Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
10362 research outputs found
Sort by
UPAYA GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SISWA KELAS 1 MI YA BAKII KURIPAN KECAMATAN KESUGIHAN KABUPATEN CILACAP
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena yang tejadi pada perilaku siswa dan lulusan yang tidak mencerminkan sebagai pelajar terdidik yang berkarakter. Banyak penyimpangan dan pelanggaran yang dilakukan oleh pelajar. Maka dari itu pentingnya membentuk karakter disiplin siswa sejak dini. Dengan terbentuknya karakter disiplin dalam diri siswa maka siswa akan terhindar dari tindakan yang menyimpang dan melanggar peraturan yang dapat menganggu kehidupan. Dan perilaku disiplin juga merupakan hal penting di lingkungan sekolah karena pembelajaran tidak akan berjalan dengan lancar tanpa adanya kedisiplinan. Dari permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian “Bagaimana Upaya Guru Dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa Kelas 1 MI Ya BAKII Kuripan Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap”.
Penelitian ini dilakukan menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif yaitu penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk memperoleh data faktual yang menggambarkan bagaimana upaya guru dalam membentuk karakter disiplin siswa kelas 1 MI Ya BAKII Kuripan. Lokasi penelitian yang diambil yaitu di MI Ya BAKII Kuripan tepatnya berada di Jl. Salak No. 03 Kuripan, Kesugihan, Cilacap. Objek penelitian ini adalah upaya guru dalam membentuk karakter disiplin siswa kelas 1 MI Ya BAKII Kuripan, dan subjek penelitian ini yaitu kepala madrasah, guru kelas 1, siswa kelas 1 MI Ya BAKII Kuripan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara, dokumentasi, triangulasi/gabungan. Sedangkan analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi data.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima upaya yang dilakukan oleh guru dalam membentuk karakter disiplin siswa kelas 1 MI Ya BAKII Kuripan Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap. Lima upaya yang dilakukan yaitu dengan cara guru memberikan keteladanan kepada siswa, menanamkan pengetahuan moral, membuat tata tertib, menerapkan pembiasaan dan memberikan reward punishment kepada siswa. Upaya-upaya tersebut dilakukan dengan konsisten
NILAI DAKWAH ISLAM DALAM MOTIF BATIK BABON ANGREM KARYA NYI BEI MARDUSARI
Dengan menggunakan pendekatan kebudayaan, Walisongo dapat menjalankan dakwah kepada masyarakat jawa pada masa pra-islam. Batik merupakan karya seni yang banyak digunakan sebagai bahan untuk dijadikan sebagai pakaian yang memilki nilai luhur dan menjadi ciri khas masyarakat indonesia, khususnya jawa. Hampir seluruh wilayah di Indonesia memproduksi Batik, akan tetapi setiap daerah tentu mempunyai corak yang berbeda-beda. Dahulu, pembuat motif batik tidak menciptakan suatu karya yang hanya indah di mata saja, tetapi juga memasukkan makna atau arti yang berkaitan erat dengan falsafah hidup yang mereka hayati dan jalani. Motif Batik Babon Angrem merupakan salah satu motif Batik yang telah banyak berkembang, salah satunya di kabupaten Banyumas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna yang terkandung dalam motif Batik Babon Angrem dan nilai dakwah Islam yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian pada skripsi ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dengan sejumlah tokoh yang menguasai tentang ilmu perbatikan, serta studi dokumen
PENDIDIKAN CINTA LINGKUNGAN DALAM ISLAM (KAJIAN TAFSIR AL-MISBAH AL-QUR'AN SURAT AL-A'RAF AYAT 56-58)
