Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
359 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL TATA BOGA SEMESTER GANJIL KELAS IX SMP NEGERI 1 PRIGEN
ABSTRAK Sari, Ayu Anita. 2016. Penerapan Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Berbasis Tahapan Newman Untuk Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika bagi Siswa Kelas XI-MIA-3 SMAN 1 Kejayan. Skripsi, Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Prof. Dr. Cholis Sa’dijah M.Pd Kata kunci : Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT), Tahapan Newman, Kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita matematika. Berdasarkan hasil observasi awal pada kelas XI-MIA-3 menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami masalah dalam menyelesaikan soal cerita, siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajan dan siswa dengan kemampuan tinggi cenderung bersikap individual. Hal ini dikarenakan guru jarang memberikan soal cerita dan hanya menyajikan soal biasa (bukan soal cerita). Guru juga jarang menggunakan pembelajaran yang inovatif yang dapat membuat siswa antusias dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu perlu adanya pembelajaran yang dapat mengatasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika, menumbuhkan kerjasama kelompok dan pembelajran yang menyenangkan, salah satu melalui penerapkan Pembelajaran TGT Berbasis Tahapan Newman. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika menggunakan model pembelajaran TGT berbasis tahapan Newman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap 2015/2016 pada siswa kelas XI-MIA-3 SMAN 1 Kejayan. Jumlah siswa pada kelas tersebut adalah 27 siswa, dengan 12 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. Instrumen yang digunakan peneliti untuk mengetahui persentase banyaknya siswa yang dapat menyelesaikan soal cerita ialah LKS, game dan tes akhir siklus. Dari nilai awal siswa yang didapatkan dari tes awal didapatkan hasil persentase siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah beturut-turut 18,5%, 29,6%, 51,6%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I persentase siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah berturut-turut adalah 29,6%, 48% dan 22,4%. Ternyata hasil ini masih belum sesuai dengan kriteria keberhasilan penelitian sehingga perlu dilakukan siklus II dan memperbaiki kelemahan-kelemahan pada siklus I. Setelah dilakukan tindakan pada siklus II persentase siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah berturut-turut adalah 40,1%, 51% dan 9,9% Pembelajaran TGT Berbasis tahapan Newman yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika, yaitu diawali dengan presentasi kelas, kemudian siswa belajar secara berkelompok dengan mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS). Setelah waktu mengerjakan LKS selesai, guru memilih salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil pengerjaan LKS. Selanjutnya dilaksanakan game turnamen dengan menggunakan peta yang ditayangkan dalam tayangan power point, setelah game selesai dilakukan pengecekan jawaban game dan penghitungan skor team, yang dilanjutkan dengan penghargaan kelompok dan refleksi
PENGARUH RASIO PUREE KROKOT (Portulaca oleracea L.)DAN SARI KEDELAI TERHADAP KANDUNGAN OMEGA-3, SIFAT FISIK, DAN ORGANOLEPTIK MELLORINE
ABSTRAK Muhlisa, Iva. 2016. Pengaruh Rasio Puree Krokot (Portulaca oleracea L.) dan Sari Kedelai Terhadap Kandungan Omega-3, Sifat Fisik, dan Organoleptik Mellorine. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd., (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Krokot, Puree Krokot, Mellorine. Mellorine adalah jenis makanan pencuci mulut berbentuk beku seperti es krim yang sebagian atau seluruh lemak susunya diganti dengan lemak nabati. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai lemak nabati pada pembuatan mellorine yaitu kedelai yang diolah menjadi sari kedelai. Krokot merupakan tanaman yang mengandung pektin yang dapat dijadikan sebagai bahan penstabil pada pembuatan mellorine. