JURNAL SIPIL STATIK
Not a member yet
817 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA MATERIAL PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATA MERAH DENGAN BATA RINGAN
Bahan material dinding terus berkembang seiring dengan tuntutan kebutuhan dalam mencapai biaya, waktu, mutu yang paling efektif dan efisien. Munculnya teknologi bata ringan sebagai material dinding, cukup memberikan dampak positif bagi masyarakat pada umumnya dan dunia konsruksi pada khususnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan perbandingan harga material bata merah dengan bata ringan untuk pekerjaan pasangan dinding, mulai dari material untuk pekerjaan pemasangan, plesteran hingga acian. Untuk bata merah, acuan yang digunakan adalah Analisa Harga Satuan Pekerjaan Dengan Pendekatan Harga Satuan Pekerjaan Teori dan Lapangan, sementara untuk bata ringan acuan yang digunakan adalah harga dan spesifikasi yang tertera pada salah satu website produsen bata ringan dan mortar di Indonesia. Total harga satuan material per m2 untuk pekerjaan pemasangan dinding bata merah, berikut plesteran dan acian, adalah Rp. 123.750. Total harga satuan per m2 untuk pekerjaan pemasangan dinding bata ringan, berikut plesteran dan acian, adalah Rp. 146.884 .  Kata Kunci: Bata Merah, Bata Ringan, Biaya, Material
KAJIAN PEMETAAN BANJIR DENGAN HEC – GEORAS STUDI KASUS: SUNGAI TONDANO
Sungai Tondano adalah sungai terbesar di Sulawesi Utara dan juga memiliki potensi bahaya banjir, Sungai Tondano yang memberikan kontribusi banjir pada tanggal 15 Januari 2014 yang merupakan banjir terbesar di Manado sampai saat ini. Banjir tersebut menyebabkan kerugian yang sangat besar serta kerusakan sarana dan prasarana di daerah aliran Sungai Tondano. Adapun tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui potensi banjir yang akan terjadi serta peta genangan banjirnya. Peta yang digunakan adalah peta geospasial DAS Tondano. Data debit yang digunakan data debit hasil observasi langsung lapangan pada tanggal 15 Januari 2014. Simulasi pemodelan ini menggunakan software HEC-RAS 5.0.5. Pemetaan banjir menggunakan software HEC-GeoRAS 10.2 yang merupakan tools di ArcGIS versi 10.2. Dilakukan digitasi untuk geometri sungai yang termasuk centerline, bank line dan cross section. Setelah dilakukan digitasi dilanjutkan dengan mengexport RAS data untuk simulasi hidraulika. Simulasi yang dilakukan menggunakan software HEC-RAS, geometri sungai yang dipakai adalah hasil import GIS data ke HEC-RAS dan dibutuhkan data kondisi batas serta data aliran. Dan dengan steady flow analysis untuk running simulasi yang dilakukan. Data yang telah disimulasikan diexport ke ArcGIS dan dilakukan RAS Mapping untuk menampilkan hasil pemodelan banjir tahun 2014. Dan ditampilkan dalam bentuk Google Earth.Diperoleh hasil pemetaan daerah genangan banjir yang terjadi pada hari Rabu, 15 Januari 2014. Tinggi genangan berkisar antara 0,3 meter sampai 6 meter sudah termasuk ketinggian banjir di sungai. Kecepatan aliran banjir yang terjadi adalah 0 sampai 42,9697 m/s. Kata Kunci : Peta Genangan Banjir, HEC-GeoRAS, ArcGIS, Sungai Tondan
ANALISA TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS DI JALAN RAYA DITINJAU DARI TINGKAT BAKU MUTU KEBISINGAN YANG DIIZINKAN
Permasalahan yang ditimbulkan pada bidang transportasi bukan hanya masalah kemacetan tetapi juga masalah lingkungan seperti polusi suara atau kebisingan. Kebisingan dari jalan raya berasal dari kendaraan berat (HV), kendaraan ringan (LV) dan sepeda motor (MC).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebisingan yang terjadi pada ruas Jalan Sam Ratulangi 6 dimana diruas jalan tersebut terdapat Sekolah Menengah Atas Rex Mundi, dengan pengambilan data langsung di lapangan berupa data kebisingan serta beberapa variabel lalu lintas lainnya seperti volume dan kecepatan kendaraan.Dalam penelitian ini data di analisis dengan menggunakan rumus hitung leq serta dengan perhitungan menggunakan metode CoRTN (Calculation of Road Traffic Noise). Pengukuran tingkat kebisingan dilakukan selama 9 jam dari pukul 06.00 WITA sampai dengan pukul 15.00 WITA. Hasil tingkat kebisingan yang diperoleh