JURNAL SIPIL STATIK
Not a member yet
    817 research outputs found

    ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI JEMBATAN GORR I

    Get PDF
    Jenis pondasi sumuran merupakan bentuk peralihan antara pondasi dangkal dan pondasi dalam. Pada lokasi penelitian, proyek jembatan GORR I di STA 10 + 825 diperolah nilai SPT > 50 pada kedalaman 7,5 m. Yang menandakan bahwa tanah telah mencapai tanah keras. Sehingga pada kasus ini dirasa cocok untuk menggunakan jenis pondasi sumuran sebagai pondasi yang menahan beban bekerja pada abutmen jembatan.Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap variasi desain pondasi guna mencari desain yang efektif dan efiseien untuk diterapkan dilapangan. Dari hasil perhitungan didapat 4 unit sumuran dengan diameter 3 meter dan kedalaman 4 meter sebagai desain yang paling efisien dibandingkan desain lain yang telah di tinjau sebelumnya sebagai pembanding. Dari hasil perhitungan secara analitis menggunakan rumus yang disarankan Meyerhof, Terzaghi dan menggunakan program bantu Allpile, 4 unit pondasi sumuran dengan diameter 3 meter memiliki kapasitas dukung sebesar 13142,67 kN (Meyerhof) dan 17582,23 kN (Terzaghi) berdasarkan cara analitis, dan 16796,18 kN sebagai kapasitas dukung yang diberikan program Allpile 6.. Kapasitas dukung tersebut lebih besar dari beban bekerja sebesar 10110,58 kN, yang berarti desain mampu menahan beban bekerja pada abutment jembatan. Kata Kunci: Sumuran, Kaisson, Allpile

    ANALISIS KUALITAS DAN KUANTITAS PENGGUNAAN AIR BERSIH PT. AIR MANADO KECAMATAN WENANG

    Get PDF
    Peranan air sangat penting bagi manusia, sehingga pengadaannya harus memenuhi standar kualitas dan kuantitas air bersih yang layak untuk di konsumsi bagi masyarakat di suatu kota. Letak perusahaan daerah air minum berada di dalam Kota Manado. Kebutuhan air masyarakat Kota Manado khusunya di daerah Kecamatan Wenang belum terpenuhi oleh karena faktor teknis yaitu pemakaian meter air dan faktor ekonomi berdasar tingkat kemampuan ekonomi masyarakat yang ditunjukkan dengan rekening listrik.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data yang diperlukan antara lain data pembacaan meter air, rekening listrik, jumlah jiwa dalam satu keluarga di Kecamatan Wenang Kota Manado untuk 30 sampel.Hasil analisis Kualitas dan Kuantitas  mewujudkan bahwa pemakaian air rata-rata untuk kelompok menengah ke atas (Kelompok A) sebesar 181.29 l/hr/jiwa. Untuk kelompok menengah kebawah (Kelompok B) sebesar 105.54 l/hr/jiwa. Pemakaian air rata-rata untuk kelompok A lebih besar dibandingkan rata-rata pemakaian air untuk kelompok B. Pemakaian air rata-rata untuk seluruh responden pelanggan PDAM di Kecamatan Wenang Kota Manado pada bulan Oktober - Desember 2018 berjumlah 143.415 l/hr/jiwa, sehingga termasuk kota kecil. Kualitas air di PDAM berdasarkan indikasi adanya chlor belum terdeteksi di semua pelanggan karena terpengaruh oleh jarak distribusinya dan terpenggaruh istalasi pada perpipaannya. Kata Kunci : Kualitas Air, Chlo