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh rasio puree krokot dan sari kedelai terhadap kandungan omega-3, sifat fisik yang meliputi overrun, kecepatan meleleh dan warna, dan sifat organoleptik yang meliputi mutu hedonik (flavor dan tekstur) dan hedonik (warna, flavor dan tekstur) mellorine. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua kali pengulangan dengan tiga perlakuan yaitu rasio puree krokot dan sari kedelai 20%:80%, 40%:60%, dan 60%:40%. Analisis data menggunakan ANOVA dengan uji lanjut DMRT. Parameter yang diamati meliputi kandungan omega-3, uji fisik (overrun, kecepatan meleleh, dan warna), uji mutu hedonik (flavor dan tekstur) dan uji hedonik (warna, flavor, dan tekstur). Hasil penelitian kandungan omega-3 (ALA dan EPA), uji fisik (overrun, kecepatan meleleh, dan warna), uji mutu hedonik (flavor dan tekstur) dan uji hedonik (warna, flavor, dan tekstur) mellorine rasio puree krokot dan sari kedelai 20%:80%, 40%:60%, dan 60%:40% terdapat perbedaan yang signifikan pada taraf 5%. Hasil uji kandungan omega-3 tertinggi diperoleh dari mellorine rasio puree krokot dan sari kedelai 20%:80% yaitu ALA(883,07 mg/100) dan EPA (388,35 mg/100 g). Hasil overrun tertinggi diperoleh dari mellorine rasio puree krokot dan sari kedelai 20%:80% dengan overrun 38,15%. Hasil kecepatan meleleh tertinggi diperoleh dari mellorine rasio puree krokot dan sari kedelai 60%:40% dengan kecepatan meleleh 19.75 menit/10g. Hasil uji fisik warna tingkat kecerahan (L*), kemerahan (a*), dan kekuningan (b*) tertinggi diperoleh dari mellorine rasio puree krokot dan sari kedelai 20%:80% berturut-turut adalah 49,15%, 6,05%, dan 24,95%. Rerata skor uji mutu hedonik tertinggi diperoleh dari mellorine rasio puree krokot dan sari kedelai 20%:80% yaitu flavor dengan skor 4,53 (kurang langu) dan tekstur dengan skor 4,66 (cukup lembut-lembut). Rerata skor uji hedonik tertinggi diperoleh dari mellorine rasio puree krokot dan sari kedelai 20%:80% yaitu warna dengan skor 4,21 (agak suka), flavor dengan skor 4,37 (agak suka), dan tekstur dengan skor 4,36 (agak suka)
PERSEPSI SISWA TENTANG MATA PELAJARAN SANITASI, HIGIENE, DAN KESELAMATAN KERJA PADA SMK PROGRAM KEAHLIAN TATA BOGA DI KOTA MALANG
ABSTRACT Etvandari, Octaviyana. 2016. Persepsi Siswa Tentang Mata Pelajaran Sanitasi, Higiene, dan Keselamatan Kerja Pada SMK Program Keahlian Tata Boga Di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Teti Setiawati, M.Pd., (2) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd.Kata Kunci: persepsi, sanitasi, higiene, dan keselamatan kerja, SMK tata bogaMata pelajaran sanitasi, higiene, dan keselamatan kerja merupakan salah satu mata pelajaran pada program keahlian tata boga sebagai mata pelajaran dasar bidang keahlian. Mata pelajaran sanitasi, higiene, dan keselamatan kerja penting untuk dipelajari karena setelah pembelajaran siswa diharapkan dapat menerapkan prosedur sanitasi, higiene, dan keselamatan kerja saat persiapan hingga penyajian makanan pada mata pelajaran produktif.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persepsi siswa tentang mata pelajaran sanitasi, higiene, dan keselamatan kerja ditinjau dari materi pembelajaran, manfaat pembelajaran, dan implikasi pembelajaran mata pelajaran sanitasi, higiene, dan keselamatan kerja. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Program Keahlian Tata Boga di Kota Malang yang berjumlah 276 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan batas toleransi 5% sehingga didapatkan jumlah sampel 164 siswa. Penentuan jumlah sampel menggunakan proporsional random sampling.Hasil penelitian adalah: (1) persepsi siswa tentang materi pembelajaran SHK2 sangat baik menurut sebagian besar siswa (63%), (2) persepsi siswa tentang manfaat pembelajaran SHK2 sangat baik menurut sebagian besar siswa (66%), (3) persepsi siswa tentang implikasi pembelajaran SHK2 sangat baik menurut sebagian besar siswa (76%), dan (4) secara keseluruhan persepsi siswa tentang mata pelajaran sanitasi, higiene, dan keselamatan kerja sangat baik menurut sebagian besar siswa (68%). Berdasarkan penelitian saran yang dapat diberikan adalah bagi sekolah diharapkan dapat memberikan pembekalan khusus kepada siswa mengenai sanitasi, higiene, dan keselamatan kerja, bagi guru dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga meningkatkan motivasi siswa untuk menerapkan sanitasi, higiene, dan keselamatan kerja, bagi siswa dapat lebih mampu menerapkan prinsip-prinsip sanitasi, higiene, dan keselamatan kerja pada mata pelajaran produktif, dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat lebih memfokuskan penelitian pada perilaku sanitasi, higiene, dan keselamatan kerja siswa saat praktik pengolahan makanan.ABSTRACT Etvandari, Octaviyana. 2016. Student’s Perception of Sanitation, Hygiene, and Work Safety Subject at Vocational High School, Culinary Expertise Program in Malang City. Minor Thesis, Industrial Technology Department, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisors: (1) Dra. Teti Setiawati. M.Pd., (2) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd. Keywords: perception, sanitation, hygiene, and work safety, Vocational High School Culinary Program. The sanitation, hygiene, and work safety is one of the subjects in culinary program as basic skill subject. This subject is important to learn, and students are expected to be able to apply the sanitation, hygiene, and work safety procedure during meal preparation to service, and also in productive subject. The objectives of this research is to understand student’s perception towards sanitation, hygiene, and work safety subjects reviewed from learning substance, learning benefits, and learning implication in said subject. The type of this study is descriptive study with quantitative approach. Data collection method is using closed questionnaires and interview. Data analysis method is using descriptive statistic analysis. Study population counts to 276 students of Grade XI of Vocational High School’s Culinary Expertise Program in Malang City. Sampling method is using Slovin’s formula with tolerance limitation of 5% and thus obtained the sample amount of 164 students. Counting the amount of samples is using proportional random sampling. The results are: (1) student’s perception towards SHK2 learning materials is very good according too most of the students (63%), (2) student’s perception towards SHK2 study benefits is very good according too most of the students (66%), (3) student’s perception towards SHK2 study implications is very good according too most of the students (76%), and (4) student’s perception towards sanitation, hygiene, and safety subjects studies is very good according too most of the students (68%). Based on this research, there is a suggestion for the school to give special lesson to students regarding sanitation, hygiene, and work safety. For the teachers to make the learning process interesting, thus it can improve students motivation to apply sanitation, hygiene, and work safety. For students to be more capable of applying them in their productive learning subject. And for the next researchers to focus more on students sanitation, hygiene, and work safety behaviour in food processing practice
Pengaruh PenambahanPegagan (Centela asiatica (L.) Urban) Terhadap Daya Terima dan Mutu Kerupuk
