Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    359 research outputs found

    Pengaruh Rasio Rimpang Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) dan Jahe Terhadap Kapasitas Antioksidan, Karbohidrat, dan Serat Kasar Pada Minuman Fungsional Wedang Teki

    No full text
    ABSTRAK   Islami, A. 2018. Pengaruh Rasio Rimpang Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) dan Jahe Terhadap Kapasitas Antioksidan, Karbohidrat, dan Serat Kasar Pada Minuman Fungsional Wedang Teki. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si. (II) Ir. Dr. Soenar Soekopitojo, M.Si.   Kata Kunci : rimpang rumput teki (Cyperus rotundus L.), kapasitas antioksidan, karbohidrat , dan serat kasar. Rimpang rumput teki merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat untuk obat dan sering digunakan untuk pengobatan tradisional. Rimpang rumput teki mengandung  komponen bioaktif seperti alkaloid, sineol, pinen, siperon, rotunol, siperenon, tanin, siperol serta flavonoid. Sejumlah aktivitas farmakologi dan biologi menggunakan umbi rumput teki sebagai anti-candida, antiinflamasi, antidiabetes, antidiarrhoeal, sitoprotektif, antimutagenik, antimikroba, antibakteri, antioksidan, sitotoksik dan apoptosis, kegiatan analgesik dan anti-piretik Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kapasitas antioksidan, kadar karbohidrat, kadar serat kasar pada rimpang rumput teki, dan menganalisis pengaruh rasio rimpang rumput teki dan jahe terhadap kapasitas antioksidan, kadar karbohidrat, dan kadr serat kasar pada wedang teki. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga rasio antara rimpang rumput teki dan jahe 70:30%, 60:40% dan 50:50% dengan dua kali pengulangan. Analisis yang dilakukan meliputi kapasitas antioksidan, kadar karbohidrat, dan kadar serat kasar. Data analisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Jika terdapat perbedaan antar pelakuan, maka dilanjutkan dengan Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio rimpan rumput teki dan jahe berpengaruh terhadap kapasitas antioksidan, kandungakarbohidrat, dan kandungan serat.  Kapasitas antioksidan rimpang rumput teki sebesar 35,539 ppm, kandungan karbohidrat rimpang rumput teki sebesar 19,363%, dan kandungan serat kasar rimpang rumput teki sebesar 68,292%. Hasil penelitian uji kimia wedang teki menunjukkan bahwa kapasitas antioksidan wedang teki tertinggi sebesar 94,383 ppm diperoleh dari wedang teki dengan rasio rimpang teki dan jahe 70% : 30%, kadar karbohidrat tertinggi sebesar 21,0045% diperoleh dari wedang teki dengan rasio rimpang teki dan jahe 70% : 30%, dan kadar serat kasar tertinggi sebesar 0,365% diperoleh dari wedang teki dengan rasio rimpang teki dan jahe 70% : 30%

    Persepsi Siswa SMK Tata Boga di Kota Malang Terhadap Penerapan Higiene dan Sanitasi pada Industri Jasa Boga

    No full text
    ABSTRAK   Higiene dan sanitasi makanan adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat, dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan. Higiene dan sanitasi makanan adalah salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dan diterapkan dalam proses produksi pada setiap industri jasa boga. Penerapan higiene dan sanitasi yang baik juga dipengaruhi oleh SDM yang berkualitas. Prinsip higiene dan sanitasi makanan merupakan hal yang mutlak harus dilakukan oleh setiap industri jasa boga. Namun kenyataan dalam praktiknya masih  ada kasus keracunan makanan yang terjadi. Mengantisipasi hal tersebut, maka perlu adanya pengukuran tentang penerapan higiene dan sanitasi pada industri jasa boga. Faktor yang terkait dengan penerapan higiene dan sanitasi tersebut dapat dilihat dari beberapa prinsip higiene dan sanitasi yang dilakukan oleh industri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat penerapan higiene dan sanitasi pada industri jasa boga melalui sumber data berupa persepsi siswa SMK tata boga di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan metode yang digunakan yaitu cross sectional study. Data tentang penerapan higiene dan sanitasi pada industri jasa boga diperoleh dari siswa SMK melalui teknik pengambilan data kuesioner dan dokumentasi. Hasil data penelitian penerapan higiene dan sanitasi pada industri jasa boga di analisis menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa SMK tata boga di Kota Malang terhadap penerapan higiene dan sanitasi pada industri jasa boga secara umum sudah sangat baik (4,60). Pemilihan bahan yang dilakukan industri sudah sangat baik (4,73), sesuai dengan jenis bahan yang dipilih. Penyimpanan bahan dilakukan dengan sangat baik (4,35), dengan menyesuaikan jenis, tempat dan suhu makanan. Pengolahan dilakukan dengan sangat baik (4,69), dimulai dari proses pencucian, pemotongan, dan teknik pengolahannya. Penyimpanan makanan matang dilakukan dengan sangat baik (4,51), dengan memperhatikan tempat penyimpanan dan wadah yang digunakan. Pengangkutan Makanan dilakukan dengan sangat baik (4,42), dengan memperhatikan kondisi dan wadah pengangkutan. Penyajian makanan dilakukan dengan sangat baik (4,71), dengan memperhatikan jenis makanan, alat dan tempat penyajian

