MEDIA LITBANG SULTENG
Not a member yet
    67 research outputs found

    PENGARUH DIAMETER PANGKAL TANGKAI DAUN PADA ENTRES TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS KAKAO

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan entres yang memiliki ukuran diameter pangkal tangkai daun lebih sesuai bagi perbanyakan klonal melalui sambung samping.  Perlakuan yang dicobakan yaitu ukuran diameter pangkal tangkai daun pada enters, masing-masing > 4-6 mm dan > 6-8 mm.  Setiap perlakuan dicobakan pada 20 tanaman sehingga jumlah tanaman yang digunakan adalah 40 tanaman.  Data dianalisis dengan uji t guna mengetahui perbedaan dari dua perlakuan yang dicobakan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tunas kakao berbeda pada entres yang memiliki ukuran diameter pangkal tangkai daun > 4-6 mm dan > 6-8 mm.  Pertumbuhan tunas kakao lebih baik pada entres yang memiliki ukuran diameter pangkal tangkai daun > 6-8 mm dibanding dengan entres yang memiliki ukuran diameter pangkal tangkai daun > 4-6 mm.  Panjang dan diameter tunas yang terbentuk pada entres yang memiliki ukuran diameter pangkal tangkai daun > 6-8 mm berturut-turut mencapai 82,95 cm dan 1,63 cm, dengan jumlah, panjang dan lebar daun berturut-turut 19,45 helai, 37,36 cm, 15,95 cm; sedangkan panjang dan diameter tunas yang terbentuk pada entres yang memiliki ukuran diameter pangkal tangkai daun > 4-6 mm berturut-turut hanya 67,81 cm dan 1,09 cm, dengan jumlah, panjang dan lebar daun berturut-turut 15,95 helai; 24,90 cm; 14,11 cm.

    STRATEGI PENGEMBANGAN SUBSEKTOR PERKEBUNAN DALAM PEREKONOMIAN SULAWESI TENGAH

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan (i) menganalisis kinerja subsektor perkebunan dalam perekonomian Sulawesi tengah; dan (ii) merancang strategi pengembangan subsektor tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka metode yang digunakan adalah Tiebout Economic Base Modal, Incremental Capital Output Ratio, dan Double Exponential Smoothing. Data digunakan adalah data time series, yaitu Produk Domestik Regional Bruto Sulawesi Tengah Kurun Waktu 2000 – 2007. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja subsektor perkebunan adalah sangat baik. Ini diindikasikan oleh tingkat pertumbuhan subsektor tersebut dalam kurun waktu 2000 – 2007 sebesar 8,43% per tahun, dan koefesien pengaruh ganda rata-rata dalam kurun waktu tersebut adalah 6.40

    RESPON MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN USAHA PETERNAKAN SAPI DI SULAWESI TENGAH

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana respon masyarakat dalam mengembangkan usaha peternakan sapi dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Parigi-Moutong Kabupaten Donggala dan Kota Palu selama 8 (delapan) bulan, terhitung mulai 1 April sampai 30 November 2008. Penelitian ini mengunakan Metode deskriptif dan eksploratif terhadap masyarakat peternak sapi dan masyarakat yang bukan berstatus sebagai peternak. Metode ini dilakukan dalam pengumpulan data untuk menganalisis permasalahan yang berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat respon masyarakat dalam beternak sapi. Gambaran respons masyarakat berusaha ternak sapi potong, secara keseluruhan masih rendah, terbukti dari sistem pemeliharaan terutama pada masyarakat lokal. Berdasarkan skala usaha, kondisi peternak dan tujuan pemeliharaan sapi yang dilakukan oleh peternak, masih sangat sulit untuk ditingkatkan sebagai usaha utama dan atau penerapan usaha agribisnis sapi potong

    PERENCANAAN LOW HEAD MIKRO HIDRO DI DUSUN IV DESA WALATANA KEC. DOLO SELATAN KABUPATEN SIGI

    Full text link
    Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) memerlukan pengembangan lebih lanjut, yaitu PLTMH yang dapat dibangun pada daerah dengan kemiringan yang relatif kecil. Hal ini dibutuhkan mengingat perkembangan penduduk yang cenderung terkumpul pada daerah yang lebih datar dari pada daerah pegunungan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pengumpulan data lapangan dan data literatur.  Dengan demikian diperoleh secara langsung hasil penelitian yang diolah menjadi perencanaan pembangunan PLTMH untuk daerah yangmempunyai kemiringan kecil. Dari data studi literatur  diperoleh hasil lokasi yang dipilih untuk studi adalah Dusun IV,  Desa Walatana Kec. Dolo Selatan Kab. Sigi. Sungai yang digunakan untuk Studi PLTM adalah sungai Sidio dengan hasil perhitungan bahwa debit andalan adalah sebesar 0,172 m3/det pada lokasi rencana. Tipe turbin yang digunakan adalah tipe baling baling dengan penempatan turbin didalam saluran jatuh air dari bak penampung. Dari hasil tinjaun dan pengukuran lapangan untuk kemudian dibuat desain sistim PLTMH yang terdiri dari, intake, saluran pengendap sedimen, saluran pembuang lubang pipa hisap untuk memutar turbin baling baling dan outlet. Sedangkan daya listrik yang dihasilkan listrik tersebut adalah sebesar 2,032 KiloWatt atau sebesar 2032 Watt.

