JURNAL SIPIL STATIK
Not a member yet
817 research outputs found
Sort by
METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI PENGECORAN PLAT LANTAI PADA PROYEK PEMBANGUNAN LUWANSA HOTEL AND CONVENTIONS JL. PUMOROW KEC. WANEA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA
Konstruksi adalah merupakan suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana. Dalam pelaksanaannya sangat diperlukan suatu metode pelaksanaan konstruksi yang baik. Dilatar belakangi pentingnya penerapan suatu metode dalam pelaksanaan pekerjaan, tulisan ini membahas bagaimana metode/cara pelaksanaan yang diterapkan pada pekerjaan pengecoran plat lantai konvensional pada proyek konstruksi pembangunan gedung luwansa hotel and conventions jl. Pumorow manado provinsi Sulawesi utara. Tipe penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif dengan pendektan kualitatif, tipe ini berupaya menggambarkan suatu kejadian sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan, data yang dihasilkan berupa kata – kata tertulis. Berdasarkan analisa pekerjaan, metode konvensional ini mudah dan umum dalam pengerjaan di lapangan, mudah dibentuk dalam berbagai penampang, perhitungannya relatif mudah dan umum, juga sambungan balok,kolom dan plat lantai bersifat monolit (terikat penuh).  Kata kunci: Metode Pelaksanaan Konstruksi, Plat Lantai konvensiona
ANALISIS GELOMBANG KEJUT PADA LENGAN PERSIMPANGAN BERSINYAL (STUDI KASUS: JL. SAM RATULANGI – JL. BABE PALAR)
Pergerakan kendaraan di persimpangan adalah permasalahan transportsi yang paling sering dijumpai. Lampu lalu lintas merupakan sarana lalu lintas yang digunakan untuk mengatur pergerakan kendaraan pada persimpangan. Selain itu lampu lalu lintas juga membantu untuk mengurangi terjadinya kecelakaan. Lampu lalu lintas juga dapat menjadi pengaruh terjadinya kemacetan akibat lamanya fase lampu lalu lintas berwarna merah, seperti yang terjadi di persimpangan bersinyal Jl. Sam Ratulangi - Jl. Babe Palar pada lengan yang akan kearah rike yang sering terjadi antrian kendaraan yang disebabkan oleh lampu lalu lintas.Nilai panjang antrian diperoleh dengan menggunakan metode Analisis Gelombang Kejut. Data yang diambil langsung di lapangan seperti, volume, kecepatan kendaraan dan durasi lampu lalu lintas. Lalu kemudian data yang diperoleh dihitung nilai kepadatan untuk mencari model matematis antara volume, kecepatan dan kepadatan. Model yang digunakan adalah Greenshield, Greenberg, dan Underwood, model yang akan terpilih adalah yang memiliki angka koefisien determinasi (  ) tertinggi dan memiliki kriteria yang tepat.Model yang terpilih untuk menghitung gelombang kejut adalah model Greenshield dengan nilai  adalah 0.8037 pada hari sabtu, 18 Januari 2020 dengan hubungan kecepatan dan kepadatan S= 58,987 – 0,8406 D , hubungan volume dan kepadatannya adalah V = 58,987 – 0,8406, dan hubungan volume dan kecepatannya adalah V = 67,793 – 1,189. Nilai gelombang kejut yang diperoleh untuk gelombang kejut bergerak mundur dalah -16.022 km/jam ; gelombang kejut mundur pemulihan adalah -28.4935 km/jam dan gelombang kejut gerak maju adalah 12.471 km/jam. Pengaruh lampu lalu lintas  dengan siklus lampu lalu lintas berwarna merah selama 55 detik yang membuat panjang antrian maksimum kendaraan sepanjang 324,359 meter. Kata Kunci: Lampu Lalu Lintas, Persimpangan Bersinyal, Gelombang Kejut, Greenshiel
