MEDIA LITBANG SULTENG
Not a member yet
    67 research outputs found

    STRUKTUR UKURAN GLASS EEL IKAN SIDAT (Anguilla marmorata) DI MUARA SUNGAI PALU, KOTA PALU, SULAWESI TENGAH

    Full text link
    Ikan sidat memiliki nilai ekonomis tinggi dan permintaan global semakin meningkat. Salah satu spesies yang memiliki nilai ekonomis tinggi adalah Anguilla marmorata. Sungai-sungai di Sulawesi Tengah umumnya terdapat populasi ikan sidat, selama ini penelitian cenderung terfokus pada Sungai dan Danau Poso dan ketersediaan data sangat kurang di sungai/danau lainnya, termasuk Sungai Palu. Salah satu jenis ikan sidat ukuran glass eel yang melakukan ruaya anadromous di Sungai Palu adalah Anguilla marmorata. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisa struktur ukuran glass eel ikan sidat (Anguilla marmorata) yang beruaya anadromous di Sungai Palu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2009 di muara Sungai Palu dan Laboratorium Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPL) Palu. Sampling glass eel dengan cara penangkapan menggunakan alat tangkap berupa seser (hand scoop net) ukuran mata jaring 1 mm. Setiap kali dilakukan penangkapan/pengumpulan sampel dilakukan pengukuran salinitas dan suhu air sungai. Salah satu cara yang umum digunakan dalam mengidentifikasi spesies glass eel adalah identifikasi berdasarkan karakter kunci Anal Dorsal Vertebrata (ADV) atau anodorsal vertebrae. Setelah glass eel diidentifikasi selanjutnya dilakukan pengukuran panjang dan berat. Setiap jenis yang teridentifikasi dimasukkan ke dalam akuarium yang terpisah.  Khusus jenis Anguilla marmorata dihitung jumlahnya dan dikelompokkan berdasarkan struktur ukuran panjang maupun  berat. Untuk mengetahui frekuensi rata-rata ukuran panjang total dan berat tubuh masing-masing populasi spesies tiap bulan dalam sampel hasil tangkapan glass eel, dianalisis menggunakan teknik histogram frekuensi, perhitungan rata-rata dan standar deviasi (Standard Deviation). Kisaran panjang total glass eel ikan sidat Anguilla marmorata yang tertangkap selama bulan Januari sampai April berkisar antara 4,1 sampai 5,0 cm dengan modus distribusi frekuensi berada pada kelas 4,5 sampai 4,8 cm. Secara keseluruhan frekuensi panjang total terbanyak 180 ekor (4,8 cm).  Rata-rata panjang total Anguilla marmorata yang ditemukan adalah 4,838 ± 0,023.  Kisaran berat tubuh Anguilla marmorata yang tertangkap selama bulan Januari sampai April adalah 0,04 sampai 0,15 gram dengan modus distribusi frekuensi berada  pada kelas ukuran 0,05 sampai 0,10 gram.  Secara umum frekuensi berat tubuh terbanyak terdapat pada kelas ukuran 0,10 gram sebanyak 130 ekor

    MIGRASI WANITA DAN KETAHANAN EKONOMI KELUARGA

    Full text link
    Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui migrasi wanita dan ketahanan ekonomi keluarga dan faktor-faktor apa yang mendorong wanita bermigrasi untuk ketahanan ekonomi keluarga. Obyek daripada penelitian ini adalah wanita yang bermigrasi keluar negeri (TKW). Penelitian ini dilakukan di dua kecamatan yaitu Palu Barat dan Palu Utara. Alasan yang dilakukan di dua Kecamatan ini rata-rata ada Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang sudah berumah tangga sementara suaminya bekerja serabutan. Ada yang lajang, dan ada yang sudah bercerai (janda). Penelitian ini dilakukan secara survey, Pengambilan Populasi seluruh wanita yang melakukan TKW, sampel diambil secara purposive. Teknik pengambilan data dengan wawancara pendahuluan, wawancara mendalam, observasi dan quisioner. Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan etik dan emik. Hasil daripada penelitian adalah wanita bermigrasi mempunyai persepsi sebagai berikut : (1) memberikan harapan untuk mendapatkan pekerjaan dengan upah yang tinggi, (2) negara tujuan adalah negara (Arab), sehingga tidak susah memperoleh uang. (3) merupakan jalan yang terbaik untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. (4) selain mendapat upah juga dapat menambah pengetahuan dan pengalaman. (5) ladang bagi tenaga kerja untuk mendapat penghasilan yang dapat mendukung ekonomi keluarga. Faktor pendorong adalah karena (1) kebutuhan yang sangat mendesak, (2) ingin memperbaiki rumah atau membangun rumah, (2) untuk kebutuhan pendidikan anak-anak, (4) ingin memberangkatkan orang tua naik haji, (3) karena alasan suami tidak punya pekerjaan, tidak memberi nafkah, suami kawin lagi, anak-anak tidak tahand engan ibu tiri. Faktor penarik bermigrasi di negara Arab : (1) Negara tujuan kaya, mudah memberikan gaji yang tinggi, (2) banyak lapangan kerja yang tersedia, (3) memberikan kesempatan naik haji (Umroh), (4) negara Islam. Kesimpulan : Dampak wanita bermigran adanya perubahan sosial di pedesaan, adanya tambahan kepemilikan usaha tani, adanya pengembangan usaha. Saran-saran : Perlu perlindungan migran agar terhindar dari kekerasan, serta adanya jaminan keamanan saat kembali ketahan air, (2) untuk pihak terkait para migran diberikan pembekalan yang maksimal supaya hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi

    JERAPAN P PADA ANDISOL YANG BERKEMBANG DARI TUFF VULKAN BEBERAPA GUNUNG API DI JAWA TENGAH DENGAN PEMBERIAN ASAM HUMAT DAN ASAM SILIKAT

    Full text link
    Andisol merupakan tanah yang memiliki kemampuan menyerap fosfat  yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan tanah ini kaya akan bahan mineral amorf  khususnya alofan yang sangat reaktif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan asam humat dan asam slikat dalam menekan jerapan P pada mineral amorf (alofan) yang berasal dari 4 Gunung Api di Jawa Tengah. Sampel tanah diambil dari horison B/C dari Andisol Gunung Slamet, Dieng, Merbabu dan Lawu, dengan mempertimbangkan faktor umur bahan induk (tua dan muda) dan posisi lereng (atas, tengah dan bawah). Komponen mineral amorf yang digunakan merupakan fraksi lempung yang diperoleh dengan metode pemipetan (Hukum Stok). Percobaan jerapan P dilakukan dengan menggunakan  seri larutan Na(H2PO4) dengan kadar 0, 10, 20, 30, 40 dan 50 mM. Sistem larutan diatur pada pH 4 dan pH 6. Kadar asam humat dan asam silikat yang digunakan masing-masing 100 mg/L. Persamaan isoterm jerapan Langmuir dan Freundlich digunakan untuk mendeskripsikan pola jerapan P. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jerapan P sangat tinggi yaitu >98%, meningkat dengan meningkatnya kadar pemberian P dengan pola jerapan yang dapat digambarkan secara baik dengan persamaan isoterm Freundlich.  Pemberian asam humat dan asam silikat terbukti dapat menurunkan jerapan P dimana terlihat bahwa pemberian asam silikat lebih kuat dalam menurunkan jerapan P dibandingkan asam humat, baik pada pH 4 maupun pH 6

    SINERGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MARGINAL DI DESA TERTINGGAL KABUPATEN/KOTA PROVINSI SULAWESI TENGAH SINERGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MARGINAL DI DESA TERTINGGAL KABUPATEN/KOTA PROVINSI SULAWESI TENGAH SINERGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MARGINAL DI DESA T

    No full text
    Pembangunan daerah tertinggal merupakan upaya terencana untuk mengubah suatu daerah yang dihuni oleh masyarakat dengan berbagai permasalahan sosial ekonomi budaya dan keamanan serta keterbatasan fisik menjadi daerah yang maju dengan masyarakat yang kualitas hidupnya sama atau tidak jauh tertinggal dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan data potensi sumberdaya alam, potensi sumberdaya manusia, dan kelembagaan ekonomi masyarakat yang termarginalkan yang selanjutnya dapat dijadikan dasar penyusunan rekomendasi kebijakan bagi instansi terkait dalam menyusun program. Adapun metode penentuan lokasi dilakukan secara purposive, yaitu Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Tojo Unauna dan Kota Palu dengan masing-masing 3 desa atau kelurahan. Data primer dikumpulkan melalui FGD (Focus Group Discussion), indeepth interview dan penyebaran kuessioner. Selanjutnya analisis pendapatan, analisis kelayakan usaha serta analisis SWOT digunakan untuk mengetahui gambaran penghidupan masyarakat serta penyusunan strategi pemberdayaan berdasarkan potensi sumberdaya yang tersedia secara lokal. Hasil perhitungan memperlihatkan bahwa tingkat pendidikan responden rata-rata hanya tamat SD dan SMP dengan mata pencaharian utama adalah pertanian yang bercorak tradisional yang produktivitasnya relatif rendah, bahkan pendapatan rata-rata di bawah UMR. Selanjutnya, pemilikan lahan pertanian didominasi oleh luasan yang dibawah 1 Ha per keluarga, dnegan tanaman utama adalah padi dan kakao serta kelapa. Ketidakberdayaan petani untuk meningkatkan produktivitas usahataninya terlihat dari sikap pasrah mereka saat membutuhkan dana untuk membeli pestisida maupun pupuk yang hanya menjadi impian saja. Dengan tingkat dependency ratio yang tinggi, mereka pada umumnya terjerat utang pada tengkulak atau kios yang memberlakukan bunga yang lebih tinggi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya penyusunan program pemberdayaan yang bersinergi untuk melepaskan masyarakat marginal dari keterbelakangan ekonomi dengan mempertimbangkan aspek kultura

