Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
    10362 research outputs found

    PENGARUH GRIT TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 8 PURWOKERTO

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh grit terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Purwokerto. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 282 siswa yang merupakan siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Purwokerto. Sampel penelitian yang diambil dalam penelitian ini adalah 166 siswa diperoleh berdasarkan perhitungan rumus Solvin. Variabel penelitiannya adalah grit sebagai variabel independen(X) dan kemampuan pemahaman konsep matematis sebagai variabel dependen(Y). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi angket untuk mengukur grit dan tes untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep matematis. Teknik analisis data menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas instrumen dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach. Kemudian dilakukan uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji keberartian regresi dan uji linearitas regresi. Teknis analisis data yakni menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menghasilkan persamaan regresi linear sederhana berupa Y ̂=9,996+0,196X, persamaan tersebut menunjukkan nilai b (grit) bertanda positif, yang berarti apabila grit(X) meningkat 1 satuan maka kemampuan pemahaman konsep matematis(Y) akan meningkat sebesar 0,196. Sedangkan besarnya pengaruh antar kedua variabel dapat diketahui dengan mengamati nilai koefisien determinasi R Squere yakni sebesar 0,069 yang berarti bahwa terdapat pengaruh grit terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Purwokerto sebesar 6,9% dan 93,1% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Kata Kunci: Grit, Matematis, Pemahaman Konse

    AN ANALYSIS OF SPEAKING ACTIVITIES IN ENGLISH WORKBOOK ENTITLED BUPENA ENGLISH FOR 7TH GRADE OF JUNIOR HIGH SCHOOL

    No full text
    The purpose of this study is to analyze and identify speaking activities in Bupena English workbook used by students in seventh grade in 2013 curriculum. The goals of this study are as follows; 1) to investigate the kinds of speaking activities in the workbook, 2) to determine whether speaking activities belong to the communicative activity or not in the workbook. The researcher used descriptive qualitative in order to get information about contents of the workbook. The data sources that used is workbook entitled Bupena English for 7th grade of junior high school published by Erlangga. Then, the instrument used is documentation by using field note in order to collect data from data sources. Next, when the data has been gotten, it is analyzed by using theory from Harmer (2007) about kinds of speaking activities in the classroom and theory from Littlewood (2004) about speaking communicative activities in the classroom. The result of this research shows that there are six kinds of speaking activities. There are acting from a script, communication games, discussion, prepared talks, questionnaires, and simulation and role play. Then, based on the analysis, all the speaking activities in the workbook belong to the communicative activity because there is no activity which totally focuses on language form. It means that in the Bupena English workbook there is no activity classified in the non-communicative learning. Keywords: speaking activities, English workbook

    PERAN TOKOH NAHDLATUL ULAMA (NU) DAN MUHAMMADIYAH DALAM MEWUJUDKAN KERUKUNAN UMAT DI DESA KROYA KECAMATAN KROYA KABUPATEN CILACAP

    No full text
    Penelitian ini membahas pokok masalah tentang “Peran Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dalam Mewujudkan Kerukunan umat di Desa Kroya Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap” dengan fokus yang dikaji dalam skripsi ini adalah bagaimana peran tokoh NU dan Muhammadiyah dalam mewujudkan kerukunan umat di Desa Kroya Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peran tokoh NU dan Muhammadiyah dalam mewujudkan kerukunan umat di Desa Kroya Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap. Untuk menjawab semua dari permasalahan yang ada, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun sumber primer dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Sehingga data-data yang diperoleh dilapangan diterangkan secara deskriptif, mendalam dan menyeluruh. Mengenai teori yang digunakan dalam judul Peran Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dalam Mewujudkan Kerukunan umat di Desa Kroya Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap adalah teori peran menurut Biddle dan Thomas. Lima indikator yang menjadi hasil penelitian meliputi harapan tentang peran, norma, wujud perilaku dalam peran, penilaian dan sanksi. Dari lima indikator itulah yang menentukan peran tokoh NU dan Muhamamdiyah dalam mewujudkan kerukunan umat di Desa Kroya. Harapan umat dengan adanya tokoh yaitu bisa memberikanpengayoman dan perlindungan kepada seluruh umatnya. Dari harapan timbul norma sebagai ketetapand aipadanya harapan tersebut. Norma yang ada dalam penelitian yaitu terkait norma agama yang selalu dipakai dalam pedoman hidup. Selanjutnya yaitu wujud perilaku dalam peran yang menjad aksi nyata oleh tokoh. Wujud peran ini terbentuk dai adanya peran yang dilakukan oleh tokoh, seperti mereka menjadi guru ngaji, memimpin ibadah, memimpin rapat. Terakhir yaitu penilaian dan sanksi, setelah adanya aksi nyata, pasti adanya kesan yang timbul dari umatnya kepada tokoh yang berperan. Kata kunci: Peran Tokoh, NU dan Muhammadiyah, Desa Kroya, Kerukunan Uma

