Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
10362 research outputs found
Sort by
KREATIVITAS GURU DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI KOGNITIF SISWA PADA PEMBELAJARAN FIKIH DI MTs MA’ARIF NU 04 TAMANSARI, KARANGMONCOL, PURBALINGGA
Kreativitas guru dalam proses pembelajaran memiliki peran penting agar
pembelajaran yang disampaikan dapat disajikan dengan menarik sehingga
menimbulkan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan serta menghilangkan
kejenuhan belajar peserta didik untuk dapat mengembangkan potensi kognitif
siswanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Kreativitas Guru
dalam Mengembangkan Potensi Kognitif Siswa pada Pembelajaran Fikih di MTs
Ma’arif NU 04 Tamansari.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan menggunakan
pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu
observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini adalah Ibu Etik
Rokhmaniati selaku guru fikih MTs Ma’arif NU 04 Tamansari. Kemudian analisis
data menggunakan model Milles dan Huberman yang meliputi reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kreativitas guru dalam mengembangkan
potensi kognitif siswa dilakukan dengan 3 cara yaitu melakukan persiapan/
perencanaan pembelajaran, proses pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi. Pada
tahap persiapan/perencanaan guru melakukan persiapan perangkat pembelajaran,
menentukan tujuan pembelajaran, memilih bahan ajar dan sumber belajar, memilih
strategi pembelajaran, memilih metode pembelajaran, memilih media pembelajaran
dan melakukan penilaian. Pada tahap pelaksanaan proses pembelajaran fikih guru
melakukan motivasi dan dorongan belajar, melakukan setting kelas yang kondusif,
penekanan pada proses pembelajaran, penerapan persepsi dan pemahaman,
melaksanakan pembelajaran aktif dan berfikir kompleks. Tahap terakhir guru
melakukan evaluasi
MANAJEMEN PENGELOLAAN MASYARAKAT RELIGIUS (STUDI KASUS PONDOK PESANTREN ABABIL DESA MENGGALA KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES)
Keberadaan Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di
tengah- tengah masyarakat Indonesia memiliki peran penting dalam lingkungan
sosial budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
bagaimana manajemen Pondok Pesantren Ababil dalam pengelolaam masyarakat
yang religius sehingga semakin kuat nilai akidahnya, mampu memahami nilai-nilai
agama dengan benar, serta terbangun nilai-nilai akhlakul karimah. Adapun rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Manajemen Pengelolaan
Masyarakat Religuis di Pondok Pesantren Ababil Desa Menggala Kecamatan
Bumiayu Kabupaten Brebes”
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalahuntuk mengetahui bagaimana
manajemen pengelolaan masyarakat religius di pondok pesantren Ababil. Jenis
penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian lapangan dengan
menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data
yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Sedangkan untuk menganalisis data yang penulis peroleh dilakukan dengan
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini yaitu didalam mengelola kegiatan karyawan dan
penerapan kebijakan, SPBU Petanahan menerapkan empat fungsi manajemen yaitu
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang dalam
pelaksanaannya sudah berjalan cukup baik, kecuali pada pelaksanaan fungsi
penggerakan belum berjalan dengan baik dan semestinya karena memang tidak
terlalu dibutuhkan. Selain daripada itu dalam upaya pengelolaan masyarakat
religius, pondok pesantren Ababil menerapkan beberapa kegiatan berupa wajib
berjamaah sholat 5 waktu, adanya kegiatan pengajian siraman rohani yang
dilaksanakan setiap hari minggu, rutinan latiahan pidato dan hadrah, mulai dari
kegiatan harian seperti mengaji kitab-kitab kuning, kegiatan mingguan di
lingkungan masyarakat seperti bersih-bersih masjid dan lingkungan desa, kegiatan
tahunan seperti ziarah makam wali yang diadakan setiap tahun ajaran baru, dan
pembagian bantuan sembako untuk keluarga santri yang membutuhkan. namun
untuk bantuan sembako untuk keluarga santri yang membutuhkan belum
dilaksanakan searaoptimal karena terkendala anggaran.
