TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman
Not a member yet
141 research outputs found
Sort by
DINAMIKA KEHIDUPAN MUSLIM DI INDIA MELALUI LENSA SEJARAH
This paper aims to review the dynamics of Muslim life in India through the lens of history. The research method applied is the historical research method, which includes four main stages, namely historical source collection (heuristics), source criticism, interpretation, and historical writing (historiography). The results of the research parse the early history of the spread of Islam in India into two aspects, namely formal and non-formal. The formal spread of Islam involved periods ranging from the time of the Prophet Muhammad SAW, Khulafaur Rasyidin, Umar bin Khattab who expanded, to Bani Umayyah and subsequent dynasties such as the Ghazni Dynasty, Ghuri, Delhi Sultanate, Khalji Dynasty, Tuglaq, Sayyid, and Mughol Dynasty. Meanwhile, the non-formal spread of Islam occurred through trade activities, and in India, Islam is a minority religion. The Muslim minority in India faced significant obstacles and challenges from Hindu groups, known as the caste system. This system categorizes Hindu society from the highest caste to the lowest caste. The lowest caste, assigned to Muslims in India, has a huge impact on the social and community life of the country.
Pesan Dakwah dalam Q.S. Ar-Ra’d [13]: 11 Ditinjau dari Penafsiran Klasik-Kontemporer
Q.S. Ar-Ra'd [13]: 11 is a verse familiar to Muslims, including Muslims in Indonesia. This is reflected in the many texts that quote, explain, and translate Q.S. Ar-Ra'd [13]: 11 on various platforms, both online and offline media. However, some motivators only convey snippets of the verse without knowing the real meaning of the verse. This impacts the public's understanding as an audience who considers Q.S. Ar-Ra'd [13]: 11 to be a motivational verse, differing in opinion from commentators in general. Therefore, this article raises the main issue, "What is the meaning of the verses and message of da'wah in Q.S. Ar-Ra'd [13]: 11 in terms of classical, middle, and modern-contemporary interpretations?" The method used in this paper is descriptive analysis. The approach used in this paper is historical-sociological. The results of this paper find that the meaning of Q.S. Ar-Ra'd [13]: 11 is the existence of hafazhah angels who continuously protect and protect humans from evil and disgraceful behavior. These angels also encourage humans to do good deeds, so a Muslim will try to continue improving his life for this world and the hereafter. Then, the message of da'wah in Q.S. Ar-Ra'd [13]: 11 includes (1) perfect knowledge possessed by Allah SWT. as the Lord of the Universe – all the movements of His creatures are monitored by media in the form of His messenger angels who stand guard day and night within humans; (2) The pleasure that exists within a person will not change unless there are changes that result in the pleasure being reduced, or even gone; (3) Nothing can hinder God's will
Kontekstualisasi Nikah Muda dalam Perspektif Tafsir dan Psikologi Keluarga
Fenomena nikah muda menjadi isu yang kompleks di Indonesia. Beberapa tafsiran ayat Al-Quran diklaim mendorong nikah muda untuk menjaga kehormatan dan menghindari perbuatan terlarang. Namun, nikah muda juga dapat membawa dampak psikologis bagi yang melakukannya. Studi ini bertujuan untuk mengontekstualisasikan pemahaman ayat-ayat Al-Qur'an mengenai pernikahan muda dalam sudut pandang tafsir dan psikologi keluarga. Pendekatan studi kepustakaan digunakan dalam riset ini dengan analisis isi terhadap literatur-literatur relevan. Sumber data untuk penelitian ini meliputi kitab-kitab tafsir, buku, artikel jurnal, hingga referensi web terpercaya yang sehubungan dengan isu yang dibahas. Temuain ini menunjukkan bahwa tafsir QS. An-Nur ayat 32 sering digunakan untuk mendorong nikah muda, namun perlu dipertimbangkan dalam konteks kematangan emosional dan psikologis. Perspektif psikologi berkeluarga menunjukkan bahwa pernikahan di usia muda sering kali dikaitkan dengan ketidakmatangan emosional, peningkatan risiko konflik perkawinan, dan masalah kesehatan mental. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang lebih seimbang bukan hanya berfokus pada aspek normatif agama tetapi juga mempertimbangkan implikasi psikologis dan sosial bagi individu dan keluarga. Kata Kunci: Nikah, Tafsir, Psikologi
FENOMENA UMRAH BACKPACKER PEREMPUAN TANPA MAHRAM PERSPEKTIF MASLAHAH
