Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
    10362 research outputs found

    UPAYA GURU DALAM PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR PADA PEMBELAJARAN TEMATIK DI SD NEGERI KALISABUK 03 KESUGIHAN CILACAP

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi dari masalah yang dihadapi dunia pendidikan yang banyak diperbincangkan akhir-akhir ini yaitu rendahnya kualitas pendidikan. Pada dasarnya pusat pendidikan adalah pembelajaran, oleh karena itu rendahnya kualitas pendidikan harus difokuskan pada kualitas pembelajarannya. Kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa komponen seperti peserta didik, guru, materi, metode, sumber belajar, sarana dan prasarana serta administrasi. Proses mengajar berkaitan dengan bagaimana cara guru menjelaskan bahan kepada peserta didik. Untuk itu guru perlu menghubungkan materi dengan apa yang ada di sekitar peserta didik. Salah satunya yaitu upaya guru dalam memanfaatkan sumber belajar sebagai komponen kualitas pembelajaran. Banyak siswa yang masih kesulitan dalam pembelajaran tematik sehingga guru harus dapat mendukung pembelajaran tematik dengan sumber belajar yang sesuai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana upaya guru dalam pemanfaatan sumber belajar pada pembelajaran tematik di kelas I SD Negeri Kalisabuk 03 Kesugihan Cilacap dan kendala yang dialaminya. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Lokasi yang diteliti adalah SD Negeri Kalisabuk 03 Kesugihan Cilacap. Dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah dan guru kelas I. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian terkait upaya guru dalam pemanfaatan sumber belajar pada pembelajaran tematik di SD Negeri Kalisabuk 03 Kesugihan Cilacap yang dilakukan oleh guru kelas I sudah maksimal dengan guru dapat mengaplikasikan sumber belajar yang dipakai ke dalam pembelajaran tematik baik yang dirancang dan dimanfaatkan maupun yang belum ada, dilihat dari upaya guru dalam mempersiapkan, mendayagunakan dan mengevaluasi. Kendala yang ada dalam pemanfaatan sumber belajar pada pembelajaan tematik di kelas I meliputi peserta didik merasa kesulitan dalam pembelajaran tematik, karena itu guru perlu memilih sumber belajar yang tepat dan katerbatasan waktu. Kata Kunci: Upaya Guru, Pemanfaatan Sumber Belajar dan Pembelajaran Temati

    PENDEKATAN HUMANISTIK DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMP PGRI SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARA

    No full text
    Pendidikan merupakan hal yang penting. Karena, tujuan dari pendidikan ialah untuk mencapai perubahan perilaku, akal pikiran, spiritual, karakter serta mengembangkan potensi-potensi yang terdapat didalam diri setiap manusia supaya lebih terarah. Salah satunya upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Dalam Pembelajaran PAI diperlukan adanya pendekatan. Salah satunya yaitu pendekatan humanistik. Pendekatan humanistik merupakan teori belajar yang memandang pada sisi perkembangan kepribadian peserta didik. Teori humanistik diimplementasikan pada materi-materi pelajaran yang sifatnya untuk membentuk kepribadian, karakter, perilaku, serta analisis terhadap permasalahan masyarakat atau sosial, dan diterapkan melalui metode atau strategi dalam kegiatan pembelajaran yang humanis. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi pendekatan humanistik dalam pembelajaran PAI di SMP PGRI Susukan Kabupaten Banjarnegara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode kualitatif. Data yang diperoleh peneliti yaitu dari pengamatan, wawancara, serta dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan teknik reduksi data, display data atau penyajian data dan kesimpulan. Kemudian teknik keabsahan data yang digunakan yaitu teknik triangulasi yang terdiri dari triangulasi waktu, teknik dan sumber. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa, implementasi pendekatan humanistik di SMP PGRI Susukan Kabupaten Banjarnegara yang memfokuskan pada sub-pokok pembahasan (1) implementasi pendekatan humanistik dalam pembelajaran PAI untuk meningkatkan keaktifan siswa melalui strategi pembelajaran aktif dan menyenangkan. (2) implementasi pendekatan humanistik dalam pembelajaran PAI untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan peserta didik melalui pembelajaran tanpa paksaan maupun tekanan. (3) implementasi pendekatan humanistik dalam pembelajaran PAI untuk meningkatkan rasa percaya diri melalui penguasaan materi yang baik. (4) implementasi pendekatan humanistik dalam pembelajaran PAI untuk meningkatkan motivasi kepada peserta didik melalui penghargaan atau reward yang diberikan guru dan juga dengan cerita ataupun nasihat-nasihat yang dapat membangun motivasi peserta didi

