Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
359 research outputs found
Sort by
Pengaruh Rasio Daun dan AirTerhadap Sifat Fisikokimia dan MutuOrganoleptik Nori Daun Cincau Hijau Pohon (Premna oblongifolia Merr.)
ABSTRAK Daun cincau hijau pohon memiliki komponen pembentuk gel dari golongan polisakarida pektin bermetoksi rendah, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan nori.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh rasio air terhadap sifat kimia yang meliputi antioksidan dan serat pangan, sifat fisik yang meliputi warna dan tekstur dan sifat organoleptik yang meliputi hedonik (warna, aroma dan tekstur) nori daun cincau hijau pohon. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL).Perlakuan yang digunakan adalah rasiodaun dengan air dengan dua kali pengulangan dengan faktorrasio yang berbeda (1:5, 1:10, 1:15, b/b). Analisis data menggunakan ANOVA dengan uji lanjut DMRT. Metode yang digunakan untuk analisis kimia antioksidan menggunakan DPPH (2,2-difenil-1-1pikrylhidrazyl) dan serat pangan menggunakan enzymatic digestion. Analisis fisik warna menggunakan colour reader dan tekstur menggunakan hardness penetrometer, dan uji hedonik (warna, aromadantekstur). Hasil penelitiannori daun cincau hijau pohon menunjukkan bahwa rasio daun dan air berpengaruh terhadap sifat kimia aktivitas antioksidan dan serat pengan, sifat fisik warna dan tekstur serta sifat hedonik warna, tetapi tidak berpengaruh terhadap sifat hedonik aroma dan tekstur. Kandungan antioksidan tertinggi didapat dari rasio 1 : 5 dengan nilai IC50sebesar 101,483 ppm dan serat pangan total tertinggi didapat dari rasio 1 : 5 dengan nilai 32,928 %. Nori daun cincau hijau pohon yang mendekati kriteria adalah rasio 1 : 10 dengan kandungan antioksidan IC50sebesar 124,494 ppm, serat pangan larut sebesar 22,595 %, serat pangan tidak larut sebesar 7,822 %, serat pangan total sebesar 30,416 %, sifat fisik warna tingkat kecerahan (L) sebesar 47,31, tingkat kehijauan (a-) sebesar 44,23, tingkat kekuningan (b+) sebesar 35,26 serta tingkat kesukaan warna sebesar 4,26, tingkat kesukaan aroma sebesar 3,64 dan tingkat kesukaan tekstur 4,60
Pengaruh Perubahan Kelembaban Jangka Panjang Akibat Air Laut Terhadap Kekuatan Campuran Mortar 1PC : 3Pasir yang Dibuat Di Lapangan Menggunakan Semen Tipe PCC
ABSTRAK Qudsiyah, Iftakhul. 2016. Pengaruh Perubahan Kelembaban Jangka Panjang Akibat Air Laut Terhadap Kekuatan Campuran Mortar 1PC : 3Pasir yang Dibuat Di Lapangan Menggunakan Semen Tipe PCC. Skripsi, Program Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sonny Wedhanto, M.T, M.T, (II) Drs. Wahyo Hendarto Yoh, M.T. Kata Kunci: Mortar, Kelembaban, Semen PCC, Kuat Tekan Bangunan yang mengandung sulfat dan air laut umumnya menggunakan semen portland tipe V, namun semen tersebut susah di jumpai di pasaran, sehingga digunakan semen yang tersedia yaitu tipe PCC atau PPC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan kelembaban (rendam angkat air laut) jangka panjang terhadap kuat tekan mortar campuran 1PC : 3Pasir yang dibuat di lapangan. Semen menggunakan tipe PCC merek Tiga Roda dan agregat halus yang digunakan adalah pasir lumajang, semua bahan tersebut di beli di toko bangunan yang ada di kota Malang. Sampel berupa kubus mortar ukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm sebanyak 20 benda uji untuk setiap umur pengujian. Perlakuan benda uji dengan rendam angkat pada air laut dan air tawar selama 21, 28, 60, dan 90 hari. Pengujian tekan dilakukan pada umur perlakuan. Analisis data menggunakan Analysis of Variances (ANOVA) dengan taraf signifikasi α sebesar 0,05. Hasil penelitian : (1) pada usia 28 hari mortar campuran 1PC : 3Pasir yang dibuat di lapangan kekuatannya sebesar 80,67 kg/cm², standar deviasi (SD) 1,72 gr/cm3, dan koefisien variansi (CV) sebesar 2,13%; (2) komposisi rancangan campuran mortar menggunakan metode Dreux Corrise dengan data nilai kuat tekan mortar campuran 1PC : 3Pasir yang dibuat di lapangan setara campuran 1PC : 4,37Pasir menurut perbandingan berat; (3) terdapat pengaruh perubahan kelembaban jangka panjang akibat air laut terhadap kekuatan tekan mortar, nilai kuat tekan mortar rendam angkat menggunakan air laut pada usia 21 hari sebesar 66,12 kg/cm² dan pada usia 90 hari menurun 20,26 % menjadi 35,47 kg/cm². ABSTRACT Qudsiyah, Iftakhul. 