KINERJA RUAS DAN SIMPANG JALAN DI DEPAN MEGA TRADE CENTER DI KOTA MANADO
Kota Manado sebagai kota sentral ekonomi di daerah Sulawesi Utara adalah kota yang mempunyai perkembangan pembangunan yang pesat, terutama terjadi di beberapa sektor, seperti: perdagangan, jasa, pendidikan dan transportasi. Kondisi ini, secara tidak langsung mengakibatkan beberapa masalah lalu lintas, seperti terjadinya kemacetan lalu lintas di jalan Piere Tendean dan simpang jalan Sam Ratulangi 12 pada jam-jam tertentu. Permasalahan tersebut merupakan topik penelitian ini.Untuk dapat memahami masalah di atas maka perlu mengetahui volume, kapasitas, tingkat kepadatan dan derajat kejenuhan pada lokasi penelitian dan menganalisa tingkat pelayanan ruas dan simpang jalan Piere Tendean depan MTC di kota manado dengan menggunakan metode MKJI 1997.Pengambilan data primer dilakukan secara langsung di lokasi penelitian yaitu, data geometrik, volume kendaraan, kecepatan kendaraan. Data sekunder yang dibutuhkan, seperti; peta lokasi dan data jumlah penduduk, didapatkan dari instansi terkait. Analisis data menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Survey dilakukan selama 3 hari yaitu kamis, sabtu dan senin pada jam 06:00 WITA sampai 21:00 WITA. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa, volume kendaraan tertinggi terjadi pada hari Sabtu di ruas jalan Piere Tendean yaitu sebesar 2545 smp/jam, dengan kecepatan arus bebas kendaraan 42,86 km/jam. Kapasitas 4109,985 smp/jam, derajat kejenuhan 0,62 dan tingkat pelayanan C dan kecepatan tertinggi sebesar 45,14 km/jam dan kecepatan terendah sebesar 25,41 km/jam. Volume tertinggi pada simpang jalan Sam Ratulangi 12 yaitu sebesar 2905,6 smp/jam, dengan kapasitas 4862,56 smp/jam, derajat kejenuhan 0,60 dengan tingkat pelayanan C. Kata Kunci: Volume, Kapasitas, Kecepatan Tempuh, Tingkat Pelayana
ANALISIS PERKUATAN EMBANKMENT PADA TANAH BERPOTENSI LIKUIFAKSI AKIBAT GEMPA DENGAN MENGGUNAKAN IJUK
Tanah dasar berperan penting dalam pekerjaan-pekerjaan teknik sipil, yang berpengaruh untuk mendukung konstruksi yang berada di atasnya. Salah satu dampak yang disebabkan oleh gempa bumi adalah hilangnya daya dukung tanah akibat getaran gempa atau beban siklik yang disebut dengan peristiwa Likuifaksi. Area jln tol Manado-Bitung dievaluasi potensi Likuifaksi dengan menggunakan nilai uji Standard Penetration Test (SPT). Berdasarkan evaluasi potensi Likuifaksi, area jln tol Manado-Bitung berpotensi Likuifaksi. Oleh karena itu dilakukan penelitian perkuatan pada tanah dengan menambahkan material serat ijuk pada tanah yang berpotensi Likuifaksi.  Dari hasil perhitungan potensi Likuifaksi pada Moment Magnitude (Mw) 7 – 8 dengan kedalaman 1.5 m – 4.5 m adanya terjadi potensi Likuifaksi dengan kecepatan maksimum yang terjadi di permukaan tanah (amax) = 0.746g. Hasil pengujian di laboratorium yang dilakukan dengan menggunakan Serat Ijuk sebagai Perkuatan tanah menunjukkan adanya peningkatan nilai daya dukung dengan peningkatan terbesar pada variasi campuran tanah+ijuk 0.2% di mana nilai CBR tanah asli sebesar 17.474% menigkat menjadi 24.402%. Di lihat dari output hasil pemodelan menggunakan program slide 6.0 yaitu serat ijuk tidak cukup signifikan untuk membuat perkuatan dengan nilai faktor keamanan menggunakan serat ijuk sebesar 5.767 dan nilai faktor keamanan tanpa menggunakan serat ijuk yaitu 5.358. Kata Kunci: Likuifaksi, Standart Penetration Test (SPT), CBR, Serat Ijuk, Slide
