Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
10362 research outputs found
Sort by
UPAYA PEMERINTAH DAERAH DALAM MENCEGAH KEKERASAN TERHADAP ANAK PADA PERDA NOMOR 1 TAHUN 2020 TENTANG PENYELENGGARAAN PERLINDUNGAN ANAK DI KABUPATEN PURBALINGGA PERSPEKTIF MAQASID AL-SYARI'AH
Kekerasan terhadap anak (Child Abuse) adalah setiap bentuk pembatasan, pembedaan, pengucilan, dan perbuatan terhadap anak yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan baik secara fisik, psikis, seksual dan penelantaran termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum. Tindakan kekerasan di Indonesia masih sering terjadi bahkan terus meningkat dari tahun ketahun, kekerasan ini tidak hanya menimpa orang dewasa saja tetapi, akhir-akhir ini banyak tindakan kekerasan yang terjadi pada anak-anak yang usianya masih rentan, khususnya di Kabupaten Purbalingga. Maka dari itu Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengeluarkan Perda Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak. Sehingga Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pencegahan kekerasan pada anak dan untuk mengetahui perspektif maqasid al-syari'ah.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian jenis lapangan (field reaserch) kualitatif dengan lokasi penelitian di Dinas Sosial Kabupaten Purbalingga dan Polres Kabupaten Purbalingga. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Adapun teknik analisis data dengan cara reduksi data (Data Collection), penyajian data (Data Reduction), dan penarikan kesimpulan (Conclusion Drawing).
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa upaya pencegahan kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh pemerintah daerah yang telah diberi kewenangan yaitu Dinas Sosial Purbalingga koordinasi dengan Polres Purbalingga, sudah melakukan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak yaitu dengan melakukan sosialisasi berbasis sekolah diselenggarakan di SD, SMP dan SAM dan sosialisasi berbasis masyarakat diselenggarakan di kecamatan atau desa, penyuluhan, pelatihan, menyebar pamflet, banner, poster dan di undang ke radio-radio. Tujuan ditetapkannya syariat dalam hukum Islam supaya tercapainya maqasid al-syari'ah yaitu dengan menjaga jiwa (hifdz} al-nafs) karena jiwa adalah hak kunci utama yang paling mendasar. Agar terjaga Allah melarang segala perbuatan hal-hal buruk yang dapat merusak jiwa maka, ummat Islam berkewajiban untuk menjaga diri dan orang lain, Islam juga mengajarkan agar saling menyayangi dan berbagi kasih.
Kata Kunci: Pemerintah Daerah, Mencegah, Maqasid al-Syari'a
PENGARUH DANA PIHAK KETIGA (DPK),PROFIT SHARING RATIO (PSR), ZAKAT PERFORMANCE RATIO (ZPR) TERHADAP MARKET SHARE DI PERBANKAN SYARIAH MELALUI RETURN ON ASSET SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI KASUS BANK UMUM SYARIAH TAHUN 2015-2020)
ABSTRAK
Market Share Perbankan Syariah merupakan salah satu Konstributor terbesar terhadap kemajuan Market Share keuangan syariah dan pemerintah telah menetapkan target Market Share Keuangan Syariah sebedar 20% pada tahun 2023. Maka diperlukan sebuah strategi untuk mencapai target tersebut, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Profit Sharing Ratio (PSR), Zakat Performance Ratio (ZPR) dan Return On assets (ROA) sebagai Variabel Intervening terhadap Market Share perbankan Syariah.
Penelitian ini menggunakan Bank Umum syariah menjadi Objeknya, dengan Purposive Sampling dalam pengambilan sampel penelitianya. Terdapat 7 Bank Umum syariah yang memenuhi syarat sebagai sampel penelitian. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari Laporan Statistik perbankan syariah dan Annual Report dari masing-masing Bank. Analisis data menggunakan analisis jalur (Path Analysis) dan Uji Sobel.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa secara simultan variabel DPK, PSR, ZPR berpengaruh signifikan terhadap ROA dengan nilai signifikansi kurang dari 0.05. Namun, secara Persial variabel DPK dan PSR tidak berpengaruh terhadap ROA dan Variabel ZPR berpengaruh negatif terhadap ROA. Selain itu, secara Simultan Variabel DPK,PSR,ZPR dan ROA berpengaruh signifikan terhadap Market Share dengan nilai signifikannya kurang dari 0.05. Namun, secara persial Variabel DPK dan PSR mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Market Share. Sedangakan variabel ZPR dan ROA tidak berpengarih signifikan terhadap Market Share. Dalam Uji Sobel menyatakan bahwa Variabel DPK,PSR, ZPR mediasi ROA tidak berpengaruh terhadap Market Share. Dengan hasil penelitian dapat menunjukan bahwa faktor internal perbankan syariah berdasarkan kinerja keuangan syariah yang terdiri dari DPK, PSR dapat menjadi pertimbangan bagi perbankan syariah dalam meningkatkan Market Share. Namun untuk ZPR dan ROA pada periode 2015-2020 masih belum mampu untuk meningkatkan maret share.
