Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
359 research outputs found
Sort by
Pengembangan Modul Mata Pelajaran Pengetahuan Bahan Makanan Kelas X Jasa Boga SMK(Implementasi Contextual Teaching And Learning Dan Pendekatan Saintifik)
ABSTRAK Mata pelajaran Pengetahuan Bahan Makanan memberikan sumbangsih terhadap semua mata pelajaran produktif yang berkaitan dengan dasar pemilihan, penyiapan, pengolahan, penyajian, penyimpanan, dan pengawetan bahan makanan. Sumber belajar utama berupa hand out, internet dan catatan siswa dari materi yang disampaikan guru atau kelompok siswa melalui media Power Point serta kurangnya bahan ajar cetak untuk siswa kelas X Jasa Boga SMK Negeri 1 Batu. Untuk itu diperlukan bahan ajar cetak berupa modul untuk mendukung proses pembelajaran di kelas.Pengembangan modul ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan Modul pada Kompetensi Dasar Pengetahuan Bahan Makanan kelas X Jasa Boga semester genap di SMK Negeri 1 Batu implementasi Contextual Teaching and Learning dan Pendekatan Saintifikuntuk SMK Paket Keahlian Jasa Boga kelas X semester genap yang memiliki kelayakan isi, penyajian, dan bahasa.Model penelitian dan pengembangan menggunakanmodel pengembangan Sugiyono dan desain instruksional Smith and Ragan. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket uji produk berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Analisis data untuk menghitung perolehan skor adalah persentase.Hasil validasi materi menunjukkan bahwa modulsangat valid dan tidak revisi dengan persentase95% dengan saran memperbaiki beberapa isi modul, bahasa, dan penempatan gambar. Hasil validasi media menunjukkan bahwa modul sangat valid dan tidak revisi dengan persentase 94%dan saran mengoptimalkan sampul depan desain visualnya. Hasil validasi bahasa menunjukkan bahwa modul sangat valid dan tidak perlu revisi dengan persentase 86%dan saran memperbaiki ejaan sesuai PUEBI. Hasil uji coba produk yakni 6 siswadengan persentase 80%. Hasil uji pemakaian yakni 80 siswa dengan persentase 89.4%. Kesimpulan hasil pengembangan modul ini telah memenuhi syarat dari sisi materi/isinya pada aspek kesesuaian materi dengan silabus, dan kurikulum, sisi bahasa yang digunakan pada aspek tata bahasa dan tata tulis maupun tinjauan dari sisi media pembelajaran pada aspek tampilan dan desain modul
Entrepreneurship sebagai Muatan Lokal di SMA Selamat Pagi Indonesia Kota Batu
ABSTRAK Herdiyani, Yasyinta. 2017. Entrepreneurship Sebagai Muatan Lokal di SMA Selamat Pagi Indonesia Kota Batu. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Teti Setiawati, M.Pd., (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd. Kata Kunci: Entrepreneurship, Muatan Lokal SMA Selamat Pagi Indonesia merupakan satu-satunya SMA di kota Batu yang menerapkan entrepreneurship lengkap dengan laboratoriumnya bernama Kampoeng Kidz. Fokus utama penelitian ini yaitu 1) kebijakan sekolah menerapkan entrepreneurship, 2) struktur kurikulum entrepreneurship, 3) model pembelajaran entrepreneurship, dan 4) sarana prasarana entrepreneurship. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kualitatifHasil dari penelitian antara lain kebijakan sekolah mengenai penerapan entrepreneurship berpedoman sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Pembelajaran entrepeneurship di SMA Selamat Pagi merupakan muatan lokal sebagai mata pelajaran wajib yang harus diikuti oleh semua peserta didik kelas X, kelas XI dan kelas XII. Pelaksanaan pembelajaran kewirausahaan dilaksanakan pada jam efektif sekolah dengan jumlah jam efektif sekolah dengan jumlah belajar dua jam setiap minggunya tiap jam nya yaitu 45 menit. Struktur Kurikulum Entrepreneurship merupakan muatan lokal di SMA Selamat Pagi Indonesia. Pengembangan langkah-langkah pembelajaran mengacu pada model-model pembelajaran yang diterapkan sesuai kebutuhan. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah bahwa pemilihan pendekatan saintifik atau inkuiri dan penyingkapan (discovery) atau pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning) disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jenjang pendidikan. Sarana Prasarana yang mendukung kegiatan kewirausahaan di SMA Selamat Pagi Indonesia yaitu Kampoeng Kidz sebagai laboraturium entrepreneurship. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk meneliti pengembangan jiwa entrepreneurship pada peserta didik dalam pembelajaran muatan lokal entrepreneurship. Bagi pihak sekolah sebagai bahan referensi untuk kegiatan pembelajaran entrepreneurship menjadi lebih baik
