JPPP - Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi
Not a member yet
    227 research outputs found

    Pengaruh Emotional Intelligence (EI) Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Pada Petugas Di Lapas Narkotika Kelas IIa Bangli

    Full text link
    Kecerdasan pada dasarnya merupakan aspek penting dalam diri manusia karena berkaitan dengan kapasitas biologis manusia khusunya dalam memproses informasi dan memecah suatu permasalahan. Kecerdasan manusia dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis kecerdasan utama yang meliputi: intelligence quotient (IQ), emotional intelligence (EI), dan spiritual intelligence (SI). Dalam penelitian ini, kecerdasan emosional atau emotional intelligence (EI) menjadi fokus perhatian peneliti mengingat perannya sebagai kecerdasan utama yang dapat mempengaruhi timbulnnya perilaku produktif khususnya dalam dunia kerja sebagaimana dijelaksan dalam berbagai sumber penelitian terdahulu. Secara lebih spesifik penelitian ini mengkaji pengaruh emotional intelligence (EI) terhadap perilaku Organizational citizenship behavior (OCB) petugas di Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli. Responden sebagai subjek penelitian merupakan seluruh petugas Lapas yang berjumlah 81 orang. Sumber data diperoleh yang dari hasil tanggapan responden terhadap interumen pengukuran yang disebarakan melalui google forms. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis statistik deskriptif dengan bantuan software IBM SPSS 25. Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa petugas di Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli memiliki persepsi yang cukup baik terhadap varaiabel emotional intelligence (EI) dan OCB. Selain itu, hasil penelitian ini juga mendukung hipotesis tentang adanya pengaruh positif emotional intelligence (EI) terhadap organizational citizenship behavior (OCB)

    Pengaruh Stres Guru Terhadap Teacher Well-Being Pada Guru Yang Mengajar Di Sekolah Dasar Inklusi

    Full text link
    This research aims to find effects of teachers’ stress on teacher well-being in teachers of inclusive elementary schools. This is a quantitative research with one predictor linear regression analysis. Samples in this research were 117 inclusive elementary schools collected using the accidental sampling. Variable of teachers’ stress was measured using Teacher Stress Inventory (TSI) developed by Collie and variable of teacher well-being was measured using Teacher Well-Being Scale (TWBS) developed by Firman & Fastenau. The research results showed significance value (ρ) OG 0.000, which was smaller than 0.5, and it was found that F-count was 29.795 and F-table was 3.92. It meant that teachers’ stress provided significant effects on teacher well-being in teachers of inclusive elementary schools. This study concluded that if teachers experience high levels of stress, it will reduce their level of teacher well-being.  In addition, it was found that R-square was 0.206, which meant that teachers’ stress provided effect of 20.6% on teacher well-being in teachers of inclusive elementary schools.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh stres guru terhadap teacher well-being pada guru yang mengajar di sekolah dasar inklusi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear satu prediktor. Sampel dalam penelitian ini adalah 117 orang guru sekolah dasar inklusi yang didapat dengan teknik accidental sampling. Variabel stres guru diukur dengan menggunakan Teacher Stress Inventory (TSI) yang dikembangkan oleh Collie  dan variabel teacher well-being diukur menggunakan Teacher Well-Being Scale (TWBS) yang dikembangkan oleh Fimian & Fastenau. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi (ρ) sebesar 0.000 yang lebih kecil dari 0.05, dan diketahui nilai F hitung sebesar 29.795 dan F tabel sebesar 3.92. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari stres guru terhadap teacher well-being pada guru yang mengajar sekolah dasar inklusi. Maka dapat disimpulkan apabila guru mengalami tingkat stres yang tinggi akan menurunkan tingkat teacher well-being mereka. Selain itu, didapatkan nilai R Square sebesar 0.206 yang berarti stres guru memiliki pengaruh sebesar 20.6% terhadap teacher well-being pada guru yang mengajar di sekolah dasar inklusi

    Konflik Peran Ganda Wanita Karir Saat Work From Home di Masa Pandemi Covid-19: Studi Meta analisis

    Full text link
    The Covid-19 pandemic has made significant changes to people’s lives. Including career women who work from home, feel the impact of these changes. Challenges and burdens borne by career women in the middle of public stigma about women who should be at home, doing domestic work, taking care of their husbands and children and then increasing when they have to do it together with office work at home. The purpose of this study is to reveal the dual role conflict experienced by career women when working from home during covid-19 pandemic. The method used in writing this article uses the library method. A mother who has a dual role during a pandemic finds her work responsibilities getting more difficult. The burden is in the form of the responsibility of accompanying school children from home and work responsibilities which apparently during the pandemic are increasing. Especially when children learn online. Here the role of a mother increases because she has to act as a teacher to accompany her child. This makes career women find it difficult because they are also carrying out their duties from home (WFH) at the same time. Career women often find it difficult because they have to divide their focus between work and accompanying children during online school. So that the dual role conflict experienced by career women when working from home during the Covid-19 pandemic increases because roles in work and family are carried out in the same place at the same time

