JURNAL SIPIL STATIK
Not a member yet
    817 research outputs found

    ANALISIS DEBIT BANJIR DAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI PINATEDUAN DI DESA TATELU KABUPATEN MINAHASA UTARA

    Full text link
    Salah satu fenomena alam yang mengancam keberadaan hidup manusia setiap masuk musim penghujan adalah banjir. Sungai Pinateduan memiliki luas DAS 38,1228 km2 merupakan salah satu sungai di Kabupaten Minahasa Utara yang melewati Desa Tatelu Kecamatan Dimembe. Sungai ini mengalir melewati kawasan pemukiman penduduk. Meluapnya Sungai Pinateduan sangat berpotensi menimbulkan bencana banjir, dikarenakan bertemunya 3 sungai kecil. Pada penelitian ini perkiraan debit banjir rencana di Sungai Pinateduan dilakukan dengan analisis hidrologi untuk mengetahui besaran debit banjir rencana. Debit banjir rencana adalah debit maksimum pada suatu sungai dengan periode tertentu. Analisis menggunakan beberapa metode yaitu metode data debit tersedia ataupun tidak tersedia data debit. Sungai Pinateduan memiliki data debit pengukuran sehingga tidak di perlukan analisis curah hujan. Data debit harian maksimum selama 10 tahun, yaitu dari tahun 2007 s/d 2018 berasal dari pos pengukuran debit Talawaan. Dilakukan analisis frekuensi debit dengan kala ulang 5, 10, 50, dan 100 tahun. Analisis Hidraulika untuk prediksi elevasi tinggi muka air menggunakan program HEC-RAS versi 5.07. Hasil analisis Hidraulika menggunakan program HEC-RAS versi 5.07 menunjukkan  bahwa simulasi tinggi muka air pada semua penampang sungai terukur mengalami kondisi banjir. Elavasi muka air banjir melebihi evalasi Tebing sungai. Perlu dilakukan upaya pengendalian banjir antara lain berupa berupa normalisai sungai. Kata kunci: Sungai Pinateduan, Debit Banjir Rencana, Tinggi Muka Air, HEC-RA

    PERENCANAAN PENGAMANAN PANTAI TOBOLOLO KELURAHAN TOBOLOLO KOTA TERNATE PROVISI MALUKU UTARA

    Full text link
    Pantai Tobololo terletak di Kelurahan Tobololo, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara adalah salah satu kawasan parawisata yang ada di Kota Ternate. Tujuan wisata yang tidak hanya dinikmati oleh warga sekitar namun juga wisatawan dari luar daerah menjadikan Pantai Tobololo sebagai sumber mata pencaharian bagi masyarakat sekitar. Namun pada kenyataan dilapangan, Pantai Tobololo sudah mengalami erosi yang disebabkan oleh gelombang yang mengakibatkan pengerusan pada tebing pantai. Perencanaan pengaman pantai harus direncanakan dengan mengumpulkan data sekunder yang didapatkan dari hasil penelitian sebelumnya berupa data angin, data gelombang, data pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Kemudian data tersebut di analisis sehingga didapatkan desain dari pengaman pantai yang diperlukan.Dari hasil analisis data maka didapatkan perencanaan bangunan pengaman pantai dengan jenis bangunan Revetment dengan lapis lindung Buis beton yang dimodifikasi, tinggi mercu 2,9 m, lebar puncak 1,2 m, kemiringan bangunan 1:6, untuk mencegah erosi, yang dilengkapi dengan penambahan pasir (Beach Nourishment) guna mempertahakan kealamian pantai yang diperuntukan sebagai kawasan parawista. Kata Kunci: Pantai Tobololo, Erosi, Pengamanan Pantai, Revetment, Beach Nourishmen

    PENATAAN KAWASAN ZERO POINT KOTA MANADO BERBASIS TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD)