    EVALUASI PENERAPAN ZONA SELAMAT SEKOLAH DI KOTA MANADO

    Get PDF
    Kota Manado merupakan ibu kota di Provinsi Sulawesi Utara yang memiliki masalah transportasi seperti tidak terjaminnya keselamatan perjalanan anak ke sekolah. Beberapa sekolah berada di pinggir jalan raya, dimana banyak kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi yang dapat membahayakan keselamatan anak sekolah ketika akan menyeberang jalan. Karena itu, perlu dievaluasi efektifitas penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di SMPN 10 Manado dan SMP & SMA Pertiwi Manado pada ruas Jalan A.A Maramis.Penelitian dilakukan selama dua (2) hari di masing-masing lokasi dan dilakukan secara langsung meliputi data panjang Zona Selamat Sekolah (ZoSS), data kecepatan kendaran dan data penampang jalan. Analisa data dilakukan dengan membandingkan kecepatan kendaraan yang melintasi ZoSS pada saat jam operasi ZoSS dan jam non Operasi ZoSS serta membandingkan kecepatan kendaraan pada lokasi yang menerapkan ZoSS dan lokasi yang tidak menerapkan ZoSS pada jam yang sama yaitu jam operasi ZoSS dengan menggunakan metode statistik Uji T dalam hal ini Two Sampel T-Test.Hasil Studi menunjukkan bahwa penerapan ZoSS di SMPN 10 Manado berdampak positif atau memiliki pengaruh terhadap penurunan kecepatan kendaraan yang melintasi ZoSS, meskipun ada penurunan kecepatan kendaraan tapi belum berarti sudah memenuhi batas kecepatan pada ZoSS karena kecepatan kendaraan masih di atas kecepatan yang dianjurkan yaitu 30 km/jam untuk tipe 4/2 D. Sedangkan di SMP & SMA Pertiwi Manado penerapan ZoSS ternyata tidak memiliki pengaruh terhadap penurunan kecepatan kendaraan ketika melintasi ZoSS dimana kecepatan kendaran pada jam operasi ZoSS lebih tinggi. Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya pelanggaran terhadap batas kecepatan yaitu; pemasangan rambu batas kecepatan yang kurang tepat serta kurangnya kesadaran pengemudi akan arti rambu-rambu pada ZoSS. Sehingga disimpulkan penerapan ZoSS di SMPN 10 Manado dan SMP & SMA Pertiwi Manado belum efektif Kata kunci: Zona Selamat Sekolah (ZoSS), Uji T (Two Sample T-Test

    PERATAAN TENAGA KERJA DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT PADA PROYEK REHABILITASI PUSKESMAS MINANGA

    Get PDF
    Tenaga Kerja merupakan salah satu unsur penting dalam pelaksanaan suatu proyek karena pengaruhnya cukup besar terhadap biaya dan waktu penyelesaian suatu pekerjaan proyek. Akan tetapi, seringkali kita temui pemborosan tenaga kerja dalam hal ini tidak meratanya tenaga kerja dalam setiap item–item pekerjaan. Oleh karena itu dibutuhkannya suatu usaha untuk meminimumkan fluktuasi yang terjadi yaitu dengan melakukan perataan jam kerja pada pekerja sehingga dalam pengalokasiannya diperoleh solusi tenaga kerja yang lebih efektif dan efisien.Microsoft Project 2016 merupakan software yang digunakan untuk membantu manejer proyek dalam mengembangkan rencana, menetapkan sumber daya untuk tugas–tugas, pelacakan kemajuan, mengolah anggaran, dan menganalisis beban kerja.Data awal yang harus dimasukkan adalah data proyek, data aktivitas proyek, durasi, hubungan antar pekerjaan,dan kebutuhan pekerja. Dari Microsoft Project 2016 didapat hasil penggunaan tenaga kerja terbesar pada minggu terakhir bulan november sampai minggu terakhir bulan desember dimana dibutuhkan pekerja sebanyak 100 orang dan diperoleh schedule terbaik pada proyek Rehabilitasi Puskesmas Minanga Kata Kunci: Tenaga Kerja, Microsoft Project 2016, Perataa

    STUDI POTENSI JARINGAN LIGHT RAIL TRANSIT (LRT) DAN KONSTRUKSI PERKERASAN REL. (STUDI KASUS: KORIDOR KECAMATAN SINGKIL, KECAMATAN TUMINTING DAN KECAMATAN BUNAKEN)

