Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
10362 research outputs found
Sort by
STRATEGI KOMUNIKASI FUNDRAISING LAZISMU BANYUMAS DALAM MENINGKATKAN PENGHIMPUNAN ZIS DI MASA PANDEMI COVID-19
ABSTRAK
Bulan Januari 2020, dunia diguncang wabah virus corona, virus tersebut pertama kali muncul di Kota Wuhan, China. Dampaknya tidak hanya negara China yang merasakan, melainkan negara-negara lainpun termasuk Indonesia merasakan wabah tersebut. Dampak yang ditimbukan virus corona bersifat multidimensional sosial, ekonomi, politik, pendidikan dan kesehatan. Bagi institusi zakat, virus corona ini berdampak terhadap penghimpunan ZIS. Kegiatan fundraising atau pengumpulan dana ZIS adalah proses bagaimana cara untuk menghimpun dana ZIS. Untuk mencapai keberhasilan dalam kegiatan penghimpunan peningkatan ZIS diperlukan adanya strategi yang baik, cermat dan tepat, yaitu dengan cara memberikan pelayanan pembayaran melalui transfer.
Jenis penlitian yang dilakukam oleh penulis adalah penelitian lapangan, dengan mengambil lokasi penelitian di LAZISMU Banyumas dan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan LAZISMU Banyumas dalam meningkatkan penghimpunan ZIS di masa pandemi covid-19 yaitu dengan strategi komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung. Strategi komunikasi langsung meliputi: memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai esensi zakat, pembinaan kantor layanan, penggalangan donasi ritel, mengadakan event program penghimpunan dan melayani donator dengan prinsip 3S. Sementara, untuk strategi komunikasi tidak langsung LAZISMU Banyumas memanfaatkan berbagai media sosial seperti: Whatsapp, Youtube, Instagram, Tiktok, Facebook, Twitter dan Zoom untuk memudahkan dan memasifkan penyebaran informasi mengenai program LAZISMU Banyumas kepada masayarakat. Penyampaian laporan penerimaan dan penyaluran dana ZIS setiap bulan kepada donator sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas juga berdampak pada meningkatnya kepercayaan dan jumlah donatur. Selain itu, di masa pandemi covid-19, LAZISMU Banyumas lebih mengedepankan penghimpunan dana ZIS melalui layanan zakat online (transfer) yang memudahkan para donator untuk membayar ZIS.
Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Fundraising, Lazismu Banyumas,
Pandemi Covid-1
ANALISIS PREFERENSI GENERASI MILENIAL DALAM MEMUTUSKAN PENGGUNAAN QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD (QRIS) SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN (Studi Kasus : Pembeli yang Melakukan Transaksi di Pasar Manis, Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas)
Arus digitalisasi masuk ke-Indonesia secara deras, demikian pula potensinya yang akan terjadi di masa depan. Pola transaksi masyarakat dan sendi-sendi perekonomian baik individu maupun korporasi, dipengaruhi oleh tren digitalisasi dan mendisrupsi fungsi-fungsi konvensional, tidak terkecuali juga di sektor keuangan. Dengan gambaran tren digitalisasi tersebut perkembangan ekonomi dan keuangan di Indonesia memberikan peluang sekaligus risiko. Risiko, seperti risiko cyber security, AML-CFT dan proteksi terhadap pemanfaatan data. Untuk itu tantangan kebijakan bagi otoritas ekonomi dan keuangan di era digital, khususnya Bank Indonesia yang harus mencari titik keseimbangan antara upaya mengoptimalkan peluang yang diusung oleh inovasi digital dengan upaya untuk memitigasi risiko. Untuk itu sebagai penerus sistem pembayaran ritel uang electronic, Bank Indonesia selaku pemegang regulasi pembayaran nasional (GPN) bekerjasama dengan ASPI (Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia) memerlukan sistem yang terintegrasi sehingga dapat menerima dan berhasil melakukan pembayaran di semua kanal dompet digital sehingga Bank Indonesia menetapkan standard kode QR pembayaran yang disebut dengan QRIS, guna memfasilitasi transaksi pembayaran digital di Indonesia, salah satunya di Pasar Manis Purwokerto sebagai lokasi penelitian dengan maksud untuk mengetahui preferensi masyarakat (Generasi Milenial) dalam menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran sejak berlakukannya QRIS sebagai alat pembayaran yang sah di Pasar manis.