    IMPLEMENTASI STRATEGI STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFE) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SMP NEGERI 3 AJIBARANG BANYUMAS

    No full text
    Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru tidak bisa terlepas dari penerapan strategi pembelajaran. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat diterapkan guru adalah strategi pembelajaran student facilitator and explaining. Strategi Student Facilitator and Explaining adalah strategi yang pelaksanaannya guru mampu mendemonstrasikan materi di depan peserta didik lalu memberikan kesempatan peserta didik untuk menjelaskan kepada teman-temannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai implementasi strategi student facilitator and explaining dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Negeri 3 Ajibarang Banyumas. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang disajikan dalam bentuk deskriptif. Pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan yang dilakukan guru adalah pembuatan RPP disesuaikan pada materi yang dibahas dengan menggunakan strategi Student Facilitator and Explaining. Pelaksanaan yang dilakukan melalui tiga tahap, Pertama, kegiatan pendahuluan yaitu guru melakukan pengkondisian kelas, menyampaikan tujuan pembelajaran serta menyampaikan materi melalui peta konsep. Kedua, kegiatan inti yaitu guru menerapkan langkah strategi Student Facilitator and Explaining kepada peserta didik. Ketiga, kegiatan penutup yaitu guru melakukan elaborasi. Evaluasi dilakukan dengan tiga cara yaitu tes lisan, tes tertulis dan penugasan

    UPAYA GURU HONORER DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) DI MIS AL QORYAH WANAREJAN PEMALANG

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan jenis metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini antara lain, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Subjek dari penelitian ini meliputi guru honorer dan kepala madrasah MIS Al-Qoryah Wanarejan Pemalang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan oleh para guru honorer dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang ada di MIS Al-Qoryah Wanarejan Pemalang. Guru merupakan seseorang yang memberikan transfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik, dan tentunya seorang guru memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan pendidikan dan juga pembangun keberhasilan para peserta didik tanpa melihat status dari guru itu sendiri, baik PNS maupun Honorer. Guru honorer merupakan guru yang diangkat dalam jangka waktu tertentu yang diberi tugas untuk mengajar, mendidik peserta didik tetapi dalam status lembaga masih kontrak. Dengan adanya perbedaan status yang ada pada guru seperti pada guru yang berstatus honorer tidak akan mengurangi dan mempengaruhi dalam memberikan pembelajaran yang baik, maksimal dan berkualitas bagi peserta didiknya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya yang dilakukan oleh para guru honorer dalam meningkatkan kualitas pembelajaran (SKI) di MIS Al-Qoryah Wanarejan Pemalang antara lain, seorang guru rajin mengikuti kegiatan pelatihan (diklat dan workshop), Menguasai materi ajar, Menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, Memberikan evaluasi pembelajaran, dan mengadakan rapat pertemuan dengan wali murid

    Konsep Pembinaan Birrulwalidain Dalam Kitab Irsyadul 'Ibad Karya Syekh Zainuddin Bin Abdul Aziz