ABSTRACT Nur, Adelianda Auliani Kamaruddin. 2016. Pengaruh Penambahan Pegagan(Centela asiatica (L.) Urban) Terhadap Daya Terima dan MutuKerupuk. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dra. Mazarina Devi,M.Si. (II) Laili Hidayati, S.Pd. M.Si.Kata Kunci: pegagan, kerupuk pegagan, asam asiatik, mutu kerupuk, penerimaanPegagan merupakan tanaman yang mengandung senyawa-senyawa yangbaik untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik (warna,daya kembang, daya patah), tingkat kesukaan (rasa, warna, dan kerenyahan), mutuhedonik (rasa dan kerenyahan) dan sifat kimia (protein, lemak, kadar air, kadarabu, serat kasar, asam asiatik) kerupuk pegagan dengan penambahan pegagan10%, 20% dan 30%, serta mengetahui formula terbaik kerupuk pegagan.Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen menggunakanRancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan. Data hasil analisis diuji secarastatistik menggunakan uji ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan’s. Perlakuanterbaik ditentukan menggunakan metode indeks efektivitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kimia yang terdapat padapegagan yaitu protein 4,05%, lemak 0,35%, air 85,46%, abu 6,064%, serat kasar8,89%, asam asiatik 63,7% (mg/100g). Perbedaan formulasi kerupuk pegaganberpengaruh terhadap sifat fisik (warna, daya kembang dan daya patah), ujikesukaan, uji mutu hedonik, dan sifat kimia (protein, lemak, kadar air, kadar abu,serat kasar, asam asiatik). Formula terbaik yang diperoleh yaitu kerupuk pegagandengan penambahan pegagan 10%. Sifat fisik warna yang diperoleh yaitu warnatingkat kecerahan (L) 66,110, warna tingkat kemerahan (a+) +4,605, warnatingkat kekuningan (b+) +60,085, daya kembang 558,856, daya patah 0,02355.Tingkat Kesukaan rasa sebesar 3,83, tingkat kesukaan warna sebesar 3,57, tingkatkesukaan kerenyahan sebesar 4. Mutu hedonik rasa sebesar 4,29, mutu hedonikkerenyahan sebesar 4,19. Sifat kimia yang diperoleh yaitu protein 6,07%, lemak0,5%, kadar air 9,04%, kadar abu 2,35%, serat kasar 1,34%, asam asiatik 0,42 (mg/ 100 g)
Pengaruh PenambahanPegagan (Centela asiatica (L.) Urban) Terhadap Daya Terima dan Mutu Kerupuk
ABSTRACT Nur, Adelianda Auliani Kamaruddin. 2016. Pengaruh Penambahan Pegagan(Centela asiatica (L.) Urban) Terhadap Daya Terima dan MutuKerupuk. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dra. Mazarina Devi,M.Si. (II) Laili Hidayati, S.Pd. M.Si.Kata Kunci: pegagan, kerupuk pegagan, asam asiatik, mutu kerupuk, penerimaanPegagan merupakan tanaman yang mengandung senyawa-senyawa yangbaik untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik (warna,daya kembang, daya patah), tingkat kesukaan (rasa, warna, dan kerenyahan), mutuhedonik (rasa dan kerenyahan) dan sifat kimia (protein, lemak, kadar air, kadarabu, serat kasar, asam asiatik) kerupuk pegagan dengan penambahan pegagan10%, 20% dan 30%, serta mengetahui formula terbaik kerupuk pegagan.Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen menggunakanRancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan. Data hasil analisis diuji secarastatistik menggunakan uji ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan’s. Perlakuanterbaik ditentukan menggunakan metode indeks efektivitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kimia yang terdapat padapegagan yaitu protein 4,05%, lemak 0,35%, air 85,46%, abu 6,064%, serat kasar8,89%, asam asiatik 63,7% (mg/100g). Perbedaan formulasi kerupuk pegaganberpengaruh terhadap sifat fisik (warna, daya kembang dan daya patah), ujikesukaan, uji mutu hedonik, dan sifat kimia (protein, lemak, kadar air, kadar abu,serat kasar, asam asiatik). Formula terbaik yang diperoleh yaitu kerupuk pegagandengan penambahan pegagan 10%. Sifat fisik warna yang diperoleh yaitu warnatingkat kecerahan (L) 66,110, warna tingkat kemerahan (a+) +4,605, warnatingkat kekuningan (b+) +60,085, daya kembang 558,856, daya patah 0,02355.Tingkat Kesukaan rasa sebesar 3,83, tingkat kesukaan warna sebesar 3,57, tingkatkesukaan kerenyahan sebesar 4. Mutu hedonik rasa sebesar 4,29, mutu hedonikkerenyahan sebesar 4,19. Sifat kimia yang diperoleh yaitu protein 6,07%, lemak0,5%, kadar air 9,04%, kadar abu 2,35%, serat kasar 1,34%, asam asiatik 0,42 (mg/ 100 g)
Persepsi Dunia Usaha dan Dunia Industri Terhadap Kesiapan Siswa SMKN 2 Boyolangu Tulungagung Program Keahlian Tata Bogadalam Menghadapi Dunia Kerja.
