Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    359 research outputs found

    Sosialisasi Tumpeng Gizi Seimbang Melalui Puzzle Di TK Kelurahan Karang Besuki Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Arisanty, Yenny. 2015. Sosialisasi Tumpeng Gizi Seimbang Melalui Puzzle Di TK Kelurahan Karang Besuki Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing  (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si. (II) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes.   Kata Kunci: sosialisasi, puzzle, tumpeng gizi seimbang Masalah kesulitan makan di usia taman kanak-kanak seperti konsumsi sayur yang rendah dan jajan sembarangan dapat menyebabkan masalah gizi, sehingga sosialisasi tentang tumpeng gizi seimbang perlu diberikan untuk kebiasaan makan dan pola hidup yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan anak tentang gizi seimbang sebelum dan setelah sosialisasi tumpeng gizi seimbang diberikan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental design. Data dianalisis menggunakan uji t. Jika data tidak berdistribusi normal maka dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan anak TK tentang gizi seimbang sebelum sosialisasi tumpeng gizi seimbang melalui puzzle yang mendapat skor dengan kategori sangat tinggi sebanyak 33,3% dan skor rata-rata 61,16. Pengetahuan anak TK tentang gizi seimbang setelah sosialisasi tumpeng gizi seimbang melalui puzzle yang mendapat skor dengan kategori sangat tinggi sebanyak 72,5% dan skor rata-rata 86,67. Terdapat perbedaan pengetahuan anak TK tentang gizi seimbang setelah sosialisasi tumpeng gizi seimbang melalui puzzle sebesar 57%. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000 (0.05) maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh sosialisasi makanan sehat melalui puzzle tumpeng gizi seimbang terhadap median skor pretest posttest pengetahuan anak TK tentang gizi seimbang secara signifikan.   ABSTRAK Arisanty, Yenny. 2015. The Socialization of Balanced Nutrition Cone Through Puzzle In Kindergarten Karang Besuki In Village Malang. Mini Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Supervisors: (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si. (II) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes.   Keywords: socialization, healthy food, puzzle, cone balanced nutrition Eating trouble at the age of kindergarten as a low consumption of vegetables and uncontrolled snack can cause nutritional problems. In this case the socialization of the balanced nutrition cone shoud be given in order to give a better understanding about eating habits and a healthy lifestyle. The aim of this research was to analyze how the children's knowledge about balanced nutrition of food before and after the socialization of the balanced nutrition cone is given. This research was an experimental research with pre-experimental design. The statistical analysis was t-test. If data was normally distributed, then the analysis would be Wilcoxon Signed Rank Test. The result of this research showed the knowledge of the kindergarten children about balanced nutrition cone before socialization of puzzle earned the score with the very high category of 33,3% and the average score of 61,16. The knowledge of the kindergarten children about balanced nutrition cone before socialization of puzzle earned the score with the very high category of 72,5% and the average score of 86,67. There were differences in the kindergarten children’s knowledge about balanced nutrition after the socialization of balanced nutrition cone of puzzle which showed by the score of 57%. The result of hypothetical test obtained of 0.000 (0.05) which means there was a significant influence between the socialization of balanced nutrition cone by puzzle toward the median of the score pretest posttest children’s knowledge about balanced nutrition of food

    Hubungan Antara Kinerja Pramusaji dengan Kepuasan Konsumen di Restoran Skyroom Best Western OJ Hotel Malang

    No full text
    ABSTRAK   Adhaningrum, Rizka Dyah. 2015. Hubungan Antara Kinerja Pramusaji dengan Kepuasan Konsumen di Restoran Skyroom Best Western OJ Hotel Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Setiadi Cahyono Putro, M. Pd., M. T, (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S. Pd., M. Pd.   Kata Kunci : Hubungan, Kinerja Pramusaji, Kepuasan Konsumen Pelayanan yang diberikan oleh pihak hotel tidak hanya tempat untuk menginap tetapi juga berkaitan dengan memberikan pelayanan makanan dan minuman yang merupakan kebutuhan para tamu. Apabila kinerja pramusaji tidak memenuhi harapan konsumen maka konsumen akan merasa tidak puas dan begitu pula sebaliknya apabila kinerja pramusaji memenuhi harapan konsumen maka konsumen akan merasa puas. Tujuan penelitian adalah untuk; (1) mendeskripsikan kinerja pramusaji di Restoran Skyroom; (2) mendeskripsikan konsumen dengan kinerja pramusaji di Restoran Skyroom; (3) mengungkap hubungan kinerja pramusaji dengan kepuasan konsumen di Restoran Skyroom; dan (4) mengungkap besar kontribusi kinerja pramusaji dengan kepuasan konsumen di Restoran Skyroom.   Metode penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Variabel bebas yang digunakan adalah kinerja pramusaji sedangkan untuk variable terikat adalah kepuasan konsumen. Subjek atau responden dalam penelitian ini yaitu konsumen di Restoran Skyroom. Lokasi penelitian adalah Restoran Skyroom Best Western OJ Hotel Malang. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup. Analisis yang digunakan menggunakan analisis regresi sederhana untuk mengetahui hubungan kinerja pramusaji dengan kepuasan konsumen dan mengetahui sumbangan efektif yang diberikan oleh kinerja pramusaji terhadap kepuasan konsumen di Restoran Skyroom.  Hasil penelitian adalah (1) kinerja pramusaji dalam kategori sangat baik sebesar 77,54%; (2) kepuasan konsumen berada dalam kategori sangat puas sebesar 77,19%; (3) nilai koefisien regresi antara kinerja pramusaji dengan kepuasan konsumen adalah 0,658, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kinerja pramusaji dengan kepuasan konsumen; dan (4) kontribusi yang diberikan oleh kinerja pramusaji terhadap kepuasan konsumen di Restoran Skyroom Best Western OJ Hotel Malang sebesar 43,3% sebagai sumbangan efektif