Kata Kunci: Manajemen pengelolaan, Masyarakat religius, Pondok Pesantre
ANALISIS SEMIOTIKA PESAN MORAL DALAM IKLAN AQUA VERSI LIFE #BIJAKBERPLASTIK
Penelitian ini membahas tentang Analisis Semiotika Pesan Moral Dalam Iklan Aqua Versi Life #BiijakBerplastik yang di bintangi oleh Hamish Daud dan Kelly Tandiono. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu menjelaskan bagaimana Analisis Semiotika Pesan Moral Dalam Iklan Aqua Life Edisi #BijakBerplastik? Tujuan penelitian ini untuk menemukan makna pesan moral di balik tanda-tanda yang digunakan dalam iklan Aqua Versi Life #BijakBerplastik melalui media periklanan dengan menggunakan analisis semiotika dalam model semiotika Roland Barthes.
Metode penelitian yang digunakan adalah analisis semiotika yang yang bertujuan untuk mempresentasikan dan menginterpretasikan makna melalui rangkaian tanda dan simbol. Dengan Menyingkapi pesan tersembunyi tentang kepedulian lingkungan hidup dengan cara menganalisis makna tanda-tanda yang terkandung di dalam iklan Aqua Life #BijakBerplastik, yang sesuai dengan konsep Roland Barthes yang kemudian diklasifikasikan menjadi tiga bagian, yakni denotasi, konotasi, dan mitos. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif deskriptif menggunakan study literartur. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa perusahaan Aqua meluncurkan program terbarunya yaitu #BijakBerplastik. ditinjau dari denotasi, konotasi dan mitos pesan yang ingin di sampaikan dalam iklan tersebut yaitu Aqua #BijakBerplastik membiasakan hidup sehat dengan memanfaatkan sampah plastik yang dapat di daur ulang, maka akan membantu mengurangi dan menanggulangi masalah sampah plastik yang ada di Indonesia, terutama di lautan Indonesia.
Kata kunci: Analisis semiotika, semiotika Roland Barthes, Pesan Moral, iklan Aqu
MANAJEMEN DAKWAH DALAM PEMBINAAN AKHLAK SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-FALAH KALISABUK KABUPATEN CILACAP.
Pembinaan akhlak pada santri sangat penting dilakukan sejak dini. Pembinaan bisa dilakukan di dalam keluarga maupun di luar keluarga. Dan bagi mereka yang tinggal di pondok, maka akan mendapatkan pembianaan akhlak dari pihak pondok pesantren. Untuk mempunyai akhlak yang baik diperlukan latihan-latihan dan juga pembinaan yang baik pula, sehingga dari latihan yang mereka jalani setiap harinya maka secara tidak langsung pesan-pesan moral terkandung dalam pembinaan akhlak santri di pondok pesantren akan berada dalam diri setiap santri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen dakwah dalam pembinaan akhlak santri di pondok pesantren al-falah kabupaten cilacap.
Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitan ini menunjukkan bahwa manajemen dakwah untuk membina akhlak santri di pondok pesantren Al-Falah meliputi perencanaan (Takhtith), Pengorganisasian (Tandzim), Penggerakan (Tawjih), Pengendalian (Riqaabah) itu sudah baik. Dan pelaksanaan yang di lakukan oleh Pondok Pesantren Al-Falah adalah dengan mengaplikasikan metode-metode, metode yang digunakan dalam pembinaan akhlak santri di Pondok Pesantren Al-Falah yaitu metode keteladanan, metode pembiasaan diri, metode nasihat, metode hukuman, metode tata tertib, metode cerita kisah, metode targhib wa tarhib, metode diskusi. Sedangkan kendala yang dihadapi dalam pembinaan akhlak santri di Pondok Pesantren Al-Falah Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap yaitu dari segi kedisiplinan dari santri sendiri dan ada dari pengurus yang belum bisa mencontohkan kepada kebaikan.
