Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
10362 research outputs found
Sort by
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDI PEKERTI DALAM PENGUATAN KECERDASAN SPIRITUAL PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 2 CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS
Kecerdasan spiritual merupakan salah satu kecerdasan yang dimiliki oleh manusia selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional. Orang yang memiliki kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional yang tinggi, belum tentu mempunyai perilaku yang baik. Namun berbeda dengan orang yang memiliki kecerdasan spiritual tinggi yang paham akan makna dalam kehidupan sehingga menjadi pribadi yang berakhlak terpuji. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah "Bagaimana peran guru pendidikan agama dan budi pekerti dalam penguatan kecerdasan spiritual peserta didik di SMP Negeri 2 Cilongok Kabupaten Banyumas?."
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan, metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Adapun objek dalam penelitian ini yaitu peran guru pendidikan agama dan kecerdasan spiritual peserta didik. Subjek penelitian ini yaitu guru pendidikan agama dan budi pekerti di SMP Negeri 2 Cilongok dan peserta didik di SMP Negeri 2 Cilongok. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data yang diperoleh penulis yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Dari hasil penelitian tentang Peran Guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dalam Penguatan Kecerdasan Spiritual Peserta Didik di SMP Negeri 2 Cilongok Kabupaten Banyumas diperoleh hasil bahwa Di SMP Negeri 2 Cilongok Kabupaten Banyumas dilaksanakan dengan program pembiasaan untuk meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik. Program pembiasaan tersebut berupa kegiatan shalat dhuha, tadarus Al-Qur'an, pembacaan asmaul husna, dan kegiatan infak dan sadaqah. Peran guru pendidikan agama dan budi pekerti khususnya disini guru pendidikan agama Islam dalam penguatan kecerdasan spiritual peserta didik sudah optimal.
Kata kunci: Guru, Kecerdasan, Penguatan, Peran, Peserta didik, Spiritual
PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KISAH KEPEMIMPINAN RATU BALQIS
Abstrak: Fenomena degradasi akhlak generasi muda ini bukan lagi menjadi hal baru, hal ini bisa dilihat dari berbagai pemberitaan media masa tentang tindakan amoral yang dilakukan oleh para generasi penerus bangsa, tidak terkecuali generasi muda. Padahal akhlak yang baik menjadi tujuan utama pendidikan, sekaligus hal ini menjadi indikator belum tercapainya tujuan pendidikan secara maksimal. Untuk mengatasi hal tersebut salah satu metode pendidikan akhlak yang bisa digunakan adalah metode kisah, termasuk kisah Ratu Balqis yang diabadikan di dalam Al-Qur’an. Kisah tersebut dapat menginspirasi untuk diambil pelajarannya dan dapat dijadikan sebagi teladan di era sekarang. Adapun tujuan penulisan skripsi ini yakni untuk mendeskripsikan dan menganalisis pendidikan akhlak yang terdapat dalam kisah kepemimpinan Ratu Balqis yang ada dalam Q.S An-Naml ayat 22-44. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian kepustakaan (library research), sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian skripsi ini yakni menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi yang mana diperoleh dari penafsiran Q.S an-Naml ayat 22-44 yaitu tafsir Al-Misbah dan tafsir Al-Azhar, serta sumber tertulis berupa jurnal, buku dan juga dokumen lainnya yang menunjang perolehan informasi bagi proses penelitian ini. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat lima pendidikan akhlak dalam kisah kepemimpinan Ratu Balqis, yakni pendidikan akhlak kepada Allah Swt berupa takwa dan taubat; akhlak pribadi berupa cerdas dan tawadhu’; akhlak kepada sesama berupa cinta damai dan kasih sayang; akhlak kepada lingkungan berupa menjaga serta memanfaatkan lingkungan; akhlak bernegara berupa musyawarah, amar ma’ruf nahi munkar, dan hubungan antara pemimpin dengan yang dipimpin.