Kata Kunci : Market Share, Perbankan Syariah, DPK,PSR,ZPR,dan ROA
STUDI KOMPERATIF PANDANGAN YUSUF QARDAWI DAN RIFAT HASAN TENTANG HIJAB
Hijab memiliki makna yang berarti kain panjang, longgar dan tidak tipis
yang digunakan untuk menutupi dada dan kepala. Adapun dasar perintah
mengenai kewajiban jilbab bagi setiap muslimah adalah surat an-Nūr (24):31.
Mereka menganggap bahwa hijab mencegah perempuan dari kemaslahatannya.
Jika penulis telusuri wacana modernitas yang sangat membingungkan dan
menakjubkan ini, maka penulis tidak menemukan adanya kemaslahatan hakiki
dalam melepaskan hijab atau membiarkannya. Karena pada realitas kekinian di
seluruh dunia, baik di dunia Islam maupun di dunia Barat, menolak apa yang
dipropagandakan tentang sisi negatif hijab.
Penelitian termasuk penelitian kepustakaan (library research), penelitian
yang meneliti sumber-sumber tertulis yang berkaitan dengan kajian pokok yang
berkaitan dengan hukum Islam. Penelitian ini merupakan studi tokoh yang
berbeda pendapat mengenai hukum hijab kemudian dianalisis komparatif
sehingga menemukan perbedaan dengan landasan hukum yang berbeda.
Pandangan Yusuf Qardawi, hijab adalah pakaian yang lebar semacambaju
kurung yang digunakan perempuan untuk menutupi auratnya. Dalam konteks ini,
beliau merumuskan konsep hijab yang berkaitan dengan busana perempuan
dimana beliau menegaskan bahwa memakai hijab adalah kewajiban kaum
perempuan untuk menutup auratnya. Riffat Hasan dengan Pendekatan normatifidealis, dengan menggali dari sumber-sumber tekstual, yakni al-Qur‟an dan
hadist, hijab tidak wajib karena merupakan wanita terhormat,sehingga wanita
tidak harus menggunakan hijab atau tudung kepala.
Kata Kunci : Hijab, Yusuf Qardhawi, Riffat Hasa
PENDAYAGUNAAN DANA ZAKAT INFAK DAN SEDEKAH (ZIS) UNIT PENGUMPUL ZAKAT (UPZ) BAITUSSALAM PURWOKERTO UNTUK PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN BANYUMAS
ABSTRAK
Kemiskinan merupakan permasalahan pokok yang telah lama ada di Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Banyumas. Sebagai salah satu lembaga resmi pengelola dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Banyumas, UPZ Baitussalam Purwokerto memiliki andil dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Banyumas. Hal ini diwujudkan dengan pemberian modal usaha bagi masyarakat. Modal usaha diberikan UPZ Baitussalam Purwokerto berasal dana dari zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang mereka kelola. Dengan modal usaha ini diharapkan dapat meringankan beban penerima manfaat dari kekurangan modal yang dihadapai. Jika usaha milik penerima manfaat dapat berkembang dengan baik, maka ekonomi milik penerima manfaat akan semakin baik dan menguat, sehingga kesejahteraan masyarakat miskin dapat tercapai. Dengan masyarakat yang sejahtera maka angka kemiskinan akan menurun.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Selain itu analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan data pada penelitian ini menggunakan metode triangulasi.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa UPZ Baitussalam Purwokerto telah melakukan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat menggunakan pemberian modal usaha yang telah dilakukan. Dengan ini masyarakat merasa terbantu, dan usaha yang dimilikinya terus berkembang dengan baik. Sehingga masyarakat menjadi berdaya dan mandiri dari faktor ekonomi miliknya.
