Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
    10362 research outputs found

    A groupoid approach to geometric mechanics

    No full text
    We consider numerous variations of a rigid body in an inviscid fluid. The different cases are specified by the properties of the fluid; the fluid may be compressible or incompressible, irrotational or not. By using groupoids we generalize Arnold’s diffeomorphism group framework for fluid flows to show that the well-known equations governing the motion of these various systems can be viewed as geodesic equations (or more generally, Newton’s equations) written on an appropriate configuration space. We also show how constrained dynamical systems on larger algebroids are in many cases equivalent to dynamical systems on smaller algebroids, with the two systems being related by a generalized notion of Riemannian submersion. As an application, we show that incompressible fluid-body motion with the constraint that the fluid velocity is curl- and circulation-free is equivalent to solutions of Kirchhoff’s equations on the finite-dimensional algebroid se�n�. In order to prove these results, we further develop the theory of Lagrangian mechanics on algebroids. Our approach is based on the use of vector bundle connections, which leads to new expressions for the canonical equations and structures on Lie algebroids and their duals. The case of a compressible fluid is of particular interest by itself. It turns out that for a large class of potential functions U, the gradient solutions of the compressible fluid equations can be related to solutions of Schr¨odinger-type equations via the Madelung transform, which was first introduced in 1927. We prove that the Madelung transform not only maps one class of equations to the other, but it also preserves the Hamiltonian properties of both equations.

    AEROBIC AQUEOUS REDOX CATALYSIS BY A RUTHENIUM–HYDRIDE SPECIES AND EVIDENCE FOR THE REDUCING/HYDRIDE TRANSFER ABILITY OF BIOLOGICAL OXIDANTS

    No full text
    Reactive oxygen species (ROS), such as superoxide and hydrogen peroxide, have been classically viewed as being monolithically harmful to biological systems, only leading to disease and dysfunction. This understanding has evolved recently in light of new findings; 1) ROS are essential in fighting infections and 2) antioxidant enzyme, catalase that removes ROS (antioxidant activity) can also generate ROS (pro-oxidant activity) depending on the identity of the corresponding oxidized product

    STRATEGI GURU BAHASA ARAB DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA ARAB DI MTS NU 01 KRAMAT KABUPATEN TEGAL

    No full text
    Di MTs NU 01 Kramat Kabupaten Tegal siswa masih banyak yang belum lancar membaca teks Arab bahkan ada yang baru bisa membaca huruf hijaiyyah. Anggapan siswa bahwa bahasa Arab sulit juga mengakibatkan rendahnya minat siswa untuk mengikuti pembelajaran bahasa Arab. Oleh sebab itu, seorang guru harus mengetahui karakteristik siswa sebelum menerapkan strategi pembelajaran yang akan digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi guru bahasa Arab dalam meningkatkan keterampilan membaca Arab di MTs NU 01 Kramat Kabupaten Tegal. Metode penelitian ini ialah kualitatif, serta yang menjadi subjek dalam penelitian ini yaitu guru bahasa Arab dan siswa di MTs NU 01 Kramat. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu : observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Strategi guru bahasa Arab dalam meningkatkan keterampilan membaca Arab adalah menggunakan strategi Qirã’ah Jahriyah (Reading aloud), Al-Ṣawãb wa Al-khața’ (True or False) dan Al-mu’alim Al-Ĥãdżi (tutor sebaya), guru juga melakukan pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) guna meningkatkan keterampilan membaca Arab. Hambatan guru dalam melaksanakan strategi adalah masih banyaknya siswa yang belum lancar membaca Arab, kurang memadainya sarana prasarana yang dipergunakan, anggapan siswa tentang bahasa Arab dan minat siswa yang rendah. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pada siswa kelas VIII menunjukan peningkatan dalam keterampilan membaca Arab seperti siswa mampu membaca Arab bersambung, dan lebih lancar walaupun belum semuanya lancar. Kata Kunci : Bahasa Arab, Strategi Guru, Keterampilan Membac

    THE ROLE OF THE AL-ITTIHAAD MADRASAH FORUM (FORMAT)ON QUALITY OF RELIGIOUS LEARNINGIN MADRASAH DINIYAH AL-ITTIHAAD 2 PASIR LOR, KARANGLEWAS DISTRICT, BANYUMAS REGENCY

