Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
10362 research outputs found
Sort by
Nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Begalan Banyumasan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangnya zaman dan teknologi
berdampak dengan banyaknya budaya barat yang masuk ke Indonesia. Budayabudaya tersebut telah menggeser posisi budaya lokal di masyarakat. Begitu juga
dengan budaya Jawa yang semakin tidak dipahami oleh kalangan masyarakat luas
khususnya orang Jawa sendiri. Padahal banyak pelajaran serta nilai-nilai luhur dari
budaya Jawa seperti pada upacara pernikahan. Kesenian Begalan merupakan tradisi
turun temurun bukan berasal dari zaman nabi dan sahabat akan tetapi seni
pertunjukan ini mampu memberikan keuntungan pada masyarakat karena dalam
acara inti seni hiburan tersebut mengandung nilai-nilai pendidikan Islam dan
nasehat perkawinan dengan mengungkapkan nilai pendidikan yang ditunjukkan
dalam bentuk peralatan. Penulis akan menjabarkan tentang nilai-nilai pendidikan
Islam dalam tradisi Begalan di Kabupaten Banyumas.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
metodologis yaitu deskriptif kualitatif dan pendekatan teoritis etnografi, berusaha
mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi pada saat sekarang
dan masa lampau. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara,
menyimpulkan dan dokumentasi.
Hasil penelitian dapat penulis maknai bahwa nilai pendidikan Islam dalam
tradisi Begalan itu sangat banyak. Dalam pementasan terdapat Suradenta dan
Surantani dapat disebut sebagai guru dalam menyampaikan pesan moral
perlengkapan atau alat-alat Begalan kepada muridnya yaitu masyarakat dan
terutama kepada pengantin. Penelitian ini meliputi : (1) bentuk seni pertunjukan
Begalan, (2) nilai-nilai pendidikan Islam dalam Begalan yang terkandung dalam
seni pertunjukan, (3) arti simbol-simbol yang terkandung dalam brenong kepang
(peralatan pertunjukan).
Kata kunci: nilai pendidikan Islam, makna simbol, Begala
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN-ENDED SISWA MTs HASYIM ASY'ARI TUNJUNGMULI KECAMATAN KARANGMONCOL KABUPATEN PURBALINGGA
Latar belakang penelitian ini adalah adanya perbedaan kemampuan siswa dalam menerima dan mengolah informasi, menyelesaikan soal serta memberikan kesimpulan dari pernyataan. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk mengetahui kemampuan siswa lebih mendalam salah satunya dengan pemberian soal open-ended sebagai media untuk melihat dan mengukur kemampuan berpikir matematis khususnya kemampuan penalaran siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan penalaran matematis siswa MTs Hasyim Asy’ari Tunjungmuli ketika menyelesaikan permasalahan open-ended.
Penelitian ini merupakan penelitian mixed method. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A MTs Hasyim Asy’ari Tunjungmuli. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes tertulis, wawancara dan dokumentasi. Tes dilakukan untuk mengetahui dan menggambarkan kemampuan penalaran matematis siswa dengan menggunakan empat butir soal open-ended berbentuk uraian. Wawancara dilakukan untuk mengetahui secara mendalam kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Dokumentasi meliputi foto Ketika tes berlangsung, data nama siswa kelas VIII A MTs Hasyim Asy’ari Tunjungmuli dan hasil wawancara. Penelitian diikuti 24 siswa yang kemudian dipilih berdasarkan kemampuan siswa yaitu dua siswa dengan kategori kemampuan tinggi, dua siswa dengan kategori kemampuan sedang, dan dua siswa dengan kategori kemampuan rendah.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi memenuhi indikator kemampuan penalaran matematis memperkirakan jawaban dan solusi, melakukan perhitungan berdasarkan aturan atau rumus tertentu, dan membuat kesimpulan logis. Siswa dengan kemampuan sedang memenuhi indikator memperkirakan jawaban dan solusi dan melaksanakan perhitungan berdasarkan aturan atau rumus tertentu. Siswa berkemampuan rendah tidak memenuhi indikator kemampuan penalaran matematis memperkirakan jawaban dan solusi, melakukan perhitungan berdasarkan aturan atau rumus tertentu, dan membuat kesimpulan logis
AKIBAT HUKUM DAN DAMPAK PSIKOLOGIS BAGI PELAKU PERKAWINAN DI BAWAH UMUR (STUDI DI DESA TLAHAB KIDUL, KECAMATAN KARANGREJA, KABUPATEN PURBALINGGA)
