JURNAL SIPIL STATIK
Not a member yet
    817 research outputs found

    ANALISIS KAPASITAS PENAMPANG SUNGAI ONGKAG DUMOGA DENGAN METODE HSS ITB DAN HEC-RAS

    Get PDF
    Sungai Ongkag merupakan sungai jenis sungai parenial yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow yang pernah meluap dan membanjiri Kawasan yang berada langsung di hilir sungai. Kawasan sekitar hilir tersebut sebagian merupakan tempat pemukiman masyarakat dan jalan sebagai sarana masyarakat, maka dari itu perlu dibutuhkan analisis debit banjir dan tinggi muka air untuk mengetahui keadaan debit pada saat terjadinya musim hujan.Metode penelitian dilakukan analisis hidrologi, pemetaan Geodesi, dan analisis hidrolika pada segmen sungai yang ditinjau. Hasil analisis menunjukan simulasi debit banjir rencana pada kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, 100 tahun dan tinggi Muka Air banjir. Analisis Curah hujan dilakukan dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Person III. Adapun data hujan yang digunakan adalah data hujan sekunder yang bersumber dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS-1) Manado,Sulawesi Utara yang berupa data curah hujan maksimum dari tahun 2008 s/d 2017. Perhitungan Debit banjir menggunakan Metode HSS ITB yang di kalibrasikan dengan debit terukur untuk menghitung kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, 100 tahun pada sungai Ongkag Dumoga. Hasil kala ulang banjir di simulasikan melalui program HEC-RAS. Kata Kunci: Analisis Hidrologi, Debit Banjir Rencana, Tinggi Muka Air Banjir, HEC-RA

    OPTIMASI BIAYA DISTRIBUSI MATERIAL DENGAN KOMBINASI METODE NWC (NORTH WEST CORNER) DAN MODI ( MODIFIED DISTRIBUTION) PADA PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN DI SULAWESI UTARA

    Get PDF
    Tiga komponen utama dalam pelaksanaan suatu proyek yaitu biaya, waktu dan mutu. Salah satu unsur terpenting yang perlu di perhatikan adalah biaya. Perlu adanya pemanfaatan biaya proyek yang seoptimal mungkin guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kerugian pada perusahaan karena masalah penditribusian material dri sumber material (Supply) ke lokasi proyek (demand).Untuk meminimalkan biaya transportasi dapat diperlukan metode perhitungan yang tepat sehingga dapat memberikan solusi yang optimal. Komponen pengeluaran biaya yang menyangkut permasalahan sebelumnya yaitu biaya pendistribusian bahan material dari tempat pengambilan ke lokasi proyek. Salah satu cara menghitung biaya pendistribusian dengan menggunakan metode transportasi yaitu Kombinasi Metode North West Corner (NWC) dan Metode Modified Distribution (MODI). Dengan menggunakan metode ini maka akan di dapatkan biaya transportasi material yang optimum.Dari hasil pembahasan di peroleh biaya material batu pecah pada solusi awal dengan menggunakan Metode North West Corner (NWC) sebesar Rp.225.557.334 ,- dan biaya material pada solusi akhir menggunakan Metode Modified Distribution (MODI) sebesar Rp.225.498.786 ,-, jadi didapatkan penghematan biaya sebesar Rp.58.548,- hal ini menandakan bahwa solusi awal denga menggunakan  metode North West Corner sudah mendekati optimal. Kata kunci: Optimasi, biaya, distribusi, material, metode NWC, metode MOD

    ANALISIS DEBIT BANJIR DAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI MOLINOW DI DESA RADEY KABUPATEN MINAHASA SELATAN

    Get PDF
    Sungai Molinow merupakan salah satu sungai di Kabupaten Minahasa Selatan yang melewati Desa Radey, Kecamatan Tenga. Sungai ini sudah pernah meluap dan menyebabkan kerugian bagi warga sekitar. Oleh karena itu dibutuhkan perhitungan debit banjir dan elevasi tinggi muka air yang dapat terjadi.Analisis debit banjir dan elevasi tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan berasal dari dua pos hujan, yaitu pos hujan Tompaso Baru – Tumani dan pos hujan Pentu – Pinaling. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum selama 10 tahun, yaitu dari tahun 2008 s/d 2017. Setelah didapat besar hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) akan menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji koefisien determinasi (r²). Dalam kalibrasi ini, parameter yang akan dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil uji koefisien determinasi (r²) menunjukan nilai 0,9534. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS  untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur.Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada semua penampang Sungai Molinow yang ditinjau tidak mampu menampung debit banjir yang terjadi untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 50 tahun dan 100 tahun.. Kata kunci: Sungai Molinow, Debit Banjir, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RAS

