JURNAL SIPIL STATIK
Not a member yet
    817 research outputs found

    LIFE CYCLE COST (LCC) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG AKUNTANSI UNIVERSITAS NEGERI MANADO (UNIMA) DI TONDANO

    Get PDF
    Life Cycle Cost (LCC) merupakan biaya yang dibutuhkan oleh suatu bangunan selama umur rencananya.  Yang termasuk biaya ini adalah biaya perencanaan dan pembangunan yang dinamakan biaya awal, biaya perawatan rutin dan perbaikan dinamakan biaya pemeliharaan, serta biaya pembongkaran dan perbaikan bahan-bahan yang tidak digunakan.  Tujuan penelitian ini adalah Mendapatkan Total Biaya Siklus Hidup Life Cycle Cost (LCC) untuk masa periodik perawatan per 20 tahun pada pembangunan.  Dalam hal ini, bangunan yang akan ditinjau adalah Gedung Akuntansi Universitas Negeri Manado (UNIMA) di Tondano, dan bagian bangunan yang akan dihitung Life Cycle Cost-nya yaitu dinding, lantai serta plafon dari bangunan tersebut.  Melalui proses perhitungan untuk item pekerjaan dinding, lantai dan plafon dari Gedung Akuntansi Universitas Negeri Manado tersebut, maka didapatkan total biaya sebesar Rp 1.011.144.661,00. Dengan biaya pemeliharaan yang terdiri dari; Biaya pemeliharaan Dinding Rp 221.568.010,00, Biaya pemeliharaan Lantai Rp 499.433.784,00, Biaya pemeliharaan Plafon Rp 290.142.867,00Kata kunci : Life Cycle Cost, Bahan Bangunan, Biay

    ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KETERLAMBATAN PEKERJAAN DI KANTOR KECAMATAN MORI ATAS KABUPATEN MORI UTARA SULAWESI TENGAH

    Get PDF
    Analisis faktor keterlambatan di proyek ini bertujuan untuk mengetahui secara pasti faktor yang sangat berpengaruh dalam keterlambatan perkerjaan di proyek. Serta untuk kedepannya dapat meminimalisir keterlambatan di berbagai proyek baik yang sudah berlangsung maupun proyek yang akan berlangsung.Analisis faktor keterlambatan di proyek digunakan sebagai salah satu acuan untuk meminimalisir keterlambatan di proyek. Tolak ukur dan landasan untuk melakukan analisis ini adalah data kuisioner, data lapangan dalam hal ini wawancara yang dilakukan pada para pekerja lapangan. Berdasarkan hasil yang telah didapatkan dari analisis yang dilakukan dengan menggunakan SPSS, rangking 1 adalah dengan faktor keterlambatan (jadwal pekerjaan tidak berjalan sesuai dengan kontrak kerja) dengan kinerja waktu sedikit terlambat dari jadwal antara 4 sampai 8 minggu. Rangking 2 dengan faktor keterlambatan (jadwal pengadaan material tidak tepat waktu), (kurangnya pengawasan dari pemerintah dalam berjalannya proyek) dengan kinerja waktu terlambat lebih dari 8 minggu.  Kata kunci: analisis, SPSS, factor keterlambatan,proyek, Kec Mor

    ANALISIS NERACA AIR SUNGAI ABUANG DI TITIK BENDUNG ABUANG KABUPATEN MINAHASA TENGGARA

    Get PDF
    Bendung Abuang memanfaatkan air dari Sungai Abuang untuk mengairi lahan irigasi yang ada di Daerah Irigasi Langowan. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan studi mengenai analisis neraca air untuk melihat keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air di DAS Abuang.Analisis neraca air dilakukan dengan membandingkan ketersediaan dan kebutuhan air di sungai Abuang. Ketersediaan air dihitung menggunakan metode NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) dengan masukan data curah hujan, evapotranspirasi dan parameter DAS untuk mencari debit andalan Q80% dan Ketersediaan air untuk pemeliharaan sungai Q95%. Kebutuhan air yang dihitung adalah kebutuhan air untuk lahan irigasi.Hasil dari analisis neraca air menunjukan bahwa ketersediaan air di sungai Abuangtidak bisa memenuhi kebutuhan air untuk lahan irigasi di sekitar DAS Abuang. Masa tanam yang digunakan perlu disesuaikan sehingga ketersediaan air dapat memenuhi kebutuhan lahan irigasi untuk lahan fungsional. Apabila lahan potensional di ubah menjadi fungsional, maka ketersediaan air di DAS Abuang tidak akan memenuhi kebutuhan air untuk lahan irigasi potensial dan fungsional. Kata Kunci: Sungai Abuang, DAS Abuang, Metode NRECA, Neraca Ai