PERENCANAAN KONSTRUKSI BETON BERTULANG UNTUK GEDUNG PARKIR
Dalam merencanakan suatu struktur bertingkat di wilayah rawan gempa, diwajibkan untuk menggunakan sistem struktur yang tepat agar struktur tersebut mampu menahan beban – beban yang bekerja terhadapnya dan beban gempa. Sistem struktur yang digunakan dalam merencanakan struktur tahan gempa adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Oleh sebab itu, dalam merencanakan suatu gedung parkir perlu menggunakan SRPMK dimana struktur akan dirancang agar bersifat daktail atau fleksibel sehingga bisa merespon beban yang diakibatkan oleh gempa.Struktur gedung yang direncanakan memiliki 4 lantai, dengan ukuran bangunan 62.01 x 32.26 x 12.8 m dan direncanakan dibangun dikota Manado. Komponen struktur yang direncanakan adalah komponen struktur atas yang terdiri dari balok, kolom dan pelat serta komponen struktur bawah yang merupakan pondasi. Peraturan perencanaan mengacu pada SNI 1726:2012 (Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung), SNI 1727:2013 (Beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain) dan SNI 2847:2013 (Persyaratan beton structural untuk bangunan gedung). Struktur dianalisis menggunakan program ETABS 2016, hasil analisis kemudian dihitung untuk memenuhi syarat SRPMK.       Berdasarkan hasil analisis dan desain terhadap struktur gedung parkir tersebut, komponen struktur yang telah didesain penulanganannya telah memenuhi syarat SRPMK. Untuk variasi ukuran balok 600 mm x 300 mm, 500 mm x 250 mm dan 400 mm x 250 mm. Untuk variasi ukuran kolom dipakai 600 mm x 600 mm untuk struktur gedung parkir utama dan kolom bulat dengan diameter 600 mm untuk penopang struktur ramp. Untuk variasi pelat dipakai tebal 150 mm untuk struktur gedung parkir utama, sedangkan tangga, bordes dan pelat ramp menggunakan pelat dengan tebal 120 mm. Untuk struktur bawah, dipakai pondasi bored pile dengan diameter 600 mm dengan Pile Cap ukuran 1600 mm x 1600 mm x 1000 mm. Elemen struktur yang didesain mampu menahan gaya lentur dan gaya geser yang bekerja pada struktur sehingga menghasilkan struktur yang daktail. Kata Kunci: Perencanaan Gedung, Gedung Parkir, SRPMK, Daktai
OPTIMALISASI KOMPOSISI TIPE RUMAH PADA PENGEMBANGAN PERUMAHAN PURI KELAPA GADING
Rumah merupakan kebutuhan dasar bagi manusia. Seiring dengan bertambahnya penduduk mengakibatkan kebutuhan akan tempat tinggal juga meningkat sehingga banyak pengembang bermunculan membagun perumahan dan menyediakan tempat tinggal mulai dari tipe rumah sangat sederhana sampai tipe rumah mewah. Salah Satu pengembang perumahan di Kota Manado adalah PT. Cakra Buana Megah yang menawarkan empat tipe rumah, yaitu tipe rumah 98/300, tipe rumah 78/180, tipe rumah 58/180 dan tipe rumah 48/144. Untuk mendapatkan jumlah yang optimal dari setiap rumah yang akan dibangun serta keuntungan yang sesuai dengan batasan-batasan yang tersedia, maka dibentuk model optimalisasi untuk menghitung berapa jumlah masing-masing tipe rumah yang akan dibangun dengan menggunakan metode simpleks dan pogram komputer POM QM for Windows. Hasil analisis menunjukkan optimal jumlah rumah yang akan dibangun pada setiap tipe yaitu yaitu tipe rumah 98/300 sebanyak 5 unit, tipe rumah 78/180 sebanyak 26 unit, tipe rumah 58/180 sebanya 47 unit dan tipe rumah 48/144 sebanyak 63 unit dan mendapatkan keuntungan maksimal yang diperoleh dari Perumahan Puri Kelapa Gading sebesar Rp. 17.892.000.000,-Â Kata Kunci : Perumahan, Optimalisasi, Metode Simpleks, POM QM for Window