    Persepsi Konsumen Terhadap Kualitas Layanan Di Duta Catering Service

    No full text
    ABSTRAK   Izzati, Aprilia Choirina. 2016. Persepsi Konsumen Terhadap Kualitas Layanan Di Duta Catering Service. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si. (II) Laili Hidayati, S.Pd.,M.Si.   Kata Kunci: Persepsi Konsumen, Kualitas Layanan, Duta Catering Service Persepsi konsumen adalah suatu proses yang timbul akibat adanya sensasi atau rangsangan yang dialami konsumen dalam menerima, menyeleksi dan menginterpretasi suatu produk. Kualitas layanan merupakan seberapa bagus mutu tingkat layanan yang diberikan mampu atau sesuai dengan harapan konsumen. Duta Catering Service merupakan salah satu industri yang bergerak dalam bidang jasa boga yang melayani pesanan makanan dan minuman dari jumlah kecil hingga jumlah besar. Duta Catering Service juga sangat memperhatikan kepuasan konsumen salah satunya dengan memberikan kualitas layanan yang terbaik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap reliabilitas, responsivitas, jaminan, empati dan bukti fisik dari layanan yang diberikan oleh Duta Catering Service kepada konsumen. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 konsumen. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket atau kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan di Duta Catering Service didapatkan nilai keseluruhan dalam kategori sangat baik dengan nilai rata-rata reliabilitas (4,50) sangat baik, responsivitas (4,35) sangat baik, jaminan (4,46) sangat baik, empati (4,47) sangat baik, dan bukti fisik (4,45) sangat baik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi konsumen dari lima sub variable menyatakan nilai tertinggi terdapat pada sub variable reliabilitas dan nilai terendah terdapat pada sub variable responsivitas

    IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN BERDASARKAN KURIKULUM 2013

