JURNAL SIPIL STATIK
Not a member yet
    817 research outputs found

    PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK CANGKANG KEONG SAWAH SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN TERHADAP NILAI MODULUS ELASTISITAS

    Full text link
    Penelitian ini mencoba memanfaatkan limbah cangkang keong sawah karena komposisi cangkang keong sawah banyak mengandung kalsium karbonat. Kalsium fosfat, silikat magnesium karbonat, besi dan zat organic lainnya membentuk sisa komposisi protien structural dan senyawa fosfor sama halnya dengan komposisi semen yang banyak mengandung kalsium, dan silikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah cangkang keong sawah sebagai bahan pengganti sebagian semen terhadap nilai modulus elastisitas. Metode ACI 211.1-91 digunakan untuk menghitung komposisi campuran beton. Menggunakan benda uji berbentuk silinder berdiameter 10 cm dan tinggi 20 cm. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 14 dan 28 hari, sedangkan untuk pengujian modulus elastisitas menggunakan 3 rumus yaitu, ASTM C 469-94,SK SNI T-15-1991-03,ACI 363-92 dilakukan pada umur 28 hari. Dengan variasi 0%, 5%, 10%, 15%, 25% dari volume semen. Jumlah benda uji 30 silinder, dengan setiap variasi 6 silinder.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan pada beton normal adalah 23,96 MPa pada umur 14 hari dan 26,55 MPa pada umur 28 hari. Pada beton variasi serbuk cangkang keong 5% menghasilkan  kuat tekan optimum sebesar 24,75 MPa pada umur 14 hari dan 27,61 MPa pada umur 28 hari, dengan kenaikan kuat tekan beton sebesar 10,81% pada umur 14 hari dan 14,83% pada 28 hari. Nilai modulus elastisitas untuk beton normal pada umur 28 hari dengan menggunakan rumus ASTM C 469 – 9 adalah  29859,01 MPa 4, sedangkan  kalau menggunakan rumus SK SNI T-15-1991-03 adalah 24216,02 MPa, ,dan menggunakan rumus ACI 363-92 hasilnya adalah  24005,79 MPa. Variasi serbuk cangkang keong sawah 5% pada umur 28 hari menghasilkan modulus elastisitas sebesar  31508,84 MPa (menggunakan rumus ASTM C 469 – 94), 25054,42 MPa( menggunakan rumus SK SNI T-15-1991-03),dan 24598.02 MPa (menggunakan rumus ACI 363-92). Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan nilai modulus elastisitas berbanding lurus dengan kenaikan nilai kuat tekan. Keywords: Modulus Elastisitas, Kuat Tekan, Limbah Cangkang Keong Sawah, Substitusi Semen, CKS

    PERUBAHAN GARIS PANTAI GIRIAN BAWAH KOTA BITUNG AKIBAT GELOMBANG

    Full text link
    Indonesia merupakan negara kepulauan dan maritim yang memiliki tidak kurang 17.504 yang sudah di submisi ke PBB sejumlah 16.671 (2018) dengan panjang garis pantai  108.000 km. Kerusakan ini diakibatkan oleh faktor alam dan proses dinamika pantai yang menimbulkan kekuatiran bagi masyarakat di pesisir pantai tersebut.  Oleh karena itu dalam pengembangan dan pengamanan daerah pesisir serta perlindungan penduduk maka perlu mengetahui karakteristik gelombang yang terjadi di pantai tersebut. Dalam penelitian ini perlu dilakukan pendekatan teori dan analisis  untuk menghasilkan uraian mendalam terkait penyelesaian masalah gelombang di pesisir pantai Girian Bawah dengan penerapan  ilmu teknik sipil untuk mengetahui perubahan garis pantai akibat gelombang dengan dukungan software GENESIS CEDAS. Berdasarkan analisa yang dilakukan setelah membangkitkan data gelombang dari data angin, menginput data bathimetri dan data gelombang kedalam sotware Genesis Cedas, melakukan pemodelan kemudian “Run Animation & Run Output “  didapatkan hasil peramalan “ shoreline “ untuk 5 dan 10 tahun. Hasilnya mengalami abrasi dan juga sedikit sedimentasi dibeberapa titik. Diharapkan penelitian ini menjadi kajian alternatif dalam mengetahui perubahan garis pantai yang di akibatkan oleh abrasi.   Kata Kunci : Perubahan Garis Pantai, Genesis Ceda

