Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
10362 research outputs found
Sort by
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN TASAWUF DALAM BUKU NALAR TASAWUF KARYA ISTANIA WIDAYATI HIDAYATI DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN AKHLAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan tasawuf dalam Buku Nalar Tasawuf Sebagai Revolusi Pendidikan Islam, dan relevansinya dengan pendidikan akhlak. Dalam penelitian ini, menggunakan studi kepustakaan (library research), serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan bagaimana mengumpulkan data pustaka, membaca, mencatat, dan bahan penelitian diproses. Studi kepustakaan dapat dilakukan dengan menggunakan buku, jurnal, diktat, atau media cetak/digital lainnya yang berkaitan dengan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai-nilai pendidikan tasawuf dalam buku Nalar Tasawuf karya Istania Widayati Hidayati sangat dibutuhkan dalam kehidupan pendidikan era modern ini. Adapun nilai-nilai pendidikan tasawuf yaitu: (1) Taubat. (2) Wara’. (3) Zuhud. (4) Mahabbah. (5) Tazkiyatu an-nafs (mensucikan jiwa) yang terdapat dalam kelima rukun Islam yaitu syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji. (6) Amal saleh. (7) Ikhlas. (8) Sabar. Nilai pendidikan tasawuf tersebut memiliki relevansi dengan pendidikan akhla
PERAN ORANG TUA DALAM MENGENALKAN KEAKSARAAN AWAL ANAK USIA DINI MENGGUNAKAN DONGENG SEBAGAI METODE PENDIDIKAN KELUARGA DI DUSUN MANDAKAKI DESA CIPAWON KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA
Seorang anak yang kesulitan fokus pada informasi atau instruksi baru, menyebabkan anak itu tertinggal secara akademis. Kondisi tersebut mengganggu perkembangan anak, mengingat masa golden age sangat singkat dalam mempengaruhi perkembangan keaksaraannya. Dari kasus tersebut, sangat diperlukan peran orang tua dalam mengenalkan keaksaraan awal pada anak sejak dini. Dalam mengenalkan keaksaraan awal anak usia dini bisa dengan mendongeng atau bercerita. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menjelaskan peran orang tua dalam mengenalkan keaksaraan awal anak usia dini menggunakan dongeng sebagai metode pendidikan keluarga di dusun mandakaki.
Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (field research). Objek penelitiannya adalah bagaimana peran orang tua dalam mengenalkan keaksaraan awal anak usia dini menggunakan dongeng sebagai metode pendidikan keluarga di Dusun Mandakaki Desa Cipawon Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga. Sedangkan subjek penelitiannya adalah orang tua dan anak usia dini. Metode pengumpulan data yang penulis gunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan adalah teknik reduksi data, penyajian data, dan proses penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam mengenalkan keaksaraan awal pada anak. Peran orang tua dalam mengenalkan keaksaraan awal pada anak antara lain peran sebagai fasilitator, peran sebagai pembimbing. Keaksaraan awal yang dikenalkan kepada anak adalah dengan mendongeng. Orang tua mengenalkan keaksaraan awal tersebut dengan memberikan fasilitas dan bimbingan langsung kepada anak
THE PROBLEMS OF TEACHING ENGLISH IN NEW NORMAL ERA ( A CASE STUDY AT SMK MA'ARIF NU 1 AJIBARANG)
Teaching is an activity to convey information to provide understanding to students. This study was conducted to find out and describes the problem faced by the teacher during the new normal era and its solutions. The background of this study were a lack of students' motivation, adaptation, overcrowded classes, insufficient time allocation, difficulties of teachers in delivering material, and curriculum. The research object of this study was The Problems of Teaching English in New Normal Era at SMK Maarif NU 1 Ajibarang. Meanwhile, the subject was an English teacher at SMK Maarif NU 1 Ajibarang. This study was applied in a qualitative descriptive study. Observation, interview, and documentation were conducted to collect the data. To analyze the data, data reduction, data display, and conclusion were applied. The findings of this research revealed that the problems of teaching English in the new normal era were the same as the background study. Furthermore, the teacher has three solutions for dealing with the problems such as: reforming students' attitudes, creating interesting learning materials, then give them more attention and motivation
NILAI-NILAI AGAMA ISLAM PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER JURNALISTIK DI MAN 2 BANJARNEGARA
Nilai-nilai Agama Islam terdiri dari tiga aspek, yaitu nilai akidah, nilai ibadah
dan nilai akhlak. Ketiga nilai tersebut merupakan perwujudan dari Iman, Islam dan
Ihsan dalam ajaran Islam, dan sangat penting dalam proses pelaksanaan pendidikan.
