Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
10362 research outputs found
Sort by
PENANGANAN ANAK BERKESULITAN MEMBACA PADA KELAS BAWAH MI MUHAMMADIYAH KALIPETUNG KECAMATAN WANGON KABUPATEN BANYUMAS
Pada umumnya kesulitan membaca merupakan kondisi tertentu yang dialami seseorang dengan ditandai adanya hambatan-hambatan terutama dalam mencapai tujuan pembelajaran. Penyebab kesulitan membaca yang dialami siswa saat belajar yaitu seperti: lemahnya daya ingat siswa untuk menghafal huruf, kurang bisa mengeja, masih keliru membedakan huruf, belum bisa memadukan huruf menjadi kata, adanya gangguan mental, dan lelahnya kondisi fisik yang secara tidak sadar mengganggu kesulitan anak dalam membaca. Tujuan umum dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui bagaimana bentuk penanganan yang dilakukan oleh guru kelas bawah pada siswa berkesulitan membaca di MI Muhammadiyah Kalipetung. Tujuan khusus penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui apa saja kesulitan-kesulitan dalam membaca siswa kelas bawah, 2) untuk mengetahui apa saja faktor penghambat dalam membaca siswa kelas bawah, 3) untuk mengetahui apa saja penanganan yang dilakukan oleh guru kelas bawah MI Muhammadiyah Kalipetung.
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dalam menganalis data menggunakan model Milles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data penelitian dilakukan dengan teknik trianggulasi sumber.
Berdasarkan hasil temuan 1) kesulitan yang dialami oleh siswa yaitu siswa masih ada yang belum hafal huruf-huruf abjad, masih ada yang keliru dalam membedakan huruf, masih ada siswa yang mengalami kesulitan pada saat membaca. 2) faktor yang menjadi penyebab pada kesulitan membaca yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi motivasi, minat, dan emos. Sedangkan faktor eksternal meliputi pengaruh lingkungan keluarga dan faktor lingkungan sekolah. 3) Upaya guru kelas bawah dalam mengatasi kesulitan membaca adalah memanfaatkan media dan metode pembelajaran, melakukan pendekatan pada anak, memberikan bimbingan belajar di luar jam sekolah, dan memberikan tugas tambahan khusus bagi anak berkesulitan membaca. Tidak hanya itu guru kelas bawah juga berusaha menciptakan suasana pembelajaran yang aktif agar siswa kelas bawah MI Muhammadiyah Kalipetung tertarik untuk belajar dengan serius tetapi masih bisa bermain sambil belajar
ANALISIS PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP PROFITABILITAS BANK SYARIAH DENGAN PENDEKATAN AUTOREGRESSIVE DISTRIBUTED LAG (STUDI KASUS BANK UMUM SYARIAH PERIODE 2011-2020)
Rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk menghitung jumlah keuntungan atau profit yang diperoleh dalam satu periode, selain untuk mengetahui jumlah keuntungan yang didapatkan, rasio ini juga digunakan untuk melihat seberapa efektif dan efisien suatu perusahaan dalam mengelola aset dan modal yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan. Selain kemampuan perusahaan dalam mengelola aset dan modal yang dimiliki, terdapat faktor yang dapat mempengaruhi tingkat profitabilitas perbankan, diantaranya yaitu faktor internal dan juga eksternal. Faktor internal terdiri dari CAR, NPF, FDR, BOPO, dan DPK, sementara faktor eksternal terdiri dari Inflasi, BI Rate dan Kurs Rupiah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap profitabilitas perbankan (Return On Asset) dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Pada penelitian ini menggunakan metode ex post facto dengan jenis data sekunder time series. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh Bank Umum Syariah yang ada di Indonesia dan terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2011-2020. Sementara itu teknik yang digunakan untuk menentukan sampel adalah Non Probability Sampling. Analisis yang digunakan adalah dengan metode pendekatan Autoregressive Distributed Lag, untuk jangka panjang menggunakan uji Bound Test dan uji jangka pendek menggunakan uji Error Correction Model (ECM) dengan bantuan perangkat lunak Eviews versi 9.