    MODEL DINAMIK RANTAI MAKANAN PADA EKOSISTEM MANGROVE DI LAGUNA TASILAHA MODEL DINAMIK RANTAI MAKANAN PADA EKOSISTEM MANGROVE DI LAGUNA TASILAHA MODEL DINAMIK RANTAI MAKANAN PADA EKOSISTEM MANGROVE DI LAGUNA TASILAHA

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan pada kawasan hutan mangrove di Tasilaha Desa Tolongano, Kabupaten Donggala, Pengamatan dilakukan pada 2 musim yakni  Musim Timur dan Musim Barat. Hasil kajian sebaran data pada diagram pencar, diperoleh gambaran bahwa pola gugur serasah mulai bulan ke-0 (bulan Mei awal Musim Timur) hingga bulan ke-11 (bulan April akhir Musim Barat) adalah menurun, meningkat, selanjutnya menurun lagi. Pola ini, Hasil estimasi gugur serasah trendnya mengikuti fungsi polinomial kubik dengan persamaan: S^ = b0 + b1t + b2t2 + b3t3. Pemodelan dinamik untuk peluluhan serasah didasarkan pada estimasi peluluhan secara eksponensial merujuk kepada Macjey dan Smail (1996). Estimasi dilakukan dengan melibatkan seluruh jenis serasah yang diukur peluluhannya hingga diperoleh satu laju peluluhan bagi serasah tanpa melihat jenisnya. Pemodelan dinamik untuk peluluhan serasah didasarkan pada estimasi peluluhan secara eksponensial merujuk kepada Macjey dan Smail (1996). Estimasi dilakukan dengan melibatkan seluruh jenis serasah yang diukur peluluhannya hingga diperoleh satu laju peluluhan bagi serasah tanpa melihat jenisnya. Selanjutnya dalam pemodelan dinamik melaui Powersim, fungsi polinomial kubik serasah terhadap waktu akan menjadi rate yang bersifat menambah jumlah serasah untuk setiap pertambahan waktu (setiap bulannya). Berdasarkan dua submodel dinamik gugur serasah dan peluluhan serasah dapat dibangun model dinamik yang menggambarkan tambahan serasah setiap waktunya dan pengurangan serasah karena proses peluluhan dari waktu ke waktu.  Submodel gugur serasah Hasil simulasi model di atas antara bulan Mei sampai dengan bulan April yang membentuk siklus setiap tahunnya Bobot kering serasah awal (Mei) menurut hasil estimasi adalah sebesar 24,83 g/m2 yang meluluh setiap bulannya dengan laju peluluhan 0,92/bulan. Pada bulan-bulan berikutnya, untuk setiap bulannya, jumlah serasah ditambah dengan jumlah serasah gugur  dalam bulan tersebut yang juga meluluh dengan laju peluluhan yang sama. Tampak dari simulasi model dinamik di atas, berat kering serasah tersedia tertinggi pada bulan Februari, sedangkan terendah pada bulan Mei, yang berbanding lurus dengan tinggi-rendahnya peluluhan serasah

    ANALISIS PERHITUNGAN GEMPA STUKTUR BANGUNAN BAWAH JEMBATAN

    Full text link
    Negara Indonesia sangat berpotensi atau beresiko terhadap bahaya gempa namun sampai saat ini belum memiliki suatu standar yang baku, keseragaman serta regulasi dalam mendesain bangunan – bangunan Teknik Sipil baik struktur utama ataupun struktur penopang. Dalam tulisan ini akan dianalisis perhitungan gempa pada bangunan bawah jembatan  seperti yang diberikan oleh Bridge Management System mengenai peraturan perencanaan teknik jembatan yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum Indonesia yang bekerjasama dengan Australia serta beberapa catatan – catatan yang diambil dari beberapa literatur yang mengulas tentang metode perhitungan gempa pada bangunan bawah seperti abutmen, oprit, pondasi, tekanan air pada pilar jembatan kemudian dikaji implementasinya dilapangan apakah dapat diterapkan dan efektif. Dari hasil review ditemui terdapat kesulitan – kesulitan serta kurangnya pemahaman dari pengguna sehingga dilakukan penyederhanaan dalam proses perhitungannya

    PENDAPATAN NELAYAN YANG MENGGUNAKAN PERAHU MOTOR DAN PERAHU TANPA MOTOR DI DESA PARANGGI, KECAMATAN AMPIBABO, KABUPATEN PARIGI-MOUTONG