Perkawinan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, yang menetapkan usia perkawinan yaitu 19 tahun, akan tetapi di Desa Tlahab Kidul Kecamatan Karangreja masih terjadi kasus perkawinan di bawah umur. Hal tersebut tentunya dapat menimbulkan dampak bagi yang melangsungkan perkawinan. Dalam penelitian ini, permasalahan yang akan dikaji yaitu akibat hukum yang ditimbulkan dari adanya perkawinan di bawah umur serta dampak psikologis yang dialami oleh pelaku perkawinan di bawah umur di Desa Tlahab Kidul Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian lapangan (Field Research). Sumber datanya yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer diperoleh dari wawancara dengan pelaku perkawinan di bawah umur, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari KUHPer, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas Undang-Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Putusan Pengadilan Tentang Dispensasi Perkawinan, dan literatur yang berkaitan dengan penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara serta dokumentasi.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa akibat hukum dari melakukan perkawinan di bawah umur yaitu berdampak pada diri pribadi, harta kekayaan dan suami isteri serta terhadap orang tua, yaitu: mereka dianggap dewasa menurut hukum dan ketika ada seorang anak yang dilahirkan hasil perkawinan tersebut anak itu adalah anak sah, terhadap harta kekayaan yang diperoleh dalam perkawinan menjadi harta bersama, dan secara hukum mereka terikat dengan kewajiban masing-masing serta terhadap orang tua yang memaksakan anaknya untuk menikah maka ia dapat dikenai sanksi yakni penjara paling lama 9 tahun dan denda sebesar Rp. 200.000.000,00. Sedangkan dampak psikologis yang ditimbulkan dari adanya perkawinan di bawah umur yaitu munculnya kecemasan, stress dan sering terjadi pertengkaran.
Kata kunci: Akibat Hukum, Dampak Psikologis, Perkawinan Di Bawah Umur, Desa Tlahab Kidul, Purbalingg
PERAN PINJAMAN TERHADAP KINERJA USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) PADA NASABAH PT. LKM (LEMBAGA KEUANGAN MIKRO) KEDUNGMAS KEDUNGBANTENG
Pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih harus ditingkatkan, salah satunya dengan meningkatkan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM). UMKM di Indonesia memerlukan bantuan dalam hal pinjaman, mengingat UMKM rentan terhadap jumlah modal yang minim dan terbatas. Adanya bantuan pendanaan dari lembaga keuangan mampu mengatasi permasalahan terbatasnya modal serta mampu meningkatkan kinerja usaha. Namun, kinerja UMKM di Indonesia masih tergolong lemah. Daya saing UMKM Indonesia masih relatif lebih rendah dibandingkan beberapa negara lain di ASEAN. Dengan dasar ini, maka akses pinjaman dari lembaga keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam peningkatan kinerja UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana peran pinjaman terhadap kinerja Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pada nasabah PT. LKM Kedungmas Kedungbanteng.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan analisis data model Miles dan Huberman yang dilakukan dengan beberapa tahap yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dalam aspek financial perspective, pinjaman belum terlihat memiliki peran karena nasabah UMKM belum melakukan pencatatan laporan keuangan dari sebelum mendapat pinjaman dan setelah mendapat pinjaman. Namun demikian, dalam aspek customer perspective, pinjaman memiliki peran terhadap perolehan pelanggan baru, kemampuan mempertahankan pelanggan lama dan hubungan antar pelanggan. Dalam aspek internal bussine perspectives, pinjaman juga memiliki peran terhadap inovasi dan operasi. Serta, dalam aspek innovation and learning perpective memiliki peran terhadap pelatihan karyawan dan kompetensi karyawan.
Kata Kunci : Pinjaman, Kinerja UMKM, PT. LKM Kedungma
KEDUDUKAN PEREMPUAN PERSPEKTIF TOKOH AGAMA KATOLIK (STUDI KASUS: GEREJA KATEDRAL DAN SANTOYOSEP DI PURWOKERTO)
Gereja Katedral dan Santoyosep merupakan Gereja Katolik yang ada di
Purwokerto. Gereja ini dinamakan gereja paroki. Gereja paroki merupakan gereja
yang besar dan mempunyai Romo atau imam gereja sendiri. selain itu ada juga
yang namanya stasi, stasi adalah gereja yang masih kecil dan menginduk kepada
gereja paroki. Penelitian difokuskan kepada bagaimana kedudukan perempuan
perspektif tokoh agam katolik yang objeknya adalah gereja Katedral dan
Santoyosep.
