Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
359 research outputs found
Sort by
EVALUASI KADAR PROKSIMAT, VITAMIN A, DAN ASAM LAKTAT KEFIR KELOR (Moringa oleifera, Lamk)
ABSTRAK Purwanto, C. I. 2017. Evaluasi Kadar Proksimat, Vitamin A, Dan Asam Laktat Kefir Kelor (Moringa Oleifera, Lamk). Skripsi Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. (2) Dra. Wiwik Wahyuni, M. Pd. Kata Kunci: Tepung Daun Kelor, Kefir Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap kandungan proksimat (protein, karbohidrat, lemak, kadar air, kadar abu), vitamin A, dan asam laktat pada kefir kelor. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2016 sampai dengan Desember 2016 di laboratorium Teknologi Industri Universitas Negeri Malang, sedangkan analisis kandungan proksimat (protein, karbohidrat, lemak, kadar air, kadar abu), vitamin A, dan asam laktat di laboratorium kimia Universitas Muhammadiyah Malang. Rancangan penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan prosentase tepung daun kelor, yaitu kefir penambahan tepung daun kelor 15%, kefir penambahan tepung daun kelor 20%, kefir penambahan tepung daun kelor 25%. Semua perlakuan diulang sebanyak dua kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way Anova (Analysis of Variance), yang dilanjutkan dengan uji Last Significant Deferent (LSD). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung daun kelor yang berbeda memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kandungan protein, karbohidrat, lemak, kadar abu, dan vitamin A pada kefir kelor. Kefir kelor dengan penambahan tepung daun kelor 25% menghasilkann protein 13,08 (%/100 g), karbohidrat 282,17 (mg/100 g), lemak 6,59 (g/100 g), kadar abu 0,94 (%/100 g), dan vitamin A 18,90 (mg/100 g). ABSTRACT Purwanto, C. 2017. Evaluation of Proximate levels, Vitamin A, and Lactic Acid in Moringa Kefir (Moringa oleifera, Lamk). Gastronomy Education Study Program Department of Industrial Technology Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Supervisors: (1) Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. (2) Dra. Wiwik Wahyuni, M. Pd. Keywords: Wheat Leaf Moringa, Kefir The study aims to determine the effect of the addition of powdered moringa leaves the proximate content (protein, carbohydrate, fat, rate online, ash content), vitamin A, and lactic acid in the buttermilk Moringa. The study was conducted from July 2016 to December 2016 in the laboratory of Industrial Technology, State University of Malang, while the proximate analysis (protein, carbohydrate, fat, rate online, ash content), vitamin A, and lactic acid in a chemical laboratory University. Research compiled using a completely randomized design (CRD) with the percentage of Moringa leaf powder, kefir is the addition of powdered moringa leaves 15%, the addition of kefir Moringa leaf powder 20%, the addition of kefir Moringa leaf powder 25%. All treatment was repeated twice. Data were analyzed using One Way ANOVA (Analysis of variance), followed by the crucial test Last deferent (LSD). The results showed that the addition of powdered moringa leaves are different have a significant influence on the content of protein, carbohydrate, fat, ash content, and vitamin A on Moringa kefir. Kefir with the addition of Moringa leaf powder Moringa 25% protein menghasilkann 13.08 (% / 100 g), carbohydrates 282,17 (mg / 100 g), fat 6.59 (g / 100 g), ash content of 0.94 (% / 100 g), and vitamin A 18.90 (mg / 100 g)
Pengaruh Rasio Rimpang Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) dengan Jahe Terhadap Kapasitas Antioksidan dan Mutu Wedang Teki Instan