Pasar manis adalah pasar pilihan dengan berbagai macam prestasi dan penghargaan sehingga dijadikan pilot project . Sejak diluncurkannya QRIS di pasar manis, baru ada 4 pedagang yang mempunyai akun QRIS namun, setelah dilakukan wawancara selama 4 bulan dengan bantuan program kerja yang dilakukan berbagai pihak yang mendukung proses ini telah mengalami kemajuan yaitu ada 16 pedagang, namun berdasarkan hasil penelitian penggunaan QRIS serta preferensi masyarakat generasi milenial di pasar manis dinilai kurang dengan faktor lokasi penelitian didominasi generasi baby boomers kelahiran 1946-1964 dan X kelahiran 1965-1980 yang kenyataannya gagap terhadap teknologi. Namun, dari keseluruhan hasil penelitian ditemui sejumlah 15 pembeli generasi milenial yang membayar dengan menggunakan QRIS Hasil penelitian semua faktor persepsi menjadi alasan masyarakat generasi milenial memutuskan penggunaan QRIS dalam melakukan transaksi di pasar manis dan senada dengan penelitian sebelumnya. Ditinjau dari teori Nicholson preferensi pembeli di Pasar Manis menggunakan QRIS sebagai transaksi pembayaran hasil penelitian ini selaras dengan teori ini dengan memenuhi tiga sifat dasar yaitu kelengkapan, transitivitas, dan kontuinitas. Sedangkan untuk perilaku konsumen menggunakan QRIS dengan meninjau teori dari Schiffman karena ada faktor atau alasan konsumen menggunakannya secara terus menerus atau sering, sehingga pembeli yang menggunakan QRIS secara umum generasi milenial di Pasar Manis juga sudah termasuk memenuhi sifat tersebut. Dan menurut Kotler dan Keller proses pengambilan keputusan konsumen dipengaruhi empat faktor yaitu faktor Psikologis, faktor Sosial, faktor Pribadi dan faktor budaya, yang indikator dari keempat faktor pembeli di Pasar Manis yang menggunakan QRIS juga memenuhinya.
Preferensi merupakan sifat yang lengkap, artinya seseorang dapat selalu mengambil satu keputusan antara dua pilihan yang ditawarkan kepada mereka dan diharapkan orang tersebut dapat menyatakan preferensinya secara jelas dan lengkap. Generasi Milenial menurut Yuswohay dalam artikel yang berjudul Milennial Trends Generasi milenial (Millennial Generation) generasi milenial terkenal dengan sebutan Generasi Y sebab mereka generasi yang hidup pada pergantian millennium secara bersamaan di era teknologi digital mulai merasuk ke segala sendi kehidupan, sehingga generasi inilah yang dapat diberi kesimpulan bahwa dalam studi kasus generasi milenial dirasa cocok dan sejalan dengan adanya kemajuan teknologi pembayaran seperti QRIS ini.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field research) dengan jenis penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokementasi. Sedangkan analisis yang dilakukan dengan reduksi data, penyajian dan kemudian penarikan kesimpulan. teknik pemeriksa data dalam penelitian ini menggunakan metode triangulasi.
Kata kunci : Preferensi, Generasi Milenial, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS
ANALISIS KONTRASTIF FONEM BAHASA ARAB DAN BAHASA JAWA SERTA IMPLIKASINYA DALAM PENGAJARAN BAHASA ARAB
Email: [email protected]
Studi Pendidikan Bahasa Arab
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto
ABSTRAK
Bahasa merupakan suatu yang berbentuk vokal yang di keluarkan melalui mulut yang berbentuk sedemikian rupa sehingga vokal tersebut memiliki arti tertentu. Terdapat beraneka ragam bahasa di dunia ini, salah satunya adalah bahasa Arab. Bahasa Arab menjadi salah satu bahasa universal yang dipakai untuk berkomunikasi oleh manusia antara satu sama lain. Kemampuan berbahasa Arab di indonesia banyak di pengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah pengaruh bahasa daerah di indonesia seperti bahasa Jawa. Dalam pembelajarannya sering terjadi kesalahan berbahasa salah satunya dalam bidang fonologi. Perbedaan fonem bahasa Arab dan bahasa Jawa tentunya menjadi masalah tersendiri bagi pengajar bahasa Arab karena akan menimbulkan kesalahan berbahasa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan model penelitian kepustakaan (Library Research), dengan memberikan paparan dan mendeskripsikan masalah dan di analisis dengan analisis kontrastif. Di dalam anakon terdapat dua hipotesis, yaitu hipotesis bentuk kuat dan hipotesis bebtuk lemah. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui macam-macam fonem bahasa Arab dan bahasa Jawa serta paralelisme dan disimilaritas fonem bahasa Arab dan bahasa Jawa, yang di gunakan sebagai acuan untuk mencari desain pengajaran bahasa Arab yang efektif bagai peserta didik sebagai upaya menangani problem belajar serta kekeliruan berbahasa ketika mempelajari bahasa Arab.