Hubungan Kecakapan Literasi Informasi Dengan Sikap Higiene-Sanitasi Dan Kesehatan-Keselamatan Kerja Siswa SMK Program Keahlian Tata Boga Di Kota Malang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecakapan literasi informasi yang dimiliki siswa kelas XI SMK Program Keahlian Tata Boga di kota Malang serta hubungannya dengan sikap higiene-sanitasi dan kesehatan-keselamatan kerja. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 269 siswa. Sampel ditentukan dengan menggunakan rumus slovin dan menghasilkan jumlah sampel sebanyak 160 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara proporsional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki: (1) kecakapan literasi informasi dengan klasifikasi sangat baik sebanyak 9,4%, baik 81,2%, cukup baik 9,4%, kurang baik 0%. Kecakapan literasi informasi tersebut terdiri dari 6 kemampuan,yaitu: (a) mendefinisikan masalah dengan klasifikasi sangat baik 31,25%, baik 52,5%, cukup baik 7,5%, kurang baik 0% (b) menggunakan strategi pencarian informasi dengan klasifikasi sangat baik 13,7%, baik 67,6%, cukup baik 18,7%, kurang baik 0% (c) menentukan lokasi dan cara mengakses dengan klasifikasi sangat baik 7,5%, baik 60,6%, cukup baik 31,9%, kurang baik 0% (d) menggunakan informasi dengan klasifikasi sangat baik, 30 %, baik 53,7%, cukup baik 16,3%, kurang baik 0%. (d) mensintesa informasi dengan klasifikasi sangat baik 11,9%, baik 67,5%, cukup baik 20,7%, kurang baik 0%. (f) melakukan evaluasi dengan klasifikasi sangat baik 7,5%, baik 58,1%, cukup baik 34,4%, kurang baik 0%. (2) Sikap higiene-sanitasi dengan klasifikasi sangat baik 18,1%, baik 61,9%, cukup baik 20%, kurang baik 0% (3) sikap kesehatan-keselamatan kerja dengan klasifikasi sangat baik 18,1%, baik 58,1%, cukup baik 23,8%, kurang baik, 0% baik (4) ada hubungan yang signifikan antara kemampuan mendefinisikan masalah, menggunakan strategi pencarian informasi, menentukan lokasi dan akses, menggunakan informasi, mengevaluasi informasi dengan sikap higiene-sanitasi. Tidak ada hubungan signifikan antara kemampuan mensintesa informasi dengan sikap higiene-sanitasi (5) ada hubungan yang signifikan antara kemampuan mendefinisikan masalah, menggunakan strategi pencarian informasi, menentukan lokasi dan akses, menggunakan informasi, mengevaluasi informasi dengan sikap kesehatan-keselamatan kerja. Tidak ada hubungan yang signifikan antara kemampuan mensintesa informasi dengan sikap kesehatan-keselamatan kerja (6) ada hubungan yang signifikan secara simultan antara kecakapan literasi informasi dengan sikap higiene-sanitasi (7) Ada hubungan yang signifikan antara kecakapan literasi informasi dengan sikap kesehatan-keselamatan kerja. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar siswa memiliki kecakapan literasi informasi yang baik, memiliki sikap higiene-sanitasi, dan kesehatan-keselamatan kerja yang baik. Saran bagi peneliti lain untuk memfokuskan penelitian terhadap variabel lain diluar literasi informasi yang mempengaruhi sikap higiene-sanitasi dan kesehatan-keselamatan kerja yang dimiliki siswa. Bagi guru mengintegrasikan langkah-langkah literasi informasi dalam pembelajaran
Analisis Proksimat dan Aktivitas Antioksidan Minuman Fungsional Sari Rimpang Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) Rasa Buah
