Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
10362 research outputs found
Sort by
RELEVANSI NILAI PENDIDIKAN MORAL DALAM NOVEL MERDEKA SEJAK HATI KARYA AHMAD FUADI TERHADAP PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK
Pada era sekarang ini banyak terjadi degradasi moral, khususnya pada anak-anak, dan remaja. Hal itu disebabkan karena kurangnya penanaman dan pengajaran nilai pendidikan moral. Manusia merupakan makhluk yang membutuhkan manusia lainnya, makhluk sosial, dan nilai pendidikan moral ini lah yang akan menjadi acuan dalam proses sosial yang akan dijalani. Untuk menanamkan nilai pendidikan moral bisa di mulai pada ranah pendidikan. Seorang pendidik selain harus dapat menyampaikan materi pelajaran juga harus dapat menanamkan pada diri peserta didik urgensi daripada moral. Dalam penanaman nilai pendidikan moral kepada peserta didik dapat melalui buku bacaan berupa novel, dan pada novel Merdeka Sejak Hati dapat dijadikan bahan rujukan untuk dijadikan media penanaman nilai pendidikan moral.
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang berbentuk penelitian kepustakaan atau Library Research. Karena inilah peneliti menggunakan objek berupa Novel Merdeka Sejak Hati Karya Ahmad Fuadi. Penjelasan penelitian ini dengan menyajikan beberapa kutipan, yang kemudian dikaji menggunakan analisis isi. Pengumpulan data dengan menandai temuan dan dengan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini, peneliti membagi nilai pendidikan moral ke dalam tiga bagian. Pertama nilai pendidikan moral yang berhubungan dengan Tuhan, berupa beriman kepada Allah, berdoa, beribadah, dan beryukur. Kedua nilai pendidikan moral berhubungan dengan diri sendiri berupa rajin membaca, bertanggungjawab, sederhana. Ketiga nilai pendidikan moral yang berhubungan dengan sesama berupa penolong, bijaksana, berani. Bentuk penyampaian nilai pendidikan moral ada dua yaitu secara langsung melalui uraian dan melalui dialog tokoh, sedangkan secara tidak langsung melalui peristiwa.
Kata Kunci : Nilai Pendidikan, Pendidikan Moral, Novel Merdeka Sejak Hat
PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) TERHADAP KINERJA PERBANKAN SYARIAH SELAMA PANDEMI CORONA VIRUS 19 (STUDI KASUS PADA BANK UMUM SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH DI INDONESIA PERIODE 2020-2021)
Penerapan Good Corporate Governance saat ini telah menjadi kebutuhan bagi setiap perusahaan. Perusahaan harus siap menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian yang ditimbulkan akibat pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dewan komisaris, dewan direksi, komite audit dan dewan pengawas syariah terhadap kinerja perbankan syariah di masa pandemi COVID-19.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu laporan tahunan perusahaan dan laporan Good Corporate Governance perusahaan perbankan syariah tahun 2020-2021 yang diperoleh dari website resmi masing-masing perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan periode 2020-2021 yang berjumlah 12 Bank Umum Syariah dan 20 Unit Usaha Syariah. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 29 perusahaan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dewan komisaris berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, dewan direksi berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dan dewan pengawas syariah tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan sertasecara simultan dewan komisaris, dewan direksi, komite audit dan dewan pengawas syariah berpengaruh terhadap kinerja keuangan
IMPLEMENTASI APLIKASI EDMODO PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SMP NEGERI 3 KEDUNGREJA
Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan ajaran-ajaran Islam dengan suatu kegiatan bimbingan dan ajaran terhadap peserta didik agar nantinya setelah menyelesaikan pendidikan mereka dapat memahami, menghayati kemudian meyakini secara keseluruhan. Pada masa pandemi, pembelajaran dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) dengan menggunakan media pembelajaran secara digital. Pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Negeri 3 Kedungreja dilakukan dengan melalui aplikasi edmodo.