Kata Kunci: Kisah Ratu Balqis, Metode kisah, Pendidikan akhlak
Analisi Filologi Kitab BAHJAT AL-'ULŪM Dalam Naskah Al-Fatah Banjarnegara
Skripsi ini membahas tentang kitab Bahjat Al-'Ulūm dalam naskah salinan Al-Fatah Banjarnegara dengan menggunakan metode filologi. Manuskrip tersebut merupakan manuskrip yang disimpan di pondok pesantren Al-Fatah parakancanggah Kab. Banjarnegara. Adapun faktor yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kondisi manuskrip yang sudah berumur ratusan tahun dan belum ada yang meneliti lebih lanjut mengenai isi manuskrip, terutama secara filologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manuskrip kitab Bahjat Al-'Ulūm secara filologis serta untuk menelaah nilai akidah yang terkandung dalam kitab Bahjat Al-'Ulūm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif sedangkan penjelasan dalam isi penelitian ini menggunakan disiplin ilmu filologi dan kepustakaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: (1) Manuskrip Kitab Bahjat Al-'Ulūm ini merupakan naskah jamak dan telah banyak salinannya. Kondisi naskah sudah tidak utuh, beberapa bagian naskah telah hilang. Sedangkan kondisi teks naskah masih dapat terbaca dengan jelas meskipun terdapat kerusakan akibat termakan usia. Naskah tersebut berusia sekitar 100-an tahun, ditulis menggunakan aksara Arab. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Arab. Kertas yang digunakan adalah kertas watermark. Di bagian awal terdapat bagian yang berisi informasi mengenai nama kitab dan nama pengarang kitab.(2) berdasarkan isi manuskrip Bahjat Al-'Ulūm, maslah yang dibahas ialah tentang masalah iman. Penyampaiannya melalui tanya jawab, penjelasan dari tanya jawab tersebut mengenai permasalahan iman yang terangkum dalam rukun iman. Nilai akidah yang terkandung dalam manuskrip Bahjat Al-'Ulūm adalah iman kepada Allah, iman kepada Malaikat Allah, iman kepada Kitab Allah, iman kepada Rasul Allah, iman kepada Hari Akhir dan iman kepada Takdir Baik dan Buruk dari Allah Ta'al
NILAI-NILAI MORAL ANAK USIA DINI DALAM SERIAL ANIMASI BONA AND FRIENDS
Nilai-nilai moral sangat penting untuk diterapkan sejak usia dini. Menerapkan nilainilai moral dapat dengan mudah disampaikan dalam sebuah film animasi dengan jalan
cerita yang menarik dan unik dan sesuai dengan perkembangan anak. Maka dari itu
mencari serta menelaah nilai-nilai moral dalam Serial animasi Bona and Friends
penting dilakukan untuk mengetahui nilai-nilai moral apa saja yang terkandung di
dalamnya. Tujuan penelitian ini ialah untuk menemukan serta mendeskripsikan nilainilai moral anak usia dini dalam Serial Animasi Bona and Friends. Penelitian ini
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan termasuk ke dalam jenis penelitian
kepustakaan (library research) serta teknik yang digunakan ialah teknik analisis isi
(content analysis). Peneliti menggunakan serial animasi Bona and Friends sebagai
sumber data dalam meneliti nilai-nilai moral anak usia dini dalm serial animasi Bona
and Friends. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka ditemukan nilainilai moral dalam Serial Animasi Bona and Friends di antaranya ialah: 1) Nilai-nilai
moral dalam diri yaitu (a) Kejujuran, berguna untuk membentuk kepribadian anak
menjadi seseorang yang bermoral dan (b) Perhatian dan peduli pada orang lain
membuat anak memiliki perasaan kasih sayang, perasaan tanggung jawab, dan
keserasian dalam hidup. 2) Nilai-nilai moral kebersamaan yaitu (a) Empati, anak usia
dini dapat terhindar dari perbuatan jahat dan keji, (b) Menghargai dan menghormati
orang lain, anak usia dini terbiasa mengucapkan kata tolong, terima kasih, dan
mengucapkan kata maaf, (c) Kontrol diri, anak usia dini dapat memilih serta melakukan
penyaluran ekspresi dengan cara yang bisa diterima oleh lingkungan dan tetap