    ANALISIS DEFORMASI LEMPUNG LUNAK MELALUI CYCLIC LOADING TEST

    Get PDF
    Tanah lempung seringkali menjadi permasalahan. Umumnya, jika tidak dikenali dan diselidiki secara hati-hati dapat menyebabkan masalah jangka panjang, salah satunya adalah konsolidasi atau penurunan. Hal ini disebabkan karena rendahnya daya dukung jenis tanah tersebut karena mempunyai tingkat kemampumampatan yang besar dan kuat geser yang rendah. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghindari hal tersebut. Salah satunya adalah dengan melakukan perbaikan tanah. Konsekuensi dari bentuk–bentuk perbaikan tanah tersebut mengakibatkan deformasi.Deformasi merupakan perubahan bentuk pada tanah berupa mengembang dan menyusut. Deformasi yang terjadi ini bias membahayakan struktur bangunan yang berdiri diatasnya. Pada penelitian ini perilaku deformasi dianalisa dengan uji konsolidasi satu dimensi menggunakan oedometer di laboratorium. Pengujian dilakukan dengan mengambil material kerukan Danau Tondano sebagai sampel. Metode pembebanan mengikuti standar ASTM. Kemudian dilanjutkan dengan uji cyclic loading, yaitu metode pembebanan unloading reloading (Gunawan R,2015).Hasil uji konsolidasi satu dimensi diperoleh nilai indeks mampat ( ) berturut-turut sebagai berikut : 1 sebesar 0.39, 2 0.41, dan 3 -0.90.Dan untuk uji cyclic loading diperoleh nilai indeks mampat (kappa) pada saat penambahan beban masing-masing untuk 4 kali penambahan beban yaitu κ1 sebesar -1.86, κ2 -0.98, κ3 -0.46, κ4 -0.21. Dan untuk indeks muai pada pengurangan beban (unloading), diperoleh nilai λ1 sebesar -0.11, λ2 -0.08, λ3 -0.03. Nilai κ dan λ adalah gradien kemiringan kurva e-log p yang didapatkan dari percobaan cyclic loading. Dimana nilai  κ adalah nilai kemampumampatan tanah untuk mengembang, dan nilai λ adalah nilai kemampuan tanah untuk memuai.Karakteristik tanah lempung lunak apabila dibebani cyclic memberikan grafik hubungan e-log p yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi parameter deformasi tanah.Penelitian ini membuktikan teori bahwa dengan menggunakan cyclic loading test, proses deformasi pada tanah lunak yang diselidiki. Ini memberikan referensi dan manfaat bagi pekerjaan perbaikan tanah lunak dengan maksud untuk mengurangi resiko penurunan dan kerusakan struktur suatu bangunan melalui perkiraan besar deformasi tanah. Dalam hal ini perpindahan vertikal tanah. Kata kunci: Deformasi, Tanah Lempung, Konsolidasi, Cycli

    EVALUASI KAPASITAS PENAMPANG TERHADAP DEBIT BANJIR SUNGAI TONDANO DI JEMBATAN RINGROAD

    Get PDF
    Sungai Tondano merupakan salah satu sungai terbesar di Kota Manado dan memiliki banyak anak sungai sebagai penyumbang debit. Salah satu daerah yang dilewati aliran dari Sungai Tondano yaitu Kelurahan Kairagi, permasalahan yang muncul di sekitar bantaran sungai yaitu  apakah penampang sungai masih mampu menampung Debit sungai yang ada apabila terjadi curah hujan yang lebat sehingga masyarakat di sekitar bantaran sungai bisa aman dari bahaya banjir Sungai Tondano. Analisis dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan metode Log Pearson III. Adapun data hujan yang digunakan berasal dari 7 pos hujan dan 1 pos Klimatologi Hujan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum dari tahun 2008 s/d 2017. Setelah mendapat besaran hujan, dilakukan simulasi hujan aliran dengan HSS SNYDER menggunakan program komputer HEC-HMS. debit puncak hasil simulasi dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS  untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil analisis debit banjir rencana dengan program HEC-HMS diperoleh hasil yang beragam yaitu pada kala ulang 5 tahun didapat debit 73,2 m3/detik,10 tahun didapat debit m3/detik,25 tahun didapat debit  m3/detik,50 tahun didapat 125,7 m3/detik,100 tahun didapat 136,1 m3/detik. Hasil dari program HEC-RAS didapat tinggi muka air pada sta 0 hingga pada sta 600 dengan debit banjir rencana kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, 100 tahun tidak terjadi luapan atau bisa dikatakan penampang masih mampu menampung kapasistas debit banjir rencana. Kata kunci: Sungai Tondano, Debit banjir rencana, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RA

    MINIMALISASI KESALAHAN SURVEY TOPOGRAFI DALAM PEMETAAN DIGITAL DENGAN KOORDINAT GLOBAL MENGGUNAKAN AUTOCAD LAND DESKTOP DAN GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM

    Get PDF
    The development of the era of Globalization and Information Systems are fast, so also developing Satellite Interpretation techniques in digital mapping that is useful to speed up topographic surveys but digital map making must be done in the right way in order to minimize errors in maps used in engineering work planning. This study discusses the use of equipment, measurement methods and correct data processing in accordance with the applicable mapping standards so that it can produce an accurate mapping that matches the actual location conditions.The results obtained: (1) By using measurement techniques and the right equipment, measurement errors can be minimized, from the calculation of Polygon with 66 points, clockwise measurement, Polygon correction is 0 ° 0'02 '' <0 ° 1'24 '', Azimuth Controller error is indicated no more than 5 "in this measurement the obtained error measurement = 0", due to Initial Azimuth and Final Azimuth = 4 ° 49 '42 "closes perfectly thus fulfilling the Geodetic Survey Standard Operating Procedure. (2) From the results of the Ground Survey and Global Positioning System Measurement, the results of the interpolation coordinates are taken to get more precise coordinates in the field. (3) Map depictions with AutoCad Land Development and GIS get Topographic maps with 1 m contour intervals indicating high representation of different locations, this can be achieved by using Ground Survey data and not the results of satelite digitization. (4) The coordinates produced are Global coordinates using the Word Geodetic System 84 navigation satellite system with the Universal Transfer projection model.Keywords: Polygon, Mapping, AutoCad Land Development, GI

    ANALISIS PENGARUH JARAK DAN KONFIGURASI TIANG PADA TANAH LEMPUNG TERHADAP DEFLEKSI TIANG PANCANG KELOMPOK AKIBAT BEBAN LATERAL

    Get PDF
    Pondasi tiang merupakan salah satu jenis pondasi dalam yang digunakan untuk menerima dan mentransfer (menyalurkan) beban dari struktur atas ke tanah keras yang terletak pada kedalaman tertentu.Penelitian ini dilakukan untuk melihat besar defleksi yang terjadi akibat jarak dan konfigurasi tiang terhadap defleksi tiang pancang kelompok akibat beban lateral. Penelitian ini merupakan penelitian skala kecil uji model laboratorium yang dilakukan dengan uji pembebanan (Load Test) secara lateral pada tanah lempung berpasir terhadap pondasi tiang kelompok ujung tertutup yang mana model tiang pancang berbentuk bulat, jarak tiang 3D, 4D, 5D, 6D dan konfigurasi tiang persegi, segitiga, dan jajar genjang yang kemudian hasilnya dibandingkan dengan perhitungan manual.Dari penelitian ini diketahui bahwa, model tiang persegi (empat tiang), segitiga (tiga tiang) dan Jajar Genjang (empat tiang), Jarak 3D terjadi defleksi yang lebih besar di bandingkan dengan model tiang dengan jarak 4D, 5D dan 6D, dan model tiang persegi (empat tiang) memiliki defleksi yang lebih kecil akibat konfigurasi tiang dibandingkan dengan model tiang segitiga (tiga tiang) dan model tiang jajar genjang (empat tiang). Didapatkan juga defleksi akibat variasi beban bahwa semakin besar beban yang diberikan maka semakin besar defleksi yang terjadi. Dari perbandingan hasil laboratorium dan hasil analitis secara umum didapatkan perbedaan sebesar ± 45 % dan model tiang segitiga (tiga tiang) memiliki defleksi yang lebih besar dibandingkan dengan model tiang persegi (empat tiang) dan jajar genjang (empat tiang). Kata Kunci : Pondasi Tiang Pancang, Jarak, Konfigurasi, Defleksi Latera