Oleh karena itu nilai-nilai tersebut harus diimplementasikan dalam semua kegiatan
yang ada di sekolah atau madrasah. Penulis dalam penelitian ini bertempat di MAN
2 Banjarnegara dimana dengan sekolah berlatar belakang islami, tentu memiliki
upaya dalam penerapan nilai-nilai Agama Islam disegala kegiatan yang ada di
dalamnya. tak terkecuali dengan kegiatan ekstrakurikuler. Salah satu dari upayanya
dalam penerapan nilai-nilai Agama Islam adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler
jurnalistik. Kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik ini memiliki banyak sekali kegiatan
yang bertujuan dalam ranah olah bakat dan minat di dalamnya, dan tak terkecuali
dengan penerapan nilai-nilai Agama Islam yang ada di dalamnya. Oleh karena itu,
penulis dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis
bagaimana penerapan dari nilai-nilai agama Islam pada kegiatan ekstrakurikuler
jurnalistik di MAN 2 Banjarnegara.
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode Deskriptif Kualitatif.
Sedangkan teknik pengambilan datanya adalah menggunakan teknik observasi,
wawancara, dokumentasi. Dan data yang sudah diperoleh nantinya akan dianalisis
menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.
Dari hasil analisis data penelitian penulis, maka dapat diketahui bahwa di
dalam kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik terdapat nilai-nilai agama Islam melalui
beberapa kegiatan yang ada didalamnya, antara lain (1) Berorganisasi. (2) Sastra.
(3) Reportering/Peliputan. (4)Desain. Selain itu terdapat faktor pendukung nilai-
nilai agama Islam pada kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik yang ada di MAN 2
Banjanegara, melalui Intrakurikuler berupa mata pelajaran rumpun PAI. Melalui
pembiasaan berupa tadarus Al-Quran setiap pagi sebelum memulai pembelajaran
dan membaca Asmaul Khusna setiap pagi di hari jumat, shalat dhuha berjamaah,
shalat dzuhur berjamaah dan dilanjutkan dengan kultum. Sedangkan faktor
penghambat dari nilai-nilai agama Islam yang penulis temui ada sumber daya
manusia dan Sarana prasarana penunjang kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik
PERAN EKONOMI KREATIF TERHADAP RESILIENSI RUMAH KREATIF WADAS KELIR PURWOKERTO DI ERA PANDEMI COVID-19
ABTRAK
Pandemi Covid-19 yang melanda dunia telah menimbulkan resesi ekonomi berbagai negara. Di Indonesia penyebaran virus ini telah berdampak pada berbagai sektor, termasuk sektor ekonomi, sebagian besar sektor penunjang ekonomi terkena dampak dari pandemi ini sektor Ekonomi Kreatif. Ekonomi Kreatif merupakan sektor penunjang ekonomi yang mengalami dampak yang signifikan. Selain itu Ekonomi Kreatif juga berperan terhadap resiliensi masyarakat. Dari sinilah penelitian bertujuan untuk mengekplorasi peran Ekonomi Kreatif terhadap resiliensi Rumah Kreatif Wadas Kelir Purwokerto di Era Pandemi Covid-19.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif. Peneliti mengkaji secara langsung di tempat penelitian untuk mengambil data penelitian. Metode pengambilan data yang dikakukan peneliti secara kualitatif, yaitu dengan melakukan observasi di Rumah Kreatif Wadas Kelir Purwokerto, wawancara terhadap founder dan 25 relawan Rumah Kreatif Wadas Kelir, serta melakukan dokumentasi dengan mengumpulkan data berupa laporan kegiatan dan keuangan setiap unit atau divisi yang ada di Rumah Kreatif Wadas Kelir yang berkaitan dengan kegiatan Ekonomi Kreatif. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan mendeskripsikan kegiatan Ekonomi Kreatif dalam relisiensi Rumah Kreatif Wadas Kelir Purwokerto di saat pandemi covid-19.