membuat dirinya merasa nyaman, dan (d) Keadilan, anak usia dini yang mempunyai
perasaan adil dalam dirinya lebih peka terhadap unsur-unsur nilai moral lainnya dan
membuatnya cenderung selalu membela yang benar
ANALISIS KHAT SURAT AL-FATIHAH DALAM MUSHAF AL-QUR'AN CETAKAN MENARA KUDUS TAHUN 1974M
Al-Qur’an diturunkan dengan membawa pesan-pesan, konsep-konsep, dan aturan-aturan bagi manusia, sehingga banyak dari kalangan akademis muslim mengkaji al-Qur’an sebagai objek kajiannya. Diantara kajian tentang mushaf al-Qur’an adalah tentang “Mushaf Menara Kudus Cetakan 1974 Analisis Rasm dan Sumber Acuan Penuliusan”. Kajian tersebut menjelaskan sejarah penulisan mushaf Kudus, bentuk rasm yang digunakan dan menjelaskan karakteristik mushaf tersebut. Dalam kajian ini penulis juga memilih mushaf Kudus cetakan tahun 1974 sebagai objek kajiannya, karena mushaf ini ditulis dengan menggunakan kaidah khat naskhī. Khat ini memiliki sebuah aturan atau kaidah khusus pada setiap goresannya. Aturan tersebut dirancang oleh para ahli khat sehingga gaya penulisan khat ini menjadi popular. Dengan keindahannya maka al-Qur’an identik ditulis dengan gaya khat naskhī termasuk mushaf Kudus. Namun dalam pemakaian kaidah khat ini, penulisan mushaf Kudus tidak sesuai dengan dengan ketentuan penulisan khat naskhī. Misalnya dilihat dari segi bentuk huruf yang tidak konsisten, jarak antara huruf yang satu dengan yang lainnya terlalu berdesakan sehingga sulit untuk dibaca, dan masih banyak lainnya. Oleh sebab itu, penulis memilih seni khat untuk menjadikan sebagai metode alternatif dalam menganalisisnya. Harapan penulis kajian ini menjadi sebuah wawasan baru dan dapat membatu wacana keilmuan untuk mengungkap sejarah dan warisan seni budaya Islam di Nusantara
ANALISIS PREFERENSI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH TERHADAP PEMBIAYAAN SYARIAH (Studi kasus UMKM Industri Logam Desa Pasir Wetan Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas)
Ekonomi perbankan yang kegiatannya memiliki peran aktif dalam perekonomian suatu negarayang dapat dijadikan tolak ukur dalam majunya suatu negara. Salah satu yang sangat mempengaruhi berkembangnya ekonomi pada suatu negara adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), hal tersebut dibuktikan selama krisis perekonomian, UMKM mampu dalam Berkontribusi pada pergerakan ekonomi di suatu Negara.namun terdapat kesulitan yang dihadapi oleh UMKM, yaitu keterbatasan suatu akses pada sumber dana atau dari pembiayaan Syariah,Melihat realita yang ada, maka perlulah membenahi segala permasalahan pada sektor UMKM, terlebih pada Industri Logam. Padahal UMKM industri logam merupakan usaha pada sektor yang termasuk dalam jumlah kontribusi besar dalam bidang perdagangan. Dalam penelitian ini memiliki tujuan yang dicapai yaitu untuk mengetahui preferensi dari UMKM khususnya pada bidang industri logam serta faktor preferensi apa yang paling dominan dalam pembiayaan syariah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisi deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode teknik analisis model Miles dan Huberman.Teknik pemeriksaan data dalam penelitian ini menggunakan metode triangulasi. Berdasarkan analisis yang sudah dilakukan maka preferensi UMKM industri logam dari ke-4 (empat) faktor tersebut menjadi suatu pengaruh besar kepada UMKM Industri logam terhadap pembiayaan syariah. Sedangkan faktor yang paling dominan dalam preferensi UMKM terhadap pembiayaan syariah adalah faktor kemudahan dan pelayanan
Tradisi Perhitungan Hari Lahir Jawa (Weton) Terhadap Kecocokan Calon Pasutri Perspektif Hukum Islam (Studi di Desa Serang Tunjungmuli Kecamatan Karangmoncol)
Tradisi perhitungan weton ini ialah salah satu tradisi yang masih dijaga
keberadaannya dan merupakan warisan dari jaman dahulu sampai sekarang.