Kata Kunci : Analisis Kontrastif, Fonem Bahasa Arab, Fonem Bahasa Jawa, Implikasi Pengajara
KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MIS TAMRINUSSIBYAN 1 AL HIKMAH BENDA KEC. SIRAMPOG KAB. BREBES JAWA TENGAH
Kepemimpinan dalam sebuah sekolah merupakan hal yang sangat urgen yang harus dilakukan seorang kepala sekolah atau madrasah. Hal ini dikarenakan kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting dalam suatu organisasi, keberhasilan maupun kegagalan suatu organisasi ditentukan oleh kepemimpinan seorang pemimpin dalam menjalankan organisasinya. Peneliti tertarik melakukan penelitian di MIS Tamrinussibyan 1 Al Hikmah karena kemampuan kepala madrasah dalam mengarahkan pandangan masyarakat terhadapa MIS Tamrinussibyan 1 Al Hikmah sehingga mampu menumbuhkan tingkat kepercayaan masyarakat menjadi membaik dibanding dengan sebelumnya, hal itu bisa dilihat salah satunya meningkatnya jumlah siswa dari tahun ketahun. Data tahun ajaran 2019/2020 jumlah siswa MIS Tamrinussibyan 1 Al Hikmah 507 siswa, tahun 2020/2021 530 siswa dan tahun 2021/2022 menjadi 551 siswa.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Suharsimi Arikunto menyatakan bahwa penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertenu, tetapi hanya menggambarkan “apa adanya” tentang suatu variable, gejala atau keadaan. Tujuan peneltian ini adalah Untuk memahami strategi.dan memahami gaya kepemimpinan yang dilakukan Kepala Madrasah MIS Tamrinussibyan 1 Al Hikmah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Dari hasil penelitian yang diperoleh peneliti tentang kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan menemukan beberapa temuan,: 1. Strategi kepala madrasah, seperti yang diungkapkan Bapak H. Slamet, M.Pd selaku kepala Madrasah MIS Tamrinussibyan 1 Al Hikmah sebagai berikut: (1) Strategi Peningkatan Input Siswa. Pemimpin lembaga pendidikan, yang mana dalam proses ini Kepala Madrasah benar-benar mencari strategi yang tepat dengan lingkungan MIS Tamrinussibyan 1 Al Hikmah. Dalam lingkup input ini Kepala Madrasah membagi menjadi beberapa bagian, yakni proses pendaftaran, uji pemetaan, pengelompokkan peserta didik. (2) Strategi Peningkatan Proses Pembelajaran. Kepala Madrasah yakni Bapak H. Slamet, M.Pd memberikan pengertian tentang sebuah proses itu berkaitan dengan kegiatan selama siswa menjadi peserta didik di sebuah sekolah atau madrasah selama kurang lebih 6 tahun. Proses juga mencakup tentang SDM (Sumber Daya Manusia) yang ada dalam sebuah Lembaga Pendidikan yang biasa kita sebut Tenaga Kependidikan, meliputi Kepala Sekolah atau Madrasah, Guru, Karyawan, Tata Usaha, Tukang Kebun dan semua yang berada atau ikut andil dalam sebuah. (3). Strategi Penigkatan Output Siswa. Selama beberapa tahun ini, MIS Tamrinussibyan 1 Al Hikmah selalu dapat meluluskan siswanya 100%. 2. Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan, menurut penuturan dari beberapa tenaga kependidikan, baik itu guru, tata usaha maupun wakil kepala MIS Tamrinussibyan 1 Al Hikmah yang telah dimintai keterangan tentang gaya kepemiminan Bapak Slamet rata-rata mengatakan beliau sangat demokratis dalam segala hal, terbuka pada setiap permasalahan, senantiasa memperhatikan bawahannya
Kata Kunci : kepemimpinan kepala Madrasah, Mut
ANALISIS SWOT DALAM STRATEGI PEMASARAN USAHA JASA DEKORASI PERNIKAHAHAN AF DECORATION DI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS
Perkembangan zaman membawa gaya hidup masyarakat berubah, khususnya
pada aspek pesta, yang biasa dilaksanakan masyarakat dalam beberapa acara seperti agenda pernikahan ataupun tunangan. Dekorasi memiliki peran penting untuk menciptakan nuansa hidup dalam acara, namun dekorasi sudah dianggap sebagai salah satu tingkat gengsi, sehingga dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan. AF Decoration salah satu jasa dekorasi yang terletak di Karangsoka Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Jasa dekorasi ini memiliki variasi produk dan harga yang sangat terjangkau. Perkembangan dan jumlah pelanggan AF Decoration nampak pesat walaupun dalam masa pandemi Covid-19.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menentukan perumusan prioritas strategi analisis SWOT pemasaran AF Decoration yang tepat dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Field Research dan kualitatif dimana penelitian ini menggambarkan mendeskripsikan, menginterpretasikan, dan menjelaskan suatu situasi dengan melakukan perubahan dengan tujuan perbaikan.
