FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
159 research outputs found
Sort by
URGENSI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MORFOLOGI KONTEKSTUAL BERBASIS MULTIMODALITAS
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi dari pengembangan bahan ajar morfologi kontekstual berbasis multimodalitas. Penelitian ini menggunakan penelitian mix-method. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa dan dokumen berupa rencana pembelajaran semester mata kuliah morfologi. Data yang diperoleh berupa hasil pengisian angket dan hasil analisis dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan studi pustaka. Penelitian ini menggunakan kualitatif dan kuantitatif dalam menganalisis data yang diperoleh. Data angket dianalisis menggunakan kualitatif dan kuantitatif, sedangkan hasil analisis dokumen dianalisis dengan menggunakan kualitatif. Berdasarkan penelitian tersebut, peneliti menemukan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan dalam belajar morfologi. Kesulitan terbesar mahasiswa adalah mempelajari morfem, morf, alomorf, dan afiksasi. Untuk membantu mahasiswa, sudah terdapat beberapa buku yang membantu, seperti buku ajar morfologi dan buku referensi. Akan tetapi, buku ajar tersebut belum terintegrasi dengan multimodalitas sehingga mahasiswa masih mengalami kesulitan untuk memahami morfologi. Oleh karenanya, diperlukan bahan ajar morfologi yang kontekstual dan terintegrasi dengan multimodalitas. Dengan adanya bahan ajar morfologi kontekstual berbasis multimodalitas, mahasiswa menjadi lebih mudah memahami morfologi. KATA KUNCI: bahan ajar; morfologi kontekstual; multimodalitas. THE URGENCY OF THE DEVELOPMENT OF MULTIMODALITY-BASED CONTEXTUAL MORPHOLOGY TEACHING MATERIALS ABSTRACT: This study aims to describe the urgency of developing multimodality-based contextual morphology teaching materials. This study uses a mix-method research. The subjects of this study were students and documents in the form of semester learning plans for morphology subjects. The data obtained are the results of filling out the questionnaire and the results of document analysis. Data collection techniques used are questionnaires and literature study. This study uses qualitative and quantitative in analyzing the data obtained. Questionnaire data were analyzed using qualitative and quantitative, while the results of document analysis were analyzed using qualitative. Based on this research, the researcher found that students had difficulties in learning morphology. The biggest difficulty for students is learning morphemes, morphs, allomorphs, and affixations. To help students, there are several books that help, such as morphology textbooks and reference books. However, the textbook has not been integrated with multimodality so that students still have difficulty understanding morphology. Therefore, contextual and integrated morphology teaching materials are needed with multimodalities. With multimodality-based contextual morphology teaching materials, students will find it easier to understand morphology.KEYWORDS: teaching materials; contextual morphology; multimodality
GINOKRITIK DALAM PERHIMPUNAN GUNAWAN BAGI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN KARYA KHATIJAH TERUNG
ABSTRAK: Khatijah atau lebih dikenal Khatijah Terung adalah salah satu penulis perempuan dalam tradisi sastra Melayu klasik Riau Lingga. Sebagai salah satu anggota kerajaan karena dinikahi oleh cucu Raja Ali Haji, hidupnya dikelilingi oleh tradisi sastra yang baik. Namun, namanya tidak diketahui dalam sejarah sastra Melayu klasik. Dengan menggunakan perspektif sastra feminis ginokririk, penelitian ini mengkaji eksistensi Khatijah Terung, khususnya dalam menulis Perhimpunan Gunawan bagi Laki-Laki dan Perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perhimpunan Gunawan bagi Laki-Laki dan Perempuan ditulis oleh Khatijah Terung untuk memberikan pemahaman kepada perempuan, para istri khususnya, bahwa kebahagiaan rumah tangga juga berada pada kuasa perempuan. Oleh karena itu para perempuan diajarkan untuk mendapatkan kepuasan seksual dengan melayani suaminya. Bukan hanya memberi kepuasan, tetapi juga mendapatkan kebahagiaan. Meskipun karya ini erotika, Khatijah Terung mengemas dalam bentuk pantun dan syair serta ditambahkan narasi. Hal ini membuat Khatijah Terung menjadi perempuan Melayu pertama pada awal abad ke 20 yang menyatakan secara terus terang tentang apa yang boleh mereka lakukan untuk membuat laki-laki atau suami merasa terangsang dan menyayangi mereka. Walau bagaimanapun, karya semacam ini luar biasa dan sangat jarang ditulis oleh perempuan.KATA KUNCI: Feminis Melayu; Ginokritik; Sastra Klasik. GINOCRITICS IN THE KITAB PERHIMPUNAN GUNAWAN BAGI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN BY KHATIJAH TERUNG Khatijah or better known as Khatijah Terung is one of the female writers in the classical Malay literary tradition of Riau Lingga. As a member of the royal family because he was married to the grandson of Raja Ali Haji, his life was surrounded by good literary traditions. However, his name is unknown in the history of classical Malay literature. Using a gynocritic feminist literary perspective, this study examines the existence of Khatijah Terung, especially in writing Kitab Perhimpunan Gunawan bagi Laki-Laki dan Perempuan. The results showed that the Perhimpunan Gunawan bagi Laki-Laki dan Perempuan was written by Khatijah Terung to provide an understanding to women, wives in particular, that domestic happiness is also in the power of women. Therefore, women are taught to get sexual satisfaction by serving their husbands. Not only gives satisfaction, but also gets happiness. Although this work is erotica, Khatijah Terung packaged it in the form of rhymes and poetry and added a narration. This made Khatijah Terung the first Malay woman in the early 20th century to state frankly what they could do to make a man or husband feel aroused and loved them. However, this kind of work is extraordinary and very rarely written by women.KEYWORDS: Malay Feminists; Gynocritic; Classical Literature
ASPEK LEKSIKO-GRAMATIKAL DALAM LAGU ANAK YANG BERMUATAN MULTIPLE INTELLIGENCE
ABSTRAK: Aspek leksikal dan gramatikal perlu dikuasai anak dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada jenjang Sekolah Dasar dengan memanfaatkan lagu anak berbasis multiple intelligence untuk mendukung perkembangan kompetensi kebahasaannya. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan tiga fokus penelitian, yaitu (1) aspek leksikal, (2) aspek gramatikal, dan (3) muatan multiple intelligence pada lagu anak dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan sistematik review dengan teknik pengumpulan data dokumentasi. Analisis data dilakukan secara komprehensif dan kritis terhadap data berupa hasil-hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek leksikal berupa sinonimi, antonimi, kolokasi, repetisi, dan kelas kata untuk memperkaya kosakata dan pengetahuan morfosemantis anak. Aspek gramatikal berbentuk referensi, elipsis, konjungsi, inversi, substitusi, dan pemasifan kata yang memperkuat pengetahuan morfosintaksis anak. Lagu anak-anak mengandung muatan multiple intelligence yang terwujud dalam aspek leksikal dan gramatikalnya, yaitu (1) kecerdasan matematis logis dalam penggunaan numeralia dan repetisi, (2) kecerdasan naturalis dalam penggunaan nomina, ajektiva, frasa preposisi serta kohesi leksikal (3) kecerdasan interpersonal dalam penggunaan pronomina, kolokasi, dan repetisi, (4) kecerdasan visual spasial dalam nomina, ajektiva, kolokasi, dan repetisi, (5) kecerdasan musikal dalam onomatopeia dan repetisi, (6) kecerdasan kinestetik dalam verba aksi dan repetisi, (7) kecerdasan intrapersonal dalam pronomina dan kolokasi, dan (8) kecerdasan linguistik dalam seluruh jenis kata dan kohesi leksikal.KATA KUNCI: Aspek gramatikal; aspek leksikal; lagu anak; multiple intelligence; pembelajaran bahasa Indonesia Lexico-Grammatical Aspects in the Nursery Rhymes Charged With Multiple Intelligence ABSTRACT: Lexical and grammatical aspects need to be mastered by children in learning Indonesian at the elementary school level by utilizing children's songs based on multiple intelligence to support the development of language competence. This article aims to describe three research focuses, namely (1) lexical aspects, (2) grammatical aspects, and (3) multiple intelligence content on children's songs in Indonesian learning. This research is a systematic review with documentation data collection techniques. Data analysis is carried out comprehensively and critically of the data in the form of previous research results. The results showed that lexical aspects of synonyms, antonimi, collocation, repetition, and word classes to enrich the child's vocabulary and morphosemantic knowledge. Grammatical aspects are in the form of references, ellipsis, conjunctions, inversions, substitutions, and word aasifans that reinforce a child's morphospholithic knowledge. Nursery rhymes contain multiple intelligence charges manifested in their lexical and grammatical aspects, namely (1) logical mathematical intelligence in the use of numeralia and repetition, (2) naturalist intelligence in the use of nouns, ajecticoes, prepositional phrases and lexical cohesion (3) interpersonal intelligence in the use of pronomina, collocation, and repetition, (4) spatial visual intelligence in nouns, ajections, collocations, and reps, (5) musical intelligence in onomatopeia and reppetisi, (6) kinesthetic intelligence in action verbs and reps, (7) intrapersonal intelligence in pronouns and colocations, and (8) linguistic intelligence in all types of words and lexical cohesion.KEYWORDS: Grammatical aspects; lexical aspects; nursery rhymes; multiple intelligence; Indonesian learnin
