Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
10362 research outputs found
Sort by
STRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN UMKM (Studi Kasus Pada UMKM Pengrajin Teh Secang di Desa Sidamulih Kabupaten Banyumas)
ABSTRAK
UMKM memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pembangunan ekonomi Negara, karena perkembangannya yang cukup pesat dan sumbangsihnya terhadap kesejahteraan masyarakat. Sama halnya seperti UMKM Teh Secang di Desa Sidamulih yang merupakan sumber mata pencaharian sebagian masyarakat sekitarnya. Pengembangan UMKM perlu ditingkatkan dan hambatan-hambatan dalam pengembangannya perlu diatasi agar UMKM bisa terus berkontribusi dalam perekonomian masyarakat. Perumusan masalah dalam penelitian ini ialah bagaimana faktor-faktor yang melatarbelakangi penerapan strategi pengembangan pemasaran UMKM pengrajin teh secang di Desa Sidamulih Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas? Bagaimana penerapan strategi pengembangan pemasaran UMKM pengrajin teh secang di Desa Sidamulih? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja permasalahan atau hambatan yang dihadapi oleh pelaku UMKM Teh Secang dan untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi pengembangan pada pelaku UMKM tersebut.
Jenis penelitian ini adalah field research, dengan penelitian yang bersifat deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil penelitian yang menyatakan bahwa faktor-faktor yang melatarbelakangi penerapan strategi pengembangan UMKM pengrajin teh secang di Desa Sidamulih yaitu kemampuan sumber daya manusia yang terbatas, permasalahan teknologi, kemitraan yang belum terjalin dengan baik, modal yang terbatas, manajemen usaha yang rendah dan inovasi yang tidak didukung dengan kompetensi sumber daya manusia yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternative strategi yang dapat dilakukan UMKM Pengrajin Teh Secang di Desa Sidamulih yakni mengembangkan jalinan usaha, mengembangkan aspek permodalan serta meningkatkan kualitas produk dan kegiatan produksi
KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KITAB TAISIRUL KHOLAQ KARYA HAFIDZ HASAN AL-MAS’UDI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN MADRASAH IBTIDAIYAH
Pendidikan akhlak merupakan substansi dari pendidikan Islam yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dimana Akhlak merupakan buahnya dari Islam. Ilmu akhlak adalah ilmu yang membahas perbaikan hati dari seluruh indera manusia. Tujuannya adalah untuk menjalankan segala nilai moral yang baik dan menjauhi perbuatan-perbuatan yang buruk. Yang menghasilkan perbaikan hati dan seluruh indera manusia di dunia dan mendapatkan tingkat tertinggi di akhirat yaitu Surga-Nya.
Dari latar belakang di atas, sangat penting untuk melakukan penelitian dari isi Kitab Taisirul Kholaq secara mendalam. Karena di dalamnya berisi pendidikan akhlak yang dapat dijadikan rujukan dalam melaksanakan aktifitas beribadah dan medekatkan diri kepada Allah swt. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Konsep Pendidikan Akhlak yang terkandung dalam Kitab Taisirul Kholaq karya Hafidz Hasan al-Mas’udi dalam penerapannya di dalam pendidikan Madrasah Ibtidaiyah.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian pustaka (library research). Metode pengumpulan data dengan metode dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pendidikan akhlak dalam Kitab Taisirul Kholaq karya Hafidz Hasan al-Mas’udi menggunakan konsep pembahasan terkait ketaqwaan, adab guru dan murid, adab kepada diri sendiri dan orang lain, adab sehari-hari, akhlak al-Mahmudah (terpuji) dan akhlak al-Madzmumah (tercela) yang mana dapat digunakan sebagai sumber belajar peserta didik dalam proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Seperti materi akhlak kepada Allah Swt bisa di terapkan di kelas 1 semester I, kelas 2 semester I dan kelas 6 semster I. Adab guru dan murid di kelas 1 semester II dan kelas 2 semester II. Akhlak kepada diri sendiri dan orang lain, seperti hubungan anak dan orang tua diterapkan di kelas 3 semester I, adab bertetangga di kels 5 semester II, adab pergaulan di kelas 5 semester ii dan kelas 3 semester II. Adab sehari-hari, yaitu adab di majlis ilmu terapkan di kelas 1 semester II dankelas 2 semester II, adab makan, minm dan tidur di kelas 1 semester I. Adab dalam masjid kelas 4 semester II, kebersihan di kelas 1 semester I dan kelas 1 semester II, akhlak terpuji dan tercela, seperti materi jujur di kelas 2 semester II, materi amanan kelas 4 semester II, dermawan kelas 5 semester II, rendah hati kelas 2 semester I, adil kelas 6 semester I, Hasud kelas 3 semester I dan sombong kelas 2 semester I.