Pendidikan cinta lingkungan dalam Islam adalah proses pengembangan potensi manusia yang dapat mempengaruhi kebiasaan baik dengan menanamkan rasa cinta yaitu sikap yang dapat menjadikan manusia lebih berfikir kreatif dan produktif dalam memanfaatkan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup agar manusia dapat menjalankan amanahnya sebagai khalifah di bumi yang bertanggungjawab sebagai pembangun, pemelihara, dan pemakmur yang berlandaskan moral dan ajaran agama Islam. Skripsi ini merupakan kajian ilmiah yang bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan pendidikan cinta lingkungan dalam Islam yang terkandung dalam Q.S Al-A’raf ayat 56-58 melalui kajian tafsir Al-Misbah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berupa penelitian kepustakaan (library research). Langkah dalam pengumpulan data adalah dengan mencari dan mengumpulkan data-data yang berasal dari data primer dan data sekunder yang kemudian dibaca, dicatat dan dipahami lalu dipilih dan dianalisis sesuai dengan judul penelitian. Pendidikan cinta lingkungan dalam Islam menurut kajian tafsir Al-Misbah Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 56-58 antara lain: larangan merusak lingkungan, perintah menjaga lingkungan, dan perintah melestariakan lingkungan
PERAN TOKOH AGAMA DALAM PENDIDIKAN MODERASI BERAGAMA BAGI GENERASI MILENNIAL MELALUI MEDIA YOUTUBE (Studi Tokoh Habib Husein Ja’far Al-Hadar)
The shift in the trend of learning religion through YouTube has occurred among the millennial generation, creating a gap for leaders from extremist circles to spread religious narratives full of hate speech to the ideological spirit to make Indonesia an Islamic state. This is a challenge for moderate religious leaders, as religious moderation education agencies, to actively participate in using YouTube as an effort to dispel extremist groups. This study aims to reveal religious moderation education by Habib Husein Ja'far Al-Hadar for the millennial generation through YouTube, the role he plays, and the millennial generation's response to his role. This research data collection were through by observation, interviews, and documentation. Data analysis used the theory of Miles and Huberman.
The results of the study revealed that in providing a narrative of religious moderation education through YouTube, Habib Husein used the existing methods in religious moderation education, the material contained in religious moderation, and the value indicator of religious moderation.. In addition, Habib Husein acts as an educator, advocate, counselor, and initiator in religious moderation education for the millennial generation through YouTube media. Meanwhile, he received a positive response that including of cognitive, affective, and conative (psychomotor) aspects.
Keywords; Millennial Generation, Habib Husein Ja'far Al-Hadar, Religious Moderation Education, Roles, YouTube.
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA RELIGI (STUDI PADA MAKOM WALI SYAIKH MACHDUM CAHYANA DESA GRANTUNG KECAMATAN KARANGMONCOL KABUPATEN PURBALINGGA.
Makom Wali Syaikh Machdum Cahyana adalah salah satu Cagar Budaya yang terdapat di Desa Grantung Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga. Dari berbagai peninggalan seperti pendopo, mushola, dan lumbung padi yang semuanya tepat berada disekeliling makom. Itu merupakan peninggalan sekaligus menjadi fasilitas bagi para wisatawan yang berkunjung ke Makom Wali Syaikh Machdum Cahyana. Makom ini menjadi bangunan yang mulia yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Karena sejarah dan perjuangan beliau yang sangat besar dalam menyebarkan agama Islam di Purbalingga, khususnya menyebarkan Islam di Desa Grantung.
Penelitian ini bermaksud mengetahui bagaimana strategi pengembangan yang dilakukan oleh peneliti di objek wisata religi Makom Wali Syaikh Machdum Cahyana. Tujuan dari penelitian ini digunakan untuk mengetahui bagaimana strategi pengembangan yang dilakukan di objek wisata religi Makom Wali Syaikh Machdum Cahyana yang ada di Desa Grantung. Subyek dalam penelitian ini ada tiga, yaitu satu Juru Kunci Makom, kedua Kepala Desa Grantung dan yang ketiga yang menjabat sebagai Satgas Adat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data-data penelitian diperoleh menggunakan observasi secara langsung, wawancara dan dokumentasi.