PEMBELAJARAN DARING PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA FKIP UNIVERSITAS BENGKULU PADA MASA PANDEMI COVID-19
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi problematika, mengkaji efektivitas, dan peluang pelaksanaan pembelajaran daring pada masa pasca pandemi mendatang di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu. Desain penelitian yang diterapkan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu berjumlah 348 orang. Sampel total sampling, namun yang memberikan respon hanya 289 mahasiswa (response rate= 83%). Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner dan teknik pengumpulan data yang diterapkan adalah Google Formulir. Hasil penelitian: 1) Problematika pembelajaran daring yang berasal dari luar mahasiswa (eksternal): kelayakan tempat belajar, kualitas jaringan internet, kualitas catu daya listrik, biaya kuota data, dan kapabilitas gawai yang dimiliki mahasiswa. Sedangkan problem dari internal meliputi: penguasaan teknologi rapat daring, daya juang (ketahanan fisik dan mental) mahasiswa, minat dan motivasi belajar yang cenderung menurun. 2) Secara umum pembelajaran daring tidak efektif baik dilihat dari proses maupun hasil belajar. Ketidak-efektifan bisa dilihat dari indikator menurunnya prestasi mahasiswa baik pada bidang akademik maupun non akademik pada tahun 2020 dan 2021. 3) Pembelajaran daring masih dapat dilaksanakan sebagai salah satu modus pembelajaran pendidikan tinggi apabila dipadukan dengan pembelajaran luring. KATA KUNCI: blended learning; dalam jaringan; pembelajaran daring; pendidikan bahasa Indonesia; problematika pembelajaran; covid-19; Universitas Bengkulu ONLINE LEARNING IN INDONESIAN LANGUAGE EDUCATION PROGRAM FACULTY OF TEACHER TRAINING AND EDUCATION, THE UNIVERSITY OF BENGKULU DURING THE COVID-19 PANDEMIC ABSTRACT: This research aims to identify problems, examine the effectiveness, and opportunities for the implementation of online learning in the post-pandemic period, in the Indonesian Language Education Program Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) at the University of Bengkulu. Research design is descriptive quantitatively. The research population is Indonesian Language Education Program student FKIP University of Bengkulu University= 348 people. Sampling technics is total sampling, but which responded, was 187 students (response rate = 51. 3%). The research instrument is a questionnaire, and the data collection techniques applied google Forms. Research results: 1) Online learning problems that come from outside the student (external): the feasibility of the place of study, the quality of the internet network, the quality of the electricity supply, the cost of data quotas, and the capabilities of the device owned by students. While internal problems include: mastery of online meeting technology, fighting power (physical and mental resilience) of students, interest, and motivation of learning that tends to decrease. 2) In general, online learning is ineffective in both in-process and learning outcomes. Ineffectiveness can be seen from indicators of declining student achievement in both academic and non-academic fields in 2020 and 2021. 3) Online learning can still be implemented as one of the modes of higher education learning when combined with offline learning.KEYWORDS: blended learning; online learning; Indonesian education; learning problems; covid-19; University of Bengkul
EUFEMISME DALAM EDITORIAL SURAT KABAR TRIBUN PEKANBARU
