JURNAL SIPIL STATIK
Not a member yet
817 research outputs found
Sort by
ANALISIS BIAYA PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PEKERJAAN TANAH (Studi Kasus Perencanaan Bandar Udara Lokasi Desa Pusungi Kec. Ampana Tete Kab. Tojo Una-una, Sulawesi Tengah)
Kemajuan teknologi memberi peluang kepada pelaksana pekerjaan konstruksi untuk menggunakan alat berat sebagai pengganti peralatan manual. Alat berat bisa menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelaksanaan pekerjaan yang terlihat dalam perhitungan biaya atau harga satuan.Pada penelitian ini, dilakukan analisis biaya dengan metode SNI (standar Nasional Indonesia) dan analisis harga satuan di lapangan. Kedua metode tersebut kemudian diperbandingkan untuk mendapatkan hasil anggaran biaya yang lebih efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan perbandingan harga satuan peralatan, upah kerja, dan pekerjaan untuk mendapatkan selisih (%) harga satuannya.Dari hasil perhitungan didapatkan selisih dan presentase harga satuan yang berbeda untuk masing-masing metode. Hasil perhitungan metode SNI lebih besar dibandingkan dengan hasil perhitungan Harga Satuan Jadi di lapangan, yaitu untuk Pekerjaan Perpanjangan Runway Sub Pekerjaan Clearing, Stripping, dan Grubbing (Rp 12.448,13) 5,985%, Pekerjaan Terminal VVIP Sub Pekerjaan Clearing, Stripping, dan Grubbing (Rp 12.879,81) 6,393%, Pekerjaan Parkir Terminal Sub Pekerjaan Clearing, Stripping, dan Grubbing (Rp 12.250,21) 5,947%, Pekerjaan Terminal VVIP Sub Pekerjaan Galian Tanah Konstruksi (Rp 58.130,54) 8,354%, dan Pekerjaan Terminal VVIP Sub Pekerjaan Galian, Pemadatan, dan Pembuangan (Rp 59.679,00) 7,953%.Hasil analisis dari kedua metode tersebut, menunjukkan bahwa analisis menggunakan Harga Satuan Jadi di lapangan lebih efisien dan efektif.Kata kunci: rencana biaya, pekerjaan tanah, metode SNI, harga satuan, hasil analisi
PENGENDALIAN WAKTU DAN BIAYA PADA TAHAP PELAKSANAAN PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE NILAI HASIL (Studi Kasus : Proyek Lanjutan Pembangunan Gedung PIP2B Kota Manado)
Pengendalian  dalam  proyek  konstruksi  pada  umumnya  menyangkut  tiga  aspek  utama,  yaitu, biaya,  waktu  dan  SDM.  Didalam  pelaksanaan  suatu  proyek  konstruksi,  perencanaan  dan pengendalian merupakan  fungsi  yang paling pokok didalam mewujudkan  keberhasilan proyek. Persoalan  yang  timbul  adalah  bagaimana  mencapai  pemecahan  optimum  dengan  kondisi sumber  daya  yang  serba  terbatas.  Bagaimana  menerapkan  suatu  metode  pada  proyek  untuk mengendalikan biaya dan waktu, serta mengendalikan pelaksanaan proyek konstruksi  terhadap terjadinya  penyimpangan,  dan  mengevaluasi  proyeksi  penyelesaian  terhadap  terjadinya penyimpangan pada proyek merupakan tujuan dari penelitian ini. Untuk  meningkatkan  efektivitas  dalam  memantau  dan  mengendalikan  proyek,  perlu  dipakai metode  yang  mengintegrasikan  jadwal  dan  biaya  sehingga  mengungkapkan  kinerja  kegiatan. Salah satu metode yang memenuhi tujuan ini adalah Konsep Nilai Hasil, Earned Value Concept, yang terdiri dari tiga indikator yaitu BCWS, BCWP, dan ACWP. Prosedur  penelitian  dimulai  dengan  melakukan  studi  kepustakaan,  pengambilan  data, melakukan  pengamatan  langsung  pada  proyek,  dan merangkum  hasil  pengumpulan  data-data yang ada.  Variansi  yang  ditekankan  disini  adalah  untuk  menyelidiki  penyimpangan  biaya  atau  jadwal pelaksanaan yang  telah direncanakan atau ditentukan.  Bila angka kinerja ditinjau  lebih lanjut maka  Angka  indeks  kinerja  kurang  dari  satu  (<1),  dan  (>1)  yang  berarti  makin  besar penyimpangannya dari perencanaan dasar atau anggaran, atau prestasi pelaksanaan pekerjaan sangat baik, perlu diadakan pengkajian apakah mungkin perencanaan tidak realistis. Konsep Nilai Hasil bisa diterapkan pada studi kasus  ini di dalam  tujuan pengendalian dimana berdasarkan analisis maka pengendalian yang dilakukan banyak terjadi penyimpangan dari sisi penjadwalan  pada  saat  pelaporan-pelaporannya.  Berdasarkan  nilai  ETC  dan  EAC  yang terhitung maka apabila kinerja tidak diperbaharui akan terjadi bergeseran. Kata Kunci : Metode Nilai Hasil, BCWS, BCWP, ACW