2016. The Effects of Long-Term Sea Water Humidity Changes Toward The Strength of In Situ Made 1PC : 3Sand Mortar Mixture Using PCC Type Cement. Thesis S1 Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Malang. Supervisor: (I) Drs. Sonny Wedhanto, M.T, M.T, (II) Drs. Wahyo Hendarto Yoh, M.T. Keywords: Mortar, Humidity, Cement PCC, Compressive Strength The building containing sulfate and sea water generally using Portland cement type V, but the cement difficulty encountered in the market, so that the cement used provided that the type of PCC or PPC. This study aimed to determine the effect of changes in humidity (wading sea water lift) Long term compressive strength of the mortar mix 1PC: 3Sands made in the field. Cement using PCC type Tiga Roda brand and fine aggregate used was sand Lumajang, all the ingredients are purchased in a store building in the city of Malang. Samples of mortar cube size 5 cm x 5 cm x 5 cm by 20 test specimens for each age testing. Treatment of the test object with lift soak in sea water and fresh water for 21, 28, 60, and 90 days. Tests done at age press treatment. Analysis of the data using Analysis of Variances (ANOVA) with significance level α of 0,05. Results: (1) At the age of 28 days of mortar mix 1PC: 3Sands made in the field strength of 80,67 kg / cm², the standard deviation (SD) of 1,72 g / cm³, and the coefficient of variance (CV) of 2,13 %; (2) The composition of the mortar mix design using the data Dreux Corrise with the compressive strength of mortar mix 1PC: 3Sands made in similar field mix 1PC: 4,37Sands according to weight ratio; (3) There is a long-term effect of humidity changes as a result of seawater to the compressive strength of mortar, the compressive strength of mortar soak lift using sea water at the age of 21 days amounted to 66,12 kg / cm² and at the age of 90 days decreased 20,26% to 35,47 kg / cm²
Pengaruh Substitusi Tepung Beras Hitam (Oryza sativa L.) dengan Tepung Beras Putih Terhadap Kadar Antosianin dan Mutu Organoleptik Kue Mangkuk
ABSTRAK Putri, Brilianti Gesityana Ananda. 2017.Pengaruh Substitusi Tepung Beras Hitam (Oryza sativa L.) dengan Tepung Beras Putih Terhadap Kadar Antosianin dan Mutu Organoleptik Kue Mangkuk. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. (I) Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd.,M.Pd. Kata Kunci: Beras Hitam, Kue Mangkuk, Kadar Antosianin Beras hitam mengandung zat warna alami antosianin cukup tinggi. Antosianin yang berperan memberikan warna coklat kehitaman yang berpotensi menjadi pewarna alami dan alternatif pengganti pewarna sintesis. Salah satu upaya untuk memanfatakan beras hitam sebagai pewarna alami dengan diaplikasikan pada kue tradisional,yaitu kue mangkuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan antosianin dan hedonik (rasa, warna, aroma dan tekstur) kue mangkuk substitusitepung beras hitam (30%;40%; 50%), serta formula terbaik kue mangkuk tepung beras putih substitusi tepung beras hitam. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali pengulangan. Data analisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance).Jika terdapat perbedaan antar pelakuan, maka dilanjutkan dengan Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar antosianin tertinggi sebesar 95,751mg/100gdiperoleh dari kue mangkuk substitusitepung beras hitam 50%. Mutu hedonik warna tertinggi diperoleh dari kue mangkuk substitusitepung beras hitam30% dengan skor 4,31 dengan penilaian warna coklat muda-coklat. Mutu hedonik rasa tertinggi diperoleh dari kue mangkuk substitusi tepung beras hitam 30% dengan skor 4,29 dengan penilaian rasa kurang manis-manis. Mutu hedonik aroma tertinggi diperoleh dari kue mangkuk substitusi tepung beras hitam 30% dengan skor 4,26 dengan penilaian aroma agak harum-cukup harum. Mutu hedonik tekstur tertinggi diperoleh dari kue mangkuk substitusi tepung bera hitam 30% dengan skor 4,10 dengan penilaian tekstur lembut-cukup lembut. Tingkat kesukaan warna tertinggi diperoleh dari kue mangkuk substitusi tepung beras hitam 30%. Tingkat kesukaan rasa tertinggi diperoleh dari kue mangkuk substitusi tepung beras hitam 30%.Tingkat kesukaan aroma tertinggi diperoleh dari kue mangkuk substitusi tepung beras hitam 30%.Tingkat kesukaan tekstur tertinggi diperoleh dari kue mangkuk substitusi tepung beras hitam 30%. Indeks efektivitas menghasilkan formula terbaik kue mangkuk tepung beras putih substitusi tepung beras hitam diperoleh dari kue mangkuk substitusi tepung beras hitam 30%