    TINJAUAN KAPASITAS PENAMPANG TERHADAP BANJIR RENCANA DI SUNGAI KARIS KECAMATAN SONDER KABUPATEN MINAHASA

    Full text link
    Sungai Karis yang  berada di kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara merupakan sungai dengan luas DAS 8,1 km2. Pada saat musim penghujan dengan intensitas yang tinggi sungai Karis memiliki potensi terjadi banjir. Banjir yang terjadi pada tahun 2017 lalu sangat merugikan, selain merendam rumah warga, banjir juga merusak lahan pertanian dan lahan peternakan warga. Perlu dilakukan analisis untuk mendapatkan data debit banjir dan kapasitas tampung sungai Karis. Analisis dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan metode Log Pearson III. Adapun data hujan yang digunakan berasal dari 1 pos hujan dan 1 pos klimatologi, yaitu pos hujan MRG Ranowangko Tara - Tara dan 1 pos Klimatologi Tondano - Paleloan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum dari tahun 2010 s/d 2019. Pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Service dan SCS Curve Number (CN). Aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan program komputer HEC-HMS. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow, dan ratio to peak. Kalibrasi dilakukan dengan menggunakan uji koefisien determinasi dengan memperhatikan nilai koefisien determinasi yang > 0,6 dianggap sudah bisa memenuhi untuk tingkat kemiripan. Hasil kalibrasi didapat 0,650 (memenuhi). Dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang terukur. Hasil simulasi program HEC-RAS menunjukkan penampang melintang di titik kontrol 5 m arah hilir jembatan Sonder - Rambunan pada sta 0+150, sta 0+125, dan sta 0+100 masih dapat menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana. Untuk sta 0+75 dan sta 0+50 tidak dapat menampung debit banjir kala ulang 50 tahun dan 100 tahun. Sedangkan untuk sta 0+25 dan sta 0+0 tidak mampu menampung debit banjir untuk kala ulang banjir 25 tahun, 50 tahun, dan 100 tahun.   Kata Kunci: Sungai Karis, Debit Banjir, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RA

    ANALISIS KAPASITAS PENAMPANG SUNGAI LONDOLA TILAWAT KECAMATAN TOMBATU UNTUK PENGENDALIAN BANJIR

    Full text link
    Sungai Londola Tilawat adalah salah satu sungai di Desa Tombatu yang sering meluap dan membanjiri beberapa daerah yang dilewati oleh sungai Londola Tilawat. Luapan air dari sungai Londola Tilawat menimbulkan kerugian bagi warga yang tinggal di sekitar sungai maupun pengguna jalan raya. Oleh karena itu dalam mengantisipasi banjir yang kemungkinan akan terjadi kelak, dibutuhkan data debit banjir dan tinggi muka air untuk penyesuaian penampang sungai Londola Tilawat.Analisis dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan metode Log Pearson III. Adapun data hujan yang digunakan berasal dari pos hujan Molompar. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum dari tahun 2009 s/d 2018. Setelah didapat besar hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) akan menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji koefisien determinasi (r²). Dalam kalibrasi ini, parameter yang akan dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS.Hasil uji koefisien determinasi (r²) menunjukan nilai 0,897. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan untuk penampang STA 0+25 masih mampu menampung debit banjir untuk kala ulang 5 tahun. Selain itu semua penampang di Sungai Londola Tilawat yang ditinjau sudah tidak mampu menampung debit banjir untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun.Kata kunci: Sungai Londola Tilawat, Debit Banjir, Elevasi Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RA