Penelitian yang berjudul “Implementasi aplikasi edmodo pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Negeri 3 Kedungreja” bertujuan untuk mengetahui implementasi aplikasi edmodo pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Negeri 3 Kedungreja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Lokasi penelitian di SMP Negeri 3 Kedungreja. Dengan subyek penelitian yakni : Guru PAI, siswa kelas 8A, dan administrator. Penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Pada penelitian ini, peneliti terjun langsung ke lapangan guna mengambil data dari narasumber.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi edmodo dapat membantu siswa pada proses pembelajaran. Aplikasi ini tidak hanya sebagai alat belajar, tetapi dapat juga sebagai wadah untuk mendorong pembelajaran bagi guru agar lebih kreatif dalam mengajarkan materi-materi di sekolah. Pada hal ini, ketika pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, aplikasi edmodo dapat mewadahi siswa dalam berinteraksi di dalam suasana belajar yang kondusif meskipun dalam keadaan pembelajaran daring. Selain itu, penggunaan aplikasi edmodo dapat mengajarkan para siswa berperilaku dan bertanggung jawab pada pembelajaran yang diikutinya secara daring agar tetap dapat mengikuti pembelajaran dengan lancar dan tertib.
Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam, Aplikasi Edmodo, kreatif, kondusi
ETNOMATEMATIKA DALAM SENI KARAWITAN GAGRAG BANYUMASAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR MATEMATIKA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masyarakat yang beranggapan bahwa sumber belajar matematika hanya berasal dari buku saja. Selain itu, karena masyarakat Banyumas banyak yang masih menyukai dan memainkan seni karawitan gagrag Banyumasan, jadi penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan seni karawitan gagrag Banyumasan yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar matematika. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini dilakukan di wilayah Banyumas tepatnya di sanggar Karawitan Kencana Aji Laras, kecamatan Ajibarang. Dengan teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara serta dokumentasi. Analisis dan Keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah ; 1) Dalam alat-alat gamelan memiliki unsur geometri bangun datar (persegi panjang dan lingkaran) dan bangun ruang (tabung dan setengah bola). 2) Dalam irama karawitan (irama lancar, irama tanggung, irama dados, irama wiled, dan irama rangkep) dan jenis-jenis gendhing dalam karawitan (lancaran, ladrang, ketawang, sampak, srepeg, gangsaran, ayak-ayak, dan kumuda) terdapat beberapa materi terkait bilangan yaitu bilangan asli, bilangan ganjil, bilangan genap, kelipatan bilangan serta barisan bilangan aritmetika. 3) Dalam seni karawitan gagrag Banyumasan juga terdapat beberapa aktivitas fundamental matematis yaitu counting (penghitung), locating (penempatan), measuring (pengukuran), designing (perancangan), playing (permainan), dan explaining (penjelasan)
KONSEP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: IMAN ISLAM IHSAN SYARAH ARBA'IN AN-NAWAWI KARYA IMAM AN-NAWAWI DAN SYARHUL ARBA'IINA HADITSAN AN-NAWAWI KARYA IBNU DAQIQIEL 'IED
Iman, Islam dan Ihsan merupakan tiga hal pokok yang sangat penting serta saling memiliki keterkaitan satu dengan yang lain. Dimana Iman sebagai akidah, Islam sebagai syari’at, serta ihsan sebagai akhlak. Dalam hal ini iman menjadi amal yang paling utama, Islam dapat diartikan sebagai ketaatan baik yang berkaitan dengan hati, ucapan dan tindakan, dan ihsan yaitu melakukan pembenaran dan ketundukan dengan kesadaran karena Allah Swt tanpa adanya pengaruh dari pihak lain. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana Konsep Pendidikan Agama Islam Iman, Islam dan Ihsan dalam Syarah Arba’in An-Nawawi karya Imam An-Nawawi dan Syarhul Arba’iina Haditsan An-Nawawi Karya Ibnu Daqiqiel ‘Ied.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat studi pustaka (library research) untuk mencari hasil penelitian yang valid maka di perlukan
sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer yang digunakan peneliti ialah Syarah Arba’in An-Nawawi karya Imam An-Nawawi dan Syarhul
Arba’iina Haditsan An-Nawawi Karya Ibnu Daqiqiel ‘Ied. Sedangkan sumber data sekundernya diambil dari buku, jurnal ataupun hasil penelitian lain yang
mendukung penelitian ini terkait Iman Islam Ihsan.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penulis, pada syarah Arba’in AnNawawi yang menjadi syarah asli karya Imam An-Nawawi, iman diartikan sebagai ungkapan tentang kepercayaan khusus pada 6 rukun iman. Islam sebagai ungkapan tentang berbagai kewajiban ataupun kepatuhan terhadap amalan zahir. Dan ihsan diartikan dengan tidak berpaling kepada selain Allah Swt ketika beribadah, ataupun menyibukkan hati dengan selain-Nya. Sedangkan dalam Syarhul Arba’iina Haditsan An-Nawawi yangmerupakan syarah penjelas oleh Ibnu Daqiqiel ‘Ied,iman dan Islam merupakan hal yang berbeda secara bahasa, akan tetapi dalam segi syari’at keduanya saling terkait. Ihsan diartikan sebagai kemantapan beribadah, memelihara hak-hak Allah, merasakan pengawasan-Nya, merasakan kebesaran serta keagungan-Nya pada saat beribadah. Adapun Konsep Pendidikan Agama Islam: Iman, Islam dan Ihsan dalam dalam penelitian ini yakni meliputi: pendidikan
akhlak, pendidikan Islam, pendidikan etika, dan konsep tanyajawab
PENGEMBANGAN ASPEK PSIKOMOTORIK ANAK USIA DINI PADA KEGIATAN SENI TARI DI TK PERTIWI DESA PAGERALANG KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS
Setiap manusia pasti mengalami perkembangan dalam hidupnya.
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerakan kasar, gerakan halus, bicara, bahasa, serta sosialisasi anak. Kemampuan gerak anak dapat dilakukan dengan kegiatan terarah seperti
menari. Tari adalah ekspresi jiwa yang diwujudkan dalam bentuk gerak ritmis dan indah. Hal itu masuk dalam perkembangan psikomotorik anak. Perkembangan psikomotorik adalah mengontrol gerakan tubuh melalui kegiatan terkoordinasi antara saraf pusat dan otot. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perkembangan psikomotorik anak melalui kegiatan seni tari di TK Pertiwi Desa Pageralang Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif jenis deskriptif. Subjek penelitian ini meliputi guru, kepala sekolah dan siswa-siswi TK Pertiwi Pageralang yang berjumlah 17 anak. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan perkembangan psikomotorik anak melalui kegiatan seni tari tubuh anak menjadi lentur, koordinasi pikiran dan gerakan anak terkontrol, dan anak dapat melakukan gerakan dengan terampil dan tepat. Perkembangan psikomotorik melalui kegiatan seni tari meliputi perencanaan perkembangan psikomotorik yang di dalamnya berisi persiapan kegiatan seni tari. Pelaksanaan perkembangan psikomotorik dengan langkah yang dilakukan yaitu mengatur barisan sesuai jumlah anak, memberi materi dan contoh gerakan tari, menyeleksi anak sesuai perkembangan dan keluesan dalam menari, dan melakukan evaluasi kegiatan seni yang telah dilakukan
PONDOK PESANTREN AN-NUR: SEJARAH DAN KONTRIBUSI TERHADAP MASYARAKAT KEDUNGBANTENG BANYUMAS (1986-2022)
ABSTRAK
Pondok Pesantren An-Nur merupakan salah satu pesantren yang berada di Desa Kedungbanteng Kabupaten Banyumas, yang menggunakan sistem salafiyah. Didirikan oleh seorang tokoh agama yang sangat disegani atau masyarakat menganggapnya sebagai sesepuh desa, beliau adalah K.H. M. Ridlwan Sururi. Berkembangnya Pondok Pesantren An-Nur Kedungbanteng ini didasari oleh suatu kontribusi. Kontribusi Pondok Pesantren An-Nur terhadap masyarakat Desa Kedungbanteng sampai sekarang terbilang masih berjalan. Sehingga, penting untuk diteliti karena dapat mengetahui sejarah berdirinya Pondok Pesantren An-Nur Kedungbanteng sampai kontribusi yang diberikan kepada masyarakat Desa Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini, untuk menjelaskan sejarah berdirinya Pondok Pesantren An-Nur Kedungbanteng dan kontribusinya terhadap masyarakat Desa Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang menekankan pada empat tahap metode