Hasil penelitian ini adalah Ekonomi Kreatif yang ada di Rumah Kreatif Wadas Kelir terus berjalan selama pandemi covid-19 yang didasari peluang, semangat, pelatihan, motivasi, dan praktik nayta para relawan dalam menghasilkan nilai ekonomi. Sehingga komunitas Rumah Kreatif Wadas Kelir mampu bertahan dan eksis di tengah kompleksitas pandemi covid-19.
Kata kunci: Ekonomi Kreatif, Rumah Kreatif Wadas Kelir, resiliensi, pandemi covid-19.
THE ROLE OF ECONOMY CREATIVE TOWARDS RESILIENCE OF WADAS KELIR HOME CREATIVE PURWOKERTO IN THE COVID-19 EKONOMI KREATIF
Ro’fatul Fuad
NIM. 1817201242
Email : [email protected]
Jurusan Ekonomi Syari’ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Universitas Negri Islam Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto
ABTRACT
The Covid-19 pandemi that has hit the world has caused an economic recession of various countries. In Indonesia, the spread of this virus has had an impact on various sectors, including the economic sector, Most of the supporting sectors of the economy have been affected by this pandemi, the creative economy sector. The creative economy is an economic supporting sector that has experienced a significant impact. In addition, the creative economy also plays a role in community resilience. From here, the research aims to explore the role of the creative economy in the resilience of the Wadas Kelir Purwokerto Creative House in the Era of the Covid-19 Pandemi. This research is a qualitative-descriptive research. Researchers review directly at the research site to retrieve research data. The method of data collection that was carried out by researchers qualitatively, namely by making observations at the Wadas Kelir Purwokerto Creative House, interviewing the founder and 25 volunteers of the Wadas Kelir Creative House, as well as conducting documentation by collecting data in the form of activity and financial reports of each unit or division in the Wadas Kelir Creative House related to creative economy activities. Data analysis in this study is a descriptive analysis by describing creative economy activities in the relicience of the Wadas Kelir Purwokerto Creative House during the Covid-19 pandemi. The result of this study is that the creative economy at the Wadas Kelir Creative House continues to run during the Covid-19 pandemi which is based on the opportunities, enthusiasm, training, motivation, and practice of nayta volunteers in generating economic value. So that the Wadas Kelir Creative House community is able to survive and exist in the midst of the complexity of the Covid-19 pandemi.
Keywords: creative economy, Rumah Kreatif Wadas Kelir, resilience, covid-19 pandemi
PENERAPAN MEDIA BOOK CREATOR DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 2 MAJENANG CILACAP
Abstrak: Dalam penerapannya media book creator membutuhkan tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penerapan media book creator dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Lokasi yang diteliti adalah SMP Negeri 2 Majenang Cilacap dengan subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru, siswa dan TU sekolah. Hasil penelitian tentang Penerapan Media Book Creator dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 2 Majenang Cilacap, yaitu: 1) Media book creator memudahkan guru dalam membuat sebuah bahan ajar yang menarik dan modern. 2) Penelitian ini menunjukkan bahwa media memiliki peran penting terhadap proses pembelajaran untuk menunjang siswa agar lebih semangat dan aktif di dalam kelas. 3) Dalam penerapan media book creator juga perlu pengembangan lagi, berupa evaluasi perkembangan media book creator dan bagaimana perkembangan siswa dalam pembelajaran di kelas dengan kehadiran media book creator
PENERAPAN MODUL AL-MIFTAH LIL ‘ULUM DALAM PEMBELAJARAN NAHWU SHARAF DI PONDOK PESANTREN NURUL IMAN PASIR WETAN KARANGLEWAS BANYUMAS
Dalam mempelajari suatu ilmu, diperlukan sebuah metode yang digunakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sama halnya dengan pondok pesantren Nurul Iman Pasir Wetan Karanglewas Banyumas dalam mempelajari ilmu Nahwu Sharafnya menggunakan modul Al-Miftah Lil ‘Ulum. Penggunaan modul Al-Miftah Lil ‘Ulum yang digunakan pondok pesantren Nurul Iman Pasir Wetan Karanglewas Banyumas ini tidak terlepas dari stigma santri bahwa mempelajari ilmu Nahwu Sharaf itu sulit dan menarik minat santri dalam mempelajari Nahwu Sharaf tidak menggunakan metode klasikal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana penerapan modul Al-Miftah Lil ‘Ulum dalam pembelajaran Nahwu Sharaf di pondok pesantren Nurul Iman Pasir Wetan Karanglewas Banyumas dengan fokus memecahkan stigma Nahwu Sharaf itu sulit, kendala dan respons santri terhadap belajar ilmu Nahwu Sharaf menggunakan modul Al-Miftah Lil ‘Ulum.