Kata Kunci: Manajemen Dakwah, Pembinaan Akhlak, Pondok Pesantre
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH PERMPUAN DALAM PENINGKATAN KINERJA GURU DI SD N 1 LARANGAN KECAMATAN PAGENTAN KABUPATEN BANJANEGARA
Kepemimpinan bekerjasama menggunakan upaya atau proses mempengaruhi orang, baik secara individu maupun kelompok masyarakat, dalam mencapai tujuan dari sebuah organisasi. Keberhasilan suatu organisasi baik itu formal maupun non formal banyak dipengaruhi oleh pemimpinnya. Kepemimpinan dalam pendidikan tidaklah dibatasi oleh persfektif gender yang harus didominasi oleh laki-laki, namun perempuan juga mempunyai peluang dan kesempatan yang sama untuk mampu mengambil peran kepemimpinan pada pendidikan. Pada intinya, laki-laki serta perempuan memiliki potensi yang sama untuk menjadi seorang pemimpin.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan kepala sekolah perempuan Dalam Peningkatan Kinerja Guru di SD Negeri 1 Larangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan metode kualitatif , lokasi yang menjadi penelitian adalah SD Negeri 1 Larangan kecamatan Pagentan kabupaten Banjarnegara, dengan subjek penelitiannya yaitu kepala sekolah, guru,wali murid. Hasil penelitian tentang kepemimpinan kepala sekolah perempuan Dalam Peningkatan Kinerja Guru di SD N 1 Larangan yaitu mengetahui tentang bagaimana cara seorang kepala sekolah perempuan dalam memimpin, yang kedua yaitu Usaha kepala sekolah dalam memajukan sekolah serta peningkatan kinerja para tenaga pendidiknya.
Kata Kunci : Kepemimpinan Perempuan, Kepala Sekolah, Kinerja Gur
PEMBERDAYAAN PETERNAK SAPI MELALUI BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL MASYARAKAT DESA KUTASARI KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS
Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) merupakan suatu organisasi bekerjasama dengan Petani Peternak Sapi di Desa Kutasari yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan para anggota peternak sapi dan mengoptimalkan potensi sumber daya manusia yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.
Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemberdayaan petani peternak sapi melalui BUMDES dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat Desa Kutasari, Kecamtan Baturraden, Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data adalah: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan petani peternak sapi melalui BUMDES telah terlaksana dengan tiga tahapan yaitu, pelatihan, penyuluhan, jual beli/pemasaran. Adapun indikator kesejahteraan yang digunakan peneliti yaitu pendidikan, kesehatan, pendapatan/gaji, kepemilikan rumah, dan taraf hidup dan pola konsumsi. Hasil pelaksanaan pemberdayaan tersebut yakni masyarakat mengalami peningkatan khususnya dalam pendidikan yang dulunya sekolah hanya tamat SD sekarang sudah bisa menyekolahkan anaknya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yakni SMA bahkan keperguruan tinggi. Akan tetapi dari segi pendapatan/gaji belum mengalami peningkatan yang signifikan khususnya dalam jual beli/pemasaran yang tergantung dengan permintaan waktu pada saat permintaan pasar atau hanya pada saat menjelang hari Raya Idul Adha dan hari Raya Idul Fitri yang menjadi lonjakan peminat sehingga pendapatan tidak diperoleh setiap hari.
