Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
359 research outputs found
Sort by
Pengaruh Lama Blanching Terhadap Karakteristik Fisiko-Kimia dan Sensorik Jus “Mbah Ketel” (Kecambah Kedelai dan Wortel)
Wortel dan kecambah kedelai merupakan pangan fungsional yang lebih sering dikonsumsi sebagai sayuran. Salah satu cara lain mengambil manfaat dari wortel dan kecambah kedelai adalah dengan mengolahnya menjadi jus. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh lama blanching erhadapkadar β-karoten, vitamin E aktivitas antioksidan, viskositas, rentang warna, tingkat kesukaan panelis terhadap rasa, warna dan aroma jus Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap.Data penelitian berasal dari pengukuran yang dilakukan di laboratorium.Pengumpulan data karakteristik fisiko kimia jus dilakukan dengan metode spektrofotometri sedangkan tingkat kesukaan dilakukan dengan uji organoleptik oleh 70 panelis.Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik One Way Anova Hasil penelitian menunjukkan waktu/lama blanching memberikan pengaruh yang signifikan terhadap karaketristik fisiko-kimia dan tingkat kesukaan jus “Mbah Ketel” (Kecambah Kedelai dan Wortel). Kadar β-karoten tertinggi dimiliki oleh jus tanpa perlakuan blanching sebesar 134,49 µg. Kadar Vitamin E tertinggi dimiliki oleh jus tanpa perlakuan blanching 1,075 µg. Aktivitas antioksidan tertinggi dimiliki oleh jus tanpa perlakuan blanching dengan persentase 29,30% dan nilai ic50 sebesar 194,630. Viskositas tertinggi dimiliki oleh jus dengan lama blanching 10 menit sebesar 19,71 cps dan peningkatan waktu blanching memudarkan warna jingga jus “Mbah Ketel”. Kearah kuning. Tingkat kesukaan panelis yang dihasilkan terhadap aroma nilai rerata tertinggi dihasilkan oleh perlakuan lama blanching 10 menit (3,8). Tingkat kesukaan panelis yang dihasilkan terhadap rasa nilai rerata tertinggi dihasilkan oleh perlakuan lama blanching 10 menit( 4,16). Tingkat kesukaan panelis yang dihasilkan terhadap warna nilai rerata tertinggi dihasilkan oleh perlakuan lama blanching 10 menit( 3,96). Perlakuan lama blanching 5 menit merupakan produk terbaik jus kecambah kedelai dan wortel
Formulasi Fish Loaf Bandeng (Chanos chanos) dengan Perbandingan Tepung Maizena dan Susu Skim yang Berbeda
ABSTRAK Wahyuni, Y. 2015. Formulasi Fish Loaf Bandeng (Chanos chanos) dengan Perbandingan Tepung Maizena dan Susu Skim Yang Berbeda. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Aisyah Larasati, ST., MT., MIM. Ph.D., (II) Ir. Issutarti, M.P. Kata Kunci: Tepung Maizena, Susu Skim, Fish Loaf Bandeng Tepung maizena merupakan sumber karbohidrat yang mengandung amilosa dan amilopektin yang memiliki kemampuan mengikat air sehingga mempengaruhi kestabilan viskositas dan konsentrasi gel terhadap tekstur. Susu skim mengandung protein yang berfungsi sebagai bahan pengikat air terhadap fish loaf bandeng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan tepung maizena dan susu skim untuk menghasilkan fish loaf bandeng. Penggunaan tepung maizena dan susu skim dengan formulasi terbaik diharapkan memiliki mutu organoleptik dan kandungan gizi yang sesuai dengan kisaran Standar Nasional Indonesia (SNI) meat loaf. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perbandingan tepung maizena:susu skim 1:1, 1:2 dan 1:3 dengan dua kali pengulangan. Analisis yang dilakukan meliputi Uji Fisik (Tekstur), Uji kimia (Protein, Lemak, Kadar Abu, Kadar Air dan Karbohidrat), Mutu Organoleptik (Mutu Hedonik dan Uji Hedonik). Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA (Analysis Of Variance), jika terdapat perbedaan antar perlakuan maka dilanjutkan dengan Duncan Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung maizena dan susu skim 1:1, 1:2 dan 1:3 menyebabkan perbedaan yang signifikan terhadap kandungan protein fish loaf bandeng, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kandungan lemak, kadar abu, kadar air dan kandungan karbohidrat fish loaf bandeng. Perbandingan tepung maizena dan susu skim yang berbeda menyebabkan perbedaan yang signifikan terhadap sifat mutu hedonik rasa, warna dan aroma, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap sifat mutu hedonik tekstur. Perbandingan tepung maizena dan susu skim yang berbeda juga tidak menyebabkan perbedaan yang signifikan terhadap hasil sifat hedonik. Formulasi terbaik fish loaf bandeng didapat dari rasio tepung maizena dan susu skim 1:2. Tekstur terbaik diperoleh dari fish loaf bandeng yang menggunakan rasio 1:2 yaitu 21,25 N. Rasio 1:2 memiliki kandungan kimia protein sebesar 19,88%, karbohidrat sebesar 6,88%, lemak sebesar 7,66%, kadar air sebesar 62,79% dan kadar abu sebesar 2,79%. Secara keseluruhan kandungan kimia fish loaf bandeng sudah mendekati kisaran Standar Nasional Indonesia (SNI) meat loaf.