    KEBIJAKAN FISKAL MENURUT FUNGSI DI REGIONAL SULAWESI DAN NUSA TENGGARA TIMUR

    Full text link
    Studi kebijakan fiskal dilakukan pada 81 Kabupaten, 12 Kota dan 7 Provinsi yang ada di regional Provinsi Sulawesi serta Nusa Tenggara Timur. Belanja pegawai terendah adalah Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 27 persen dan tertinggi adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pemerintah Provinsi yang memperhatikan Alokasi pengeluaran untuk pembangunan ekonomi rangking pertama ditempati Provinsi Sulawesi Selatan dan yang terakhir adalah Provinsi Sulawesi Barat. Untuk alokasi parasarana Umum Sulawesi Selatan menempati rangking pertama dan yang terakhir adalah Provinsi Gorontalo. Pembangunan Perumahan dan Fasilitas Umum Provinsi Sulawesi Tenggara menempati urutan pertama dan terakhir Provinsi Gorontal

    ANALISIS KEBIJAKAN DAN KELAYAKAN MUTU TENAGA PENDIDIK DALAM RANGKA MENINGKATKAN MUTU PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DASAR DI PROVINSI SULAWESI TENGAH

    Full text link
    Salah satu kebijakan pembangunan pendidikan di Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik dan profesional serta meningkatkan jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan sehingga tenaga pendidik mampu berfungsi secara optimal terutama dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat mengembalikan wibawa lembaga dan tenaga kependidikan. Studi analisis kebijakan yang akan dilakukan ini merupakan upaya untuk mengkaji beberapa aspek implementasi arah kebijakan pembangunan pendidikan nasional di Provinsi Sulawesi Tengah, terutama dalam aspek kelayakan mutu tenaga pendidik dan penyelenggaraan pendidikan dasar. Lingkup wilayah kegiatan ini adalah 7 (tujuh Kabupaten/Kota) di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah yakni : Kabupaten Morowali, Poso, Tojo Unauna, Tolitoli, Donggala, Buol dan Kota Palu. Metode pelaksanaan studi ini dilakukan menerapkan pendekatan penelitian kualitatif secara deskriptif dalam perspektif emik alamiah, dengan menggunakan teknik survei, studi dokumentasi dan wawancara. Diperoleh informasi bahwa kompetensi pendidik di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah pada umumnya sudah baik, dengan indeks diatas 3 pada beberapa komponen aspek kompetensi. Namun demikian, terdapat beberapa aspek yang masih membutuhkan penguatan dan dukungan dari pemangku kepentingan untuk senantiasa meningkatkan kompetensi, terutama pada aspek-aspek tertentu. Hal ini membawa konsekuensi dibutuhkannya pengembangan program dan dukungan secara sinergis pemangku kepentingan di Sulawesi Tengah maupun di Kabupaten dan Kota dalam rangka mendukung peningkatan mutu pembangunan pendidikan dasar secara berkesinambungan

    KARAKTERISASI MORFOLOGI VARIETAS JAGUNG KETAN DI KECAMATAN AMPANA TETE KABUPATEN TOJO UNA-UNA

    Full text link
    Penelitian yang bertujuan untuk menginventarisasi dan mengkarakterisasi kultivar  “Jagung Ketan” serta mengidentifikasi keragaman karakter dari hasil pengelompokkan (cluster)  kultivar Jagung Ketan yang terdapat di Desa Pusungi, Uebone, dan Kajulangko Kecamatan Ampana Tete Kabupaten Tojo Una-una dilaksanakan bulan Januari-Maret 2010. Penelitian ini menggunakan metode survei dan observasi dimana lokasi penelitian ditentukan berdasarkan informasi yang diperoleh Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tojo Una-una. Pengamatan dilakukan berdasarkan karakter morfologi tinggi tanaman, diameter batang, panjang daun, lebar daun, umur bebunga, lebar daun, panjang tongkol, lilit tongkol tanpa biji, lilit tongkol dengan biji, panjang tangkai tongkol, jumlah biji per tongkol, jumlah baris biji per tongkol, jumlah biji per baris, panjang baris biji per tongkol, bobot biji per tongkol, bobot biji dan tongkol, bobot tongkol, bobot 100 biji, dan warna biji.  Analisis dilanjutkan dengan menggunakan analisis cluster program software SYSTAT 8.0. Hasil penelitian menunjukkan karakter morfologi yang diamati  berdasarkan analisis cluster yang digambarkan dengan dendrogram kecamatan terlihat antar desa menghasilkan tiga kelompok kultivar yang memiliki hubungan kekerabatan, masing-masing diwakili oleh sampel UB01 dari desa Uebone, KJ02 dan KJ04 dari desa Kajulangko yang merupakan kultivar terpilih di Kecamatan Ampana Tete

    61

    full texts

    67

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MEDIA LITBANG SULTENG
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