Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
10362 research outputs found
Sort by
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA KISAH ASSABIQUNAL AWWALUN DALAM BUKU PILAR CAHAYA KARYA HALIMAH ALAYDRUS
Perkembangan era globalisasi yang sangat pesat pada saat ini lebih banyak memberikan dampak negatif salah satunya yaitu adanya krisis karakter anak bangsa. Hal tersebut dapat di atasi melalui penerapan nilai-nilai pendidikan karakter pada anak di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penerapan nilai-nilai pendidikan karakter juga bisa dilakukan melalui berbagai karya sastra. Buku Pilar Cahaya karya Halimah Alaydrus merupakan salah satu karya sastra yang dapat dijadikan rujukan dalam menerapkan nilai-nilai pendidikan karakter pada anak. Kisah pada tokoh Assabiqunal Awwalun dalam buku Pilar Cahaya yang meliputi Sayyidah Khadijah binti Khuwailid, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, dan Abu Bakar Asshidiq merupakan tokoh yang dapat dijadikan panutan bagi anak bangsa dalam menumbuhkembangkan karakter mulia. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan karakter apa saja yang terdapat pada kisah Assabiqunal Awwalun dalam buku Pilar Cahaya karya Halimah Alaydrus. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi mendalam tentang nilai-nilai pendidikan karakter pada kisah Assabiqunal Awwalun dalam buku Pilar Cahaya karya Halimah Alaydrus.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) yaitu mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter pada kisah Assabiqunal Awwalun dalam buku Pilar Cahaya karya Halimah Alaydrus. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode dokumentasi berupa buku Pilar Cahaya karya Halimah Alaydrus sebagai sumber data primer dan buku, jurnal, atau artikel relevan lainnya yang dapat digunakan sebagai sumber data sekunder.
Berdasarkan hasil penelitian, setelah ditelaah lebih jauh terdapat lima jenis macam nilai-nilai pendidikan karakter pada kisah Assabiqunal Awwalun dalam buku Pilar Cahaya karya Halimah Alaydrus sebagai berikut: 1) Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan meliputi iman, istiqomah, ikhlas, zuhud. 2) Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri meliputi jujur, bertanggung jawab, bergaya hidup sehat, disiplin, kerja keras, percaya diri, berpikir logis dan kritis, mandiri, rasa ingin tahu, cinta ilmu. 3) Nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama meliputi sadar akan hak dan kewajiban diri sendiri dan orang lain, santun, demokratis. 4) Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan hanya satu yaitu peduli sosial. 5) Nilai karakter dalam hubungannya dengan kebangsaan hanya satu yaitu menghargai keberagaman.
Kata Kunci: Nilai, Pendidikan, Karakter, Assabiqunal Awwalun, Buku Pilar Cahaya
PENDIDIKAN AKHLAK SANTRI BERBASIS TAZKIYATUN NAFS DI PONDOK PESANTREN AR-RIDWAN KABUPATEN CILACAP
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi zaman yang dihadapi di era globalisasi serta modernisasi. Anak sebagai generasi penerus bangsa harus diberikan pendidikan yang tepat. dengan dibentengi pendidikan akhlak yang sesuai dengan ajaran agama islam, agar terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif yang ditimbulkan dari kedua era tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis implementasi pendidikan akhlak santri berbasis tazkiyatun nafs, dan keberhasilan yang dicapai dari pendidikan akhlak santri berbasis tazkiyatun nafs.
Penelitian ini menggunakan teknik penelitian kualitatif atau lapangan dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Pada teknik pengumpulan data menggunakan metode obervasi, interview, serta dokumentasi. Sedangkan pada teknis analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif Miles Huberman.
Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukan terdapat tiga kegiatan implementasi pendidikan Akhlak Berbasis Tazkiyatun Nafs dalam pendidikan akhlak santri berbasis tazkiyatun nafs melalui tahapan tasawwuf yakni Takhali sebagai proses penguras kotoran atau sampah penyakit hati yang berupa jengkel, susah lan ngalamun, dilanjutkan dengan Tahalli sebagai proses pengisian akhlak yang terpuji, yakni dengan menumbuhkan sifat sabar, qona’ah atau nrimo dan syukur, dilanjutkan dengan Tajalli sebagai terusan dari proses Takhalii dan Tahalli. Adapun hasil yang dicapai mampu mengembalikan akhlak kebaikan secara signifikan. secara perlahan berubah menjadi pribadi yang baik secara moral, fisik serta mentalnya. Mereka sadar atas perbuatan atau tindakan mereka selama ini adalah salah, dan kembali kepada jalan yang benar, serta tidak mengulanginya dari keasalahan-kesalahan dimasa lalunya, sehingga mereka dapat berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat serta menjadi insan yang sempurna.
Kaca Kunci : Pendidikan Akhlak, Santri, Tazkiyatun Nafs.
The background of this research is the conditions of the times faced in the era of globalization and modernization. Children as the next generation of the nation must be given the right education and must be fortified by moral education in accordance with Islamic education, in order to avoid the negative influences caused by the two eras. The purpose of this study was to determine and analyze the implementation of character education of santri based on tazkiyatun nafs, and the success achieved from the character education of santri based on tazkiyatun nafs.
This research is qualitative research that using a phenomenological approach. The data collection techniques of this research using observation, interviews, and documentation methods. The data analysis technique used in this research is qualitative descriptive analysis of Miles Huberman.
The results of the research conducted showed that there were three implementation activities of character education basend on tazkiyatun Nafs in the character education of santri based on tazkiyatun nafs through the tasawwuf stages, namely takhali as a process of draining dirt or liver disease waste in the form of irritation, difficulty and daydreaming, followed by tahalli as a character filling process. which is commendable, namely by cultivating patience, qona'ah or nrimo and gratitude, followed by tajalli as a continuation of the takhali and tahalli process. The results achieved were able to significantly restore good character. slowly turned into a good person morally, physically and mentally. They are aware that their actions or actions so far have been wrong, and return to the right path, and do not repeat them from their past mistakes, so that they can contribute to social life and become perfect human beings.
Keywords: Character Education, Santri, Tazkiyatun Nafs
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM BUKU PUNCAK ILMU ADALAH AKHLAK KARYA MHD. ROIS ALMAUDUDY SERTA RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi setiap generasi bangsa. Dengan seseorang menempuh suatu pendidikan maka akan mengembangkan kemampuan dan membentuk suatu watak yang baik bagi kemajuan suatu bangsa. Pendidikan harus bisa membentuk akhlak yang mulia bagi setiap orang yang nantinya akan berguna bagi kehidupan. Penelitian ini di latar belakangi karena masih banyak penyimpangan akhlak yang terjadi di Indonesia, baik yang dilakukan oleh anak kecil hingga dewasa. Buku Puncak Ilmu adalah Akhlak adalah buku yang sangat bermanfaat untuk dibaca karena di dalamnya terkandung nilai-nilai pendidikan akhlak dan dapat dijadikan sebagai bentuk referensi materi dalam mengembangkan materi pendidikan akhlak bagi peserta didik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan nilai- nilai pendidikan akhlak dalam buku Puncak Ilmu adalah Akhlak karya Mhd. Rois Almaududy serta relevansinya dengan Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), sumber data primer yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah buku Puncak Ilmu adalah Akhlak dan sumber data sekunder yang digunakan diperoleh dari pengumpulan informasi dan data dari buku-buku, jurnal, ataupun artikel yang relevan. Penlitian ini menggunakan pendekatan dekskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa rincian kategori nilai-nilai pendidikan akhlak yang terdapat dalam buku Puncak Ilmu adalah Akhlak karya Mhd. Rois Almaududy yaitu sebagai berikut: 1) Nilai- nilai Pendidikan Akhlak terhadap Allah SWT. 2) Nilai-nilai Pendidikan Akhlak terhadap Rasulullah SAW. 3) Nilai- nilai Pendidikan Akhlak terhadap Agama Islam. 4) Nilai- nilai Pendidikan Akhlak Al-Qur’an. 5) Nilai- nilai Pendidikan Akhlak terhadap Orang Tua. 6) Nilai-nilai Pendidikan Akhlak terhadap Tetangga. 7) Nilai-nilai Pendidikan Akhlak terhadap Guru. 8) Nilai- nilai Pendidikan Akhlak terhadap Keluarga. 9) Nilai- nilai Pendidikan Akhlak dalam bekerja dan, 10) Nilai-nilai pendidikan akhlak dalam memimpin. Nilai- nilai pendidikan akhlak tersebut terdapat relevansinya dengan pendidikan agama Islam yang diajarkan di sekolah pada umumnya, yaitu akhlak terhadap Allah, akhlak terhadap Rasulullah, akhlak terhadap agama Islam, akhlak terhadap Al-Qur’an, akhlak terhadap orang tua, akhlak terhadap tetangga, akhlak terhadap guru, akhlak terhadap keluarga, dan akhlak ketika bekerja dan memimpin.