Penerapan Cara Produksi Makanan Yang Baik (CPMB) Pada Pengolahan Di Dapur Pusat Produksi Bakso Kota Cak Man Malang
ABSTRAK Malang merupakan salah satu kota yang terkenal dengan kuliner bakso. salah satu yang unggul adalah Bakso Kota Cak Man. Bakso Kota Cak Man memiliki banyak cabang yang tersebar di seluruh kota di Indonesia. Cara produksi makanan yang baik (CPMB) merupakan suatu pedoman yang menjelaskan cara produksi makanan agar bermutu, aman, dan layak dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsiskan penerapan Cara Produksi Makanan yang Baik (CPMB) di Dapur Pusat Produksi Bakso Kota Cak Man Malang meliputi: pemilihan bahan baku, penyimpanan bahan baku, pengolahan, penyimpanan bahan masak, pegangkutan dan penyajian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh dari wawancara 3 orang informan, yaitu: pimpinan BKCM, Manajer Operasional Produk, dan karyawan. Teknik pengumpulan data dalam peneltian ini dilakukan dengan cara: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan langkah-langkah: pengumpulan data, reduksi data, display data, verivikasi dan menarik kesimpulan. Pemilihan bahan baku di Dapur Pusat Produksi Bakso Kota Cak Man sudah sesuai dengan syarat CPMB, tempat penyimpanan bahan baku sudah sesuai dengan syarat CPMB, pengolahan sudah sesuai dengan syarat CPMB, penyimpanan bahan masak tidak sesuai dengan syarat CPMB, pengangkutan sudah sesuai dengan syarat CPMB, penyajian sudah sesuai dengan syarat CPMB. Kemasan yang digunakan untuk menyimpan makanan matang di Dapur Pusat Produksi Bakso Kota Cak Man disarankan untuk menggunakan kemasan sesuai.
Identifikasi Makanan Khas Banyuwangi
ABSTRAK Banyuwangi merupakan Kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Jawa yang memiliki beraneka macam jenis makanan khas dengan bahan baku dan bumbu yang khas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi makanan, bahan baku, bumbu, dan teknik pengolahan pada makanan khas Banyuwangi.Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan untuk penelitian ini adalah penjual makanan khas Banyuwangi dan pembuat makanan khas Banyuwangi dalam hal ini adalah ibu-ibu rumah tangga dari Suku Osing. Hasil penelitian ini adalah: (1) makanan khas Banyuwangi meliputi makanan pokok yang terdiri dari sego tempong dan sego cawuk; lauk pauk yang terdiri dari pecel pithik, ayam pedas, jangan kesrut, pindang koyong, pindang gendam, pindang telur, brengkesan ikan laut; makanan sepinggan yang terdiri dari pecel rawon dan rujak soto. (2) bahan baku yang digunakan untuk makanan khas Banyuwangi terdiri dari bahan hewani (ayam kampung, berbagai jenis ikan laut, telur ayam, daging sapi) dan nabati (yaitu berbagai sayuran untuk hidangan pecel rawon dan rujak soto; (3) bumbu yang digunakan pada makanan khas Banyuwangi terdiri dari bawang merah, bawang putih, kemiri, lengkuas, jahe, kunyit, cabai rawit, kencur, serai, daun bawang, ketumbar, daun jeruk, daun salam, seledri,dan dua bumbu khas Banyuwangi yaitu asam wadung dan tomat ranti; (4) teknik pengolahan makanan khas Banyuwangi terdiri dari merebus, mengukus, menggoreng, membakar, menumis, dan satu teknik pengolahan khas Banyuwangi yaitu gendam
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Melalui Pembelajaran Kooperatif TAI dan TGT Pada Mata Pelajaran Pengetahuan Bahan Makanan di SMK Hidayatul Mubtadi’in Singosari