    KINERJA CAMPURAN AC-WC DENGAN MENGGUNAKAN AGREGAT DARI BATU KAPUR

    Get PDF
    Kebutuhan material untuk pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan jalan di setiap wilayah di Indonesia terus meningkat, bahkan pada beberapa daerah tertentu yang dimana agregat standar sulit di temukan harus mendatangkan dari luar daerah, sehingga membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, kendala untuk mendapatkan agregat standar dilokasi pekerjaan jalan perlu diatasi. Besarnya deposit material batu kapur yang ada di Indonesia menunjukkan besarnya potensi penerapan teknologi material lokal sub standar, batu kapur untuk campuran perkerasan jalan dalam hal ini pemanfaatan batu kapur sebagai agregat utama.Berdasarkan penelitian sebelumnya tentang campuran aspal AC-WC dengan menggunakan material Batu Kapur dari berbagai daerah di Indonesia sebagai material utama dengan hasil pengujian marshall yaitu nilai stabilitas 1481,6 kg dan flow 3.6 mm dan penelitian tentang Batu Kapur dari Rau menggunakan campuran aspal AC-WC (Puslitbang Jalan dan Jembatan, 2017) dengan hasil pengujian marshall yaitu nilai stabilitas 1493,7 kg dan flow 3,7 mm, maka dari hasil penelitian sebelumnya yang sudah di lakukan, akan di lakukan penelitian terhadap material Batu Kapur yang berada di Bolaang Mongondow, Sulawesi UtaraPenelitian ini sifatnya mengidentifikasi sampel agregat, diperiksa di laboratorium dengan metode Marshall. Kemudian akan diambil sampel hasil perancangan untuk pemeriksaan Marshall (dibuat benda uji Marshall) kemudian di periksa kriteria Marshall untuk memperoleh kadar aspal optimum. Setelah selesai pada pengujian marshall untuk menentukan kadar aspal,optimum, kemudian di buat benda uji menggukanan kadar aspal optimum yang di dapat lalu divariasikan dengan filler (semen) yang akan di buat sampel untuk mendapatkan hasil dari pengujian Marshall.Dari hasil analisis Marshall, yang dibuat di laboratorium di dapat besaran Marshall kadar aspal 6,7% , untuk nilai stabilitas = 1377,67  flow = 3,651mm, VIM = 3,991%, VMA = 14,087%, VFB = 71,679%, density = 2,249. Dapat disimpulkan bahwa agregat batu kapur sebagai agregat sub standar dapat di gunakan dalam perkerasan campuran beraspal panas, dan dengan membuat benda uji berdasarkan gradasi yang sesuai dengan ketentuan untuk campuran AC-WC batu kapur. Kata kunci :Batu Kapur, Campuran AC-WC, Marshal

    ANALISIS KAPASITAS PENAMPANG TERHADAP BERBAGAI KALA ULANG BANJIR DI SUNGAI SESAYAP KALIMANTAN UTARA

    Get PDF
    Sungai Sesayap merupakan salah satu sungai di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. Letak Sungai Sesayap yang melewati beberapa desa di Kabupaten Malinau termasuk jembatan Malinau memerlukan perhitungan debit banjir dan elevasi tinggi muka air yang nantinya akan berpengaruh terhadap perencanaan struktur jembatan tersebut.Analisis debit banjir dan elevasi tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan menggunakan metode Log Pearson III. Data curah hujan yang digunakan berasal dari pos hujan Teluk Sanggan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum selama 10 tahun, yaitu dari tahun 2007 s/d 2016. Setelah didapat besar hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN), dan untuk aliran dasar (baseflow) akan menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji koefisien determinasi (r²). Dalam kalibrasi ini, parameter yang akan dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil uji koefisien determinasi (r²) menunjukan nilai 0,6407. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang Sungai Sesayap yang ditinjau masih mampu menampung debit banjir yang terjadi untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun.Kata kunci: Debit Banjir Rencana, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RA

    EVALUASI KONSEP GREEN BUILDING PADA GEDUNG BARU FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO

    Get PDF
    Permasalahan lingkungan dan pemanasan global menjadi  problem utama yang sudah sangat gencar dikemukakan para ahli lingkungan akhir-akhir ini, salah satu penyebab dari kerusakan lingkungan datang dari bidang jasa konstruksi. Oleh sebab itu, untuk mengurangi terjadinya kerusakan lingkungan dan pemanasan global yang di akibatkan oleh industri konstruksi, digunakanlah suatu inovasi yang  menghadirkan suatu konsep bangunan yang ramah lingkungan, atau dikenal dengan Green Building. Dari tujuan konsep ini, akan sangat baik jika di terapkan pada daerah pariwisata seperti di provinsi Sulawesi Utara ini, yang sangat akan bergantung pada aspek pemeliharaan lingkungannya.Mengingat juga aspek pembangunan di Sulawesi Utara yang sangat pesat dengan munculnya beberapa gedung bertingkat yang salah satu adalah gedung baru Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi di Manado maka diperlukannya suatu tolak ukur dalam menerapkan konsep Green Building pada pembangunan gedung tersebut. Untuk itu dilakukan evaluasi pada penerapan konsep Green Building pada gedung tersebut dengan menggunakan penilaian kriteria berdasarkan Green Building Council Indonesia (GBCI) dengan perangkat penilaian Greenship untuk Bangunan Baru Versi 1.2 yang di gunakan di Indonesia.Berdasarkan hasil tabel analisa penerapan konsep Green Building pada gedung baru Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado di dapat bahwa total nilai keseluruhan sebesar 37 poin atau dalam presentase sebesar 36,6%. Poin dan presentase tersebut didapat dari hasil penjabaran dari masing-masing kategori dan kriteria pada perangkat penilaian Greenship. Sehingga gedung baru Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado  termasuk dalam kategori green building namun dengan predikat paling dasar yaitu peringkat bronze.Kata Kunci : Green Building, GBCI, Evaluasi Konsep, Gedung Baru, UNSRA

    816

    full texts

    817

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL SIPIL STATIK
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