    PENGEMBANGAN KURIKULUM MERDEKA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM PRAKSIS SEKOLAH ALAM SCHOOL OF UNIVERSE (SoU) PARUNG BOGOR

    No full text
    ABSTRACT Mira Purnamasari Safar Islamic Studies Doctor Program Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Islamic State University Indonesia faces educational problems that need attention and solutions to improve its quality. Education that prioritizes the development of cognitive abilities over affective and psychomotor abilities has not produced quality graduates. The quality of education is closely related to the curriculum which is the guideline for learning in schools. In November 2019 the Minister of Education and Culture announced a policy of independent learning. In Indonesia, it turns out that there have been anti-mainstream schools that have developed independent learning practices, one of which is the Green School. This research uses a qualitative approach with a case study method which is included in the mini ethnography, carried out in the period March 2020 to July 2021 offline at the research locus, namely the SoU at the Elementary School and online research related to the Covid 19 pandemic conditions. Data collection using observation techniques, interviews and documentation studies, data analysis using the Speadly technique while testing the validity of the data using member check and triangulation. The results showed that the Green School curriculum had four pillars, namely Islamic characters, logical thinking, leadership and business. The Green School not only focuses on students' cognitive development in the pillars of logical thinking but also pays attention to the affective aspects seen in the Islamic character curriculum and psychomotor aspects in the leadership and business pillars with learning that involves students actively and independently with experiential learning method. The SoU curriculum for Elementary School (SD) is transaction-oriented where students are positioned as rational individuals and can solve the problems they face. Learning is a dialectical process between teachers and students and between students. Based on the research findings, an independent learning curriculum for Islamic educational institutions with the pattern of Eco Islamic Independent Curriculum was developed. Keywords: Curriculum, Curriculum Development, Independent Learning, School of Nature, Green School, Green School Curriculu

    ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MASYARAKAT DI PASAR TRADISIONAL (Studi Kasus Pedagang Pasar Minggu, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, tempat dan promosi di Tradisional “Pasar Minggu, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga”. Penelitian ini dilatar belakangi karena pasar tradisional yang mengalami persaingan dengan pasar modern. Salah satu pasar tradisional yang mengalami dampaknya adalah Pasar Minggu. Pendapatan pasar dan pedagang pasar mengalami penurunan dikarenakan kurangnya konsumen yang datang ke pasar yang mengakibatkan pasar menjadi sepi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Menggunakan teknik sampel yaitu non-probability sampling jenis metode accidental sampling. Menentukan jumlah sampel menggunakan rumus wibisono dengan hasil 125 responden. Pengumpulan data menggunakan kuisioner, observasi dan wawancara. Data hasil kuisioner diolah menggunakan SPSS. Uji instrumen pada penelitian ini menggunakan uji validitas dan uji realibilitas. Teknik analisis yang digunakan yaitu uji asumsi klasik (normalitas, multikolinieritas, heteroskedastisitas), uji regresi linier berganda dan uji hipotesis (uji t, uji f dan uji koefisien determinasi). Hasil penelitian yang diperoleh peneliti dari kuisioner yang diperoleh dari beberapa responden menghasilkan bahwa : 1) Terdapat pengaruh negatif variabel produk terhadap keputusan pembelian 2) Terdapat pengaruh positif variabel harga terhadap keputusan pembelian 3) Terdapat pengaruh positif variabel tempat terhadap keputusan pembelian 4) Terdapat pengaruh positif variabel promosi terhadap keputusan pembelian 5) Terdapat pengaruh positif variabel produk, harga, tempat dan promosi terhadap keputusan pembelian. Bauran pemasaran (marketingmix) harus memperhatikan standar keharaman dalam Islam. Dalam mengambil keputusan pembelian, manusia juga diperintahkan untuk mengonsumsi barang/jasa yang halal dan baik dan tidak berlebihan