    No full text
    ABSTRACT IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PRAKARYADAN KEWIRAUSAHAAN BERDASARKAN KURIKULUM 2013 (Studi Kasus pada Paket Keahlian Jasa Boga SMKN 2 Malang)Adinda Resharnani TriastutiDwi Agus SudjimatLismi Animatul ChisbiyahProgram Studi S1 Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri MalangJurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Email: [email protected] Abstrak: Fokus penelitian ini untuk mengetahui: (1) kebijakansekolah; (2) pelaksanaan pembelajaran; (3) kendala dalam pelaksanaanpembelajaran; dan (4) pemecahan masalah atas kendala dalam pelaksanaanpembelajaran mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan berdasarkanKurikulum 2013 di SMKN 2 Malang. Penelitian ini menggunakanpendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus.Informan pada penelitian ini adalah guru mata pelajaran Prakarya danKewirausahaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalahobservasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian adalah SMKN 2Malang yang beralamat di Jalan Veteran No. 17 Kota Malang. Pengecekankeabsahan temuan dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi. Hasil temuan dari penelitian ini: (1) pemilihan bidang yangdilaksanakan pada lingkup materi dan pembelajaran mata pelajaranPrakarya dan Kewirausahaan tidak sesuai dengan kebijakan pada DirektoratPembinaan Sekolah Menengah Kejuruan; (2) perencanaan pembelajarandisusun dan dilaksanakan sesuai pendekatan saintifik pada Kurikulum 2013yang tertera pada Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013, pembelajaran yangdilaksanakan sesuai dengan ketentuan pada Permendikbud Nomor 105Tahun 2014, pelaksanaan penilaian tidak sesuai dengan Peraturan MenteriPendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2014;(3) kendala yang dialami pada pembelajaran meliputi keterbatasan waktubelajar di kelas, pengembangan materi oleh guru, dan penilaian yangdilaksanakan pada pembelajaran; (4) upaya guru dalam mengembangkanmateri pembelajaran sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan danKebudayaan Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014, strategi gurudalam mengatasi pelaksanaan penilaian pada kegiatan praktikum tidaksesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 104Tahun 2014.Kata Kunci: implementasi, kurikulum 2013, prakarya dan kewirausahaan ABSTRACTThe focus of this research was to know: (1) the policy of school; (2) learning implementation; (3) the obstacles of learningimplementation and (4) the resolution of the obstacles in teachingimplementation of Precraft and Entrepreneurship subject based on 2013thcurriculum in SMKN 2 Malang. This research was a case study researchwith descriptive qualitative approach. The informant in this research was ateacher of Precraft and Entrepreneurship subject. The data was collectedthrough the technique of observation, interview and documentation. Thelocation was in SMKN 2 Malang which located at Veteran street, No 17Malang. The validity of invention was checked through the technique oftriangulation. The invention of this research consisted of: (1) the policy about sectorselection on the scope of Precraft and Entrepreneurship subject was throughthe agreement of teachers, which were the diligence (handicraft), cultureand processing; (2) the learning implementation of those selected sectorswere applied for one semester thoroughly on the skill program of class X.The formulation and application of the planning of learning was refer to thescientific approach of 2013th curriculum which has regulated inPermendikbud No 65 about the standard process; (3) the obstacles thatexperienced on the process of learning were consisted of time limitedness,the material development by the teachers and the assessment of the learning; (4) the resolution of those obstacles was overcome the timelimitedness and continuity of the process by giving the task to students todo the independent practice at home which documented and reported to theteachers. Keywords: implementation, 2013th curriculum, precraft and entrepreneurshipBanyak cara yang dapat dilakukan untuk menunjang pendidikan di Indonesia, salah satunya yaitu dengan penyempurnaan kurikulum. Kurikulum 2013 merupakantindak lanjut dari kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang pernahdiujicobakan pada tahun 2004. KBK atau Competency Based Curriculum menjadi acuan dan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan dalam mengembangkan tiga ranah pendidikan, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap, khususnya padajalur pendidikan sekolah (Mulyasa,2014:66). Sesuai dengan karakter yangdiutamakan pada Kurikulum 2013 bahwapeserta didik dituntut untuk memilikisikap, pengetahuan, dan keterampilan,maka ketiga kompetensi tersebut disajikanpada setiap mata pelajaran sebagai StandarKompetensi Lulusan (SKL) yang salahsatunya, yaitu pada mata pelajaranPrakarya dan Kewirausahaan. Matapelajaran Prakarya dan Kewirausahaanmerupakan salah satu mata pelajaran wajibKelompok B bagi siswa SMA/MA danSMK/MAK sederajat. Lingkup materi danpembelajaran mata pelajaran Prakarya danKewirausahaan berasal dari empat bidang,yaitu Rekayasa, Kerajinan, Pengolahan,dan Budidaya. Berdasarkan bukupendampingan Implementasi Kurikulum2013 SMK, sekolah dapat memilih duadari empat bidang tersebut sesuai denganPaket Keahlian yang diselenggarakan. Struktur Kurikulum 2013 telahmenjabarkan kompetensi-kompetensi yangharus dicapai oleh peserta didik pada matapelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.Kompetensi tersebut mengharuskan pesertadidik untuk menganalisis desain produk,sumber daya, proses produksi, hinggakewirausahaan suatu bidang tertentu.Selanjutnya, peserta didik diharapkanmampu mendesain produk, mendesainkemasan produk, mengidentifikasikebutuhan sumber daya, hinggamerencanakan proses produksi. Berdasarkan observasi awal yangdilakukan di SMK Negeri 2 Malang,ditemukan beberapa kasus padapelaksanaan pembelajaran mata pelajaranPrakarya dan Kewirausahaan. SMK Negeri2 Malang memiliki kendala dalampelaksanaan pembelajaran dan memilikikebijakan yang berbeda dalam