    Get PDF
    Pesatnya perkembangan di Kota Manado baik dalam aspek pertambahan penduduk serta meningkatnya pembangunan pada pusat-pusat kegiatan perkotaan akan menyebabkan permasalahan pada sistem transportasi yang ada. Permintaan lalu lintas yang melebihi penyediaan ruang jalan mengakibatkan kepadatan dan kemacetan lalu lintas, sehingga pemerintah beberapa kali berupaya untuk mencoba mengatasi kemacetan namun belum sepenuhnya dapat mengurai kemacetan. Maka dari itu diperlukan program transportasi berkelanjutan (Sustainable Transport Mode) dengan sarana yang direkomendasi adalah Light Rail Transit atau LRT. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan bangkitan pergerakan serta pola distribusi perjalanan, mengkonsepkan jaringan koridor, dan menganalisa konstruksi perkerasan jalan relnya.Light Rail Transit merupakan salah satu sistem kereta api penumpang (kereta api ringan) yang biasanya beroperasi dikawasan perkotaan yang memiliki konstruksi ringan dan dapat berjalan dalam lintasan khusus. Konstruksi jalan rel merupakan suatu sistem struktur yan menghimpun komponen-komponen seperti rel, bantalan, penambat, lapisan fondasi serta tanah dasar secara terpadu yang disusun dalam sistem konstruksi.Pengumpulan data primer dilakukan dengan penyebaran kuesioner pada responden/rumah tangga sesuai jumlah sampel dimasing-masing kecamatan dan data sekunder dikumpulkan dari beberapa instansi terkait. Hasil survei di analisa dengan bantuan Microsoft office excel serta pemodelan menggunakan persamaan linear berganda dengan variabel bebas yang diukur yaitu komposisi keluarga (X1), jumlah anggota yang bekerja (X2), jumlah anggota yang bersekolah (X3), jumlah anggota yang bekerja dan bersekolah (X4), kepemilikan kendaraan (X5), penghasilan keluarga (X6), dan variabel terikat (Y) sebagai jumlah pergerakan keluarga perhari.Hasil pemodelan diperoleh persamaan terbaik yaitu Y = 0.022 + 5.091 X1 + 0.093 X2 + 0.097 X3 – 0.013 X6 dan nilai Koefisien Determinan (R²) yang diperoleh yaitu sebesar 0,924 atau 92.4%.  Konsep jaringan Light Rail Transit  5 titik koridor yaitu Koridor Singkil, Koridor Tuminting 1, Koridor Tuminting Pasar dan Koridor Bailang Raya. Dalam hasil penelitian untuk konstruksi perkerasan rel  menurut Peraturan Menteri No. 60 tahun 2012 sesuai data rencana dikategorikan di Kelas Jalan V dengan penggunaan tipe rel R.42, jenis bantalan Kayu/Baja, dan jenis penambat bisa menggunakan tunggal atau rangkap. Kata Kunci : LRT(Light Rail Transit), Konstruksi Perkerasan Rel, Konsep JaringanÂ

    METODE ANALISA INDEKS DALAM MENGENDALIKAN BIAYA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN IAIN MANADO

    Get PDF
    Pengelolaan anggaran biaya pada pelaksanaan satu proyek konstruksi menuntut adanya suatu sistem dan analisa dimana bisa memberikan hasil dan masukan pada tahap awal mengenai pertumbuhan biaya proyek sehingga dapat memberikan gambaran apakah proyek dapat menguntungkan pihak pelaksana atau sebaliknya. Pengendalian proyek bertujuan untuk mengendalikan proses pelaksanaan proyek sejak awal dimulainya pembangunan hingga selesainya proyek terlaksana sesuai waktu, mutu dan biaya yang telah direncanakan. Penerapan metode analisa indeks digunakan sebagai alat kendali untuk pengendalian biaya dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Tolak ukur atau acuan pengukuran analisa indeks adalah Rencana Anggaran Biaya (RAB). Studi kasus yang dilakukan pada pembangunan rumah susun IAIN manado. Hasil yang diperoleh dari penggunaan metode analisa indeks adalah berdasarkan hasil evaluasi pekerjaan pada minggu ke-18 total pemakaian biaya dari tiap pekerjaan yang telah terlaksana sebesar Rp. 216.587.439.64 dan rencana biaya yang baru terpakai adalah sebesar Rp.248.189.804.96 sehingga terjadi selisi biaya sebesar Rp.31.602.365.32.  Kata kunci: Analisa indeks, pengendalian biaya, proyek, konstruksi, IAIN Manad

    PENGARUH PENYEMPITAN JALAN TERHADAP KARAKTERISTIK LALU LINTAS (STUDI KASUS: JALAN WOLTER MONGINSIDI, MALALAYANG II, KOTA MANADO)

