Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
    10362 research outputs found

    PEMBIASAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA ANAK DI KB MUTIARA BANGSA WANATIRTA KECAMATAN PAGUYANGAN KABUPATEN BREBES

    No full text
    PEMBIASAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA ANAK DI KB MUTIARA BANGSA WANATIRTA PAGUYANGAN BREBES FEBRIA NUR FITRI LAELI NIM. 1717406021 ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan tentang pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat anak usia dini melalui pembiasan perilaku hidup bersih dan sehat di KB Mutiara Bangsa Wanatirta Paguyangan Brebes di kelas B2. Mulai dari guru melakukan perencanaan pembelajaran, penyusunan program semester, pengembangan rencana kegitan mingguan, pengembangan kegiatan harian. Guru melaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, guru melakukan evaluasi setiap pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian lapangan(Field research) yang dilakukan secara kualitatif deskriptif, metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik penentuan subjek menggunakan teknik (Purposive Sampling)dimana Subjek yang diambil dalam penelitian ini adalah guru. Objek yang dikaji adalah bagaimana proses atau kegiatan yang dilakukan guru dalam melaksanakan bagaimana pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak di KB Mutiara Bangsa. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan deskripsi tentang pembiasaan PHBS pada anak di KB Mutiara Bangsa Wanatirta Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes sudah berjalan dengan baik. Dilakukan dengan bertujuan pembiasaan rutin, spontan, keteladanan. Pelaksanaan pembiasaan PHBS yang dilakukan di KB Mutiara Bangsa Wanatirta yaitu pembiasaan mencuci tangan, membuang sampah pada tempatnya, makanan dan minuman sehat, toilet traning, berpakaian rapi dan bersih. Adapun bentuk pembiasaan PHBS dilakukan anak dengan cara membiasakan untuk mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun, memilih makanan dan minum yang sehat, anak dapat buang air besar dan kecil serta menggunakan pakaian yang bersih dan rapi. Hal ini dapat terlihat dari rutinitas mencuci tangan yang dilakukan oleh anak-anak sebelum dan sesudah makan atau kegiatan yang bisa dilakukan sendiri, anak juga sudah bisa membuang sampah pada tempatnya, anak dapat buang air besar dan kecil dengan mandiri, serta berpakaian rapi dan bersih. Kata Kunci : Pembiasaan Perilaku, Hidup Bersih dan Sehat

    PERAN ASOSIASI PENGUSAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN BANYUMAS (ASPIKMAS) DALAM PENGEMBANGAN UMKM DI DESA KUTASARI KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS

    No full text
    Usaha Mikro Kecil dan Mennegah merpakan zona ekonomi nasional yang sangat strategis dimana banyak orang yang menjadi tulang punggung dari perekonomian negara. Eksistensi UMKM sepatutnya tidak diragukan lagi, mengingat bahwa UMKM banyak menyerap tenaga kerja yang teruji sanggup bertahan di tengah-tengah badai krisis ekonomi serta menjadi roda penggerak ekonomi. Aspikmas merupakan sebuah wadah bagi pengusaha UMKM khususnya di seluruh wilayah Kabupaten Banyumas yang berperan sebagai mitra Dinas Koperasi dan UMKM dalam melakukan pendampingan terhadap pengusaha usaha kecil dan menengah serta membantu memaksimalkan program-program yang dilakukan oleh dinas terkait. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Objek pada penelitian ini adalah peran Aspikmas dalam pengembangan UMKM di Desa Kutasari. Sedangkan subjek dari penelitian ini adalah Koordinasi Desa (Kordes) Kutasari, anggota Aspikmas Desa Kutasari, dan Divisi Bidang I, II, dan III Aspikmas Baturraden. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu peran Aspikmas melalui program kerja Bidang I (Peningkatan Kapasitas Usaha dan SDM), Bidang II (Perencanaan, Fasilitas Usaha, dan Pembiayaan) dan Bidang III (Promosi dan Pemasaran) dalam pengembangan usaha kecil dan menengah. Dengan berbagai macam bidang yang ada dapat disimpulkan bahwa peran Aspikmas dalam hal pengembangan UMKM yaitu membantu para pelaku usaha dalam meningkatkan kapasitas usahanya melalui program pelatihan, meningkatkan manajemen usaha, mempermudah akses permodalan dan perizinan usaha, serta membantu dalam perluasan jaringan usaha dengan menjalin relasi dengan berbagai pihak terkat maupun antar pelaku usaha

