JURNAL SIPIL STATIK
Not a member yet
    817 research outputs found

    ANALISIS KAPASITAS PENAMPANG SUNGAI DI KELURAHAN TONA 1 KABUPATEN SANGIHE

    Get PDF
    Banjir merupakan masalah yang sangat sering terjadi di Indonesia termasuk di wilayah Kota Tahuna. Penyebab terjadinya banjir cukup beragam, diantaranya karena kurangnya daerah resapan air, pembangunan di pinggir sungai yang mengakibatkan mengecilnya penampang sungai. Sungai Buas merupakan salah satu sungai yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kecamatan Tahuna Timur. Sungai Buas adalah sungai yang debitnya berubah-rubah tiap tahunnya mengakibatkan meluapnya sungai tersebut, puncaknya terjadi pada tahun 2008 dan 2014. Meluapnya sungai Buas menggenangi pemukiman penduduk disekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan besaran debit banjir dan tinggi muka air penampang di sungai Buas di titik jembatan dekat dengan kantor Telkom Tahuna, Kelurahan Tona 1, terhadap berbagai kala ulang banjir. Penelitian ini menggunakan metode log person III. Sumber data yang digunakan adalah data-data primer dan sekunder, data curah hujan pos Kuma atau data sekunder dari kantor badan wilayah sungai.Berdasarkan hasil penelitian didapat curah hujan tinggi, kemudian dilakukan simulasi hujan aliran dengan HSS SCS menggunakan program computer HEC-HMS. Hasil dari simulasi debit puncak dimasukkan ke dalam program computer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukan bahwa penampang pada STA 0 + 73 dan 0 + 83 tidak dapat menampung debit banjir terjadi untuk kala ulang 100 tahun. Kata kunci: Debit Banjir Rencana, Kapasitas Penampang, HEC-HMS, HEC-RASÂ

    PERENCANAAN BANGUNAN BERTINGKAT BANYAK MENGGUNAKAN SISTEM FLAT SLAB DENGAN DROP PANEL

    Get PDF
    Dalam merencanakan struktur bangunan bertingkat sangat dituntut perencanaan yang aman dan efisien, dimana struktur diharapkan mampu menahan beban-beban yang ada. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang konstruksi, telah berkembang berbagai jenis sistem struktur pelat, diantaranya flat slab. Struktur bangunan yang direncanakan memiliki 12 lantai dengan ketinggian 48 m dengan luas bangunan 5184 m2 dan berfungsi sebagai kantor. Peraturan perencanaan mengacu pada SNI 1726-2012 (Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung), SNI 1727-2013 (Beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain), SNI 2843-2013 (Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung). Analisis struktur dan pemodelan menggunakan program ETABS v.17. Berdasarkan hasil analisis dari ETABS, gaya-gaya dalam yang diperoleh digunakan untuk menghitung jumlah tulangan yang dibutuhkan oleh struktur bangunan itu sendiri. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa hasil perencanan yang digunakan pada bangunan kantor dalam tugas akhir ini mampu memikul beban-beban yang bekerja di dalamnya. Kata Kunci: Perencanaan, Struktur, Bangunan Bertingkat, Flat Slab, Drop Pane

    ANALISIS KONSOLIDASI TANAH DI BAWAH BENDUNGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE AKAR WAKTU DAN METODE HYPERBOLA