ABSTRAK Salah satu program yang dilaksanakanoleh SMK dalam rangka melatih dan mempersiapkan siswanya untuk menghadapi dunia kerja adalah dengan melalui program. Praktik Kerja Industri (Prakerin). Persepsi dunia usaha dan dunia industri bias dijadikan referensi terhadap pembelajaran disekolah. Oleh karena itu menggunakan penilaian yang lebih mengacu pada standar kompetensi kerja nasional yang dibutuhkan oleh industri, sehingga siswa bias benar-benar dinyatakan siap oleh industri yang ditempati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dunia usaha dan dunia industry terhadap kesiapan siswa SMK Negeri 2 Boyolangu program keahlian Tata Boga dalam menghadapi dunia kerja ditinjau dari aspek penguasaan kompetensi umum, inti, khusus. Total sampel ada 20 dunia usaha dan dunia industry yang tersebar di beberapa kota yaitu Malang, Tulungagung, Kediri dan Surabaya meliputi: Hotel, Catering, Restoran. Instrumen penelitian berupa angket yang berisi pilihan jawaban yang telah disediakan, pengukuran instrument penelitian dengan skala likert. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Persepsi dunia usaha dan dunia industry terhadap kesiapan siswa SMK Negeri 2 Boyolangu Tulungagung program keahlian tata boga dalam menghadapi dunia kerja diketahui sebagai berikut: (1) persepsi tentang aspek penguasaan kompetensi umum sebagian besar responden (65%) menyatakan siap; (2) persepsi tentang aspek penguasaan kompetensi inti sebagian besar responden (55%) menyatakan siap; (3) persepsi tentang aspek penguasaan kompetensi khusus sebagian responden (45%) menyatakan siap. Menurut dunia usaha dan dunia industry secara keseluruhan (aspek pengusaan kompetensi umum, inti dan khusus) kesiapan kerja siswa SMK Negeri 2 Boyolangu Tulungagung sebagian besar responden (65%) menyatakan siap
EVALUASI MUTU DAN AKTIVASI ANTIOKSIDAN SAUS DARI CAMPURAN DAGING DAN KULIT BUAH NAGA MERAH ( Hylocereus polyrhizus)
ABSTRAK Nurjanah, Eko Binti. 2015. Evaluasi Mutu dan Aktivitas Antioksidan Saus dari Campuran Daging dan Kulit Buah Naga Merah. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr. Ir. SoenarSoekopitojo, M.Si, (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd. Kata Kunci: Daging Buah Naga Merah, Kulit Buah Naga Merah, Saus Sausdibutuhkanuntukberbagaijenismasakan, sebagaibumbudansebagaipelengkaphidangan. Bahan-bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan saus umumnya adalah gula, garam, bawang putih, zat pewarna merah, dan bahan pengental. Buah naga merah berpotensi untuk dibuat menjadi saus, karena daging buah dan kulit buah naga merah mengandung pektin yang berfungsi sebagai bahan pengental tanpa bahan pengental lainnya. Buah naga merah memiliki warna pink keunguan alami, sehingga tidak membutuhkan bahan pewarna tambahan dalam pengolahannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan daging dan kulit buah naga merah terhadap sifat kimia (keasaman dan aktivitas antioksidan), sifat fisik (viskositas dan jumlah padatan terlarut), sifat mutu hedonik (rasa, warna dan aroma) dan sifat hedonik (warna, tekstur, rasa dan aroma) saus buah naga merah. Penelitianinimerupakanpenelitianeksperimen.Perbandingan daging dan kulit buah naga merah yang digunakanuntukpenelitianutamamerupakanhasilpenelitianpendahuluan (penelitianeksperimentahap I). Rancangan penelitian iniadalah Rancangan Acak Lengkap (RAL).Perlakuanperbandingan daging dan kulit buah naga merahuntukpenelitianutama (penelitianeksperimentahap II) adalah 20%:80%, 30%:70% dan 40%:60%.Masing-masingperlakuandiulangsebanyakduakalidan dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan daging dan kulit buah naga merah20%:80%, 30%:70% dan 40%:60% berpengaruh terhadap viskositas, jumlah padatan terlarut, aktivitas antioksidan, sifat mutu hedonik rasa, warna, aroma, dan sifat hedonik rasa, aroma dan tekstur saus, namun tidak berpengaruh terhadap sifat hedonik warna