    Pengaruh Penambahan Sari Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Terhadap Sifat Kimia, Fisik dan Organoleptik Velva Pisang Awak (Musa paradisiaca var. awak)

    No full text
    RINGKASAN   Ermawati, Dwi Ajeng. 2018. Pengaruh Penambahan Sari Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Terhadap Sifat Kimia, FisikdanOrganoleptikVelva Pisang Awak (Musa paradisiaca var. awak). Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Ir. Budi Wibowotomo, M.Si., Ph.D. (II) Ir. Issutarti, M.P.   Kata Kunci:PewarnaAlami,Buah Naga Merah,PisangAwak, Sari Buah, SifatKimia,SifatFisik, SifatOrganoleptik Pisang awak adalah salah satu jenis pisang lokal di Blitar yang memiliki gizi yang tinggi, melimpah dan murah, sehingga perlu dilakukan pengolahan, salah satunya velva. Velva merupakan makanan beku sejenis es krim yang terbuat dari bubur buah, gula, asam sitrat dan bahan penstabil.Pada pembuatan velva ditambahakan pewarna alami sari buah naga merah, sehingga memiliki kelebihan dalam segi warna dan gizi. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan dua pengulangan. Perlakuan velva pisangawakyang dilakukan menggunakan konsentrasi sari buah naga merah 0,08%, 0,09%, dan 0,1%. Data hasil analisis diuji secara statistik menggunakan uji ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Parameter pengamatan velva meliputi kapsitas antioksidan, sera tpangan, overrun, kecepatan leleh, mutu hedonik dan sifat hedonik. Hasil analisis menunjukan konsentrasi sari buah naga merah berpengaruh nyata terhadap sifat kimia (kapasitas antioksidan dan serat pangan), sifat fisik (overrun dan kecepatan leleh), mutu hedonik (rasa, warna, tekstur) dan sifat hedonik (rasa, warna, tekstur). Sedangkan sifat dan mutu hedonik terhadap aroma tidak berpengaruh nyata.Sifat kimia velva pisang awak penambahan sari buah naga merah dengan konsentrasi sari buah naga merah 0,1% menghasilkan kapasit asantioksidan tertinggi dengan nilai IC50 83,1 ppm, serat pangan larut tertinggi 23,28%, serat pangan tidak larut tertinggi 2,86%  dan serat pangan total tertinggi 26,14 %.Sifat fisik velva pisang awak penambahan sari buah naga merah dengan konsentrasi sari buah naga merah 0,1% menghasilkan overrun terendah sebesar 18,50%, kecepatan leleh tertinggi sebesar 20,51 menit/ 10 g, tingkat warna kecerahan (L) terendah sebesar48,56, tingkat kemerahan  (a) tertinggi sebesar39,20 dan tingkat kekuningan (b) terendah sebesar 16,35.Mutu hedonik velva pisang awak penambahan sari buah naga merah dengan konsentrasi sari buah naga merah 0,1% menghasilkan rasa dengan skor terendah 3,14 (cukup manis–agak manis), warna dengan skor tertinggi 4,04 (merah muda keunguan–ungu) dan tekstur dengan skor tertinggi 4,27 (agak lembut–lembut). Sifat hedonik velva pisang awak penambahan sari buah naga merah dengan konsentrasi sari buah naga merah 0,1% menghasilkan rasa dengan skor terendah 3,09 (biasa saja–agak suka) dan tekstur dengan skor tertinggi 4,31 (agak suka–suka). Sifat hedonik warna pada konsentrasi sari buah naga merah 0,09%  menghasilkan warna dengan skor 4,26 (agak suka–suka)