    Full text link
    Transporatasi di kota Manado berkembang seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, meningkatnya kesempatan kerja, dan naiknya pendapatan masyarakat. Permasalahan yang tengah dihadapi kota Manado salah satunya adalah kemacetan lalu lintas. Kemacetan muncul dipengaruhi oleh gaya hidup warga kota itu sendiri. Dalam beberapa dasawarsa belakangan ini perencanaan kota, khususnya kawasan Zero Point sangat pesat, seiring dengan berdirinya beberapa pusat perkantoran, perbankan dan perhotelan. Selain itu terdapat juga pusat perdagangan tertua dimanado yaitu pasar 45. Konsep Transit Oriented Development (TOD) merupakan suatu pendekatan rekayasa ruang yang terfokus pengembangannya di sekitar titik transit. Ruang yang dikembangkan nantinya memiliki ciri yakni densitas yang tinggi, diversitas yang beragam serta desain kawasan yang ramah terhadap pejalan kaki. Penelitian ini menggunakan 3 metode analisis, yakni : spatial query untuk mengukur tingkat kesesuaian kawasan Zero Point terhadap kriteria TOD, analisis Delphi untuk mengetahui karakteristik kawasan zero point Manado berdasarkan kriteria-kriteria TOD, dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengukur tingkat kesesuaian kawasan Zero Point terhadap kriteria TOD serta mengetahui prioritas dari variabel TOD terhadap eksisting kawasan TOD.Setelah dilakukan Analisis dengan 3 Metode diatas, dapat diketahui hasil analisis AHP ke 3 indikator peneleitian, yaitu Kepadatan Penggunaan Lahan (Density), Penggunaan Lahan Campuran (Diversity) dan Ramah Terhadap Pejalan Kaki (Design). Indikator design (Ramah Terhadap Pejalan Kaki) mendapatkan nilai prioritas pertama. Artinya, Indikator design merupakan salah satu indikator yang paling penting dalam penataan kawasan berbasis TOD di kawasan Zero Point. Untuk hasil dari analisis variabel Design terdapat 4 variabel yang di proses yaitu : prioritas pertama adalah variabel Stasiun Transit dengan persentase kepentingan 50,2%, kedua yaitu variabel fasilitas disable dengan persentase kepentingan 22,5%, ketiga yaitu variabel peneduh dan tempat beteduh dengan persentase kepentingan 19,4%, dan yang terakhir yaitu variabel  ketersediaan jalur sepeda dengan persentase kepentingan 7,9%. Dari hasil tersebut diperoleh bahwa pembangunan Stasiun Transit menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan untuk memenuhi kriteria sebagai kawasan berbasis TOD khususnya kawasan Zero Point Manado.  Kata kunci : Transit Oriented Deveopment, Zero Point Manad

    ANALISIS DEBIT BANJIR DAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI KOKOLEH KABUPATEN MINAHASA UTARA

    Full text link
    Sungai Kokoleh merupakan salah satu sungai di Kabupaten Minahasa Utara yang melewati Desa Kokoleh, Kecamatan Likupang Selatan. Sungai Kokoleh pernah mengalami peningkatan tinggi muka air dan menyebabkan banjir, oleh karena itu dibutuhkan perhitungan debit banjir dan elevasi tinggi muka air yang dapat terjadi.Analisis debit banjir dan elevasi tinggi muka air dilakukan dengan mencari debit banjir rencana melalui analisis frekuensi menggunakan metode Log Pearson III. Data debit berasal dari pos debit, yaitu pos debit Likupang. Data debit ini adalah data debit maksimum sesaat selama 10 tahun, yaitu dari tahun 2007, 2010 s/d 2018. Data debit yang digunakan ini sudah melalui perhitugan perbandingan luas DAS antara data debit terukur dan data debit sungai pada lokasi penelitian. Debit puncak setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS  untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur.Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada semua penampang Sungai Kokoleh yang ditinjau tidak mampu menampung debit banjir yang terjadi untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 50 tahun dan 100 tahun. Kata kunci: Sungai Kokoleh, Debit Banjir Rencana, Tinggi Muka Air, HEC-RA