    No full text
    Globalization continues to have an impact on the social and cultural growth of Muslims in Indonesia in general, as well as Islamic education in particular in this millennial era, difficulties or moral problems involving the morals or character of the younger generation are the beginnings that often occur and we often face in society. They are more involved in gadgets and neglect to learn religious information from an early age. Thus, the existence of education such as Madrasah Diniyah is so important for the future of the younger generation in the context of improving the nation. Therefore, a forum or forum was formed to facilitate diniyah madrasas to improve performance, strategies, and the quality of religious learning by establishing a FORMAT or al-ittihaad madrasa forum. The research was conducted at Madrasah Diniyah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor, Karanglewas District, Banyumas Regency using descriptive qualitative research. Observation, interview, documentation, and triangulation approach were used to collect information. The findings of the research conducted at Madrasah Diniyah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor, Karanglewas District, Banyumas Regency regarding the Role of the Al-Ittihaad Madrasah Forum (FORMAT) on the Quality of Religious Learning, namely: 1) Al-Ittihaad Madrasah Forum (FORMAT) has attempted to develop its role to improve the quality of religious learning, namely by making curriculum regulations, learning entry hours, and rules. 2) The Al-Ittihaad Madrasah Forum has improved its performance, namely by developing programsor performance in improving the quality of religious learning with the existence of subject teacher associations and teacher meetings every mont

    STRATEGI SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIK DI SEKOLAH BERSTANDAR INTERNASIONAL MI ISTIQOMAH SAMBAS PURBALINGGA

    No full text
    Strategi sekolah dalam meningkatkan mutu pendidik merupakan perumusan metode, pendekatan dan langkah yang diambil oleh pihak sekolah dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi untuk dapat meningkatkan mutu dari pendidik itu sendiri. Rumusan masalah pada skripsi ini adalah bagaimana strategi sekolah dalam meningkatkan mutu pendidik di sekolah berstandar internasional MI Istiqomah Sambas Purbalingga? Tujuan dari penelitian ini adalah dapat mengetahui strategi peningkatan mutu pendidik di MI Istiqomah Sambas purbalingga yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) yang memiliki sifat desktiptif. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk berkaitan degan menganalisis data yang diperoleh, peneliti menggunakan cara megumpulkan seluruh data, mereduksi data, menyajikan data dan meyimpulkan data. Hasil dari penelitian kali ini strategi sekolah dalam meningkatkan mutu pendidik di sekolah berstandar internasional MI Istiqomah Sambas PurbalinggaMemiliki bebearapa pola yang pertama pola strategi awal sekolah, pola peningkatan mutu pendidik menggunakan pola struktural dan pola Non struktural. Pada pola strategi awal sekolah MI Istiqomah sambas menentukan visi dan misi sekolah, kebijakan mutu, menegemen sekolah dan juga menentukan tenaga pendidik MI Istiqomah Sambas Purbalingga, Menentukan standar mutu dan jaminan mutu produk ataupun layanan. Pola peningkatan mutu pendidik menggunakan pola struktural meliputi rekrutmen dan seleksi dan juga Penempatan bagian. Yang terakhir menggunakan pola Non struktural yang meliputi Perencanaan program kerja MI Istiqomah Sambas Purbalingga, pelaksanaan porgram kerja MI Istiqomah Sambas Purbalingga yang tebagi menjadi pelaksanaan program peningkatan mutu pendidik menggunakan program sekolah yang meliputi program kegiatan in house training, Kerjasama Dengan Ummi Foundation Bandung, rapat kordinasi, KKG internal MI Istiqomah Sambas Purbalingga. Dan juga pelaksanaan program peningkatan mutu pendidik menggunakan program pihak ketiga atau pihak lain. meliputi kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh pihak luar sekolah seperti kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat), workshop, kelompok kerja guru (KKG) dan juga pelatihan-pelatihan

    MOTIF DAN PERILAKU MENONTON FILM ONLINE MAHASISWA DALAM PERSPEKTIF TEORI USES AND GRATIFICATIONS (STUDI PADA MAHASISWA UIN PROF. K. H. SAIFUDDIN ZUHRI PURWOKERTO)

