JURNAL SIPIL STATIK
Not a member yet
    817 research outputs found

    SIFAT MEKANIK DAN PERMEABILITAS BETON POROUS DENGAN SUBSITUSI FLY ASH TERHADAP SEMEN

    Full text link
    Beton porous adalah suatu jenis beton yang memiliki sifat porositas tinggi yang memungkinkan untuk dapat dilewati air. Beton porous dapat dilewati air karena berpori atau memiliki celah diantara agregat (NRMCA, 2004). Namun, kuat tekan beton porous lebih rendah dari beton normal. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun menyebutkan bahwa fly ash dikategorikan sebagai bahan B3, hal ini menyebabkan banyak masalah lingkungan dan kesehatan. Sehingga memerlukan pengelolaan agar tidak menimbulkan masalah seperti pencemaran udara, atau perairan, dan penurunan kualitas ekosistem.Penelitian ini akan menguji 5 variasi beton porous, yakni variasi 1 dengan subsitusi 0% fly ash terhadap semen, variasi 2 dengan subsitusi 5% fly ash terhadap semen, variasi 3 dengan subsitusi 10% fly ash terhadap semen, variasi 4 dengan subsitusi 15% fly ash terhadap semen, dan variasi 5 dengan 20% fly ash terhadap semen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan optimum beton porous diperoleh pada Variasi 2 yaitu 13,733 MPa pada beton usia 28 hari. Komposisi Variasi 2 terdiri atas 55% agregat lolos saringan 1/2†namun tertahan saringan 3/8†dan 45% agregat lolos saringan 3/4" namun tertahan saringan 1/2", dengan subsitusi fly ash sebanyak 5% terhadap sebagian semen. Sedangkan untuk variasi campuran beton porous yang efektif mengalirkan air namun memiliki kekuatan yang cukup kuat dari 5 variasi komposisi yang diuji adalah Variasi 2 dengan penggunaan subsitusi 5% fly ash terhadap sebagian semen diperoleh kuat tekan 13,733 MPa dan permeabilitas 3,068 cm/dtk.  Kata kunci: Beton porous, kuat tekan, permeabilitas

    ANALISIS PERBANDINGAN DESAIN OVERLAY PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE BINA MARGA 2017 MENGGUNAKAN DATA LENDUTAN BB DAN AASHTO 1993 MENGGUNAKAN DATA LENDUTAN FWD (STUDY KASUS: RUAS JALAN AIRMADIDI - KAIRAGI)

    Full text link
    Overlay adalah lapis perkerasan tambahan yang di pasang di atas konstruksi perkerasan jalan yang ada dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan struktur agar dapat melayani lalu lintas yang di rencanakan selama umur rencana. Pada Ruas Jalan Airmadidi – Kairagi Kondisi fungsional dapat dilihat secara visual terjadinya kerusakan seperti cacat permukaan dan retak  sedangkan untuk kondisi struktural dilakukan pemeriksan non destruktif menggunakan alat Benkelman Beam (BB) dan Falling Weight Deflectometer (FWD).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta membandingkan tebal lapis tambah (overlay) metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 dengan AASHTO 1993. Dalam Penelitian ini data yang diambil  yaitu data primer dan data sekunder. Data Primer yaitu data Volume Lalu Lintas dan Data Sekunder yaitu Data  Lendutan Benkelman Beam (BB) dan lendutan Falling Weight Deflectometer (FWD).Hasil perhitungan volume lalu lintas didapat nilai CESA (Cumulative Equivalent Single Axle) menurut Bina Marga 2017 adalah CESA4 sebesar 7.172.054,42 dan CESA5 sebesar 11.115.907,07 menurut metode AASHTO 1993 adalah W18 = 11.253.968,57. Perbedaan hasil dari kedua metode ini disebabakan karena pada Manual Desain Perkerasan jalan 2017 penetapan nilai VDF (Vehicle Damage Factor) menggunakan Tabel 2.5 sedangkan pada metode AASHTO 1993 Nilai VDF (Vehicle Damage Factor) disetiap kendaraan menggunakan interpolasi dengan tabel faktor ekivalnesi beban gandar dengan mencari nilai SN berdasarkan tebal perkerasan, koefisien lapisan dan koefisien drainase. Hasil perhitungan tebal lapis tambah (overlay) menurut metode Bina Marga 2017 dengan nilai CESA4  adalah 4 cm dan CESA5 adalah 15 cm, sedangkan untuk metode AASHTO 1993  adalah 7 cm.Pada penelitian ini juga dibuat simulasi perhitungan beban lalu lintas terhadap tebal lapis tambah perkerasan yang dianalisis dengan model regresi linier, regresi eksponensial, regresi logaritma. Dari hasil analisa, regresi logaritma menghasilkan nilai r² paling besar dan menjadi kunci untuk pemilihan model terbaik. Kata Kunci: Manual Desain Perkerasan Jalan 2017, AASHTO 1993, Overlay, VDF, Bekelman Beam, Falling Weight Deflectometer, CESA, Tebal lapis tambah perkerasan