    Pengembangan Modul Pengayaan Pengolahan dan Penyajian Makanan Indonesia Kuliner Etnis Tengger pada Kelas XII Jasa Boga

    No full text
    ABSTRAK   Wahyuni, Eka. 2017. Pengembangan Modul Pengayaan Pengolahan dan Penyajian Makanan Indonesia Kuliner Etnis Tengger pada Kelas XII Jasa Boga. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P., (II) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes,   Kata Kunci: pengembangan modul, kuliner etnis tengger, mata pelajaran pengolahan dan penyajian makanan Indonesia   Kurikulum 2013 menganut sistem pembelajaran tuntas dan sistem pembelajaran yang melayani perbedaan individual siswa. Dalam kurikulum 2013 terdapat kegiatan pengayaan yang merupakan kegiatan pemberian pendalaman atau tambahan pengalaman terhadap siswa yang terindikasi melampaui ketuntasan belajar yang ditentukan oleh kurikulum. Pengembangan modul pengayaan pengolahan dan penyajian makanan Indonesia ini adalah mengenai kuliner etnis Tengger. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Sugiyono yang terdiri dari 9 tahapan, yaitu: (1) Potensi dan masalah, (2) Pengumpulan data (3) Desain produk, (4) Validasi desain (5) Revisi produk I (6) Uji coba produk (7) Revisi produk II (8) Uji coba pemakaian, dan (9) Revisi produk III. Data uji coba dan uji pemakaian menggunakan data kuantitatif dalam bentuk angket yang dihitung dari perolehan skor menggunakan persentase, dan penilaian kualitatif berupa saran dan komentar dari responden. Hasil Validasi ahli materi (pemangku adat etnis Tengger Wilayah barat) dinyatakan layak dengan persentase 100% dengan saran memperbaiki isi materi. Hasil validasi ahli materi (Dosen) dinyatakan layak dengan persentase 83,93% dengan saran memperbaiki isi materi. Hasil validasi ahli materi (Guru) dinyatakan layak dengan presentase 89,29% dengan saran memperbaiki isi materi. Hasil penilaian ahli media dinyatakan layak dengan presentase 95% dengan saran perbaikan cover modul. Hasil validasi ahli bahasa dinyatakan layak dengan persentase 95,83% dengan saran perbaikan penggunaan tata bahasa. Hasil uji coba produk dinyatakan layak dengan presentase 92,50% dengan saran perbaikan pada ukuran gambar modul. Hasil uji coba pemakaian dinyatakakan layak dengan persentase 92,88% tanpa ada saran perbaikan produk. Kesimpulan pada pengembangan modul pengayaan ini adalah modul pengayaan telah memenuhi syarat untuk digunakan ditinjau dari kebenaran materi, kesesuaian materi, kemudahan penggunaan media, dan kesesuaian tata tulis dan tata bahasa

    pengaruh penambahan serbuk daun pegagan (centella asiatica l.) dengan persentase yang berbeda pada mutu sus kering