Jenis penelitian ini field research (penelitian lapangan) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisisnya dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan metode Al-Miftah Lil ‘Ulum di pondok pesantren Nurul Iman menjadi lebih mudah sehingga memecahkan stigma bahwa Nahwu Sharaf itu sulit. Proses/tahapan penerapannya, terdapat persiapan, pembelajaran, (pembukaan, kegiatan, penutup), evaluasi (pusat dan tes). Pertama guru menyiapkan bahan materi yang akan dipelajari setiap jilidnya, kemudian guru menjelaskan materi tersebut. Setelah menjelaskan guru melakukan tanya jawab dengan santri. Kemudian guru memerintahkan santri untuk mengerjakan latihan-latihan dengan diskusi, lalu santri menuliskan hasilnya di papan tulis dan dibahas bersama-sama. Guru juga memberikan penugasan.
Terdapat beberapa kendala dalam menerapkan modul Al-Miftah Lil ‘Ulum di pondok pesantren Nurul Iman, diantaranya: kurangnya tenaga pengajar/bantu, jadwal yang kurang dan bertabrakan, belum fokus kajian.
Kata kunci: Al-Miftah Lil ‘Ulum, Nahwu, Sharaf
INTERNALISASI NILAI-NILAI AGAMA ISLAM MELALUI PEMBACAAN RUTIN RATIB AL-HADDAD DI MADRASAH DINIYAH AS-SALAFIYYAH YAZIDUL KHOIR KALIMANAH PURBALINGGA
Nilai-nilai agama Islam yang diajarkan dalam pendidikan formal masih hanya sebatas diajarkan dan diinformasikan saja atau hanya menekankan pada aspek kognitif. Hal ini menyebabkan siswa hanya sekedar mengetahui, tidak dapat tertanam dalam jiwa dan menjadi watak serta kepribadian bagi peserta didik. Sehingga diperlukan adanya pendidikan non formal untuk mendukung internalisasi nilai-nilai agama Islam. Usaha yang dapat dilakukan ini adalah melalui kegiatan rutin, salah satunya yaitu pembacaan Ratib Al-Haddad. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui internalisasi nilai-nilai agama Islam melalui pembacaan rutin Ratib Al-Haddad.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskripstif. Lokasi penelitian yang diteliti adalah Madrasah Diniyah As-Salafiyyah Yazidul Khoir Kalimanah Purbalingga. Dengan subjek penelitian yang meliputi; pengasuh, jama’ah rutinan, dan santri. Hasil penelitian tentang internalisasi nilai-nilai agama Islam melalui pembacaan rutin Ratib Al-Haddad di Madrasah Diniyah As-Salafiyyah Yazidul Khoir Kalimanah Purbalingga bahwa proses internalisasi dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: pertama, tahap transformasi nilai yang ditunjukkan dalam bentuk pembacaan Ratib Al-Haddad dan penyampaian kajian kitab Fiqih dan hadits Arba’in Nawawi. kedua, tahap transaksi nilai yang ditunjukkan dalam bentuk kegiatan ramah tamah setelah pembacaan Ratib Al-Haddad. Ketiga, tahap trans-internalisasi yang ditunjukkan dalam bentuk akhlakul karimah santri dan jama’ah. Adapun nilai-nilai agama Islam yang diinternalisasikan melalui pembacaan rutin Ratib Al-Haddad antara lain dzikrullah, taqarrub, ketentraman batin, tawakal, ukhuwah islamiyah, mempererat tali silaturahmi, bertambahnya ilmu, dan meningkatkan jiwa berkorban. Berdasarkan analisis teori konstruksi sosial Peter L. Berger bahwa, perilaku jama’ah dan santri yang mengikuti kegiatan pembacaan rutin Ratib Al-Haddad dipengaruhi oleh pengetahuan (eksternalisasi) yang dipengaruhi oleh dunia sosialnya berupa pengasuh, teman dan masyarakat sekitar. Kepercayaan (objektivasi) dipengaruhi oleh pengetahuan yang didapatkan berdasarkan informasi dan pengalaman. Serta tindakan (internalisasi) dihasilkan dari proses pengetahuan dan kepercayaan kemudian timbul suatu sikap atau perilaku positif
ANALISIS PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PROGRAM DAYAMAS LAZNAS AL-IRSYAD PURWOKERTO BANYUMAS (Studi Kasus Desa-Desa Binaan LAZNAS Al-Irsyad Purwokerto)
Masyarakat di pedesaan masih butuh bantuan untuk meningkatkan
kesejahteraanya, oleh karena itu memerlukan program pemberdayaan termasuk
pemberdayaan ekonominya. Di pedesaan masih banyak masalah yang ada, seperti
pendidikan yang rendah, ketertinggalan informasi, dan angka kemiskinan yang besar.