Kata Kunci: Pendayagunaan, Zakat Infak Dan Sedekah (ZIS), Pemberdayaan Ekonom
MANAJEMEN KEPALA MADRASAH DALAM MENGEMBANGKAN PRESTASI AKADEMIK SISWA DI MTS NEGERI 1 BANYUMAS
Kualitas suatu pendidikan sangat dipengaruhi oleh sistem manajemen yang diterapkan. Manajemen merupakan proses kegiatan yang dilakukan melalui kerja sama dengan orang-orang atau melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya untuk menentukan, menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi. Prestasi akademik siswa merupakan salah satu bentuk nyata dari pendidikan yang berkualitas. Fungsi-fungsi manajemen menurut George R. Terry meliputi planning, organizing actuating, dan controlling, perlu diterapkan dalam pengembangan prestasi akademik dari perolehan kejuaraan olimpiade dan lomba-lomba mata pelajaran bahasa, matematika dan IPA tingkat nasional.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif lapangan (field research). Pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data primer adalah kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kesiswaan, bidang kurikulum, bidang humas dan guru pembimbing prestasi akademik siswa. Data sekunder bersumber dari dokumen Rencana Tahunan, dokumen kesiswaan, kurikulum dan dokumen humas. Analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah dalam mengembangkan prestasi akademik siswa dari perolehan kejuaraan lomba-lomba mata pelajaran atau olimpiade di MTs Negeri 1 Banyumas telah melaksanakan fungsi-fungsi manajemen yaitu 1) Perencanaan yang dilakukan kepala madrasah meliputi penyusunan program Madrasah Berprestasi: tahap seleksi, pembinaan, keikutsertaan lomba dan evaluasi 2) Pengorganisasian yang dilakukan kepala madrasah meliputi pembentukan personel Tim Sukses Madrasah Berprestasi, penerbitan SK Kepala Madrasah, rincian tugas, dan alokasi waktu. 3) Pelaksanaan/Penggerakkan yang dilakukan kepala madrasah meliputi jadwal pembinaan, motivasi Tagline Matsani Istimewa, yel-yel matsani juara, penghargaan,dan publikasi. 4) Pengawasan dilakukan oleh kepala madrasah dalam bentuk pemantauan secara langsung dan pelaporan. Adapun supervisi belum dilakukan sehingga pengawasan belum menggunakan instrumen yang terukur.
Kata Kunci: Manajemen, Kepala Madrasah, Prestasi Akademi
ANALISIS KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL JALAN MENIKUNG KARYA UMAR KAYAM MELALUI TEORI LEWIS A. COSER
Konflik sosial adalah perselisihan nilai atau tuntutan yang berhubungan dengan kekuasaan, status. Lewis A. Coser mengkonsep untuk mengetahui konflik sosial bisa diketahui melalui unsur hostile feeling (permusuhan dalam diri seseorang) dan hostile behavior (perilaku permusuhan). Penelitian ini menggunakan objek karya sastra berupa novel dengan judul Jalan Menikung karya Umar Kayam. Dimana cerita didalam novel dikonsep seperti cerita kehidupan masyarakat Indonesia yang multikultural, berbeada secara agama, budaya, suku ras dan bahasa. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan bentuk konflik sosial dan faktor penyebab konflik sosial berdasarakn teori Lewis A. Coser (2) mendeskripsikan penyelesaian konflik sosial dalam novel Jalan Menikung karya Umar Kayama berdasarkan teori Lewis A. Coser.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dan Jenis penelitian ini adalah adalah kualitatif deskriptif dan studi Pustaka (library research). Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik observasi non partisipan dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada model Miles Huberman, yaitu melalui tahapan reduksi data, pemaparan data dan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis konflik sosial Jalan Menikung berdasarkan teori Lewis A. Coser terdiri dari (1) Bentuk konflik sosial pelaku berupa konflik realistis dengan unsur hostile feeling dan hostile behavior serta konflik non realistis (2) Penyelesaian konflik sosial ada empat yaitu, konversi, toleransi, kompromi dan Mediasi.
Kata kunci : konflik sosial, bentuk konflik dan penyelesaian konflik
Social conflict is a dispute over values or demands related to power, status. Lewis A. Coser conceptualizes that social conflict can be identified through elements of hostile feeling (hostility within a person) and hostile behavior (hostile behavior). This study uses a literary work object in the form of a novel with the title Jalan Menikung by Umar Kayam. Where the story in the novel is conceptualized as the story of the life of the Indonesian people who are multicultural, different in religion, culture, ethnicity, race and language. This study aims (1) to describe the form of social conflict and the factors that cause social conflict based on Lewis A. Coser's theory (2) to describe the resolution of social conflict in the novel Jalan Menikung by Umar Kayama based on Lewis A. Coser's theory.