    Get PDF
    Pergerakan masyarakat yang terjadi di Kota Manado semakin meningkat seiring dengan perkembangan yang ada hingga menyebabkan meningkatnya arus lalu lintas. Salah satu permasalahan yang mempengaruhi kondisi lalu lintas yaitu adanya penyempitan jalan, seperti pada ruas Jalan Wolter Monginsidi, Malalayang II, Kota Manado. Pada lokasi tersebut sering terjadi kemacetan lalu lintas sehingga menyebabkan antrian panjang terutama pada jam-jam sibuk.Data parameter lalu lintas volume dan kecepatan kendaraan diambil langsung dari lokasi penelitian, kemudian dihitung nilai kepadatan untuk membentuk model hubungan matematis antara volume, kecepatan dan kepadatan. Model hubungan matematis yang digunakan untuk analisis data yaitu, Greenshields, Greenberg dan Underwood, model terbaik dipilih berdasarkan nilai koefisien determinasi untuk digunakan dalam analisis gelombang kejut.Model terpilih untuk kondisi jalan normal dan menyempit adalah model Greenshields dengan nilai koefisien determinasi ) pada jalan normal sebesar 72.44% dan pada jalan menyempit 89.73%. Dari model hubungan matematis yang ada diperoleh nilai volume maksimum (Vm) dan kepadatan maksimum (Dm) untuk kondisi jalan normal Vm = 1594.138 smp/jam ; Dm =95.498 smp/km dan pada kondisi menyempit Vm= 759.057 smp/jam ; Dm 50.744 smp/km. Nilai gelombang kejut yang didapat  = -1.692 km/jam ;  = -12.102 km/jam ;  = -14.948 km/jam dan  = 10.414 km/jam.Potensi panjang antrian akibat penyempitan jalan menyebabkan panjang antrian maksimum (QM) kendaraan sepanjang 158.99meter dan setiap bertambah 5 menit kondisi volume jalan normal lebih besar dari volume maksimum jalan menyempit, maka panjang antrian juga bertambah sebesar 159 meter Kata Kunci: Penyempitan Jalan, Gelombang Kejut, Karakteristik Lalu Linta

    PERENCANAAN PENGEMBANGAN PADA BANDAR UDARA ABDUL RACHMAN SALEH KABUPATEN MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

    Get PDF
    Kabupaten Malang memiliki potensi di bidang pariwisata dan pendidikan. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan dan pelajar serta pertumbuhan penduduk, maka akan berdampak ke peningkatan pengguna jasa transportasi udara. Pada saat ini Bandar Udara Abdul Rachman Saleh masih melayani ATR 72-500, B737-800, A320-200, B737-800 NG dan B737-900 ER. Untuk mengantisipasi peningkatan pengguna jasa transportasi udara, bandara perlu dikembangkan dengan pesawat rencana A330-300. Untuk merencanakan pengembangan suatu bandar udara harus memperkirakan arus lalu lintas di masa yang akan datang. Oleh karena itu penyelesaian tugas akhir menggunakan metode survey dan research. Dengan menganalisa data lima tahun jumlah penumpang, bagasi dan cargo menggunakan analisa regresi dapat diramalkan arus lalu lintas di masa yang akan datang sehingga pengembangan bandar udara perlu dilakukan atau tidak. Selain itu diperlukan data-data lain seperti data klimatologi, data karakteristik pesawat, data tanah, keadaan topografi dan data eksisting bandara digunakan sebagai acuan merencanakan pengembangan bandar udara.Untuk pengembangan Bandar Udara Abdul Rachman Saleh yang akan direncanakan adalah runway, taxiway, apron, tebal perkerasan kaku, tebal perkerasan kaku, gedung terminal, gudang dan pelataran parkir kendaraan.  Berdasarkan hasil perhitungan yang mengacu pada standar International Civil Aviation organization (ICAO) dengan pesawat rencana Airbus 330-300 maka dibutuhkan panjang landasan 3.581 meter, lebar 45 meter, jarak antara sumbu runway dan sumbu taxiway adalah 185 meter, lebar total taxiway 44 meter dengan tebal perkerasan lentur 76 cm, luas apron 496 m  150 m = 74.400 m2, tebal perkerasan kaku pada apron Metode Federal Aviation Administration (FAA) = 41 cm, luas gedung terminal 158.114 m , luas gudang 2.830 m  dan luas pelataran parkir 25.989 m2. Kata Kunci: Kabupaten Malang, Pengembangan Bandar Udara, Runway, Taxiway, Apron

