dengandua kali pengulangan. Metode analisis yang digunakan adalah ANOVA. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwakandunganfosforpada yoghurt bijinangkadengan lama fermentasi 18 jam 0,64 %, 24 jam 0,695 %, dan 30 jam 0,78 %. Hasilreratasifatfisikwarna yoghurt bijinangkadengan lama fermentasi 18 jam 90,12, 24 jam 89,5, dan 30 jam 90,85. HasilreratasifatpH yoghurt bijinangkadengan lama fermentasi 18 jam 4,86, 24 jam 4,64, dan30 jam 4,18. Hasilreratasifatfisikviskositas yoghurt bijinangkadengan lama fermentasi 18 jam4,063, 24 jam 6,742, dan 30 jam 9,284. Hasilreratasifatjumlahbakteri (TPC/ Total Plate Count) yoghurt bijinangkadengan lama fermentasi 18 jam 1,7 x , 24 jam 2,3 x , dan 30 jam 2,6 x .Hasilreratasifathedonik rasa yoghurt bijinangkadengan lama fermentasi 18 jam 3,14, 24 jam 3,46, dan 30 jam 4,28, konsistensi yoghurt bijinangkadengan lama fermentasi 18 jam 2,66, 24 jam 4,2, dan 30 jam 4,48, danwarna yoghurt bijinangkadengan lama fermentasi 18 jam 4,16, 24 jam 4,54, dan 30 jam 4,66. Hasil sifat hedonik rasa, konsistensi dan warnamenunjukkanterdapat perbedaan.
Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping (Peta Pikiran) pada Mata Pelajaran Ilmu Gizi (Siswa-siswi SMK Negeri 3 Malang)
ABSTRAK Pandanwangi, Repita Nuragsi. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi pada Mata Pelajaran Ilmu Gizi (Siswa-Siswi SMK Negeri 3 Malang). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Aisyah Larasati, Ph. D., (II) Dr. H. Ahmad Dardiri, M.Pd. Kata kunci: kemampuan berkomunikasi, mind mapping Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Mind Mapping untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa-siswi SMK Negeri 3 Malang dengan jenis penelitian tindakan kelas dengan tiga siklus. Sumber data berasal dari wawancara guru, aktivitas pembelajaran, dan kuesioner. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kemampuan berkomunikasi siswa sebelum penerapan Mind Mapping, (2) untuk mengetahui kemampuan berkomunikasi siswa sesudah penerapan Mind Mapping, (3) untuk mengetahui peningkatan kemampuan berkomunikasi siswa setelah penerapan Mind Mapping. Hasil penelitian yang diperoleh sebelum penerapan menunjukkan bahwa siswa kurang mampu dalam berkomunikasi. Hasil penelitian setelah penerapan menunjukkan peningkatan dalam berkomunikasi. Peningkatan kemampuan berkomunikasi siswa dalam mata pelajaran Ilmu Gizi berdasarkan aspek pengungkapan sebesar 12,17%, aspek kebahasaan sebesar 15,46%, dan aspek kecaraan sebesar 16,89%. Nilai akhir kemampuan komunikasi siswa pada siklus I diperoleh persentase sebesar 57,8%, siklus II diperoleh persentase sebesar 64,77%, dan siklus III diperoleh persentase sebesar 74,9%.
HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA INDEKOS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA BOGA UNIVERSITAS NEGERI MALANG TAHUN 2011/2012 DAN 2012/2013
ABSTRAK Frismania, Rika. 2014.Pengembangan Produk Crackers dengan Substitusi Mocaf (Modified Cassava Flour).Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. WiwikWahyuni, M.Pd., (II) Dr. AmatNyoto, M.Pd. Kata Kunci: Mocaf (Modified Cassava Flour), Crackers. Crackersadalah salahsatujenisbiskuit yang dibuatdariadonanterigudengankandungan protein 12-13% yang melalui proses fermentasimaupun non fermentasidenganorientasi rasa asin, renyah, danmemilikipenampangpotongan yang berlapis-lapis.Crackers substitusi mocaf adalah crackers yang dibuat dengan menambahkan mocaf sebagai bahan substitusi terigu pada adonan crackers. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proporsi substitusi mocaf yang terbaik dalam pembuatan crackers. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen pembuatan crackers substitusi mocaf persentase 20%, 30%, dan 40% dengan pengujian sebanyak tiga kali pengulangan. Analisis dilakukan pada produk crackers yang meliputi sifat kimia, sifat fisik, dan organoleptik,. Data dianalisa menggunakan analisa one way ANOVA, jika terdapat perbedaan antar perlakuan maka dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Tujuan DMRT adalah untuk mengetahui perbedaan di antara masing-masing perlakuan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil penelitian crackers substitusi mocaf yaitu (1) Sifat kimia kadar air crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,6 sampai 4,19. (2) Sifat kimia kadar protein crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 7,35 sampai 9, 32. (3) Sifat kimia kadar serat crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,66 sampai 4,4. (4) Sifat fisik tekstur daya patah crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,7 sampai 5,8. (5) Hasil uji mutu hedonik warna crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,5 sampai 4,43 (6) Hasil uji mutu hedonik rasa crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,28 sampai 3,78. (7) Hasil uji mutu hedonik tekstur crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,28 sampai 4,38. (8) Hasil uji hedonik kesukaan warna crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,35 sampai 3,81. (9) Hasil uji hedonik kesukaan rasa crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,36 sampai 4,18. (10) Hasil uji hedonik kesukaan tekstur crackers substitusi mocaf memperoleh rerata nilai kisaran antara 2,21 sampai 4,05
pengaruh substitusi tepung kulit pisang raja (Musa paradisiaca Lamk.) terhadap mutu cookies semprit
ABSTRAK Sukma, NimasDiestaAgdi. 2015. PengaruhSubstitusiTepungKulitPisang Raja (Musa paradisiacaLamk.) TerhadapMutuCookies Semprit. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si., (II) Dra. WiwikWahyuni, M.Pd. Kata Kunci:TepungKulitPisang Raja, Cookies Semprit Kulitpisang raja memiliki beberapa kandungan nutrisi seperti karbohidrat yang cukup tinggi dan memiliki potensi yang cukup besar untuk dimanfaatkan sebagaisubstituen terigu dalam pembuatancookies. Pemanfaatan kulit pisang raja yang diolah kembali menjadi tepung sebagai bahan substitusi pada pembuatan cookies, diharapkan dapat menambah variasi flavor, tekstur, dan warna dari cookies. Substitusi tepung kulit pisang raja ini juga diharapkan dapat menambah nilai gizi pada cookies semprit. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kandungan kalsium, zatbesi, seratkasardankadar air; menganalisis sifat fisiktekstur; menganalisis sifat mutu hedonik flavor, aromadanwarna; dan menganalisis tingkat kesukaan panelis terhadap flavor,aroma danwarnapada cookies sempritsubstitusitepungkulitpisang raja. Rancanganpenelitian yang digunakanadalahRancanganAcakLengkap (RAL) dengan dua formula yaitu menggunakan jumlahsubstitusitepungkulitpisang raja 20% dan 40%; dengan dua kali pengulangandandianalisismenggunakanujit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kalsium pada cookies sempritsubstitusitepungkulitpisang raja denganpersentase 20% yaitu 91,77 ppm persentase 40% yaitu 179,465 ppm, kandunganzatbesipadacookies sempritsubstitusitepungkulitpisang raja denganpersentase 20% yaitu 9,005 ppm persentase 40% yaitu 21,685 ppm, kandunganseratkasarpadacookies sempritsubstitusitepungkulitpisang raja denganpersentase 20% yaitu 4,845%persentase 40% yaitu 7,05% dankadar air padacookies sempritsubstitusitepungkulitpisang raja denganpersentase 20% yaitu 3,125% persentase 40% yaitu 3,835%. Hasil sifat fisik tekstur cookies sempritsubstitusitepungkulitpisang raja denganpersentase 20% dan 40% tidakterdapat perbedaan. Hasil sifat mutu hedonik flavor, aroma danwarnacookies sempritsubstitusitepungkulitpisang raja denganpersentase 20% dan 40% terdapat perbedaan. Hasil sifat hedonik flavor danwarnacookies sempritsubstitusitepungkulitpisang raja denganpersentase 20% dan 40% terdapat perbedaan, sedangkanpada aroma tidakterdapatperbedaan
Mutu Manisan Kering Belimbing Manis (Averhoa carambola L.) dengan Suhu Pengeringan Berbeda
ABSTRAK AisyahRovil, Devi. 2015.MutuManisanKeringBelimbingManis (AverhoacarambolaL.) denganSuhuPengeringanBerbeda. Skripsi, JurusanTeknologiIndustri, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. WiwikWahyuni, M.Pd., (II) LismiAnimatulChisbiyah, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: BelimbingManis (AverrhoaCarambolaL.), ManisanKering. Tujuanpenelitianinimengetahuimutumanisankeringbelimbingmanisdengansuhupengeringanberbeda, mengetahuisifatkimia yang meliputikadar air dankadargulamanisankeringbelimbingmanisdengansuhu 40ºC dan 50ºC, mengetahuisifatfisikteksturdanwarnamanisankeringbelimbingmanis, mendapatkaninformasiujimutuhedonikmeliputi rasa, warna, teksturmanisankeringbelimbingmanis, mendapatkaninformasiujihedonikterhadap rasa, warna, teksturmanisankeringbelimbingmanis. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan dua perlakuan yaitu menggunakan suhu pengeringan 40ºC dan suhu pengeringan 50ºC.Kadar air manisan kering belimbing manis menggunakan alatDestilator Stahl, kadargulamenggunakanalatRefractometer.Data fisikteksturmenggunakanalatTensilStrenght HT, Data fisikwarnamenggunakanalatColour Reader.Data organoleptik diperoleh dari pengisian angket penilaian oleh panelis agak terlatih dari 25 orang mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga 2010.Data hasil penelitian dianalisis denganmenggunakanmetodeUji t. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwakandungankadar air manisankeringbelimbingmanisdengansuhupengeringan 40ºC memilikirerata21,29%, suhupengeringan 50ºC memilikirerata18,73%, danmenunjukkanadaperbedaan.Hasilpenelitiankandungankadargulamanisankeringbelimbingmanisdengansuhupengeringan 40ºC memilikirerata9,66%, suhupengeringan 50ºC memilikirerata 5,74%, danmenunjukkanadaperbedaan. Hasilreratadatafisikteksturmanisankeringbelimbingmanissuhupengeringan 40ºC memilikirerata 13,69Ndansuhupengeringan 50ºCmemilikirerata 2,56N,menunjukkantidakadaperbedaan. Hasil datafisikwarnamanisankeringbelimbingmanispada parameter warnakecerahan(L*)72,6,padawarnakemerahan(a*) 23,25, warnakekuningan(b*) 38,95, menunjukkansuhupengeringan 40ºCdansuhupengeringan 50ºC tidakadaperbedaan.Hasilreratadatamutuhedonik rasamanisankeringbelimbingmanisdengansuhupengeringan 40ºC memilikirerata4,56, suhupengeringan 50ºC memilikirerata 4,5danmenunjukkantidakadaperbedaan, sedangkanmutuhedonikwarnamanisankeringbelimbingmanissuhupengeringan 40ºC memilikirerata 3,72, suhupengeringan 50ºCmemilikirerata 3,28danmenunjukkanadaperbedaan, datamutuhedonikteksturmanisankeringbelimbingmanissuhupengeringan 40ºC memilikirerata 4,38, suhupengeringan 50ºC memilikirerata 4,18danmenunjukkantidakadaperbedaan. Hasilreratahedonik rasa manisankeringbelimbingmanisdengansuhupengeringan 40ºC memilikirerata 4,48, suhupengeringan 50ºCmemilikirerata 4,34 danmenunjukkantidakadaperbedaan, sedangkanhedonikwarnamanisankeringbelimbingmanissuhupengeringan 40ºC memilikirerata 3,98, suhupengeringan 50ºC memilikirerata 3,82danmenunjukkantidakadaperbedaan, datahedonikteksturmanisankeringbelimbingmanissuhupengeringan 40ºC memilikirerata 4,32, suhupengeringan 50ºC memilikirerata 4,00danmenunjukkantidakadaperbedaan