    UJI LAIK FUNGSI JALAN SECARA TEKNIS PADA RUAS JALAN AIRMADIDI – KAIRAGI

    Full text link
    Ruas Jalan Airmadidi – Kairagi merupakan jalan arteri primer dan salah satu prasarana transportasi yang memegang peran penting dalam hal mendukung pertumbuhan guna meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kelayakan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010. Uji laik fungsi jalan adalah kondisi suatu ruas jalan yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan untuk memberikan keselamatan bagi penggunanya, dan persyaratan administratif yang memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara jalan dan pengguna jalan, sehingga jalan tersebut dapat dioperasikan untuk umum. Analisis uji laik fungsi teknis jalan dilakukan dengan mengevaluasi dan monitoring kondisi lapangan secara visual terhadap standar teknis untuk setiap komponen teknis,  meliputi: teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan ruang bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, dan teknis perlengkapan jalan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada ruas jalan Airmadidi – Kairagi untuk STA 0+000 – STA 11+968 dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS), yang artinya jalan tersebut memenuhi sebagian persyaratan teknis laik fungsi jalan namun masih mampu memberikan keselamatan bagi pengguna jalan sehingga laik dioperasikan untuk umum dengan syarat harus dilakukan  Perbaikan teknis pada ruas jalan tersebut, seperti perbaikan serta pemeliharaan rutin terhadap setiap komponen pengujian yang dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS). Kata kunci: Uji Laik Fungsi, Perbaikan, Standar Teknis, Ruas Jalan Airmadidi – Kairag

    PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK CANGKANG TELUR SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN TERHADAP NILAI KUAT TARIK BELAH BETON

    Full text link
    Dunia konstruksi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Semakin tingginya kebutuhan akan pembangunan infrastruktur, penyerapan energi untuk mendukung aktivitas tersebut tentunya akan semakin besar. Di lain pihak permintaan akan material terus meningkat, sehingga perlu dicoba untuk menggunakan material alternatif. Salah satu contoh yaitu memanfaatkan limbah yang sudah terbuang sebagai material konstruksi yang ramah lingkungan, misalnya menggunakan limbah cangkang telur. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan beton untuk material konstruksi struktural dengan bahan baku yang terdiri dari serbuk cangkang telur (SCT), semen, agregat kasar, agregat halus dan air. Variasi komposisi SCT adalah: 0%, 2.5%, 5%, 7,5%, 10% dari total penggunaan semen. Pengujian dilakukan ketika beton berumur 28 hari. Sampel benda uji berbentuk silinder dengan dimensi tinggi (H) 200 mm dan diameter (D) 100 mm. Dari hasil penelitian, beton dengan substitusi parsial semen dengan menggunakan serbuk cangkang telur menunjukkan bahwa kuat tekan terbesar terdapat pada presentase SCT 2.5%, yaitu sebesar 23.94 MPa dan kuat tarik belah terbesar terdapat pada presentase SCT 2.5%, yaitu sebesar 2.78 MPa.Kata Kunci: Serbuk Cangkang Telur (SCT), Kuat Tekan, Kuat Tarik Bela