Dengan demikian dapat disimpulkan, menurut teori strategi yang dikemukakan oleh Hunger dan Wheelen dalam Strategi Pengembangan Objek Wisata Religi Makom Wali Syaikh Machdum Cahyana bahwa pengembangan yang dilakukan dimakom masih sangat kecil, dan semuanya masih sederhana dan tradisional dalam pengelolaan menurut persepektif manajemen pariwisata. Dari berbagai strategi yang belum dilakukan, walaupun sudah dilakukan tetapi masih belum maksimal, pembangunan, publikasi, belum adanya penopang ataupun faktor lain yang dilakukan sebagai penambah keuangan, akses jalan yang masih belum maksimal, fasilitas yang belum memadahi, kelembagaan yang pengurusnya masih kurang kompeten dan belum adanya regenerasi kepengurusan, serta sumber daya manusia yang masih sangat minim, semua itu menjadi penghambat bagi pengembangan. Maka dengan berbagai faktor pendukung yang ada, jadikan penguat bagi pengelola untuk lebih bisa mengembangakan Makom.
Kata Kunci: Strategi, Pengembangan, Objek Wisata Relig
IMPLEMENTASI PENILAIAN OTENTIK DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MA AL-IRSYAD GUNUNGJATI PAGEDONGAN BANJARNEGARA
Implementasi penilaian otentik dalam pembelajaran Aqidah Akhlak
merupakan penilaian yang dilakukan pada mata pelajaran Aqidah Akhlak
dilembaga sekolah yang telah menggunakan kurikulum 2013 pada proses
pembelajaran dan penilaian dalam mata pelajaran tersebut. Penilaian otentik
mencakup tiga ranah aspek yaitu penilaian sikap, penilaian pengetahuan dan
penilaian keterampilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
penerapan penilaian otentik dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di MA Al-
Irsyad Gunungjati Pagedongan Banjarnegara. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan implementasi penilaian otentik dalam pembelajaran
Aqidah Akhlak di MA Al-Irsyad Gunungjati. Jenis penelitian ini adalah
penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatannya deskriptif
kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara
dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis data menggunakan Reduksi
Data, Penyajian Data, dan Verifikasi Data. Keabsahan data menggunakan
teknik trigulasi. Penelitian ini menghasilkan deskripsi sebagai berikut :
Dalam tahap perencanaan guru membuat rencana penilaian dengan
menentukan kisi-kisi dalam penilaian yang berbentuk materi pelajaran,
membuat instrumen penilaian yang disesuaikan dengan perkembangan dari
peserta didik. Sedangkan pada pelaksanaan guru melakukan tahap penilaian
meliputi tiga ranah penilaian yaitu ranah Sikap meliputi observasi, penilaian
diri, dan jurnal. Pengetahuan meliputi tes tertulis, tes lisan serta penugasan,
dan Keterampilan meliputi praktek dan portofolio.
Kata Kunci : Aqidah Akhlak, Implementasi, Penilaian Otenti
PROBLEMATIKA PENYAMAAN BATAS USIA NIKAH DALAM UNDANG-UNDANG No. 16 TAHUN 2019 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG No. 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN
Tercapainya tujuan perkawinan perlu dipertimbangkan usia kematangan pada
calon mempelai pria maupun wanita. Salah satu bentuk irelevansi batas usia
minimal perkawinan yang diatur dalam Pasal 7 ayat 1 Undang-Undang No. 1
Tahun 1974 adalah terkait hak untuk mengenyam pendidikan yang mengalami
pergeseran. dimana Undang-Undang No. 35 tahun 2014 melarang adanya
perkawinan anak dibawah 18 tahun, sedangkan Undang-Undang Perkawinan
justru membuka terjadinya perkawinan anak dikarenakan penetapan batas usia
minimal perkawinan bagi perempuan adalah 16 Tahun dikategorikan sebagai
anak berdasarkan Undang-Undang No.35 Tahun 2014. Kondisi tersebut akan
berdampak terhadap jaminan dan perlindungan hak konstitusional perempuan.