dengan menggunakan alat Sound Level Meter nilai leq yang diperoleh paling tinggi sebesar 81.89 dB(A) pada hari Rabu 11 September 2019 pukul 13.00-14.00 WITA. Tingkat kebisingan dengan Metode CoRTN yang paling tinggi sebesar 66.39 dB(A) pada hari Selasa 10 September 2019 pukul 14.00-15.00 WITA. Dengan nilai kebisingan tersebut hasil penelitian menunjukkan bahwa ruas Jalan Sam Ratulangi 6 telah melebihi batas standar kebisingan yang diizinkan menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.48 tahun 1996 tentang baku mutu kebisingan yaitu hanya 55 dB(A) untuk kawasan persekolahan. Dari hasil penelitian ini perlu diadakan upaya pengendalian tingkat kebisingan dengan melakukan penanaman tanaman-tanaman kecil diantara pohon-pohon besar di pinggir jalan. Kata Kunci: Kebisingan, Lalu lintas, Jalan Raya, CoRTN, SLM
EVALUASI GEOMETRIK JALAN PADA RUAS JALAN TRANS SULAWESI MANADO-GORONTALO DI DESA BOTUMOPUTI SEPANJANG 3 km
Jalan merupakan salah satu akses transportasi darat yang menghubungkan wilayah yang satu ke wilayah yang lain. Pada Ruas Jalan Trans Manado – Gorontalo yang berada pada desa Botumoputi merupakan jalan penghubung antar kota yang ada di kepulauan Sulawesi, bila dilihat secara visual pada ruas jalan ini belum memenuhi standar geometrik jalan yang dimana pada jalan ini memiliki bentuk tikungan tajam (berjari-jari kecil), yaitu kurang dari Rmin = 110 m yang dimana disyaratkan oleh Bina Marga 1997 untuk jalan Arteri (Jalan Nasional) dengan Vr = 60 km/jam. Dengan kondisi jalan seperti ini dapat menyebabkan ketidakamanan dan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan. Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi Geometrik Jalan pada Ruas Jalan Tans Sulawesi Manado – Gorontalo Di Desa Botumoputi Sepanjang 3 km, dikarenakan banyak tikungan yang tidak memenuhi syarat maka dilakukan perbaikan geometrik. Untuk memperoleh data kondisi geometrik lapangan maka dilakukan pengukuran menggunakan alat ukur Theodolite dan GPS, data yang diperoleh dari pengukuran yaitu data koordinat dan data elevasi, selanjutnya data hasil pengukuran tersebut diolah menggunakan Microsoft Excel dan dimasukkan ke program Autocad Civil 3D 2018, dari hasil penggambaran tersebut maka selanjutnya dilakukan analisa geometrik.Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh 14 tikungan, 8 diantaranya tidak memenuhi syarat jari-jari minimum yang dianjurkan Bina Marga dengan kecepatan rencana 60 km/jam Rmin = 110 m. Berdasarkan perhitungan perencanaan ulang geometrik jalan diperoleh 8 tikungan dengan tipe tikungan Spiral Circle Spiral dengan 3 lengkung vertikal dimana didapat 2 lengkung vertikal cembung dan 1 lengkung vertikal cekung.  Kata kunci: Geometrik Jalan, Gorontalo, Civil 3D, Alinyemen, Horizontal, Vertikal,    Â
ANALISIS NERACA AIR SUNGAI TENDEKI DI TITIK BENDUNG TENDEKI KOTA BITUNG
Bendung Tendeki memanfaatkan air dari Sungai Tendeki untuk dikelola menjadi air minum oleh PDAM. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan studi mengenai analisis neraca air untuk melihat keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air di DAS Tendeki.Ketersediaan air DAS Tendeki dihitung menggunakan debit andalan dengan pencatatan data debit terukur selama 10 tahun yang selanjutnya menghitung debit andalan Q90% sebagai ketersediaan air dan Q95% sesuai Peraturan Pemerintah untuk pemeliharaan sungai. Kebutuhan air yang dihitung adalah kebutuhan pengambilan air IPA-SPAM PDAM dan kebutuhan pemeliharaan sungai atau Q95%. Analisis neraca air dilakukan dengan membandingkan ketersediaan air dengan kebutuhan air total di DAS Tendeki.Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan air minum dan kebutuhan pemeliharaan sungai Q95% tidak terpenuhi karena debit yang besar sehingga ketersediaan air tidak mencukupi. Ketersediaan air Q90% masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air minum PDAM. Kata Kunci : Sungai Tendeki, DAS Tendeki, Debit Andalan, Neraca Ai
METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI BAJA PADA PEKERJAAN PROYEK PEMBANGUNAN KANTOR DISTRIBUSI OFFICE CENTER AIRMADIDI MINAHASA UTARA
