Skripsi Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
359 research outputs found
Sort by
PENGELOLAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN LUAR NEGERI DI SMK NEGERI 3 BLITAR BIDANG KEAHLIAN JASA BOGA
ABSTRAK Praktik kerja lapangan (PKL) adalah kegiatan yang memberi pelatihan secara nyata di dunia kerja untuk mempersiapkan peserta didik siap memasuki dunia kerja setelah lulus. Praktik kerja lapangan adalah program wajib dan harus diselenggarakan oleh sekolah khususnya SMK yang harus diikuti seluruh peserta didik, untuk menerapkan hasil belajar di sekolah ke dunia kerja nyata. Praktik kerja lapangan luar negeri luar negeri senada dengan pemberlakuan MEA 2015, salah satu upaya untuk membuka hubungan kerja ke luar negeri. Waktu pelaksanaan praktik kerja lapangan luar negeri selama 6 bulan. SMK Negeri 3 Blitar membuka hubungan dengan DUDI di Malaysia. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui pengelolaan praktik kerja lapangan luar negeri yang meliputi perencanaan PKL luar negeri, pelaksanaan PKL luar negeri dan evaluasi PKL luar negeri. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Blitar bidang keahlian tata boga. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala sekolah, ketua pokja PKL, guru pembimbing, dan dewan guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan PKL luar negeri yang dilaksanakan di SMKN 3 Blitar: (1) perencanaan praktik kerja lapangan luar negeri yang memiliki tujuan dan struktur organisasi khusus PKL, persyatan PKL luar negeri meliputi lolos seleksi sekolah dan industri, identitas siswa yang meliputi paspor, jaminan asuransi surat izin orang tua, estimasi biaya PKL luar negeri Rp. 6.000.000,- s/d Rp. 7.000.000; (2) pelaksanaan praktik kerja lapangan luar negeri yang meliputi fasilitas dari sekolah mencarikan tempat PKL luar Negeri, adanya MoU, pembekalan PKL, dan antar jemput siswa PKL, pelaksanaan PKL luar negeri selama 6 bulan, monitoring di jatwalkan dua kali monitoring dan antisipasi masalah yang terjadi dengan menjaga komunikasi dengan menejemen industri, guru pembimbing dan praktikan; (3) evaluasi praktik kerja lapangan luar negeri yang meliputi pengalaman dan pengetahuan yang didapat bertambah sesudah melaksanakan PKL dan siswa melaksanakan unjuk kerja PKL, penilaian dari industri dan sekolah, siswa membuat laporan PKL dan harapan PKL mendapat pengalaman yang lebih dari industri, mudah mencari kerja nantinya dan sekolah menghendaki terus melaksanakan PKL ke luar negeri. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan (1) Bagi peneliti selanjutnya, dapat meneliti lebih lanjut dan mendalam tentang pengaruh PKL luar negeri dan keterserapan lulusan di Industri; (2) Bagi sekolah, dapat meningkatkan pelayanan Praktik Kerja Lapangan ke luar negeri di SMK Negeri 3 Blitar dan mengupayakan tetap melaksanakan PKL ke luar negeri
Uji Serat Pangan (Dietary Fiber), Sifat Fisik dan Organoleptik Otak-Otak Ikan Tenggiri Dengan Penambahan Krokot (Portulaca oleracea L)
ABSTRAK Penelitian ini meneliti tentang pengaruh pengolahan yang berbeda pada krokot yang akan ditambahkan pada produk otak-otak yang terbuat dari ikan tenggiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan serat, kekenyalan, uji hedonik, dan mutu hedonik pada otak-otak ikan tenggiri dengan penambahan krokot.Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan dua perlakuan dan dua kali pengulangan dengan formula yang sama tetapi berbeda dalam pengolahan krokot sebelum ditambahkan pada bahan yang lain. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji dua sampel (uji t), sedangkan data uji hedonik dan mutu hedonik diperoleh dengan uji sampel menggunakan panelis agak terlatih sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pada otak-otak dengan penambahan krokot di blancing dan di kukus. Pada pengujian serat pangan otak-otak ikan tenggiri dengan penambahan krokot di blancing dan di kukus tidak memiliki perbedaan. Pada pengujian kekenyalan otak-otak ikan tenggiri dengan penambahan krokot di blancing dan di kukus tidak memiliki perbedaan. Pada pengujian hedonik rasa otak-otak ikan tenggiri dengan penambahan krokot di blancing dan di kukus tidak memiliki perbedaan. Pada pengujian hedonik warna otak-otak ikan tenggiri dengan penambahan krokot di blancing dan di kukus tidak memiliki perbedaan. Pada pengujian hedonik tekstur otak-otak ikan tenggiri dengan penambahan krokot di blancing dan di kukus tidak memiliki perbedaan. Pada pengujian mutu hedonik rasa otak-otak ikan tenggiri dengan penambahan krokot di blancing dan di kukus tidak memiliki perbedaan. Pada pengujiian mutu hedonik warna otak-otak ikan tenggiri dengan penambahan krokot di blancing dan di kukus tidak memiliki perbedaan
PENGARUH PENGGUNAAN LENGKUAS MERAH (AlpiniapurpurataK.Schum) TERHADAP JUMLAH BAKTERI, KAPASITAS ANTIOKSIDAN DAN SIFAT ORGANOLEPTIK PADA AYAM LENGKUAS
ABSTRAK Andani, Linda. D. N. 2017. Pengaruh Penggunaan Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K.Schum) Terhadap Jumlah Bakteri , Kapasitas Antioksidan, Dan Sifat Organoleptik Pada Ayam Lengkuas. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. (I) Dr. Mazarina Devi, M. Si.(II) Ir. Issutarti, M.P. Kata Kunci: Lengkuas, jumlah bakteri, kapasitas antioksidan, organoleptik.Lengkuas merupakan bumbu yang mempunya kemampuan untuk menghambat pertumbuhan jumlah bakteri dan mempunyai kapasitas antioksidan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan lengkuas 0%, 10%, 20%, 30%, 40% pada hari ke-0,1,2 terhadap jumlah bakteri, kapasitas antioksidan dan sifat hedonik yang meliputi rasa, aroma, dan warna ayam lengkuas.Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL). Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statsitik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) jika terdapat perbedaan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak dua kali.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi lengkuas 0%, 10%, 20%, 30% dan 40% pada ayam lengkuas berpengaruh signifikan pada hari ke-0 terhadap sifat hedonik (rasa, warna dan aroma) dan berpengaruh signifikan terhadap jumlah bakteri dan kapasitas antioksidan pada hari ke-0,1,2. Penambahan lengkuas 40% memberikan hasil terbaik pada jumlah bakteri, kapasitas antioksidan dan sifat hedonik. Kesimpulan dari penelitian ini, semakin banyak penambahan lengkuas pada ayam lengkuas jumlah bakteri semakin rendah, kapasitas antioksidan semakin besar dan sifat hedonik semakin disukai
Pengaruh Substitusi Tepung Biji Nangka Terhadap Mutu Organoleptik Kue Tambang
ABSTRAK Mareta, Velina. 2017. Pengaruh Substitusi Tepung Biji Nangka Terhadap Mutu Organoleptik Kue Tambang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Kue Tambang, Tepung Biji Nangka, Mutu OrganoleptikTepung biji nangka merupakan tepung yang dihasilkan dari biji nangka yang dikeringkan dan dihaluskan. Tepung biji nangka dapat digunakan sebagai bahan alternatif pengganti terigu maupun bahan substitusi terigu. Kue tambang merupakan makanan kecil atau snack yang berbentuk menyerupai tali tambang dengan ukuran kecil (±3cm). Kue tambang dibuat dengan cara membuat adonan yang terdiri dari tepung terigu, gula, margarine, telur, garam dan soda kue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia (kalsium dan fosfor), menganalisis sifat fisik tekstur (daya patah), mutu hedonik (rasa dan warna), hedonik (rasa, warna, tekstur) dan formula terbaik kue tambang substitusi tepung biji nangka.Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu substitusi tepung biji nangka 10%, 20% dan 30% dengan dua kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Perlakuan terbaik ditentukan menggunakan metode indeks efektivitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik dan paling disukai terdapat pada formula C (Substitusi 30%) yang menghasilkan kandungan kalsium 38,525 mg, fosfor 173,311 mg, sifat fisik tekstur sebesar 0,0066, uji mutu hedonik rasa 3,957(cukup manis), uji mutu hedonik warna 4,557 (kuning kecoklatan), uji hedonik rasa 4,412 (agak suka), uji hedonik warna 4,085 (agak suka), uji hedonik tekstur sebesar 4,471 (agak suka)
Hubungan Minat Belajar Siswa Terhadap PrestasiBelajar Pembelajaran Teori dan Praktik Mata Pelajaran Boga Dasar
Minat merupakan kecenderungan seseorang untuk mengikuti kegiatan tanpa ada paksaan yang timbul dalam diri sendiri. Minat belajar merupakan faktor penting yang harus dimiliki dalam diri siswa. Minat belajar dari diri siswa akan berpengaruh terhadapprestasi belajar siswa dalam pembelajaran teori maupun praktik.Prestasi merupakan pencapaian tingkatan siswa sejauh mana telah dapat mencapai tujuan yang ditetapkan disetiap bidang studi dan digunakan untuk menyatakan nilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa teori dan praktik pada mata pelajaran Boga Dasar siswa SMK Negeri 3 Malang. Penelitian ini merupakan korelasional dengan melibatkan tiga variabel yaitu minat belajar sebagai variabel bebas, serta prestasi belajar pembelajaran teori dan praktik merupakan variabel terikat.Analisis uji korelasi menggunakan korelasi kendal tau. Jumlah populasi sebanyak 98 siswa dan diambil sampel sebanyak 77 siswa. Penelitian ini menggunakan angket untuk mengambil data tentang minat belajar. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data mina t belajar yaitu angket sedangkan prestasi belajar dilihat dari nilai rapot yang diambil dari dokumen guru.Top of Form Korelasi antara minat belajar dengan prestasi belajar teori diperoleh nilai koefisien 0,019. Nilai tersebut menunjukkan bahwa hubungan sangat rendah. Dengan demikian hubungan yang terjadi antara minat belajar dengan prestasi belajar teori sangat rendah dan tidak signifikan. Sedangkan korelasi antara minat belajar dengan prestasi belajar praktik diperoleh nilai koefisien -0,044.Nilai tersebut menunjukkan bahwa hubungan sangat rendah dan berhubungan negatif. Dengan demikian hubungan yang terjadi antara minat belajar dengan prestasi belajar praktik sangat rendah dan tidak signifikan. Kesimpulan penelitian menunjukkan minat belajar siswa dikategorikan tinggi sedangkan untuk prestasi belajar teori dan praktik berada pada kategori baik. Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar teori dan praktik tidak terdapat hubungan yang signifikan
Perbedaan Hasil Belajar Antara Model Contextual Teaching and Learning dengan Model Problem Base Learning pada Mata Pelajaran Ilmu Gizi Kelas X SMK Negeri 3 Malang
ABSTRAK Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning, Problem Base Learning, Hasil belajarHasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Gizi pada sekolah yang diobservasi di kegiatan awal tergolong rendah. Faktor penyebabnya karena kesulitan belajar siswa dalam memahami materi yang disampaikan, kurang komunikasi dan interaksi antar siswa dalam kegiatan belajar,masih ada siswa yang belum berani mengungkapkan pendapat baik dalam diskusi maupun di dalam kegiatan belajar. Upaya untuk mengatasi permasalahan yang ada yaitu dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning(CTL). Model CTL dipilih karena konsep pembelajaran tersebut mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari sehingga pembelajaran akan lebih bermakna dan dapat dipahami oleh siswa.Tujuan penelitian ini adalah menemukan data empirik perbedaan hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model Contextual Teaching and Learning(CTL)dengan siswa yang diberi perlakuan model Problem Base Learning(PBL). Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen menggunakan desain the nonequivalent control group design, dengan jumlah sample 72 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan tes. Observasi dilakukan untuk memberikan penilaian pada ranah psikomotor, sedangkan tes dilakukan pada penilaian ranah kognitif. Analisis data yang digunakan untuk melihat perbedaan hasil belajar ranah kognitif menggunakan uji beda dengan t test.Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan hasil belajar ranah kognitif yaitu meningkatnya hasil belajar siswa. Pada kelas dengan model CTL rata-rata pre test pokok bahasan pertama sejumlah 59,8 dan pre test pokok bahasankedua menunjukkan nilai 61,08,kemudian rata-rata meningkat menjadi 78,1 pada post testpokok bahasan pertama dan 83,05 pada post testpokok bahasan kedua, sedangkan pada kelas dengan model PBL juga menunjukkan adanya perubahan dengan nilai rata-rata pre test pokok bahasan pertama 65,21, dan pada pre test pokok bahasan kedua menunjukkan rata-rata 66,54, kemudian rata-rata meningkat dengan nilai 72,16 pada post test pokok bahasan pertama dan 73,21 pada post testpokok bahasan kedua. Hasil analisis uji perbedaan menggunakan t test menunjukkan thitung0,739tabel 2,031, artinya tidak ada perbedaan hasil belajar ranah kognitif pada kedua kelas tersebut, walaupun mean kedua model tersebut rata-rata naik tetapi tidak signifikan. Hasil belajar psikomotor pada kelas dengan model CTL dan kelas model PBL secara statistik menunjukkan hasil yang sama baiknya, namun mean hasil model CTL sedikit lebih tinggi daripada PBL dengan selisih nilai 2,73
IDENTIFIKASI PEMBELAJARAN AKUNTANSI PROGRAM KEAHLIAN KEUANGAN SMK MUHAMMADIYAH 2 MALANG
ABSTRAK Herdwijayanti.2017. Identifikasi Pembelajaran Akuntansi Program Keahlian Keuangan SMK Muhammadiyah 2 Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak, CA. Kata Kunci : identifikasi, pembelajaran akuntansi, keuangan.Kualitas pembelajaran dianggap berkualitas bila berhasil mengubah sikap, perilaku, dan keterampilan peserta didik dikaitkan dengan tujuan pendidikannya. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup proses perencanaan pembelajaran akuntansi dan proses pelaksanaan serta kendala dalam pembelajaran akuntansi mata pelajaran komputer akuntansi di SMK Muhammadiyah 2 Malang. Perencanaan pembelajaran merupakan sebuah usaha untuk menjalankan proses pelaksanaan pembelajaran agar dapat berjalan dengan baik sehingga hasil yang diperoleh sesuai apa yang diharapkan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian studi kasus, peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mengamati dan menggali data dari objek penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data dan verifikasi data serta pengambilan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh beberapa simpulan penelitian sebagai berikut (1) perencanaan pembelajaran akuntansi mata pelajaran komputer akuntansi di SMK Muhammadiyah 2 Malang telah memenuhi aspek-aspek perencanaan yang telah disusun; (2) guru dapat mengatasi siswa yang kurang antusias dengan membuat perencanaan yang sesuai dengan kondisi siswa karena setiap siswa mempunyai karakter yang berbeda-beda; dan (3) proses pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan telah sesuai dengan perencanaan yang disusun sehingga tujuan yang ditentukan dapat tercapai
ANALISIS PROKSIMAT DAN KALSIUM PADA KUE SEMPRIT TEPUNG KEDELAI SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN TAMBAHAN BALITA