Hasil uji jangka panjang menunjukan hanya variabel NPF yang memiliki pengaruh jangka panjang terhadap profitabilitas perbankan (ROA) selain variabel NPF seperti BOPO, DPK, Inflasi, BI Rate dan Kurs Rupiah terbukti tidak ada pengaruh jangka panjang terhadap profitabilitas (ROA). Hasil uji jangka pendek menunjukan bahwa variabel NPF, BOPO, Inflasi, BI Rate dan Kurs Rupiah memiliki pengaruh jangka pendek terhadap profitabilitas perbankan (ROA) akan tetapi terdapat satu variabel yang terbukti tidak memiliki pengaruh jangka pendek terhadap profitabilitas yaitu variabel DPK
PROBLEMATIKA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DALAM MENGHADAPI MORAL SISWA DI SMA NEGERI 1 RANDUDONGKAL KABUPATEN PEMALANG
Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang mengolah input dan output peserta didik agar menjadi generasi yang bukan hanya unggul akademis tetapi juga berbudi luhur melalui pendidikan moral sehingga ketiga aspek kognitif, afektif, dan psikomotor teraktualisasikan secara seimbang. Adapun pihak sekolah khususnya guru PAI dan Budi Pekerti pasti menghadapi problematika dalam mengembangkan ketiga aspek kepribadian tersebut, salah satunya permasalahan terkait moral anak didiknya. Pokok bahasan dalam skripsi ini adalah problematika guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam menghadapi moral siswa di SMA Negeri 1 Randudongkal, adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) mengetahui moral siswa kelas X di SMA Negeri 1 Randudongkal, 2) mengetahui upaya Guru PAI dan Budi Pekerti dalam menghadapi moral siswa. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) karena pengumpulan datanya dilakukan di lapangan. Penelitian ini menganalisis data secara induktif yang bersifat kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian problematika guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam menghadapi moral siswa di SMA Negeri 1 Randudongkal menunjukkan bahwa problematika yang dihadapi guru PAI yaitu terkait moral siswa, dimana moral siswa kelas X cukup baik karena menurunnya moral tersebut masih dalam batas wajar. Hal tersebut dapat diperbaiki dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah dan guru PAI dan Budi Pekerti seperti pendidikan moral, pembinaan, pendekatan, dan home visit demi memperbaiki akhlak dan moral peserta didik. Tetapi hal demikian harus selalu dalam pantauan pihak sekolah maupun guru serta dukungan dari keluarga maupun masyarakat. Guru dan orang tua harus saling bekerja sama dalam mendidik, membimbing, serta mengarahkan kepada peserta didik agar berperilaku yang menunjukkan akhlak mulia yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan mampu menjadi generasi yang cerdas secara intelektual juga memiliki moral yang berjiwa Islami.
Kata kunci: Problematika Guru, Pendidikan Agama Islam, Moral
IMPLEMENTASI METODE SALAMY DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR'AN DI TAMAN PENDIDIKAN QUR'AN MIFTAKHUL HUDA DESA CINDAGA KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS
Belajar membaca Al-Qur'an memang tidak mudah, diperlukan metode yang khusus. Salah satu metode membaca Al-Qur'an yang baik dan benar adalah metode salamy, dimana dalam metode salamy sistem pengajarannya berbeda dari metode yang lain. Contoh perbedaan yang terdapat pada metode salamy terletak di halaman delapan jilid satu yaitu huruf hijaiyyah yang belum berharokat. Metode Salamy pada sistematika kepenulisan memiliki pola tertentu seperti wazan dan mauzul dalam ilmu sorof pada setip contoh kalimatnya. Sebagaimana yang diterapkan di TPQ Miftakhul Huda dalam mempelajarai Al-Qur'an menggunakan metode salamy dalam pembelajaran Al-Qur'an.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Implementasi Metide Salamy dalam Pembelajaran Al-Qur'an di taman Pendidikan Qur'an Miftakhul Huda Desa Cindaga Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian lapangan yang bersifat kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi Metode Salamy dalam Pembelajaran Al-Qur'an di taman Pendidikan Qur'an Miftakhul Huda Desa Cindaga Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas, mempunyai tiga kegiatan utama: Pertama persiapan. Kedua pelaksanaan yang meliputi: pembukaan, kegiatan inti, penutup, terget metode salamy, sistem/aturan metode salamy, prinsipdasar metode salamy, pola mengajar metode salamy, jumlah murid ideal dalam kelas metode salamy. Ketiga evaluasi, evaluasi biasanya dilakukan diakhir pembelajaran
BIMBINGAN ANGGOTA ORGANISASI URUP PROJECT PURWOKERTO DALAM PENGEMBANGAN KEPEKAAN SOSIAL
Bimbingan sosial merupakan suatu layanan yang bertujuan untuk
membantu menyelesaikan permasalahan sosial, sehingga setiap individu mampu
menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekitar. Urup Project Purwokerto
senantiasa mengajak masyarakat untuk meningatkan kepekaan sosial. Dalam
mengembangkan yang menjadi cita-cita organisasi yaitu agar menjadi organisasi
yang bersinergi langsung dalam meningkatkan kepekaan sosial bagi masyarakat.