Kata Kunci: Pemberdayaan, Peternak Sapi, Kesejahteraan Sosial
STUDI DESKRIPTIF PENERIMAAN DIRI IBU YANG MEMILIKI ANAK SLOW LEARNER DI KELAS INKLUSI SDN 1 TANJUNG
Manusia dalam hidupnya tentu menginginkan ketenangan dan kebahagiaan, dikatakan bahwa kebahagiaan dalam diri individu dapat diperoleh ketika individu dapat menerima dirinya apa adanya. Hal ini juga berlaku bagi seorang ibu yang memiliki anak slow learner. Seorang ibu yang dikarunai anak dengan kelainan biasanya menghadapi penolakan, penyesalan bahkan terdapat juga seorang ibu yang menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana deskripsi dari proses penerimaan diri dari ibu yang memiliki anak slow learner di SDN 1 Tanjung serta memberikan wawasan baru untuk kalangan ibu dengan anak slow learner untuk bisa mengeksplorasi perasaan-perasaan yang wajar terjadi pada proses penerimaan diri dan juga menjadikan perasaan tersebut untuk bangkit dan menerima diri dengan segala kondisi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendeketan studi deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan kepada ibu dari siswa slow learner yang bersekolah di SDN 1 Tanjung dengan jumlah 6 orang dari total siswa slow learner yang berjumlah 28 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu dari anak slow learner telah melakukan penerimaan diri dengan mengalami berbagai perasaan seperti penolakan dan juga penyesalan atas apa yang terjadi pada anaknya. Proses penerimaan yang terjadi pada ibu digambarkan dalam bentuk penolakan atas keadaan anak dimana semua subyek mengalami proses tersebut, perasaan bersalah dan menyalahkan diri sendiri dimana proses ini hanya dialami oleh 2 orang subyek, ketakutan akan masa depan anak dimana pada proses ini dialami oleh 5 orang subyek, pengaduan kepada Tuhan akan hal yang terjadi pada hidupnya yang mana pada tahap ini hanya dialami oleh 3 orang subyek hingga pada tahapan ibu yang mulai memahami dan menerima dirinya beserta keadaannya dimana semua subyek telah mengalami tahapan terakhir ini.
Adapun aspek penerimaan diri yang terdapat pada orang tua siswa slow learner terdiri dari menerima diri sendiri apa adanya, tidak menolak kelemahan dan kekurangan yang dimiliki, dan tidak perlu merasa sempurna untuk menjadi individu yang berharga
PENERAPAN ETIKA KOMUNIKASI DIGITAL DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM PADA MAHASISWA FAKULTAS DAKWAH UIN PROF. K.H. SAIFUDDIN ZUHRI PURWOKERTO
Media sosial adalah salah satu media yang menghubungkan orang-orang agar berkomunikasi secara virtual dengan berbasis internet yang bermanfaat bagi masyarakat. Banyaknya manfaat tidak bisa menutupi keburukan yang terjadi dalam media sosial yang bisa merugikan orang lain bahkan diri sendiri, seperti contoh penyebaran hoax, pelecehan, hate comment, dan diskriminasi. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibutuhkan kesadaran dalam berkomunikasi secara digital sebagai control individu sehingga terciptanya komunikasi dengan sopan dan santun di media sosial, maka dari itu peneliti tertarik untuk menuangkan dalam penelitian ini.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, dimana subyek penelitain ini merupakan Mahasiswa Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifudin Zuhri Purwokerto. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta analisis data yang digunakan yaitu menggunakan Reduksi Data, Penyajian Data, dan Kesimpulan.
Berdasarkan metode penelitian diatas peneliti menemukan hasil penelitian yaitu, perkembangan teknologi dan informasi merupakan konsekuensi dari perkembangan zaman yang tidak dapat kita hindari, menurut informan dalam penelitian ini, dengan meningkatnya teknologi dan informasi harusnya kesadaran dalam mengelola media sosial terhadap masing-masing orang lebih meningkat pula, karena kontrol utama dalam aktivitas di media sosial dipegang penuh oleh orang itu sendiri
PENYELESAIAN SENGKETA TUKAR GULING TANAH BENGKOK PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI DESA KUTAMENDALA KEC. TONJONG KAB. KABUPATEN BREBES)
Dalam Islam tanah merupakan anugerah dari tuhan yang maha esa untuk dikelola
dan dipelihara sebaik-baiknya. Dalam pengelolaanya Kepala Desa tidak semena-mena
atas kewenangan pribadinya namun telah di atur dalam peraturan Undang-undang yang
sah. Oleh sebab itu sangat dihindari persoalan sengketa tentang tanah, dan
penyelesaiannya diharapkan dengan jalan damai. Berdasarkan hal tersebut sengketa
tukar guling tanah bengkok di Desa Kutamendala dilakukan dengan proses rembugan
atau musyawarah.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penyelesaian sengketa
tukar guling tanah bengkok serta bagaimana penerapan hukum pada kasus sengketa
tukar guling tanah bengkok di Desa Kutamendala. Jenis penelitian ini adalah penelitian
lapangan (field research). Pendekatan penelitian dengan metode yuridis sosiologis.