    ANALISIS PERCEPATAN PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE “WHAT IF” (Studi Kasus: Pembangunan Biara Susteran Ursulin-Onolimbu, Nias Barat)

    Full text link
    Dalam pembangunan suatu proyek konstruksi, perlu dilakukan perencanaan yang matang agar pelaksanaan pembangunan proyek tersebut dapat berjalan dengan baik. Pembatasan atau kendala ini menghambat kemajuan proyek konstruksi. Diharapkan tidak ada kendala yang mempengaruhi waktu konstruksi selama proses pelaksanaan. Salah satu metode crash yang akan digunakan adalah analisis “what if”, yang digunakan untuk mensimulasikan keterlambatan dalam model CPM atau jalur kritis. Analisis ini digunakan untuk memprediksi adanya keterlambatan dalam proses implementasi. Oleh karena itu, jika terjadi keterlambatan kerja, pekerjaan sebelumnya atau pekerjaan berikutnya yang terkena jalur kritis harus dipercepat, yaitu dengan meningkatkan total waktu kerja yang dapat dilakukan untuk memenuhi rencana awal. Untuk mempercepat waktu penyelesaian pekerjaan maka perlu dilakukan penambahan jam kerja (lembur) atau penambahan tenaga, peralatan dan biaya. Adapun durasi total proyek berdasarkan time schedule adalah 230 hari. Sedangkan, durasi total yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek setelah dilakukan peninjauan terhadap salah satu waktu aktivitas yakni pada aktivitas A yang mengalami asumsi keterlambatan sebesar 10% adalah 221,6 hari, 20% adalah 210,3 hari, 30% adalah 209,5 hari, 40% adalah 199,2 hari, dan 50% adalah 232,5 hari.   Kata Kunci:   Time Schedule, Crashing, Analisis “What If”, Metode CPM, Penambahan Jam Kerj

    PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA ERIS KECAMATAN ERIS KABUPATEN MINAHASA

    Full text link
    Air adalah unsur penting dalam kelangsungan hidup semua mahluk. Masyarakat Desa Eris memanfaatkan mata air untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti MCK, aktifitas pertanian dan lain sebagainya. Aktivitas masyarakat desa dilakukan di rumah dengan cara mengambil air dari mata air. Kendalanya jarak dari pemukiman warga menuju ke mata air sangat jauh dan kondisi jalan menuju ke mata air sangat rusak yang mengakibatkan warga sulit memperoleh air bersih.  Sistem penyediaan air bersih di Desa Eris direncanakan untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2029. Untuk memprediksi jumlah kebutuhan air bersih, proyeksi jumlah penduduk menggunakan analisis regresi linier.  Hasil survey dan analisis menunjukkan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk Desa Eris hingga tahun rencana 2029 adalah 2826 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 2,369 liter/detik dan kebutuhan air jam puncak sebesar 3,554 liter/detik. Sumber air yang digunakan berasal dari mata air dengan debit sesaat sebesar ±4,92 liter/detik, lebih besar dari debit kebutuhan air. Dalam perencanaan ini untuk menangkap air dari mata air dibuat bronkaptering dan kemudian air dialirkan melalu pipa transmisi dan pipa distribusi. Perpipaan dihitung dengan menggunakan persamaan Hazen-Williams dengan menggunakan pipa HDPE, diperoleh ukuran pipa transmisi dan distribusi sebesar 2,5â€. Untuk melayani kebutuhan air bersih penduduk Desa Eris sampai tahun 2029, dibutuhkan 15 Keran Umum.  Kata Kunci: Sistem Penyediaan Air Bersih, Penduduk, Debit, Bronkaptering, Transmisi, Distribusi, Hazen-Williams, Kran Umu

    PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA TONDEI II KECAMATAN MOTOLING BARAT KABUPATEN MINAHASA SELATAN

    Full text link
    Desa Tondei II, terletak di Kecamatan Motoling Barat Kabupaten Minahasa Selatan. Penduduk Desa Tondei II pada tahun 2020 berjumlah 1121 jiwa. Desa Tondei II memliki potensi mata air, namun belum dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena itu perlu direncanakan suatu sistem penyediaan air bersih agar dapat memenuhi kebutuhan air penduduk. Sistem penyediaan air bersih di Desa Tondei II direncanakan untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2030. Untuk memprediksi jumlah kebutuhan air bersih maka digunakan proyeksi jumlah penduduk dengan analisis regresi. Hasil survey dan analisis menunjukkan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk Desa Tondei II hingga tahun rencana 2030 adalah 1252 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 1,280 liter/detik. Sumber air yang digunakan berasal dari mata air dengan debit sebesar 2,1 liter/detik, lebih besar dari kebutuhan air total. Karena elevasi mata air lebih tinggi dari Lokasi Desa maka digunakan sistem pengaliran gravitasi. Dalam perencanaan ini untuk menangkap air dari mata air dibuat bronkaptering dan kemudian air dialirkan melalu pipa transmisi ke Bak Pelepas Tekan. Perpipaan dihitung dengan menggunakan persamaan Hazen-Williams dan menggunakan pipa HDPE. Untuk melayani kebutuhan air bersih penduduk Desa Tondei II sampai tahun 2030, dibutuhkan 13 Keran Umum. Kata Kunci: Desa Tondei II, Air Bersih, Sistem Penyediaan, Pengaliran Gravitasi

    PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KELURAHAN TARATARA 3 KECAMATAN TOMOHON BARAT KOTA TOMOHON

    Full text link
    Air adalah salah satu kebutuhan yang terpenting dari makhluk hidup yang ada di bumi ini. Mata air Po’poh adalah mata air yang berada di Kelurahan Taratara 3, akan tetapi masyarakat setempat  belum mengelolah system jaringan air bersih dengan baik juga menyeluruh.  Oleh karena itu diperlukan perencanaan untuk system penyediaan air bersih di Kelurahan Taratara 3. Penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam mendisign system penyediaan air bersih, seperti studi lapangan dan literature. Sistem penyediaan air bersih direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih di Kelurahan Taratara 3 sampai tahun 2030. Kebutuhan air bersih dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk dengan menggunakan analisis regresi linear karena memiliki nilai r (koefisien korelasi) yang paling mendekati 1.  Debit mata air sebesar 2,027 lt/det. Dari hasil perhitungan, prediksi jumlah penduduk Kelurahan Taratara 3 berjumlah 1873 jiwa pada tahun 2030, dan untuk kebutuhan air bersih mencapai 1,559 lt/det. Perencanaan sistem penyediaan air bersih yaitu menampung air dari mata air yang terletak di Kelurahan Taratara 3, kemudian dengan menggunakan pompa air akan dinaikkan ke reservoir distribusi, selanjutnya dari reservoir distribusi air akan didistribusikan ke penduduk melalui 19 Hidran Umum dengan sistem gravitasi. Jenis pipa yang digunakan adalah pipa HDPE. Untuk mendesain sistem penyediaan air bersih perpipaan menggunakan software Epanet 2.0. Secara umum, komponen sistem distribusi yang direncanakan mampu untuk melayani kebutuhan masyarakat. Kata kunci: Air Bersih, Kelurahan Taratara 3, Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih, Regresi Linea

    ANALISIS PENGGUNAAN TENAGA KERJA DAN MATERIAL PADA RUMAH TINGGAL (Studi Kasus Rumah Tinggal 2 Lantai Di Sea II Kec.Pineleng Kabupaten Minahasa)