    ANALISA KESTABILAN BENDUNGAN LOLAK 1

    Full text link
    In order to support the national water security program, which is the fulfillment of raw water for households, cities and industries, and also for the efforts to reduce water damage due to flood in Bolaang Mongondow Regency, especially in Lolak Sub district, its carried out by construction of the Lolak Dam.In addition for many of the benefits that can be obtained by the construction of Lolak dam, there are also potential problems that can be caused by the impact of the dam construction that is a potential failure on the dam itself. The potential for dam failure in general can occur due to the influence of hydrology and hydraulics, due to the influence of water seepage and due to the influence of the structure.Through this paper, the author has analyzed in terms of the calculation of potential dam failure caused by the influence of hydrology and hydraulics, water seepage, and failure due to structural influences, among others by analyzing the effectiveness of foundation repairs using the grouting method, analyzing the stability of the dam to deformation , safety factor, for various kinds of scenarios (8 scenarios), as well as analyzing the stability of the dam to seepage and critical velocity of the body and foundation of the dam for conditions before and after soil improvement.The calculation and analysis of the stability of the dam is done using the PLAXIS 8.5 software. The parameters used in the PLAXIS analysis model are gunsat (gamma unsaturated), gsat (gamma saturated), E (modulus of elasticity), C (cohesion), Permeability (k), Poisson Ratio (n), Ø ( shear angle) adjusted according to the dam design parameters planned, then juxtaposed with the required criteria and permitted safety factors. Keywords: Dam, Lolak Dam, Dam Stability, Soil Improvement

    ANALISA KERUSAKAN JALAN DAN PENANGANANNYA DENGAN METODE PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) (Studi Kasus: Ruas Jalan Kauditan (by pass) – Airmadidi ; STA 0+770 – STA 3+770 )

    Full text link
    Anggaran perbaikan kerusakan jalan yang dikeluarkan pemerintah pada tahun 2018 telah mencapai Rp 23,7 triliun untuk merehabilitasi jalan sepanjang 154.576 km untuk Sulawesi Utara Sendiri dialokasikan Rp. 651 miliar dengan jalan sepanjang 4.254 km. Jumlah ini menunjukkan banyaknya pengeluaran negara untuk menangani kerusakan jalan, oleh karena itu diperlukannya pemeriksaan kondisi kerusakan jalan untuk menentukan penanganan yang tepat di waktu yang tepat.Analisa kerusakan jalan sangat penting dilakukan demi tercapainya penanganan yang tepat, sehingga penggunaan anggaran dapat digunakan dengan efektif dan efisien. Metode Pavement Condition Index (PCI) di pilih untuk menjadi pedoman/acuan dalam menentukan kondisi perkerasan serta menentukan metode perbaikan tindakan yang akan di ambil pada jalan yang di tinjau. PCI adalah sistem penilaian kondisi perkerasan jalan berdasarkan jenis, tingkat dan luas kerusakan yang terjadi dan dapat digunakan sebagai acuan dalam usaha pemeliharaan. Nilai PCI ini memiliki rentang 0 sampai 100 dengan kriteria sempurna (excellent), sangat baik (very good), baik (good), sedang (fair), jelek (poor), sangat jelek (very poor) dan gagal (failed).Dalam penelitian ini ruas jalan yang akan di tinjau yaitu Ruas Jalan Kauditan (by pass) – Airmadidi ; STA 0+770 – STA 3+770, ruas jalan ini merupakan penghubung antara 2 kota besar yaitu Manado dan Bitung, dimana kota Bitung merupakan kota industri dan pelabuhan terbesar yang ada di Sulawesi Utara. Hal ini menjadikan ruas jalan Manado – Bitung harus memikul beban lalulintas yang besar.Penelitian ini dilakukan langsung secara visual dengan panjang ruas jalan yang diamati sepanjang 3km dan dibagi menjadi 60 segmen dengan ukuran persegmen 50 x 6. Untuk analisa beban yang diterima di ruas jalan yang diteliti, dilakukan survey lalulintas 12 jam selama 3 hari didapat 3.645.267,17 ESAL. Dari hasil penelitian didapat Nilai Index kondisi Perkerasan dengan menggunakan metode PCI pada tahun 2020 sebesar 76,7 (Sangat Baik) dengan beban ESA/Tahun kumulatif dari tahun terakhir dilakukan Overlay sebesar 22.155.288,47 ESAL. Kata kunci: Pavement Condition Index (PCI), beban lalulinta

    METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI PEKERJAAN BAGIAN BAWAH JEMBATAN LALOW KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW PROVINSI SULAWESI UTARA

    Full text link
    Jembatan adalah suatu struktur konstruksi yang memungkinkan rute transportasi melalui sungai, danau, kali, jalan raya, jalan kereta api dan lain-lain. Konstruksi jembatan terdiri dari bagian bawah jembatan (sub structures) dan bagian atas jembatan (upper structures). Bagian bawah jembatan berguna untuk menerima segala beban dari bagian atas jembatan dan disalurkan ke pondasi.Penelitian tentang metode pelaksanaan konstruksi bagian bawah jembatan ini dilakukan pada jembatan Lalow Bolaang Mongondow Sulawesi Utara. Jembatan direncanakan dengan bentang 9.35 m dan lebar 19.6 m, dengan pondasi tiang pancang spun pile dan struktur box culvert.Dari hasil penelitian metode pelaksanaan konstruksi bagian bawah jembatan yang meliputi pekerjaan tiang pancang dan pekerjaan box culvert di dapati faktor-faktor yang mempengaruhi pekerjaan, untuk pekerjaan tiang pancang yaitu: Penyelidikan tanah; penentuan alat pancang; penentuan hammer; penentuan titik-titik yang akan di pancang; dan pemancangan. Dan untuk box culvert yaitu: pekerjaan plat lantai; kebersihan tempat pengecoran; mutu beton; pekerjaan bekisting; pekerjaan penulangan; dan pengecoran.  Kata kunci: Metode pelaksanaan konstruksi, tiang pancang, box culver

    METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BALOK DAN PLAT LANTAI DUA PADA PEMBANGUNAN MALL PELAYANAN PUBLIK (MPP) MANADO

    Full text link
    Plat lantai dan balok merupakan suatu struktur konstruksi yang sangat penting dalam suatu bangunan. Dalam pelaksanaan pekerjaan plat lantai dan balok diperlukan suatu metode untuk menyelesaikan pekerjaan dilapangan. Khususnya pada saat menghadapi kendala-kendala yang diakibatkan oleh kondisi lapangan yang tidak sesuai dengan dugaan sebelumnya. Untuk itu, penerapan metode pelaksanaan konstruksi yang sesuai kondisi lapangan akan sangat membantu dalam proses penyelesaian proyek konstruksi. Penelitian tentang metode pelaksanaan konstruksi bagian balok dan plat lantai ini dilakukan di pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) Manado. Plat lantai yang digunakan pada pembangunan ini menggunakan plat lantai floor deck (bondek).Dari hasil penelitian metode pelaksanaan konstruksi pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) Manado, didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) Manado yaitu: pada pekerjaan balok mencakup, pekerjaan pemasangan bekisiting, pekerjaan pengecekan, pekerjaan pembersihan, pekerjaan pengecoran, pembongkaran bekisting dan perawatan beton. Dan untuk pekerjaan plat lantai mencakup tahapan persiapan, pekerjaan, pengecoran, pembongkaran, dan perawatan. Kata kunci: Metode pelaksanaan konstruksi, plat lantai, balok, floor deck (bondek