    No full text
    ABSTRAK    Sunyoto, R.S. 2017 Pengaruh Penambahan Serbuk Daun Pegagan (Centella a siatica L.) dengan Persentase yang Berbeda pada Mutu Sus Kering. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Dra. Mazarina Devi, M.Si., (II) Laili Hidayati, S.Pd. M.Si   Kata Kunci: sus kering, daun pegagan, asiatikosida, antioksidan, sifat fisik, organoletik    Daun pegagan merupakan tanaman liar yang dapat dimanfaatkan sebagai obat dengan memanfaatkan kandungan senyawa asiatikoksida  dan senyawa aktif triterpenoid saponin sebagai kapasitas antioksidan. Sehingga dapat dimanfaatkan daunnya, maka daun pegagan dapat dijadikan sebagai olahan sus kering serbuk daun pegagan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk daun pegagan dengan persentase berbeda terhadap asam asiatik, kapasitas antioksidan, daya patah, mutu hedonik dan sifat hedonik sus kering serbuk daun pegagan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan adalah penambahan serbuk daun pegagan (2%, 3%, dan 4%) dengan dua kali pengulangan persentase yang berbeda. Analisis data menggunakan ANOVA dengan uji lanjut DMRT. Metode yang digunakan untuk analisis kimia asam asiatik menggunakan HPLC, kapasitas antioksidan menggunakan DPPH. Analisis fisik daya patah menggunakan Rockwell hardnesstester, uji organoleptik yaitu mutu hedonik (rasa dan tekstur) dan uji hedonik (warna, rasa dan tekstur). Hasil penelitian sus kering serbuk daun pegagan menunjukkan bahwa persentase penambahan serbuk daun pegagan berpengaruh terhadap sifat kimia asam asiatik dan aktivitas antioksidan, sifat fisik daya patah, mutu hedonik warna, sifat hedonik warna, aroma, dan tekstur, tetapi tidak berpengaruh terhadap mutu hedonik tekstur. Kandungan asam asiatik tertinggi didapat dari penambahan persentase 4% (1,427), aktivitas antioksidan tertinggi dengan persentase 4% nilai IC50 sebesar 169,991 ppm, sifat fisik daya patah tertinggi dengan persentase 4% sebesar 0,008, mutu hedonik rasa dan tekstur tertinggi adalah sebesar 2% yaitu sus kering serbuk daun pegagan dengan rasa yang gurih dan bertekstur renyah, sifat hedonik yang paling disukai adalah sus kering serbuk daun pegagan sebesar 2% dengan nilai warna 3,94 (suka), rasa 3,83 (suka), dan tekstur 4,04 (suka)

    Analisis Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Tortilla Chips dengan Penambahan Ekstrak Protein Ikan Teri Nasi (Stolephorus spp.)

    No full text
    ABSTRAK   Wicaksono, Fajar. 2013. Analisis Gerak Extremitas Superior dan Inferior Terhadap Passing Bawah Bolavoli Di Ekstrakurikuler SMA Negeri I Bululawang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Saichudin, M. Kes, (II) Dr. Slamet Raharjo, M.Or.   Kata Kunci: analisis, teknik, passing bawah, extremitas superior dan inferior   Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimanakah  analisis gerak keterampilan passing bawah dalam permainan bolavoli pada gerak extremitas superior dan inferion peserta ekstrakurikuler SMAN 1 Bululawang. Penelitian ini merupakan penelitian model penelitian kuantitatif kualitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah 12 peserta ekstrakurikuler bolavoli SMAN 1 Bululawang tahun 2017. Adapun sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah analisis kinematik 3D. Teknik analisis data menggunakan sistem analisis perangkat lunak dartfish prosuite 7. Hasil penelitian tentang kinerja gerak teknik passing bawah menunjukkan bahwa: (1) sudut kaki, sebagian besar sampel belum menunjukkan pergerakan yang efektif dan efisien memanfaatkan posisi lutut sedikit sebagai sikap persiapan berguna untuk mempermudah perpindahan pergerakan saat datangnya bola, (2) sudut lengan (elbow), masih ada 5 yang secara gerak keseluruhan saat melakukan passing bawah pada fase pelaksanaan masih terlalu terburu-buru untuk menerima bola sehingga perkenaan bola terlalu tinggi yang pada akhirnya pemantulan bola terlalu tinggi dan tidak bisa jatuh tepat pada target (3) sudut kecondongan badan secara keseluluhan masih banyak sampel yang sudut kecondongan badan tidak sesuai dengan teknik passing bawah dimana sudut kecondongan berguna untuk mangatur keseimbangan badan. Gerakan passing bawah merupakan koordinasi bagian anggota gerak atas yang terdiri dari clavicula, scapula, humerus, ulna, carpal, metacarpal, dan phalanx. Sedangkan bagian anggota gerak bawah yang terlibat terdiri dari pelvis, femur, tibia, fibula, tarsal, metatarsal, dan tulang-tulang phalangs. Sehingga kedua bagian anggota gerak tersebut memerlukan koordinasi yang baik untuk bisa melakukan passing bawah dengan benar. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut, sudut kecondongan badan yang hampir mendekati 45° belum tentu menghasilkan bola yang jatuh sesuai target serta perlunya sinkronisasi dalam passing antara gerak extremitas inferior yakni sudut kaki yang dibentuk, dengan extremitas superior yakni pada sudut lengan dan kecondongan badan agar passing bawah dapat terkontrol dengan baik