OPTIMASI JARAK ANTAR DUA BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT YANG BERSEBELAHAN DENGAN MEMPERHITUNGKAN PENGARUH GEMPA
oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/623Benturan  dapat  terjadi  pada  dua  bangunan  gedung  bertingkat  yang  bersebelahan  apabila jarak antar dua bangunan tersebut lebih kecil dari simpangan maksimum yang terjadi akibat beban  gempa.   Benturan  menimbulkan  gaya-gaya  dalam  tambahan  pada  elemen  struktur yang  terakumulasi  dengan  gaya-gaya  dalam  akibat  beban  dinamik  itu  sendiri  sehingga mengakibatkan kerusakan pada struktur. Untuk  itu diperlukan optimasi  jarak pemisah antar dua bangunan gedung bertingkat yang bersebelahan, agar benturan dapat dihindari.  Analisa dilakukan pada model bangunan penahan geser bertingkat 2  (dua)  sampai dengan bertingkat  10  (sepuluh)  dengan  material  beton  bertulang.  Simpangan  horisontal  struktur diperoleh  menggunakan  analisa  respon  spektrum  untuk  tanah  keras  di  wilayah  gempa  VI (enam)  Indonesia. Hasil analisa menunjukkan bahwa  syarat batas ultimit untuk  jarak antar dua  bangunan  yang  bersebelahan  0,008  kali  tinggi  bangunan  agar  tidak  terjadi  benturan (efek Pounding) pada dua bangunan tersebut. Kata  kunci  :  benturan  antar  gedung,  gempa,  jarak  antar  bangunan,  optimasi  jarak   pemisah, respons spectrum, simpangan horisonta
ANALISIS OPTIMALISASI WAKTU DAN BIAYA DENGAN PROGRAM PRIMAVERA 6.0 (Studi Kasus : Proyek Perumahan Puri Kelapa Gading)
Pelaksanaan  suatu proyek dapat berhasil apabila  sumber daya yang ada digunakan  secara efektif dan efisien. Terbatasnya sumber daya yang tersedia akan menyebabkan keterlambatan pada  durasi  proyek.  Durasi  kegiatan  suatu  proyek  berkaitan  erat  dengan  pembiayaan. Memperpendek durasi proyek  terhadap durasi normalnya memerlukan peningkatan  sumber daya  seperti  tenaga  kerja,  material  dan  lain  sebagainya  yang  beresiko  terjadinya penambahan  biaya  langsung.  Optimalisasi  perlu  dilakukan  untuk  memperpendek  durasi proyek dengan pengeluaran biaya seminimal mungkin.  Penggunaan  program  primavera  6.0  dapat  mempermudah  dalam  proses  perencanaan, penjadwalan, pengendalian dan monitorin. Hasil  keluaran dari program primavera berupa Lay Out Gantt Chart, Kurva  S,  Tabel  dan  Profil  Sumber Daya  dan  lain  sebagainya  yang dapat digunakan dalam pengontrolan proyek. Hasil dari penggunaan program pada proyek Perumahan Puri Kelapa Gading, pada  tahap perencanaan  kondisi  normal  ;  waktu  pelaksanaan  proyek  selama  174  hari  dengan  biaya langsung  sebesar Rp. 120.443.990,25. Sedangkan hasil percepatan umur proyek  (optimasi) dengan  penambahan  jam  kerja  (lembur),  diperoleh  waktu  pelaksanaan  menjadi  162  hari dengan tambahan biaya langsung menjadi Rp. 122.294.476,10. Kata Kunci : Waktu dan Biaya, Primavera 6.0, Perencanaan
PERANAN KONSULTAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PADA TAHAP PELAKSANAAN MECHANICAL ELECTRICAL – PLUMBING (ME-P) PROYEK PEMBANGUNAN PT. TRAKINDO UTAMA