pelaksanaanbidang pada lingkup dan pembelajaranmata pelajaran Prakarya danKewirausahaan yang dipilih. Perbedaankebijakan tersebut terdapat pada  bidangkerajinan, budidaya, dan pengolahan yangdilaksanakan pada pembelajaran matapelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.Hal tersebut berbeda dengan kebijakanpada beberapa sekolah yang melaksanakan2 dari 4 bidang yang tersedia dalamlingkup dan pembelajaran mata pelajaranPrakarya dan Kewirausahaan. SMK Negeri 2 Malang melaksanakan3 bidang selama 2 semester pada lingkupdan pembelajaran mata pelajaran Prakaryadan Kewirausahaan, yaitu bidangkerajinan, budidaya, dan pengolahan. Haltersebut tidak sejalan dengan  DirektoratPembinaan Sekolah Menengah Kejuruan(2014:12) yang menyatakan bahwa sekolahmemilih 2 dari 4 bidang yaitu rekayasa,kerajinan, pengolahan, dan budidaya sesuaidengan Paket Keahlian yangdiselenggarakan dan dilaksanakan 1 bidangdalam 1 semester. Perbedaan lain yang ditemukan padabeberapa sekolah yaitu pelaksanaan bidangpengolahan pada pembelajaran matapelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.Beberapa SMK yang menerapkanKurikulum 2013 tidak melaksanakanbidang pengolahan pada pembelajaranmata pelajaran Prakarya danKewirausahaan, khususnya pada SMKyang memiliki Program Keahlian TataBoga Paket Keahlian Jasa Boga. Haltersebut dikarenakan peserta didik padaPaket Keahlian Jasa Boga memilikikompetensi di bidang pengolahan,sehingga pembelajaran lebih difokuskan pada bidang lain yang tidak dimilikipeserta didik. Berdasarkan informasi dari hasilobservasi awal tentang pelaksanaan matapelajaran Prakarya dan Kewirausahaanpada Paket Keahlian Jasa Boga di SMKNegeri 2 Malang, maka peneliti inginmenggali dan mengidentifikasi lebih dalammengenai pelaksanaan mata pelajaranPrakarya dan Kewirausahaan pada PaketKeahlian Jasa Boga berdasarkanKurikulum 2013 serta kendala dalampembelajaran berikut pemecahanmasalahnya. Peneliti terdorong untukmengangkatnya menjadi sebuah judulskripsi dengan judul “ImplementasiPembelajaran mata pelajaran Prakarya danKewirausahaan berdasarkan Kurikulum2013 (Studi Kasus pada Paket KeahlianJasa Boga SMKN 2 Malang)”. METODE PENELITIANA. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitiandeskriptif dengan pendekatan kualitatif.Penelitian menggunakan pendekatankualitatif karena bertujuan untukmendeskripsikan permasalahan yangdikaji, yaitu pemilihan bidang yangberkaitan dengan kebijakan sekolah,pelaksanaan pembelajaran, kendala dalampembelajaran serta pemecahan masalahpada pembelajaran mata pelajaranPrakarya dan Kewirausahaan berdasarkanKurikulum 2013 di SMK Negeri 2 Malang.  Jenis penelitian ini adalah studi kasus.Jenis penelitian ini bermaksud untukmendeskripsikan dan menelaah secaramendalam mengenai pembelajaran MataPelajaran Prakarya dan Kewirausahaanberdasarkan Kurikulum 2013. B. Kehadiran Peneliti Kehadiran peneliti dalam penelitianadalah sebagai pengamat, pewawancara,pengumpul data, menganalisis data, danmelaporkan hasil penelitian. Peran penelitidalam penelitian ini adalah sebagaiinstrumen kunci yang menyadari bahwadirinya merupakan perencana, pengumpuldan penganalisa data, sekaligus menjadipelapor.  C. Sumber DataPenelitian ini menggunakan dua sumber data yaitu sumber data primer dansumber data sekunder. Sumber data primerdigunakan untuk mendapatkan data yangakurat karena sumber data ini adalahinformasi langsung yang diperoleh olehpeneliti yaitu observasi, interview(wawancara) dan dokumentasi, sedangkansumber data sekunder dapat diperoleh darifoto-foto atau dokumen lainnya yang dapatmemperkaya data primer. Informan kunci (key informan) dalampenelitian ini  adalah dua orang guru matapelajaran Prakarya dan Kewirausahaanyang mengajar kelas X pada PaketKeahlian Tata Boga.  D. Prosedur Pengumpulan Data Prosedur pengumpulan data dalampenelitian ini adalah observasi, wawancara,dan dokumentasi E. Pengecekan Keabsahan Temuan Pengecekan keabsahan data yangdilakukan dalam penelitian ini adalahtriangulasi teknik.  F. Analisis Data Langkah-langkah yang ditempuhdalam analisis data pada penelitian iniyaitu 1) pengecekan kelengkapan datayang meliputi catatan hasil observasi,dokumentasi dan hasil wawancara; 2)pengklasifikasian data berupa dataobservasi, dokumentasi, dan hasilwawancara yang kemudian diorganisir dandikelompokkan untuk mempermudahproses analisis data; dan 3) penarikankesimpulan dari hasil observasi,dokumentasi dan wawancara.  PAPARAN DATA DANPEMBAHASAN Data yang diperoleh dikelompokkansebagai berikut (a) kebijakan sekolah, (b)pelaksanaan pembelajaran, (c) kendaladalam pelaksanaan pembelajaran, (d)pemecahan masalah atas kendala dalampelaksanaan pembelajaran.      A. Kebijakan SekolahKebijakan sekolah dalam memilih bidang pada lingkup materi danpembelajaran yang dilaksanakan pada matapelajaran Prakarya dan Kewirausahaan,yaitu kerajinan, budidaya, dan pengolahan.Berdasarkan hal tersebut, pemilihan bidangoleh sekolah tidak sesuai denganDirektorat Pembinaan Sekolah MenengahKejuruan (2014:12) yang menyatakanbahwa lingkup materi dan pembelajaranmata pelajaran Prakarya danKewirausahaan berasal dari 4 bidang, yaiturekayasa, kerajinan, pengolahan, danbudidaya. Sekolah memilih 2 aspek dari 4aspek tersebut. Bidang kerajinan, budidaya, danpengolahan pada mata pelajaran Prakaryadan Kewirausahaan dilaksanakan selama 2semester. Hal tersebut tidak sesuai denganDirektorat Pembinaan Sekolah MenengahKejuruan (2014:12) yang menyatakanbahwa sekolah melaksanakan 1 aspekdalam 1 semester. Pelaksanaan ketigabidang tersebut dalam 2 semester tidakdapat dilaksanakan secara maksimal,sehingga kompetensi yang diperoleh siswadari ketiga bidang tersebut juga tidak dapatdiperoleh secara maksimal.  B. Pelaksaaan Pembelajaran  Pelaksanaan pembelajaran berikuttidak berbatas pada penyusunan RPP,kegiatan pembelajaran, atau prosespenilaian, melainkan pada operasionalpelaksanaan pembelajaran secarakeseluruhan. Operasional pelaksanaanpembelajaran meliputi hal-hal yangmencakup persiapan, proses, maupun hasilyang direncanakan dan disusun di luarkegiatan pembelajaran. RPP yang dijabarkan oleh gurusesuai dengan pengkajian pada silabusyang sejalan dengan pemaparan pad