ABSTRAK: Eufemisme merupakan bentuk ungkapan untuk memperhalus kata-kata yang dirasa kasar atau tidak pantas diucapkan atau didengar oleh orang lain. Eufemisme sangat erat hubungannya dengan bahasa yang ada pada setiap kehidupan manusia dan telah menjadi tata krama atau kesantunan dalam berbahasa. Eufemisme ini juga sering kita jumpai dalam berbagai media massa salah satunya yaitu surat kabar. Rumusan masalah penelitian ini, yaitu Bagaimanakah eufemisme dalam editorial surat kabar harian Tribun Pekanbaru: kajian studi semantik? Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teori-teori yang berhubungan dengan eufemisme dalam bentuk metafora. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis, menginterpretasi, dan menyimpulkan eufemisme yang terdapat dalam editorial surat kabar harian Tribun Pekanbaru: kajian studi semantik. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan pembaca mengenai kajian semantik terutama pada aspek eufemisme bentuk metafora. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh peneliti, yaitu dari 23 editorial dalam surat kabar Tribun Pekanbaru edisi September 2020 peneliti menemukan 14 data eufemisme kajian semantik.KATA KUNCI: Eufemisme; Kesantunan Berbahasa; Tribun Pekanbaru; Editorial. EUFEMISM IN THE EDITORIAL OF THE NEWSPAPER, TRIBUNPEKANBARU ABSTRACT: Euphemism is a form of expression to soften words that are considered rude or inappropriate to be spoken or heard by others. Euphemisms are closely related to language that exists in every human life and have become manners or politeness in language. This euphemism is also often encountered in various mass media, one of which is newspapers. The formulation of the research problem, namely How are euphemisms in the editorial of the Pekanbaru daily newspaper Tribune: the study of semantic studies? The theories used in this research are theories related to euphemisms in the form of metaphors. This research uses a descriptive method. This study was conducted with the aim of describing, analyzing, interpreting, and concluding the euphemisms contained in the editorial of the Pekanbaru daily newspaper Tribune: a study of semantics. The benefits of this research are expected to increase the reader's knowledge about semantic studies, especially in the euphemism aspect of metaphorical forms. The method used in this research is descriptive. The results of the research obtained by the researcher, namely from 23 editorials in the September 2020 edition of the newspaper Tribun Pekanbaru, the researchers found 14 data on euphemisms for semantic studies.KEYWORDS: Euphemism; Language Politeness; Pekanbaru Tribune; Editorial.
VALIDITAS PENGEMBANGAN RUBRIK PENILAIAN MENULIS PARAGRAF NARASI DAN DESKRIPSI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
ABSTRAK: Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya rubrik penilaian yang valid sebagai pedoman dalam menilai hasil belajar peserta didik. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas rubrik penilaian menulis paragraf narasi dan deskripsi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskripsi. Data dalam penelitian ini berupa angka yang didapat dari angket validitas yang diisi oleh validator. Validator dalam penelitian ini dua orang dosen bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan rubrik penilaian menulis paragraf narasi dan deskripsi serta angket kepada validator lalu validator menvalidasi rubrik yang diberikan berdasarkan angket validasi yang telah diberikan. Hasil validasi tersebut dijadikan data dalam penelitian ini. Temuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut ini. (1) Validitas rubrik penilaian menulis paragraf narasi adalah 95 dengan kategori sangat valid. (2) Validitas rubrik penilaian menulis paragraf deskripsi adalah 96,25 dengan kategori sangat valid. Jadi, dapat disimpulkan rubrik penilaian menulis paragraf narasi dan persuasi bisa digunakan untuk menilai hasil belajar menulis paragraf dalam pembelajaran bahasa Indonesia.KATA KUNCI: paragraf narasi dan deskripsi; rubrik penilaian; validitas VALIDITY OF ASSESSMENT RUBRIC DEVELOPMENT WRITE PARAGRAPH AND NARRATIVE DESCRIPTION IN INDONESIAN LEARNINGABSTRACT: This research is motivated by the importance of a valid assessment rubric as a guide in assessing student learning outcomes. Therefore, this study aims to determine the validity of the assessment rubric for writing narrative paragraphs and descriptions in Indonesian language learning. This type of research is quantitative research using the method of description. The data in this study are numbers obtained from validity questionnaires filled out by the validator. The validators in this study were two Indonesian language lecturers. The data collection technique was carried out by providing an assessment rubric for writing narrative paragraphs and descriptions as well as a questionnaire to the validator then the validator validated the given rubric based on the validation questionnaire that had been given. The results of the validation are used as data in this study. The findings in this study are as follows. (1) The validity of the assessment rubric for writing narrative paragraphs is 95 with a very valid category. (2) The validity of the assessment rubric for writing a descriptive paragraph is 96.25 with a very valid category. So, it can be concluded that the assessment rubric for writing narrative and persuasive paragraphs can be used to assess the results of learning to write paragraphs in Indonesian language learning.KEYWORDS: narrative and description paragraphs; assessment rubric; validit