PERBEDAAN SIFAT FISIK & ORGANOLEPTIK SOSIS AYAM SUBSTITUSI NANGKA MUDA (Artocarpus heterophyllus Lamk) Dengan SOSIS AYAM KOMERSIAL
ABSTRAK Yusita, Maria, Tri. 2015. Perbedaan Sifat Fisik & Organoleptik Sosis Ayam Dengan Sosis Ayam Substitusi Nangka Muda (Artocarpus heterophyllus Lamk). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd., (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Nangka Muda, Sosis Ayam. Sosis ayam adalah salah satu jenis olahan daging ayam yang dicincang kemudian dihaluskan dan diberi bumbu yang dimasukkan ke dalam selongsong kemudian dimasak. Sosis ayam pada umumnya mengandung lemak yang tinggi dan rendah serat. Pemanfaatan nangka muda sebagai bahan substitusi sosis ayam menjadikan sosis ayam substitusi nangka muda mengandung serat yang tinggi dan rendah lemak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sifat fisik warna dan mutu hedonik rasa dan tekstur sosis ayam substitusi nangka muda, sifat fisik warna, mutu hedonik rasa dan tekstur, kandungan lemak dan serat sosis ayam substitusi nangka muda terbaik dan sosis ayam komersial, uji sama/beda secara keseluruhan antara sosis ayam substitusi nangka muda terbaik dengan sosis ayam komersial. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan Rancangan Penelitian Acak Lengkap (RAL) dua kali pengulangan. Analisis data menggunakan ANOVA dengan uji lanjut DMRT. Parameter yang diamati meliputi uji fisik warna dan uji mutu hedonik. Hasil sosis terbaik pada tahap ini dibandingkan dengan sosis ayam komersial menggunakan uji t. Parameter yang diamati pada uji t meliputi uji fisik warna, uji mutu hedonik, dan uji kimia. Hasil sosis yang lebih baik dari interpretasi keseluruhan parameter antara sosis ayam substitusi nangka muda 60%:40% dan sosis ayam komersial dianalisis secara deskriptif. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa rerata uji fisik warna sosis ayam substitusi nangka muda formula 80%:20%, 70%:30%, dan 60%:40% terdapat perbedaan yang signifikan pada taraf 5% terhadap warna kekuningan, namun pada tingkat kecerahan dan kemerahan tidak terdapat perbedaan, sedangkan terhadap mutu hedonik rasa dan tekstur terdapat perbedaan yang signifikan Hasil uji t sosis ayam substitusi nangka muda terbaik (60%:40%) dan sosis ayam komersial terdapat perbedaan yang signifikan pada taraf 5% terhadap tingkat kecerahan, warna kemerahan, dan kekuningan. Hasil rerata uji mutu hedonik rasa sosis ayam substitusi nangka muda terbaik yaitu 4,66% dan sosis ayam komersial 4,92%. Hasil rerata tekstur sosis ayam substitusi nangka muda terbaik yaitu 4,28% dan sosis ayam komersial 4,84%. Kandungan lemak pada sosis ayam substitusi nangka muda terbaik memiliki rerata (3,73%), sosis ayam komersial (17,49%), sedangkan kandungan serat pada sosis ayam substitusi nangka muda terbaik memiliki rerata (6,77%), sosis ayam komersial (2,42%). ABSTRACT Yusita, Maria, Tri. 2015. The Physical and Organoleptic Differences between Chicken Sausage and Chicken Sausage Subtitued with Young Jackfriut (Artocarpus heterophyllus Lamk). Mini Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering. Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd., (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Key Words: Young Jackfruit, Chicken sausages. Chicken sausage is one of the product of choped chicken meat which is crushed, combined with spices, put into elongated cover and than cooked. Generally, chicken sausage contain a high amount of fat and low fiber. The utilization of young jackfruit as the subtitutive material of chicken sausages is purposed to get the sausage product with high amount of fiber and low fat. The purpose of this study is to analyze the physical properties of color and hedonic quality taste and texture of chicken sausage substitution young jackfruit, the physical properties of color, flavor and texture hedonic quality, fat and fiber substitution chicken sausage best young jackfruit and commercial chicken sausage, the same test / overall difference between chicken sausage substitution of the best young jackfruit with commercial chicken sausage. This ressearch is an experimental research design was a completely randomized design with two repetitions. Data analysis used ANOVA with further test DMRT. The parameters observed physical test color and hedonic quality test. The best results from this stage compared with commercial chicken sausages used the t-test. The parameters observed on the t-test includes a physical test of color, hedonic quality test and chemical test. The result was better than overall parameters of the chicken sausage substitution young jackfruit 60%:40% and commercial chicken sausage elaborated by descriptively. The average result of colour test of chicken sausage with young jackfruit as the subtitutive material showed the formula of 80%:20%, 70%:30%, and 60%:40% and there is a significant differences in colour, especially in yellow level, but the level of red colour has no differences. The hedonic taste and texture showed the significant differences between those three formulas. The best formula of chicken sausage with subtitutive young jackfruit material is 60%:40% while the commercial sausages has the significant differences in colour, which is the brightness and the level of red and yellowish. The best hedonic taste of chicken sausage with young jackfruit is 4,66% while the commercial chicken sausage is 4,92%. The best score of chicken sausage texture with young jackfruit is 4,28% while the commercial chicken sausage is 4,84%. The amount of fat contained in chicken sausage with young jackfruit is 3,73% on the average, while the commercial one has 17,49%. Whereas the amount of fiber in chicken sausage with young jackfruit is 6,77% while the commercial sausages has 2,42%
IMPLEMENTASI PENILAIAN OTENTIK PADA PEMBELAJARAN DASAR PROGRAM KEAHLIAN TATA BOGA BERDASARKAN KURIKULUM 2013 (Studi Kasus di Kelas X SMK Negeri 2 Malang)
ABSTRAK Sopamena, Tyas Shanna Asterina. 2015. Implementasi Penilaian Otentik pada Pembelajaran Dasar Program Keahlian Tata Boga Berdasarkan Kurikulum 2013 (Studi Kasus di kelas X SMK Negeri 2 Malang). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd; (II) Dra. Teti Setiawati, M.Pd. Kata Kunci : penilaian otentik, pembelajaran, kurikulum 2013 Salah satu elemen perubahan Kurikulum 2013 adalah pada standar penilaian. Standar penilaian pada Kurikulum 2013 menggunakan penilaian otentik. Penilaian otentik adalah kegiatan penilaian yang menekankan pada apa yang seharusnya dinilai, baik proses maupun hasil dengan berbagai instrumen penilaian. Penilaian otentik pada kurikulum 2013 mempertegas adanya pergeseran dalam melakukan penilaian, yakni dari penilaian melalui tes (mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja) menuju penilaian otentik (mengukur kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil). Peserta didik dalam penilaian otentik diminta untuk menerapkan konsep atau teori pada dunia nyata Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: (1) perencanaan penilaian otentik pada Pembelajaran Dasar Program Keahlian Tata Boga di kelas X SMK Negeri 2 