    Get PDF
    Konstruksi bendungan seringkali mengalami keretakan pada dinding atau penurunan. Faktor penyebab masalah tersebut salah satunya adalah proses konsolidasi atau perubahan volume tanah yang terjadi akibat keluarnya air pori. Hal inilah yang diamati untuk mengetahui besarnya penurunan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar penurunan yang akan terjadi pada konstruksi bendungan tersebut. Untuk itu penelitian ini dilakukan dengan pemeriksaan parameter dan pengujian konsolidasi yang dimana untuk nilai Cv akan dibandingkan dan dihitung menggunakan Metode Akar Waktu dan Metode Hyperbola. Analisis koefisien konsolidasi memperlihatkan bahwa Metode Akar Waktu memberikan nilai Cv yang relatif lebih besar dibandingkan Metode Hyperbola yang diuji dalam tiga sampel tanah. Untuk jenis tanah dalam penelitian ini Metode Hyperbola lebih baik digunakan karena memberikan nilai perhitungan Cv yang kecil dimana lebih cenderung kejenis tanah lempung dan Metode Akar Waktu akan lebih cenderung kejenis tanah yang berpasir (cohesionless soil). Kedua metode tersebut dapat digunakan pada penelitian ini sedangkan untuk metode lain seperti Logaritma Waktu tidak dapat digunakan karena tidak sesuai dengan bentuk grafik yang ditentukan. Untuk penurunan konsolidasi diketahui pada sampel satu sebesar 68.074 cm, sampel dua sebesar 23.834 cm, sampel tiga sebesar 67.202 cm dan daya dukung tanah untuk sampel satu sebesar 19.587 kg/cm2, sampel dua sebesar 23.834 kg/cm2, dan sampel 3 sabesar 21.265 kg/cm2. Dari hasil perhitungan kapasitas daya dukung tanah dan penurunan dapat disimpulkan bahwa semakin kecil daya dukung tanah akan semakin besar penurunan, sedangkan semakin besar daya dukung tanah maka semakin kecil penurunan tersebut. Kata Kunci : Konsolidasi, Metode Akar Waktu, Metode Hyperbola, Penuruna

    ANALISIS KESTABILAN LERENG SEBAGAI PERKUATAN DESAIN DINDING MSE PADA RUAS JALAN TOL 2 MANADO - BITUNG STA 9+745 MENGGUNAKAN SOFTWARE SLIDE V.6.005

    Get PDF
    Pada ruas jalan Tol 2 Manado - Bitung dibuat jalan diatas permukaan yang miring dan berlereng, sehingga perlu dilakukan penimbunan untuk mengatur elevasi tanah agar aman dan sesuai desain perencanaan agar lereng terhindari dari kelongsoran, untuk itu perlu dilakukan analisa faktor keamanan  lereng dan dibuat perkuatan pada lereng. Pada penelitian ini dianalisa kestabilan lereng dan didesain perkuatan pada lereng dengan metode Mechanically Stabilized Earth MSE, menggunakan software Slide V.6.005 dengan panjang perkuatan 0,7 He / 8,4 m tinggi dinding 12 m dan jarak vertikal antar perkuatan 0.6 m, material perkuatan yaitu geogrid UX 1100, UX 1400, UX 1500, UX 1600, UX 1700, UX 1800.Hasil penelitian menunjukan bahwa lereng eksisting pada ruas jalan tol 2 Manado - Bitung STA 9+745 aman karena memiliki faktor keamanan lebih dari 1. Dalam desain dinding MSE dengan jarak antara perkuatan 0,6 m dan menggunakan 20 lapis perkuatan, didapat nilai faktor keamanan untuk metode bishop simpilified 1.607, metode ordinary/fellenius 1.533, dan metode janbu simplified 1.507, Faktor keamanan desain yang direncanakan aman dan memenuhi syarat karena memiliki nilai diatas 1.3. Kata kunci : Lereng, Desain Dinding MSE, Software Slide V.6.005

    ANALISIS DEBIT BANJIR DAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI SOSOAN SAPA KELURAHAN TUMATANGTANG KECAMATAN TOMOHON SELATAN KOTA TOMOHON

    Get PDF
    Pada tahun 2015, Sungai Sosoan Sapa meluap dan membanjiri daerah di sekitar sungai. Banjir yang terjadi menyebabkan kerugian besar bagi warga yang terkena dampak banjir. Oleh karena itu dalam mengantisipasi banjir yang kemungkinan akan terjadi kelak, maka dibutuhkan data debit banjir maksimum dan tinggi muka air maksimum yang dapat terjadi di sungai Sosoan Sapa.Analisis curah hujan rencana dengan metode Log Pearson III akan digunakan untuk menghitung debit banjir dan tinggi muka air. Data hujan yang digunakan berasal dari pos hujan Malalyang-Kakaskasen. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum dari 2008 s/d 2017,Dari data yang ada kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan program HEC-HMS untuk mendapatkan debit puncak dan HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air. Hasil Simulasi menunjukan bahwa mulai kala ulang 5 Tahun semua penampang yang diukur sudah tidak bisa lagi menampung debit sungai. Kata kunci: Debit Banjir Rencana, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RA