Pelaksanaan umrah di Indonesia umumnya diselenggarakan oleh agen travel yang memiliki izin sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang berada dibawah tanggung jawab pemerintah melalui Kementrian Agama, namun banyak orang yang terkendala dengan biaya yang cukup mahal sehingga memutuskan untuk mencari alternatif lain, kehadiran umrah backpacker akhir-akhir ini menjadi salah satu pilihan dalam melaksanakan ibadah ke tanah suci ditengah meningkatnya semangat umrah dengan bugdet yang minim. Tak terkecuali kegiatan umrah backpacker ini dilaksanakan oleh perempuan tanpa mahram. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pelaksanaan umrah backpacker, dan merincikan kemaslahatan fenomena umrah backpacker oleh perempuan tanpa mahram. Penelitian ini menggunakan kerangka penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara dan pembagian angket. Peneliti melakukan pembagian angket kepada perempuan yang sudah pernah melaksanakan kegiatan umrah backpacker. Data sekunder diperoleh melalui pengkajian terhadap buku, artikel jurnal, laporan penelitian dan data lainnya yang sesuai dengan tema penelitian. Data yang diperoleh kemudian di analisis dengan metode analisis isi yang bersifat deskriptif kualitatif yang selanjutnya ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan fenomena umrah backpacker yang terjadi bukanlah mandiri secara keseluruhan tetapi hanya dalam segi waktu pelaksanaan dan biaya yang relatif murah dari umrah yang pada umumnya, dikarenakan untuk pengurusan masih melibatkan biro perjalanan. Kemaslahatan yang ditimbulkan seperti tidak terbatasnya waktu untuk beribadah, biaya yang relatif lebih murah. Namun juga tidak sedikit mudharat yang akan diterima seperti dari segi keamanan, pengurusan fasilitas yang lebih menguras waktu, makan yang tidak terjaga, dan rawan tersesat jika baru pertama kali melaksanakan umrah mandiri. Berkaitan dengan umrah backpacker Bersama-sama orang yang telah pernah melaksanakan umrahatau dalam arti lain hanya dari segi tidak memakai biro perjalanan maka masuk dalam maslahah kategori hajiyyah dengan menggantikan peran mahram biologis dengan teman serombongannya yang dalam hal ini tidak membawa kemudharatan dan kehancuran serta kesulitan pada wanita tersebut
DAMPAK DISIPLIN KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA SWALAYAN 88
Payment or gift compensation is also very important attention in increasing morale employees so that it will be achieved later the expected work results will even be obtained enhanced by giving compensation according to the level of risk of each job. This study aims to examine the extent to which work discipline, compensation determines performance employees with work motivation as an intervening variable at Supermarket 88, by using quantitative research methods with data analysis techniques with path analysis to visitors as many as 268 respondents who were sampled from a population of 268 visitors, which testing the data using the SPSS 21 software tool. The results of the study are; Work discipline has a significant effect on work motivation with a direct influence coefficient of discipline work on work motivation. Compensation has no significant effect on work motivation with the direct effect coefficient of compensation on work motivation. Work discipline has a significant effect on employee performance with a coefficient of influence work discipline directly on employee performance. Compensation has that effect significant effect on employee performance with a direct effect coefficient of compensation on performance employee. Work motivation has a significant influence on employee performance with the coefficient of direct influence of work motivation on employee performance. Coefficient value indirect influence direct influence. So that work discipline has an effect significant effect on employee performance through work motivation. Or it could also be concluded that motivation work as an intervening variable in mediating the relationship between work discipline and employee performance. The value of the coefficient of indirect effect direct effect. So compensation significant effect on employee performance through work motivation. Or it could also be concluded that work motivation as an intervening variable in mediating the relationship of compensation to employee performance
Konsep Tazkiyah Al-Nafs dalam Al-Qur’an dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Agama Islam
This research aims to explore the concept of tazkiyah in the Al-Qur'an and its implications for education, especially Islamic Religious Education. This research uses library research and literature review methods, which aim to collect information and data from various sources such as books, articles and relevant journals. Data analysis was carried out using thematic analysis techniques to identify patterns and themes that emerged from the literature studied. The results of the research reveal in the Al-Qur'an Surah As-Syams verses 9-10, "It is truly fortunate for those who purify their souls, and truly it is a loss for those who pollute them." This also reveals the substantial implications of the concept of tazkiyah al-nafs in the context of Islamic Religious Education. Imam Zarnuji, in his book, emphasizes that achieving useful knowledge requires good morals, which can be obtained through the tazkiyah al-nafs process. These findings emphasize the importance of self-purification as a process in creating a clean heart, which essentially enables optimal acceptance of knowledge in the learning process. This research makes an important contribution in understanding the relationship between the purification of the soul and the effectiveness of Islamic religious education, as well as highlighting the importance of spiritual aspects in the learning process