ABSTRAK Lava, Vinone Talenta E. 2016. Analisis Proksimat dan Aktivitas Antioksidan Minuman Fungsional Sari Rimpang Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) Rasa Buah. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si. (II) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si. Kata Kunci : rimpang rumput teki, minuman fungsional, proksimat, aktivitas antioksidan Rimpang rumput teki memiliki komponen aktif berkhasiat farmakologi. Rimpang rumput teki memiliki rasa pahit sehingga perlu diperhatikan dalam pengolahan dan cara mengurangi rasa pahit, yaitu dengan menambahkan sari buah, sehingga menjadi produk minuman sari rimpang rumput teki rasa buah. Buah yang dipilih adalah buah stroberi, buah nanas dan buah sirsak. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pemberian tiga jenis buah yang berbeda yaitu stroberi/nanas/sirsak dan dua kali pengulangan. Analisis data menggunakan One Way ANOVA (Analysis of Variance), jika terdapat perbedaan pada perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan kadar air tertinggi diperoleh rasa buah stroberi sebesar 80,68%. Kadar protein tertinggi diperoleh rasa buah sirsak 0,024%. Kadar karbohidrat tertinggi diperoleh rasa buah sirsak sebesar 21,571%. Kadar serat kasar tertinggi diperoleh rasa buah sirsak sebesar 0,2%. Aktivitas antioksidan terkuat diperoleh rasa buah sirsak pada IC₅₀ sebesar 223,163 ppm. Hasil penelitian juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan kadar abu dan kadar lemak pada minuman sari rimpang rumput teki rasa buah. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa jenis buah berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar protein, kadar karbohidrat, kadar serat kasar, dan aktivitas antioksidan serta tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu dan kadar lemak. Minuman sari rimpang rumput teki rasa buah sirsak memiliki potensi aktivitas antioksidan terkuat sebesar 223,163 ppm
Ketersediaan Sarana dan Prasarana Laboratorium Patiseri pada Paket Keahlian Patiseri SMK Negeri 3 Malang.
Sarana dan prasarana pendidikan merupakan material pendidikan yang sangat penting dan berguna untuk menunjang penyelenggaraan proses belajar mengajar praktikum di SMK, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam mencapai tujuan pendidikan. Laboratorium patiseri berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran pembuatan berbagai macam kue basah dan kering, termasuk pengemasan dan pengujian mutu. SMK Negeri 3 Malang, merupakan satu-satunya SMK Negeri di kota Malang yang mempunyai Ruang Praktik Paket Keahlian Patiseri atau laboratorium patiseri, oleh karena itu apakah laboratorium patiseri SMK Negeri 3 Malang sudah sesuai dengan PERMENDIKNAS Nomor 40 Tahun 2008 perlu diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan sarana dan prasarana laboratorium patiseri pada Paket Keahlian Patiseri SMK Negeri 3 Malang, yang disesuaikan dengan ketentuan PERMENDIKNAS Nomor 40 Tahun 2008. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan sarana dan prasarana pada laboratorium patiseri SMK Negeri 3 Malang, apabila disesuaikan dengan PERMENDIKNAS Nomor 40 Tahun 2008, terdiri dari ruang praktik dapur kue basah dan kering yang didalamnya terdapat perabot, peralatan, media pendidikan, dan perlengkapan lainnya. Ruang praktik dapur kue basah dan kering memiliki luas sebesar 68%. Perabot ruang praktik dapur kue basah dan kering memiliki ketersediaan sebesar 100%. Peralatan memiliki ketersediaan sebesar 100%. Media pendidikan memiliki ketersediaan sebesar 100%. Perlengkapan lain memiliki ketersediaan sebesar 100% dan tempat sampah memiliki ketersediaan sebesar 120%. Sedangkan tingkat ketersediaan sarana dan prasarana pada laboratorium patiseri SMK Negeri 3 Malang apabila disesuaikan dengan kondisi ideal adalah perabot meliputi meja kerja 80% dan kursi kerja 100% dan peralatan praktik sebesar 40%. Dari hasil penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sarana dan prasarana yang terdapat pada laboratorium SMK Negeri 3 Malang apabila disesuaikan dengan PERMENDIKNAS Nomor 40 Tahun 2008 termasuk dalam kategori sangat sesuai sedangkan apabila disesuaikan dengan kriteria jumlah ideal dalam kategori cukup sesuai.