Hasil penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa diketahui strategi Analisis SWOT pada AF Decoration dalam strategi pemasaranya agar terus bekembang yaitu dengan cara: (a) Mempertahankan harga produk yang fleksibel sesuai budget konsumen dengan tetap mempertahankan kualitas baik produk dekorasinya. (b) Mengembangkan produk dekorasi dengan macam bunga dan properti untuk mempertahankan konsumen loyal serta meminimalisisr daya tawar menawar yang kuat. (c) Meningkatkan kualitas jasa dekorasinya dengan penambahan jasa baru yang akan ditawarkan untuk menarik konsumen baru. (d) Memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan promosi perushaan dengan membuat brosur dan web sehingga mempermudah konsumen untuk melihat contoh gambar dekorasi yang ditawarkan. (e) Menambah karyawan khusus untuk pemasaran dan mengikuti event-event tertentu seperti wedding expo. Dari kelima strategi tersebut yang paling efektif dilakukan AF Decoration yaitu “Memanfaatkan teknologi untuk mengingkatkan promosi perushaan dengan membuat brosur dan web sehingga mempermudah konsumen untuk melihat produk dekorasi yang ditawarkan”. Strategi tersebut dilakukan terus menerus dengan memanfaatkan teknologi, sehingga memudahkan konsumen untuk lebih mendapat informasi, terlebih menghemat biaya dan waktu. Selain itu, memaksimalkan promosi melalui media sosial/internet lebih menjangkau banyak konsumen.
Kata Kunci : Strategi Pemasaran, Analisis SWOT, Dekorasi Pernikaha
PROGRAM KELUARGA HARAPAN ( PKH ) PERSPEKTIF MAQASID ASY’SYARIAH (Studi kasus di Desa Bojongsari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas)
ABSTRAK
Kemiskinan merupakan masalah social yang masih menjadi momok bagi
pemerintah dan masyarakat Indonesia. Salah satu formula untuk menyelesaikan
persoalan kemiskinan yang ada di Indonesia adalah dengan adanya Program
Keluarga Harapan (PKH). PKH diarahkan untuk menjadi episentrum dan center
of excellence penanggulangan kemiskinan yang mensinergikan berbagai program
perlindungan dan pemberdayaan sosial nasional. Penulis melakukan penelitain
terhadap program PKH, dengan judul Program Keluarga Harapan (PKH)
perspektif Maqsyid asy‟Syariah di Desa bojongsari Kecamatan Kembaran
Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan
Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa bojongsari Kecamatan Kembaran
Kabupaten Banyumas dan mengetahui bagaimana peran Program Keluarga
Harapan (PKH) dalam mewujudkan kemaslahatan perspektif Maqasyid
asy‟Sariah.
Di dalam penelitian ini metode penelitian yang penulis gunakan yaitu
penelitian kualitatif dengan Teknik pengumpulan data berupa wawancara,
observasi, dan dokumentasi, yaitu melalukan wawancara secara langsung dengan
masyarakat penerima program dan informan di desa Bojongsari Kecamatan
Kembaran Kabupaten Banyumas berlandaskan pada teori maqosid syariah yang di
dalamnya memuat lima unsur dasar yaitu hifd ad-din, hifd an-nafs, hifd al-aql,
hifd an-nasl/an-nasb, dan hifd al-mal.