ABSTRAK Wanda, Fella Septa. 2016. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Melalui Pembelajaran Kooperatif TAI dan TGT Pada Mata Pelajaran Pengetahuan Bahan Makanan di SMK Hidayatul Mubtadi’in Singosari. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Teti Setiawati, M.Pd, (II): Dr. Rina Rifqie Mariana, M.P. Kata Kunci: model pembelajaran TAI, model pembelajaran TGT, hasil belajar Ketuntasan hasil belajar pada mata pelajaran Pengetahuan Bahan Makanan masih rendah, salah satu faktor penyebabnya karena partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran kurang. Salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa melalui pembelajaran kooperatif, diantaranya model Teams Assisted Indovidualized (TAI) dan Teams Games Tournament (TGT). Model TAI mengkondisikan masing-masing anggota kelompok memiliki peran tanggung jawab individu melalui tutor sebaya. Sedangkan model TGT mengutamakan kerjasama kelompok melalui aktivitas belajar dengan permainan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar melalui penerapan model pembelajaran TAI dibandingkan dengan TGT pada mata pelajaran Pengetahuan Bahan Makanan di SMK Hidayatul Mubtadi’in. Jenis penelitian yang dilakukan adalah pre experimental design dengan model one group pretest-posttest design. Penelitian ini melibatkan dua kelas eksperimen dengan penerapan model pembelajaran yang berbeda. Jumlah populasi sebanyak 54 siswa, terdiri 28 siswa kelas eksperimen 1, dan 26 siswa kelas eksperimen 2. Pengumpulan data berupa tes formatif pilihan ganda yang akan dianalisis peningkatannya dan diuji beda dengan t test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar pada kedua kelas eksperimen. Peningkatan hasil belajar pada kelas ekperimen 1 melalui model TAI sebesar 20,75, sedangkan pada kelas eksperimen 2 melalui model TGT sebesar 21,77. Ketuntasan belajar kelas TAI 82,2%, dan 76,9% pada kelas TGT. Berdasarkan perhitungan uji perbedaan, diketahui thitung 1,069 < ttabel 2,002, sehingga tidak terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar yang signifikan antara model pembelajaran TAI dan TGT pada mata pelajaran Pengetahuan Bahan Makanan di SMK Hidayatul Mubtadi’in.
Analisis Cara Produksi Makanan yang Baik (CPMB) pada Proses Pengolahan Makanan (Studi Kasus di My Baby Rental Catering Malang)
ABSTRAK Nugrahani, Rizki Alfi. 2017. Analisis Cara Produksi Makanan yang Baik (CPMB) pada Proses Pengolahan Makanan (Studi Kasus di My Baby Rental Catering Malang). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Rina Rifqie Mariana, M.P, (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd. Kata Kunci: CPMB, My Baby Rental Catering Malang Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan cara produksi makanan yang baik (CPMB) pada pengolahan makanan bayi di My Baby Rental Catering Malang meliputi (1) pemilihan bahan; (2) penyimpanan bahan makanan (3) proses pengolahan makanan; (4) pengangkutan makanan. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah tenaga pengolah makanan dan bagian purchasing di My Baby Rental Catering Malang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah pemilihan bahan di My Baby Rental Catering Malang meliputi cara pemilihan bahan segar, cara pemilihan makanan olahan pabrik, dan tidak menggunakan bahan tambahan pangan (BTP) sesuai dengan Pedoman CPMB Permenkes RI Nomor 1096 Tahun 2011. Penyimpanan bahan makanan belum dilengkapi dengan tanda first in first out (FIFO) dan first expired first out (FEFO) serta belum memperhatikan suhu penyimpanan bahan makanan. Pengolahan makanan di My Baby Rental Catering Malang yaitu pengolahan bubur halus, nasi tim, dan sayur, teknik pengolahan yang digunakan merebus dan mengetim, belum menggunakan resep standar, masih menggunakan garam dan gula dalam pengolahan makanan bayi usia 6-12 bulan, pengolah makanan tidak menggunakan sarung tangan, celemek, penutup kepala saat mengolah makanan. Pengangkutan makanan di My Baby Rental Catering Malang menggunakan sepeda motor dan belum menggunakan box khusus untuk pengangkutan makanan. Kegiatan sebelum pengangkutan makanan adalah pengemasan makanan. Pengemasan di My Baby Rental Catering Malang menggunakan 3 jenis kemasan, semua bahan kemasan yang digunakan belum food grade, pengemasan makanan belum disertai dengan label makanan yang memuat keterangan produk yang dijual oleh My Baby Rental Catering Malang
PENGARUH RASIO SARI PEGAGAN DAN AIR TERHADAP KAPASITAS ANTIOKSIDAN DAN MUTU PERMEN JELLY PEGAGAN (Centella asiatica L.)