    ANALISIS KAPASITAS PENAMPANG DAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI MALINO TERHADAP BERBAGAI KALA ULANG BANJIR

    Get PDF
    Sungai Malino di kabupaten Parimo Sulawesi Tengah, pernah meluap dan membanjiri beberapa daerah aliran sungainya yang mengakibatkan kerugian bagi warga yang tinggal di bantaran sungai maupun pengguna jalan raya. Untuk mengantisipasi bahaya banjir, dibutuhkan data kapasitas penampang dan tinggi muka air sungai Malino.Pada penelitian ini, frekuensi hujan dihitung dengan metode Log Pearson III. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum tahun 2008 s/d 2017 dari pos hujan Ongka - Persatuan. Simulasi hujan aliran dilakukan dengan HSS SCS menggunakan bantuan program HEC-HMS. Untuk memperoleh elevasi tinggi muka air, maka debit puncak hasil simulasi dimasukkan dalam program HEC-RAS. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kapasitas penampang dari STA 0+0 sampai dengan STA 0+200 sungai Malino tidak dapat lagi menampung debit banjir dengan kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, dan 100 tahun .Kata kunci : Banjir, Kapasitas Penampang Sungai, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RAS

    ANALISIS KAPASITAS PENAMPANG SUNGAI TINGKULU DI KECAMATAN TIKALA KOTA MANADO

    Get PDF
    Sungai Tingkulu merupakan salah satu sungai di Kota Manado yang pernah meluap dan membanjiri beberapa daerah yang dilewatinya yang mengakibatkan kerugian bagi warga yang tinggal disekitar sungai maupun pengguna jalan raya. Oleh karena itu dalam mengantisipasi banjir yang kemungkinan akan terjadi kelak, dibutuhkan data mengenai kapasitas penampang sungai Tingkulu.Analisis dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan metode Log Pearson III. Data hujan diambil dari pos hujan Tikala-Sawangan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum dari tahun 2008 s/d 2017. Setelah didapat besar hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS akan menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) akan menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan program komputer HEC-HMS. Dalam kalibrasi ini, parameter yang akan dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil kalibrasi menunjukan nilai Nash Sutchliffe Efficiency yang baik yaitu 0,911. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Setelah itu didapat debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dan kemudian dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS  untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang sungai Tingkulu yang ditinjau, sudah tidak mampu menampung debit banjir yang terjadi untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, dan 100 tahun. Kata kunci : Banjir, Kapasitas Penampang Sungai, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RAS

    STUDI PERBANDINGAN ANALISIS FLAT SLAB DAN FLAT PLATE

    Get PDF
    Flat slab dan flat plate merupakan elemen struktur yang  tidak mempuyai balok, dimana seluruh beban yang ada disalurkan oleh pelat  menuju ke kolom. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam suatu analisis pelat adalah kekuatan pelat dan ketahanan untuk menahan gaya geser (punching shear) pada daerah sekitar kolom. Perhitungan momen  dapat menjadi acuan untuk merencanakan tulangan sehingga perlu adanya analisis dari kedua sistem pelat ini untuk mengetahui kekuatan dari sistem pelat. Elemen pelat yang akan dianalisis merupakan bangunan dengan 5 lantai dan hanya meninjau elemen pelat pada lantai 3 yang letak bangunannya berada di  Jalan Ring Road 2. Analisis dilakukan dengan menggunakan Metode Rangka Ekivalen dan Metode Desain Langsung dengan mengikuti persyaratan dari SNI 2847-2013 dan SNI 1727-2013 untuk pembebanan. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan, flat slab dan flat plate dinyatakan mampu untuk menahan momen lentur dan gaya geser yang terjadi. Momen lapangan yang terjadi pada flat plate lebih besar dari flat slab dikarenakan tidak adanya tambahan drop panel atau kepala kolom pada flat plate. Untuk perbandingan analisis dari flat plate dan flat slab terletak pada penambahan drop panel dan kepala kolom pada sistem flat slab yang mempengaruhi perhitungan tebal pelat, kekakuan pelat-balok, kekakuan kolom dan ketahanan geser. Kata kunci : flat slab, flat plate, punching shear, analisi

    PENGARUH HUBUNGAN BEBAN LALU LINTAS & CBR SUBGRADE TERHADAP DESAIN TEBAL PERKERASAN LENTUR JALAN BARU PADA DAERAH IKLIM I & DAERAH IKLIM II