Kata Kunci: Nilai Pendidikan Akhlak, Buku Puncak Ilmu adalah Akhlak, Pendidikan Agama Isla
MANAJEMEN PROGRAM PENGEMBANGAN BAKAT DAN MINAT SISWA SD ISLAM AL- AZHAR 39 PURWOKERTO
Anak yang memiliki potensi keterbakatan merupakan anugerah istimewa yang sifatnya turunan atau dari lahir, anak berbakat selalu dianggap sebagai kekayaan negara yang akan memberikan manfaat besar dalam kemajuan dan kegemilangan umat, agar potensi tersebut muncul dapat terasah, bekembang, dimanfaatkan secara optimal diperlukan berbagai upaya untuk merealisasikannya. Dalam dunia pendidikan khususnya sekolah tidak semata mata hanya mendidik dan mengajarkan supaya pintar tetapi juga sebagai wadah atau wahana untuk menampung menggali mengembangkan potensi bakat dan minat siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana kegiatan manajemen program pengembangan bakat dan minat siswa di SD Islam Al-Azhar 39 Purwokerto.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, koordinator ekstrakurikuler, guru kelas. objek penelitian ini adalah manajemen pengembangan bakat dan minat siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemuadian analisis data tersebut menggunakan reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan manajemen pengembangan bakat dan siswa di SD Islam Al- Azhar 39 Purwokerto sebagai berikut: Pertama sekolah dalam menyiapkan dan melakukan kebijakan terkait pemgembangan bakat dan minat unsurnya termuat dalam kurikulum SD Islam Al-Azhar 39 . Purwokerto kegiatan intrakurikuler,ekstrakurikuler dan kokurikuler. Kedua perencanaan pengembangan bakat dan minat dilakukan pengembangan visi misi, perumusan tujuan, pemilihan program kerja, identifikasi. Ketiga pelaksanaan pengembangan bakat dan minat dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler meliputi kegiatan pembiasaan kegiatan keagaamaan, kegiatan Billingual, kegiatan ekstrakurikuler yang meliputi ekstrakurikuler wajib dan ekstrakurikuler pilihan, kegiatan kokurikuler meliputi parenting day dan home visit kemudian dalam melakukan pembinaan pendampingan terdapat layanan yaitu layanan bimbingan konseling. Keempat pengawasan pengembangan bakat minat yang dilakukan dengan melakukan supervisi setiap 3 bulan sekali dan yang disupervisi meliputi supervisi KBM, supervisi ekstrakurikuler dan sebagainya. Kelima evaluasi pengembangan bakat dan minat yang dilakukan berdasarkan penilaian kurikulum 2013 yang menjadi acuan dalam penilaian tersebut meliputi penilaian sikap, penilaian pengetahuan, penilaian keterampilan
PENERAPAN EDUTAINMENT DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI SDIT INSAN MANDIRI PUNGGELAN
Bahasa Arab merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit dan membosankan oleh sebagian peserta didik. Untuk mengubah suasana belajar agar tidak membosankan diperlukan sebuah pendekatan pembelajaran yang dapat membuat peserta didik merasakan suatu kenyamanan dalam belajar. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat menciptakan pembelajaran nyaman dan menyenangkan adalah pendekatan Edutainment. Konsep dasar dari pendekatan Edutainment adalah berupaya agar pembelajaran yang terjadi berlangsung dalam suasana yang kondusif dan menyenangkan. Berkenaan dalam upaya menciptakan kondisi ini, maka SDIT Insan Mandiri Punggelan mencoba menerapkan konsep Edutainment dengan memadukan antara dua aktivitas yakni pendidikan dan hiburan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan Edutainment dalam pembelajaran bahasa Arab di SDIT Insan Mandiri Punggelan. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dengan subjek penelitian meliputi guru bahasa Arab SDIT Insan Mandiri Punggelan, siswa, dan kepala sekolah. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian tentang penerapan Edutainment dalam pembelajaran bahasa Arab di SDIT Insan Mandiri Punggelan menunjukkan bahwa dalam menerapkan pendekatan Edutainment dibutuhkan sebuah perencanaan yang matang dimulai dengan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan mempertimbangkan antara kompetensi dasar dan pendekatan yang akan digunakan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penerapan Edutainment diterapkan dengan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis Edutainment yaitu memberi kemudahan dan suasana gembira diantaranya dengan menerapkan teknik bernyanyi dan permainan. Penerapan teknik bernyanyi dimulai dengan guru mengubah isi lagu yang lirik lagunya diganti dengan materi pelajaran. Sedangkan penerapan teknik bermain diantaranya yaitu dengan guru memberikan permainan disela-sela pembelajaran seperti tebak kata, pulpen teka-teki, dan bisik berantai
PENGARUH FITUR LAYANAN, BENEFIT DAN PENGALAMAN TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MENGGUNAKAN SHOPEEPAY (STUDI KASUS REMAJA KECAMATAN CILONGOK)
Uang merupakan instrument ekonomi yang sangat penting, karena semua transaksi dalam kegiatan ekonomi menggunakan uang sebagai alat pembayaran. Dengan adanya perkembangan elektronik terciptalah uang elektronik (E-money) dengan penggunaannya melalui media elektronik yang terhubung internet. Peningkatan transaksi keuangan digital tercatat sebesar 52,69% pada Agustus 2020. Peningkatan transaksi keuangan digital disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: pembayaran lebih mudah, terdapat banyak promo, mendapat cashback, review seseorang dan pengalaman positif setelah menggunakan.
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh fitur layanan, benefit dan pengalaman terhadap keputusan konsumen menggunakan shopeepay (studi kasus remaja kecamatan cilongok). Penelitian ini bersumber pada data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner online. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 395 responden. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi linier berganda dengan menggunakan alat analisis data SPSS versi 21.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur layanan, benefit dan pengalaman secara parsial dan simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen menggunakan ShopeePay. Berdasarkan hasil koefisien determinasi diperoleh persentase sebesar 62,8% (0,628), hal ini menunjukkan bahwa 62,8% keputusan konsumen menggunakan ShopeePay dipengaruhi oleh fitur layanan, benefit dan pengalaman. Sedangkan 37,2% keputusan konsumen menggunakan ShopeePay dipengaruhi oleh faktor lain
PELAYANAN REHABILITASI SOSIAL PADA KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA DI SENTRA “SATRIA” BATURRADEN
Secara umum korban penyalahgunaan NAPZA merupakan permasalahan yang pelik dan berada di sebuah aspek yang luas, baik dari perspektif medis, kejiwaan, kesehatan, psikologis serta psikososial. Dalam penanganannya korban penyalahgunaan NAPZA dapat ditangani dengan program pelayanan sosial yang berada di balai rehabilitasi sosial. Dalam tugasnya pekerja sosial membantu untuk memberikan pertolongan pada korban terkait dengan menggunakan pelayanan sosial. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan pada penelitian kali ini yaitu pertama, pelayanan rehabilitasi sosial pada korban penyalahgunaan NAPZA dalam mengembalikan fungsi sosial di Sentra “Satria” Baturraden. Kedua, apakah faktor pendukung serta penghambat dalam proses rehabilitasi sosial pada korban penyalahgunaan NAPZA di Sentra “Satria” Baturraden.