    Menjadi Masyarkat Digital Yang Berkerendahan Hati Intelektual

    Full text link
    Internet merupakan pencapaian besar dalam sejarah umat manusia yang akan terus berlanjut hingga batas yang tidak bisa diprediksi oleh siapa pun. Hadirnya teknologi digital dengan karakter mudah dan cepat pada hakikatnya bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai macam masalah sosial di dalam masyarakat, sehingga harapan untuk menciptakan kehidupan manusia yang lebih sejahtera akan dapat tercapai. Namun, keterbatasan kapasitas kognisi manusia dalam usaha memahami orang lain dan dunia sosial (kognisi sosial) secara otomatis mengarah pada upaya penyederhanaan penyimpulan. Proses pengolahan informasi yang disederhanakan akan sangat rentan bias dan hingga akhirnya mampu menciptakan distorsi realitas. Bias kognisi sosial ini menyebabkan seseorang hanya menerima masukan dari orang lain yang sesuai dengan pemikirannya, sehingga ia menjadi selektif atas informasi yang didapat hanya berdasarkan pada keyakinan atau harapan pribadi. Bias kognisi sosial adalah masalah yang dapat diantisipasi salah satunya dengan konsep kerendahan hati intelektua

    The Role of GRIT as a Moderator of the Relationship Between Job Insecurity and Job Involvement for Employees Affected by Covid-19

    Full text link
    This study aims to determine the relationship between job insecurity and job involvement by considering the role of grit as the moderator in employees during the Covid-19 pandemic. Research respondents are 762 public and private sectors employees who work in organization which implemented policy changes due to Covid-19. This research is a quantitative study with a cross-sectional study design. The sampling technique used is accidental sampling. The research measuring instruments consists of Job Involvement Scale, Multidimensional Qualitative Job Insecurity Scale (MQJIS), and Short Grit Scale (Grit-S). Data were collected using an online questionnaire and analyzed using regression analysis, utilizing SPSS PROCESS Model 1. It was found that grit did not moderate the relationship between job insecurity and job involvement. As the implication, the findings of this research can be used by organizations as reference to anticipate the increase of employee job insecurity due to changes.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh job insecurity pada job involvement dengan mempertimbangkan peran moderasi grit pada karyawan di masa pandemi Covid-19. Responden penelitian adalah 762 karyawan organisasi publik dan swasta di Indonesia yang menerapkan perubahan kebijakan karena Covid-19. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Job Involvement Scale, Multidimensional Qualitative Job Insecurity Scale (MQJIS), dan Short Grit Scale (Grit-S). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner secara daring serta dianalisis dengan analisis regresi menggunakan model 1 SPSS PROCESS. Hasil penelitian menemukan bahwa grit terbukti tidak memoderasi hubungan job insecurity dan job involvement. Sebagai implikasinya, temuan dari penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh organisasi sebagai acuan dalam mengantisipasi peningkatan job insecurity karyawan akibat adanya perubahan

    Construct Validity of Porter Parental Acceptance Scale among Parents of Children With Autism Spectrum Disorder

    No full text
    Parental acceptance has an important role in determining successful parenting.  Parents who can accept are positively sensitive to their children’s needs and children’s development.  In this case, Porter Parental Acceptance Scale (PPAS) was used to measure the degree to which parents may be said to accept their children.  This study aims to examine the construct validity of PPAS on 200 parents of autistic children in Indonesia.  Data were collected using non-probability sampling techniques and administered through online questionnaires.  Data were analyzed using confirmatory factor analysis (CFA).  The result show that the model was classified as fit with Chi-Square = 611.33, df = 579, P-Value = 0.17045, RMSEA = 0.017.  All items are valid, except item numbers 3, 5, 6, 8, 9, 34, 38.  The implication is PPAS can be used to measures parental acceptance levels as indicated by the feelings and behaviors expressed toward their child

    Neurotisisme Memprediksi Peningkatan Organizational Citizenship Behavior Pada Konteks Organisasi Non-profit: Studi Pada Pengurus Organisasi Orkestra di Indonesia