Weton sendiri dapat diartikan sebagai perhitungan dasar ketika akan memulai
sesuatu seperti menikah, bisa juga digunakan untuk perhitungan ketika akan
mengolah sawah, dan pembangunan rumah. Dimana perhitunggannya dilihat dari
weton dan pasaran. Weton sendiri didapat dari hari lahir ditambah neptu dan
pasaran. Jika di dalam pernikahan perhitungan hari lahir Jawa (weton) biasanya
dijadikan sebagai tolak ukur kecocokan calon pasutri yang akan melangsungkan
pernikahan dan juga dijadikan acuan dalam menentukan hari ketika akad nikah.
Konsep dari perhitungan weton yaitu dengan cara menjumlahkan pasaran dan hari
dari calon mempelai wanita ditambah dengan jumlah pasaran dan hari dari calon
mempelai pria lalu dibagi lima. Namun tradisi ini masih diperdebatkan di
kalangan ulama dan warga di sekitar Desa Serang Tunjungmuli. Terdapat pro dan
kontra yang mempermasalahkan, jika tidak menyimpang dari ajaran Islam maka
diperbolehkan tetapi ada juga beberapa ulama yang memperdebatkan hal tersebut
karena tidak ada Syariat yang mendasari tradisi tersebut.
Penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research),
yaitu penelitian yang langsung dilakukan di lapangan dengan menggunakan
pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam penelitian kualitatif ini, metode
pengumpulan data berupa wawancara, studi naskah, dan dokumentasi. Sedangkan,
metode analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan
penyajian data dengan menggunakan pendekatan naratif sosiologis.
Penelitian ini menunjukkan konsep perhitungan weton yang ada di Desa
Serang seperti yang sudah dijelaskan tadi, dan pandangan Islam terkait tradisi
tersebut yaitu memperbolehkan selagi tradisi tersebut tidak menyeleweng dari
ajaran Islam. Tradisi tersebut hanya digunakan sebagai ikhtiar atau usaha manusia
untuk melihat kecocokan atau keserasian calon pasutri sebelum melangsungkan
akad nikah. Dalam penelitian ini juga dijelaskan beberapa pantangan yang harus
dilakukan oleh calon pasutri jika ditemukan ketidakcocokan. Seperti halnya ketika
anak pertama menikah dengan anak pertama, maka pantangan yang harus
dilakukan yaitu menyembelih ayam putih di depan pintu, tapi tidak untuk
dikonsumsi, melainkan setelah disembelih langsung dikubu
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK PADA PROGRAM ANIMASI SERIAL RIKO THE SERIES DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENGUATAN KARAKTER PESERTA DIDIK
Pendidikan akhlak pada masa sekarang haruslah ditingkatkan mengingat masih ditemukan kasus kemerosotan akhlak. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor salah satunya pengaruh dari tayangan yang dilihat oleh anak. Semakin sering anak melihat tayangan-tayangan yang bersifat edukatif atau mengandung unsur positif, semakin baik pula karakter yang dimiliki seorang anak dan sebaliknya. Sehingga diperlukan penguatan karakter supaya anak tetap memiliki karakter yang baik. Diantaranya dengan memberikan tayangan-tayangan yang dapat membangun karakter anak salah satunya adalah tayangan animasi serial Riko The Series karena selain mengandung nilai pendidikan akhlak, di dalamnya juga disajikan murrotal surat-surat Al-Qur’an dan penyajian video dari animasi ini juga cukup menarik untuk anak-anak. Dengan demikian, memberikan tayangan seperti serial animasi Riko The Series akan memberi pengaruh positif dan dapat menguatkan karakter anak yang sekaligus berstatus sebagai peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menganalisis nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung pada program animasi serial Riko The Series dan relevansinya dalam menguatkan karakter peserta didik.