Dalam penelitian ini penelaah menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk memberikan gambaran bentuk pelayanan sosial yang ada di Sentra “Satria” Baturraden dalam menangani korban penyalahgunaan NAPZA. Teknik pengumpulan data yang penelaah lakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan tiga metode yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pada penelitian kali ini penelaah melakukan in-depth interview dengan empat informan kunci yang terdiri dari dua pekerja sosial, satu konselor, dan satu petugas pelayanan sosial, dan lima informan utama yang terdiri dari tiga eks-residen dan dua residen aktif.
Hasil penelitian sebagai berikut: pertama, pelaksanaan rehabilitasi sosial pada korban penyalahgunaan NAPZA yang dilaksanakan di Sentra “Satria” Baturraden (SSB) meliputi: assessment, intervensi, evaluasi, dan terminasi. Kedua, faktor pendukung dalam proses rehabilitasi sosial yakni, keyakinan diri residen, semangat spiritual, terapi dan bimbingan pada residen, kekeluargaan di SSB, fasilitas yang memadai, lingkungan yang mendukung, dan adanya dukungan sesama residen. Sedangkan faktor penghambatnya yakni, family support yang kurang, tidak jujur dalam assessment, dan kegiatan yang tertunda akibat pandemi Covid-19
PESAN SOSIAL MELALUI MEDIA SOSIAL (ANALISIS SEMIOTIKA PADA AKUN INSTAGRAM @KERESAHAN.UIN.SAIZU)
Kemajuan teknologi pada era digital menciptakan ragam aktivitas
bermasyarakat yang tak lepas dari media elektronik, salah satunya dalam
bermedia sosial pada Instagram. Dalam hal demikian, pemanfaatan pada
kemajuan era digital juga dilakukan untuk penyampaian pesan sosial dari suatu
fenomena, baik dalam lingkup skala kecil maupun skala besar yang melahirkan
berbagai macam inovasi pada budaya siber.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pesan sosial pada
konten akun @keresahan.uin.saizu dalam pemanfaatan era digital melalui media
Instagram pada materi konten meme. Dengan menggunakan analisis teori
semiotika Roland Barthes guna mengetahui makna pesan sosial yang tersusun dari
sebuah tanda, denotasi, konotasi dan mitos pada gambar meme. Penelitian ini
menggunakan kualitatif dengan metode pengumpulan menggunakan data
observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian pada temuan pesan sosial melalui media sosial akun
Instagram @keresahan.uin.saizu yaitu meliputi teknik asosiasi serta makna pesan
sosial yang mencakup didalam Tanda, Denotasi, Konotasi serta Mitos
menggunakan acuan dari melalui gambar postingan meme konten meme di akun
@keresahan.uin.saizu
ANALYSIS OF READABILITY LEVEL ON READING TEXT IN ENGLISH WORKBOOK ENTITLED ”BAHASA INGGRIS UNTUK SMA/MA MATA PELAJARAN WAJIB KELAS XI” BY INTAN PARIWARA
ANALYSIS OF READABILITY LEVEL ON READING TEXT IN ENGLISH WORKBOOK ENTITLED ’’BAHASA INGGRIS UNTUK SMA/MA MATA PELAJARAN WAJIB KELAS XI’’
BY INTAN PARIWARA
Nurma’Sumah
S.N. 1717404029
Abstract: According to Rori et al., English for Foreign Language workbook are imperfect. If the text is too easy, the students do not enchant their reading ability. Then, if the text is too difficult, the students’ motivation will suffer. The research aimed to analyze the readability level of sixth reading texts in the English workbook. The study used a qualitative approach with readability formulas that are Flesch Reading Ease Formula and Fry Readability Graph. The research shows that in the Intan Pariwara English workbook, only one reading text that suitable for eleventh grade students. According to Flesch Reading Ease readability score there are fourth level of sixth reading texts; Easy to read (text 1), Fairly Easy to read (text 2 and text 5), standard to read (text 3 and text 6), difficult to read (text 4). Meanwhile, Fry Readability score of sixth texts are categorized in various level; text one for fifth grade,text two for seventh grade, text four for eleventh to twelfth grade, text five for tenth grade, text three and six appropriate for eight to ninth grade. For consideration, the teacher, author, and publisher should be careful when selecting reading texts in an English workbook.