    PENATAAN SISTEM DRAINASE DI JALAN SINGA LAUT MALALAYANG DUA

    Get PDF
    Genangan sering terjadi di Jalan Singa Laut kompleks Perumahan Minanga Permai Malalayang Dua yang disebabkan oleh air hujan. Hal tersebut mengakibatkan terganggunya aktivitas masyarakat sekitar dan para pengguna jalan. Untuk itu perlu dilakukan penataan kembali sistem saluran drainase di daerah tersebut.Survei lapangan dilakukan untuk mengetahuit penyebab terjadinya genangan, kemudian dilakukan analisis hidrologi menggunakan distribusi Log-Pearson III dan menghitung debit rencana dengan Metode Rasional, kemudian dilakukan analisis hidraulika untuk menghitung kapasitas tampung saluran eksisting dan saluran rencana dengan menggunakan rumus Manning. Hasil dari kedua analisis ini dibandingkan (Qkapasitas > Qrencana) untuk melihat daya tampung dari setiap ruas saluran.Berdasarkan hasil analisis, di lokasi penelitian terdapat enam ruas saluran eksisting dari dua puluh dua ruas saluran eksisting tidak mampu menampung debit hujan dengan kala ulang 10 tahun, sehingga perlu dilakukan perubahan dimensi saluran agar saluran yang ada mampu menampung debit yang ada serta penambahan empat belas ruas saluran rencana karena ada beberapa lokasi yang belum memiliki saluran.Kata kunci : Genangan, Analisis Hidrologi, Analisis Hidraulika, Debit Rencana, Debit Kapasitas.Â

    OPTIMASI WAKTU PROYEK DENGAN PENAMBAHAN JAM KERJA MENGGUNAKAN PRECEDENCE DIAGRAM METHOD PADA PROYEK REHABILITASI PUSKESMAS MINANGA

    Get PDF
    Dalam pelaksanaan perencanaan proyek konstruksi sering terjadi resiko keterlambatan penyelesaiaan proyek. Keterlambatan pekerjaan proyek dapat diantisipasi dengan melakukan percepatan. Percepatan penyelesaian proyek harus dilakukan dengan perencanaan yang baik. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk proyek dengan keterbatasan tenaga kerja adalah dengan menambahkan jam kerja (lembur). Perhitungan dilakukan dengan mencari jalur kritis menggunakan Precedence Diagram Method (PDM), kemudian dilakukan crashing kegiatan yang berada pada lintasan kritis. Percepatan waktu proyek pada pekerjaan yang terdapat pada jalur kritis dapat dilakukan dengan menambahkan 1 jam, 2 jam sampai 3 jam dari jam kerja normal, sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik  Indonesia No. KEP. 102/MEN/VI/2004 pasal 3 tentang waktu kerja lembur. Penambahan jam kerja dari jam kerja normal dapat mempersingkat total waktu pelaksanaan proyek Pembangunan Proyek Rehabilitasi Puskesmas Minanga.   Kata Kunci: Lintasan kritis, percepatan, Precedence Diagram Metho

    UJI LAIK FUNGSI JALAN SECARA TEKNIS PADA RUAS JALAN MANADO – TOMOHON (SEGMEN BATAS KOTA MANADO – KOTA TOMOHON)

    Get PDF
    Ruas Jalan Nasional Batas Kota Manado – Kota Tomohon merupakan salah satu akses jalan utama yang menghubungkan kedua kota tersebut dan daerah sekitarnya. Tujuan penelitian ini  adalah untuk menganalisis tingkat kelaikan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor.11/PRT/M/2010. Uji laik fungsi jalan adalah kondisi suatu ruas jalan yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan untuk memberikan keselamatan bagi penggunanya, dan persyaratan administratif yang memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara jalan dan pengguna jalan, sehingga jalan tersebut dapat dioperasikan untuk umum. Analisis uji laik fungsi teknis jalan dilakukan dengan mengukur penyimpangan (deviasi) terhadap kondisi lapangan terhadap standar teknis setiap komponen teknis, meliputi: teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan ruang bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, dan teknis perlengkapan jalan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada ruas jalan Batas Kota Manado – Kota Tomohon termasuk dalam kategori laik fungsi dengan perbaikan teknis yang harus dipenuhi (LS). Perbaikan teknis yang harus dipenuhi pada ruas jalan tersebut berupa pemeliharaan rutin dan pengadaan komponen jalan yang belum ada, agar supaya ruas jalan Batas Kota Manado – Kota Tomohon dapat menjadi laik fungsi. Kata Kunci : Laik Fungsi, Standar Teknis, Ruas Jalan, Perbaika