KOHESI GRAMATIKAL DAN LEKSIKAL TEKS BERITA PEMBELAJARAN TATAP MUKA PADA MEDIA SOSIAL KOMPAS.COM
Teks berita berisi tentang suatu peristiwa yang sedang terjadi sehingga bahasa yang digunakan harus informatif agar dapat dipahami oleh pembaca. Sementara itu, penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk penerapan kohesi gramatikal dan leksikal pada teks berita pembelajaran tatap muka di media sosial Kompas.com pada periode bulan Agustus dan Oktober 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Selain itu, objek dari penelitian ini adalah media sosial Kompas.com serta subjeknya adalah teks berita pembelajaran tatap muka yang mengandung kohesi gramatikal dan leksikal. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik simak bebas libat cakap dan catat. Sementara itu, analisis data yang digunakan metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung dan teknik lanjutan berupa teknik lesap dan ganti. Hasil penelitian ditemukan 100 data pada kohesi gramatikal dan leksikal. Data tersebut terdiri dari 39 kohesi gramatikal dengan uraian 10 referensi, 9 subsitusi, 7 elipsis, dan 13 konjungsi. Sementara itu, kohesi leksikal berjumlah 61 data dengan uraian 10 repetisi, 10 sinonim, 10 antonim, 10 hiponimi, 12 kolokasi, dan 9 ekuivalensi. Berdasarkan data yang ditemukan, dapat disimpulkan bahwa penanda kohesi gramatikal dengan jumlah terbanyak yaitu konjungsi. Sementara itu, pada kohesi leksikal data terbanyak terdapat pada kolokasi. Setiap kohesi gramatikal maupun leksikal yang ada pada teks berita terkait pembelajaran tatap muka di Kompas.com mampu menjadikan wacana menjadi padu serta makna atau isi berita dapat dipahami dan tersampaikan kepada pembaca berita.KATA KUNCI: Gramatikal; kohesi; dan leksikal.Teks berita berisi tentang suatu peristiwa yang sedang terjadi sehingga bahasa yang digunakan harus informatif agar dapat dipahami oleh pembaca. Sementara itu, penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk penerapan kohesi gramatikal dan leksikal pada teks berita pembelajaran tatap muka di media sosial Kompas.com pada periode bulan Agustus dan Oktober 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Selain itu, objek dari penelitian ini adalah media sosial Kompas.com serta subjeknya adalah teks berita pembelajaran tatap muka yang mengandung kohesi gramatikal dan leksikal. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik simak bebas libat cakap dan catat. Sementara itu, analisis data yang digunakan metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung dan teknik lanjutan berupa teknik lesap dan ganti. Hasil penelitian ditemukan 100 data pada kohesi gramatikal dan leksikal. Data tersebut terdiri dari 39 kohesi gramatikal dengan uraian 10 referensi, 9 subsitusi, 7 elipsis, dan 13 konjungsi. Sementara itu, kohesi leksikal berjumlah 61 data dengan uraian 10 repetisi, 10 sinonim, 10 antonim, 10 hiponimi, 12 kolokasi, dan 9 ekuivalensi. Berdasarkan data yang ditemukan, dapat disimpulkan bahwa penanda kohesi gramatikal dengan jumlah terbanyak yaitu konjungsi. Sementara itu, pada kohesi leksikal data terbanyak terdapat pada kolokasi. Setiap kohesi gramatikal maupun leksikal yang ada pada teks berita terkait pembelajaran tatap muka di Kompas.com mampu menjadikan wacana menjadi padu serta makna atau isi berita dapat dipahami dan tersampaikan kepada pembaca berita.KATA KUNCI: Gramatikal; kohesi; dan leksikal
VARIASI ARGUMEN SAKSI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS ILMIAH BAGI MAHASISWA
ABSTRAK: Salah satu karakteristik artikel ilmiah ialah adanya variasi argumen sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah seorang penulis terhadap isi artikelnya. Argumen dapat dikatakan berhasil apabila sebuah pernyataan dapat dibentengi dengan aneka alasan dan bukti (argumen yang variatif). Melalui konstruksi argumen yang variatif, pembaca dapat diyakinkan bahwa masalah yang diangkat terselesaikan secara ilmiah. Artikel ini menelaah variasi ‘argumen saksi’ dalam pembelajaran menulis ilmiah bagi mahasiswa. Teori dasar yang digunakan ialah model argumen saksi Douglas Walton. Variasi argumen saksi sebagai acuan dasar untuk pembelajaran menulis ilmiah dianggap urgen mengingat argumen saksi ternyata bukan hanya berwujud argumen pendapat ahli saja sebagaimana selama ini dibuat