Dalam hal ini proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode
observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyelesaian sengketa tukar guling tanah
bengkok di Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes antara
pemerintah Desa, masyarakat dengan pemilik tanah dilakukan dengan jalan rembugan
atau musyawarah. Hasil rembugan menyepakati bahwa tanah bengkok tersebut boleh
di tukar guling dengan catatan untuk membangun Fasilitas Desa, seperti Mushola,
Sekolah dan fasilitas sosial lainnya. Penyelesaian sengketa tukar guling tanah bengkok
dilakukan dengan cara mediasi dengan mediator seorang ulama, bukan mediator
bersertifikat dan juga bukan mediator dari lembaga pemerintahan. Mediator ulama
adalah jenis mediator berkharisma, yang dengan kharisma dan ilmu agamanya yang
diakui masyarakat sehingga pendapatnya ditaati oleh para pihak. Dasar hukum Islam
rembugan atau mediasi adalah Al-Sulh, terdapat dalam al-Quran, Hadis, dan Ijma’
(pendapat lama) yang mengajarkan penyelesaian sengketa dengan cara damai, dengan
penengah yang mendamaikan kedua belah pihak. Sementara di dalam hukum positif
itu terdapat dalam undang-undang No. 30 tahun 1999 tentang arbitrase dan alternatife
penyelesaian sengketa dan APS yang mengatur tentang mediasi
MUJAHADAH SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF KESEHATAN MENTAL SANTRI PONDOK PESANTREN ANWAARUL HIDAYAH KARANGNGNGKA KEDUNGBANTENG BANYUMAS
Di zaman modern ini kesehatan mental sangat berpengaruh terhadap kepribadian seseorang. Mental yang dikatakan sehat dapat dikategorikan mental yang ditandai dengan ketenangan jiwa, akhlak mulia, kesehatan dan spiritual yang berpegang teguh kepada akidah. Agama Islam mengajarkan pengikutnya untuk senantiasa melakukan ibadah. Dengan ibadah yang ikhlas manusia dapat mendapatkan kesehatan mental yang baik salah satunya dengan mujahadah. Mujahadah adalah upaya pendekatan diri dan pembiasaan diri santri yang berkaitan dengan kesehatan mentalnya.
Adapun tujuan dari penelitian skripsi ini yaitu untuk mengetahui mujahadah yang dilaksanakan dan di amalkan yang mana berkaitan dengan kesehatan mental santri di pondok pesanten Anwaarul Hidayah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, di mana sumber data yang diperoleh menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pada tahap selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan cara mereduksi data, dan penyajian data, sehingga dapat ditarik kesimpulan data.
Setelah melakukan kajian yang mendalam, hasil yang dapat diperoleh dari penelitian skripsi ini menunjukan bahwa mujahadah yang dilakukan di Pondok Pesantren Anwaarul Hidayah bagi kesehatan mental santri adalah menimbulkan perasaan yang tenang dan tenteram sehingga santri dalam menghadapi permasalahan lebih tenang, atau dengan kata lain tidak terlalu memikirkan suatu permasalahan. Namun, masih belum maksimal dalam melakukan mujahadah yakni kurang fokus atau dengan kata lain mengantuk, lelah beum merasa butuh. Sehingga, para santri masih banyak yang jarang mengikuti mujahadah tersebut