Jasa  Konsultan  manajemen  konstruksi  biasanya  digunakan  pada  proyek  berskala  besar, dimana  konsultan  manajemen  konstruksi  berperan  untuk  mengelola  manajemen  proyek. Meskipun  demikian,  penggunaan  jasa  konsultasi  ini  tidak  menjamin  suatu  proyek pembangunan bisa berjalan  lancar. Justru berbagai permasalahan pada  tahap pelaksanaan pembangunan sering terjadi. Dalam pelaksanaan proyek ini, manajemen konstruksi berfungsi untuk mengatur  dan mengendalikan  pelaksanaan  kegiatan  proyek  dengan mengoptimalkan peranan  konsultan  manajemen  konstruksi.  Metode  yang  digunakan  adalah  manajemen konstruksi  murni,  mengingat  konsultan  manajemen  konstruksi  adalah  murni  wakil  pemilik proyek.  Pada  tahap  pelaksanaan  mechanical  electrical-plumbing  (ME-P)  proyek pembangunan  PT.  Trakindo  Utama,  peranan  konsultan  manajemen  tidak  dilaksanakan sepenuhnya  terutama dalam hal: (1) mengkoordinasi dan memberi pengarahan pada pihak-pihak  yang  terlibat,  (2)  melaksanakan  pengawasan  pekerjaan  di  lapangan,  (3)  mengen-dalikan  jadwal pelaksanaan berdasarkan waktu  yang  telah ditentukan dalam  jadwal  induk, sehingga pada akhirnya pekerjaan mengalami keterlambatan. Kata kunci : Konsultan Manajemen Konstruksi, pelaksanaan ME-P, wakt
STUDI PENENTUAN TARIF TOL RENCANA RUAS JALAN MANADO-BITUNG
Pemerintah  propinsi  Sulawesi Utara  sedang melakukan  pembangunan  infrastruktur transportasi diantaranya pembangunan jalan tol di ruas jalan Manado-Bitung. Jalan tol  ini  nantinya  akan  menjadi  jalan  tol  pertama  di  Sulawesi  Utara,  sehingga diperlukan penelitian terhadap tarif tol rencana untuk ruas jalan tersebut. Survey dilakukan untuk mendapatkan  jumlah volume  lalu  lintas dan kecepatan rata-rata  kendaraan  di  jalan  eksisting  dan  dilakukan  selama  12  jam  dari  pukul  07.00-19.00  WITA  selama  seminggu.  Jenis  kendaraan  yang  ditinjau  hanya  kendaraan golongan  I,  IIA  dan  IIB.  Analisis  tingkat  pelayanan  jalan  eksisting  menggunakan standarisasi MKJI,  sedang  analisis  biaya  operasional  kendaraan  didasarkan  pada analisis  yang  dikembangkan  oleh  LAPI-ITB.  Tarif  dihitung  berdasarkan  70 %  dari besar keuntungan  biaya operasional kendaraan. Hasil  penelitian menunjukkan  kondisi  tingkat  pelayanan  untuk  ruas  jalan Manado-Bitung  (non-tol)  adalah  A  (arus  bebas)  dengan  derajat  kejenuhan  ≤  0,35. Perhitungan  tarif yang diperoleh untuk jalan  tol Manado-Bitung adalah golongan I: Rp 200/km, golongan II A: Rp 500/ km dan golongan II B: Rp 800/ km. Kata kunci: Analisis, Kendaraan, Jalan, Tarif to
PERBANDINGAN RESPONS STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT DENGAN DINDING PENGISI DAN TANPA DINDING PENGISI AKIBAT GEMPA
Simpangan lateral yang besar pada struktur bangunan gedung bertingkat akibat gempa perlu diperhitungkan  karena  dapat  menyebabkan  keruntuhan  struktur.  Penambahan  kekakuan lateral  struktur  dengan  penggunaan  dinding  pengisi  merupakan  salah  satu  cara  untuk mereduksi deformasi lateral tersebut.  Penelitian  ini dilakukan untuk mengetahui respons struktur dan besarnya kontribusi dinding pengisi pada bangunan gedung bertingkat akibat beban  gempa. Perhitungan simpangan dan gaya  geser  pada  bangunan  gedung  bertingkat  dilakukan  menggunakan  respons  spektrum pada  tanah  sedang  di  wilayah  gempa  lima  (Sulawesi  utara)  Indonesia.  Analisa  dilakukan terhadap dua model struktur yaitu struktur portal dengan dinding pengisi dan struktur portal tanpa dinding pengisi. Pada struktur portal dengan dinding pengisi analisa dilakukan dengan metode  diagonal  tekan  ekuivalen.  Variasi  dinding  pengisi  yaitu  seperempat  batu,  setengah batu dan satu batu dengan beberapa kelas dinding pengisi sebagai berikut: 25, 50, 100, 150, 200, dan 250 (PUBI 1982). Hasil  analisa  menunjukkan  bahwa  kuat  tekan  dinding  pengisi  dan  susunan  batu  sangat mempengaruhi  kekakuan  lateral  struktur portal.  Kuat  tekan dinding  yang  kecil  tidak akan memberikan  kontribusi  pada  kekakuan,  dinding  tersebut  hanya  menjadi  beban  tambahan saja. Besarnya massa  struktur mempengaruhi nilai dari gaya geser, dengan demikian gaya geser  struktur  portal  dengan  dinding  pengisi  lebih  besar  daripada  struktur  portal  tanpa dinding pengisi. Kata kunci:  bangunan bertingkat, dinding pengisi, gaya geser, gempa, respons struktur,       simpangan lateral