    تحليل الجملة الاسمية في سورة يس وكيفية تعليمها

    No full text
    تحليل الجملة الاسمية في سورة يس وكيفية تعليمها أغوس برييادي التجريد أصبح تعلم القويد أمرا مهما لأن معرفة القوايد هي المدخل لفهم جميع أشكال النص العربي خاصة كمسلم لدينا التوجيه الديني وهو القرآن الذي نزل باستخدام اللغة العربية. ومع ذلك تم العثور على العديد من المشاكل في التعلم لأن المعلم لم يستخدم الطريقة الصحيحة. لهذا السبب تم دفع الباحث لمحاولة إعطاء بعض الأمثلة السهلة من حيث تعلم القواعدالنحوية خاصة في الجملة الاسمية. تحت الموضوع : تحليل الجملة الاسمية في سورة يس وكيفية تعليمها. وقد حصلت للباحث نتائج البحث وهى الجملة الاسمية في سورة يس. كانت الجملة الاسمية التي في سورة يس على قدر 53 (ثلاث وخمسين) جملة وهي على أنواع المبتدأ والخبر المتنوعة. المبتدأ الصريح على قدر 21 (إحدى وعشرين), المبتدأ المؤول على قدر 3 (ثلاث), المبتدأ المضمر على قدر 25(خمس وعشرين), والخبر المفرد على قدر 27 (سبع وعشرين), والخبر الجملة على قدر 16 (ستة عشر), والخبر شبه الجملة على قدر 7 (سبع) والخبر شبه الجملة على قدر 7 (سبع). أما الطريقة التي يمكن الإستخدام بها حال تعليم الجملة الاسمية فهي متنوعة, منها الطريقة القياسية, والطريقة الاستنباطية, و طريقة النصوص المتكاملة, و طريقة النشاط, و طريقة المشكلات. الكلمات الأساسية : الجملة الاسمية, سورة يس, التعليم, اللغة العربية

    TINJAUAN MAQASYID SYARIAH TERHADAP PELAKU USAHA KERUPUK MIE BERBAHAN PEWARNA TEKSTIL

    No full text
    Maqasyid Syariah dijelaskan oleh Imam as-Syatibi bahwa syariat bertujuan mewujudkan kemaslahatan hidup manusia di dunia maupun di akhirat untuk mewujudkan kemaslahatan tersebut harus dengan adanya bukti-bukti atau dalil-dalil yang jelas. Makanan yang akan didistribusikan harus memenuhi syarat, penampilan, cita rasa dan setifikasi halal. Untuk memperoleh produk olahan makanan yang mempunyai cita rasa lezat, menarik dan than lama maka digunakan berbagai bahan pendukung yang biasa disebut bahan tambahan makanan. Pengertian bahan tambahan makanan tercantum dalam Pasal 1 Angka 1 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1168/Menkes/Per/X/1999 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 tentang Tambahan Bahan Makanan. Hail peneltian ini menunjukkan untuk mewujudkan perindungan hukum bagi konsumen, maka setiap produk pangan khususnya produk makanan wajib memenuhi standar keamanan dan mutu pangan. Upaya pengujian terhadap pangan sebelum beredar dan bahkan pagan yang telah beredar harus dilakukan. Sedangkan peranan pemerintah dalam mengawasi kerupuk mie berbahan pewarna tekstil yaitu dengan cara menugaskan secara berkala pegawai dari bidang pemeriksaan dan penyelidikan ke pabrik atau industri rumah tangga untuk pengambilan sampel kerupuk mie yang kemudian akan dilakukan pengujian di laboratorium. Serta memusnahkan kerupuk mie yang tidak sesuai dengan ketentuan. Kata Kunci : Maqasyid Syariah, Pelaku Usaha, Kerupuk Mie, Pewarna Tekstil, Desa Harjosari Lor

    PENGELOLAAN EMOSI KLIEN DENGAN SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) MENURUT AHMAD FAIZ ZAINUDDIN

    No full text
    Dalam penelitian ini peneliti mengangkat permasalahan tentang pengelolaan emosi klien dengan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) menurut Ahmad Faiz Zainuddin. Pengelolaan emosi merupakan suatu tindakan untuk mengatur pikiran, perasaan dan bagaimana merespon emosi yang dirasakannya sehingga dapat mencegah sesuatu yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique), sebuah terapi yang digagas pertama kali oleh Ahmad Faiz Zainuddin yang merupakan terapi gabungan antara kekuatan spiritual dan energi psikologi sebagai salah satu cara yang dapat mengelola emosi dengan memanfaatkan sistem energi tubuh klien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research atau studi kepustakaan. Sumber data pada penelitian ini terdiri dari sumber data primer yaitu buku karya Ahmad Faiz Zainuddin dan data sekunder adalah data yang diambil dari buku – buku, artikel, jurnal dan semua sumber bacaan lain yang relevan dengan objek penelitian dan dapat dipertanggungjawabkan. Setelah data terkumpul dan dianalisis sehingga diperoleh suatu kesimpulan bahwa pengelolaan emosi klien dengan SEFT menurut Ahmad Faiz Zainuddin terbukti banyak membantu dalam mengatasi berbagai masalah emosi. Kata Kunci : Pengelolaan Emosi, SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique)

    ATURAN INSENTIF PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH DALAM UPAYA MENDORONG PEMULIHAN EKONOMI PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH (STUDI KASUS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NO. 31/PMK.010/2021)