ISLAM DAN NEGARA INDONESIA (Studi Kajian Politik Pendidikan Islam di Indonesia)
Islam dan negara merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan dalam keilmuan Islam sebagai wujud bahwasanya Islam bukan hanya sebagai agama yang monoton membahas tentang masalah ibadah, melainkan di dalamnya mencakup berbagai soal tentang negara dan perannya sebagai pengarah negara menjadi sebuah wadah msyarakat yang makmur, aman, dan sejahtera. Dengan demikian, antara Islam dan negara terdapat sinerjinitas yang terjadi sejak Islam sebagai sebuah agama samawi yang dibawakan Rasulullah SAW di Makkah pada 700 M. Islam di negar Indonesia menjadi salah satu wujud dalam pengaplikasian negara plural atas nama agama dan budaya sehingga dalam sejarahnya Indonesia gagal sebagai produk yang berbasis syara’ melainkan mencari jalan pintas sehingga akhirnya menjadi negara yang bersistem demokrasi. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahuai sejauh mana hubungan antara Islam dan negara yang dikaji dalam politik pendidikan Islam di Indonesia dan mengetahui redaksi nyata bahwa Islam adalah salah satu pelopor kemerdekaan Indonesia dan tidak dapat dilepaskan dari hubungan yang erat antara Islam dan bernegara sejak dahulunya
Dinamika Gerakan Islam di Indonesia: Antara Salafi, Fundamentalis, Islamis Atau Post-Islamis
Penelitian ini akan meneliti tentang bagaimana transformasi gerakan, ideologi dan pemehaman islam dari gerakan Salafi, Fundamentalis, Islamis hingga Post-Islamis. Peneliti juga ingin melihat bagaimana sirkulasi gerakan salafi fundamentalis hingga akhirnya menjadi islamis dan bagaimana perbedaan antara kedua gerakan tersebut. Kemudian peneliti ingin melihat dan menganalisis dimana posisi gerakan dan pemahaman islam di Indonesia antara Islamis dan Post-Islamis. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka library research dengan mengumpulkan data dari pustaka baik itu buku dan artikel jurnal lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran gerakan islam terbagi menjadi Salafisme, Fundamentalisme, Islamisme dan Post Islamisme. Awalnya gerakan Salafisme memiliki spirit yang sama dengan Fundamentalisme yaitu memurnikan ajaran islam dari segala bentuk amaliyah yang berbau bid’ah. Pada gerakan Islamisme kelompok wahabi ini mulai menyentuh sendi politik da kekuasaan dengan spirit mendirikan negara islam. Gerakan islam di Indonesia sudah mulai bergerak ke arah Post-Islamisme terbukti dengan evaluasi beberapa partai politik islam dan organisasi islam dengan memakai islam moderat sebagai ideologi partainya
Pendidikan Postmodern Anti Rasisme pada Siswa dan Mahasiswa Papua di Blogosphere Surabaya
Studi ini mengkaji pendidikan postmodern anti rasisme pada siswa dan mahasiswa di blogosphere Surabaya. Menggunakan metode bersifat analisis Hacking kualitatif dan melibatkan 20 subjek baik jenis kelamin pria maupun wanita. Topik yang didiskusikan adalah siswa dan mahasiswa yang mengalami bentuk-bentuk rasisme dan kesadaran terhadap rasisme. Hasil penelitian, beberapa; pertama siswa dan mahasiswa Papua mengalami mengenali bentuk-bentuk rasisme. Kedua, pentingnya kesadaran kritis, refleksi diri, dan pengetahuan terhadap rasisme, dan. Ketika, dekonstruksi ulang terhadap bentuk-bentuk rasisme dan pengatahuan rasisme. Dengan demikian, membasmi rasisme dengan kekutan intektual daripada kekerasan verbal dan fisik, bahkan berujung pada unjuk rasa dan anarkisme.
Pembelajaran Active Learning dengan Metode Diskusi Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Materi Akhlak Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Padangsidimpuan
Penelitian ini berlatar belakang dari beberapa teori yang dikaji bahwa strategi active learning dengan metode diskusi memberikan pengaruh yang besar pada peningkatan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Akan tetapi, kenyataannya masih banyak peserta didik yang kurang termotivasi dalam belajar agama Islam khususnya pelajaran akhlak. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas X yang beragama Islam berjumlah 262 orang. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data tentang motivasi belajar adalah angket sebanyak 30 item. Sedangkan instrumen pengumpul data tentang hasil belajar adalah tes sebanyak 35 item. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil perolehan uji t menggambarkan pengaruh signifikan penerapan strategi pembelajaran active learning dengan metode diskusi terhadap motivasi belajar pendidikan agama Islam, Karena X2hitung = 7,9382 ttabel = 1,75. Selanjutnya hasil uji t juga menggambarkan pengaruh signifikan penerapan strategi active learning dengan metode diskusi terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam, kerena X2hitung=20,32ttable=1,7