Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna
Not a member yet
104 research outputs found
Sort by
EKSISTENSI BURUH DALAM KOMUNIKASI BIPARTIT (Upaya Membangun Kemitraan Antara Buruh dan Pengusaha Secara Ideal di Kota Kretek)
Hubungan industrial rentan memunculkan perselisihan, terutama antara pihak pengusaha dan buruh. Hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan persepsi di antara kedua belah pihak. Sebelum perselisihan tersebut melabar, maka dibutuhkan komunikasi di tingkat internal perusahaan. Dalam perburuhan komunikasi tersebut biasa disebut dengan perundingan bipartit. Perundingan yang melibatkan pihak pengusaha, bisa manajemen atau yang mewakilinya, dengan pihak buruh, bisa serikat pekerja atau yang mewakilinya. Kudus sebagai kota industri, selama ini tidak terlihat adanya gejolak perselisihan dalam perburuhan yang mengarah kepada tindakan anarkis. Namun demikian bukan berarti lepas dari persilisihan sama sekali. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah komunikasi bipartit dengan segala mekanismenya telah betul-betul dijalankan dalam dunia perburuhan di Kudus. Lantas sejauh manakah para buruh memahami peraturan dalam perundingan bipartit. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi, bertujuan untuk memperoleh gambaran secara utuh mengenai permasalahan-permasalahan yang terjadi di antara pengusaha dan buruh. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi di antara pengusaha dan buruh hampir tidak ada kendala kecuali faktor tingkat pendidikan buruh yang rendah. Hal tersebut kemudian dapat menimbulkan hambatan dalam memahami hubungan kondisional, cultural dan fungsional, meskipun sejatinya komunikasi berjalan lancar.Kata Kunci :Â komunikasi, perundingan bipartit, hubungan industrial, perselisihan hubungan industria
KARAKTERISTIK PRESS RELEASE PRAKTISI PUBLIC RELATIONS HOTEL DI YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik press release praktisi public relations hotel di Yogyakarta. Seiring perkembangan IPTEK, industri perhotelan dituntut untuk terus berlomba agar dapat selalu memberikan citra yang positif di mata publiknya melalui aktivitas publisitas. Salah satu aktivitas publisitas yang dimiliki praktisi public relations adalah press release. Maka, baik antara hotel bintang empat dan lima tentu memperlihatkan adanya perbedaan dan persamaan yang dapat menimbulkan adanya karakteristik press release. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis isi kuantitatif dengan menganalisis 28 press release yang telah dituliskan oleh praktisi hotel bintang empat (Hotel Grand Quality dan Hotel Sahid Rich) dan lima (Hotel Melia Purosani dan Hotel Eastparc) selama periode November 2015 sampai April 2016 yang dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan tabulasi silang dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan adanya karakteristik dengan menghasilkan perbedaan dan persamaan pada press release antara hotel bintang empat dan lima.Kata kunci: Karakteristik, press release, public relations, hote
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM FILM CINTA SUCI ZAHRANA
Perbedaan gender adalah perbedaan yang dibangun secara sosial kultural, yang terkait dengan perbedaan status, sifat peran dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan.Perbedaan status, sifat, peran dan tanggun jawab ini digambarkan dalam film Cinta Suci Zahrana yang diangkat berdasarkan novel karya Habiburahman El-Shirazy. Zahrana adalah seorang perempuan yang memiliki banyak prestasi, penghargaan dan berpendidikan tinggi. Namun dalam film ini diceritakan bahwa di usianya yang ke 34 tahun tokoh utama (Zahrana) belum mendapatkan jodoh. Sehingga membuat kedua orang tuanya merasa malu karena terdapat pembicaraan yang tidak enak tentang anaknya. Film ini lebih banyak menggambarkan bagaimana seorang perempuan yang berusaha mencari jodoh. Film memiliki potensi untuk mempengaruhi khalayaknya. Semiotika berusaha menjelaskan jalinan tanda atau ilmu