    ANALISA KINERJA RUAS JALAN MENGGUNAKAN METODE MANUAL KAPASITAS JALAN INDONESIA (MKJI) 1997

    Full text link
    Ruas jalan Walanda Maramis merupakan salah satu ruas jalan yang cukup padat di kota Manado. Hal ini dikarenakan ruas jalan tersebut berada di kawasan perkotaan yang terdapat beberapa pertokoan, rumah makan dan tempat-tempat yang ramai dikunjungi oleh masyarakat yang mengakibatkan banyaknya aktivitas di badan jalan seperti pejalan kaki, kendaraan berhenti, parkir, kendaraan lambat dan kendaraan keluar masuk dari sisi jalan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja jalan pada ruas jalan satu arah pada ruas jalan Walanda Maramis. Ruas jalan hanya di tinjau sepanjang 195 m, dengan lebar jalur 9,6 m di titik 1 dan 10 m di titik 2, namun di lapangan lebar jalur jalan ini berkurang akibat adanya kendaraan parkir di badan jalan. Analisa kinerja ruas jalan ini menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Data primer yang dibutuhkan yaitu volume lalu lintas, hambatan samping, waktu tempuh, dan geometric jalan. Data sekunder berupa peta lokasi penelitian dan jumlah penduduk di kota Manado. Hasil  pengelolahan data didapat volume puncak kendaraan yang terjadi di titik 1 pada hari Jumat, 6 september 2019 pukul 17.00-18.00 sebesar 1908,3 smp/jam, dan volume puncak kendaraan di titik 2 pada hari Rabu, 4 september 2019 pukul 14.00-15.00 sebesar 2321,1 smp/jam, dengan kapasitas 3015,144 smp/jam. Dimana kecepatan arus bebas sebesar 55,6 km/jam, dan derajat kejenuhan sebesar 0,70 dengan memiliki tingkat pelayanan jalan atau Level of Service (LOS) berada pada tingkat C (0,45 -0,74) dengan keterangan “arus stabil, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan†dimana nilai ini membuktikan kinerja ruas jalan Walanda Maramis masih tergolong cukup baik. Kata Kunci: Ruas jalan Walanda Maramis, kinerja jalan, volume lalu lintas, hambatan samping,geometric jala

    PERENCANAAN PENGEMBANGAN BANDAR UDARA NAMROLE KABUPATEN BURU SELATAN PROVINSI MALUKU

    Full text link
    Kabupaten Buru Selatan terletak di pulau Buru Provinsi Maluku kini sedang dalam tahap pembangunan yang  membuat kebutuhan akan moda transportasi meningkat khususnya transportasi udara. Selain untuk keperluan masyarakat sektor pariwisata yang kian meningkat tiap tahunya membutuhkan prasaran yang memadai, dalam hal ini adalah bandar udara.Kabupaten Buru Selatan memiliki satu bandar udara yaitu Bandar Udara Namrole dengan pesawat yang beroperasi adalah pesawat ATR 42-300, sejak awal dibuat belum pernah di kembangkan membuat jenis pesawat yang melayani bandar udara menjadi terbatas. Oleh karena hal tersebut, perlu adanya perencanaan untuk Banda Udara Namrole.Arus lalu lintas adalah pertimbangan yang penting dalam merencanakan pengembangan bandar udara maka pengembangan di dasarkan pada arus lalu lintas di masa yang akan datang. Dengan menganalisa data lima tahun yang terdiri dari jumlah pesawat, penumpang, dan bagasi membuat arus lalu lintas di masa yang akan datang dapat di ramalkan, dimana peramalan menggunakan analisa regresi.Adapun data – data seperti karakteristik pesawat, data tanah, klimatologi, dan kondisi exsisting bandara menjadi acuan untuk merencanakan pengembangan bandar udara. Berdasarkan standar yang telah di tetapkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) maka perencanaan menggunakan pesawat terbang rencana ATR 72-600 dengan kapasitas 78 penumpang yang membutuhkan panjang landasan (runway) 1.415 meter, lebar 42 meter dan lebar total taxiway 30 meter, dengan luas apron yang diperlukan adalah 9.760 . Kata Kunci: Pengembangan, Perencanaan, Regresi, Runway, Taxiway, Apron

    PENGUJIAN MODULUS ELASTISITAS PADA BETON DENGAN MENGGUNAKAN TRAS SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL AGREGAT HALUS