ABSTRAK Pegagan merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat untuk obat dan sering digunakan untuk pengobatan tradisional. Pegagan (Centella asiatica L.) yang banyak digunakan sebagai obat alami mengandung berbagai bahan aktif, kandungan bahan aktif itu adalah triterpenoid saponin. Bahan aktif triterpenoid saponin itu meliputi asiatikosida, centellosida, madekossida, asam asiatik dan komponen yang lain adalah minyak volatile, flavonoid, tannin, fitosterol, asam amino dan karbohidratTujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula yang tepat, kandungan kapasitas antioksidan, kadar air, dan kadar abu pada permen jelly pegagan serta mutu hedonik dan tingkat kesukaan.Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali pengulangan. Data analisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Jika terdapat perbedaan antar pelakuan, maka dilanjutkan dengan Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kapasitas antioksidan tertinggi sebesar 86,742 ppm diperoleh dari permen jelly pegagan rasio 75% sari pegagan : 25% air, kadar air tertinggi sebesar 64,989 g/100g diperoleh dari permen jelly pegagan rasio 25% sari pegagan : 75% air, dan kadar abu tertinggi sebesar 0,1495g/100g diperoleh dari permen jelly pegagan rasio 75% sari pegagan : 25% air. Mutu hedonik rasa tertinggi diperoleh dari permen jelly pegagan rasio 25% sari pegagan : 75% air dengan skor 4,50 dengan penilaian agak manis-manis. Mutu hedonik kekenyalan tertinggi diperoleh dari permen jelly pegagan rasio 25% sari pegagan : 75% air dengan skor 4,56 dengan penilaian agak kenyal-kenyal. Tingkat kesukaan warna tertinggi diperoleh dari permen jelly pegagan rasio 25% sari pegagan : 75% air. Tingkat kesukaan rasa tertinggi diperoleh dari permen jelly pegagan rasio 25% sari pegagan : 75% air. Tingkat kesukaan kekenyalan tertinggi diperoleh dari permen jelly pegagan rasio 25% sari pegagan : 75% air
Pengaruh Bahan Pengisi Terhadap Mutu Serbuk Ekstrak Pewarna Daun Kelor Terpilih dan Aplikasinya Pada Kue Apem Selong
ABSTRAK Sari, Cynthia Puspita. 2016. Pengaruh Bahan Pengisi Terhadap Mutu Serbuk Ekstrak Pewarna Daun Kelor Terpilih dan Aplikasinya Pada Kue Apem Selong. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. (I) Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd. Kata Kunci: daun kelor, serbuk ekstrak pewarna, maltodekstrin, gum arab, kue apem selong Pewarna alami masih jarang digunakan karena mempunyai aroma khas yang dimiliki oleh daun yang digunakan. Penggunaan pewarna alami dalam bentuk serbuk ekstrak bisa mengurangi aroma khas yang dimiliki daun kelor dengan mengambil ekstrak klorofil dalam daun kelor. Penambahan bahan pengisi dalam pembuatan serbuk ekstrak pewarna daun kelor berfungsi untuk menambah hasil rendemen dan volume. Pengaplikasian serbuk ekstrak pewarna terpilih pada kue apem selong untuk melihat tingkat kesukaan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan klorofil, rendemen, tingkat kekenyalan, uji hedonik (warna, rasa dan tekstur) serta formula terbaik kue apem selong dengan serbuk ekstrak pewarna daun kelor Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan Rancangan Penelitian Acak Lengkap (RAL) dua kali pengulangan. Hasil serbuk ekstrak pewarna daun kelor dibandingkan menggunakan uji t. Parameter yang diamati pada uji t meliputi kandungan klorofil dan rendemen. Selanjutnya, hasil serbuk ekstrak pewarna daun kelor terpilih diaplikasikan pada kue apem selong. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) yang dilanjutkan dengan uji DMRT. Parameter yang diamati meliputi uji fisik warna, tingkat kekenyalan, dan uji hedonik. Perlakuan terbaik ditentukan menggunakan metode indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan persentase penambahan serbuk ekstrak pewarna daun kelor terpilih : serbuk esktrak pewarna daun kelor terpilih berpengaruh terhadap kandungan klorofil, tingkat kekenyalan dan uji kesukaan. Formula terbaik yang diperoleh yaitu pada persentase penambahan serbuk ekstrak pewarna daun kelor sebesar 3%. Kandungan klorofil yang diperoleh sebesar adalah 23,394 mg, tingkat kekenyalan 13,750 mm, tingkat kecerahan warna 41,45 nm, tingkat kesukaaan terhadap warna dengan skor 4,29, tingkat kesukaaan terhadap rasa dengan skor 4,4, serta tingkat kesukaaan terhadap tekstur dengan skor 7,09. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin banyak serbuk ekstrak pewarna yang ditambahkan, kadar klorofil dan tingkat warna L, a-, b- semakin tinggi serta semakin kenyal. Persentase penambahan 3% serbuk ekstrak pewarna daun kelor terpilih memiliki nilai tertinggi dari uji hedonik dan merupakan formula terbaik kue apem selong dengan serbuk ekstrak pewarna daun kelor
Hubungan antara Persepsi terhadap Pola Asuh Orang Tua dengan Kebiasaan Jajan Anak Usia 7-9 Tahun.
ABSTRAK Sulastri, Rahmania. 2016. Hubungan antara Persepsi terhadap Pola Asuh Orang Tua dengan Kebiasaan Jajan Anak Usia 7-9 Tahun. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Teti Setiawati, M.Pd; (II) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat., S.T, M.Pd. Kata Kunci: persepsi, pola asuh, kebiasaan jajan Persepsi terhadap pola asuh orang tua merupakan cara pandang anak terhadap pola asuh yang diberikan orang tua. Persepsi ini ditinjau dari 4 aspek yaitu kendali/kontrol, tuntutan, komunikasi dan kasih sayang. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan persepsi anak usia 7-9 tahun terhadap pola asuh orang tua di SDN Banjaran Kediri, (2) mendeskripsikan kebiasaan jajan anak usia 7-9 tahun di SDN Banjaran Kediri, (3) mengetahui ada tidaknya hubungan antara persepsi anak terhadap pola asuh orang tua dengan kebiasaan jajan anak usia 7-9 tahun di SDN Banjaran Kediri. Populasi penelitian ini adalah anak usia 7-9 tahun pada SDN di Kelurahan Banjaran Kediri tahun pelajaran 2015/2016 dengan total populasi sebanyak 525. Sampel 131 ditentukan dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket/kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persepsi anak terhadap pola asuh orang tua sebagian besar (97,71%) diklasifikasikan baik, (2) kebiasaan jajan anak usia 7-9 tahun sebagian besar (98,47%) diklasifikasikan baik, (3) ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi anak tentang pola asuh orang tua dengan kebiasaan jajan anak usia 7-9 tahun (p value= 0,000) dengan nilai r= 0,550. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) persepsi anak usia 7-9 tahun terhadap pola asuh orang tua dikategorikan baik, (2) kebiasaan jajan anak usia 7-9 tahun dikategorikan baik, (3) ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi anak terhadap pola asuh orang tua dengan kebiasaan jajan anak usia 7-9 tahun. Saran yang dapat disampaikan adalah (1) bagi sekolah hendaknya dapat mengawasi anak untuk lebih selektif terhadap jajan apa yang mereka konsumsi, (2) bagi anak hendaknya menerima dengan positif pola asuh dari orang tua dan lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap jajanan yang ada, dan (3) bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah waktu pengamatan mengingat bahwa kebiasaan terbentuk dalam waktu yang cukup lama dan melakukan wawancara terhadap guru UKS dan orang tua