Identifikasi Makanan Khas Kota Blitar
ABSTRAK Yulia Deva, Novita. 2017. Identifikasi Makanan Khas Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si., (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M. Pd., Kata kunci: Identifikasi, Makanan Khas Kota BlitarMakanan khas di Blitar mulai banyak mengalami pengembangan variasi, yaitu dari bahan bakunya, bahan pelengkap lain untuk menunjang rasa, tekstur, aroma, dan bentuk. Kencangnya arus globalisasi dan konsep modernisasi turut memberikan pengaruh terhadap perkembangan makanan khas di kota Blitar. Pengembangan makanan khas tersebut diharapkan akan mampu membantu proses pelestarian budaya, ekonomi dan makanan khas yang ada, sehingga dengan berkembangnya makanan khas, Blitar akan meningkatkan produk pangan khas daerah yang menjadi ciri khas dan merupakan langkah awal dalam melestarikan kebudayaan Indonesia di daerah Blitar. Oleh karena itu, fokus penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi berbagai makanan khas yang ada di kota Blitar, (2) mengklasifikasi makanan khas kota Blitar berdasarkan kategori makanan pokok, lauk pauk, sayur mayur, sepinggan, jajanan dan minuman, (3) mengidentifikasi komposisi bahan utama, bahan tambahan dan proses pembuatan makanan khas yang ada di kota Blitar.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian yaitu di kecamatan Kepanjen Kidul, kecamatan Sanan Wetan, dan kecamatan Sukorejo. Narasumber dalam penelitian ini adalah pedagang dan produsen makanan khas yang ada di kota Blitar. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber data.Berdasarkan hasil observasi dan wawancara diperoleh simpulan: (1) keanekaragaman makanan khas Kota Blitar meliputi makanan pokok (punten dan nasi ampok), lauk pauk hewani (peyek uceng dan ikan kuthuk), lauk pauk nabati berupa tahu bumbu, sayuran (sayur lodeh tewel), sepinggan (rujak cingur dan soto ireng), jajanan (wajik klethik, geti dan opak gambir), dan minuman berupa es pleret. Bahan tambahan yang digunakan adalah bahan cair; serta bahan pemberi rasa, aroma dan warna (2) metode pengolahan makanan yang digunakan untuk mengolah makanan khas di Kota Blitar adalah merebus, memasak dengan api, menggoreng, membakar,menumis dan mencetak dengan alat cetak modern dan tradisional. (3) bahan kemasan yang digunakan untuk makanan khas di Kota Blitar terdiri dari kemasan primer; kemasan sekunder; dan kemasan tersier kuartener (3) jenis makanan khas di Kota Blitar mempunyai potensi kuliner karena banyak ditemukan berbagai sentra kuliner, selain itu fungsi lain adalah sebagai fungsi adat/ ritual agama dan fungsi domestik. Untuk lebih melestarikan makanan khas di Kota Blitar perlu mengenalkan makanan khas pada wisatawan yang berkunjung ke Kota Blitar, serta mengembangkan inovasi dan kreativitas mengenai makanan khas yang ada di Kota Blitar
Pengaruh Rasio Asam Jawa (Tamarindus indica L.) dan Buah Cermai (Phyllanthus acidus L. Skeels) Terhadap Kapasitas Antioksidan dan Sifat Organoleptik Minuman Kunyit Asam Cermai
ABSTRAK Buah cermai mengandung senyawa bioaktif yang mampu menangkap radikal bebas serta mempunyai kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Kurangnya pemanfaatan buah cermai dikarenakan rasanya yang yang terlalu asam jika langsung dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan buah cermai sebagai bahan pengasam pengganti asam jawa pada minuman kunyit asam.