Hal ini dilakukan melalui bimbingan sosial yang dilakukan pengurus terhadap
anggota Urup Project Purwokerto.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana metode kualitatif
adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, dan
digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. Penelitian kualitatif
bertujuan mendapatkan gambaran menyeluruh dari suatu fenomena dari sudut
pandang subyek tanpa harus membuktikan apapun.
Hasil dari penelitian ini adalah Bimbingan sosial di Urup Project
Purwokerto telah dilaksanakan dengan mekanisme yang baik dalam rangka
mewujudkan tujuan Urup Project Purwokerto. Hal ini telah dilaksanakan dengan
mekanisme dan tahapan tahapan dalam bimbingan sosial. Bimbingan sosial
tersebut telah mampu mengembangkan kepekaan sosial anggota. Kepekaan sosial
anggota diwujudkan dalam empati, kesadaran diri, kepedulian sosial dan perilaku
menghargai orang lain anggotanya. Hal ini terwujud melalui bimbingan sosial
sosial dalam kegiatan Jerapah, Kupu, Singa dan Sapi.
Kata kunci : Bimbingan Sosial, Kepekaan Sosial
NILAI TARBIYAH, TA'LIM, DAN TA'DIB DALAM HAUL KH HISYAM ZUHDIE DI PONDOK PESANTREN AT-TAUJIEH AL-ISLAMY DESA RANDEGAN KECAMATAN KEBASEN BANYUMAS
Pendidikan merupakan suatu proses yang dilakukan dalam rangka pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau sekelompok orang dengan usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Pendidikan Islam tidak hanya dapat diperoleh dalam suatu lembaga pendidikan baik lembaga pendidikan formal maupun nonformal, akan tetapi pendidikan Islam dapat diperoleh dalam semua kegiatan yang berkembang dilingkungan sekitar. Karena pada hakikatnya pendidikan dapat dilakukan kapanpun oleh siapapun dan dimanapun. Seperti halnya, dalam sebuah haul K.H. Hisyam Zuhdie di Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy. Dalam haul ditemukan tiga konsep pendidikan Islam yang meliputi tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib dalam setiap rangkaiannya dengan tujuan untuk menguatkan nilai pendidikan Islam pada diri masyarakat sekitar.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian etnografi dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data yaitu melalui teknik analisis data menurut Miles dan Huberman dengan melalui beberapa tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan proses dari pelaksanaan haul K.H. Hisyam Zuhdie di Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy dilaksanakan selama dua hari dengan berbagai persiapan dan rangkaian kegiatan seperti semakan, tadarus, khataman, sholwat, acara inti, dan ziarah kubur. Dan setiap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam haul K.H. Hisyam Zuhdie di Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy diperoleh nilai tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib. Nilai tarbiyah yang ada dalam haul diwujudkan dalam beberapa bidang diantaranya aqidah, amaliyah, akhlaq dan sosial. Sedangkan nilai ta’lim diwujudkan dalam acara inti yaitu mau’idhoh hasanah. Dan terakhir nilai ta’dib dalam haul diwujudkan dalam beberapa kegiatan yang diklasifikasikan menjadi empat yaitu ta’dib adab al haq, ta’dib adab al khidmah, ta’dib adab al syari’ah, dan ta’dib adab al shubhah
PERAN ORANG TUA DALAM MEMBIMBING IBADAH SHALAT PADA ANAK USIA DINI DI DESA BOJA KECAMATAN MAJENANG KABUPATEN CILACAP