    Full text link
    Perkembangan teknologi dan pembangunan struktur bangunan teknik sipil merupakan dua hal yang saling berkaitan. Beton juga mempunyai beberapa kelebihan salah satunya adalah mampu memikul beban tekan sehingga penggunaannya semakin meningkat tetapi pemenuhan akan bahan baku beton semakin berkurang. Salah satu alternatifnya penggunaan material Pasir dengan cara mengganti sebagian agregat halus dengan tras yang merupakan batuan gunung berapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan dan nilai modulus elastisitas. Benda uji berupa silinder 10 cm x 20 cm. Mutu yang di targetkan adalah 25 MPa dengan persentase campuran beton 0%, 5%, 10%, 15%. Pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas pada beton substitusi parsial agregat halus menggunakan tras di lakukan pada umur 7, 14, 28 dengan berat volume beton normal 2117,26 – 2233,31 kg/mᶾ. Nilai kuat tekan mengalami peningkatan sebanding dengan umur. Nilai kuat tekan rata-rata pada umur 7 hari 17.55 MPa, sementara umur 14 hari rata-rata 23.90 MPa serta kuat tekan pada beton umur 28 hari rata-rata diperoleh 29.08 MPa, Pada umur 28 hari nilai modulus rata-rata tras 0% 25614.6 MPa, Pada 5% 25376.2 MPa, Pada 10% 22534.4 MPa, Dan pada 15% 18155.4 MPa. Nilai modulus elastisitas menurun sesuai penambahan bahan pengganti sebagian agregat halus. Kata Kunci: Pasir, Tras, Kuat Tekan, Modulus Elastisita

    MODEL PEMILIHAN MODA ANGKUTAN UMUM DAN TRANSPORTASI ONLINE DI KOTA TOMOHON (STUDI KASUS: PELAJAR DI KOTA TOMOHON)

    Full text link
    Kota Tomohon merupakan kota di Indonesia yang dalam pemenuhan aktivitas setiap harinya bergantung pada moda transportasi contonya dalam bidang pendidikan dibutuhkan sarana transportasi untuk menunjang pergerakan pelajar. Dengan kemajuan teknologi serta transportasi, sekarang tersedia moda angkutan umum mikrolet dan transportasi berbasis online. Namun kurangnya keamanan dan kepuasan yang diberikan angkutan umum mikrolet membuat pelaku perjalanan terutama anak sekolah beralih untuk menggunakan transportasi online untuk pergi ke sekolah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pelaku perjalanan dan variabel yang dapat mempengaruhi pemilihan moda antara angkutan umum mikrolet dan transportasi online. Penelitian ini menggunakan metode Stated Preference kemudian diolah dengan analisa regresi linier berganda dan dibuat pemodelan dengan model binomial logit. Survey dilakukan dengan cara menyebar 400 kuesioner pada pelajar yang ada di Kota Tomohon dan berisi karakteristik pelaku perjalanan meliputi kondisi sosio-ekonomi, dengan atribut biaya perjalanan, waktu tunggu, waktu tempuh, waktu jalan kaki dan atribut kemudahan mendapatkan moda.Hasil survey kuisioner menunjukkan bahwa terdapat 42% pelaku perjalanan sering menggunakan angkutan umum mikrolet untuk perjalanan ke sekolah. Dari hasil analisis regresi linier berganda menggunakan model binomial logit diperoleh variabel-variabel yang mempengaruhi pemilihan moda diantaranya jika selisih biaya perjalanan dinaikan sampai Rp.30.000 probabilitas memilih angkutan umum mikrolet sebesar 95% karena responden cenderung memilih yang lebih murah, selanjutnya jika selisih waktu tunggu kendaraan 10 menit probabilitas memilih angkutan umum mikrolet 92%, jika selisih  waktu tempuh dinaikan sampai 20 menit responden cenderung memilih transportasi online sebanyak 78%, sedangkan jika selisih waktu jalan kaki untuk mendapatkan kedua moda angkutan sama maka probabilitas pelaku perjalanan memilih transportasi online lebih besar 83% dan jika selisih nilai kemudahan mendapat moda = 0 maka probabilitas memilih angkutan umum mikrolet sebesar 51%.Berdasarkan hasil analisa regresi berganda diperoleh model pelaku perjalanan dengan persamaan utilitas Y = 4.718846501 + 6.96206*(10)−5X1 + 0.228440998X2 - 0.266690651X3 - 0.158309288X4 -1.505488963X5. Hasil dari regresi yang diperoleh menunjukkan bahwa variabel waktu tunggu (X2) berpengaruh signifikan terhadap pemilihan moda. Kata kunci:  pemilihan moda, angkutan umum mikrolet, transportasi online, stated preference, binomial logit

    816

    full texts

    817

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL SIPIL STATIK
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