    No full text
    Literature has demonstrated the important role of personality as predictor of organizational citizenship behavior (OCB) in an organization. However, little is known regarding to what extent that personality predicts OCB in orchestra organizations, especially in Indonesia, where orchestra organizations are emerging in the recent years. Such a gap calls for study to ensure effective and efficient organizational management. The current study aims at exploring the role of personality in predicting OCB of Indonesian orchestra organizations. A sample of 84 orchestra committee members participated in the study. Results demonstrated that neuroticism was the only significant predictor of OCB among Indonesian orchestra group members. The findings present valuable information for orchestra management in mapping their organizational strategies for effective management.Berbagai studi telah menunjukkan peran tipe kepribadian sebagai determinan organizational citizenship behavior (OCB) dalam organisasi. Namun demikian, sejauh pengetahuan peneliti, belum ada studi yang berfokus pada menguji peran tipe kepribadian terhadap OCB pada organisasi orkestra. Padahal organisasi orkestra merupakan organisasi yang sedang berkembang di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, sehingga fokus terhadap sisi manajemen organisasi dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk memastikan efektivitas dan efisiensi organisasi. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi ada atau tidaknya pengaruh tipe kepribadian menurut teori Big Five Personality dengan tingkat OCB pada pengurus organisasi orkestra di Indonesia. Sebanyak 84 pengurus organisasi orkestra berpartisipasi dalam survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe kepribadian neuritk (neutoricism) merupakan satu-satunya determinan penting terhadap OCB pada pengurus organisasi orkestra. Hasil studi ini dapat memberi informasi yang bermanfaat bagi pengurus orkestra dalam memetakan strategi rekrutmen kepengurusan demi menjamin efektivitas organisasi

    Pengaruh Kekerasan Verbal Orangtua terhadap Konsep Diri Remaja

    Full text link
    This study aims to analyze the effect of parental verbal abuse on adolescents self-concept. The approach used in this study is quantitative associative with a survey method using questionnaire to collect the data. The population in this study was high school students of SMA Negeri 1 Leuwiliang Kabupaten Bogor, with a total sample of 103 respondents selected with the purposive sampling technique. This study uses tests of normality, linearity, and hypotheses as a pre-requisite test. Based on data result, it is known that majority sample are categorized as low level of parental verbal abuse (69,9%) and the adolescents self concept received by the majority sample are belong to middle category (53,4%). Data calculation which used IBM SPSS Statistics 25 shows that parental verbal abuse has a negative and significant effect on adolescents self concept (P-Value = 0.000 < 0.050. This study shows that the higher parental verbal abuse level, the lower adolescents self-concept, . The coefficient of determination obtained is 27,4%, which means that parental verbal abuse affect on adolescents self-concept by 27,4% and the other 72,6% is influenced by other factors not examined in this study.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kekerasan verbal orangtua terhadap konsep diri remaja. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan metode survey dan menggunakan kuesioner untuk pengambilan data. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Leuwiliang Kabupaten Bogor dengan jumlah sampel sebanyak 103 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan uji normalitas, linearitas, dan hipotesis sebagai uji pra-syarat penelitian. Berdasarkan pengolahan data, diketahui bahwa mayoritas sampel berada pada tingkat kekerasan verbal rendah  (69.9%) dan konsep diri remaja yang dimiliki sampel berada pada kategori sedang (53,4%). Hasil perhitungan menggunakan IBM SPSS Statistics 25 menunjukkan bahwa kekerasan verbal orangtua berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konsep diri remaja (P-Value = 0,000 < 0,050). Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kekerasan verbal orangtua yang diterima, maka akan semakin rendah konsep diri remaja. Koefisien determinasi yang didapat sebesar 27,4% yang berarti kekerasan verbal orangtua mempengaruhi konsep diri remaja sebesar 27,4%, dan 72,6%. lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini

    Construct Validity Testing of Hatred Scale Using Confirmatory Factor Analysis: Construct Validity Testing of Hatred Scale Using Confirmatory Factor Analysis

    No full text
    This research was conducted to test the construct validity of hatred. This research uses two hatred dimensions from Halperin et al., (2012), namely chronic hatred and immediate hatred with a total of 13 items. Data obtained from 361 students of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. The analytical method used in this study is Confirmatory Factor Analysis (CFA) with the help of the lisrel program. The results of this study indicate that all items are unidimensional. This means that all items only measure one factor so that the one-factor model theorized in the hatred can be accepted.Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi alat ukur hatred versi Indonesia. Alat ukur hatred terdiri dari dua dimensi hatred yang diambil dari Halperin et al., (2012), yaitu chronic hatred dan immediate hatred dengan jumlah item sebanyak 13 item. Data diperoleh dari 361 mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan program lisrel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa seluruh item unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan dalam hatred dapat diterima

    Catatan Editor: Memotret Wajah Psikologis Masyarakat Indonesia: Pentingnya Konsep dan Pengukuran Psikologi yang Ulayat

    Full text link
    Alat ukur merupakan elemen utama dalam studi-studi di bidang psikologi, khususnya yang berpedoman pada paradigma positivisme. Namun mayoritas studi psikologi di Indonesia masih berpedoman pada konsep serta pengukuran psikologi Barat, sehingga kurang akurat dalam memotret realita psikologis yang sebenarnya terjadi. Dalam tulisan ini, secara singkat saya mendeskripsikan peran sentral pengukuran dalam ilmu psikologi dengan memanfaatkan pendekatan historis. Selanjutnya, tulisan ini mendiskusikan pentingnya mempertimbangkan konteks ulayat dalam penelitian psikologi di Indonesia, yang diharapkan dapat menginspirasi studi-studi pengembangan konsep psikologi yang khas Indonesia

    175

    full texts

    227

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JPPP - Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