    Full text link
    Dalam pelaksanaan proyek kontruksi, suatu perencanaan dalam hal waktu dan biaya sangat diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan kontruksi. Baik ataupun buruknya suatu perencanaan proyek kontruksi sangat berpengaruh pada pelaksanaan proyek kontruksi dilapangan. Perencanaan proyek kontruksi berfungsi sebagai alat kontrol dalam pelaksanaan proyek dilapangan agar memudahkan dalam pengawasan dan pengaturan tenaga kerja dilapangan, khususnya dalam hal pengawasan tenaga kerja, dan pengadaan material di proyek. Salah satu faktor yang mempengaruhi besarnya produktivitas pekerjaan adalah jumlah tenaga kerja, namun jumlah tenaga kerja perharinya perlu dibatasi berdasarkan kuantitas pekerjaan dan ongkos pekerjaan proyek tersebut. Dengan demikian estimasi ongkos pekerjaan perlu diketahui dari jumlah tenaga kerja yang mengerjakan suatu pekerjaan. Perhitungan estimasi material juga diperlukan agar dalam pelaksanaan pekerjaan, penggunaan material menjadi efisien dan efektif. Penelitian dilakukan dengan mencari studi literatur kemudian melakukan pengamatan di lapangan, dan menggunakan data sekunder berupa gambar kerja berdasarkan survey dilapangan, dimana hal yang diamati adalah ukuran dan volume. Dari data tersebut dapat dihitung produktivitas pekerjaan per hari dan biaya material setiap pekerjaan, sehingga didapatkan hasil analisis setiap pekerjaannya.Berdasarkan perhitungan dari hasil penelitian, dengan menggunakan koefisien tenaga kerja pada metode SNI didapatkan jumlah total tenaga kerja sebesar 1647 Orang dengan biaya Rp. 224.367.377,36., dan jumlah keseluruhan biaya kebutuhan material sebesar Rp. 412.133.993,89., dengan rencana durasi waktu pekerjaan 120 hari. Kata kunci: RAB (Rencana Anggaran Biaya), Metode SNI, Tenaga Kerja, Material, Penjadwalan Proye

    ANALISIS POTENSI LIKUEFAKSI PADA DAERAH ENDAPAN DANAU TONDANO

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi terjadinya likuefaksi di daerah endapan Danau Tondano, tepatnya di Desa Paslaten, Kecamatan Kakas. Analisis potensi likuefaksi dilakukan dengan metode Idriss dan Boulanger (2004) dengan cara menghitung perbandingan antara rasio tahanan siklik dan rasio tekanan siklik. Dimana nilai rasio tekanan siklik dan rasio tahanan siklik bergantung dari tiap parameter tanah seperti berat jenis, kadar air, fines content, tegangan tanah, dan tegangan efektif tanah juga dari parameter luar seperti magnitude gempa, dan kecepatan rambat gelombang tanah. Dilakukan uji standard penetration test di Desa Paslaten, Kecamatan Kakas untuk mengambil nilai N dari standard penetration test yang akan dipakai dalam analisis. Kemudian dilakukan pengujian di laboratorium untuk mengetahui jenis tanah dan tiap parameternya. Uji laboratorium yang dilakukan berupa pengujian analisa saringan, pengujian kadar air, dan pengujian batas-batas Atterberg. Setelah itu dilakukan analisis likuefaksi untuk mengetahui faktor kemanan dari likuefaksi terhadap magnitude gempa M=5, M=5.5, M=6, M=6.5, M=7, M=7.5. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan nilai faktor keamanan terhadap likuefaksi berada di bawah 1 terhadap magnitude gempa M=5, M=5.5, M=6, dan M=6.5 pada kedalaman 0.4 – 8 m, dan terhadap magnitude gempa M=7, dan M=7.5 faktor keamanan dibawah 1 untuk kedalaman 0.4 - 10 m. Sehingga dapat disimpulkan bahwa daerah endapan Danau Tondano di Desa Paslaten, Kecamatan Kakas memiliki potensi tinggi terjadinya likuefaksi. Kata Kunci: Endapan Danau Tondano, Likuefaksi, Standard Penetration Test

    816

    full texts

    817

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL SIPIL STATIK
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