ANALISA KESTABILAN BANGUNAN EMBUNG NUNUKA 1
Embung or can also be called a small dam is one of the buildings of water resources that can function to accommodate water, water conservation efforts, and can also control flooding even on a small scale. Some criteria for a shelter building are included in the embung criteria, including building height <15 meters calculated from the foundation to the highest elevation of the building and also the amount of water storage caused by construction is less than 500,000 thousand.Nunuka Embankment is one of the efforts carried out in order to overcome water shortages in East Bolangitang Sub district, where water deficits were identified in terms of needs and the availability of water in the sub-district.In order to avoid disasters caused by failure factors, embung buildings need to be reviewed for failure factors that are likely to occur similar to those used in potential failures in the construction of dams in general, namely building failure caused by the influence of hydrology and hydraulics, building failure caused because of the influence of water seepage, and building failure caused by the influence of the structure itself.In this thesis, the author has conducted an analysis using the parameters C (cohesion), Permeability (k), Poisson Ratio (n), Ø (shear angle), gsat (gamma saturated), E (modulus of elasticity) and gunsat (gamma unsaturated) to calculate the potential for embung failure in terms of failure due to water seepage in the body of the reservoir and failure caused by the influence of the embung structure itself. Application Plaxis 8.5 is a tool used by the author to conduct a review of building safety factors, seepage that occurs in buildings and decreases that occur in dams in several scenarios then compared with the results of the same review using the Geostudio application. Keywords: Embung, Small Dam, Nunuka Embankment, Small Dam Stability, Safety Facto
PENGARUH CAMPURAN KAPUR DAN SERBUK ARANG TEMPURUNG KELAPA UNTUK MENINGKATKAN KUAT GESER TANAH LEMPUNG
Kekuatan tanah memiliki peran penting dalam memikul beban guna menunjang kestabilan struktur bangunan dimana tanah sebagai dasar kekuatan yang harus memiliki kapasitas dukung dan kuat geser yang tinggi. Dalam penelitian ini dilakukan dengan serangkaian pengujian di laboratorium untuk mendapatkan sifat fisik tanah asli dan dilakukan pengujian triaksial dengan metode Unconsolidated Undranied (UU test/quick test) untuk mengukur kuat geser dengan kombinasi kapur 5% dan variasi arang tempurung kelapa 1% sampai 4%.Hasil pengujian karakterisitik tanah yang diperoleh berdasarkan klasifikasi USCS yaitu jenis tanah pasir berlempung dan untuk hasil kuat geser terbesar pada variasi kapur 5% tambah serbuk arang tempurung kelapa 2% yaitu sebesar 5.561 kg/cm2. Dari hasil di atas menunjukkan bahwa nilai parameter kuat geser naik setelah menggunakan campuran kapur dan serbuk arang kelapa. Dan untuk hasil analisis statistik pengaruh campuran kapur dan serbuk arang kelapa terhadap tanah asli memiliki hasil yang bersifat tidak signifikan terhadap kohesi, sudut geser tanah, dan kuat geser. Hal ini dibuktikan dengan harga F empiris yang ada lebih kecil dari F teoritis.Kata Kunci: Kapur, Serbuk Arang Tempurung Kelapa, Triaksial, F empiris, F teoritis