Serta dalam peraturan dispensasi nikah mempermudah tetap akan terjadinya
pernikahan dini yang mana peraturan pernikahan hannya memandang pada
persetujuan dalam Undag-Undang No.16 Tahun 2019 diterangkan hanya sebatas
perubahan batas usia nkah menjadi 19 tahun baik laki laki maupun perempuan,
pada pernikahan di bawah umur tetap terjadi keidakpastian dalam penetapan
hukum maka masih banyak maraknya pernikahan dini
Jenis penelitian dapat dikelompokan pada penelitian kepustakaan (librery
reseach) dan/atau penelitian lapangan (field risearch). Jenis penelitian skripsi ini
menggunakan penelitian pustaka (library research), maka penelitian ini lebih
banyak dilakukan dengan membaca tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Putusan
Hakim Mahkamah Konstitusi No 22/PUU-XV/2017, dalam Undang-undang
No.16 Tahun 2019
Kesimpulan dari penelitian bahwa dalam problematika batas usia nikah
paska revisi UU 1974 baik kandungan hukum positif maupun hukum islam
memiliki pandangan dalam penetapan hukum, semua itu untuk bertujuan agar
tercapainya keluarga sakinah mawadah wahromah. Semenjak lahirnya UndangUndang No.Tahun 1974 tentang Perkawinan dalam perubahnya undang undang
no 16 tahun 2019, sampai saat ini hukum perkawinan dalam penegakannya masih
menyisakan berbagai problematika hukum utamanya terkait dengan ketetapan,
pencatatan perkawinan, permasalahan nikah siri, perkawinan beda agama, dan
nikah hamil.
Kata kunci : problematika, penyamaan Umur Perkawinan, Hukum Isla
PERAN PONDOK PESANTREN MAMBA'UL 'ULUM TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DESA TUNJUNGMULI KECAMATAN KARANGMONCOL KABUPATEN PURBALINGGA (1984-2019)
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran pesantren dalam perubahan sosial bagi warga Tunjungmuli dan faktor apa saja yang mendukung dan menghambat pelaksanaan perubahan sosial oleh warga Tunjungmuli dalam bidang agama dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pondok pesantren dalam perubahan sosial warga Tunjungmuli dalam bidang agama dan pendidikan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi perubahan sosial bidang keagamaan dan pendidikan.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sejarah yaitu penelitian yang menggunakan metode sejarah yang memberikan gambaran secara detail dan analisis data tentang permasalahan terkini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk memperoleh data lapangan, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini digunakan teori perubahan sosial yang dikemukakan oleh Erving Goffman.
Dari hasil penelitian dan pembahasan, dapat ditarik beberapa kesimpulan tentang peran pondok pesantren dalam perubahan sosial warga Tunjungmuli, antara lain: a) Bidang sosial. b) Bidang keagamaan. c. Bidang pendidikan. Sedangkan faktor yang menghambat dani mendorong adalah: a) Penghambat : Pertama, orang yang tertutup terhadap perubahan. Kedua, perkembangan zaman ditandai dengan perkembangan teknologi. Ketiga, kurangnya komunikasi antar individu dalam masyarakat. b) Pendorong: Pertama, secara internal Pondok Pesantren Mamba'ul 'Ulum berperan aktif dalam segala kondisi masyarakat. Kedua, secara eksternal perubahan sosial di lingkungan Pondok Pesantren Mamba'ul 'Ulum, masyarakat telah menyadari pentingnya menuntut ilmu agama, menjadi ruang di mana pesantren dapat mengambil perannya
STRATEGI PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI DI MASA PANDEMI COVID -19 PADA PT KERETA API INDONESIA (PERSERO) DAOP 5 PURWOKERTO, BANYUMAS