kebanyakan penulis, tetapi masih terdapat jenis argumen lain untuk membentengi pernyataan posisi. Artikel ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan, yakni telaah dokumen dan literatur-literatur yang relevan. Berdasarkan hasil telaah ditemukan tiga hal. Pertama, dalam pembelajaran menulis ilmiah dapat dibuat variasi argumen pendapat ahli dalam wujud argumen pendapat ahli 1, argumen pendapat ahli 2, dan argumen pendapat ahli 3. Selanjutnya, sebagai bentuk persuasi dapat ditambahkan argumen analogi dan argumen penalaran praktis. Kedua, dalam pembelajaran menulis ilmiah, argumen fakta-hipotesis dapat dibuat variasinya berupa argumen pendapat ahli 1, argumen pendapat ahli 2, argumen pendapat ahli 3, argumen preseden, dan argumen pengecualian. Ketiga, bentuk variasi lain untuk argumen penalaran praktis, yakni argumen analogi, argumen preseden, argumen pendapat ahli 1, dan argumen pendapat ahli 2. Melalui konstruksi argumen yang variatif, artikel yang dihasilkan mahasiswa memenuhi kepatutannya (bereputasi).KATA KUNCI: Argumen saksi; menulis ilmiah; mahasiswa; pembelajaran VARIATIONS OF ‘WITNESS ARGUMENTS’ IN LEARNING SCIENTIFIC WRITING FOR STUDENTS ABSTRACT: One of the characteristics of scientific articles is that there are variations in arguments as a form of a writer's scientific accountability for the contents of the article. An argument can be said to be successful if a statement can be fortified with various reasons and evidence (varied arguments). Through the construction of varied arguments, readers can be convinced that the issues raised are scientifically resolved. This article examines the variation of 'witness argument' in teaching scientific writing for students. The basic theory used is Douglas Walton's witness argument model. The variety of witness arguments as a basic reference for learning to write scientifically is considered urgent considering that witness arguments are not only in the form of expert opinion arguments as so far made by most authors, but there are still other types of arguments to fortify position statements. The article uses a literature study approach, which is a study of relevant documents and literatures. Based on the results of the study found three things. First, in scientific writing learning, variations of expert opinion arguments can be made in the form of expert opinion arguments 1, expert opinion arguments 2, and expert opinion arguments 3. Furthermore, as a form of persuasion, analogy arguments and practical reasoning arguments can be added. Second, in the study of scientific writing, fact-hypothesis arguments can be varied in the form of expert opinion arguments 1, expert opinion arguments 2, expert opinion arguments 3, precedent arguments, and exception arguments. Third, other forms of variation for practical reasoning arguments, namely analogy arguments, precedent arguments, expert opinion arguments 1, and expert opinion arguments 2. Through varied argument construction, an article fulfills its merit (reputable). KEYWORDS: Witness argument; scientific writing; student; learnin
PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA MENGANALISIS STRUKTUR TEKS PERSUASI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INTRODUCTION
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menganalisis struktur teks persuasi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mare Kabupaten Bone dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Introduction. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas 4 tahap yaitu; perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Siklus I dan Siklus II terdiri atas dua kali pertemuan dengan ketuntasan minimal, yaitu 75,00. Subjek penelitian ini adalah kemampuan menganalisis struktur teks persuasi siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Mare Kabupaten Bone berjumlah 22 orang dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Introduction. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data siklus I dan siklus II diketahui nilai rata -rata yang diperoleh siswa dalam menganalisis struktur teks persuasi meningkat. Pada siklus I ketidak tuntasan siswa sebesar 77,27%, sehingga nilai rata-rata siswa sebesar 60,68 (kurang mampu), pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 85,68 (mampu), ketuntasan siswa yang dicapai sebesar 86,36%. Aktivitas belajar siswa siklus I sebesar 65% (cukup) dan siklus II meningkat menjadi 100% (sangat baik). Aktivitas mengajar guru siklus I sebesar 70% (cukup) dan siklus II meningkat menjadi 96% (sangat baik).KATA KUNCI: Menganalisis; struktur teks persuasi; Problem Based Introduction IMPROVING