Memberikan pendidikan kepada seorang anak yang sudah mulai tumbuh merupakan sebuah keharusan dan kewajiban bagi orang tua, lebih-lebih pendidikan shalat. Karena pentingnya pendidikan shalat ini, sesampai pada sebuah hadis Rasulullah saw memerintahkan kepada orang tua untuk menyuruh anak-anak mereka untuk melaksanakan shalat pada umur 7 tahun dan memukulnya pada umur 10 tahun apabila anak meninggalkan shalat. Orang tua harus mendidik anak-anak sejak usia dini untuk mengenal ibadah shalat. Karena saat usia dinilah mereka akan mudah menyerap pelajaran-pelajaran dan kebiasaan-kebiasaan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dalam membimbing ibadah shalat pada anak usia dini di Desa Boja Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati dan menganalisis peran orang tua dalam membimbing ibadah shalat pada anak usia dini. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian lapangan Field Research. Metode pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara itu, teknik analisis data yang peneliti gunakan adalah redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang tua di Desa Boja Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap mampu berperan dalam membimbing ibadah shalat pada anak usia dini. Peran orang tua dalam membimbing ibadah shalat pada anak usia dini antara lain, peran sebagai pendidik, peran sebagai motivator, peran sebagai fasilitator, dan peran sebagai pembimbing
KONSEP PENDIDIKAN TASAWUF DALAM BUKU “THE GARDEN OF TRUTH” KARYA SEYYED HOSSEIN NASR
Berbagai macam kemudahan yang diperoleh manusia masa kini merupakan salah satu keuntungan dari pesatnya laju perkembangan dunia. Keuntungan ini dapat berupa kemudahan dalam memperoleh informasi. Kemudahan dalam mengakses hal-hal yang diinginkan. Maupun kemudahan dalam melakukan segala aktivitas. Berbagai kemudahan ini hadir menjadi kesatuan yang utuh melalui sebuah peranti. Namun, penggunaan peranti yang begitu masif justru melahirkan sebuah keterasingan baru. Keterasingan yang dialami manusia masa kini menjadi penyebab rapuhnya spiritual. Manusia menjadi sulit untuk berpikir jernih dan sering muncul rasa cemas yang berlebihan. Hal ini lantaran telah menjadikan kenikmatan dan kesenangan yang pada dasarnya bersifat sementara dijadikan sebagai tujuan utamanya.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep pendidikan tasawuf yang tertuang dalam buku The Garden of Truth karya Seyyed Hossein Nasr.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian library research. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data ialah teknik dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan content analysis dan mengacu pada pendekatan hermeneutika.
Temuan dalam skripsi ini yaitu konsep pendidikan tasawuf menurut Seyyed Hossein Nasr yang tertuang dalam buku The Garden of Truth adalah sebuah konsep pendidikan yang berupaya untuk memaksimalkan potensi manusia. Potensi ini diarahkan untuk mengenal diri yang sebenarnya hingga benar-benar mengenal Tuhan-nya. Sehingga seorang hamba dapat disebut sebagai manusia universal atau manusia yang insan kamil. Adapun dalam prosesnya, terdapat lima hal yang harus dipenuhi. Pertama, tujuan pendidikan tasawuf. Kedua, materi pendidikan tasawuf. Ketiga, proses pendidikan tasawuf yang meliputi: takhalli, tahalli, dan tajalli. Sebagai pendukung terdapat metode meditasi dan metode kontemplasi. Untuk medianya berupa literatur dan musik. Selain itu, diperlukan juga sebuah penilaian atau evaluasi, yang mana mengacu pada kisah Sayidina Ali bin Abi Thalib dalam menghadapi musuh ketika berperang, dan ditemukan dua unsur evaluasi yaitu ikhlas dan objektif. Keempat, perilaku atau sifat mursyid dan murid. Kelima, hambatan dan rintangan menuju Taman Kebenaran.