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan terdiri dari sumber data primer yaitu film animasi Riko The Series season 2 episode Adab Sebelum Ilmu, Sahabatku, Sampah Plastik dan Pantang Menyerah. Sedangkan sumber data sekunder berupa buku-buku yang terkait dengan pendidikan akhlak antara lain buku “Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an”, “Filsafat Pendidikan Akhlak”, dan “Mengenal Aqidah dan Akhlak Islami”. Adapun metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis isi (content analysis).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam empat episode film animasi Riko The Series meliputi 3 bagian yaitu akhlak terhadap Allah SWT yakni sikap beriman dan bersyukur, Akhlak terhadap sesama makhluk yakni peduli sosial, tolong menolong, toleransi, saling memaafkan, dan saling menghormati serta akhlak terhadap diri sendiri yakni optimis, berprasangka baik, pantang menyerah, tanggung jawab, amanah, rendah hati dan jujur. Relevansi film animasi Riko The Series dalam penguatan karakter peserta didik setidaknya meliputi 2 bagian utama yakni dapat berfungsi sebagai media dalam mendidik karakter siswa di sekolah dan memperkuat karakter sesuai dengan nilai pendidikan karakter yaitu religius, nasionalis dan integritas.
Kata kunci : Pendidikan, Akhlak, Animasi, Riko The Series
PEMANFAATAN MEDIA FILM KARTUN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI PADA SISWA KELAS IV MI MA'ARIF NU BLATER KALIMANAH PURBALINGGA
Media film kartun merupakan media yang sering ditemui oleh siswa sekolah dasar baik di televisi maupun handphone. Media ini bisa digunakan dan diarahkan dalam proses pembelajaran, diantaranya belajar menulis narasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pemanfaatan media kartun dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yaitu pengumpulan data yang dilakukan secara langsung di lokasi penelitian. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Objek dari penelitian ini adalah pemanfaatan media film kartun dalam pembelajaran bahasa indonesia untuk mengembangkan keterampilan menulis narasi pada siswa kelas IV MI Ma'arif NU Blater Kalimanah Purbalingga. Sedangkan yang menjadi subjeknya adalah kepala sekolah, guru, siswa kelas IV MI Ma'arif NU Blater Kalimanah Purbalingga. Untuk memperoleh data dalam penelitian, penulis menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menganalisis data yang diperoleh dari hasil penelitian, penulis menggunakan teknik analisis data yang terdiri dari tiga alur kegiatan yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan film kartun sebagai media pembelajaran berfungsi sebagai sarana menarik perhatian siswa untuk belajar. Guru menunjukkan kepada siswa bahwa film kartun juga dapat dipelajari oleh mereka. Siswa dapat mempelajari maksud nilai moral yang dikandung dalam film kartun. Siswa dapat mempelajari Bahasa Indonesia yang digunakan dalam film kartun, berupa kalimat yang sesuai EYD, kalimat percakapan dan pengalaman hidup. Pemanfaatan film kartun dalam pembelajaran menulis narasi mengarah pada perkembangan psikomotor dan kognitif ranah C1, pengetahuan dan C2, pemahaman. Siswa menulis apa yang ia ingat dari video yang ditonton sesuai alur. Siswa menyesuaikan isi cerita dan berimprovisasi menggunakan kata-kata sendiri kedalam tulisan.