This research is library research and the type of this research is descriptive qualitative and library research. Data collection techniques using non-participant observation techniques and documentation. Data analysis refers to the Miles Huberman model, namely through the stages of data reduction, data exposure and conclusions.
The results showed that the analysis of social conflict on Jalan Menikung based on Lewis A. Coser's theory consisted of (1) The form of social conflict of the actors in the form of realistic conflict with elements of hostile feeling and hostile behavior as well as non-realistic conflicts (2) There were four resolutions of social conflicts, namely, conversion, tolerance, compromise and mediation.
Keyword : social conflict, forms of conflict and conflict resolutio
Pengucapan taklik Talak dalam Perkawinan Prespektif Maslahah Mursalah (Studi Kasus di Desa Karangjati Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap)
Perkawinan di Indonesia memiliki kebiasaan yang unik di mana kebiasaan tersebut dikenal dengan istilah taklik talak. Jika melihat bahwa manfaat dari pengucapan sighat taklik begitu besar namun dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) menjelaskan bahwa tidak mewajibkan adanya taklik talak di setiap prosesi pernikahan. Sedangkan untuk sekarang ini pengucapan taklik talak sendiri sudah menjadi kebiasaan dihampir setiap daerah seperti halnya pembacaan taklik talak yang ada di Desa Karangjati Kecamatan Sampang dimana penghulu menyarankan kepada mempelai laki-laki untuk mengucapkan sighat taklik talak setelah selesai melakukan akad nikah. Sehingga penelitian ini berupaya mengetahui bagaimana pendapat pasangan suami istri terhadap pengucapan taklik talak serta bagaimana ketika ditinjau dari prespektif maslahah.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, karena penelitian ini dilakukan secara langsung untuk mengetahui pendapat pasangan suami istri tentang pengucapan taklik talak di Desa Karangjati, Sampang. Analisi data yang dilakukan pada penelitian ini adalah analisi deskripsi kualitatif dan metode pengmpulan datanya menggunakan wawancara dan dokumentasi. Data primer penelitian ini berupa wawancara langsung serta didukung olrh data sekunder berupa buku-buku, jurnal, skripsi, kitab serta artikel.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa rata-rata setiap kali pernikahan di Desa Karangjati selalu ada prosesi pembacaan taklik talak. Walaupun nyatanya dari beberapa pasangan suami istri kurang mengetahui terhadap tujuan adanya pembacaan taklik talak dalam suatu prosesi pernikahan. Karena mayoritas warga desa karangjati bukan dari kalangan yang berpendidikan tinggi serta sikap masyarakat yang seringkali nurut terhadap apa yang diperintahkan oleh petugas KUA. Kemudian fenomena pengucapan sighat taklik talak yang terjadi di Desa Karangjati, pengucapan sighat taklik talak di desa tersebut sudah selaras dengan mas{lah{ah mursalah karena sudah memebuhi beberapa aspek kehujjahan dari mas{lah{ah mursalah .
Kata kunci: Taklik Talak, Mas{lah{ah Mursala
NILAI-NILAI DAKWAH PADA AKUN INSTAGRAM @DAKWAHVISUAL.ID (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)
Di era komunikasi dan informasi sekarang ini yang ditandai dengan maraknya media massa sebagai sarana komunikasi massa dan alat pembentuk opini publik, para mubalig dan aktivis dakwah telah memanfaatkan media massa sebagai sarana untuk berdakwah. Dakwah tidak hanya dilakukan dengan cara lisan saja, namun dapat dilakukan dengan media tulisan seperti buku, novel, cerpen, dan komik.
Penelitian ini berusaha menjawab rumusan masalah yang terdiri dari:1)Apa nila dakwah denotatif 2)Apa makna konotatif 3) Apa mkna mitos yang terkandung dalam postingan “dakwahvisual.id ” di instagram berdasarkan analisis semiotika roland barthes? Untuk mendeskripsikan persoalan ini, peneliti menggunakan analisis kualitatif deskriptif dengan pendekatan kualitatif teks media yaitu analisis semiotika model Roland Barthes. Data yang diperoleh melalui hasil dokumentasi.