tentang tanda, secara sistematik menjelaskan esensi, ciri-ciri dan bentuk suatu tanda, serta proses signifikansi yang menyertainya.Dalam hal ini penulis berusaha mencari makna denotasi, konotasi dan mitos yang bisa merepresentasikan perempuan dalam film Cinta Suci Zahrana. Dalam Film ini membentuk beberapa representasi mengenai perempuan, bahwa pendidikan dan prestasi yang diraih tidak menjadi penting ketika perempuan belum bisa membangun rumah tangga atau menikah. Ideologi gender telah membentuk budaya patriarkal di masyarakat dan menciptakan male dominated culture, budaya yang didominasi oleh dan mengutamakan laki-laki sehingga memunculkan ketidakadilan. Film ini menunjukkan mitos bahwa sebaik-baik perempuan ialah yang dapat menjadi ibu rumah tangga yang baik. Bukan sebuah prestasi dan gelar yang tinggi. Kemudian perempuan yang benar-benar menjadi perempuan ialah perempuan yang bisa melahirkan dan mengasuh anak.Kata Kunci: Representasi Perempuan, Semiotika, Fil
PENGARUH LOGO DESIGN LOGO BARU BUMD YANG BERBASISKAN KEARIFAN LOKAL TERHADAP CITRA PERUSAHAAN (Studi Kuantitatif Mengenai Perubahan Logo Baru pada PDAM Kota Bandung)
The purpose of this study is to know what extent the new logotype identityappearance to the image of corporate in customers at Bandung. This study uses four freevariabels deal by using research independent variable as according to condition offorming effective logo, that is: of logo an unique, functional of logo, form of logo andability of logo in presenting product to company image PDAM Kota Bandung as it thedependent variables that is perception, cognition, motivation and behaviour.The result of research indicates that factor is logo an unique, functional factor oflogo, logo form factor and ability of logo presents company, in simultan influential tocompany image PDAM Kota Bandung that is 66.7%. But in testing influence parsially, thatall subvariabel to indicate be factor is logo an unique 8.1%, simply only functional 27.6%, logo form 19.4% and ability of logo present to company in customer 11.7% from all theseapprearance of new logo identity of PDAM Kota Bandung influential direct in signifikan to company image and positive.ÂÂ
FAKTOR DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI PRE MARRIED SYNDROM
Masa Remaja merupkan masa yang sangat penting dalam proses perkembangan. Remaja sekarang dan remaja dahulu sangatlah berbeda, khususnya remaja wanita. Wanita sekarang cenderung menunda pernikahannya. Sedangkan wanita jaman dahulu lebih cenderung menikah di usia <20 tahun. Ada faktor yang menyebabkan wanita sekarang menunda pernikahannya, salah satu faktor tersebut adalah peer group, faktor pendidikan dan konsumsi media. Melihat hal tersebut peneliti tertarik untuk mengukur bagaimana “ Faktor Determinan yang Mempengaruhi pre Married Syndromâ€. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan yang memepengaruhi pre married syndrom terhadap wanita di Desa Sriwulan. Teori yang dipakai dalam penelitian ini yaitu, teori sosial and communicative anxiety dimana teori ini menjelaskan tentang kecemasan komunikasi dan kecemnasan sosial sebagai keengganan berkomunikasi.. Penelitian ini menggunkan tipe penelitian studi korelasional. Data yang dikumpulkan dari kuesioner, wawancara, dan kapustakaan. Sample yang diambil adalah wanita Desa Sriwulan yang belum menikah dengan teknik purposive sampling yaitu 95 responden. Hasil penelitian berdasarkan analisis korelasi didapat untuk peer group -0,70782 berada pada tingkat tinggi, Faktor pendidikan -0,5394 berada pada tingkat sedang, dan konsumsi media -0,5320 yang berada pada tingkat sedang. Sedangkan pada uji hipotesis didapat bahwa, H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan signifikan antara pre married syndrom dengan faktor determinan. Kata kunci: pre married syndrom, peer group, faktor pendidikan, konsumsi media, kecemasan sosial
KOMUNIKASI ORGANISASI PADA DINAS PERIJINAN KOTA YOGYAKARTA UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN
Komunikasi adalah instrumen yang digunakan manusia dalam berinteraksi dengan sesama, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan berorganisasi. Dalam organisasi komunikasi merupakan alat yang berfungsi sebagai penghubung serta pembangkit motivasi antar setiap anggota sehingga sebuah organisasi dapat berjalan maju. Proses komunikasi yang efektif merupakan syarat terbinanya kerja sama yang baik untuk mencapai tujuan organisasi. Dinas Perizinan Kota Jogja merupakan organisasi di bidang pelayanan yang masih terbilang baru, walaupun demikian Dinas Perizinan Kota Jogja memiliki komitmen yang kuat dalam menjalankan fungsinya. Komitmen yang begitu kuat ini menjadi landasan Dinas Perizinan Kota Jogja dalam bertindak, terbukti dengan diperolehnya sejumlah penghargaan dalam bidang pelayanan sebagai bukti atas komitmen yang mereka pegang teguh. Penghargaan yang diperoleh diantaranya Penghargaan Investment Award dari BKPM sebagai Kota Penyelenggara Pelayanan Satu Pintu Terbaik tahun 2007 kemudian di tahun 2008 Dinas Perizinan Kota Jogja kembali memperoleh penghargaan yakni Penghargaan Citra Pelayanan Prima 2008 sebagai salah satu instansi pemerintah yang memiliki kualitas pelayanan publik terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan strategi komunikasi organisasi baik eksternal maupun internal Dinas Perizinan Kota Jogja dalam upaya meningkatkan kinerja pelayanan yang diberikan, dimana komunikasi merupakan unsur penting bagi organisasi, dalam pencapaian tujuan sebuah organisasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan methode study kasus. Hasil dari penelitian ini adalah:1. Dinas Perijinan Kota Jogjakarta mengoptimalkan komunikasi ke bawah (down ward communication) dan komunikasi ke atas (upward communication) serta komunikasi horizontal dan vertikal. Upaya yang dilakukan secara rutin misalnya: melakukan meeting/pertemuan rutin untuk pertukaran informasi, koordinasi dan controlling. Mulai dari informasi bagaimana melakukan pekerjaan, dasar pemikiran untuk melakukan pekerjaan hingga mengembangkan rasa memiliki tugas,  penyampaian informasi yang memerlukan tindakan seluruh pegawai, penyampaian informasi yang bersifat umum, penyampaian arahan atau perintah perusahaan, pemberian pujian kepada pegawai atas prestasi kerjanya serta pemberian teguran kepada pegawai atas kelalaian kerjanya. Komunikasi ke atas berfungsi sebagai feedback communication, penyampaian kemajuan kerja pada penyelia.2. Dinas Perijinan Kota Jogjakarta mengoptimalkan komunikasi informal sebagai penyeimbang komunikasi formal.3. Melakukan sosialisasi budaya pelayanan.Keyword : organizational communication, downward communication, upward communicatio
Tabloidisasi Pemberitaan Mengenai Pemilu Presiden 2014 Pada Program Berita “Headline News†Metro TV
Program berita terkait isu politik dalam negeri pun dibuat tak kalah dramatis. Menggunakan lagu sebagai ilustrasi, pengucapan yang mendayu-dayu terkesan sinis dan tendensius. Seperti halnya saat masa-masa kampanye Calon Presiden 2014 seperti ini, pemberitaan di televise dikemas sedemikian rupa hingga kita sebagai penonton terbawa dalam suasana pertarungan. Berita-berita penting yang menyangkut isu public sering dikemas dengan gaya tabloid (tabloidisasi) yang ringan dan dangkal seperti pada program “Headline News†Metro TV. Hadirnya tabloidisasi kemudian membuat batas-batas antara quality pressdengan popular press menjadi cair.Gambaran mengenai tabloidisasi ini bisa dijelaskan dengan melihat proporsi yang termasuk komponen tabloidisasi, yakni dalam tulisan ini penulis menggunakan 3 unsur (Personalisasi, Sensasionalisme, Trivialisasi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Metro TV melakukan tabloidisasi pada berita mengenai Pemilu Presiden 2014 dalam program berita Headline News. Melalui 3 komponen tabloidisasi yakni (1) Personalisasi yang ditunjukkan dengan orientasi pemilihan topik berita yang lebih bernilai personal dibandingkan publik, (2) Sensasionalisme, pemberitaan yang dengan sengaja disampaikan secara provokatif atau dimanipulasi untuk “memukau†atau menarik perhatian pemirsa, (3) Trivialisasi, Dengan menyajikan data-data yang unik namun tidak memiliki relevansinya dengan pemilihan umum presiden 2014. Kata Kunci: Berita Pilpres, Tabloidisasi, Media Televis