    HUBUNGAN MODULUS KEHALUSAN AGREGAT DENGAN KRITERIA MARSHALL PADA CAMPURAN ASPAL PANAS BERGRADASI SENJANG

    Get PDF
    Dalam Spesifikasi Teknik Bina Marga perencanaan campuran beton aspal, parameter modulus kehalusan tidak digunakan, namun dalam penelitian ini akan dilakukan suatu percobaan perancangan beton aspal dengan penentuan perkiraan kadar aspal menggunakan Modulus Kehalusan. Material yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari daerah Lansot, Kema. Minahasa Utara (PT. Marabunta Adi Perkasa). Penelitian dilakukan untuk menentukan perkiraan kadar aspal dengan menganalisis hubungan Modulus Kehalusan dengan besaran kriteria Marshall pada campuran aspal panas bergradasi senjang, dan untuk melihat pengaruh Modulus Kehalusan dengan kriteria Marshall pada campuran HRS-WC bergradasi senjang. Langkah awal penelitian adalah membuat membuat benda uji dari tiga variasi gradasi campuran HRS-WC dan dihitung nilai Modulus Kehalusan.  Kemudian,  nilai Modulus Kehalusan akan dihubungkan dengan besaran kriteria Marshall yang telah diperoleh dari masing-masing variasi gradasi.Hasil penelitian menunjukkan, semakin besar nilai modulus kehalusan, jumlah agregat kasar relatif lebih banyak dari agregat halus. Dari hasil perhitungan Modulus Kehalusan, nilai yang didapatkan adalah 4.829 untuk gradasi batas atas, 5.332 untuk gradai batas tengah, dan 5.763 untuk gradasi batas bawah. Dari hasil uji Marshall didapatkan kadar aspal terbaik, yaitu 8.9% untuk gradasi batas atas, 7.6% untuk gradasi batas tengah, dan 7.7% untuk gradasi batas bawah. Hasil uji Marshall dari ketiga variasi gradasi dengan campuran HRS-WC (gradasi senjang) masuk dalam spesifikasi Teknik Bina Marga. Berdasarkan grafik hubungan Modulus Kehalusan dengan besaran kriteria Marshall, campuran HRS-WC bergradasi senjang dapat menentukan perkiraan kadar aspal, namun hasilnya tidak terlalu tepat. Hubungan Modulus Kehalusan dengan kriteria Marshall menggunakan campuran HRS-WC bergradasi senjang memperoleh hasil kadar aspal yang naik turun (tidak konsisten). Dari hasil yang diperoleh, nilai Modulus Kehalusan yang gradasi tengah adalah nilai Modulus Kehalusan yang paling baik untuk digunakan, karena nilai Modulus Kehalusan yang lebih besar atau lebih kecil dari ± 5.332 nilai kadar aspalnya akan semakin besar. Nilai kadar aspal yang gradasi tengah adalah nilai kadar aspal yang paling kecil, sehingga bisa menghemat pengunaan bahan pengikat (aspal). Kata kunci: Modulus Kehalusan (Fineness Modulus), Marshall, HRS-W

    PERBANDINGAN KRITERIA MARSHALL PADA CAMPURAN ASPAL PANAS (HRS-WC) YANG MENGGUNAKAN ASBUTON MODIFIKASI (RETONA BLEND 55) DENGAN ASPAL PENETRASI 60/70