Kata kunci: Film Kartun, Menulis Narasi, Pembelajaran Bahasa Indonesia, Siswa IV MI
UTILIZATION OF CARTOON FILM MEDIA IN INDONESIAN LEARNING TO DEVELOP NARRATIVE WRITING SKILLS IN CLASS IV STUDENTS OF MI MA'ARIF NU BLATER KALIMANAH PURBALINGGA
UMI HIDAYATUN
NIM. 201763019
ABSTRACT
Cartoon film media is a medium that is often encountered by elementary school students both on television and cellphones. This media can be used and directed in the learning process, including learning to write narratives in Indonesian language learning. The purpose of this study was to determine the use of cartoon media in learning Indonesian.
This type of research is field research, namely data collection which is carried out directly at the research location. This research is a qualitative descriptive research. The object of this research is the use of cartoon film media in Indonesian language learning to develop narrative writing skills in fourth grade students of MI Ma'arif NU Blater Kalimanah Purbalingga. Meanwhile, the subjects were principals, teachers, fourth grade students of MI Ma'arif NU Blater Kalimanah Purbalingga. To obtain data in the study, the authors used the method of observation, interviews and documentation. In analyzing the data obtained from the results of the study, the authors used data analysis techniques consisting of three activity lines, namely: data reduction, data presentation and conclusion drawing.
The results showed that the use of cartoon films as a learning medium served as a means of attracting students' attention to study. The teacher shows the students that cartoons can also be studied by them. Students can learn the meaning of moral values contained in cartoons. Students can learn the Indonesian language used in cartoons, in the form of sentences that match EYD, conversational sentences and life experiences. The use of cartoon films in learning to write narratives leads to psychomotor and cognitive development in the areas of C1, knowledge and C2, understanding. The student writes what he remembers from the video he watched according to the plot. Students adjust the content of the story and improvise using their own words into writing.
Keywords: Cartoon Film, Narrative Writing, Indonesian Language Learning, Student IV M
MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING PADA ERA NEW NORMAL DI MI MA'ARIF NU CILONGOK BANYUMAS
Penelitian dalam tesis ini dilatarbelakangi oleh sebuah situasi kondisi pembelajaran di madrasah yang real di lapangan saat ini, yang membuat pembelajaran dilakukan mengacu pada aturan pemerintah. Hal ini yang membuat tingkat satuan pendidikan berinovasi melalui teknologi dalam pembelajaran agar terus bertahan di Era New Normal. Berbagai kendala pelaksanaan pendidikan di madrasah membutuhkan model pembelajaran yang sesuai, diantaranya model pembelajaran blended learning. Model pembelajaran Blended Learning dilaksanakan dalam bentuk offline semi online yang dijadwalkan oleh madrasah.
Tujuan penulisan tesis ini adalah (1) Untuk Menganalisis dan mendiskripsikan Model Pembelajaran Blended Learning Pada Era New Normal di MI Ma’arif Nu Cilongok Banyumas (2) Untuk Menganalisis dan mendiskripsikan Faktor pendukung dan penghambat Model Pembelajaran Blended Learning Pada Era New Normal di MI Ma’arif Nu Cilongok Banyumas
Metode penelitian dalam tesis ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif yang digali dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan Dari hasil penelitian ini, mendapatkan hasil sebagai berikut : (1) metode yang digunakan sangat variatif (2) media yang digunakan masing-masing guru menentukan dengan tingkatan mereka mengajar. Serta (3) Evaluasi dilakukan secara klasikal dan dibagi menjadi tiga jenis yaitu penilaian kognitif, afektif, dan psikomotorik. Selain itu dalam pelaksanaanya pihak madrasah mengalami beberapa faktor