ABSTRAK Sutralestari, Nurwikan. 2017. Pengaruh Rasio Rimpang Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) dengan Jahe Terhadap Kapasitas Antioksidan dan Mutu Wedang Teki Instan. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Mazarina Devi, M.Si, (II) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si. Kata Kunci: rimpang rumput teki, wedang teki instan, kapasitas antioksidan, mutu wedang Rumput teki yang dianggap sebagai tanaman gulma memiliki khasiat yang baik dari bagian rimpangnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh proses pengolahan wedang teki instan, mengetahui kapasitas antioksidan serta mutu (rendemen, waktu rehidrasi, sifat fisik warna, dan uji hedonik) wedang teki instan dengan rasio rimpang rumput teki dan jahe 1 : 1 ½, 1 : 2, dan 1 : 2 ½ (b/b). Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali pengulangan. Data hasil analisis diuji menggunakan ANOVA (Analysis of Variances) dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tahapan dalam proses pembuatan wedang teki instan terdiri dari pemilihan bahan (sortasi), pembersihan bahan, pencucian, penimbangan bahan, blansir, penghancuran dan pemarutan, pemerasan dan penyaringan, proses pemasakan, pengecilan ukuran serbuk, serta pengayakan. Wedang teki instan dengan rasio rimpang rumput teki dan jahe yang berbeda berpengaruh terhadap kapasitas antioksidan, waktu rehidrasi, sifat fisik warna, serta uji hedonik rasa dan warna. Kapasitas antioksidan tertinggi diperoleh dari wedang teki instan dengan rasio rimpang rumput teki dan jahe 1 : 2 ½. Waktu rehidrasi tercepat diperoleh dari wedang teki instan dengan rasio rimpang rumput teki dan jahe 1 : 1 ½. Sifat fisik warna paling cerah diperoleh dari wedang teki instan dengan rasio rimpang rumput teki dan jahe 1 : 1 ½. Skor uji hedonik rasa tertinggi diperoleh dari wedang teki instan dengan rasio rimpang rumput teki dan jahe 1 : 2 ½. Skor uji hedonik warna tertinggi diperoleh dari wedang teki instan dengan rasio rimpang rumput teki dan jahe 1 : 1 ½
Preferensi Konsumen terhadap Kuliner Jepang (Survei di Restoran Saboten Shokudo, Dieng, Malang)
ABSTRAK Fajriyah, Zahrotun Nurul. 2017. Preferensi Konsumen terhadap Kuliner Jepang (Survei di Restoran Saboten Shokudo, Dieng, Malang). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Teti Setiawati, M.Pd. (II) Dr. Dra. Rina Rifqie Mariana, M.P. Kata Kunci : Preferensi, Kuliner Jepang.Kuliner Jepang menjadi salah satu kuliner yang berkembang di Malang. Oleh karena itu, banyak pengusaha memilih untuk menjual kuliner Jepang di kota Malang. Pemilihan menu makanan menjadi salah satu hal yang penting dalam mengembangkan usaha makanan. Penelitian preferensi akan memberikan informasi mengenai pilihan makanan konsumen. Dengan demikian, penelitian preferensi makanan diperlukan oleh pengusaha sebagai pertimbangan dalam menentukan menu makanan usahanya. Namun, hingga saat ini belum ada informasi dan penelitian detail mengenai preferensi konsumen terhadap kuliner Jepang. Restoran Saboten Shokudo dipilih sebagai tempat penlitian karena merupakan restoran khas Jepang di kota Malang.Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan karakter konsumen kuliner Jepang di restoran Saboten Shokudo Dieng Malang, tingkat kesukaan konsumen terhadap kuliner Jepang berdasarkan jenis kuliner Jepang, dan alasan konsumen mengkonsumsi kuliner Jepang berdasarkan jenis kuliner Jepang.Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 100 orang yang merupakan pembeli dan orang yang mengkonsumsi kuliner Jepang di Saboten Shokudo saat pengambilan data. Teknik pengambilan sampel menggunakan judgment sampling. Hasil penelitian menunjukkan konsumen kuliner Jepang di restoran Saboten Shokudo didominasi oleh perempuan, mayoritas status pekerjaannya adalah mahasiswa, dan mayoritas bertempat tinggal di kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan preferensi konsumen terhadap kuliner Jepang yang dijual restoran Saboten Shokudo dari yang paling disuka adalah pertama ramen, kedua katsu, ketiga sushi, dan keempat donburi. Alasan konsumen dalam mengkonsumsi ramen dari alasan paling utama adalah pertama rasa, kedua aroma, ketiga tampilan, keempat tekstur, dan kelima harga. Alasan konsumen dalam mengkonsumsi katsu dari alasan paling utama adalah pertama rasa, kedua tekstur, ketiga aroma, keempat tampilan, dan kelima harga. Alasan konsumen dalam mengkonsumsi sushi dari alasan paling utama adalah pertama rasa, kedua tekstur, ketiga aroma, keempat tampilan, dan kelima harga. Alasan konsumen dalam mengkonsumsi donburi dari alasan paling utama adalah pertama rasa, kedua aroma, ketiga tekstur, keempat tampilan, dan kelima harga