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio asam jawa dan buah cermai (30% : 70%, 35% : 65%, 40% : 60%) terhadap kapasitas antioksidan, aktivitas antibakteri, sifat fisik warna dan sifat hedonik (rasa, warna, aroma) dan mengetahui formula terbaik dari minuman kunyit asam cermai.Hasil penelitian menunjukkan hasil IC50 pada rasio 30%:70%, 35%:65%, 40%:60% menunjukkan kapasitas antioksidan yang aktif atau kuat. Analisis kapasitas antioksidan berbeda nyata hal ini dikarenakan kandungan senyawa bioakif pada asam jawa dan buah cermai yang saling bersinergi. Aktivitas antibakteri berbeda nyata pada rasio 30%:70% dan 40%:60% karena adanya flavonoid, polifenol, saponin, glikosida dan alkaloid yang menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Analisis sifat fisik warna berbeda nyata pada tingkat kecerahan dan kemerahan pada rasio 30%:70%, 35%:65%, 40%:60% disebabkan kandungan tanin yang menghasilkan warna coklat, tingkat kemerahan disebabkan kandungan flavonoid yang menghasilkan warna merah dan tingkat kekuningan berbeda pada rasio 30%:70% dan 40%:60% disebabkan kandungan asam askorbat pada buah cermai dan flavonoid pada buah cermai dan asam jawa. Sifat hedonik rasa terdapat perbedaan pada rasio 30%:70% dan 35%:65%. Sifat hedonik aroma dan warna tidak berbeda nyata pada berbagai rasio. Perhitungan indeks efektivitas menunjukkan bahwa rasio 40% : 60% sebagai formula terbaik dengan total nilai sebesar 0,213. Saran untuk penelitian selanjutanya dapat dilakukan uji sifat fisik warna kembali, menganalisis senyawa bioaktif yang terkandung, menganalisis efek hepatoprotektif, manganalisis aktivitas antibakteri pada bakteri Eschericia coli, diversifikasi bahan pengasam dan memodifikasi proses penghancuran bahan terhadap minuman kunyit asam cerma
Pengaruh Penambahan Serbuk Daun Bangun-Bangun (Colleus amboinicus Lour) terhadap Kadar Proksimat, Sifat Fisik, dan Sifat Organoleptik Mi Basah
ABSTRAK Faishal, H. 2017. Pengaruh Penambahan Serbuk Daun Bangun-Bangun (Colleus amboinicus Lour) terhadap Kadar Proksimat, Sifat Fisik, dan Sifat Organoleptik Mi Basah. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Dra. Mazarina Devi, M.Si. (II) Ir. Issutarti, M. P. Kata Kunci: daun bangun-bangun, serbuk, mi basahDaun bangun-bangun layak untuk dikembangkan dan ditingkatkan nilai ekonomisnya melalui pengolahan menjadi serbuk dan ditambahkan kedalam produk mi basah sebagai produk makanan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kadar proksimat, kekenyalan, uji mutu hedonik (rasa, warna, aroma, tekstur) serta menentukan formula terbaik dari mi basah daun bangun-bangun.Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan perlakuan penambahan serbuk daun bangun-bangun 5%, 10%, 15% dengan dua kali pengulangan. Data hasil analisis sampel diuji secara statistik menggunakan uji One Way ANOVA dilanjutkan dengan uji DMRT.Hasil penelitian menunjukkan penambahan serbuk daun bangun-bangun berpengaruh nyata terhadap naiknya kadar proksimat, kekenyalan, dan uji mutu hedonik mi basah. Formula terbaik yang diperoleh adalah pada mi basah dengan penambahan serbuk daun bangun-bangun 15%. Kadar proksimat yang diperoleh yaitu pada kadar air 87,77%, kadar abu 1,487%, kadar lemak 4,421%, kadar protein 6,646%, kadar karbohidrat 19,672%, kadar serat kasar 2,196%, kekenyalan 0,017kg/cm2, tingkat kesukaan terhadap rasa dengan skor 3,6, tingkat kesukaan warna dengan skor 3,9, tingkat kesukaan aroma dengan skor 3,0, dan tingkat kesukaan tekstur dengan skor 3,8. Saran penelitian ini yaitu, perlu penelitian lebih lanjut berkaitan dengan cara menghilangan aroma dan rasa langu pada mi basah daun bangun-bangun dengan menentukan formula terbaik untuk menghasilkan mi basah dengan sifat kimia yang baik, sesuai standar mutu, dan diterima oleh masyarakat
Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Keputusan Pembelian Di Mochi Maco Cafe Malang.