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menghitung rata-rata pendapatan nelayan tradisional di Desa Paranggi Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong, dan membandingkan antara pendapatan nelayan yang menggunakan perahu motor dan perahu tanpa motor. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan di Desa Paranggi Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong, dan semua anggota populasi dijadikan sampel sehingga metode yang digunakan adalah sensus. Data penelitian ini diperoleh dengan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan nelayan yang menggunakan perahu motor adalah Rp. 11.833.619 per tahun, sedangkan nelayan yang menggunakan perahu tanpa motor sebesar Rp. 12.943.063 per tahun. Kedua nilai tersebut tidak berbeda secara statitistik. Rata-rata pendapatan nelayan tradisional di Desa paranggi, Kecamatan Ampibabo adalah Rp. 12.139.672 per tahun, atau sebesar Rp.1.011.639 per bulan. Nilai ini masih lebih besar Rp. 251.639 dibanding upah minimum regional tenaga kerja di Sulawesi Tengah sebesar Rp. 860.000

    IMPLEMENTASI STRATEGI MELALUI PENYUSUNAN PROGRAM, PARTISIPASI ANGGARAN DAN PROSEDUR TERHADAP KINERJA KOPERASI DI KOTA PALU

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyusunan program, partisipasi anggaran dan prosedur terhadap kinerja koperasi di kota Palu. Penelitian dilakukan terhadap lembaga koperasi yang berada diwilayah kota Palu dan masih aktif sebanyak 61 koperasi. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan menggunakan tehnik observasi, wawancara dan penyebaran kuisioner. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan koperasi, artikel dan literature yang mendukung. Selanjutnya analisis data dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modelling). Hasil pengujian menunjukan bahwa penyusunan program (X1) tidak berpengaruh terhadap kinerja, partisipasi anggaran (X2) berpengaruh terhadap kinerja dan prosedur  (X3) berpengaruh terhadap kinerja. Pengaruh variable yang dominan terhadap kinerja koperasi adalah variable  prosedur

    TARGET PASAR DAN STRATEGI MEMPOSISIKAN PRODUK TEH DI PASAR GLOBAL

    Full text link
    Kecenderungan konsumsi teh dunia  pada masa depan tergantung pada perkembangan ekonomi dunia yang akan mempengaruhi laju pertumbuhan pendapatan per kapita. Karena konsumsi teh lebih peka pada perubahan pendapatan di negara-negara dengan tingkat pendapatan rendah dari pada negara-negara maju. Namun, ada harapan bahwa konsumsi juga dapat bertambah di negara-negara berkembang, asumsinya melihat  proyeksi populasi penduduk yang rata-rata akan mengalami kenaikan kurang lebih 50 % pada tahun 2025. Oleh karena itu  tantangan perusahaan agribisnis  ke depan adalah merumuskan pemasaran strategik dengan jalan melakukan resegmentasi pasar, dan memilih pasar  potensial  sehingga dapat menciptakan customer value  yang lebih tinggi dari kompetitor negara lain, sehingga  memiliki superior yang pada akhirnya menciptakan keunggulan bersaing dan keunggulan positioning

    ANALISIS PENGARUH KONVERSI HUTAN TERHADAP LARIAN PERMUKAAN DAN DEBIT SUNGAI BULILI, KABUPATEN SIGI

    Full text link
    Tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan lahan untuk bidang pertanian dan perkebunan semakin mendesak seiring bertambahnya penduduk suatu wilayah dan juga akibat migrasi dari wilayah lain. Konsekuensinya adalah perambahan dan konversi hutan yang tidak dapat dielakkan, termasuk di daerah studi. Konversi hutan berakibat langsung dan tidak langsung pada perilaku hidrologis suatu kawasan atau Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti menurunnya kemampuan air hujan terinfiltrasi ke dalam tanah akibat pemadatan tanah secara sistemik yang secara simultan meningkatkan larian permukaan (surface runoff) dan meningkatkan risiko banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendapatkan besaran dan rasio limpasan langsung dan debit aliran sungai saat banjir dan saat air normal dengan membandingkan sub-DAS yang masih tertutup hutan asli dengan sub-DAS yang sudah beralih fungsi menjadi lahan terbuka dan pertanian/perkebunan. Dari hasil analisis dan simulasi data dapat disimpulkan bahwa konversi hutan berakibat pada meningkatnya volume larian permukaan dan debit aliran di Sungai Bulili sebesar 219.8 mm; dengan membandingkan total limpasan pada tahun 2002 dan 2004 pada bendung 2 (sub-DAS terkonversi) dan bendung 3 (sub-DAS hutan asli), walaupun curah hujan tercatat lebih kecil pada tahun 2002 dibandingkan dengan tahun 2004. Disamping itu, analisis terhadap beberapa kejadian banjir di daerah studi menunjukkan pola hidrograf dengan kenaikan debit yang tajam dan besar (koefisien kepencengan rerata 6.0) dengan waktu tiba banjir menjadi lebih pendek di sub-DAS terkonversi dengan waktu tiba banjir berkisar 25 – 30 menit pada bendung 1 dan berkisar 40 – 55 menit pada bendung 2. Rasio debit antara bendung 2 dan bendung 1 pada tahun 2002 adalah 2.33 meningkat menjadi 4.57 pada tahun 2004 dengan rasio banjir maksimum tercatat tahun 2002 sebesar 1.41 dam meningkat tahun 2004 sebesar 3.13

    61

    full texts

    67

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MEDIA LITBANG SULTENG
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