    No full text
    Pembinaan birrulwalidain menjadi hal yang sangat diperlukan dewasa ini, sebagai sarana peningkatan akhlak anak kepada orang tua. Banyaknya generasi muda yang belum mengindahkan nilai-nilai akhlak kepada orang tua, sedangkan tema aktual pendidikan saat ini adalah pendidikan karakter yang mengutamakan akhlak, maka peneliti merasa perlu mengkaji kitab Irsyadul ‘Ibad dengan harapan dapat menjadi salah satu referensi pembinaan atau pengajaran akhlak. Karena di dalam kitab tersebut terdapat sebuah bab yang membahas mengenai perilaku anak kepada orang tua yang ditulis dalam bab ‘uququl walidain, dimana di dalamnya berisi ayat, hadis, dan kisah yang menunjukkan nilai-nilai birrulwalidain. Di dalamnya menyebutkan mengenai apa yang akan didapatkan ketika seorang anak durhaka kepada orang tua atau berbakti kepada orang tua, sehingga penelitian ini bertujuan menggali nilai-nilai dan langkah pembinaan yang ada agar dapat digunakan sebagai motivasi dan sumber referensi materi pembinaan birrulwalidain. Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian pustaka (library research). Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan konsep pembinaan birrulwalidain dalam kitab Irsyadul ‘Ibad disampaikan dengan menyajikan kisah orang-orang pada zaman dahulu yang mengandung nilai-nilai birrulwalidain yaitu, tidak menyakiti hati orang tua, tersirat dalam kisah sahabat Alqomah. Berkata baik kepada orang tua, tersirat dalam kisah kuburan yang terbelah setelah ashar. Mentaati perintah orang tua, tersirat dalam kisah pemuda Bani Israil yang diuji oleh Allah ketika menjalani perintah ibunya untuk menjual sapi. Senantiasa memohon do’a dan restu orang tua, tersirat dalam kisah pemuda yang dapat hidup di dalam lautan tanpa terkena air dan terhindar dari syaitan

    STRATEGI GURU PAI TERHADAP PENGEMBANGAN QUALITY OF LEARNING DALAM MEMBENTUK AKHLAKUL KARIMAH DI TENGAH PTM TERBATAS DI SMPN 1 KAWUNGANTEN

    No full text
    Strategi guru merupakan salah satu hal penting bagi pengembangan kualitas pembelajaran. Bagi guru PAI strategi yang dilakukan tidak hanya berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran akan tetapi juga berpengaruh terhadap pembentukan akhlakul karimah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi guru PAI terhadap pengembangan quality of learning dalam membentuk akhlakul karimah di tengah PTM terbatas di SMPN 1 Kawunganten, apa saja faktor pendukung dan penghambatnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang disajikan dalam bentuk deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa strategi guru PAI yang dilakukan adalah dengan menggunakan model blended learning, mengkombinasikan beberapa metode pembelajaran, mengaktifkan kembali pembiasaan-pembiasaan keagamaan dan melakukan pengawasan perilaku melalui jurnal sikap. Faktor pendukung guru PAI dalam mengembangkan quality of learning untuk membentuk akhlakul karimah diantaranya adalah sarana dan prasana sekolah yang lengkap, nyaman dan memadai, dan faktor internal dari guru PAI yang mengupgrade diri sebagai pendidik melalui beragam pelatihan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah menurunnya minat belajar, kurangnya bekal pendidikan keagamaan, dan keterbatasan waktu yang dimiliki orangtua dalam turut mengawasi perilaku siswa di rumah

    HUBUNGAN PENGGUNAAN APLIKASI TIKTOK DENGAN PENGAMALAN SIFAT AL HAYA BAGI IPPNU DESA KARANGTENGAH KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS

    No full text
    Penggunaan Aplikasi TikTok mengalami peningkatan yang signifikan setelah terjadinya wabah Covid-19 di seluruh dunia yang mengakibatkan banyak karantina dan merumahkan segala kegiatan. Menggunakan TikTok dianggap sebagai hiburan yang cukup menghilangkan rasa bosan dan tetap bisa berinterkasi dengan banyak orang. Mulai dari usia anak-anak hingga lanjut usia, dengan pengguna terbanyak adalah remaja. Remaja adalah masa dimana sesorang mencari jati diri dan ingin diakui. Banyak hal yang bisa didapatkan jika seseorang terkenal melalui TikTok, seperti mendapatkan tawaran mengiklankan barang/jasa yang akan dibayar sehingga menghasilkan uang tanpa harus keluar rumah, masuk televisi, dll. Hal ini dilakukan oleh banyak orang tanpa memperhatikan norma agama dan masyarakat, tanpa mempertahanakan keimanan, yang salah satunya adalah iman malu. Malu merupakan cabang iman dan salah satu sikap yang disukai oleh Allah. Kenyataanya kebanyakan remaja kini kurang memiliki iman yang satu ini, seperti berpakaian terbuka, berpacaran, berjoget demi konten TikTok dengan gerakan yang tidak senonoh, mengumbar aib diri sendiri dan banyak hal lain. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara penggunaan aplikasi TikTok dengan pengamalan sifat Al-Haya (malu) bagi IPPNU Desa Karangtengah Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas Dengan menggunakan pendekatan Kuantitatif Korelasi. Dalam pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh, yaitu seluruh anggota diikut sertakan sebagai sampel penelitian. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah angket sehingga data yang dihasilkan adalah data ordinal sehingga pengujian data menggunaka uji Spearman Rank dengan pengolahan data yang dibantu aplikasi SPSS 20.0 Menghasilkan signifikasi korelasi hubungan antara penggunaan aplikasi TikTok dengan Pengamalan sifat Al-Haya sebesar 0,338 > 0,05 sehingga H1 ditolak dan H0 diterima yang artinya tidak terhadap hubungan antara Penggunaan aplikasi TikTok dengan Pengamalan sifal Al-Haya bagi IPPNU Desa Karangtengah Kecamtana Baturraden Kabupaten Banyumas

    PENGARUH 4A (ATRAKSI, AKSESIBILITAS, AMENITAS DAN ANCILLARY) WISATA TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN BERKUNJUNG KE GALLERY WATER KARANGMANGU (GWK) BATURRADEN

    No full text
    Kondisi alam Indonesia yang berbentuk kepulauan menjadikan Indonesia memiliki banyak potensi pariwisata dengan beragam pesona wisata alam dan buatannya, sehingga dengan banyaknya potensi yang dimiliki menjadikan Indonesia sebagai salah satu daerah tujuan wisata. Untuk tetap menjaga dan meningkatkan kuantitas wisatawan, maka perlu diadakannya pengukuran kepuasan wisatawan yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Untuk itu, peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana pengaruh atraksi, aksesibilitas, amenitas dan ancillary wisata terhadap kepuasan wisatawan berkunjung ke Gallery Water Karangmangu (GWK) Baturraden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pada komponen penawaran pariwisata yaitu atraksi, aksesibilitas, amenitas dan ancillary wisata terhadap kepuasan wisatawan berkunjung ke Gallery Water Karangmangu (GWK) Baturraden. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang sumber data penelitiannya yaitu data primer dengan metode pengumpulan data menggunakan kuisioner. Populasi didalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung objek wisata Gallery Water Karangmangu (GWK) Baturraden pada tahun 2021 dan jumlah sampel yang digunakan berjumlah 100 responden menggunakan teknik Non-Probability Sampling dengan pendekatan Purposive Sampling. Pengolahan data primer menggunakan teknik analisis Statistical Packege For Social Science (SPSS) versi 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ha1 (Atraksi Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Kepuasan Wisatawan) diterima, Ha2 (Aksesibilitas Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Kepuasan Wisatawan) ditolak, Ha3 (Amenitas Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Kepuasan Wisatawan) ditolak, Ha4 (Ancillary Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Kepuasan Wisatawan) diterima, Ha5 (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas dan Ancillary Secara Simultan Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Kepuasan Wisatawan) diterima

    NILAI-NILAI TOLERANSI DALAM VIDEO "TOLERAN DALAM BERDAKWAH DAN DAKWAHKAN TOLERANSI" (ANALISIS WACANA DALAM CHANNEL YOUTUBE JEDA NULIS)