    Get PDF
    Dalam menghitung desain tebal perkerasan lentur, salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah faktor kondisi lingkungan, dalam hal ini menyangkut iklim dan curah hujan. Pada beberapa tahun terakhir kita sering mendengar bahkan membahas tentang perubahan iklim atau yang dikenal dengan climate change. Menurut penelitian dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) yang dimuat dalam situsnya, salah satu dampak dari climate change adalah perubahan pola curah hujan dalam skala global. Hal ini menyebabkan terjadinya peralihan, dimana daerah yang awalnya memiliki tingkat curah hujan rendah akan mengalami perubahan tingkat curah hujan menjadi tinggi.Perhitungan desain tebal perkerasan lentur jalan baru dengan metode AASHTO 1972 mempertimbangkan faktor regional dalam hal ini iklim & curah hujan. Dimana untuk daerah iklim I dengan tingkat curah hujan < 900 mm/thn digunakan FR = 1 sedangkan daerah iklim II dengan tingkat curah hujan > 900 mm/thn digunakan FR = 1.5. Untuk perhitungan dengan metode AASHTO 1986 diperkenalkan konsep koefisien drainase untuk mengakomodasi kualitas sistem drainase yang dimiliki perkerasan jalan.Dalam penelitian ini dilakukan pengumpulan data-data yang akan digunakan seperti CBR tanah dasar, beban lalu lintas, ZR, S0, ∆Psi, koefisien drainase, material lapis perkerasan, Mr , dll. Dimana data yang digunakan bersifat asumsi untuk menggambarkan beberapa kondisi dilapangan yang mungkin terjadi pada waktu yang akan datang. Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa tebal total perkerasan menggunakan metode AASHTO 1972 untuk daerah iklim I, dengan variasi CBR tanah dasar dan variasi beban lalu lintas adalah berkisar 32 ~ 73.5 cm sedangkan untuk daerah iklim II, dengan variasi CBR tanah dasar dan variasi beban lalu lintas adalah berkisar 32.5 ~ 78 cm. Kemudian menggunakan metode AASHTO 1986, dengan variasi CBR tanah dasar dan variasi beban lalu lintas didapatkan tebal perkerasan total,untuk tipe Granular Roadbase – Structrual Surface adalah berkisar 33.5  ~ 60 cm sedangkan untuk tipe Cement Treated Base – Structrual Surface, adalah berkisar 28 ~ 55 cm.. Dari hasil analisa data maka didapatkan perbandingan tebal total perkerasan dengan variasi nilai CBR tanah dasar dan beban lalu lintas. Serta didapatkan model matematis yang dapat digunakan untuk memperkirakan tebal total dengan nilai CBR tanah dasar yang lain. Kata Kunci: curah hujan, CBR tanah dasar, tebal lapis perkerasan, AASHT

    KUAT TARIK LENTUR BETON GEOPOLYMER DENGAN TEMPERATUR RUANGAN

    Get PDF
    Beton geopolymer adalah beton ramah lingkungan yang menggunakan abu terbang yang kaya akan silika dan alumina dan di campur dengan cairan alkalin. Bahan yang terbentuk ini mempunyai kekuatan tekan yang tinggi, dan ketahanan terhadap tarik rendah.Kekuatan tekan beton didefinisikan sebagai tegangan yang terjadi dalam benda uji pada pemberian beban hingga benda uji tersebut hancur. Kuat tekan beton adalah besarnya beban per satuan luas yang menyebabkan beton hancur.Kekuatan tekan beton didefinisikan sebagai tegangan yang terjadi dalam benda uji pada pemberian beban hingga benda uji tersebut hancur. Kuat tekan beton adalah besarnya beban per satuan luas yang menyebabkan beton hancur.Dari hasil penelitian dihasilkan berat volume berkisar 2200-2400Kg/m3 dan dapat diklasifikasikan dalam beton normal. Dalam penelitian ini juga di dapat nilai fr/√f’c berkisar antara 0,29-1.095 Kata kunci: Beton Geopolymer, Kuat Tekan dan Kuat Tarik Lentu