    Uji Kimia dan Organoleptik Kue Kuping Gajah Tepung Biji Nangka dengan Rasio Berbeda

    No full text
    ABSTRAK   Dyanta, R., 2018. Uji Kimia dan Organoleptik Kue Kuping Gajah Tepung Biji Nangka dengan Rasio Berbeda. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si.. (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd.        Kata Kunci: Tepung Biji Nangka, Kue Kuping Gajah Tepung dari biji nangka memiliki serat yang lebih kasar daripada terigu, namun  tepung biji nangka dapat diolah  menjadi beraneka ragam makanan seperti mie, roti dan kue. Tepung biji nangka merupakan tepung yang dihasilkan dari biji nangka yang dikeringkan dan dihaluskan .Pemanfaatan tepung biji nangka ini digunakan untuk pembuatan berbagai jenis pangan dalam rangka penganekaragaman penyediaan makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio tepung biji nangka terhadap kandungan protein dan serat kue kuping gajah, serta mutu hedonik dan  tingkat  kesukaan. rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali pengulangan. Data analisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Jika terdapat perbedaan antar pelakuan, maka dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh rasio tepung biji nangka terhadap kadar protein dan kadar serat pada kue kuping gajah tepung biji nangka disebabkan oleh kandungan protein tepung biji nangka yang tinggi. Proses pengolahan juga menyebabkan turunnya kadar serat kasar pada bahan. Ada pengaruh rasio tepung biji nangka terhadap warna kue kuping gajah disebabkan karena semakin banyak penambahan tepung biji nangka membuat mutu warna kue kuping gajah semakin coklat. Semakin banyak penambahan tepung biji nangka membuat mutu rasa kue kuping gajah semakin tidak manis. Ada pengaruh rasio tepung biji nangka terhadap mutu hedonik warna, rasa, dan tekstur pada kue kuping gajah tepung biji nangka. Ada pengaruh rasio tepung biji nangka terhadap tingkat kesukaan warna, rasa, dan tekstur kue kuping gajah tepung biji nangka

    Pengaruh Penambahan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Sifat Organoleptik dan Kapasitas Antioksidan Minuman Fungsional Daun Kersen (Muntingia calabura L.)

    No full text
    ABSTRAK   Lestari, Amalia Dwi. 2018. Pengaruh Penambahan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Sifat Organoleptik dan Kapasitas Antioksidan Minuman Fungsional Daun Kersen (Muntigia calabura L.). Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Mazarina Devi, M. Si. (II) Ir. Budi Wibowotomo, M. Si., Ph.D.   Kata Kunci: belimbing wuluh, minuman fungsional, organoleptik, kapasitas antioksidan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai persentase belimbing wuluh (70%, 80%, 90%) terhadap sifat organoleptik, kapasitas antioksidan, flavonoid, tanin, pH, dan sifat fisik (warna) minuman fungsional daun kersen dengan melibatkan penambahan belimbing wuluh 0% sebagai kontrol. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua kali pengulangan. Analisis kapasitas antioksidan menggunakan metode DPPH, kandungan flavonoid dan tanin menggunakan metode Spektrofotometri, pH menggunakan pH meter, dan sifat fisik (warna) menggunakan colour reader. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil analisis menunjukkan penambahan belimbing wuluh berpengaruh terhadap rasa, kapasitas antioksidan, kandungan flavonoid, tanin, pH, dan warna  minuman fungsional daun kersen terhadap kontrol. Formula minuman yang sangat lebih baik dari kontrol diperoleh minuman fungsional daun kersen dengan penambahan belimbing wuluh 80%. Antioksidan terkuat dan kandungan flavonoid tertinggi diperoleh minuman fungsional dengan penambahan belimbing wuluh 90%. Kandungan tanin terendah diperoleh minuman dengan penambahan belimbing wuluh 0%. Kandungan pH terendah diperoleh minuman fungsional dengan penambahan belimbing wuluh 90%. Minuman fungsional dengan tingkat kecerahan tertinggi, kemerahan terendah, dan kekuningan tertinggi diperoleh minuman dengan persentase penambahan belimbing wuluh 90%. Penambahan belimbing wuluh menghasilkan minuman fungsional daun kersen yang lebih optimal dari kontrol