Dalam Islam, lembaga filantropi juga memiliki perkembangan yang pesat dan
mempunyai peran yang strategis dalam pemberdayaan di berbagai bidang terutama
ekonomi. Zakat sebagai salah satu cara yang digunakan untuk melepaskan seseorang
dari belenggu kemiskinan. Supaya pendistribusian zakat bisa teratur perlu adanya
lemaga amil zakat (LAZ). Salah satu LAZ yang ada di Banyumas yaitu LAZNAS Al-
Irsyad Purwokerto. Lembaga ini mempunyai program Dayamas yang bertujuan untuk
pemberdayaan masyarakat di desa-desa binaan lembaga tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan
deskriptif dan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik
observasi, wawancara, serta dokumentasi. Sementara analisis data terdiri dari reduksi
data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada penelitan kualitatif, keterpecayaan
data diuji dengan cara tertentu seperti menggunakan perpanjangan keikutsertaan,
ketekunan observasi, triangulasi, serta diskusi bersama teman.
Hasil Penelitiannya yaitu pemberdayaan ekonomi yang ada di Program
Dayamas terdiri dari bantuan ternak hewan dan juga bantuan bibit tanaman yang
tersebar di tiga desa binaan. Diantaranya Kasegeran , Cilongok; Tanggeran,
Somagede, dan Karangtengah, Baturraden. Pemberdayaan ekonomi masyarakat
melalui program Dayamas di LAZNAS Al-Irsyad Purwokerto belum terlalu
maksimal hasilnya. Penyebabnya yaitu adanya hama pada bibit tanaman; adanya
penyakit pada hewan ternak; ada hewan yang tidak berkembang biak; serta kurangnya
pendampingan.
Kata Kunci : Pemberdayaan Ekonomi, Masyarakat, dan Zaka
MANAJEMEN KURIKULUM DAN MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI MA PESANTREN PEMBANGUNAN MAJENANG
ABSTRAK
Keberadaan kurikulum 2013 telah menjadi kurikulum baru dalam dunia pendidikan nasional yang bertujuan untuk lebih menyempurnakan kurikulum sebelumnya yaitu KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Untuk meningkatkan sistem pendidikan nasional agar selalu relevan dan berdaya saing.
Penelitian ini bertujuan agar mengetahui dan mendeskripsikan manajemen kurikulum seni budaya di Madrasah Aliyah Pesantren Pembangunan Majenang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif (Field Research), yang dimana dilakukan dengan mendatangi secara langsung lembaga pendidikan yang terkait untuk
memperoleh data dan informasi mengenai rumusan masalah yang ada di penelitian ini. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu metode observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa manajemen kurikulum seni budaya di Madrasah Aliyah Pesantren Pembangunan Majenang, dimulai pada tahap perencanaan yaitu kurikulum yang sudah ditetapkan oleh Kemenag,
Madrasah selalu mengadakan rapat internal setiap awal tahun ajaran untuk menyelesaikan perencanaan kurikulum dan menganalisis kebutuhan guru dalam proses pembelajaran. Pengorganisasian melakukan penyusunan bagian tugas mengajar, beban kerja/bahan ajar dan menyusun mata pelajaran. Dalam pelaksanaan kurikulum berjalan sesuai aturan dari Kemenag, sedangkan pada mata pelajaran seni budaya terdapat kendala seperti tempat dan fasilitas yang ada di Madrasah. Pengawasan dan evaluasi dilakukan setiap tahun ajaran baru.
Kata Kunci: Manajemen, Kurikulum, Seni Buday