Malang; (2) pelaksanaan penilaian otentik pada Pembelajaran Dasar Program Keahlian Tata Boga di kelas X SMK Negeri 2 Malang; dan (3) kendala yang dialami dalam penilaian otentik pada Pembelajaran Dasar Program Keahlian Tata Boga di kelas X SMK Negeri 2 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumen. Keabsahan data didukung oleh kegiatan perpanjangan pengamatan, triangulasi, dan menggunakan bahan referensi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa guru Program Keahlian Tata Boga di kelas X SMK Negeri 2 Malang telah melakukan perencanaan penilaian secara otentik dalam bentuk RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 66 Tahun 2013. Pelaksanaan penilaian pada pembelajaran telah dilakukan guru secara otentik dilihat dari intrumen yang digunakan pada saat pembelajaran berlangsung sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 81A Tahun 2013. Kendala yang dihadapi dalam implementasi penilaian otentik oleh guru Program Keahlian Tata Boga di kelas X SMK Negeri 2 Malang yaitu berkaitan dengan waktu untuk penyesuaian terhadap penerapan kurikulum 2013 yang masih baru, kurang kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan penilaian, kondisi lingkungan dan peserta didik yang mempengaruhi proses penilaian, keterbatasan waktu yang dimiliki, dan terkendala sistem
KAJIAN KANDUNGAN KOMPONEN NUTRISI PADA KERUPUK YANG DISUBSTITUSI BUAH PARE (Momordica charantiaL.) SERTA UJI MUTU ORGANOLEPTIKNYA
ABSTRAK Oktavira, Rizki. 2014. Kajian Kandungan Komponen Nutrisi Pada Kerupuk Yang Disubstitusi Buah Pare (Momordica charantia L) Serta Uji Mutu Organoleptiknya. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Mazarina Devi, M.Si (2) Ir. Ummi Rohajatien, M. P. Kata kunci : Buah pare, kerupuk pare Buah pare merupakan sayuran buah, tanaman ini mempunyai daun yang berbentuk menjari dengan bunga yang berwarna kuning dan memiliki rasa yang pahit. Kerupuk adalah makanan ringan yang dibuat dari adonan tepung tapioka dicampur dengan bahan tambahan perasa yang banyak digemari mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Masalah yang dihadapi adalah belum diketahui kandungan atau nutrisi karbohidrat, protein, lemak , mineral, abu, dan total karothen pada buah pare. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui kandungan nutrisi setelah diolah menjadi kerupuk buah pare. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan formulasi kerupuk substitusi buah pare yang dapat diterima oleh panelis, mengukur kandungan nutrisi kerupuk buah pare. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode pengolahan blansir dan non blansir dengan proses pengeringan matahari. Uji yang dilakukan pada penelitian tahap I meliputi uji kimia (karbohidrat, protein, lemak, mineral, abu, dan total karothen) dan uji mutu hedonik (warna, rasa, tekstur, kerenyahan). Data dianalisis menggunakan ANOVA dengan uji Duncan (UJD) atau DMRT yang kemudian dilanjutkan dengan Spider Web untuk melihat kerupuk buah pare yang dapat diterima oleh konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisa diagram spiderweb diketahui bahwa substitusi dengan metode non blansir menghasilkan warna, kerenyahan, tekstur, dan rasa kerupuk buah pare yang paling disukai. Kandungan gizi kerupuk buah pare dengan substitusi 10% yaitu karbohidrat sebesar 84,26%,air sebesar 13,06%, abu sebesar 1,60%, protein sebesar 1,08%, total karoten 0,0078mg/g, lemak sebesar 0%
EVALUASI MUTU DAN AKTIVASI ANTIOKSIDAN SAUS DARI CAMPURAN DAGING DAN KULIT BUAH NAGA MERAH ( Hylocereus polyrhizus)