Perkembangan struktur bangunan dalam era globalisasi dan modernisasi dapat dirasakan pesatnya. Material bangunan gedung, menara, jembatan, perkantoran, hotel, dan bangunan lainnya pada umumnya terbuat dari gabungan bahan baja dan beton. Proses pembangunan digunakan pada saat konstruksi. Penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil metode pekerjaan dalam konstruksi baja. Metode pelaksanaan satu proyek konstruksi baja menuntut adanya suatu sistem pengawasan dan analisis dimana bisa memberikan hasil dan masukan pada tahap awal mengenai pertumbuhan biaya proyek sehingga dapat memberikan gambaran apakah proyek dapat menguntungkan pihak pelaksana atau sebaliknya. Pengendalian dan pengawasn proyek bertujuan untuk mengendalikan proses pelaksanaan proyek sejak awal dimulainya pembangunan hingga selesainya proyek terlaksana sesuai waktu, mutu yang telah direncanakan.Penerapan metode pelaksanaan konstruksi baja digunakan sebagai salah satu alat kendali dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Tolak ukur atau acuan pengukuran analisis adalah metode pelaksanaan, Studi kasus dilakukan pada pembangunan Distribusi center (Airmadidi Kab Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Hasil yang diperoleh dari penggunaan metode pekerjaan konstruksi baja berdasarkan hasil pekerjaan pada pelaksanaan konstruksi baja, dan proses pengawasan pekerjaan. Kata kunci: Metode Pelaksanaan, Konstruksi, baja, proyek, pengawasa
PENGARUH PENAMBAHAN ABU BATU APUNG TERHADAP NILAI CBR LABORATORIUM
Kekuatan tanah dasar memegang peranan penting dalam mendukung daya dukung tanah. Pada perencanaan jalan raya, nilai CBR tanah dasar sangat mempengaruhi tebal perkerasan, semakin tinggi nilai CBR tanah, maka tebal perkerasan yang diperlukan semakin tipis untuk menahan beban lalu lintas. Daya dukung tanah dasar dipengaruhi oleh jenis tanah. Tanah lempung merupakan tanah yang kohesifitas besar yang mengakibatkan fluktuasi kembang susut yang relatif besar. Salah satu cara penanganannya, dengan melakukan perbaikan tanah atau stabilitas tanah. Stabilitas tanah menggunakan abu batu apung merupakan bahan stabilisasi yang tergolong ekonomis karena bahan ini mudah didapatkan serta mengandung silika sebagai bahan stabilisasi.Dari hasil penelitian terjadi peningkatan nilai CBR dengan penambahan abu batu apung pada variasi campuran 2% dan 4% dengan peningkatan terbesar terjadi pada variasi campuran 4% dimana nilai CBR tanah asli sebesar 15.23% meningkat menjadi 23.34%. Dan pada penambahan abu batu apung sebesar 6% terjadi penurunan nilai CBR tanah menjadi 21.79%. Kata Kunci: Tanah Lempung, Batu Apung, CBR, Stabilitas Tana
ANALISIS NERACA AIR SUNGAI BIYONGADI TITIK BENDUNG HULUDUPITANGO KABUPATEN GORONTALO
Bendung Huludupitango memanfaatkan air dari Sungai Biyonga untuk mengairi lahan irigasi seluas 1.150 ha sawah fungsional di daerah irigasi desa Biyonga dan sekitarnya. Akan tetapi, pada musim kemarau debit di Bendung Huluputango mengalami penurunan sehingga tidak mampu menyuplai air secara maksimal untuk kebutuhan irigasi yang menyebabkan para petani mengalami kerugian akibat gagal panen. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan studi mengenai analisis neraca air untuk melihat keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air di DAS Biyonga. Analisis neraca air dilakukan dengan membandingkan ketersediaan dan kebutuhan air di DAS Biyonga agar dapat diketahui apakah jumlah air mengalami kelebihan ataupun kekurangan. Ketersediaan air dihitung menggunakan metode NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) dengan masukan data curah hujan, evapotranspirasi dan parameter DAS untuk mencari debit andalan Q80% dan ketersediaan air untuk pemeliharaan sungai Q95%. Kebutuhan air yang dihitung adalah kebutuhan air untuk lahan irigasi.Hasil dari analisis neraca air menunjukan bahwa ketersediaan air di DAS Biyongatidak mampu memenuhi kebutuhan air untuk lahan irigasi di sekitar DAS Biyonga. Masa tanam yang digunakan perlu disesuaikan sehingga ketersediaan air dapat memenuhi kebutuhan lahan irigasi untuk lahan fungsional. Kata Kunci: DAS Biyonga, Bendung Huludupitango, Metode NRECA, Neraca Ai