ABSTRAK Fitriana, Della Nur. 2017. Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Keputusan Pembelian Di Mochi Maco Cafe Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Aisyah Larasati, Ph.D., (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Kualitas Layanan, Keputusan Pembelian, Cafe Pertumbuhan usaha kuliner di Kota Malang cukup pesat. Salah satu usaha yang ikut berperan dalam kemajuan usaha kuliner di Kota Malang adalah Mochi Maco Cafe Malang. Pesatnya usaha kuliner dapat dilihat dari tingginya keputusan pembelian oleh konsumen. Pengambilan keputusan pembelian konsumen dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya adalah kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan terhadap keputusan pembelian di Mochi Maco Cafe Malang serta mengetahui faktor kualitas layanan yang berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian di Mochi Maco Cafe Malang. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory research. Populasi penelitian adalah konsumen yang sedang berkunjung dan melakukan pembelian di Mochi Maco Cafe Malang. Jumlah sampel yang digunakan 100 konsumen. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis faktor dan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. (1) Kualitas layanan (keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik) secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian di Mochi Maco Cafe Malang. (2) Variabel Jaminan memiliki pengaruh yang dominan terhadap keputusan pembelian di Mochi Maco Cafe Malang
Penerapan Cara Produksi Makanan Yang Baik (CPMB) Pada Pengolahan Di Dapur Pusat Produksi Bakso Kota Cak Man Malang
ABSTRAK Malang merupakan salah satu kota yang terkenal dengan kuliner bakso. salah satu yang unggul adalah Bakso Kota Cak Man. Bakso Kota Cak Man memiliki banyak cabang yang tersebar di seluruh kota di Indonesia. Cara produksi makanan yang baik (CPMB) merupakan suatu pedoman yang menjelaskan cara produksi makanan agar bermutu, aman, dan layak dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsiskan penerapan Cara Produksi Makanan yang Baik (CPMB) di Dapur Pusat Produksi Bakso Kota Cak Man Malang meliputi: pemilihan bahan baku, penyimpanan bahan baku, pengolahan, penyimpanan bahan masak, pegangkutan dan penyajian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh dari wawancara 3 orang informan, yaitu: pimpinan BKCM, Manajer Operasional Produk, dan karyawan. Teknik pengumpulan data dalam peneltian ini dilakukan dengan cara: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan langkah-langkah: pengumpulan data, reduksi data, display data, verivikasi dan menarik kesimpulan. Pemilihan bahan baku di Dapur Pusat Produksi Bakso Kota Cak Man sudah sesuai dengan syarat CPMB, tempat penyimpanan bahan baku sudah sesuai dengan syarat CPMB, pengolahan sudah sesuai dengan syarat CPMB, penyimpanan bahan masak tidak sesuai dengan syarat CPMB, pengangkutan sudah sesuai dengan syarat CPMB, penyajian sudah sesuai dengan syarat CPMB. Kemasan yang digunakan untuk menyimpan makanan matang di Dapur Pusat Produksi Bakso Kota Cak Man disarankan untuk menggunakan kemasan sesua