Kata kunci : Konsep Pendidikan akhlak, Kitab Taisirul Kholaq.
MORAL EDUCATION CONCEPT IN THE BOOK TAISIRUL KHOLAQ BY HAFIDZ HASAN AL-MAS’UDI AND RELEVANCE TO BASIC EDUCATION
Nofita Putri Arifiana
1717405069
ABSTRACT
Moral education is subtance of Islam education is very important in a life human. Whare moral is result form Islam. moral science is a science that discusses improvement of the heart of all human senses. The goal is to crry out all good moral values and stay away from bad deeds. Which result in heart repair and all human senses in the world and get the highest level in the hereafter in heaven of Allah.
From the above background, is very important to conduct research from contenets in the book Taisirul Kholaq in depth. Because in contains moral education which can be used a referebce in carrying out worship activities and get closer to Allah SWT. As for the purpose of this researce is to find out how moral education contained in the book Taisirul Kholaq by Hafidz Hasan al-Mas’udi in its application in basic education.
This study used qualitative research methods with the type of library research. Data collection metod with documentation method.
The results of this study show that the concept of moral education in the book Taisirul Kholaq by Hafidz Hasan al-Mas’udi use the concept of discussion related to piety, teacher and student etiquette, etiquette to self and others, daily manners, good manners and bad manners, which one can be used as a source of student learning in the learning prosess at school. Such as moral material to Allah SWT can be applied in class 1 semester II, class 2 semester II and class 6 semester II. The etiquette of teachers and students in class 1 semester II and class 2 semester II. Morals towards oneself and others, such as the relationship between children and parents are applied in class 3 semester I, neighborly manners in class 5 semester II, social etiquette in class 5 semester II and class 3 semester II. Daily etiquette, namely etiquette in the science council applied in class 1 semester II and class 2 semester II, etiquette for eating, drinking, and sleeping in class 1 semester I. Morals in mosque in class 4 semester II, cleanliness in class 1 semester I and class 1 semester II, safe material in class 4 semester II, generous in class 5 semester II, humble in class 2 semester I, fair in class 6 semester I, Hasud in class 3 semester I, and arrogant in class 2 semeser I.
Keywords: Moral Education Concept, Taisirul Kholaq book
PENGARUH KEDISIPLINAN SISWA, INTENSITAS BELAJAR, BIMBINGAN BELAJAR GURU, DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI DI SMP N 5 PURWOKERTO
Pandemi Covid-19 mengakibatkan sekolah ditutup dan pembelajaran tatap muka diubah menjadi pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedisiplinan siswa, intensitas belajar, bimbingan belajar guru dan perhatian orangtua terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran pai dan budi pekerti di SMP Negeri 5 Purwokerto.
Penelitian ini berjenis kuantitatif dan dilaksanakan pada November 2021 dengan 264 sampel penelitian. Analisis data menggunakan analisis regresi berganda.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat pengaruh kedisiplinan siswa terhadap hasil belajar dengan t hitung (3,520) > t tabel (1,65). Terdapat pengaruh intensitas belajar terhadap hasil belajar dengan t hitung (4,952) > t tabel (1,65). Terdapat pengaruh bimbingan belajar guru terhadap hasil belajar dengan t hitung (6,618) > t tabel (1,65). Terdapat pengaruh perhatian orangtua terhadap hasil belajar dengan t hitung (5,801) > t tabel (1,65). Terdapat pengaruh kedisiplinan siswa, intensitas belajar, bimbingan belajar guru dan perhatian orangtua terhadap hasil belajar siswa secara simultan dengan t hitung (34,191) > t tabel (2,46).
Kata Kunci: Kedisiplinan Siswa, Intensitas Belajar, Bimbingan Belajar Guru, Perhatian Orangtua, Hasil Belajar Sisw
OPTIMALISAI PERAN MOBILE ANDROID DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN DI BPRS SURIYAH CILACAP
Perkembangan teknologi yang semakin canggih memudahkan lembaga keuangan untuk memanfaatkan teknologi tersebut dalam pengembangan produk dan kualitas layanan di bank. .BPRS Suriyah Cilacap memiliki banyak layanan dalam menunjang operasional layanan dibank salah satunya, yaitu layanan mobile android yang banyak digunakan para nasabah dikarenakan memudahkan pengguna dalam melakukan kegiatan transaksi dibank.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan yang dilakukan bersama informan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif. Sumber data dari penelitian ini berasal dari data primer dan data sekunder yang didapatkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, website, literature jurnal dan buku guna untuk mendapatkan informasi dan bukti dalam proses penelitian.