Hasil analisis dari penelitian ini adalah makna denotasi yang dihasilkan dalam akun “dakwahvisual.id ” adalah desainer kebanyakan menggunakan font handwriting berupa jenis huruf Sans Serif Comic Sans MS, penggunaan ilustrasi kartun sebagai penguat dan latar warna mayoritas abu-abu, ungu dan coklat. Makna konotasi dari ilustrasi dan teks secara keseluruhan diambil dari simbol atau tanda yang familiar di masyarakat. Sedangkan makna mitos kebanyakan mengangkat realitas sosial yang disertai ajakan untuk kembali mendekat kepada Allah Swt. Serta terdapat pesan dakwah yang terkandung di dalamnya, yang terdiri dari pesan aqidah (meningkatkan iman pada Allah dan iman kepada kitab Allah), akhlak (menunggu dalam taat) dan syariah (mengingat kematian dan bersedekah)
MANAJEMEN KURIKULUM PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN DI PKBM AR ROSYID PURWOKERTO TIMUR
Kurikulum merupakan salah satu unsur penting dalam manajemen pendidikan yang sering disebut sebagai jantungnya pendidikan. Kurikulum menjadi sangat vital dan menjadi penentu dalam proses pembelajaran, karena kurikulum merupakan seperangkat rencana pembelajaran yang memuat tujuan, isi, serta metode pembelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen kurikulum program pendidikan kesetaraan di PKBM Ar Rosyid Purwokerto Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif bertempat di PKBM Ar Rosyid Purwokerto Timur. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi. Objek penelitian ini adalah manajemen kurikulum program pendidikan kesetaraan di PKBM Ar Rosyid Purwokerto Timur. Adapun pengumpulan data dengan menggali informasi dari subjek penelitian yaitu Ketua PKBM, Ketua Program Pendidikan Kesetaraan, Tim Kurikulum, dan Tutor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen kurikulum program pendidikan kesetaraan di PKBM Ar Rosyid Purwokerto Timur dilakukan melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan kurikulum meliputi lima langkah, yaitu menyiapkan materi PDF semua mata pelajaran dari Paket A, Paket B, dan Paket C, split materi pelajaran menjadi empat termin dalam satu tahun pelajaran, menyiapkan video pendukung pembelajaran dari youtube, menyiapkan link Google Form untuk kegiatan evaluasi dan upload materi PDF serta video dan link kegiatan evaluasi tersebut ke LMS. Pelaksanaan kurikulum menggunakan metode daring berbasis website LMS (Learning Management System). Evaluasi kurikulum yang dilakukan adalah evaluasi hasil belajar dengan bentuk evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Evaluasi dilaksanakan secara daring menggunakan Google Form
STUDI KOMPARATIF PENDAPAT YUSUF QARDHAWI DAN IBNU HAZM TENTANG KEABSAHAN NIKAH MISYAR
Nikah misya<r adalah dimana seorang laki-laki pergi ke pihak wanita dan wanita tidak pindah atau bersama laki-laki dirumahnya (laki-laki). Pernikahan tersebut berlangsung secara biasa dengan memenuhi syarat dan rukunnya. Hanya saja, sang istri bersedia menurunkan atau melepaskan tuntutannya atas hak-hak yang wajib dipenuhi oleh suami, seperti hak untuk memperoleh pakaian, nafkah, tempat tinggal dan sebagainya.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), yang mana penulis mengumpulkan data dan infirmasi yang bersumber dari data-data kepustakaan seperti buku, jurnal, maupun artikel yang mendukung penelitian ini. Tujuan penelititan ini adalah untuk mengetahui pandangan Yusuf Qardhawi dan Ibnu Hazm tentang hukum nikah misya<r serta untuk mengetahui perbedaan dan persamaan argumentasi hukum nikah misya<r. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan metode analisis data menggunakan content analisys. Sumber data primer yang digunakan yaitu buku Yusuf Qardhawi yang berjudul “Hadyul Islam Fatawa Muasirah dan kitab al-Muhalla Fi Syarh al-Mujalla bil al-Hujaji wa al-Atsar karya dari Ibnu Hazm
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penulis berkesimpulan bahwa kewajiban suami dalam memberi nafkah ke istri, dimana Yusuf Qardhawi memberikan keringanan dalam hal nafkah sedangkan Ibnu Hazm wajib hukumnya suami memberi nafkah ke istri baik dia kaya atau miskin. Dan perbedaan diantara dua tokoh terdapat dalam metode yang digunakan, Yusuf Qardhawi lebih mengedepankan kemaslahatan dalam melihat masalah ini, sedangkan Ibnu Hazm lebih ke arah tekstualis (bayani)