sejarah yaitu heuristik (tahap mencari, menemukan dan mengumpulkan sumber sejarah), verifikasi atau kritik sumber (tahap menguji keaslian dan keabsahan sumber sejarah, interprestasi (tahap menafsirkan fakta-fakta sejarah) dan historiografi (tahap penulisan sejarah). Pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sejarah dan sosiologis. Serta, penelitian ini menggunakan dua teori, yaitu Teori Siklus dan Teori Fungsional. Hasil penelitian ini adalah Pondok Pesantren An-Nur Kedungbanteng didirikan oleh K.H. M. Ridlwan Sururi pada tahun 1986, di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Berdirinya pesantren ini diawali dengan K.H. M. Ridlwan Sururi beserta masyarakat sekitar mendirikan masjid pada tahun 1971, kemudian mendirikan asrama santri putra dan putri. Setelah wafatnya K.H. M. Ridlwan Sururi kepemimpinan pesantren digantikan oleh putranya, K.H. M. Atiq Nurur Robbani. Tujuan berdirinya pesantren ini sesuai dengan namanya “An-Nur”, yaitu untuk selalu memancarkan cahaya dan menerangi manusia dari gelapnya kehidupan dunia dan seisinya. Berdasarkan hasil penelitian menemukan adanya kontribusi Pondok Pesantren An-Nur Kedungbanteng terhadap masyarakat sekitar yang terbagi menjadi tiga bidang yaitu bidang pendidikan: majelis taklim, dan simaan Al-Qur’an, bidang sosial kemasyarakatan: haul sesepuh warga masyarakat, barzanji ibu-ibu rumah tangga, bakti sosial, kerja bakti dan pengobatan massal, dan bidang ekonomi: perdagangan, pertanian dan peternakan.
Kata Kunci: Pondok Pesantren An-Nur, Sejarah, Kontribusi
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM TRADISIONAL (STUDI PEMIKIRAN K.H. ALI MAKSUM KRAPYAK)
Pendidikan pada umumnya ditujukan untuk menanamkan nilai-nilai dan norma-norma tertentu sebagaimana yang telah ditetapkan dalam filsafat pendidikan, yakni nilai atau norma yang dijunjung tinggi oleh suatu lembaga pendidikan. Sayangnya, dasar filosofi ini terkadang belum terkonsep secara jelas oleh pelaksana pendidikan. Hal tersebut dapat dilihat pada lembaga pendidikan tertentu di mana. pola dan sistem pendidikan yang dikembangkan cenderung labil. Oleh karena itu, dalam rangka mempersiapkan pendidikan yang maju maka perlu diawali dengan menetapkan dasar filosofi yang mantap dan ditunjang oleh seperangkat teori dan konsep kependidikan yang memadai.
Konsep-konsep pendidikan umum yang tumbuh dan berkembang saat ini, baik di Barat maupun Timur sebenarnya berakar pada konsep pendidikan Islam. Konsep pendidikan umum dan pendidikan Islam sama-sama terikat oleh nilai-nilai universal sebagai ikatan nilai lahi yang bersifat mutlak, demikian juga Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan demikian, nilai-nilai yang harus diintegrasikan ke dalam pendidikan umum tidak hanya berdasarkan baik dan buruk menunut manusia, tapi baik dan buruk itu harus mencapai standar ukuran nilai-nilai ketuhanan yang digariskan oleh Tuhan semesta alam, yaitu nilai-nilai spiritual yang digariskan oleh Al-Qur’an dan al Hadits.
Adapun metode yang akan digunakan adalah metode deskriptif- analitis yaitu ingin mencoba mendeskripsikan konstruksi dasar konsep pendidikan Islam tradisional studi kasus K.H. Ali Maksum.
Salah satu cara agar tercapainya tujuan pendidikan Islam yang sesuai dengan standar nilai-nilai spiritual adalah dengan mendirikan dan mengembangkan pendidikan pesantren. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan latar belakang kehidupan K.H. Ali Maksum dan pemikirannya dalam pendidikan Islam tradisionalnya pada pondok pesantren Krapyak Yogyakarta. K.H. Ali Maksum termasuk salah satu ulama yang cukup sukses mengembangkan pendidikan pesantren dan madrasah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dalam penelitian ini diperoleh temuan bahwa metode pendidikan pesantren dan madrasah yang diterapkan K.H. Ali Maksum adalah memadukan sistem pendidikan sorogan, bandongan, dan model diskusi antar santri. Dengan model
pendidikan pesantren dan madrasah tersebut, terbukti pondok pesantren Krapyak banyak melahirkan alumni- alumni yang cukup berpengaruh di Indonesia.