    STRATEGI PROGRAM PEMBINAAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN ETOS KERJA GURU

    No full text
    Etos kerja guru dapat dijadikan sebagai suatu pokok pikiran utama dalam dunia pendidikan yang ada di Indonesia, dimana etos kerja guru tersebut dalam suatu organisasi sekolah mutlak dibutuhkan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas proses pelaksanaan tugas pembelajaran di satuan pendidikan sekolah. Dengan demikian, upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dapat dicapai. Karena itu, masalah tersebut menarik untuk diperhatikan dan dianalisis. Di Sekolah Dasar UMP Dukuhwaluh Purwokerto sudah banyak strategi yang dilakukan kepala sekolah, akan tetapi belum ada efek signifikan dari strategi meningkatkan etos kerja guru belum bisa mencapai target. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan memahami serta mendeskripsikan strategi progam bimbingan pembinaan yang digunakan dalam meningkatkan etos kerja guru di Sekolah Dasar UMP Dukuhwaluh Purwokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan, dengan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara kepada kepala sekolah dan guru. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisa deskriptif kualitatif, yang terdiri atas tiga alur kegiatan yang berlangsung secara bersamaan sejak pengumpulan data, yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi program bimbingan pembinaan yang diterapkan Sekolah Dasar UMP Dukuhwaluh Purwokerto dalam upaya meningkatkan etos kerja guru dilakukan dengan berbagai upaya atau langkahlangkah, di antaranya: pembinaan kinerja guru, pembinaan disiplin guru, pengendalian dan pengawasan, motivasi, penghargaan, serta penanaman komitmen, dengan melakukan pembinaan dan pemberdayaan guru. Strategi dalam meningkatkan etos kerja guru tersebut berimplikasi terhadap mutu pendidikan di Sekolah Dasar UMP Dukuhwaluh Purwokerto. Hal ini diwujudkan dengan para guru selalu membuat perencanaan pembelajaran, menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dan memperhatikan kondisi peserta didik sebelum menggunakan metode tertentu dalam proses belajar mengajar, dan mewujudkan iklim kelas yang kondusif. Dengan terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien berakibat dapat meningkatkan prestasi siswa, baik akademik maupun non akademik, dan terwujudnya pendidikan yang bermutu

    PENGHULU WANITA DALAM PMA NOMOR 20 TAHUN 2019 TENTANG PENCATATAN PERNIKAHAN PERSPEKTIF GENDER

    No full text
    Pemahaman tentang penghulu dalam PMA Nomor 20 Tahun 2019 Tentang Pencatatan Pernikahan terutama pada perspektif gender masih terbatas pada orang-orang tertentu; untuk itu permasalahan ini harus dikaji lebih dalam lagi dengan seiring perkembangan zaman dimana wanita ingin disejajarkan atau disamakan haknya dari beberapa aspek dengan kaum pria. Sehingga wanita tidak selalu terdiskriminasi dan tersubordinasi dalam hal kiprah di ruang publik terutama menjadi penghulu wanita. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research), yaitu dengan menelusuri literatur atau sumber sumber data yang diperoleh dari buku�buku, jurnal-jurnal, dan lainnya yang memiliki hubungan langsung atau tidak langsung dengan tema ini. Penelitian ini menggunakan alat analisis gender yang mana membahas tema penelitian lebih luas tidak hanya sekedar dari sudut pandang perempuan akan tetapi keduanya dengan berdasarkan prinsip kesetaraan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penghulu wanita dalam PMA Nomor 20 Tahun 2019 Tentang Pencatatan Pernikahan yang dilihat dari sesi gender. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa dalam Undang undang tentang kepenghuluan tidak disebutkan secara spesifik dan tidak adanya keharusan jika jabatan penghulu dijabat oleh seorang laki-laki, seperti yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2019 tentang Pencatatan Pernikahan pasal 1 ayat (5) menyebutkan bahwa penghulu yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai Pegawai Pencatat Nikah yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh Menteri Agama untuk melaksanakan kegiatan pelayanan nikah/rujuk, pengembangan kepenghuluan, dan bimbingan masyarakat Islam. Maka dengan adanya hal tersebut, menunjukkan bahwa jabatan penghulu tidak hanya bisa dijabat oleh seorang laki-laki saja tetapi juga wanita. Tentu saja di Indonesia sebagai negara demokrasi sangat dimungkinkan penghulu wanita itu terjadi. Dengan adanya penghulu wanita tersebut juga dapat menghindarkan perempuan dari ketidakadilan gender yang termanifestasikan ke dalam lima bentuk yaitu subordinasi, stereotipe, violence, beban kerja, dan marginalisasi. Akan tetapi pemahaman tentang gender dikalangan masyarakat masih sangatlah kurang sehingga diperlukannya sosialisasi lebih mendalam

    IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF SECARA ONLINE (DARING) DI KELAS 1 MIN 1 BANYUMAS

    No full text
    This study aims to determine the Implementation of Integrative Thematic Learning Online (Online) in Class 1 MIN 1 Banyumas. This research is a qualitative descriptive study. The research subjects consisted of 6 lower grade teachers as key informants and the principal as informants. Data collection techniques used are observation, interviews, questionnaires and documentation. Data were analyzed using data reduction steps, data display, and drawing conclusions. The technique of checking the validity of the data is by using the triangulation method. The results show that the learning planning stage still looks varied during online learning during the covid-19 pandemic. At the stage of implementing thematic learning, most of the lower grade learning activities have not used the thematic learning model, it can be seen in the delivery of material that is still fragmented due to several factors. However, there are also those who have used the thematic learning model well. At the assessment stage, the thematic assessment model has not been used. Assessment of learning outcomes carried out by all teachers is in the form of a written test which is still carried out separately, according to the subject matter and is carried out in several stages. In the process assessment, only attitude assessment is carried out, and only grade I teachers carry it out. The Learning Implementation Plan (RPP) used is the RPP that has been recommended by the government and agreed upon by the madrasa. The assessment is taken from the collection of student assignments which can be collected through the application or directly accompanied by the guardian of the student and complying with the health protocol

    PENERAPAN METODE PEMBERIAN TUGAS DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS III B DI SEKOLAH DASAR NEGERI KARANGDADAP KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS

    No full text
    Metode pembelajaran sangatlah penting dalam berlangsungnya proses belajar mengajar. Guru dituntut dapat memilih metode yang sesuai untuk diterapkan dalam kegiatan belajar. Melalui metode pemberian tugas peserta didik dapat melaksanakan kegiatan belajar melalui tugas yang diberikan dan mempertanggungjawabkan tugasnya. Dalam pembelajaran tematik metode pemberian tugas dapat membantu guru untuk menyampaikan materi melalui latihan-latihan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana penerapan metode pemberian tugas dalam pembelajaran tematik kelas III B di SD Negeri Karangdadap. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini adalah guru kelas III B, peserta didik kelas III B dan kepala SD Negeri Karangdadap. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif menurut Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode pemberian tugas dalam pembelajaran tematik di kelas III B di Sekolah Dasar Negeri Karangdadap melalui tiga fase dan dalam pelaksanaan pembelajarannya melalui tiga tahap pembelajaran yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Adapun tiga tahap dalam penerapan metode pemberian tugas yaitu yang pertama fase pemberian tugas yang meliputi kegiatan pemberian tugas yang dilakukan setelah penyampaian materi pembelajaran tematik dilaksanakan. Yang kedua fase pelaksanaan tugas dimana peserta didik melaksanakan tugas yang dilimpahkan. Yang ketiga fase pertangungjawaban tugas dimana peserta didik melaksanakan pelaporan hasil tugasnya

    IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO DALAM PEMBIAYAAN MUDHARABAH DI KSU BMT DANA MENTARI KANTOR LAYANAN KARANGLEWAS

    No full text
    ABSTRAK Lembaga keuangan syariah memiliki perkembangan yang sangat pesat. Pembiayaan merupakan salah satu produk yang dimiliki lembaga keuangan syariah yang dapat membantu kelangsungan pertumbuhan perekonomian, semakin besar pembiayaan yang diberikan maka semakin besar juga risiko yang akan dihadapi. Selain itu tentunya tidak lepas dari berbagai macam masalah yang seringkali datang, baik yang bersumber dari faktor internal maupun faktor eksternal. Risiko yang harus diperhatikan yaitu risiko pembiayaan, risiko yang tidak dapat ditangani secara serius akan berakibat fatal sehingga perlu adanya manajemen risiko pembiayaan yang baik dan tepat untuk meminimalisir terjadinya risiko yang akan timbul dari berbagai kegiatan lembaga keuangan syariah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan manajemen risiko pembiayaan mudharabah di KSU BMT Dana Mentari Kantor Layanan Karanglewas. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan jenis penelitiannya adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisis data yang digunakan yaitu dengan reduksi data, penyajian data, kemudian penarikan kesimpulan dan verifikasi. Teknik pemeriksaan data pada penelitian ini menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi manajemen risiko dalam pembiayaan mudharabah pada KSU BMT Dana Mentari Kantor Layanan Karanglewas menggunakan 4 tahap yaitu identifikasi risiko, pengukuran risiko, pemantauan risiko, dan pengendalian risiko. Dalam proses manajemen risiko tahap identifikasi risiko dalam proses pembiayaan mudharabah menggunakan prinsip 5C yang meliputi character, capacity, capital, collateral, dan condition. Dari kelima prinsip 5C yang utama digunakan oleh KSU BMT Dana Mentari Kantor Layanan Karanglewas adalah prinsip character dan collateral. Kata Kunci : Manajemen Risiko, Pembiayaan Mudharabah, KSU BMT Dana Mentari Kantor Layanan Karanglewa

    PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP KINERJA SOSIAL STUDI KASUS BANK SYARIAH SWASTA TERDAFTAR DI OJK TAHUN 2016-2020

    No full text
    Perbankan syariah merupakan lembaga keuangan yang menjalankan sistemnya dengan syariat Islam. Perbankan syariah dituntut untuk tidak hanya mementingkan keuangan perusahaan saja, namun harus mementingkan kepentingan sosial masyarakat juga. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kinerja keuangan dan juga kinerja sosial Bank Umum Syariah Swasta di Indonesia periode tahun 2016-2020. Kinerja keuangan diukur dengan Profitabilitas (Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE)) dan Likuiditas (Current Ratio (CR)). Sementara kinerja sosial diukur dengan Islamic Social Reporting (ISR). Penelitian ini menggunakan populasi dari industri perbankan syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2016-2020. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 6 (enam) Bank Umum Syariah Swasta yaitu Bank Muamalat Indonesia, Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN) Syariah, Bank Panin Dubai Syariah, Bank Mega Syariah, Bank Jabar Banten Syariah, dan Bank Syariah Bukopin. Penelitian ini menggunakan alat analisis SPSS versi 15.0. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa Return On Asset dan Return On Equity tidak berpengaruh terhadap Islamic Social Reporting. Sedangkan Current Ratio berpengaruh terhadap Islamic Sosial Reporting. Secara simultan ROA, ROE dan CR berpengaruh terhadap Islamic Sosial Reporting

    KASUS MALPRAKTEK ANESTESI PERSPEKTIF PERATURAN KEMENTRIAN KESEHATAN NO. 18 TAHUN 2016 TENTANG IZIN DAN PENYELENGGARAAN PRAKTIK PENATA ANESTESI (Studi Analisis Putusan Praperadilan Nomor 3/Pid.Prap/2018/PnTjk)