Penelitian ini berjenis kualitatif dan menggunakan Teori Feminisme
Liberal, dimana di dalam teori tersebut menjelaskan tentang kesetaraan gender
baik itu laki-laki maupun perempuan mempunyai hak yang sama. Tidak hanya
hak, tetapi kedudukan fungsi dan tugas laki-laki dan perempuan harus sama atau
setara. Dalam hal ini kedudukan perempuan dalam agama Katolik gereja Katedral
dan Santoyosep belum mencapai kesetaraan.
Kedudukan perempuan masih belum bisa sepenuhnya setara dengan lakilaki, ada beberapa yang memang tugasnya harus dilakukan oleh seorang laki-laki
atau seorang Romo. Seperti memimpin tujuh sakramen, diantaranya sakramen
baptis, sakramen ekaristi, sakramen tobat, sakramen krisna, sakramen pengurapan
orang sakit, sakramen perkawinan, sakramen imamat. Dan tugas perempuan
membantu dalam pelaksanaan sakramen-sakramen tersebut. Selain itu, perempuan
mempunyai kedudukan dalam ranah domestic, public dan sosial keagamaan.
Kata Kunci: Kedudukan Perempuan, Gereja, Agama Katolik, Kesetraan
EKSPLORASI BATIK BANYUMAS SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN MATEMATIKA (STUDI ETNOMATEMATIKA DI RUMAH BATIK ANTO DJAMIL SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS)
Etnomatematika merupakan suatu ilmu yang digunakan untuk mengekspresikan hubungan antara budaya dan matematika. Kabupaten Banyumas memiliki beragam budaya, salah satunya adalah batik Banyumas. Batik Banyumas memiliki ciri khas warna dasar hitam dengan corak atau coretan warna terang dan motif dari batik Banyumas mengandung unsur flora dan fauna yang ada di Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep-konsep matematika yang ada pada batik Banyumas dan bagaimana analisis dari konsep-konsep matematika tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Proses pengambilan data dilakukan dengan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Teknik keabsahan data menggunakan Triangulasi sumber. Konsep-konsep matematika yang dapat diidentifikasi pada batik Banyumas adalah konsep titik, ruas garis, bangun datar (segitiga sama kaki, jajar genjang, persegi panjang, belah ketupat dan lingkaran), kekongruenan dan kesebangunan serta transformasi geometri (translasi, refleksi, dilatasi dan rotasi). Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi guru dalam penerapan pembelajaran kontekstual yang berkaitan dengan sumber pembelajaran yang berasal dari lingkungan yang ada di sekitar peserta didik serta sebagai penjelasan kepada peserta didik bahwa pembelajaran matematika dapat dikaitkan dengan budaya yang ada di sekitar peserta didik, yaitu batik Banyumas
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI TAWASUTH, TASAMUH, TAWAZUN DAN TA'ADL DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMK DIPONEGORO 3 KEDUNGBSNTENG
ASMK Diponegoro 3 Kedungbanteng merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan yang ada di kecamatan Kedungbanteng, Banyumas yang berafiliasi NU, sehingga sekolah ini memasukkan nilai aswaja yaitu nilai tawasuth, tasamuh, tawazun dan ta’adl dalam pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi nilai-nilai tawasuth, tasamuh, tawazun dan ta’adl dalam pembelajaran PAI di SMK Diponegoro 3 Kedungbanteng. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data (data reduction), penyajian data (display data) serta penarikan kesimpulan. Sementara untuk uji keabsahan data penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Hasil dari penelitian implementasi nilai-nilai tawasuth, tasamuh, tawazun dan ta’adl dalam pembelajaran PAI di SMK Diponegoro 3 Kedungbanteng disusun dalam beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Dalam penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) guru memasukkan nilai-nilai tawasuth, tasamuh, tawazun dan ta’adl dalam langkah-langkah pembelajaran. Dalam pelaksanaannya guru mengacu pada RPP dengan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran mulai dari pendahuluan, kegiatan inti dan penutup. Pada evaluasi guru melakukan refleksi mengenai apa yang segala hal yang dilakukan dalam proses pembelajaran.