Peran pendidikan, pelatihan dan pengembangan sangat penting dalam meningkatkan kinerja Sumber Daya Manusia di era Covid-19, Sejauh ini, strategi organisasi untuk memerangi Covid-19 yaitu dengan menggunakan digitalisasi untuk kelangsungan hidup organisasi. Pelaksanaan pelatihan dan pengembangan di masa pandemic Covid-19 memerlukan suatu strategi dalam pelaksanaanya. Peran pendidikan dalam pembangunan dan peningkatan kinerja, pengetahuan,
wawasan dan keterampilan yang berkaitan dengan situasi sangat dibutuhkan saatini. Pelaksanaan semua kegiatan Pelatihan dan Pengembangan yang ditargetkan dalam pembelajaran dan pengembangan bersifat berkelanjutan dan membantu mencapai tujuan pribadi dan organisasi. Sumber daya manusia merupakan sebagai alat manajerial untuk melakukan perencanaan, pengelolaan dan pengendalian, Manajemen Sumber daya Manusia dapat dipahami sebagai suatu proses dalam organisasi serta dapat pula diartikan sebagai suatu kebijakan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan pelaksanaan pelatihan & pengembangan sumber daya manusia dalam upaya peningkatan kinerja pegawai dimasa pandemi Covid-19 pada PT Kereta Api Indonesia Daop 5 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukan bahwa strategi pelatihan dan pengembangan pada PT Kereta Api Indonesia Daop 5 Purwokerto di masa pandemic Covid-19 menggunakan 3 Strategi, Strategi pertama (1) Penentuan Kebutuhan (2) Penentuan Sasaran (3)Penentuan Isi Program (4) Pelaksanaan Program (5) Penilaian Pelaksanaan Program. Strategi kedua yaitu (1) Fase Pemantapan Asesmen (2) Fase Implementasi (3) Fase Pemasukan Program. Strategi ketiga yaitu (1) Reaction (2)Learning (3) Behavior (4) Results
PERAN GURU TERHADAP PENGEMBANGAN BAKAT DAN MINAT OLAHRAGA DALAM PERSIAPAN POPDA DI SD NEGERI 1 BANJARKERTA PURBALINGGA
SD Negeri 1 Banjarkerta merupakan sekolah yang terletak di Desa Banjarkerta, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga. Setelah pembelajaran sempat daring akibat wabah covid-19, pada akhirnya diawal tahun 2022 pembelajaran mulai tatap muka dan berjalan seperti semula. Akan tetapi untuk kegiatan ekstrakurikuler olahraga belum dilaksanakan. Dikarenakan kegiatan ekstrakurikuler olahraga belum dilaksanakan dan POPDA SD Karanganyar Purbalingga akan diadakan kembali dengan cabang olahraga yang diperlombakan yaitu sepak bola dan atetik, pada akhirnya terdapat guru yang berinisiatif untuk mewadahi siswa SD Negeri 1 Banjarkerta Purbalingga dalam mengembangkan bakat dan minat olahraga sepak bola dan atletik lalu menyeleksi siswa untuk diikutsertakan dalam POPDA SD Karanganyar Purbalingga.
Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian lapangan (field research). Metode pengambilan data menggunakan wawancara, observasi, dn dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik uji keabsahan data menggunakan trianggulasi data.
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah peran guru terhadap pengembangan bakat dan minat olahraga sepak bola dan atletik dalam menghadapi POPDA SD Karanganyar Purbalingga. Terdapat tiga peran guru dalam olahraga sepak bola yang dilakukan Pak Haryadi yang meliputi peran guru dalam mengajar, peran guru dalam melatih, dan peran guru dalam mengevaluasi melalui kegiatannya dapat mengembankan bakat dan minat siswa dalam bidang olahraga sepak bola. Peran guru terhadap pengembangan bakat dan minat olahraga atletik di SD Negeri 1 Banjarkerta Purbalingga, terdapat empat peran yang dilakukan oleh Bu Pratik yang meliputi peran guru dalam mengajar, peran guru dalam melatih, peran guru dalam menilai, dan peran guru dalam mengevaluasi melalui kegiatannya dapat mengembankan bakat dan minat siswa dalam bidang olahraga atletik