Hasil penelitian ini yakni mengenai proses optimalisasi peran mobile android dalam meningkatkan kualitas layanan sudah sepunuhnya optimal walaupun masih adanya kendala dalam penggunaanya. Proses layanan mobile android dengan masuk kesistem layanan serta memasukan nama dan data nasabah kemudian masukan jumlah nominal yang akan disetorkan oleh nasabah dan tunggu struk atau nota selesai dicetak. Selain itu kendala serta solusi dalam penggunaan layanan mobile android di BPRS suriyah yaitu pada sistem layanan yang sering error dan gangguan pada saat mengupload setoran transaksi yang dilakukan perhari serta belum adanya layanan mobile banking dalam menunjang kebutuhan nasabah yang beragam, maka solusinya yaitu dengan melaporkan pada pihak IT kantor untuk dibantu jika masih tetap bermasalah dan dengan mengupayakan penerapan layanan mobile banking untuk menunjang kebutuhan nasabah dan sudah banyak bank yang menggunakan
KONSEP TAUHID DI DALAM SURAT AL-IKHLAȘ (PPERSPEKTIF TAFSIR AL-AZHAR KARYA BUYA HAMKA DAN TAFSIR FI ŻILĀLIL QUR’ĀN KARYA SAYYID QUTB)
Konteks di Indonesia saat ini masyarakat dengan jumlah muslim terbesar
di dunia masih memiliki problematika keagamaannya seperti masih maraknya
kasus pencurian, korupsi, timbangan yang curang, kebohongan, dan lain
sebagainya. Untuk itu peneliti tertarik membahas “KONSEP TAUHID DI
DALAM SURAT AL-IKHLAȘ (Perspektif Tafsir Al-Azhar Karya Buya
Hamka dan Tafsir Fi Żilalil Qur‟an Karya Sayyid Qutb)” sebagai jawaban
atas persoalan konteks keagamaan di Indonesia. Keunikan Tafsir Al-Azhar
dan Tafsir fi Żilālil Qur‟ān, tafsir ini bercorak Adabi wa Ijtima‟i dan samasama
diciptakan semasa dalam tahanan. Adapun perbedaan tafsir keduanya
memiliki konsep tauhid yang berbeda, yakni adanya tambahan sudut pandang
dari Sayyid Qutb mengenai tafsir haraki ataupun dinamis yang muncul dari
konsep tauhid pembebasan.
Metode Analisis data penelitian yang digunakan disini berasal dari
tokoh Miles dan Huberman terdapat tiga jalur yakni: 1. Reduksi data, 2.
Penyajian data, dan 3. Menarik Kesimpulan. Adapun untuk kerangka teori
peneliti menggunakan heurmeneutika Jorge J.E Gracia dengan bagunan
interpretasi teks yang dimilikinya yaitu historical function atau penjelasan
berdasarkan sejarah yang dimilikinya, meaning function atau pengembangan
makna, dan implicative function atau penerapannya dalam keseharian
masyarakat di Indonesia.