Key words: Readability level, Reading text, English Workboo
Pelarangan Poligami Oleh Calon Istri Sebagai Syarat dalam Perkawinan Menurut Empat Mazhab (Telaah Kitab al-Fiqh Islam wa Adilatuhu karya Wahbah Zuhaili dan al-Fiqh 'Ala Mazahibul Arba'ah Karya Abdurrahman al-Jaziri)
Syarat dalam perkawinan adalah syarat yang diberikan oleh suami atau istri
kepada suami atau istri sebelum akad perkawinan. Syarat yang diberikan boleh apa
saja yang terpenting tidak menyalahi aturan syariat dan tujuan diadakannya
perkawinan. Dalam penelitian ini penulis akan berfokus kepada syarat pelarangan
poligami oleh calon istri sebagai syarat dalam perkawinan menurut empat mazhab
(Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali) dalam kitab al-Fiqh al-Isla>m Wa Adilatuhu
dan al-Fiqh ‘Ala> al-Maz
\
a>hib
al-Arba’ah. Penelitian yang dilakukan penulis
termasuk ke dalam jenis penelitian perspustakaan (library research). Adapun tujuan
dari penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pendapat
empat mazhab di dalam kitab al-Fiqh al-Isla>m Wa Adilatuhu dan al-Fiqh ‘Ala> alMaz
\
a>hib al-Arba’ah mengenai pelarangan poligami oleh calon istri sebagai syarat
dalam perkawinan.
Dalam mengumpulkan data skripsi, penulis menggunakan metode
dokumentasi. Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah kitab
al-Fiqh al-Isla>m Wa Adilatuhu dan al-Fiqh ‘Ala> al-Maz
\
a>hib al-Arba’ah. Metode
analisis yang digunakan adalah metode konten analisis dan Komparatif. Menurut
mazhab Hanafi syarat tersebut dalam kitab al-Fiqh al-Isla>m Wa Adilatuhu
hukumnya tidak dianggap dan akad tetap sah sedangkan menurut mazhab Hanafi
dalam kitab al-Fiqh ‘Ala> al-Maz
\
a>hib
al-Arba’ah hukumnya wajib dipenuhi.
Menurut mazhab Maliki baik di dalam al-Fiqh al-Isla>m Wa Adilatuhu maupun alFiqh ‘Ala> al-Maz\a>hib al-Arba’ah sama-sama memberikan hukum makruh.
Menurut mazhab Syafi'i di dalam kedua kitab tersebut sama-sama memberikan
hukum haram dan yang terakhir menurut mazhab Hambali di dalam kedua kitab
tersebut sama-sama memberikan hukum wajib untuk memenuhinya karena
memberikan perlindungan dan kemaslahatan bagi istri.
Komparasi dari keempat mazhab ini bahwa menurut mazhab Hanafi dalam
al-Fiqh al-Isla>m Wa Adilatuhu syarat tersebut tidak dianggap sedangkan dalam
kitab al-Fiqh ‘Ala> al-Maz
\
a>hib al-Arba’ah wajib apabila wanita yang memintannya
karena dapat memberikan kemaslahatan. Menurut mazhab Maliki makruh karena
dapat memberatkan suami. Menurut mazhab Syafi'i haram karena syarta tersebut
tidak terdapat dalam al-Quran dan Hadis. Menurut mazhab Hambali wajib karena
dapat melindungi perempuan dan memberikan kemaslahatan bagi perempuan.
Kata kunci: Empat Mazhab, Poligami, dan Syarat dalam Perkawina