Uji Orgnoleptik Cendol Buah Dengan Rasio Tepung Beras dan Pisang Candi yang Berbeda
ABSTRAK Pisang candi merupakan salah satu buah khas Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Pisang candi bisa digunakan sebagai cendol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh mutu organoleptik dan hedonik warna, rasa, aroma dan tekstur cendol beras rasio pisang candi dengan persentase substitusi 40%, 50% dan 60%.Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan Rancangan Rancak Lengkap (RAL) dengan 1 perlakuan dan dua kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan jika ada perbedaan dilakukan uji DUNCAN.Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh rasio penambahan buah pisang pada cendol beras terhadap warna, rasa, aroma dan tekstur cendol. Skor warna tertinggi dicapai perlakuan rasio 60% : 40%, dengan skor 3,8 (putih agak cerah). Skor rasa tertinggi dicapai perlakuan rasio 60% : 40% dengan skor 3,9 (rasa pisang agak kuat). Skor aroma tertinggi dicapai perlakuan 60% : 40% dengan skor 4,0 (aroma pisang cukup kuat). Skor tekstur tertinggi dicapai perlakuan rasio 40% : 60% dengan skor 4,0 (tekstur cendol cukup kuat). Terdapat pengaruh rasio pisang pada cendol beras terhadap tingkat kesukaan warna, rasa, aroma dan teksktur cendol. Skor tingkat kesukaan warna tertinggi dicapai perlakuan 60% : 40% dengan skor 3,6 (biasa).Skor tingkat kesukaan rasa tertinggi dicapai perlakuan 60% : 40% dengan skor 4,5 (agak suka).Skor tingkat kesukaan aroma tertinggi dicapai perlakuan 60% : 40% dengan skor 4,5 (agak suka).Skor tingkat kesukaan tekstur tertinggi dicapai perlakuan 40% : 60% dengan skor 4,4 (agak suka). Semakin banyak rasio penambahan pisang pada cendol buah, warna cendol semakin cerah, rasa dan aroma cendol semakin kuat, tekstur semakin tidak kenyal. Sementara tingkat kesukaaan warna, rasa, aroma semakin meningkat sementara kesukaan tekstur menurun. Saran : untuk memperbaiki tekstur cendol perlakuan 60% : 40% disarankan meneliti penggunaan agar-agar dalam jumlah yang lebih banyak
PEMANFAATAN TALAS (Colocasia esculenta) SEBAGAI BAHAN DALAM PEMBUATAN KUE TRADISIONAL KEMBANG GOYANG
ABSTRAK Kholidah, Ashfa Nuril 2015. Pemanfaatan Talas (Colocasia esculenta) Sebagai Bahan Dalam Pembuatan Kue Tradisional Kembang Goyang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Talas, Tepung Talas, Kembang Goyang Kue kembang goyang merupakan kue tradisional khas betawi yang terbuat dari tepung beras. Bahan umbi-umbian yang dapat mengganti tepung beras adalah talas yang diolah menjadi tepung talas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan sifat fisik (warna, tekstur), mutu hedonik rasa, hedonik (warna, tekstur, rasa), dan sifat kimia kadar serat kasar kembang goyang tepung beras dan kembang goyang tepung talas. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji dua sampel (uji t). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak dua kali, kemudian dilanjutkan dengan uji fisikwarna menggunakan alat colour reader dan teksturmenggunakan alat tensile strenght, uji mutu hedonik (rasa), uji hedonik (warna, tekstur, rasa), dan uji kimia analisis serat kasar. Hasil penelitian sifat fisik (warna, tekstur), mutu hedonik rasa, hedonik (warna, tekstur, rasa) tidak terdapat perbedaan yang nyata.Rerata tingkat kecerahan (L*) sifat fisik warna kembang goyang tepung beras 41,05% dan kembang goyang tepung talas 39%. Rerata tingkat kemerahan (a*) kembang goyang tepung beras 15,65% dan kembang goyang tepung talas 14,8%. Rerata tingkat kekuningan (b*) kembang goyang tepung beras 18,7% dan kembang goyang tepung talas 16,65%. Sifat fisik