PERSEPSI GURU PAMONG TERHADAP PELAKSANAAN PPL II MAHASISWA PRODI S1 PENDIDIKAN TATA BOGA DI SMK TATA BOGA SE-MALANG RAYA
ABSTRAK Sunaryo, Nonny Aji. 2015. Persepsi Guru Pamong terhadap Pelaksanaan PPL II Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Tata Boga di SMK Tata Boga Se-MalangRaya.Program Studi S1Pendidikan Tata Boga,Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Dr. RinaRifqie Mariana, M.P.(2) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata kunci: Persepsi Guru Pamong, Pelaksanaan PPL II, Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Tata Boga Praktik Pengalaman Lapangan II (PPL II) merupakan kegiatan praktik pembelajaran di sekolah latihan dengan tujuan agar mahasiswa mendapatkan pengalaman riil/aktual.Pengalaman rill/aktual yang dimaksud terkait dengan perencanaan pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, danpenilaian. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru pamong pada (1)perencanaan pelaksanaan pembelajaran; (2) pelaksanaan pembelajaran; dan (3) penilaian yang dilaksanakan Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Tata Boga. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner jenis tertutup. Objek penelitian menggunakan sampel total karena jumlah populasi kurang dari 100 yaitu Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Tata Boga yang melaksanakan PPL II pada semester genap tahun ajaran 2014/2015sejumlah 61 orang. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif persentase (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan pelaksanaan pembelajaran sebagian besar (77%) mahasiswa dalam klasifikasi baik; (2) Pelaksanaan pembelajaran sebagian besar (80%) mahasiswa dalam klasifikasi baik; dan (3) Penilaian sebagian besar (75%) mahasiswa dalam klasifikasi baik sebesar. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa persepsi guru pamong terhadap pelaksanaan PPL II Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Tata Boga di SMK Tata Boga se-Malang Raya adalah baik. Berdasarkan penelitian saran yang dapat diberikan adalah (1) Bagi jurusan temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi bagi jurusan untuk meningkatkan pembekalan agar pelaksanan PPL II semakin baik; (2) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menemukan variabel-variabel yang lebih variatif sehingga dapat menambah hasil penelitian tentang pelaksanaan PPL II; (3) Bagi mahasiswa diharapkan lebih meningkatkan kemampuan merencanakan pelaksanaan pembelajaran, melaksanaan pembelajaran dan penilaian, dengan cara banyak membaca sehingga memperluas dan memperdalam ilmu yang didapat diperkuliahan
Kajian Mi Basah Substitusi Tepung Jamur Tiram Putih (Pleuretus ostreatus) untuk Menanggulangi Anemia
ABSTRAK Wardany, Rizky Husnia. 2015. Kajian Mi Basah Subtitusi Tepung Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) untuk Menanggulangi Anemia. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Mi Basah, Tepung Jamur Tiram Putih, Anemia Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusitepungjamurtiramputihpada mi basah terhadap sifat fisik (elastisitas dan warna), Sifat kimia meliputi zat besi (Fe) dan serat kasar yang terdapat pada mi basah subtitusi tepung jamur tiram putih, mengetahui hasil hedonik yang meliputi tekstur, warna, rasa, dan aroma mi basah subtitusi tepung jamur tiram putihdanmemperoleh formula yang tepat dengan perbandingan tepung jamur tiram putih 20%, 30%, dan 40%. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Produk mi basah subtitusi tepung jamur tiram putih ini diteliti dengan perbandingan tepung jamur tiram putih sebesar 20%, 30%, dan 40% yang dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Uji fisik warna diuji menggunakan alat colorimeter, sedangkan untuk tekstur (elastisitas) diuji menggunakan alat tensile strength. Pengujian kimia zat besi menggunakan metode AAS (Atomic Absorbtion Spectroscopi) dan untuk serat diuji menggunakan metode Crude fiber, Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) untuk menguji rata-rata lebih dari dua sampel, jikaterdapatperbedaandilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan, tidak adanya pengaruh subtitusi tepung jamur tiram putih terhadap warna, terdapat pengaruh subtitusi tepung jamur tiram putih terhadap tekstur (elastisitas). Terdapat pengaruh subtitusi tepung jamur tiram putih terhadap zat besi (Fe) dan serat. Kandungan zat besi tertinggi pada mi basah subtitusi tepung jamur tiram putih dengan subtitusi 40% sebesar 0,693 ppm. Kandungan serat kasar tertinggi pada mi basah subtitusi tepung jamur tiram putih dengan persentase 40% sebesar1,76. Terdapat perbedaan kesukaan terhadap hedonic tekstur, rasa, warna, dan aroma mi basah subtitusi tepung jamur tiram putih. Formula terbaik subtitusi tepung jamur tiram putih dengan perlakuan 20
HUBUNGANPERILAKU MAKAN REMAJA PUTRI DENGAN SINDROM PRAMENSTRUASI (PMS)
ABSTRACT Kristanti, Ayu,Yuni. 2016. Hubungan Perilaku Makan Remaja Putri denganSindrom Pramenstruasi. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, FakultasTeknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. SoenarSoekopitojo, M. Si., (II) Dr. Dra. Mazarina Devi, M. SiKata Kunci : Perilaku Makan, Remaja putri, Sindrom PramenstruasiPerilaku makan merupakan tingkah laku manusia atau kelompok manusiadalam memenuhi kebutuhan akan makan sehari-hari yang meliputi pengetahuangizi dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilakumakan remaja putri usia 19-23 tahun dengan kejadian sindrom pramenstruasi.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode penelitian inibersifat observasional dengan pendekatan cross section yang dilakukan diUniversitas Negeri Malang. Sampel yang digunakan sebanyak 70 responden.Pengumpulan data menggunakan instrumen food recall. Data dianalisismenggunakan SPSS dengan korelasi ganda dan korelasi spearman rank.Berdasarkan perhitungan distribusi frekuensi gejala sindrom pramenstruasiberkategori berat sebesar 75,71%. Pengetahuan gizi remaja putri berkategoritinggi sebesar 54,29%, sedangkan sikap remaja putri termasuk dalam kategorisedang yakni 87,14%. Tingkat asupan gizi kalsium berkategori kelebihansebanyak 51,4%, sedangkan tingkat asupan zat besi berkategori defisit yaitusebanyak77,5%. Tingkat asupan gizi magnesium berkategori kelebihan yaitusebesar 48,6%.Hasil analisis data dengan menggunakan korelasi gandamenghasilkan adanya nilai signifikansi < 0,05 yakni 0,000 dan 0,004 maka dapatdiartikan bahwa pengetahuan gizi dan sikap mempengaruhi sindrom pramenstruasi secara signifikan
Pritaningrum, Welly Cyndy. 2016. Analisis Kandungan Proksimat dan Mutu Organoleptik Kue Lapis dengan Rasio Tepung Beras dan Tepung Garut yang Berbeda. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. (I) Dr. Titi Mutiara Ki
Kata Kunci: kue lapis, tepung beras, tepung garut, rasio Penggunaan tepung garut pada penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk memodifikasi bahan dasar jajanan tradisional kue lapis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan proksimat (protein, lemak, kadar air, kadar abu dan karbohidrat hasil dari by difference), menganalis uji fisik yang meliputi tingkat kekenyalan/ tekstur dan warna (tingkat kecerahan/warna L, tingkat kehijauan/warna a-, dan tingkat kebiruan/warna b-), serta uji kesukaan/hedonik yang meliputi warna, rasa, dan tekstur. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan yang berbeda dengan dua kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way ANOVA (Analysis of Variance) yang dilanjutkan dengan uji Duncan’s. Perlakuan terbaik ditentukan menggunakan metode indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan formulasi tepung beras dan tepung garut berpengaruh terhadap kandungan proksimat, tingkat kekenyalan, tingkat kecerahan warna dan uji kesukaan panelis. Formula terbaik yang diperoleh yaitu pada formula 75% tepung beras : 25% tepung garut. Kadar proksimat yang diperoleh yaitu kadar protein 4,411%, kadar lemak 0,259%, kadar air 61,678%, kadar abu 2,241%, kadar karbohidrat 31,410%, tingkat kekenyalan 17,75 mm, tingkat kecerahan warna 54,7 nm, tingkat kehijauan/warna a- 39,75 nm, tingkat kebiruan/warna b- 8,4 nm, tingkat kesukaaan terhadap warna dengan skor 4,4, tingkat kesukaaan terhadap rasa dengan skor 4,4, serta tingkat kesukaaan terhadap tekstur dengan skor 4,5. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin besar formulasi tepung garut yang ditambahkan, kadar air akan semakin tinggi serta semakin kenyal. Semakin besar rasio tepung beras yang ditambahkan maka kadar protein, lemak, dan abu akan semakin tinggi dan warna kue lapis akan semakin cerah. Formulasi 75% tepung beras : 25% tepung garut memiliki nilai tertinggi dari uji kesukaan dan merupakan formula terbaik untuk kue lapis dengan tepung beras yang dirasiokan dengan tepung garut
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU BELAJAR DENGAN KOMPETENSIBOGA DASAR SISWA KELAS X JASA BOGA DI SMK NEGERI 3 MALANG
ABSTRAK Putria, Eka Styananda Ayu. 2015. Hubunganantara Perilaku Belajar dengan Kompetensi Boga Dasar Siswa Kelas X Jasa Boga di SMK Negeri3 Malang. Skripsi, JurusanTeknologiIndustri, FakultasTeknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Dr. Dra. RinaRiqie Mariana, M.P., (II) Drs. SetiadiCahyono P. M. Pd., M.T. Kata Kunci :perilakubelajar, kompetensi. Perilakubelajarterkaitdengansegala tindakan atau perbuatan siswa yang ditunjukkanpadasaatpembelajaranpraktikbogadasarberlangsung. Kompetensisiswaterkaitdenganpersiapan, pengolahandanpenyajianmakanan yang dilakukanolehsiswapadasaatpraktikum. Penelitianinibertujuanuntuk (1) mendeskripsikanperilakubelajarsiswadalampembelajaranpraktikbogadasar; (2) mendeskripsikankompetensisiswadalampembelajaranpraktikbogadasar; (3) mengungkaphubunganperilakubelajardengankompetensisiswakelas X JasaBogapadamatapelajaranbogadasar di SMK Negeri 3 Malang. Hasilpenelitian:(1)Ada hubungan yang signifikanantaravariabelperilakubelajar (X) denganvariabelkompetensi (Y) denganrxy= 0,614 (p= 0,00
analisis kemampuan literasi dan kemampuan numerasi siswa program keahlian jasa boga(studi pasa siswa kelas XI SMKN 3 Malang)
ABSTRAK Nabella, Dieba. 2015. Analisis Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa SMK Program Keahlian Jasa Boga (Studi pada Siswa Kelas X1 SMK Negeri 3 Malang). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nunung Nurjanah, M. Kes (II) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M. Si Kata Kunci: Kemampuan Literasi, Kemampuan Numerasi Literasi erat kaitannya dengan istilah kemahirwacanaan. Literasi secara luas dimaknai sebagai kemampuan berbahasa yang mencakup kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.Numerasi adalahkemampuanmenghitung, menganalisa, memperkirakan,intepretasiinformasi, menerapkan logika dalam pemecahan masalah, mengungkap pemahaman, dan menentukan hubungan relasi angka yang diterapkan pada kegiatan sehari-hari.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi dan numerasi siswa SMK Negeri 3 Malang dalam memahami dan mengaplikasikan resep makanan kontinental. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah siswa program keahlian jasa boga kelas XI yang berjumlah 70 siswa. Uji validitas dan uji reabilitas digunakan untuk mengukur angket. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuisioner dengan jenis angket yang digunakan adalah angket tertutup. Pilihan jawaban menggunakanskala likert. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa SMK Negeri 3 Malang kategori sangat tinggidengan rata-rata 4,65 berdasarkan indikator: (a) literasi bahan yang digunakan dalam makanan kontinental dan (b) literasi kriteria hasil makanan kontinental sedangkan rata-rata 4,63 berdasarkan indikator: (c) literasi pengertian, (d) literasi jenis makanan kontinental, dan rata-rata 4,55 berdasarkan indikator: (e) literasi fungsi makanan kontinental. Pada kemampuan numerasi juga menunjukkan kategori sangat tinggi dengan rata-rata 4,65 berdasarkan indikator: (a) standar porsi makanan kontinental, sedangkan rata-rata 4,64 berdasarkan indikator : (b) Cooking method, (c) Cutting method dan (d) tingkat kematangan