Kata kunci: Tawasuth, Tasamuh, Tawazun, Ta’adl, Pembelajaran PA
STUDI AYAT-AYAT AKHLAK DALAM TAFSIR AL-MISBAH KARYA QURAISH SHIHAB
Akhlak ialah kondisi kejiwaan yang mantap. Akhlak dijadikan seseorang untuk dapat melakukan suatu kegiatan tanpa paksaan sehingga mudah dilakukan. Oleh sebab itu, akhlak berbeda dengan kelakuan, karena kelakuan dapat dibuat-buat. “Seseorang bisa melakukan kelakuan yang nampak dipermukaan, tetapi akhlaknya tidak seperti itu”. Akhlak dilakukan dengan tanpa rasa takut, ancaman, ria, bahkan malu. Akhlak terjadi akibat pembiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang.
Penulis menggunakan Tafsir al-Misbah sebagai sumber primer, penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan bentuk library research (penelitian kepustakaan) dengan metode penafsiran tematik/maudhu’i. Hal ini penulis menggunakan teori sosial untuk menemukan relevansi akhlak menurut penafsiran Quraish Shihab.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya akhlak untuk manusia. Karena tanpa akhlak, agama tidak akan bermakna dan masalah duniawi tidak akan terurus. Sebuah masyarakat yang tidak berakhlak akan musnah, karena pada hakikatnyaseseorang akan menjadi manusiaketika dia berakhlak.
Kata kunci: Akhlak, Al-qur’an, Tafsir, Quraish Shihab, Al-Misbah
KERJASAMA GURU DAN ORANG TUA DALAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI BUSTANUL ATHFAL 'AISYIYAH 2 BANJARMANGU BANJARNEGARA
Kerjasama adalah sebuah usaha yang dilakukan bersama antara individu atau
kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerjasama merupakan hubungan manusia satu
dengan manusia lainnya karena pada hakikatnya manusia tidaklah bisa hidup sendiri
melainkan masih membutuhkan orang lain, hubungan ini merupakan hal yang paling penting
bagi manusia pada umumnya. Pada masa pandemi Covid-19 proses penyelenggaraan dan
peningkatan mutu pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi tantangan
bagi kepala sekolah dan guru dalam mengimpelentasikan keterampilan dan kekreativitasan
dalam pembelajaran yang sesuai untuk anak. Sehingga kerjasama menjadi sesuatu yang
penting, terutama pada anak usia dini yang terbilang masih sangat membutuhkan bantuan
tangan orang lain atau sebagai seorang yang belum mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana kerjasama guru dan orang tua dalam
pembelajaran anak usia dini pada masa pandemi Covid-19 di Bustanul Athfal ‘Aisyiyah 2
Banjarmangu Banjarnegara. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
penelitian kualitatif deskriptif dalam bentuk penelitian lapangan (field research). Di mana
objek penelitian ini adalah kerjasama guru dan orang tua dalam pembelajaran anak usia dini
dan yang menjadi subjek yaitu kepala sekolah, guru dan orang tua peserta didik. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kerjasama yang digunakan guru dan orang tua dalam
pembelajaran anak usia dini pada masa pandemi Covid-19 yaitu; keterlibatan orang tua dan
komunikasi dan buku penghubung.
Kata Kunci: Kerjasama, Pembelajaran, Pandemi Covid-1
TOLERANSI ISTRI DALAM POLIGAMI (STUDI KASUS PADA KELUARGA PELAKU POLIGAMI DI DESA WIRASABA KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA)
Poligami adalah perkawinan antara seorang laki-laki dengan lebih dari satu perempuan pada waktu bersamaan, disebabkan adanya masalah seperti tidak terpenuhinya kebutuhan biologis suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis toleransi istri mengijinkan suami berpoligami dan apa yang melatarbelakangi toleransi tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara kepada informan yaitu keluarga pelaku poligami, data sekunder diperoleh dari observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa istri bertoleransi memberi ijin kepada suami untuk berpoligami karena memiliki kesadaran diri bahwa dirinya sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan biologis suami. Toleransi istri mau dipoligami antara lain dilatarbelakangi oleh nilai-nilai agama, kesadaran diri, suami sanggup menafkahi kedua istri dan anak, suami sanggup berbuat adil kepada kedua istri sesuai kesepakatan