tekstur kembang goyang tepung beras 2,8% dan kembang goyang tepung 1,95%. Rerata skor mutu hedonik rasa kembang goyang tepung beras 3,94 (agak manis gurih), kembang goyang tepung talas 3,50 (agak manis gurih). Rerata skor hedonik warna kembang goyang tepung beras 4,48 (agak suka), kembang goyang tepung talas 3,46 (netral). Rerata skor hedonik tekstur kembang goyang tepung beras 4,10 (agak suka), kembang goyang tepung talas 4,28 (agak suka). Rerata skor hedonik rasa kembang goyang tepung beras 4,14 (agak suka), kembang goyang tepung talas4,36 (agak suka). Hasil penelitian kandungan serat kasar pada kembang goyang tepung beras dan kembang goyang tepung talas terdapat perbedaan yang nyata, rerata kandungan serat kasar kembang goyang tepung beras 0,41% dan tepung talas 0,88%
Kajian Mi Basah Substitusi Tepung Jamur Tiram Putih (Pleuretus ostreatus) untuk Menanggulangi Anemia
ABSTRAK Wardany, Rizky Husnia. 2015. Kajian Mi Basah Subtitusi Tepung Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) untuk Menanggulangi Anemia. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Mi Basah, Tepung Jamur Tiram Putih, Anemia Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusitepungjamurtiramputihpada mi basah terhadap sifat fisik (elastisitas dan warna), Sifat kimia meliputi zat besi (Fe) dan serat kasar yang terdapat pada mi basah subtitusi tepung jamur tiram putih, mengetahui hasil hedonik yang meliputi tekstur, warna, rasa, dan aroma mi basah subtitusi tepung jamur tiram putihdanmemperoleh formula yang tepat dengan perbandingan tepung jamur tiram putih 20%, 30%, dan 40%. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Produk mi basah subtitusi tepung jamur tiram putih ini diteliti dengan perbandingan tepung jamur tiram putih sebesar 20%, 30%, dan 40% yang dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Uji fisik warna diuji menggunakan alat colorimeter, sedangkan untuk tekstur (elastisitas) diuji menggunakan alat tensile strength. Pengujian kimia zat besi menggunakan metode AAS (Atomic Absorbtion Spectroscopi) dan untuk serat diuji menggunakan metode Crude fiber, Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) untuk menguji rata-rata lebih dari dua sampel, jikaterdapatperbedaandilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan, tidak adanya pengaruh subtitusi tepung jamur tiram putih terhadap warna, terdapat pengaruh subtitusi tepung jamur tiram putih terhadap tekstur (elastisitas). Terdapat pengaruh subtitusi tepung jamur tiram putih terhadap zat besi (Fe) dan serat. Kandungan zat besi tertinggi pada mi basah subtitusi tepung jamur tiram putih dengan subtitusi 40% sebesar 0,693 ppm. Kandungan serat kasar tertinggi pada mi basah subtitusi tepung jamur tiram putih dengan persentase 40% sebesar1,76. Terdapat perbedaan kesukaan terhadap hedonic tekstur, rasa, warna, dan aroma mi basah subtitusi tepung jamur tiram putih. Formula terbaik subtitusi tepung jamur tiram putih dengan perlakuan 20
Pengaruh Penambahan Tepung Bekatul dan Tempe Terhadap Kandungan Proksimat dan Mutu Organoleptik Sereal Jagung
ABSTRAK Wahyuningsih. 2016. Pengaruh Penambahan Tepung Bekatul dan Tempe Terhadap Kandungan Proksimat dan Mutu Organoleptik Sereal Jagung. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. (2) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: sereal, tepung bekatul, tempe Bekatul adalah lapisan luar dari beras yang terlepas saat proses penggilingan gabah. Selama ini bekatul hanya dimanfaatkan sebagai pakan unggas. Salah satu upaya untuk mengembangkan pemanfaatan tepung bekatul yaitu digunakan sebagai bahan tambahan pada pembuatan sereal jagung. Bahan tambahan lain yang digunakan adalah tempe. Tempe adalah salah satu makanan tradisional yang memiliki kandungan protein yang tinggi dan murah harganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung bekatul dan tempe terhadap kandungan proksimat sereal meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, kadar serat kasar, uji hedonik, serta mendapatkan formula terbaik untuk sereal dengan penambahan tepung bekatul dan tempe. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan penambahan jumlah tepung bekatul 5% , 10%, 15% dan penambahan jumlah tempe 2,5%, 5% , 7,5% dengan sembilan perlakuan dan dua kali pengulangan. Panelis yang digunakan berjumlah 35 orang dengan dua kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Two Way ANOVA (Analysis of Variance), yang dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Perlakuan terbaik ditentukan menggunakan metode indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jumlah tepung bekatul dan tempe berpengaruh terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak , kadar karbohidrat, kadar serat kasar dan uji hedonik warna, rasa, tekstur, aroma. Formula terbaik sereal jagung penambahan tepung bekatul dan tempe diperoleh pada formula y111 dengan penambahan tepung bekatul 5% dan tempe 2,5 % dengan kandungan proksimat y111 yang diperoleh yaitu kadar air 3,07%, kadar abu 4,36 %, kadar protein 9,41%, kadar lemak 5,99%, kadar karbohidrat 77,2%, kadar serat kasar 5,24 % dengan nilai uji hedonik warna, 6,11, rasa 6,29, tekstur 6,39, aroma 6,41
Analisa HDL (High Density Lipoprotein), Serat Pangan (Dietary Fiber), Dan Uji Organoleptik Kue Satu Berbahan Dasar Bekatul (Rice Bran)
ABSTRACT Mabruroh, Sulisa Rosita. 2016. Analisa HDL (High Density Lipoprotein), Serat Pangan (Dietary Fiber), Dan Uji Organoleptik Kue Satu Berbahan Dasar Bekatul (Rice Bran). Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. Dra. Mazarina Devi, M. Si. (2) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd.Kata Kunci: Kue Satu, Bekatul (Rice Bran), HDL (High Density Lipoprotein), Serat Pangan (Dietary Fiber).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung bekatul sebagai bahan dasar pembuatan kue satu bekatul dengan uji organoleptik, kandungan HDL (High Density Lipoprotein), serat pangan (Dietary Fiber), dan uji warna pada kue satu bekatul.Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan dua kali pengulangan dengan formula antara tepung bekatul dan tepung kacang hijau 65%:35%, 70%:30%, dan 75%:25%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way ANOVA (Analysis of Variance), yang dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test. Perlakuan terbaik ditentukan menggunakan metode indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian tepung bekatul sebagai bahan dasar pembuatan kue satu pada uji organoleptik, kandungan HDL (High Density Lipoprotein), serat pangan (Dietary Fiber), dan uji warna. Formula terbaik kue satu bekatul terdapat pada formula 2 (B2) dengan perbandingan 70%:30%. Formula terbaik ini memiliki spesifikasi kandungan HDL High Density Lipoprotein) 15,94%, serat pangan (Dietary Fiber) 8,00%, uji warna 76,43%, uji hedonik warna 4,07, uji hedonik rasa 3,97, uji hedonik aroma 3,84, dan uji hedonik tekstur sebesar 3,86
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Mahasiswa Memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga di Universitas Negeri Malang
ABSTRACT Yulandasari, Imay Kartika. 2016. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Mahasiswa Memilih Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga di Universitas Negeri Malang. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Rina Rifqie Mariana, M.P. (2) Aisyah Larasati, S.T., M.T., MIM., Ph.D.Kata kunci: Pemilihan Program Studi, analisis faktor, S1 Pendidikan Tata BogaBanyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum seorang calon mahasiswa menjatuhkan pilihannya kepada salah satu perguruan tinggi. Menentukan pilihan perguruan tinggi memerlukan proses rasional, karena akan memiliki konsekuensi jangka panjang dan berkaitam dengan waktu, persiapan, dana, dan sikap mental dari mahasiswa.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yang bertujuan untuk (1) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih program studi S1 pendidikan Tata Boga; (2) menentukan faktor dominan yang mempengaruhi mahasiswa dalam pemilihan program studi S1 pendidikan Tata Boga. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner jenis tertutup. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga angkatan 2012 sampai 2015. Adapun sampel penelitian ini sebesar 159 responden dengan menggunakan metode proportionate stratified random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah explanatory analisis faktor.Hasil penelitian ini menemukan faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih program studi S1 Pendidikan Tata Boga terdiri atas 11 variabel (faktor motivasi, cita-cita, konsep diri, minat, latar belakang pendidikan, biaya pendidikan, ketersediaan beasiswa, lingkungan keluarga, teman, kondisi ekonomi, dan peluang kerja) dan dapat dikelompokkan menjadi 5 faktor yaitu faktor motivasi sebesar 17,47%, faktor latar belakang pendidikan sebesar 17,05%, faktor lingkungan keluarga sebesar 13,53%, faktor lingkungan sekitar mahasiswa sebesar 12,77%, faktor peluang kerja sebesar 10,92%. Faktor yang paling dominan pengaruhnya terhadap keputusan mahasiswa dalam memilih program studi S1 Pendidikan Tata Boga adalah faktor motivasi. Kesimpulan penelitian ini ada 5 faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih program studi, (1) faktor motivasi, (2) faktor latar belakang pendidikan, (3) faktor lingkungan keluarga, (4) faktor lingkungan sekitar mahasiswa, (5) faktor peluang kerja. Faktor yang paling dominan adalah faktor motivasi. Berdasarkan penelitian saran yang didapat (1) Bagi jurusan adalah meningkatkan daya tarik calon mahasiswa dengan melihat faktor-faktor yang mempengaruhi, (2) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menemukan variabel-variabel yang lebih variatif sehingga dapat menambah hasil penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi program studi
Pengaruh Lama Blanching Terhadap Karakteristik Fisiko-Kimia dan Sensorik Jus “Mbah Ketel” (Kecambah Kedelai dan Wortel)
Wortel dan kecambah kedelai merupakan pangan fungsional yang lebih sering dikonsumsi sebagai sayuran. Salah satu cara lain mengambil manfaat dari wortel dan kecambah kedelai adalah dengan mengolahnya menjadi jus. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh lama blanching erhadapkadar β-karoten, vitamin E aktivitas antioksidan, viskositas, rentang warna, tingkat kesukaan panelis terhadap rasa, warna dan aroma jus Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap.Data penelitian berasal dari pengukuran yang dilakukan di laboratorium.Pengumpulan data karakteristik fisiko kimia jus dilakukan dengan metode spektrofotometri sedangkan tingkat kesukaan dilakukan dengan uji organoleptik oleh 70 panelis.Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik One Way Anova Hasil penelitian menunjukkan waktu/lama blanching memberikan pengaruh yang signifikan terhadap karaketristik fisiko-kimia dan tingkat kesukaan jus “Mbah Ketel” (Kecambah Kedelai dan Wortel). Kadar β-karoten tertinggi dimiliki oleh jus tanpa perlakuan blanching sebesar 134,49 µg. Kadar Vitamin E tertinggi dimiliki oleh jus tanpa perlakuan blanching 1,075 µg. Aktivitas antioksidan tertinggi dimiliki oleh jus tanpa perlakuan blanching dengan persentase 29,30% dan nilai ic50 sebesar 194,630. Viskositas tertinggi dimiliki oleh jus dengan lama blanching 10 menit sebesar 19,71 cps dan peningkatan waktu blanching memudarkan warna jingga jus “Mbah Ketel”. Kearah kuning. Tingkat kesukaan panelis yang dihasilkan terhadap aroma nilai rerata tertinggi dihasilkan oleh perlakuan lama blanching 10 menit (3,8). Tingkat kesukaan panelis yang dihasilkan terhadap rasa nilai rerata tertinggi dihasilkan oleh perlakuan lama blanching 10 menit( 4,16). Tingkat kesukaan panelis yang dihasilkan terhadap warna nilai rerata tertinggi dihasilkan oleh perlakuan lama blanching 10 menit( 3,96). Perlakuan lama blanching 5 menit merupakan produk terbaik jus kecambah kedelai dan wortel