Hasil dari penelitian ini memiliki historical function baik Buya Hamka
dan Sayyid Qutb menyelesaikan tafsirnya semasa dalam tahanan. Tafsir Al-
Azhar yang disajikan oleh Buya Hamka tidak menjadikannya tafsir ini bersifat
identitas, sedangkan Tafsir fi Żilālil Qur‟ān tampil sebagai tafsir dinamis yang
menghidupkan kembali identitas muslim mereka melalui aktivisme dan
sebagai respon menjawab faham sekulerisme saat itu. Poin kedua, meaning
function, peneliti berusaha menambahkan pembahasan seperti hubungan kataperkata
atau stilistika al-Qur‟ān serta mengembangkannya ke dalam bahasa
yang mudah difahami. Ketiga implicative function peneliti mendapatkan
penerapannya adalah sebagai berikut: 1. Tentang kejujuran, bentuk kejujuran,
dan manfaat kejujuran, 2. Tentang Qana‟ah atau Merasa cukup dan tidak
serakah, 3. Meluruskan niat hanya karena Allah Swt dengan menyebut nama-
Nya dalam segala aktifitas kita, dan 4. Solidaritas sosial dalam bermasyarakat
Kepemimpinan Kyai Dalam Peningkatan Ekonomi Melalui Kegiatan Agrobisnis Di Pondok Pesantren Rubat Mbalong Ell-Firdaus Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap
ABSTRAK
Kepemimpinan adalah kemampuan dari seseorang yang bisa mempengaruhi orang lain dalam pencapaian tujuan dengan memiliki rasa sangat antusias dalam melalui proses-proses dan cara yang nantinya akan mencapai pada suatu tujuan yang sudah direncanakan. Kepemimpinan kyai adalah sebuah proses yang dilakukan oleh kyai agar dapat memberikan perubahan-perubahan di lingkungan pesantren maupun lingkungan masyarakatnya dengan tujuan untuk memajukan dan mengembangkan pesantren dengan ilmu-ilmu agama yang dimiliki oleh kyai.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepemimpinan kyai dalam peningkatan ekonomi melalui kegiatan agrobisnis di Pondok Pesantren Rubat Mbalong Ell-Firdaus Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap. Menggunakan teori Kartono yang meliputi: teori genetis, teori sosial dan teori ekologis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan teknik dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwasannya kepemimpinan kyai dalam peningkatan ekonomi melalui kegiatan agrobisnis di Pondok Pesantren Rubat Mbalong Ell-Firdaus memiliki dua sistem yaitu sistem madrasah dan ekonomi agrobisnis dan memiliki manfaat tersendiri bagi santri yaitu: sebagai wadah dalam menimba ilmu, sebagai cara untuk mengungkapkan skill yang dimiliki oleh para santri, sebagai tempat untuk melatih akan jiwa konsisten. Peranan kyai dalam peningkatan ekonomi memiliki beberapa faktor penting diantaranya: pengkordinatoran anggota, perencanaan kerja, pengorganisasian anggota, pelaksanaan tugas, pengawasan kinerja anggotaa dan evaluasi kegiatan. Dalam peningkatan ekonominya memberikan peluang bagi para masyarakat dan santri untuk belajar agrobisnis baik itu masyarakat sekitar pondok pesantren maupun diluar pondok pesantren dan santri pondok pesantren maupun dengan santri berbeda pesantren.
Kata Kunci: Kepemimpinan Kyai, Peran Kyai, Peningkatan Ekonom
PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH (SIMZIS) DALAM UPAYA OPTIMALISASI PENGELOLAAN DANA KOIN NU DI NU CARE-LAZISNU CILACAP
Dalam menjalani kehidupan di dunia mestinya harus melaksanakan perintah Allah SWT, salah satunya yaitu perintah membayar zakat termasuk didalamnya infak dan sedekah. NU Care LAZISNU adalah lembaga nirlaba yang bertujuan untuk meningkatkkan kesejahteraan ummat. Maka dari itu Penerapan Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infak dan Sedekah merupakan langkah professional dalam pengelolaan dana umat agar penyaluran tepat sasaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infak, dan Sedekah dalam upaya optimalisasi pengelolaan dana koin NU di NU Care LAZISNU Cilacap.
Untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan atau penelitian langsung yang dilakukan di lapangan atau pada informan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Setelah dilakukan penelitian dan analisis, dapat disimpulkan bahwa penerapan Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infak dan Sedekah di NU Care LAZISNU Cilacap tersebut sudah bisa dikatakan optimal, tetapi masih perlu adanya perkembangan dan pembenahan dengan mengikuti kemajuan teknologi di Indonesia.