    No full text
    Industri otomotif menjadi salah satu sektor terdampak oleh adanya pandemi covid-19. Penurunan penjualan kendaraan bermotor roda empat terjadi secara signifikan terutama pada tahun 2020. Oleh karenanya pemerintah menyiasati penurunan tersebut dengan memberikan insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) dengan mengeluarkan PMK No. 31/PMK.010/2021. Pemberian insentif ini tentunya akan berdampak terhadap pendapatan pemerintah yang berasal dari pajak dan jika berhasil menaikkan jumlah penjualan kendaraan bermotor tentunya akan menimbulkan efek buruk bagi lingkungan di masa mendatang. Dari permasalahan ini tentunya menimbulkan pertanyaan bagaimana dampak penerapan PMK tersebut terhadap penjualan kendaraan bermotor roda empat? Juga bagaimana mas}lah}ah mursalah memandang kebijakan pemberian insentif PPnBM tersebut? Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), sementara pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan statute approach. Metode pengumpulan data penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data melalui dokumentasi yang didapat dari berbagai literatur maupun dari wawancara, kemudian dilanjutkan dengan penganalisaan data yang menghasilkan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pemberian insentif PPnBM ikut berpengaruh terhadap kenaikan penjualan mobil baru di Indonesia. Namun dengan adanya kenaikan penjualan yang juga terjadi di pasar mobil bekas mengindikasikan bahwa pemberian insentif PPnBM hanya berpengaruh terhadap kenaikan penjualan mobil baru. Selanjutnya hal yang sangat berperan terhadap pemulihan ekonomi sektor industri otomotif khususnya kenaikan penjualan mobil adalah kembali normalnya perekonomian masyarakat. Sementara itu pemberian insentif PPnBM dapat dikatakan maslahah karena ikut merangsang pemulihan industri otomotif yang juga akan memicu pemulihan ekonomi di sektor industri-industri lainnya. Selain itu, pemberian insentif PPnBM ini dapat dianggap sebagai pengamalan hifdzu al-ma>l dari pemerintah karena telah memastikan tetapnya mata pencaharian pekerja yang bekerja di industri ini

    PANDANGAN TOKOH MUSLIM DI INDONESIA TERHADAP PANDEMI COVID-19

    No full text
    Akhir tahun 2019, dunia digemparkan dengan hadirnya sebuah virus yang diberi nama dengan Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19. Virus ini berasal dari Wuhan China, dan telah menyebar ke hampir seluruh negara di dunia ini, tidak terkecuali di Indonesia. Pandemi covid-19 telah menimbulkan dampak yang luar biasa, bukan hanya penurunan kesehatan sampai menimbulkan kematian, namun juga berdampak pada semua sisi kehidupan, baik ekonomi, sosial, politik, pendidikan, komunikasi, agama, transportasi, hukum, dan lain sebagainya. Pengumpulan massa dalam jumlah besar telah dihentikan untuk menghindari proses penularan seperti sekolah, kampus, tempat hiburan, konferensi, dan termasuk di antaranya aktivitas ibadah seperti shalat Jumat. Semuanya ditujukan untuk mencegah penularan. Fenomena ini melahirkan berbagai respon dari para tokoh muslim. Respon tersebut sedikit banyak mempengaruhi perilaku masyarakat dalam menghadapi wabah ini. Pembicaraan mengenai virus ini sempat ramai di perbincangkan masyarakat terkait pendapat seorang dai yang mengatakan bahwa Covid-19 merupakan tentara Allah yang dikirimkan ke China karena menindas Muslim Uighur. Kontroversi pun merebak terutama di media sosial. Berbeda lagi dengan Prof. M. Quraish Shihab mengatakan bahwa wabah Covid-19 ini merupakan ujian bagi umat manusia. Buku ini hadir untuk memberikan gambaran informasi terkait pandangan para tokoh muslim di Indonesia dalam menyikapi pandemi Covid-19. Dalam buku ini diuraikan bahwa umumnya mereka (tokoh agama) merespon pandemi ini melalui media sosial maupun youtube dengan tujuan bisa tersampaikan dengan cepat kepada masyarakat mulai dari respon yang cenderung moderat hingga yang cenderung konservatif. Pendapat yang moderat akan membuat kita memandang wabah ini dengan pikiran positif dan akan melahirkan rasa percaya bisa melewati wabah ini dengan baik. Kita juga terdorong untuk semangat hidup dan melakukan ikhtiar supaya tidak terpapar virus corona. Selain itu, hati menjadi lebih tenang diliputi rasa syukur dan sabar dalam menghadapi masa sulit ini. Sedangkan pendapat yang cenderung konservatif akan membuat kita berpikiran negatif dan menghakimi pihak lain. Padahal wabah ini bukan wabah etnis ataupun agama, namun wabah kemanusiaan

    0

    full texts

    10,362

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository IAIN Purwokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