ABSTRAK Kekurangan gizi pada anak-anak merupakan akibat dari kurangnya kalori dan protein, yang terjadi karena kurang mendapat asupan makanan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mutu hedonik (warna, rasa, dan aroma), mengetahui kandungan proksimat (protein, karbohidrat, lemak, air, dan abu), dan mengetahui kandungan kalsium yang terdapat pada kue semprit tepung kedelai.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan formula A (60%), B (80%), C (100%) dan dilakukan dua kali pengulangan. Data hasil analisis kandungan proksimat (protein, karbohidrat, lemak, air, dan abu), kandungan kalsium, dan sifat mutu hedonik dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) jika terdapat perbedaan. Hasil penelitian mutu hedonik kue semprit tepung kedelai menunjukkan terdapat perbedaan warna, rasa, dan aroma. Warna, rasa, dan aroma tertinggi kue semprit tepung kedelai terdapat pada formula I (60%). Kandungan protein, lemak, air, dan abu tertinggi terdapat pada formula III (100%), kandungan karbohidrat tertinggi terdapat pada formula I (60%), dan kandungan kalsium tertinggi terdapat pada formula III (100%). Kue semprit tepung kedelai yang baik digunakan sebagai alternatif makanan tambahan balita yaitu formula B (80%)
Uji Organoleptik dan Analisis Daya Terima Konsumen terhadap Jajanan “Cigareng Crispy
ABSTRAK Rindrawati, Ayu Dwi. 2017. Uji Organoleptik dan Analisis Daya Terima Konsumen terhadap Jajanan “Cigareng Crispy” (Aci Garut Goreng Crispy). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Aisyah Larasati, Ph.D. (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: pati garut, organoleptik, daya terima konsumenSalah satu alternatif yang dilakukan untuk memperkenalkan bahan pangan lokal kepada masyarakat adalah membuat inovasi makanan seperti “cigareng” yang merupakan inovasi dari jajanan cireng. Bahan baku cireng yang terbuat dari tapioka diganti dengan pati garut dimaksudkan untuk pemanfaatan bahan lokal yaitu garut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi cigareng crispy, mutu hedonik cigareng crispy, dan hedonik (kesukaan) cigareng crispy.Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan satu faktor yaitu jenis tepung. Panelis yang terlibat adalah panelis agak terlatih sejumlah 50 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji T sampel bebas.Berdasarkan penelitian, formulasi yang dipilih yaitu cigareng crispy dengan menggunakan pati garut sebanyak 100% tanpa terigu dan menggunakan proses biang. Penggunaan pati garut sebagai pengganti tapioka dalam pembuatan cigareng crispy menyebabkan perbedaan yang signifikan terhadap mutu hedonik (warna sebelum digoreng, warna sesudah digoreng, tekstur, dan rasa). Penggunaan pati garut sebagai pengganti tapioka tidak menyebabkan perbedaan yang signifikan terhadap skor hedonik (warna sebelum digoreng, warna sesudah digoreng, dan rasa), namun menyebabkan perbedaan yang signifikan terhadap skor hedonik tekstur. Panelis lebih menyukai tekstur cigareng crispy karena memiliki tekstur yang lebih crispy dibandingkan tekstur cireng crispy tapioka.ABSTRACT Rindrawati, Ayu Dwi. 2017. Organoleptic Test and Analysis of Consumer Acceptance on “Cigareng Crispy” Snack (Aci Garut Goreng Crispy). Mini Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Supervisors: (I) Aisyah Larasati, Ph.D. (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd., M.Pd. Key words: arrowroot starch, organoleptic, consumer acceptanceOne of the ways to promote local foods to people was making food innovations such as “cigareng” which was an innovation of cireng snack. The arrowroot starch was used as the main ingredient of cireng instead of tapioca. Its purposes were to make use of the local. This study aimed to know the formulation of cigareng crispy, and hedonic quality of cigareng