Hasil dari penelitian yang telah peneliti lakukan secara garis besar dapat ditarik
kesimpulan, bahwa Program Keluarga Harapan yang ada di Desa Bojongsari
Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas, sesuai dengan aturan yang telah di
tetapkan oleh pemerintah, dengan penetapan sasaran Keluarga Penerima Manfaat
berdasarkan kriteria yang diutamakan, berupa Pendidikan, Kesehatan dan
kesejahteraan ekonomi yang dalam hal ini sudah sejalan dengan prinsip-prinsip
Maqasyid asy‟Syari‟ah yaitu: hifd an-nafs,(menjaga jiwa), hifd al-aql, ( menjaga
akal ), dan hifd al-mal ( menjaga harta).
Kata kunci : Program Keluarga Harapan, Maqosid Syaria
PEMAKNAAN LAFADZ TARTIL DALAM QS. AL-MUZZAMMIL AYAT 4 PERSPEKTIF METODE AS-SYIFA (STUDI KASUS DI TPQ AN-NAWAWIYAH DESA KEBAGUSAN KECAMATAN BOJONG KABUPATEN TEGAL)
Al-Qur’an merupakan mukjizat yang sangat luar biasa. Hal tersebut dibuktikan dengan berbagai model bacaan yang dilakukan oleh para imam. Terlepas dari hal tesebut membaca al-Qur’an dengan tartil dan hati-hati adalah suatu keharusan. Karena, membaca al-Qur’an tanpa tartil dapat mengubah dan mempengaruhi makna sehingga tidak mendapat keutamaan dari bacaan al-Qur’an tersebut. Terkait akan pentingnya dan besarnya tuntutan untuk membaca al-Qur’an secara benar, fasih dan tartil, metode As-Syifa sendiri menggunakan Qs. Al-Muzzammil ayat 4 sebagai dalil dan dalam pelaksanaan pembelajaran membaca al-Qur’an dengan tartil.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara (Interview), analisis isi, dan dokumentasi untuk menyajikan respon-respon dan perilaku subjek. Metode penelitian ini menggunakan teknik analisis mendalam (in-depth analysis), yaitu mengkaji masalah secara kasus perkasus karena metodologi kualitatif yakin bahwa sifat suatu masalah satu akan berbeda dengan masalah lainnya. Tujuan dari metodologi ini bukan satu generalisasi tetapi pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah.
Adapun analisis pemaknaan lafadz tartil di TPQ An-Nawawiyah dengan berdasarkan teori kontruksi Peter L. Berger yakni ada tiga momen yang dilakukan. Pertama, proses eksternalisasi yakni dalam hal ini tentang makna tartil yang kemudian dalam momen ini realitas sosial berupa proses adaptasi dengan ayat-ayat al-Qur’an yang memerintahkan dan mengharuskan membaca al-Qur’an dengan tartil yakni Qs. Al-Muzzammil ayat 4 yang kemudian mengimplikasikannya dalam membaca al-Qur’an. Kedua, objektivasi yaitu interaksi sosial yang terjadi dalam dunia subjektif yang dilembagakan atau mengalami proses institusional. Ketiga, internalisasi. Dalam pemaknaan lafadz tartil ini peserta didik menarik pemahaman dari luar yang kemudian dimasukan ke dalam diri individu sehingga setiap mereka sudah terbiasa dan sudah terkontruksi ke dalam diri setiap peserta didik
PENGGUNAAN NOTA KOSONG DALAM TRANSAKSI JUAL BELI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus Di Bengkel Part Classsic Purwokerto)
Islam mengatur seluruh aspek kehidupan termasuk juga dalam aktivitas
ekonomi dengan aturan yang ketat. Hal tersebut bertujuan agar terhindar dari
perbuatan yang dapat merugikan satu sama lain seperti halnya praktek penipuan,
kecurangan dalam jual beli serta adanya permainan harga oleh kelompok tertentu
yang tidak sesuai dengan harga pasaran sehingga kemaslahatan bersama dalam
melakukan kegiatan ekonomi bisa terwujud.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap
praktik penggunaan nota kosong dalam transaksi jual beli yang dilakukan di Bengkel
Part Classic Purwokerto..
Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, dengan pendekatan
hukum normatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisa deskriptif
kualitatif, yang terdiri atas tiga alur kegiatan yang berlangsung secara bersamaan
sejak pengumpulan data, yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, Praktek penggunaan nota
kosong pada transaksi jual beli di Bengkel Part Classic Purwokerto diberikan oleh
pelaku usaha kepada beberapa pelanggan yang sebagian besar memiliki usaha
bengkel dan menjual kembali barang tersebut kepada pelanggannya. Biasanya nota
kosong tersebut sudah distampel dan ditandatangani oleh Pemilik Bengkel Part
Classic Purwokerto. Nota kosong biasanya diminta oleh pelanggan yang juga
memiliki bengkel motor, sebagai bukti ke pelanggan di bengkelnya. Nota kosong
tersebut ditulis langsung di depan pemilik Bengkel Part Classic Purwokerto. Harga
yang ditulis di nota kosong pun sesuai dengan harga umum yang diberikan Bengkel
Part Classic Purwokerto. Meski juga ada beberapa pelanggan yang meminta nota
kosong untuk kepentingan pribadinya, seperti untuk meminta ganti lebih biaya
perbaikan motor kepada orangtuanya. Kedua, dalam pandangan hukum Islam,
praktek pemberian nota kosong pada transaksi jual beli di Bengkel Part Classic
Purwokerto, boleh diberikan kepada pelanggan yang juga memiliki bengkel motor,
sebagai bukti ke pelanggan di bengkelnya, dan tidak boleh diberikan kepada
pelanggan yang dikhawatirkan rentan terjadinya penyalahgunaan dan penyelewengan
termasuk untuk pelaporan keuangan.
Kata Kunci:Nota Kosong, Jual Beli, Hukum Isla
Representasi Kecantikan Perempuan Indonesia Dalam Iklan Wardah feel the beauty (analisis semiotik charles sanders pierce)
Iklan televisi Wardah versi Feel The Beauty menampilkan sebuah cerita tentang seorang perempuan yang sedang berbagi dengan lingkungannya. Adegan- adegan yang dibuat dalam iklan memberikan pesan kepada perempuan bahwa kecantikan tidak hanya mempunyai kulit yang cerah, bibir yang indah, tangan yang terawat maupun yang dapat dilihat saja melainkan kecantikan yang dapat dirasakan oleh sekitar. Wardah juga mengajak bahwa perempuan dapat memberikan banyak inspirasi untuk memancarkan cantiknya perempuan yang sesungguhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk representasi kecantikan perempuan dalam iklan Feel The Beauty. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks media dengan teknik model semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ini adalah kecantikan menurut iklan tersebut adalah kecantikan yang didapat bukan hanya dari luar fisik melainkan dari dalam diri.
Kata kunci: Representasi Kecantikan Perempuan, Semiotika Charles Sanders Peirce, Iklan Wardah Feel the beaut
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEKERJA ANAK PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DI INDONESIA (Studi Kasus Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Indramayu)
Setiap orang mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan menurut Undang-Undang tidak terkecuali anak-anak, peran serta orang tua sangan penting untuk melindungi anak-anaknya dengan tidak melakukan kekerasan, eksploitas maupun memperkerjakannya. Fenomena pekerja anak di Indonesia ini merupakan persoalan yang kompleks, berdimensi pada faktor ekonomi, sosial dan budaya yang sudah ada sejak berabad-abad. Pekerja anak saat ini tidak bisa di pungkiri, menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 dan Undang-Undang Nomor 13
Tahun 2003. Sering anak yang bekerja sebagai pekerja anak terjerumus pada jenis-jenis pekerjaan terburuk untuk anak bahkan samapai pada perdangan anak. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang
digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data primer yang digunakan yaitu wawancara dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Ketenagakerjaan, BP2MI, dan Kanit PPA POLRESTA Kabupaten Indramayu. Sedangkan sumber data sekunder yaitu buku, jurnal dan skripsi. Penelitian ini menunjukan bahwa, perlindungan hukum yang diberikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Ketenagakerjaan, dan Kepolisian dengan berbagai upaya diantaranya Sosialisasi dan Edukasi kepada masyarakat. Perlindungan hukum terhadap pekerja anak
menurut hukum positif di Indonesia yaitu terdapat dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 66 tentang perlindungan khusus bagi anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual, hal tersebut sesuai dengan kasus yang ada di Kabupaten Indramayu, yaitu mempekerjakan anak di bawah umur. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Indramayu sudah menerapkan Undang-Undang Tersebut. Namun, kasus tersebut belum dapat teratasi secara maksimal