PERBANDINGAN PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI LAUT PERAHU TAKSI DAN KAPAL FERRI (Studi Kasus : BITUNG-LEMBEH)
Transportasi laut memiliki peran yang sangat penting bagi negara kepulauan untuk menghubungkan satu daerah ke daerah lainnya, Kota Bitung adalah salah satu kota yang mempunyai transportasi laut yaitu kapal ferri dan perahu taksi untuk menghubungkan Kota Bitung dan Pulau Lembeh. Transportasi yang efektif, aman dan nyaman merupakan alasan responden untuk memilih moda transportasi yang akan digunakan dalam mencapai tempat tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik penumpang menggunakan kapal ferri dan perahu taksi, variabel apa saja yang dapat mempengaruhi pemilihan moda antara kapal ferri dan perahu taksi dan probabilitas terpilihnya kapal ferri dan perahu taksi, sehingga penelitian ini dapat bermanfaat bagi penyedia jasa dan pemerintah sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk menangani permasalahan transportasi laut.Pemilihan moda merupakan model penting didalam perencanaan transportasi laut angkutan umum. Hal ini dikarenakan kunci dari angkutan umum dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas system pergerakan dalam suatu system transportasi laut. Faktor-faktor yang mempengaruhi seorang dalam memilih suatu moda transportasi yaitu karakteristik pelaku perjalanan, karakteristik perjalanan, dan karakteristik system transportasi.Survei dilakukan terhadap 300 responden dengan memberikan kuesioner yang berisi karakteristik perjalanan dengan menggunakan metode stated preference sebagai metode pendekatan untuk mensurvei suatu preferensi, lalu diolah dengan analisa regresi berganda untuk mendapatkan hubungan kuantitatif antara sekumpulan atribut dan responden hingga mendapatkan utilitas dan probabilitas dengan melakukan permodelan logit binomial.Hasil penelitian yang didapat yaitu karakteristik berdasarkan tujuan melakukan perjalanan adalah 58% untuk pariwisata dan 17% untuk dinas, untuk pendidikan responden didominasi oleh tamatan SMA sebesar 44% dan S1 26%, didapat juga karakteristik berdasarkan pendapatan yang belum berpenghasilan adalah sebesar 42%. Sehingga didapat faktor perbandingan melalui karakteristik adalah banyak yang memilih kapal ferri sebagai moda transportasi paling aman nyaman dan efektif, sebesar 80% tetapi moda yang paling sering digunakan adalah perahu taksi sebesar 66%. Yang berpengaruh besar dalam pemilihan moda adalah waktu tunggu sehingga banyak responden menggunakan perahu taksi dari pada kapal ferri yang waktu tunggunya cenderung lama. melalui model analisa regresi linier R2 yang didapatkan adalah 0,69520684. Kata Kunci:Pemilihan Moda, kapal ferri, perahu taksi, logit binomial
METODE PELAKSANAAN PENGECORAN PLAT LANTAI BONDEK GEDUNG OFFICE AND DISTRIBUTION CENTRE PT. SUKANDA JAYA AIRMADIDI – MINAHASA UTARA
Konstruksi adalah merupakan suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana. Dalam pelaksanaannya sangat diperlukan suatu metode pelaksanaan konstruksi yang baik. Dilatarbelakangi pentingnya penerapan suatu metode dalam pelaksanaan pekerjaan, tulisan ini membahas bagaimana metode/cara pelaksanaan yang diterapkan pada pekerjaan pengecoran plat lantai bondek pada proyek konstruksi pembangunan gedung Office & Distribution Centre, PT.Sukanda Jaya Airmadidi – Minahasa Utara.Tipe penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif dengan pendektan kualitatif, tipe ini berupaya menggambarkan suatu kejadian sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan, data yang dihasilkan berupa kata – kata tertulis. Dengan melihat hasil analisa, kesimpulannya yaitu : Metode kerja pengecoran plat lantai dengan menggunakan bondek lebih efisien jika dibandingkan dengan metode konvensionl. Untuk waktu pekerjaan lebih efiesien, karena tidak perlu lagi pemasangan dan pembongkaran bekisting multipeks karena bondek telah menggantikan fungsi bekisting. Perancah diperlukan hanya saat pengecoran untuk menopang agar tidak terjadi penurunan. Penggunaan bondek juga lebih praktis dikarenakan bisa disesuaikan langsung dengan kebutuhan. Kata kunci: Metode Pelaksanaan Konstruksi, Plat Lantai Bondek, Metode Kerja Pengecoran Plat Bonde