    No full text
    Skripsi ini merupakan hasil penelitian yang menggambarkan adanya perkembangan zaman, gadget sudah berkembang sangat luas selain untuk memperoleh informasi yang juga difungsikan sebagai alat komunikasi juga ditambahkan berbagai fitur yang memungkinkan penggunanya melakukan berbagai kegiatan mulai dari berkomunikasi lewat telfon, berkirim pesan, foto dan berbagai macam fitur yang ada seperti bermain game, mendengarkan musik hingga menonton film. Dengan adanya fenomena demam streaming yang terjadi serta penggunaan aplikasi penyedia film kini semakin banyak diminati dimasyarakat, penulis tertarik melakukan penelitian ini yang dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku serta motif yang digunakan mahasiswa UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto dengan menggunakan Teori Uses and Gratification. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang menjelaskan data dengan mendalam. Sampel penelitian dipilih secara purporsive dengan melibatkan empat mahasiswa UIN Prof. K. H Saifuddin Zuhri Purwokerto. Metode analisis yang digunakan yakni metode analisis kualitatif dimana data dikumpulkan melalui wawancara non terstruktur secara online maupun offline dan juga dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif, perilaku, dan kepuasan mahasiswa terhadap menonton film online berbeda. Terlihat bahwa siswa menonton film berdasarkan lima kebutuhan, tiga informan menggunakan kebutuhan kognitif untuk mencari informasi, dan bahwa kebutuhan afektif dipuaskan keseluruhan dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan. Hanya satu informan yang dapat memenuhi kebutuhan akan integrasi pribadi. Tiga informan memenuhi kebutuhan akan integrasi sosial. Kebutuhan akan pelepasan, yang memungkinkan informan untuk memilih film yang akan mereka tonton nanti untuk mengisi waktu luang, dimanfaatkan oleh semua informan

    KONSEP MODERASI BERAGAMA PERSPEKTIF MUHAMMAD QURAISH SHIHAB

    No full text
    Problematika yang dihadapi oleh manusia khusunya umat Islam semakin kompleks, baik internal maupun eksternal. Hal tersebut ditandai dengan seiring berkembannya zaman dan kemajuan teknologi serta gaya hidup manusia. Diantara problem yang terjadi adalah munculnya sikap berlebihan dan menggampangkan dalam mengamalkan ajaran agama, karena pemahaman yang kurang benar. Moderasi yang sejatinya merupakan karakter dari agama itu senidiri perlu dikampanyekan kembali supaya penganutnya dalam beragama memiliki sikap moderat. Moderasi sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kehidupan yang dialami oleh manusia supaya tercipta kehidupan yang harmonis dan damai. Moderasi menurut Muhammad Quraish Shihab berasal dari kata wasath, sadad, qashd, dan istiqamah yang dartikan pertengahan dan seimbang (adil). Moderasi bermakna keseimbangan yang dimaksud adalah mencakup keseimbangan dalam segala aspek kehidupan baik pandangan, sikap dan cara mencapai tujuan, keseimbangan antara jasad dan ruh, dunia dan akhirat, negara dan agama, ide dan realitas, individu dan kelompok, akal dan naql (teks keagamaan), klasik dan modern dan seterusnya. Penganut moderasi menyikapi segala persoalan hidup dengan seimbang (adil), berpedoman dengan petunjuk agama serta kondisi objektif yang sedang dialami dalam menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapi. Asas atau dasar dari moderasi itu sendiri adalah sikap berlebihan (ekstrem) dan menggapangkan dalam mengamalkan ajaran-ajaran agama. Aspek atau ruang lingkupnya mencakup semua bidang, diantaranya: akidah, syariah, akhlak, hukum, sosial, politik, ekonomi, dan pemikiran. Untuk mewujudkan moderasi menurutnya ada tiga syarat yang harus dipenuhi. Pertama, memiliki pengetahuan, kedua, mengendalikan emosi, dan ketiga, berhati-hati. Kata Kunci: Moderasi Beragama; Muhammad Quraish Shiha

    PEMBENTUKAN JIWA KEPEMIMPINAN PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI MTS RIYADUSH SHOLIHIN PURWAREJA KLAMPOK BANJARNEGARA

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini fokus mengkaji pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dan PMR dalam pembentukan jiwa kepemimpinan peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini menggunakan informan Kepala Madrasah sebagai kunci, pembina atau koordinator ekstrakurikuler pramuka dan PMR sebagai informan pertama, serta Waka Kesiswaan Sebagai informan kedua. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dalam mengumpulkan data. Hasil penelitian ini terdapat pada kegiatan ekstrakurikuler pramuka dan PMR, pada ekstrakurikuler pramuka dalam membentuk jiwa kepemimpinan dapat dilihat pada saat peserta didik mengikuti kegiatan-kegiatan, lomba, dan upacara apel maupun upacara bendera, persami atau kegiatan lainnya. Kegiatan ekstrakurikuler PMR menemukan kekosongan selama beberapa tahun terakhir ini diakibatkan karena adanya wabah virus Covid-19 dan pergantian pembina baru. Membentuk jiwa kepemimpinan pada ekstrakurikuler PMR dapat dilihat ketika peserta didik mengikuti upacara bendera, kegiatan-kegiatan, lomba dan jambore Nasional maupun LDK. Realisasi untuk kegiatan ekstrakurikuler PMR pihak madrasah diharapkan aktif kembali supaya dapat meningkatkan kemampuan, bakat minat dan potensi peserta didik

    PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM PEMAHAMAN MUFRODAT UNTUK KELAS 3 DI MIN 2 BANYUMAS TAHUN 2022

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengunaan media gambar dalam pembelajaran mufrodat untuk kelas 3 MIN 2 Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan terdiri dari sumber data primer yaitu kepala sekolah dan sumber data sekunder yaitu guru dan siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif Miles dan Huberman, yang terdiri dari tiga tahapan yaitu penyajian data, reduksi data, dan analisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penngunaan media gambar dalam pemahaman mufrodat untuk kelas 3 di MIN 2 Banyumas sebagai berikut : guru sudah menggunakan media gambar tersebut meskipun tidak selalu digunakan disetiap pertemuan karena berbagai faktor. Dalam penggunaannya guru melakukan perencanaan terlebih dahulu yaitu merancang media gambar yang akan digunakan, kemudian guru memperagakan di depan kelas sesuai mufrodat yang ada. Terakhir yaitu evaluasi yang dilakukan oleh guru. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti semua rangkaian pembelajaran mengguakan media gambar berjalan dengan baik. Media gambar juga meningkatkan antusias siswa, menghidupkan kelas menjadi lebih aktif dan menambah pemahaman siswa yang berdasarkan hasil evaluasinya memperoleh hasil yang baik. Kesimpulnnya adalah dengan adanya penggunaan media gambar dalam pembelajaran mufrodat untuk kelas 3 di MIN 2 Banyumas akan meningkatkan antusias siswa, menjadikan kelas menjadi lebih aktif dan meningkatkan pemahaman siswa berdasarkan hasil evaluasi yang baik

    PENGEMBANGAN KECERDASAN KINESTETIK PADA SISWA MELALUI PEMBELAJARAN OLAHRAGA KELAS V DI MI WATHONIYAH GLEMPANG KECAMATAN MANDIRAJA KABUPATEN BANJARNEGARA

    No full text
    Abstrak: Kecerdasan kinestetik siswa dapat distimulasi dengan berbagai kegiatan, salah satunya yakni melalui pembelajaran olahraga, dengan melakukan pembelajaran olahraga dapat mengembangkan koordinasi dan ketangkasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengembangan kecerdasan kinestetik pada siswa melalui pembelajaran olahraga kelas V Madrasah Ibtidaiyah Wathoniyah Glempang Mandraja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumen yang dianalisis dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian adalah pengembangan kecerdasan kinestetik melalui pembelajaran olahraga siswa kelas V di MI Wathoniyah Glempang dilaksanakan melalui kegiatan atletik, senam dan permainan dalam rangka mengembangkan keceradan kinestetik pada aspek koordinasi anggota tubuh, kelincahan dan fleksibilitas, kekuatan dan keseimbangan badan serta koordinasi mata tangan dan juga kaki, yakni koordinasi dalam gerakan untuk melatih keseimbangan, kelenturan dan kelincahan yang ditunjukkan adanya kemampuan siswa untuk membangun hubungan yang penting antara pikiran dengan tubuh, menyebabkan tubuh dapat merepon objek dan menghasilkan gerakan yang lebih sempurna. Materi dan metode pengembangan kecerdasan kinestetik dalam pembelajaran olahraga siswa kelas V di MI Wathoniyah Glempang mencakup materi pokok meliputi atletik, senam, permainan dan pendidikan kesehatan dan materi pilihan meliputi materi yang ditentukan guru sesuai kondisi madrasah seperti renang, pencak silat, tenis meja dan lain sebagainya. Metode pengembangan kecerdasan kinestetik melalui pembelajaran olahraga adalah metode bermain dan permainan digunakan untuk menyampaikan materi atletik, senam dan permainan dengan menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran. Selanjunya metode penjelajahan gerak digunakan untuk memberi kebebasan kepada siswa dalam mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya dengan mengeksplorasi gerakan sesuai kemampuan, kemauan dan tingkat perkembangan siswa

    0

    full texts

    10,362

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository IAIN Purwokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