    Uji Mutu Siomay Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) dan Kecambah Kedelai (Glycine max (L.) Merill) untuk Ibu Hamil

    No full text
    ABSTRACT Lita, Lusi Nurul. 2016. Uji Mutu Siomay Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) dan Kecambah Kedelai (Glycine max (L.) Merill) untuk Ibu Hamil. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si. (II) Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P.Kata Kunci: siomay, jamur tiram, kecambah kedelai, anemia, ibu hamilAnemia yang lazim dialami ibu hamil adalah anemia gizi besi. Peningkatan asupan gizi besi, protein dan asam folat dapat berasal dari jajanan seperti siomay yang dimodifikasi dengan bahan lokal yaitu jamur tiram dan kecambah kedelai.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan proksimat, kandungan gizi besi (Fe), kandungan asam folat (B9), tingkat kekenyalan, uji hedonik (warna, rasa dan tekstur) serta formula terbaik siomay jamur tiram dan kecambah kedelai.Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan yang berbeda dan dua kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way ANOVA (Analysis of Variance) yang dilanjutkan dengan uji  Duncan’s. Perlakuan terbaik ditentukan menggunakan metode indeks efektivitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan formulasi jamur tiram : kecambah kedelai berpengaruh terhadap kandungan proksimat, kandungan gizi besi (Fe), kandungan asam folat, tingkat kekenyalan dan uji kesukaan. Formula terbaik yang diperoleh yaitu pada formula 60% jamur tiram : 40% kecambah kedelai. Kandungan proksimat yang diperoleh yaitu kadar protein 6,29%, kadar lemak 3,76%, kadar serat 7,53%, kadar air 55,55% dan kadar abu 3,24%. Kadar Fe 2,84 mg, kadar asam folat 52,63 µg dan tingkat kekenyalan 2,40 mm. Tingkat kesukaan warna dengan skor 4,04,   tingkat kesukaan rasa dengan skor 4,27, serta tingkat kesukaaan terhadap tekstur dengan skor 4,08. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin banyak jamur tiram yang ditambahkan, kadar protein dan lemak semakin tinggi serta semakin kenyal. Semakin banyak kecambah kedelai yang ditambahkan dari jamur tiram semakin tinggi kadar serat, air, abu, Fe dan asam folat. Formulasi 60% jamur tiram : 40% kecambah kedelai memiliki nilai tertinggi dari uji hedonik dan merupakan formula terbaik siomay jamur tiram dan kecambah kedelai

    Evaluasi Mutu Kimia, Fisik Dan Organoleptik Biskuit Daun Beluntas (Plucea indica (L.) Less)

    No full text
    ABSTRAK   Permatasari, Prive, Nurrun Ika. 2015. Evaluasi Mutu Kimia, Fisik Dan Organoleptik          Biskuit Daun Beluntas (Plucea indica (L.) Less).Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.Wiwik Wahyuni, M.Pd., (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd.  Kata Kunci: Daun beluntas, biskuit Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat kimia, fisik dan organoleptik.  Sifat kimia yang diteliti yaitu kadar air, protein dan kadar kalsium. Sifat fisik yang diteliti yaitu daya patah biskuit. Uji organoleptik meliputi uji mutu hedonik dan uji hedonik (kesukaan) yaitu warna, rasa dan tekstur Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua kali pengulangan. Parameter yang diamati meliputi uji kimia yaitu kadar air dengan metode  oven vaccum, kadar protein dengan metode semi micro kjedhal dan kadar kalsium dengan metode spektrofotometer, sedangkan uji fisik menggunakan metode tensile strength dan uji organoleptik yaitu uji mutu hedonik dan uji hedonik. Analisis data kimia, fisik dan organolepik biskuit daun beluntas menggunakan ANOVA dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil terbaik uji kimia kadar air terdapat pada formula 10% dengan rerata 2,733% , kadar protein pada formula 20% dengan rerata 13,639% dan kadar kalsium pada formula 20% dengan rerata 360,55 mg/100g sedangkan daya patah tertinggi terdapat pada formula 10% dengan nilai 49,85 N. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa rerata uji kimia formula 10%, 15% dan 20%  terdapat perbedaan yang signifikan pada taraf 0,05, namun pada sifat fisik yaitu daya patah tidak terdapat perbedaan dengan nilai 0,089 sedangkan terhadap mutu hedonik dan hedonik terdapat perbedaan pada taraf signifikan 0,05 dengan warna coklat berbintik, rasa cukup beluntas dan tekstur renyah. Berdasarkan hasil uji DMRT biskuit daun beluntas formula 10%, 15% dan 20% terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kadar air, protein dan kadar kalsium. Namun tidak terdapat perbedaan pada sifat fisik daya patah biskuit daun beluntas. Tingkat perbedaan terdapat pada uji organoleptik terhadap warna, rasa dan tekstu