Kata kunci: K.H. Ali Maksum; Biografi; Pemikiran Pendidikan Islam Tradisiona
TINJAUAN ‘URF TERHADAP TRADISI NGASAK TURIANG (Studi Kasus di Desa Wangunjaya Kec. Cisaga Kab. Ciamis)
Dalam Islam terdapat dalil yang dapat dijadikan pijakan hukum salah satunya yaitu berkaitan dengan ‘urf. Di Desa Wangunjaya Kec. Cisaga Kab. Ciamis terdapat tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat setempat sampai sekarang yaitu tradisi ngasak turiang. Ngasak turiang merupakan kegiatan mengambil atau mencari anak tanaman padi yang tumbuh secara liar biasanya tumbuh setelah panen tiba. Dalam praktik tradisi ngasak turiang, mayoritas dari pengasak biasanya tidak meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik sawah. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan tradisi ngasak turiang di Desa Wangunjaya Kec. Cisafa Kab. Ciamis, dan untuk mengetahui tradisi ngasak turiang dalam perspektif ‘urf.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis yang dilakukan dengan menggunakan tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi ngasak turiang di Desa Wangunjaya Kec. Cisaga Kab. Ciamis dilakukan oleh masyarakat setempat pada pagi hari dengan membawa peralatan sederhana seperti arit dan karung. Para pengasak ketika melakukan ngasak turiang tidak tidak meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik sawah karena sudah menjadi suatu kebiasaan masyarakat setempat. Tradisi ngasak turiang termasuk ke dalam ‘urf s}ah>ih, karena terdapat prinsip yang bisa dijadikan kaidah yaitu عُلِمَ رِظَاهُ yang berkaitan dengan kerelaan seseorang apabila kita memakai hak milik orang lain tanpa izin dan kita meyakini bahwa si pemilik pasti merelakan, maka hal tersebut diperbolehkan. Selain itu tradisi ngasak turiang juga telah memenuhi syarat-syarat diperbolehkannya sebuah ‘urf. Dari segi sifatnya tradisi ini masuk ke dalam ‘urf ‘amali, karena kebiasaan dalam bentuk perbuatan pada pelaksanaan tradisi ngasak turiang yang mengambil anak tanaman padi yang tumbuh secara liar setelah selesai panen tiba. Jika dilihat dari ruang lingkup penggunaannya, tradisi ngasak turiang masuk ke dalam ‘urf kha>s} atau kebiasaaan khusus yang hanya dikenal oleh sebagian masyarakat dan hanya berlaku di tempat, masa atau keadaan tertentu saja. Dalam hal ini seperti tradisi ngasak turiang yang hanya dilaksanakan di Desa Wangunjaya Kec. Cisaga Kab. Ciamis.
Kata Kunci: Tradisi, ‘Urf, Tradisi Ngasak Turian
PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR’AN DI KELAS 8 SMP DIPONEGORO 3 KEDUNGBANTENG BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur‟an di kelas 8 SMP Diponegoro 3 Kedungbanteng Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian dilakukannya reduksi data, penyajian data, serta verifikasi. Dengan subjek penelitian adalah guru pendidikan agama islam dan juga peserta didik kelas 8 dan objek nya pembelajaran yang dilakukan pendidik kepada peserta didik dalam suatu pembelajaran ataupun lainnya. Hasil dari penelitian ini siswa siswi mampu mempelajari baca tulis Al-Qur‟an di Sekolah Menengah Pertana Diponegoro 3 Kedungbanteng, dengan adanya program keagaman dan model pembelajaran yang ada di sekolah seperti tutor sebaya, pembiasaan saat jam pertama, monitoring dan keputrian. Metode yang digunakan guru dalam pembelajaran dengan bentuk ceramah dan diskusi serta latihan soal serta adanya program yang membantu peserta didik dalam membaca dan menulis Al-Qur‟an bentuk evaluasi yang dilakukan ialah evaluasi formatif dan sumati