    Get PDF
    Campuran Beton Aspal yang biasanya digunakan sebagai bagian dari Lapis Perkerasan lentur Jalan Raya, terbuat dari Agregat sebagai Bahan Pengisi dengan Aspal (Bitumen) sebagai bahan pengikat. Dalam Spesifikasi Teknik Bina Marga Kementrian PUPR RI, Bahan Pengikat yang biasanya menggunakan Aspal Minyak dapat diganti dengan Aspal hasil olahan Aspal Buton karena di Indonesia dalam hal ini di Pulau Buton di Provinsi Sulawesi Tenggara terdapat bahan galian berupa Aspal Batu Buton disingkat ASBUTON yang saat ini telah diolah secara fabrikasi dan salah satu hasil olahan Asbuton tersebut dikenal dengan nama RETONA BLEND. Selanjutnya, juga dalam Spesifikasi Teknik Bina Marga, ada dua jenis campuran utama yang berbeda tujuan penggunaannya; yakni jenis yang satunya adalah Lapis Tipis Aspal Beton (Asphalt Concrete) yang disingkat LASTON atau AC yang dibuat dengan agregat yang susunan ukuran butirnya menerus yang mengutamakan kekuatan dalam menerima beban akibat lalu lintas dan yang kedua adalah jenis Lapis Tipis Aspal Beton disingkat LATASTON atau dikenal dengan Hot Rolled Sheet (HRS) yang mengutamakan Durabilitas sehingga dibuat dengan agregat yang susunan ukuran butirnya senjang. Berikut ini terhadap jenis campuran HRS khususnya untuk Lapis Aus atau Wearing Course yang bergradasi senjang akan diteliti pengaruhnya jika akan menggunakan Bahan Pengikat hasil Olahan Asbuton jenis Retona Blend. Untuk meneliti pengaruhnya yang terutama ditinjau dari segi durabilitas yang diperoleh dari sifat-sifat campuran berdasarkan kriteria Marshall, dan agar dapat diukur besar pengaruhnya, maka akan dibandingkan dengan campuran yang dibuat dengan parameter-parameter campuran komposisi yang sama tapi menggunakan bahan pengikat Aspal Penetrasi 60/70 Ex PERTAMINA.Penelitian ini diaplikasikan pada jenis HRS-WC yang menggunakan material agregat dari lokasi sumber Desa Lolan 2 di Kabupaten Bolaang Mongondow dengan alasan karena agregat dari lokasi sumber ini telah banyak digunakan sebagai bahan campuran untuk berbagai jenis perkerasan jalan dan nilai abrasi ≤30% sesuai dengan yang disyaratkan Spesifikasi Teknik Bina Marga Tahun 2010 Revisi 3 Campuran Beraspal Panas yang menggunakan Bahan Pengikat Aspal hasil olahan Asbuton karena aspal yang digunakan adalah aspal modifikasi Asbuton dengan merek Retona Blend untuk campuran satunya dan aspal penetrasi 60/70 ex PERTAMINA untuk campuran keduanya sebagai pembanding. Proses penelitian dimulai dengan pemeriksaan terhadap material agregat dan aspal kemudian dibuat rancangan komposisi berdasarkan persyaratan gradasi LATASTON, dihitung kadar aspal perkiraan dari campuran. Campuran yang dibuat terlebih dahulu adalah menggunakan Bahan Pengikat Retona Blend, dibuat benda uji untuk pengujian Marshall dan hasil uji dianalisis sehingga diperoleh kadar aspal terbaik dengan nilai-nilai kriteria Marshall. Selanjutnya dibuat campuran menggunakan Aspal Penetrasi 60/70 dengan proses yang sama.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika campuran HRS-WC menggunakan bahan pengikat Retona Blend maka kadar aspal terbaik sebesar 7,9% dengan besaran kriteria Marshall yang diperoleh dari pengujian secara non destruktif diperoleh nilai VIM sebesar 5,71%, VMA sebesar 18,16%, VFB sebesar 68,56%, density 2,33gr/cm3 kemudian kriteria Marshall dengan pengujian secara destruktif adalah stabilitas besarnya 1620 Kg dengan nilai Flow besarnya 3,55 mm sehingga besaran Marshall Quotient menjadi 458,8 Kg/mm. Jika campuran HRS-WC dengan parameter komposisi campuran sama dengan pertama, tapi menggunakan Bahan Pengikat Aspal Panas Penetrasi 60/70 ex PERTAMINA diperoleh kadar aspal terbaik 7,85% dari non destructive test didapat VIM sebesar 5,88%, VMA sebesar 18,45%, VFB 68,15%, density sebesar 2,33gr/cm3 dan dari destructive test (uji tekan) semua nilai kriteria Marshall yang didapat memenuhi syarat Spesifikasi Teknik Bina Marga.Berdasarkan besaran kriteria Marshall yang diperoleh, terlihat bahwa penggunaan Aspal Buton modifikasi jenis Retona Blend akan meningkatkan nilai stabilitas dan menurunkan nilai Flow dibandingan dengan yang menggunakan Aspal Penetrasi 60/70. Marshall Quotient (MQ) yang dihitung dari Stabilitas / Flow; merupakan besaran yang menunjukkan kekakuan atau durabilitas campuran dimana, semakin besar nilai MQ semakin kaku lapis perkerasan, sebaliknya semakin kecil nilai MQ menunjukkan semakin durable lapis perkerasan aspal dalam menerima beban. Dengan demikian jika lapis perkerasan aspal mengutamakan durabilitas dibandingkan kekakuan, maka jenis campuran HRS yang menggunakan bahan pengikat Aspal Minyak Penetrasi 60/70 adalah pilihan yang benar.Â

    816

    full texts

    817

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL SIPIL STATIK
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