ABSTRAK Nurjanah, Eko Binti. 2015. Evaluasi Mutu dan Aktivitas Antioksidan Saus dari Campuran Daging dan Kulit Buah Naga Merah. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr. Ir. SoenarSoekopitojo, M.Si, (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd. Kata Kunci: Daging Buah Naga Merah, Kulit Buah Naga Merah, Saus Sausdibutuhkanuntukberbagaijenismasakan, sebagaibumbudansebagaipelengkaphidangan. Bahan-bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan saus umumnya adalah gula, garam, bawang putih, zat pewarna merah, dan bahan pengental. Buah naga merah berpotensi untuk dibuat menjadi saus, karena daging buah dan kulit buah naga merah mengandung pektin yang berfungsi sebagai bahan pengental tanpa bahan pengental lainnya. Buah naga merah memiliki warna pink keunguan alami, sehingga tidak membutuhkan bahan pewarna tambahan dalam pengolahannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan daging dan kulit buah naga merah terhadap sifat kimia (keasaman dan aktivitas antioksidan), sifat fisik (viskositas dan jumlah padatan terlarut), sifat mutu hedonik (rasa, warna dan aroma) dan sifat hedonik (warna, tekstur, rasa dan aroma) saus buah naga merah. Penelitianinimerupakanpenelitianeksperimen.Perbandingan daging dan kulit buah naga merah yang digunakanuntukpenelitianutamamerupakanhasilpenelitianpendahuluan (penelitianeksperimentahap I). Rancangan penelitian iniadalah Rancangan Acak Lengkap (RAL).Perlakuanperbandingan daging dan kulit buah naga merahuntukpenelitianutama (penelitianeksperimentahap II) adalah 20%:80%, 30%:70% dan 40%:60%.Masing-masingperlakuandiulangsebanyakduakalidan dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan daging dan kulit buah naga merah20%:80%, 30%:70% dan 40%:60% berpengaruh terhadap viskositas, jumlah padatan terlarut, aktivitas antioksidan, sifat mutu hedonik rasa, warna, aroma, dan sifat hedonik rasa, aroma dan tekstur saus, namun tidak berpengaruh terhadap sifat hedonik warna
Upaya Sekolah dalam Mendukung Ketercapaian Fungsi Normatif, Edukatif, dan Preventif Kafetaria Sekolah di SMA Negeri 3 Malang
ABSTRAK Domenica, Rizky Natta. 2014. Upaya Sekolah dalam Mendukung Ketercapaian Fungsi Normatif, Edukatif, dan Preventif Kafetaria Sekolah di SMA Negeri 3 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Teti Setiawati, M.Pd., (II) Drs. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T. Kata kunci: kafetaria, normatif, edukatif, preventif Kafetaria adalah suatu ruang atau bangunan yang berada di sekolah yang menyediakan makanan dan minuman sehat untuk siswa. Menurut Aryawiga keberadaan kafetaria merupakan perangkat penting dalam sekolah yang memiliki fungsi normatif, edukatif, dan preventif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Upaya sekolah untuk mencapai ketercapaian fungsi normatif, edukatif, dan preventif kafetaria sekolah di SMA Negeri 3 Malang; (2) Peran pelaku usaha untuk mencapai ketercapaian fungsi normatif, edukatif, dan preventif kafetaria sekolah di SMA Negeri 3 Malang; dan (3) Persepsi siswa terhadap ketercapaian fungsi normatif, edukatif, dan preventif kafetaria sekolah di SMA Negeri 3 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampel, dengan jumlah sampel 100 responden. Instrumen penelitian berupa angket, lembar observasi, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah dengan metode analisis yang meliputi: interpretasi hasil rata-rata skor, deskripsi persentase, dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian mengenai: (1) Fungsi normatif kafetaria berdasarkan pihak sekolah mendukung, pelaku usaha sangat mendukung, dan persepsi siswa menyatakan baik; (2) Fungsi edukatif kafetaria berdasarkan pihak sekolah mendukung, pelaku usaha mendukung, dan persepsi siswa menyatakan baik; dan (3) Fungsi preventif kafetaria berdasarkan pihak sekolah sangat mendukung, pelaku usaha sangat mendukung, dan persepsi siswa menyatakan baik. Diharapkan kepada pihak SMAN 3 Malang dapat meningkatkan upaya ketercapaian fungsi normatif dan edukatif kafetaria dengan menambah fasilitas di kafetaria. Analisis mengenai keterlaksanaan fungsi kafetaria sekolah dapat dilakukan oleh peneliti selanjutnya