REPRESENTASI INDIA DAN BALI (INDONESIA) SEBAGAI DEPENDENT DALAM FILM EAT PRAY LOVE
Eat Pray Love merupakan film yang diangkat dari novel karya Elizabeth Gilbert, Eat Pray Love: A Woman’s Search for Everything Across Italy, India and Indonesia. Film tersebut berisi tentang perjalanan hidup sang penulis ke tiga negara yakni Italia, India dan Indonesia. Perjalanan tersebut merupakan upayanya memperoleh kembali makna kehidupan setelah perceraiannya. Film ini merupakan bentuk klise dari orientalisme. Salah satu perwujudan orientalisme adalah bagaimana media mainstream masih cenderung menggambarkan dunia timur sebagai primitif, perlu diselamatkan (tergantung/dependent), sensual, terjadi tekanan terhadap seksualitas wanita, diktator, terdapat kekerasan, eksotis/misterius/spiritual, tidak modern dan ekstremis. Dalam kajian ini orientalisme akan dipersempit fokusnya pada dependent. Dependent merupakan penggambaran bahwa timur perlu diselamatkan oleh barat yang jauh lebih modern. Objek kajian ini adalah film Eat Pray Love. Kajian ini berusaha memaparkan bagaimana film Eat Pray Love menggambarkan ketergantungan timur terhadap barat. Kajian dilakukan melalui pemaparan teori, analisa data sekunder dan analisa script. Teori yang digunakan adalah Teori Orientalisme, Teori Postcolonial dan Teori Hegemoni. Dalam kajian ini ditemukan bahwa representasi dependent ditemukan dalam penggambaran hubungan antara Liz dengan tiga tokoh pembantu yakni Tulsi dari India, Ketut dan Wayan dari Indonesia. Melalui naskah dan pengambilan angle kamera yang dikaji, diperoleh hasil representasi dependent pada tokoh – tokoh tersebut. Kata Kunci: Orientalisme, Eat Pray Love, Dependen
PERGESERAN MAKNA MOTIF BATIK YOGYAKARTA – SURAKARTA
Recognition the world to batik as the world cultural heritage belonging to Indonesia by UNESCO increase popularity batik. But the increase was not in balance to understanding of meaning philosophical in any motive batik, for example the use of batik by the community not in accordance with the designation on motive that is. Research aims to understand shift the meaning of elements batik Yogyakarta-Surakarta. Research questions submitted is how shift meaning on motive batik Yogyakarta-Surakarta? Research methodology used is analysis logician Roland Barthes. An object used in this research was batik Yogyakarta-Surakarta. Data obtained from observation to a batik Yogyakarta-Surakarta traditional and contemporary, book, journal, interview as well as from sources online. Output from the study will make a journal and a recommendations for institutions associated with the development of batik like: the government, Batik entrepreneurs and consumers.Key words: Batik, meaning, moti
RELEVANSI TEORI AGENDA SETTING DALAM DUNIA TANPA BATAS
Teknologi mengubah landscape media secara kontinyu beralih basis online dimana pesan atau informasi didiseminasikan secara instan. Semua menjadi terbuka dan tidak tidak terbatas, maka informasi menjadi lebih bebas, menciptakan The Borderless World. Beberapa media massa mulai berkurang audiensnya. Surat kabar cetak mengalihkan usahanya dalam bentuk media online newspaper ataupun newsportal. Teknologi membawa perubahan yang simultan, media berubah lebih personal. Media online mudah diakses dan tersedia dalam berbagai kanal, namun membuat audiens terfragmentasi dengan suplai informasi meningkat. Pembentukan agenda media dan agenda publik kemudian berubah, memunculkan sebuah pertanyaan mengenai relevansi agenda setting dikaitkan dengan transformasi teknologi dan perubahan di masyarakat yang semakin dinamis.Keywords: Agenda setting, media online, media agenda, public agend