THE ABILITY STUDENTS TO ANALYZE THE STRUCTURE OF PERSUASION TEXT USING THE PROBLEM BASED INTRODUCTION LEARNING MODEL ABSTRACT: This study aims to improve the ability to analyze the structure of persuasive texts in class VIII SMP Negeri 1 Mare, Bone Regency by using the Problem Based Introduction learning model. This research method is classroom action research (CAR). This research was carried out in two cycles, each cycle consisting of 4 stages, namely; planning, implementation, observation, and reflection. Cycle I and Cycle II consisted of two meetings with a minimum completeness of 75.00. The subject of this research is the ability to analyze the structure of the persuasion text of class VIII B students of SMP Negeri 1 Mare, Bone Regency totaling 22 people using the Problem Based Introduction learning model. Data analysis techniques were carried out quantitatively and descriptive statistics. Based on the results of data analysis cycle I and cycle II, it is known that the average value obtained by students in analyzing the structure of persuasive texts increases. In the first cycle the student's incompleteness was 77.27%, so the average score of students was 60.68 (low ability), in the second cycle the average value increased to 85.68 (able), the student's completeness achieved was 86, 36%. Student learning activities in the first cycle was 65% (enough) and the second cycle increased to 100% (very good). The teacher's teaching activity in the first cycle was 70% (enough) and the second cycle increased to 96% (very good).KEYWORDS: Analyzin;, persuasive text structure; Problem Based Introductio
GAYA PENGARANG DALAM MENYAMPAIKAN LOKALITAS JAWA: STILISTIKA CERPEN-CERPEN KARYA GUNAWAN TRI ATDMOJO
ABSTRAK: Gaya kata dan gaya kalimat merupakan unsur penting dalam sebuah karya sastra khususnya cerpen. Penggunaan gaya kata dan gaya kalimat dalam karya sastra membuat pembaca memahami maksud dan tujuan penggarang dalam menulis karya sastra. Selain itu penggunaan diksi dan gaya kalimat digunakan agar pembaca mampu memahami unsur-unsur berkaitan dengan ciri khas penggarang. Terlebih dalam menggunakan aspek lokalitas dalam menulis cerita pendek. Selaras dengan pernyataan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk gaya kata dan gaya kalimat yang digunakan penggarang dalam menyampaikan lokalitas Jawa pada cerpen-cerpen karya Gunawan Tri Atdmojo. Serta mendeskripsikan gaya kata dan gaya kalimat dalam menyampaikan aspek lokalitas Jawa yang dominan digunakan dalam cerpen cerpen karya Gunawan Triadtmojo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan berupa teknik refrensial. Refrensi yang digunakan yaitu pendapat para ahli, serta penelitian yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Penelitian ini menghasilkan data tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kata yang dominan digunakan oleh penggarang dalam menyampaikan lokalitas Jawa adalah gaya kata kolokial. Gaya kalimat yang dominan digunakan dalam menyampaikan lokalitas Jawa adalah kalimat deklaratif.KATA KUNCI: Leksikal; Gramatikal; Lokalitas Jawa; Cerpen; Gunawan Tri Atdmojo The Author's Style In Delivering Java Locality: Stilistics Of Short Stories By Gunawan Tri Atdmojo. ABSTRACT: Word style and sentence style are important elements in a literary work, especially short stories. The use of word style and sentence style in literary works makes the reader understand the intent and purpose of the author in writing literary works. In addition, the use of diction and sentence style is used so that the reader is able to understand the elements related to the characteristics of the author. Especially in using the locality aspect in writing short stories. In line with this statement, this study aims to describe the form of word style and sentence style used by the author in conveying Javanese locality in the short stories by Gunawan Tri Atdmojo. As well as describing the style of words and sentence styles in conveying aspects of Javanese locality which are dominantly used in short stories by Gunawan Triadtmojo. The method used in this research is a descriptive qualitative method. The data analysis technique used is a referential technique. The references used are the opinions of experts, as well as research relevant to this research. Data collection techniques used reading and note-taking techniques. This research produces written data. The results showed that the dominant style of words used by the author in writing short stories was colloquial. While the dominant sentence style used is declarative sentence.KEYWORDS: Lexical; Grammatical; Java Locality; Short story; Gunawan Tri Atdmoj