    No full text
    Malpraktek merupakan suatu kesalahan dan kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dalam melaksanakan profesinya yang tidak sesuai dengan standar profesinya dan standar prosedur operasional, akibat kesalahan atau kelalaian tersebut pasien menderita luka berat, cacat, bahkan meninggal dunia. Hal ini bukan hanya terjadi di Rumah Sakit tetapi juga terjadi di Klinik Kecantikan dimana profesi Dokter spesialis menjadi tolak ukur apabila ada pasien yang akan melakukan treatment. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pustaka (library research), sehingga mengambil dan mengolah data dari sumber-sumber kepustakaan seperti buku-buku dan jurnal yang terkait dengan penelitian ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif (normatif yuridis) atau penelitian doktrinal. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah metode dokumentasi yakni data-data yang dikumpulkan dari sumber sumbernya, seperti Peraturan Kementrian Kesehatan No.18 Tahun 2016, Putusan Praperadilan No. 3/Pid.Prap/2018/PnTjk, Undang-undang, dan Buku-buku. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi (Content Analysis), yaitu suatu teknik dipergunakan dalam menganalisis terhadap isi suatu informasi secara tertulis yang bertujuan untuk menarik kesimpulan dari informasi yang dianalisis tersebut. Penelitian ini menunjukan bahwa pertimbangan Hakim dalam memutuskan perkara Praperadilan bahwa Dokter Roboot yang diduga melakukan Tindak Pidana Malpraktek bidang Kedokteran dianggap bebas karena adanya tindakan penghentian penyidikan oleh Kepolisian yang menggap Elyana Subekti sebagai Pemohon ialah kurang cukup bukti kurang tepat karena menurut implementasi isi dari Putusan Praperadilan No. 3/Pid.Prap/2018/PnTjk terhadap Peraturan Kementrian Kesehatan pasal 11 ayat (1) (2) dan (3) kurang di terapkan oleh dokter, hal tersebut hanya mencakup bagian dari Praanestesi saja, sedangkan dalam Peraturan Kementrian Kesehatan No. 18 Tahun 2016 ada tiga tahapan yang berarti tahapan Intraanestesi dan Pascaanestesi kurang diperhatikan

    KONTRIBUSI USAHA PEMBIBITAN TANAMAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA (Studi Kasus : Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas)

    No full text
    Berbagai jenis usaha di sektor pertanian semakin beragam, salah satu jenis usahatani di sektor pertanian yang menjadi sumber pendapatan masyarakat desa adalah usaha pembibitan tanaman. Pembibitan tanaman merupakan usaha pada sektor pertanian yang bergerak di bidang produksi sampai dengan pemasaran bibit tanaman. Adapun salah satu daerah yang menggantungkan usaha pembibitan tanaman sebagai penggerak ekonomi masyarakat yaitu Desa Dawuhan Wetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi usaha pembibitan tanaman terhadap pendapatan rumah tangga di Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Selain itu, penelitian ini mengkaji faktor pendorong dan faktor penghambat dalam usaha pembibitan tanaman di Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Jenis dari penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode kualitatif. Populasi penelitian adalah semua petani yang menjalankan usaha pembibitan tanaman. Sampel diambil sebanyak 23 petani pembibitan tanaman. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kontribusi usaha pembibitan tanaman terhadap pendapatan rumah tangga adalah sebesar 58,9%. Hal ini menunjukan bahwa usaha pembibitan tanaman yang dijalankan oleh petani memiliki kontribusi cukup besar terhadap pendapatan rumah tangga. Pendapatan dari usaha pembibitan tanaman mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga petani seperti untuk biaya sekolah, biaya makan sehari-hari, dan biaya keperluan lainnya. Faktor pendukung usaha pembibitan tanaman di Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas adalah sumber daya alam yang melimpah, tenaga kerja mudah diperoleh, dan lingkungan sosial yang mendukung. Sedangkan faktor penghambat usaha pembibitan tanaman di Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas adalah modal terbatas yang dimiliki petani, pandemi covid-19, dan musim kemarau

    0

    full texts

    10,362

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository IAIN Purwokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