    ANALISIS KAPASITAS LANDASAN PACU (RUNWAY) PADA BANDAR UDARA INTERNASIONAL SAM RATULANGI MANADO

    Full text link
    Provinsi Sulawesi Utara saat ini menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang mengalami perkembangan yang signifikan khususnya pada sektor pariwisata. Kondisi ini mempengaruhi jumlah penggunaan jasa penerbangan komersial yang akan masuk maupun keluar dari daerah kita baik sekarang maupun pada waktu yang akan datang. Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado merupakan salah satu pintu gerbang Sulawesi Utara dan menjadi bandar udara utama yang saat ini melayani penerbangan domestik dan internasional. Bandar udara ini menggunakan landasan pacu tunggal yang merupakan konfigurasi paling sederhana dengan kapasitas 50-100 gerakan per jam pada kondisi VFR (Visual Flight Rules) dan 50-70 gerakan per jam dalam kondisi IFR (Instrument Flight Rules). Sebagai Bandar Udara utama, tentunya perlu diperhatikan keefektifan pelayanan yang ada di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado. Salah satu penunjang  keefektifan suatu Bandar Udara adalah kapasitas landas pacu karena kemacetan dapat terjadi bila permintaan mendekati kapasitas dalam suatu jangka waktu tertentu. Untuk itu kapasitas landas pacu di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi perlu dievaluasi, yang meliputi konfigurasi landas pacu, jenis pesawat, komposisi pesawat, exit taxiway, keadaan tersibuk dan frekuensi penerbangan. Pada umumnya metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Untuk data-data arus lalu lintas udara dianalisis menggunakan metode  forecasting (ramalan) guna mendapatkan perkiraan lalu lintas udara di masa mendatang yang meliputi arus penumpang, bagasi, barang dan pos paket. Sedangkan untuk perhitungan kapasitas digunakan teori kapasitas FAA (Federal Aviation Administration) yang akan menjadi tolak ukur dalam memprediksikan tahun puncak dan tahun pengembangan. Dari hasil perhitungan, diperoleh kapasitas jenuh atau kapasitas puncak landasan pacu Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi adalah 97 operasi/jam pada kondisi VFR (Visual Flight Rules) dan 58 operasi/jam pada kondisi IFR (Instrument Flight Rules) dan diperkirakan akan terjadi pada tahun 2026 dan tahun 2051 berdasarkan dua kondisi yang berlaku di Bandar Udara ini. Sedangkan kapasitas praktis landasan pacu Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi didapat 61 operasi/jam pada kondisi VFR (Visual Flight Rules) dan 48 operasi/jam pada kondisi IFR , dan dari perhitungan ini diperkirakan bahwa bandar udara ini harus dikembangkan kembali pada tahun 2040 atau tahun 2044 dengan melihat beberapa alternatif yaitu diantaranya membuat exit taxiway high speed atau memperpanjang landas pacu yang ada. Kata kunci : Kapasitas, Landasan Pacu, Bandar Udara, FAA, VFR, IF

    ANALISA BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) ANGKUTAN UMUM (STUDI KASUS: TRAYEK MANADO–BITUNG)

    Full text link
    Transportasi adalah usaha memindahkan, menggerakkan, mengangkut, atau mengalihkan suatu objek dari suatu tempat ke tempat yang lain, dimana tempat yang lain ini objek tersebut lebih bermanfaat atau dapat berguna untuk tujuan-tujuan tertentu. Angkutan umum merupakan moda transportasi publik atau transportasi massal yang merupakan layanan angkutan penumpang oleh sistem perjalanan kelompok yang tersedia untuk digunakan oleh masyarakat umum, dioperasikan pada rute yang ditetapkan, dan dikenakan biaya untuk setiap perjalanan. Angkutan umum dilaksanakan dengan sistem sewa atau bayar. Peranan utama angkutan umum adalah melayani kepentingan mobilitas masyarakat.Untuk menentukan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) angkutan umum trayek Manado – Bitung akan menggunakan metode Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) yang komponen – komponennya merupakan produksi jasa yang meliputi biaya langsung dan biaya tidak langsung.Pada penelitian ini untuk mencari hasil dari Biaya Operasional Kendaraan (BOK) pada setiap angkutan bus, angkutan taksi gelap dan angkutan taksi online pada trayek Manado – Bitung dengan menggunakan metode DLLAJ. Komponen pada metode DLLAJ dapat berupa biaya BBM, biaya retribusi, depresiasi kendaraan, biaya perijinan, biaya pelumas, biaya suku cadang, biaya upah service, biaya perawatan dan upah service.Dari perhitungan metode DLLAJ mendapatkan hasil BOK Total untuk angkutan bus sebesar Rp. 5514,44/Seat-Km, untuk taksi gelap sebesar Rp. 2928,93/Seat-Km dan untuk taksi online sebesar Rp. 4670,40/Seat-Km terdapat juga perhitungan tarif dengan menggunakan metode DLLAJ yaitu untuk angkutan bus sebesar Rp. 9006,92/Seat-Km, untuk taksi gelap sebesar Rp. 13956,31/Seat-Km dan untuk taksi online sebesar Rp. 55987,38/Seat-Km dengan Load factor untuk masing – masing moda transportasi memiliki rata – rata load factor yaitu untuk angkutan bus sebesar 0,963% untuk taksi gelap sebesar 0,961% dan untuk taksi online sebesar 0,364%. Kata Kunci: Angkutan umum, metode DLLAJ, Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Tarif metode DLLAJ, Load Factor( LF)

    PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK CANGKANG TELUR SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN TERHADAP NILAI KUAT TARIK LENTUR BETON

    Full text link
    Perkembangan teknologi yang pesat menyebabkan pembangunan infrastruktur juga berkembang dengan cepat, sehingga pemakaian beton pun meningkat. Semen Portland (SP) sebagai salah satu bahan dasar pembuat beton dalam proses produksinya menghasilkan gas emisi karbondioksida (CO2) yang berdampak negatif bagi lingkungan dan manusia. Limbah cangkang telur yang melimpah bisa dibuat menjadi bahan alternatif pengganti semen karena dalam kandungan cangkang telur ayam memiliki senyawa yang sama dengan bahan pembentuk semen yakni kalsiumkarbonat.Penelitian ini menggunakan Metode ACI 211.1-91 untuk perhitungan komposisi campuran beton. Pengujian kuat tekan beton menggunakan benda uji silinder berdiameter 100 mm dan tinggi 200 mm, sedang untuk pengujian kuat tarik lentur menggunakan benda uji ukuran 100x100x400 mm. Jumlah serbuk cangkang telur ayam yang digunakan sebesar 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, dan 10%.Hasil penelitian beton dengan substitusi parsial semen menggunakan serbuk cangkang telur menunjukkan bahwa kuat tekan optimum terdapat pada presentase SCT 5%, yaitu sebesar 22.15 MPa dan kuat tarik lentur optimum terdapat pada presentase SCT 2.5%, yaitu sebesar 5.57 MPa.  Kata Kunci: Beton, Kuat Tarik Lentur, Cangkang Telur Ayam

    UJI LAIK FUNGSI JALAN SECARA TEKNIS PADA RUAS JALAN CITRALAND – INTERCHANGE MANADO BYPASS

    Full text link
    Ruas Jalan Citraland - Interchange Manado Bypass merupakan jalan arteri primer dan salah satu prasarana transportasi yang memegang peran penting dalam kegiatan sehari-hari, jalan yang melayani kepentingan umum harus laik fungsi karena berkaitan dengan penjaminan kepastian keselamatan dan keamanan bagi penggunanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kelaikan fungsi jalan serta menentukan perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor.11/PRT/M/2010. Uji laik fungsi jalan adalah kondisi suatu ruas jalan yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan untuk memberikan keselamatan bagi penggunanya, dan persyaratan administratif yang memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara jalan dan pengguna jalan, sehingga jalan tersebut dapat dioperasikan untuk umum. Analisis uji laik fungsi teknis jalan dilakukan dengan mengukur penyimpangan (deviasi) kondisi lapangan terhadap standar teknis untuk setiap komponen teknis yang meliputi: teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan ruang bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, dan teknis perlengkapan jalan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kelaikan fungsi jalan pada ruas jalan Citraland – Interchange Manado Bypass untuk STA 3+090 – STA 8+700 ditinjau secara teknis berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010 maka ruas jalan tersebut yang menjadi studi kasus penelitian ini dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS), yang artinya jalan tersebut memenuhi sebagian persyaratan teknis laik fungsi jalan  tetapi masih mampu memberikan keselamatan bagi pengguna jalan sehingga laik dioperasikan untuk umum namun harus dilakukan perbaikan teknis sesuai dengan rekomendasi yang diberikan. Perbaikan teknis yang harus diperlukan pada ruas jalan tersebut berupa pemeliharaan rutin terhadap saluran tepi jalan, marka jalan, perkerasan jalan yang berlubang / retak dan perbaikan untuk APILL, lampu penerangan, median agar pada ruas jalan Citraland – Interchange Manado Bypass untuk STA 3+090 – STA 8+700 dapat menjadi laik fungsi berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010. Kata Kunci : Laik Fungsi, Standar Teknis, Ruas Jalan, Perbaika

    816

    full texts

    817

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL SIPIL STATIK
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