    Pengaruh Penambahan Tauge Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L) Dengan Lama Perkecambahan Yang Berbeda Terhadap Kandungan Vitamin E Dan Sifat Organoleptik Gelato Tauge Kacang Hijau.

    No full text
    ABSTRAK   Harlianti.  2015. Pengaruh Penambahan Tauge Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L) Dengan Lama Perkecambahan Yang Berbeda Terhadap Kandungan Vitamin E Dan Sifat Organoleptik Gelato Tauge Kacang Hijau. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd Kata Kunci: Gelato, Tauge Kacang Hijau, Vitamin E Tauge kacang hijau sangat berpotensi untuk dijadikan frozen dessert. Salah satu upaya untuk mengembangkan pemanfaatan tauge kacang hijau adalah sebagai bahan pembuatan gelato tauge kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tauge kacang hijau dengan masa perkecambahan yang berbeda terhadap kandungan vitamin E gelato yang meliputi sifat kimia (vitamin E), sifat hedonik (rasa, aroma, tekstur), sifat fisik (Overrun dan daya leleh) serta mendapatkan formula dan lama perkecambahan tauge kacang hijau yang terbaik untuk gelato. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan yang berbeda yaitu gelato dengan lama perkecambahan tauge kacang hijau 0 jam, gelato dengan lama perkecambahan tauge kacang hijau 12 jam, gelato dengan lama perkecambahan tauge kacang hijau 24 jam, gelato dengan lama perkecambahan tauge kacang hijau 36 jam, dan gelato dengan lama perkecambahan tauge kacang hijau 48 jam, dengan dua kali pengulangan. Analisis yang dilakukan meliputi  kandungan viyamin E, sifat hedonik (rasa, aroma, tekstur), Sifat fisik (overrun dan daya leleh). Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA (Analysis of Variance), jika terdapat perbedaan antar perlakuan, maka dilanjutkan dengan Duncan Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi tauge kacang hijau dengan lama perkecambahan yang berbeda pada gelato berpengaruh terhadap kandungan vitamin E, sifat hedonik (rasa, aroma, tekstur) dan sifat fisik daya leleh tetapi tidak berpengaruh terhadap sifat fisik overrun. Kandungan vitamin E tertinggi diperoleh dari gelato dengan penambahan tauge kacang hijau lama perkecambahan 48 jam. Sifat hedonik rasa, aroma, dan tekstur tertinggi adalah gelato dengan penambahan tauge kacang hijau lama perkecambahan 48 jam. Sifat fisik daya leleh tertinggi adalah gelato dengan penambahan tauge kacang hijau lama perkecambahan 48 jam.   ABSTRACT   Harlianti. 2015. The Effect of Adding Mung Bean Sprouts (Phaseolus radiatus L) With Different Germinating Time on The Vitamin E Content and The Organoleptic Properties of Mung Bean Sprouts Gelato. Mini Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Supervisor: (I) Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd Keywords: Gelato, Mung Bean Sprouts, Vitamin E Mung bean sprouts has the potential to be a frozen dessert. One of the efforts to develop the advantage of using mung bean sprouts is people could make it as the ingredients for gelato mung bean sprouts. This research aims to determine the effect of mung bean sprouts with germinating time on vitamin E content of gelato which includes chemical properties (vitamin E), hedonic properties (taste, aroma, texture), physical properties (Overrun and melting rate) and get the formula and long germination of mung bean sprouts are best for gelato. The study design used was completely randomized design (CRD) with five different treatment is gelato with a germinating time of mung bean sprouts 0 hours, gelato with a germinating time of mung bean sprouts 12 hours, gelato with a germinating time of mung bean sprouts 24 hours, gelato with a germinating time of mung bean sprouts 36 hours, and gelato with mung bean sprouts germinating time of 48 hours, with two repetitions. Analysis was conducted on the content of vitamin E, hedonic properties (taste, aroma, texture), physical properties (Overrun and melting rate). Data were analyzed using One Way ANOVA (Analysis of Variance), if there are differences among the treatments, then continued with Duncan Analysis. The results showed that fortification of mung bean sprouts with different germination time on gelato influence on vitamin E content, hedonic properties (taste, aroma, texture) and physical properties of melting rate but does not affect the physical properties of overrun. The highest content of vitamin E obtained from gelato with the addition of mung bean sprouts by germination 48 hours. Hedonic properties of flavor, aroma, and texture is the highest gelato with the addition of mung bean sprouts by germination 48 hours. The physical properties of the highest melting rate is gelato with the addition of mung bean sprouts by germination 48 hours