crispy.The design of the study used was Randomized Complete Block Design with one primary factor which was the type of flour. The panelists involved were 50 people of semi-trained panelists. The data analysis technique used for the hedonic quality test and hedonic test was Independent Sample T-Test. Based on the study, the formulation of cigareng crispy that met the expected product resulted was 100% of arrowroot starch without wheat flour and cultivation process. The use of arrowroot starch as the subtitution of tapioca in making cigareng crispy caused a significant difference towards the hedonic quality (colour before frying process, colour after frying process, texture, and taste). The use of arrowroot starch as the subtitution of tapioca in making cigareng crispy did not cause a significant difference towards the result of the hedonic test (colour before frying process, colour after frying process, and taste). However, the use of arrowroot starch cause a significant difference towards the result of texture hedonic test. Cigareng crispy was preferred by the consumer because its texture was more crispy compared with tapioca cireng crispy
Perbedaan Sifat Fisik dan Organoleptik Permen Jelly Krokot dengan Rasio Sari Krokot dan Air yang Berbeda
ABSTRAK Rizal, Mochamad. 2017. PerbedaanSifatFisik Dan OrganoleptikPermen Jelly KrokotDenganRasio Sari Krokotdan Air yang Berbeda. Skripsi. Program StudiPendidikan Tata Boga. FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Dra. WiwikWahyuni, M.Pd. (II) LailiHidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci:Krokot, PermenJelly Pemanfaatantanamankrokotselamainimasihterbatas, krokothanyadimanfaatkansebagaimasakandanobat herbal.Krokotmerupakansalahsatubahanmakanan yang memilikikandungangizicukupbaik. Krokotdapatdijadikanbahanuntukpembuatanpermen, dalamhaliniadalahpermen jelly. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuiperbedaanrasio sari krokotdan air terhadapsifatfisik (warnadantekstur) dantingkatkesukaanpanelispermenjellykrokot. Penelitianiniadalahpenelitianeksperimendenganmenggunakanrasio sarikrokotdan air yang berbeda (60:40,80:20). Panelisberjumlah 100 dengandua kali pengulangan. Analisis data menggunakanUji t. Hasilpenelitianujisifatfisikwarna (L*,a*,b*) menunjukantidakterdapatperbedaanwarnapermen jelly krokot. Hasilujisifatfisikteksturmenunjukantidakterdapatperbedaanpadapermen jelly krokot. Hasilujihedonik flavor, warnadanteksturmenunjukanadanyaperbedaan yang signifikanpadapermen jelly krokot. ABSTRACT Rizal, Mochamad. 2017.Differences in Physical and Organoleptic Properties of KrokotJelly Candy Composed by Different Ratio of Krokot Essence and Water.Mini Thesis, Departmentof Industrial Technology, Faculty of Engineering, UniversitasNegeri Malang.Advisor: (I) Dra. WiwikWahyuni, M.Pd., (II) LailiHidayati, S.Pd., M.Si. Keywords:krokot, jelly candy The usage of krokot was still limited, people knows krokotas herbs and seasoning for food. While actually krokot is one of plants which has a lot of nutritions. Krokot can be used as one of the ingredients to make candy, which in this case is jelly candy. The aim of this study is to reveal the ratio differences between krokot essence and water to physical characteristics and the degree of panelis likeness of krokot jelly candy. The research was an experimental research which usedkrokot and water with the comparison of (60:40;80:20). There are 100 panelist done in two cycles. The data analysis employed T test. The result of the color physic analysis showed that is no color differences in jelly candy. The result of texture also showed that there is no differences. The result of flavor hedonic, color and texture showed that there was significance differences in jelly candy