Pengaruh Jenis Inokulum Terhadap Sifat Organoleptik, Sifat Kimia, Dan Aktivitas Antioksidan Tempe Kacang Komak (Lablab Purpureus (L.) Sweet)
ABSTRACT Shovia, Nur. 2016. Pengaruh Jenis Inokulum Terhadap Sifat Organoleptik, Sifat Kimia, Dan Aktivitas Antioksidan Tempe Kacang Komak (Lablab Purpureus (L.) Sweet). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si, (II) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M. Si. Kata Kunci: Kacang komak, tempe, inokulum, sifat kimia, aktivitas antioksidan.Kacang komak merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang potensial untuk dikembangkan menjadi produk pangan fungsional. Tempe merupakan salah satu pangan fungsional yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis inokulum terhadap sifat organoleptik yaitu uji hedonik (warna, aroma, tekstur tempe kacang komak segar),dan uji hedonik (warna, aroma, rasa, dan tekstur tempe kacang komak yang telah digoreng), sifat kimia (protein dan serat kasar), serta aktivitas antioksidan tempe kacang komak.Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga jenis perlakuan yaitu inokulum pasar, inokulum usar, dan inokulum LIPI dengan dua kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA (Analysisof Variance). Jika terdapat perbedaan antar perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesukaan warna, aroma, dan tekstur tempe kacang komak segar diperoleh dari inokulum pasar. Tingkat kesukaan warna, aroma, rasa, dan tekstur tempe kacang komak yang telah digoreng tertinggi diperoleh dari inokulum pasar. Kandungan protein tertinggi diperoleh dari tempe kacang komak dengan inokulum LIPI. Kandungan serat kasar tertinggi diperoleh dari tempe kacang komak dengan inokulum pasar. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh dari tempe kacang komak dengan inokulum pasar. Berdasarkan hasil penelitian, rekomendasi produk tempe kacang komak terbaik diperoleh dari tempe kacang komak dengan inokulum pasar
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI PAUD TUNAS BANGSA KEDIRI
ABSTRAK Asisah, Aulia. 2015. Hubungan Asupan Protein Dengan Status Gizi Pada Balita Di PAUD Tunas Bangsa Kediri. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes., (II) Dr. Mazarina Devi, M.Si. Kata Kunci: asupan protein, status gizi, balita. Asupan gizi yang sesuai dengan angka kecukupan gizi pada balita perlu mendapatkan perhatian khusus, karena keadaan gizi pada waktu balita akan berpengaruh terhadap status gizi yang akan datang. Akibat tidak terpenuhinya gizi pada balita adalah stunting (pertumbuhan yang terhambat), gizi kurang atau berat badan rendah (underweight), kekurangan protein murni stadium berat (kwashiorkor) dan kelebihan asupan gizi beresiko obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung jumlah asupan protein balita usia 4-5 tahun terhadap kebutuhan protein anak menurut TB/U (Tinggi badan/Usia). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Metode penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross section yang dilakukan di PAUD Tunas Bangsa Kediri. Sampel yang digunakan sebesar 67 balita dengan teknik sampling purposive sample. Pengumpulan data asupan protein dengan menggunakan instrumen food recall 3x24 jam, food frequency questionnaire, wawancara tak terstruktur dan data status gizi diperoleh dengan menggunakan indeks antopometri TB/U. Data akan dianalisis menggunakan SPSS dengan korelasi spearman rank. Berdasarkan perhitungan angka kecukupan gizi, asupan protein balita sebesar 43,1 gram per hari dan makan siang di sekolah menyumbang sebesar 18% dari kebutuhan protein perhari. Masih terdapat balita dengan status gizi sangat pendek (stunting) yaitu sebesar 3%, dan balita dengan status gizi pendek sebesar 7,5%. Jumlah konsumsi protein pada balita di PAUD Tunas Bangsa Kediri sebagian besar berkategori normal yaitu sebesar 89,5%. Hasil analisis data dengan menggunakan sperman rank menghasilkan adanya hubungan positif sebesar (+0.582) antara asupan protein dengan status gizi balita di PAUD Tunas Bangsa Kediri