    ANALISIS PROKSIMAT DAN DAYA KEMBANG SEREAL (PUFFED CEREALS) BERBAHAN DASAR SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench)

    No full text
    ABSTRAK   Prasetiowati, Reni Dwi. 2015. Analisis Proksimat dan Daya Kembang Sereal (Puffed Cereals) Berbahan Dasar Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench). Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. (2) Dr. Dra. Mazarina Devi, M. Si. Kata-kata kunci: sereal (puffed cereals), sorgum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio biji sorgum dan tepung kedelai terhadap kandungan proksimat sereal berbahan dasar sorgum yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat dan kadar serat kasar, daya kembang, serta mendapatkan formula terbaik sereal berbahan dasar sorgum. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dengan rasio antara biji sorgum dan tepung kedelai 94:1%, 93:2% dan 92:3% dengan dua kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way ANOVA (Analysis of Variance), yang dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test. Perlakuan terbaik ditentukan menggunakan metode indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio biji sorgum:tepung kedelai berpengaruh terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat dan kadar serat kasar, tetapi tidak berpengaruh terhadap daya kembang. Formula terbaik sereal berbahan dasar sorgum diperoleh pada formula ketiga (F3) dengan rasio biji sorgum dan tepung kedelai 92:3%. Formula terbaik ini memiliki karakteristik meliputi kadar air 3.26%, kadar abu 4.40%, kadar protein 9.61%, kadar lemak 8.19%, kadar karbohidrat 74.54%, kadar serat kasar 5.57%, serta daya kembang sebesar 219.55%

    hubungan antara kinerja pramusaji dengan kepuasan konsumen di restoran skyroom best western oj hotel malang

    No full text
    ABSTRACT Adhaningrum, Rizka Dyah. 2015. Hubungan Antara Kinerja Pramusaji dengan Kepuasan Konsumen di Restoran Skyroom Best Western OJ Hotel Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Setiadi Cahyono Putro, M. Pd., M. T, (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S. Pd., M. Pd.Kata Kunci : Hubungan, Kinerja Pramusaji, Kepuasan KonsumenPelayanan yang diberikan oleh pihak hotel tidak hanya tempat untuk menginap tetapi juga berkaitan dengan memberikan pelayanan makanan dan minuman yang merupakan kebutuhan para tamu. Apabila kinerja pramusaji tidak memenuhi harapan konsumen maka konsumen akan merasa tidak puas dan begitu pula sebaliknya apabila kinerja pramusaji memenuhi harapan konsumen maka konsumen akan merasa puas. Tujuan penelitian adalah untuk; (1) mendeskripsikan kinerja pramusaji di Restoran Skyroom; (2) mendeskripsikan konsumen dengan kinerja pramusaji di Restoran Skyroom; (3) mengungkap hubungan kinerja pramusaji dengan kepuasan konsumen di Restoran Skyroom; dan (4) mengungkap besar kontribusi kinerja pramusaji dengan kepuasan konsumen di Restoran Skyroom.   Metode penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Variabel bebas yang digunakan adalah kinerja pramusaji sedangkan untuk variable terikat adalah kepuasan konsumen. Subjek atau responden dalam penelitian ini yaitu konsumen di Restoran Skyroom. Lokasi penelitian adalah Restoran Skyroom Best Western OJ Hotel Malang. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup. Analisis yang digunakan menggunakan analisis regresi sederhana untuk mengetahui hubungan kinerja pramusaji dengan kepuasan konsumen dan mengetahui sumbangan efektif yang diberikan oleh kinerja pramusaji terhadap kepuasan konsumen di Restoran Skyroom.   Hasil penelitian adalah (1) kinerja pramusaji dalam kategori sangat baik sebesar 77,54%; (2) kepuasan konsumen berada dalam kategori sangat puas sebesar 77,19%; (3) nilai koefisien regresi antara kinerja pramusaji dengan kepuasan konsumen adalah 0,658, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kinerja pramusaji dengan kepuasan konsumen; dan (4) kontribusi yang diberikan oleh kinerja pramusaji terhadap kepuasan konsumen di Restoran Skyroom Best Western OJ Hotel Malang sebesar 43,3% sebagai sumbangan efektif. ABSTRACT Adhaningrum, Rizka Dyah. 2015. The Relationship Between Waiters Performance and Customers Satisfaction  in Skyroom Restaurant Best Western OJ Hotel Malang. Thesis, Culinary Education Studies Program, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Drs. Setiadi Cahyono Putro, M. Pd., M. T, (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S. Pd., M. Pd.Keywords: Relationship, Waiters Performance, Customer SatisfactionServices provided by the hotel is not just a place to stay but also concerned with providing food and beverage service which is guests' needs. If the waiter's performance did not meet consumer expectations, consumers will feel dissatisfied and vice versa if the performance of the waitress to meet consumer expectations, the consumer will be satisfied.The research objective is to; (1) describe the performance of a waitress at the restaurant Skyroom; (2) describe the performance of consumers with a waitress at the restaurant Skyroom; and (3) revealing the relationship waitress performance with customer satisfaction in Skyroom Restaurant; and (4) reveal substantial contribution to the performance of a waitress in the restaurant customer satisfaction Skyroom.The research method was quantitative research with a descriptive correlational design. The independent variable used is the performance of a waitress while the dependent variable is customer satisfaction. Subjects or respondents in this research that consumers Skyroom Restaurant. The research location is Skyroom Restaurant Best Western OJ Hotel Malang. The instrument used was a questionnaire enclosed. The analysis used a simple regression analysis to determine the relationship waitress performance with customer satisfaction and determine effective contribution given by the waiter's performance on customer satisfaction in Skyroom Restaurant. Results of the study are (1) the performance of a waitress in the excellent category amounted to 77.54%; (2) customer satisfaction are in the very satisfied category amounted to 77.19%; (3) the value of the regression coefficient between performance waitress with consumer satisfaction is 0.658, there is a positive and significant correlation between the performance of a waitress with consumer satisfaction; and (4) the contribution made by the waiter's performance on customer satisfaction in Skyroom Restaurant Best Western OJ Malang Hotel 43.3% as an effective contribution