    RESPONS DINAMIK STRUKTUR RANGKA BAJA MENARA AIR DENGAN VARIASI ELEMEN PENGAKU LATERAL

    Get PDF
    Struktur rangka baja menara air dengan bresing pada dasarnya di buat untuk menahan tekanan dari atas tampungan air di dalam tangki. Struktur rangka baja yang di desain pun rentan terhadap adanya gempa yang bisa terjadi kapan saja sehingga menimbulkan simpangan pada struktur. SNI 1726:2012 mengatur tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung serta metode analisis dinamik respons spektrum yang dapat digunakan untuk mengevaluasi suatu struktur yang diberikan beban dinamik.Dalam penelitian ini dilakukan dengan membuat berbagai variasi penggunaan bresing pada rangka baja dan variasi berdasarkan kemiringan menara untuk kemudian membandingan hasil simpangan struktur yang terjadi pada setiap variasi yang dibuat serta melakukan evaluasi hasil simpangan struktur terhadap simpangan antar lantai tingkat ijin.Hasil penelitian menunjukan bahwa simpangan yang terjadi pada elemen pengaku lateral inverted v bracing menghasilkan simpangan struktur paling kecil dan penelitian ini juga menunjukan bahwa kemiringan struktur rangka baja menara air sangat berpengaruh pada besarnya simpangan struktur. Semakin besar kemiringan menara maka semakin kecil simpangan struktur yang terjadi. Kata Kunci : SNI 1726:2012, Menara Air, Bresing, Analisis Ragam Respons Spektrum, Simpanga

    PERENCANAAN GEDUNG TRAINING CENTER KONSTRUKSI BETON BERTULANG 4 LANTAI DI KOTA MANADO

    Get PDF
    Perencanaan struktur bangunan tahan gempa sangat penting di Indonesia. Terlebih khusus juga di daerah yang mempunyai tingkat resiko kegempaan yang tinggi. Jika terjadi bencana alam seperti gempa yang merupakan salah satu beban lateral, maka struktur di atasnya akan mengalami pergerakan secara vertikal maupun secara lateral. Pergerakan vertikal relatif kecil pada umumnya, sedangkan pergerakan lateral akan memberikan beban lateral kepada struktur yang dapat menyebabkan struktur runtuh. Sehingga, perencanaan bangunan Training Center ini  akan direncanakan komponen struktur gedung beton bertulang yang tahan gempa dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan juga direncanakan model struktur gedung beton bertulang sesuai dengan peraturan SNI yang berlaku.Struktur gedung yang akan direncanakan memiliki 4 lantai, dengan panjang bangunan 50,4 m, lebar 14 m, tinggi 14,4 m dan letaknya berada di kota Manado. Komponen struktur atas (upper structure) yang akan direncanakan yaitu balok, kolom, pelat dan untuk komponen struktur bawah (lower structure) yang akan direncanakan yaitu pondasi. Beban yang akan dihitung dalam perencanaan bangunan ini yaitu beban mati, beban hidup, dan juga beban gempa. Perhitungan beban mati dan beban hidup mengikuti persyaratan dari SNI 1727-2013. Beban gempa akan dianalisis secara statik dan dinamis dan mengikuti persyaratan dari SNI 1726-2012. Pemodelan dan analisis struktur akan memakai program ETABS dengan pemodelan 3D.Berdasarkan hasil analisa dan desain yang telah dilakukan, “strong column weak beam†telah bekerja menyebar di sebagian besar lantai. Komponen struktur dengan penulangannya dapat menahan gaya lentur dan gaya geser yang bekerja pada penampang, dan telah mengikuti persyaratan pendetailan dalam SRPMK untuk mendapatkan struktur yang bersifat daktail. Sehingga untuk persyaratan perencanaan bangunan menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus telah terpenuhi.Kata kunci : Perencanaan Bangunan, Beton Bertulang, SRPMK, ETABS

    816

    full texts

    817

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL SIPIL STATIK
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