Penerapan Higiene dan Sanitasi dalam Proses Produksi Makanan Rumah Sakit di Nutri Health Catering Madiun
ABSTRAK Zintia, Aulia Chony. 2015. Penerapan Higiene dan Sanitasi dalam Proses Produksi Makanan Rumah Sakit di Nutri Health Catering Madiun. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes, (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd. Kata kunci:Higiene dan Sanitasi, Proses Produksi Makanan, Nutri Health Catering Higiene dan sanitasi merupakan upaya untuk mengendalikan faktor terjadinya kontaminasi terhadap makanan yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat dan peralatan agar makanan aman dikonsumsi. Higiene dan sanitasi selayaknya diterapkan pada proses produksi makanan.Nutri Health Cateringmerupakan salah satu tempat produksi makanan yang melayani khusus untuk makanan rumah sakit dan puskesmasselayaknyamenerapkan higiene dan sanitasi agar makanan yang diproduksi aman untuk dikonsumsi pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan higiene dan sanitasi dalam proses produksi makanan rumah sakit di Nutri Health Catering Madiun ditinjau dari aspek penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, tempat pengolahan makanan, tenaga pengelola makanan, penyimpanan makanan dan pengangkutan makanan. Penelitian ini termasuk penelitian Kuantitatif. Responden terdiri dari 11 tenaga pengelola makanan yaitu 8 tenaga pengelola makanan, 1 ahli gizi dan 2 tenaga pengangkutan makanan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Penerapan higiene dan sanitasi dalam proses produksi makanan rumah sakit di Nutri Health CateringMadiun dinyatakan sebagai berikut: (1) Penyimpanan bahan makanan dalam proses produksi makanan rumah sakit 100% sesuai; (2) Pengolahan makanan dalam proses produksi makanan rumah sakit 100% sangat sesuai; (3) Tempat pengolahan makanan dalam proses produksi makanan rumah sakit 100% sangat sesuai; (4) Tenaga pengelola makanan dalam proses produksi makanan rumah sakit 91% baik dan 9% cukup baik; (5) Penyajian makanan dalam proses produksi makanan rumah sakit 100% sangat sesuai; (6) Pengangkutan makanan dalam proses produksi makanan rumah sakit 100% sesuai
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) pada Mata Pelajaran Boga Dasar di SMK Kartika IV-1 Malang
ABSTRAK Roshanti, Estika Mego. 2015. Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) pada Mata Pelajaran Boga Dasar di SMK Kartika IV-1 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes. (2) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M. Pd. Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP), Boga Dasar, SMK Kartika IV-1 Malang Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) di SMK Kartika IV-1 Malang diterapkan pada mata pelajaran boga dasar. Model Pembelajaran Berbasis Proyek menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: mengidentifikasi masalah; membuat desain dan jadwal pelaksanaan proyek; melaksanakan penelitian; menyusun draf/prototipe produk; mengukur, menilai, dan memperbaiki produk; finalisasi dan publikasi produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) pada mata pelajaran boga dasar ditinjau dari aspek persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Responden terdiri dari siswa kelas X jasa boga dan guru matapelajaran boga dasar. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) pada mata- pelajaran boga dasar di SMK Kartika IV-1 Malang dinyatakan sebagai berikut: (1) Persiapan guru dalam menerapkan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) 100 % sesuai; (2) Pelaksanaan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) 100 % sesuai; (3) Evaluasi hasil belajar siswa dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) 100 % sesuai. Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) pada mata pelajaran boga dasar secara keseluruhan (aspek persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi) 100 % sesuai. ABSTRACT Roshanti, Estika Mego. 2015. The Implementation of the Project Based Learning Model (MPBP) on Basic Culinary Course in SMK Kartika IV-1 Malang. Mini Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, State University of Malang. Supervisors: (1) Dra. Nunung Nurjanah, M. Kes. (2) Lismi Animatul Chisbiyah, S. Pd., M. Pd. Keywords: Project Based Learning Model, Basic Culinary, SMK Kartika IV-1 Malang Poject Based Learning Model (MPBP) in SMK Kartika IV-1 Malang applied to the basic culinary course. Project based learning model use the following steps: identification complication; create a desaign and implementation project schedule; implement research; compose drafts/prototype product; measure, value, and improve product; finalization and publication product. Research purposes for know implementation project based learning model in basic culinary course review fron the preparation aspect, implementation, and evaluation. This research includes quantitative through. Respondent consicts of grade X culinary service. Engineering data collected use observation, interview, and documentation. Data ananlysis used in this research is descriptive. The implementation project based learning model on basic culinary course in SMK Kartika IV-1 Malang expressed as follows: (1) preparation of teachers in apply project based learning model appropriate 100% (2) implementation project based learning model appropriate 100% (3) evaluation student learning outcomes used project based learning model appropriate 100%. Implementation project based learning model on basic culinary course overall (preparation aspect, implementation, and evaluation) appropriate 100%
KAJIAN KANDUNGAN KOMPONEN NUTRISI PADA KERUPUK YANG DISUBSTITUSI BUAH PARE (Momordica charantiaL.) SERTA UJI MUTU ORGANOLEPTIKNYA
ABSTRAK Oktavira, Rizki. 2014. Kajian Kandungan Komponen Nutrisi Pada Kerupuk Yang Disubstitusi Buah Pare (Momordica charantia L) Serta Uji Mutu Organoleptiknya. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Mazarina Devi, M.Si (2) Ir. Ummi Rohajatien, M. P. Kata kunci : Buah pare, kerupuk pare Buah pare merupakan sayuran buah, tanaman ini mempunyai daun yang berbentuk menjari dengan bunga yang berwarna kuning dan memiliki rasa yang pahit. Kerupuk adalah makanan ringan yang dibuat dari adonan tepung tapioka dicampur dengan bahan tambahan perasa yang banyak digemari mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Masalah yang dihadapi adalah belum diketahui kandungan atau nutrisi karbohidrat, protein, lemak , mineral, abu, dan total karothen pada buah pare. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui kandungan nutrisi setelah diolah menjadi kerupuk buah pare. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan formulasi kerupuk substitusi buah pare yang dapat diterima oleh panelis, mengukur kandungan nutrisi kerupuk buah pare. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode pengolahan blansir dan non blansir dengan proses pengeringan matahari. Uji yang dilakukan pada penelitian tahap I meliputi uji kimia (karbohidrat, protein, lemak, mineral, abu, dan total karothen) dan uji mutu hedonik (warna, rasa, tekstur, kerenyahan). Data dianalisis menggunakan ANOVA dengan uji Duncan (UJD) atau DMRT yang kemudian dilanjutkan dengan Spider Web untuk melihat kerupuk buah pare yang dapat diterima oleh konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisa diagram spiderweb diketahui bahwa substitusi dengan metode non blansir menghasilkan warna, kerenyahan, tekstur, dan rasa kerupuk buah pare yang paling disukai. Kandungan gizi kerupuk buah pare dengan substitusi 10% yaitu karbohidrat sebesar 84,26%,air sebesar 13,06%, abu sebesar 1,60%, protein sebesar 1,08%, total karoten 0,0078mg/g, lemak sebesar 0%