    Analisis Makanan Tradisional Sebagai Potensi Wisata Kuliner di Kabupaten Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK Kusna, I. R. 2016. Analisis Makanan Tradisional Sebagai Potensi Wisata Kuliner di Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes., (II) Laili Hidayati, S. Pd., M.Si.Kata Kunci: Makanan Tradisional, Kuliner, Kabupaten TulungagungKabupaten Tulungagung memiliki beragam jenis makanan tradisional yang menjadi ciri khas daerah dan dibuat dari bahan baku lokal. Makanan tradisional dapat dijadikan peluang untuk mempromosikan wisata kuliner. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanaekaragaman, pengolahan makanan, pengemasan, dan fungsi dari makanan tradisional di Kabupaten Tulungagung.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini adalah pengusaha makanan tradisional, pembuat sekaligus penjual makanan tradisional.Berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan, diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Keanekaragaman makanan di Kabupaten Tulungagung meliputi punten, tiwul, nasi gronjol, ayam lodho, sate kambing, sayur ikan asin, pecel lele, soto ayam kampung, tahu bumbu, urap-urap, bothok, sayur lodeh, sayur pecel, kue geti, jenang syabun, jenang ketan lasimun, kerupuk rambak, dan kerupuk gadung; (2) Teknik pengolahan makanan yang digunakan meliputi merebus, merebus dibawah titik didih dengan api kecil, menumis, mengukus, menggoreng, membakar, dan menyangrai (3) Pengemasan makanan menggunakan daun pisang, daun jati, besek, plastik dan kertas; (4) Makanan tradisional dapat dijadikan sebagai salah satu oleh-oleh dan dapat dijadikan potensi wisata kuliner di Kabupaten Tulungagung.ABSTRACT Kusna, I. R. 2016. Analysis of Traditional Foods as a Culinary Tourism Potential of Tulungagung Regency. Undergraduate Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Supervisors: (1) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes., (II) Laili Hidayati, S. Pd., M.Si.Keywords: Traditional Foods, Culinary, TulungagungTulungagung has various traditional foods that characterize the region and originally made of local raw materials. Traditional foods can be used as a potential opportunity to promote the local culinary tourism. The aim of this research was to study the diversity, food processing, packaging, and function of traditional foods in Tulungagung.This research was a descriptive research and used the approach of qualitative. Data were obtained through observation, interview, and documentation. Informants in this research were the entrepreneurs, makers, as well as the sellers of traditional foods.  Based on the findings and discussion, it was concluded that: (1) food diversity in Tulungagung was consisted of punten, tiwul, nasi gronjol, ayam lodho, sate kambing, sayur ikan asin, pecel lele, soto ayam kampung, tahu bumbu, urap-urap, bothok, sayur lodeh, sayur pecel, kue geti, jenang syabun, jenang ketan lasimun, kerupuk rambak, dan kerupuk gadung; (2) the technique of food processing included boiling, boiling bellow the boiling point or by the low heat, stir frying, steaming, frying searing, and roasting; (3) Food packaging was using banana leaf, teak leaf, woven bamboo bucket (Besek), plastic, and paper; (4) traditional foods can be promoted as a food souvenir and the culinary tourism potential of Tulungagung

    0

    full texts

    359

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