    ALTERNATIF BANGUNAN PENGAMAN PANTAI DI DESA SAONEK, KABUPATEN RAJA AMPAT

    Get PDF
    Daerah pesisir mempunyai banyak masalah, salah satunya adalah pengikisan sedimen garis pantai akibat gelombang yang sering disebut abrasi. Penelitian ini mengambil judul “Alternatif Bangunan Pengaman Pantai di Desa Saonek, Kabupaten Raja Ampat†dengan Pulau Saonek sebagai lokasi penelitian yang beberapa bagian pesisirnya mengalami abrasi. Penelitian bertujuan menghasilkan uraian mendalam terkait alternatif bangunan pengaman pantai di pesisir Pulau Saonek dengan penerapan ilmu teknik sipil dengan menggunakan bantuan software pemodelan GENESIS-CEDAS. Berdasarkan analisa dan pemodelan yang dilakukan didapatkan hasil peramalan “shoreline“ untuk 5 dan 10 tahun. Hasil running menunjukkan daerah yang diteliti mengalami abrasi dan juga sedikit sedimentasi di beberapa titik. Pemodelan kemudian dilanjutkan dengan mencoba-coba menambahkan bangunan pengaman pantai seperti “detach breakwater“, seawall, dan “diffracting groin“ di daerah yang diteliti. Hasilnya percobaan penambahan “detach breakwater“ pada 4 titik di “domain“ adalah hasil perlindungan dari abrasi terbaik dengan sedikit abrasi dan sedimentasi di beberapa titik pada “shoreline“ . Hasil percobaan ini diharapkan menjadi kajian alternatif dan sebagai acuan untuk memperhitungkan berbagai aspek seperti struktur, biaya, dan aspek lain yang nantinya digunakan dalam merencanakan bangunan pengaman pantai di Desa Saonek Kab. Raja Ampat. Kata Kunci : Bangunan Pengaman Pantai, GENESIS-CEDAS, Abrasi, Shorlin

    ANALISA GELOMBANG KEJUT AKIBAT AKTIVITAS ANGKUTAN KOTA (STUDI KASUS: JALAN SAM RATULANGI – RANOTANA, MANADO)

    Get PDF
    Kota Manado merupakan Ibu Kota dari provinsi Sulawesi Utara yang memiliki pertumbuhan ekonomi sebesar 6,75%. Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi mengakibatkan bertambahnya juga aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat yang membutuhkan angkutan kota sebagai sarana transportasi. Angkutan kota merupakan salah satu transportasi umum yang berguna sebagai sebuah layanan angkutan bersama. Aktivitas angkutan kota yang menaikkan atau menurunkan penumpang dengan sembarangan di Jalan Sam Ratulangi, Ranotana, Manado khususnya didepan Multimart Ranotana sering menyebabkan terjadi antrian kendaraan di ruas jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan matematis dari volume, kecepatan dan kepadatan di ruas jalan tersebut, mengetahui nilai gelombang kejut-nya, dan mengetahui pengaruh aktivitas angkutan kota terhadap panjang antrian kendaraan.Penelitian ini mengambil data primer dari survey di lapangan berupa volume kendaraan, kecepatan kendaraan, dan durasi angkutan kota berhenti. Analisa data untuk menghitung hubungan matematis dari 3 (tiga) parameter yaitu volume, kecepatan, dan kendaraan menggunakan model hubungan matematis yaitu model Greenshield, Greenberg, dan Underwood, yang nantinya dipilih salah satu yang koefisien determinasi-nya paling besar dan berdasarkan karakteristik model tersebut. Model yang terpilih lalu digunakan dalam analisis gelombang kejut.Hasil analisis diperoleh bahwa model yang terpilih adalah model Greenshield karena model Greenberg tidak berpotongan dengan sumbu y yang mengakibatkan susah untuk mendapatkan nilai Sff (Kecepatan pada kondisi arus lalu lintas sangat rendah) dan model Underwood tidak berpotongan dengan sumbu x yang mengakibatkan susah untuk mendapatkan nilai Dj (Kepadatan pada kondisi arus lalu lintas macet total). Dan yang dipilih adalah yang memiliki nilai koefisien determinasi (R2) terbesar yaitu hari Sabtu, 16 Maret 2019 dengan R2 sebesar 80% dengan hubungan antara kepadatan dan kecepatan S = 32,953 – 0,3072 D, hubungan antara volume dan kepadatan V = 32,953 D – 0,3072 D2, dan hubungan antara volume dan kecepatan      V = 107,2689 S – 3,25521S2. Pengaruh angkutan kota yang berhenti sembarangan membuat panjang antrian maksimum (QM) kendaraan sepanjang 40,24 meter. Setiap tertambah 30 detik durasi angkutan kota berhenti akan tertambah juga panjang antriannya sebesar 40,24 meter. Kata Kunci: Angkutan Kota, Gelombang Kejut, Greenshield, Greenberg, Underwoo

    816

    full texts

    817

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL SIPIL STATIK
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