Dalam penerapannya, NU Care LAZISNU Cilacap mengalami peningkatan dalam hal penghimpunan dan penyaluran. Untuk lebih mengoptimalkan penerapan Sistem Informasi Manajemen Zakat infak dan Sedakah dalam pengelolaan dana koin NU, maka perlu pendampingan dan edukasi tentang Sistem Informasi Manajemen Zakat infak dan Sedakah kepada penggerak NU Care LAZISNU Cilacap secara menyeluruh
KONSEP PENDIDIKAN MULTIKULTURALISME MENURUT H.A.R TILAAR
Abstrak: Paradigma pendidikan yang berwawasan multikultural sebenarnya berangkat dari suatu kesadaran, bahwa setiap manusia mempunyai potensi-potensi yang berbeda (heterogenitas). Dengan menyadari, bahwa setiap manusia memiliki perbedaan potensi (kemampuan), maka proses pendidikan wajib dilaksanakan dengan prinsip kearifan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana pandangan H.A.R Tilar tentang pendidikan multikultural dan Bagaimana konsep pendidikan multikultural menurut H.A.R Tilar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang konsep pendidikan multikultural menurut H.A.R Tilar dalam membangun pendidikan Indonesia dengan kearifan budaya lokal yang ada supaya budaya yang kita miliki tetap abadi dan tak terlupakan oleh perkembangan zaman serta manfaatnya yaitu Memperoleh data tentang bagaimana konsep pendidikan multikultural menurut H.A.R Tilar
Penelitian ini merupakan penelitian library research (kepustakaan) jenisnya penelitian berbentuk literal adapun yang dimaksud penelitian pustaka adalah menjadikan bahan-bahan pustaka berupa buku, majalah ilmiah, dokumen dokumen dan materi lainya yang dapat dijadikan sumber rujukan dalam penelitian ini. Dalam pemaparan dalam penelitian ini mengarah pada penjelasan deskriptif. Pendekatan dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan yaitu Konsep pendidikan multikultural yang ditawarkan oleh Tilaar sekurang-kurangnya ada tiga hal yang mendorong berkembang pesatnya pendidikan multikultural yaitu, hak asasi manusia, globalisasi, dan proses demokrasi. Konsep pendidikan multikultural menurut Tilaar bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik tanpa melihat perbedaan latar belakang ras, suku, etnis, budaya dan agama.
Kata kunci: Konsep,Pendidikan Multikultural,Multikulturalism
تعليم النحو بوسائل الأقلام الملونة بمجمع الحكمة لتعلم اللغات الأجنبية بورووكرتو
تعليم النحو بوسائل الأقلام الملونة بمجمع الحكمة لتعلم اللغات الأجنبية بورووكرتو
قارئة
رقم القيّد: 1717403035
التجريد
الوسيلة في التعليم النحو هو عامل مهم. لذلك, يجب أن يكون شخصا قادرا حقّا على إختيار وتحديد وسائل التعليم المناسبة ليتمّ تطبيقها في عمليّة التدريس والتعلم, بخاصّة في تعليم النحو. كان الغرض من هذه البحث ليعرف كيفيّة تنفيذ التّدريس باستخدام وسائل الأقلام الملوّنة في تعليم النّحو. نوع البحث المستخدم في هذا البحث هو البحث الميداني. أيّ يذهب المؤلّف مباشرة إلى الميدان للحصول على معلومات تتعلّق بتنفيذ التّدريس باستخدام وسائل الأقلام الملوّنة.
الموقع البحث هو كرانجي 1/ 23 شارع تيفار بارو مجمع الحكمة لتعلم اللغات الأجنبية بورووكرتو, بورووكرتو الشرقي, بانيوماس, مقاطعة جاوا الوسط. موقع دورة اللغة ليس بعيدا عن الطريق الرئيسي، فهو يقع في المركز المدينة. تشمل موضوعات البحث معلمي دورات اللغة وطلاب دورات اللغة في مجمع الحكمة لتعلم اللغات الأجنبية بورووكرتو. تشير نتائج هذه الدراسة إلى أن تنفيذ التدريس باستخدام علامات اللون في تعلم النحو في مجمع الحكمة لتعلم اللغات الأجنبية بورووكرتو مناسب. في عملية التعلم يمر المعلم بخطوات الإعداد والتنفيذ والتقييم. تعتبر وسائط علامات اللون في تعلم اللغة وسيلة فعالة للغاية، أي باستخدام علامات سوداء وزرقاء وحمراء للتعرف والتمييز بين الكليمة الإسم والفعل والحرف.
هذه الوسائل مفيدة جدا للطلاب الذين يأخذون دروسا في النحو بخلفيات مختلفة. بالإضافة إلى ذلك, يسهل على الطلاب الفهم. وراء ذلك هناك أيضا مزايا وعيوب في تنفيذ التدريس باستخدام الأقلام الملونة. وتتمثل هذه المزايا في تسهيل فهم الطلاب المبتدئين للفرق بين الكليمة الإسم والفعل والحرف وتبسيط طريقة التفكير. نقاط الضعف التي تحدث هي: كتابة المادة لأنه يتعين عليها تكييف الكتابة مع نموذج الألوان الثلاثة.
الكلمات الأساسية: تعليم النحو وسائل الأقلام الملون