    No full text
    Indonesia merupakan negara dengan banyak keberagaman salah satunya dalam hal beragama. Nilai-nilai toleransi di tengah keberagaman sangat diperlukan agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga. Toleransi dalam hal agama menjadi sesuatu yang penting untuk mencegah konflik dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. Sikap saling mengharagai dan menghormati terhadap perbedaan adalah pondasi utama dalam menyikapi keberagaman. Salah satu pendakwah yang sering kali menyuarakan nilai-nilai toleransi adalah Habib Husain Jafar Al-Hadar. Ia adalah seorang tokoh muda Islam yang aktif berdakwah melalui media sosial. Dakwahnya yang damai membuat Ia banyak disukai oleh banyak kalangan bukan hanya umat Islam saja tetapi dari agama lain. Ia menggunakan media sosial sebagai sarana dakwah tujuannya agar generasi muda saat mendapatkan tontonan yang bermanfaat. Konten dakwahnya dikemas dalam Channel Youtube miliknya yaitu Jeda Nulis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis wacana Van Dijk yang digunakan dalam mengkaji teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Penelitian ini memfokuskan pada tayangan video “Toleran Dalam Berdakwah dan Dakwahkan Toleransi” dalam Channel Youtube Jeda Nulis. Hal ini bertujuan untuk memahami nilai-nilai dakwah dan toleransi melalui prespektif tiga agama yaitu Islam, Kristen, dan Budha yang dipaparkan oleh Habib Husain Jafar AL-Hadar, Pendeta Yerry Patirasarany, dan Biksu Zhuan Xiu. Penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai toleransi yang tercermin dalam video tersebut adalah adanya perbedaan di tengah keberagaman juga bisa bersatu. Saling menghargai dan menghormati meskipun berada di tengah perbedaan. Tidak saling menghakimi dan menghujat serta tidak ada paksaan dalam hal beragama. Berbeda secara keyakinan bukan halangan untuk bersama dalam hal kemanusiaan. Hal ini sejalan dengan semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu juga

    NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM TRADISI RUWAHAN MASYARAKAT ISLAM KEJAWEN DUSUN KALITANJUNG, TAMBAKNEGARA, RAWALO, BANYUMAS, DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

    No full text
    Ruwahan merupakan salah satu Tradisi yang masih dilestarikan khususnya di Dusun Kalitanjung. Namun, tidak jarang banyak pihak awam belum mengetahui makna dan nilai dalam suatu tradisi di masyarakat. Termasuk juga dalam hal ini yaitu nilai religius dalam Tradisi Ruwahan masyarakat Islam Kejawen Kalitanjung. Sehingga, mereka belum menyadari adanya kebermanfaatan makna dan nilai yang ada dalam tradisi tersebut dalam konteks kehidupan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis prosesi Tradisi Ruwahan, untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna nilai- nilai religius dalam Tradisi Ruwahan, dan untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai-nilai Religius dalam Tradisi Ruwahan masyarakat Islam Kejawen Dusun Kalitanjung, Tambaknegara, Rawalo, Banyumas, dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tiga teknik pengumpulan data yaitu observasi, interview, dan dokumentasi. Selain itu, peneliti menggunakan teknik analisis data sebagaimana Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, display data, dan verifikasi data. Objek dalam penelitian ini yaitu Tradisi Ruwahan masyarakat Islam Kejawen Dusun Kalitanjung dengan subjek penelitian masyarakat Islam Kejawen, tokoh agama setempat dan masyarakat umum. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat nilai-nilai religius dalam Tradisi Ruwahan tersebut yaitu nilai ibadah, nilai aqidah, dan nilai akhlak. Dalam perspektif pendidikan Islam, nilai religius tersebut sudah sesuai dengan prinsip Islam. Hanya saja dalam pelaksanaannya disesuaikan pula dengan adat setempat. Nilai religius tersebut juga mempunyai manfaat untuk mendidik antara lain mendidik seseorang agar selalu mengingat Allah, mengingat kematian, mengajarkan untuk memberi tanpa pamrih, untuk berbakti kepada kedua orang tua, melestarikan adat tradisi nenek moyang, mengajarkan untuk saling peduli mengajarkan untuk selalu mensyukuri nikmat Allah, mengajarkan senantiasa berperilaku baik agar mengajarkan untuk tolerasi agar tercipta kerukunan dan keharmonisan dalam masyarakat

    0

    full texts

    10,362

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository IAIN Purwokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