PERENCANAAN STRUKTUR BETON BERTULANG GEDUNG KULIAH 5 LANTAI
Struktur bangunan bertingkat banyak rawan terhadap gaya lateral, terutama akibat beban gempa. Perencanaan struktur gedung bertingkat di daerah dengan potensi kegempaan yang tinggi perlu dilakukan dengan memperhitungkan beban lateral akibat gempa tersebut. Kota Manado termasuk daerah dengan potensi kegempaan yang cukup tinggi.  Oleh karena itu perencanaan Gedung Kuliah Fakultas Teknik Unsrat Manado yang berlantai 5 akan dilakukan dengan memperhitungkan aspek kegempaan tersebut agar struktur bangunan tahan terhadap gempa.Perencanaan meliputi komponen struktur gedung beton bertulang menggunakan metode sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK), serta mengacu pada peraturan SNI 2847-2019 dan SNI 1726-2019. Pemodelan, analisis, dan desain struktur menggunakan bantuan program ETABS 2017.Berdasarkan hasil analisis dan perencanaan yang dilakukan pada bangunan gedung ruang kuliah 5 lantai Fakultas Teknik Unsrat Manado, dimensi elemen-elemen struktur yang direncanakan (balok 350 x 650 mm, 300 x 400 mm, 200 x 350 mm dan kolom 500 x 500 mm, 400 x 400 mm) telah memenuhi kriteria penampang untuk sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK), yaitu Strong Column Weak Beam, tahan terhadap geser dan telah memenuhi syarat–syarat pendetailan untuk mendapatkan struktur yang bersifat daktail. Kata kunci: struktur, beban gempa, SRPMK, daktail, gaya lateral, ETAB
ANALISIS DEBIT BANJIR DAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI WARAT DI DESA WARUKAPAS KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA
Salah satu bencana alam yang sering terjadi pada saat musim penghujan adalah banjir. Sungai Warat merupakan salah satu sungai di Kabupaten Minahasa Utara yang mengalir melewati Desa Warukapas, Kecamatan Dimembe. Letak Sungai Warat yang mengalir melewati kawasan perkampungan memerlukan perhitungan debit banjir dan elevasi tinggi muka air. Dalam penelitian ini dilakukan perkiraan besaran debit banjir rencana di Sungai Warat dengan metode Perbandingan Luas DAS. Simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang ditinjau menggunakan program HEC-RAS versi 4.1.0. Sungai Warat memiliki luas DAS 5,454 km2. Data debit yang digunakan berasal dari tempat pengukuran debit Sungai Talawaan dengan debit terukur sepanjang 10 tahun dari tahun 2007, 2010 sampai tahun 2018. Karena data debit terukur berada di sungai utama yang sama dengan lokasi penelitian, maka debit terukur di titik penelitian Sungai Warat dapat diperkirakan dari data debit terukur Sungai Talawaan dengan menggunakan metode Perbandingan Luas DAS. Setelah mendapatkan data debit terukur di Sungai Warat, dilakukan analisis frekuensi debit menggunakan distribusi Log Pearson III untuk mendapatkan debit banjir rencana dengan kala ulang 5, 10, 50 dan 100 tahun. Debit puncak hasil perhitungan setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada penampang STA 0+75 sampai STA 0+200 pada kala ulang 5 tahun; STA 0+125 sampai STA 0+200 pada kala ulang 10 tahun; STA 0+75 sampai STA 0+200 pada kala ulang 50 tahun; dan STA 0+75 sampai STA 0+200 pada kala ulang 100 tahun terjadi luapan karena elevasi tinggi muka air melebihi tinggi tebing sungai pada penampang yang ditinjau. Kata kunci: Sungai Warat, Debit Banjir Rencana, Tinggi Muka Air, HEC-RA