    Analisis Mutu Kimia, Fisik dan Organoleptik Selai Lembaran dengan RasioApelRome Beauty(Mallussylvestris(L.) Mill-Rome beauty)dan Murbei(Morusalba L.)yang Berbeda

    No full text
    ABSTRAK Selai lembaran merupakan modifikasi selai berbentuk lembaran yang kompak, plastis, dan tidak lengket di kemasan. Pembuatan selai lembaran memanfaatkan buah apel rome beauty kualitas afkir dikarenakan jumlahnya yang melimpah dan dijual dengan harga murah bahkan banyak yang terbuang percuma. Pembuatan selai lembaran apel rome beauty menghasilkan warna yang kurang menarik yaitu kuning pucat. Berdasarkan hal tersebut kombinasi dengan buah murbei yang mengandung pigmen antosianin diharapkan dapat memperbaiki warna yang dihasilkan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen menggunakan RAL, dengan perlakuan rasio apel rome beauty dan murbei yang terdiri dari tiga taraf perlakuan yaitu 80:20; 70:30; 60:40. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak dua kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan jika terdapat perbedaan dilanjutkan uji DMRT. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu kapasitas antioksidan, sifat fisik tekstur, sifat fisik warna, dan tingkat kesukaan (sifat hedonik warna, rasa, aroma, tekstur) selai lembaran apel rome beauty dan murbei. Hasil analisis mutu kimia, sifat fisik, dan tingkat kesukaan selai lembaran menunjukkan bahwa berbeda nyata pada setiap perlakuan. Selai lembaran apel rome beauty dan murbei 60:40 menghasilkan kapasitas antioksidan yang kuat yaitu 91,700 ppm. Sifat fisik tekstur tidak berbeda nyata dengan rentang nilai berkisar 0,473MPa sampai 0,502 MPa. Kecerahan warna (L) tertinggi diperoleh dari rasio 80:20 dengan nilai 38,16. warna merah (a+) tertinggi diperoleh dari rasio 80: 20 dengan nilai 75,34, warna biru (b-) tertinggi diperoleh dari rasio 80:20 dengan nilai 65,46. Tingkat kesukaan warna berbeda nyata dengan skor tertinggi rasio 80:20 dengan nilai 4,757. Tingkat kesukaan rasa tidak berbeda nyata dengan rentang nilai berkisar 3,814 sampai 4,086. Tingkat kesukaan aroma tertinggi diperoleh rasio 80:20 dengan nilai 3,886. Tingkat kesukaan tekstur tidak berbeda nyata dengan rentang nilai berkisar 3,771 sampai 4,057. Formula selai lembaran yang paling disukai diperoleh dari rasio 80:20

    Analisis Pengaruh Kualitas Produk dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Pada Produk Hisana Fried Chicken di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen Hisana fried chicken, mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian dan mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini merupakan penelitian kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Hisana fried chicken di Kota Malang. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin, sehingga didapatkan sampel sebanyak 259 sampel. Sampel tersebut diproporsikan pada 12 outlet Hisana fried chicken di Kota Malang. Alat pengumpulan data primer menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan uji reabilitas. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan uji asumsi klasik dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas konsumen Hisana fried chicken berjenis kelamin perempuan dan berusia 20-30 tahun. Sebanyak 32,4% berstatus pelajar/mahasiswa. Sebagian besar konsumen Hisana fried chicken lebih dari 3 kali membeli produk hisana. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda diperoleh persamaan regresi berganda Y = 0.660 + 0.653 X1 + 0.322 X2 + e. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda diperoleh keterangan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, hal ini terbukti dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (si

    0

    full texts

    359

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