Kata Kunci: Konsep Pendidikan Tasawuf, Buku The Garden of Truth, Seyyed Hossein Nasr, Rapuh Spiritual, Mengenal Tuhan
PENGARUH INOVASI PRODUK DAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KINERJA UMKM (STUDI KASUS UMKM SEKTOR KULINER DI KABUPATEN PURBALINGGA)
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penopang dalam pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di Indonesia. Banyaknya jumlah UMKM akan meningkatkan ketatnya tingkat kompetisi antar pelaku usaha. Penelitian ini menggunakan teori The Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) yang bertujuan membantu perusahaan memahami bagaimana pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung kinerja perusahaan. Pelaku usaha dihadapkan dengan penerapan teknologi karena dorongan dari lingkungan dan kebutuhan perusahaan, sementara dari segi perubahan dan inovasi juga mempengaruhi UMKM untuk mengadopsi teknologi dan dari penggunaan teknologi inilah UMKM mampu menciptakan inovasi dalam aktivitasnya. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk menguji apakah inovasi produk dan teknologi informasi mampu mempengaruhi kinerja UMKM.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jumlah sampel penelitian sebanyak 100 responden dari pegiat UMKM sektor kuliner di Kabupaten Purbalingga yang telah berdiri 1 tahun atau lebih. Analisis datanya mengggunakan metode regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS 22.
Hasil penelitian menyatakan bahwa inovasi produk dan teknologi informasi secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM.
Kata kunci: Inovasi Produk, Teknologi Informasi, Kinerja UMK
PERAN PENDIDIKAN PRAMUKA DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK DI MI MA'ARIF NU MARGASANA KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS
Dalam sebuah pendidikan terdapat pendidikan formal dan pendidikan nonformal. Untuk mengembangkan kemampuan dan kepribadian peserta didik pendidikan formal saja belum cukup, maka perlu adanya pendidikan nonformal. Pendidikan nonformal merupakan jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang terstruktur dan berjenjang, seperti pendidikan kepramukaan. Pendidikan kepramukaan merupakan suatu proses pembinaan dan pengembangan keterampilan yang dapat diperoleh peserta didik dengan tujuan meningkatkan karakter peserta didik, tanpa terkercuali kemandirian. Dalam hal ini, gerakan pramuka di MI Ma’arif NU Margasana berperan aktif dalam meningkatkan kemandirian peserta didik yaitu dengan mengadakan beberapa kegiatan pendidikan kepramukaan.
Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah lapangan (filed research). Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Pendekatan yang digunakan peneliti adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan teknik yang digunakan peneliti dalam analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penyimpulan dan verifikasi.
Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan terkait peran pendidikan kepramukaan dalam meningkatkan kemandirian peserta didik di MI Ma’arif NU Margasana Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas bahwa kemandirian peserta didik kelas IV di MI Ma’arif NU Margasana sudah terwujud. Dengan beberapa kegiatan kepramukaa peserta didik mampu mengerjakan tugasnya sendiri dengan arahan pembina dan guru, dapat memasang tali sepatu sendiri, merapikan dan melipat baju sendiri, merapikan tempat tidur sendiri, mencuci piring sendiri, melaksanakan shalat tepat waktu, dapat berwudhu dengan benar dan bertanggung jawab. Itu semua tidak lepas dari peran pendidikan kepramukaan. Dengan mengikuti kegiatan kepramukaan seperti aktif melaksanakan kegiatan rutin, mengamalkan kode kehormatan pramuka, melaksanakan kegiatan yang terdapat pada SKU dan mengikuti perlombaan, maka sikap kemandirian secara tidak langsung akan tertanam oleh peserta didik.
Kata Kunci : Pendidikan Kepramukaan, Meningkatkan Kemandiria