Jurnal ProNers
Not a member yet
    328 research outputs found

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN STIGMA DAN DISKRIMINASI TERHADAP ORANG DENGAN HIV AIDS PADA REMAJA DI PONTIANAK BARAT TAHUN 2018

    Get PDF
    Latar Belakang: Tingginya stigma dan diskriminasi dimasyarakat menjadi hambatan dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS karena dapat mengganggu kualitas hidup ODHA. Kurangnya pengetahuan mengenai HIV AIDS merupakan satu diantara faktor penyebab tingginya stigma dan diskriminasi. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV AIDS pada remaja di Pontianak Barat tahun 2018. Metode: Korelasi kuantitatif dengan rancangan cross sectional-study, teknik sampel menggunakan rancangan Consecutive Sampling, dengan 150 sampel. Pengambilan data menggunakan kuesoiner dan di uji dengan Pearson Corelation. Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan korelasi negatif dengan nilai Signifikansi sebedar 0.000 dan Pearson Corelation sebesar -0,514. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA pada remaja di Pontianak Barat. Kata kunci: Stigma dan Diskriminasi, HIV AIDS, Remaja Referensi: 67 (2000-2018) ABSTRACT Background: The high level of stigma and discrimination in society become the obstacle in running prevention and countermeasures of HIV AIDS program since it caused harms the quality of PLWHA lives. Lack of knowledge about HIV AIDS is one of the factors causing high stigma and discrimination. Purpose: To find out the correlation of knowledge level between stigma and discrimination toward people with HIV AIDS on adolescents in West Pontianak 2018. Method: Quantitative correlation design by cross sectional-study, sampling technique that used is Consecutive Sampling, with 150 samples. Data collection is by using questioner and tasted with Pearson Correlation. Result: This research shows that there is negative correlation with the amount of Significance value is 0,000 and Pearson Correlation value is -0.514. Conclusion: There is correlation between the level of knowledge toward stigma and discrimination about ODHA on adolescents in West Pontianak. Keyword: Stigma and Discrimination, HID AIDS, Adolescents Reference: 67 (2000-2018

    The Effect of Intradialytic Exercise on Stress in Hemodialysis Patients in Islamic Hospital Foundation (YARSI) Pontianak

    Get PDF
    Background: Patients diagnosed with chronic kidney failure (CKF) and are required to undergo hemodialysis will experience physical and psychological changes. These changes become the source of stress. Although many studies support the beneficial effect of exercise on stress in hemodialysis patients, its implementation as a part of medical treatment is lacking. Aim: To investigate the effect of intradialytic exercise on stress level in hemodialysis patients. Method: This quasi-experimental study used pre- and post-test, conducted on 32 subjects who were collected through purposive sampling technique. The stress level was measured with Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Paired-t, Wilcoxon and Mann-Whitney tests were used for the analysis. Result: After being given the intervention of intradialytic exercise showed a decrease in the score of stress as indicated by the wilcoxon test gave a value p = 0,021, while on the control group value p= 0,164 as indicated by the paired T test. The results showed no difference in post test the intervention group and control group obtained from the results of the Mann Whithney test with a value p= 0,731. Conclusion: The intradialytic exercise had a significant effect on stress level in hemodialysis patients

    LATIHAN FISIK INTRADIALISIS DALAM MEMPERBAIKI KADAR HEMOGLOBIN PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSI YARSI PONTIANAK

    Get PDF
    Background: Patients with chronic kidney disease generally suffer from complications, including anemia along with bone and mineral disorders so they often experience fatigue due to low hemoglobin levels. so it takes the alternative physical intervention to improve these conditions. Objective: This research to determine the effect of intra dialysis physical exercise in improving hemoglobin levels in patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis at the Yarsi Islamic Hospital Pontianak. Method: Quantitative research uses pre and post test with control group. The sampling technique used was purposive sampling with 16 respondents in the treatment group given physical exercise intervention and nutritional diet and 16 respondents in the control group were only given a nutritional diet. The instrument used was a hemoglobin meter GcHb and a hemoglobin observation sheet. Results: The mean value in the treatment group before intervention was 8.29 and after the intervention increased to 8.21 while in the control group the mean value before the nutritional diet was 9.02 and after the nutritional diet was 8.5. Paired T test results in the physical exercise treatment group were P = 0.48 and the value in the diet control group was P = 0.13. Unpaired T value obtained P = 0.5 with a value of P value> ? (0.05) there is no difference in the two groups. Conclusion: There was no effect in intra dialysis physical exercise in improving hemoglobin levels and there was no significant difference between intra dialysis physical exercise and nutritional diet in the intervention group and control group in patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis at RSI Yarsi Pontianak it means hemoglobin levels couldn’t improve by intra dialysis physical exercise. Keywords: Chronic Kidney Disease, Hemodialysis, Intra Dialysis Physical Exercise, Hemoglobi

    The Correlation of Family Support and Relapse Prevention in Patients with Schizophrenia in Out-Patients Unit of Sungai Bangkong Psychiatric Hospital Pontianak

    Get PDF
    Background: The high relapse rate that reaches 67% in patients with schizophrenia is caused by multiple factors, one of them is lack of family support. Patients with schizophrenia need family support during their regiment process to prevent the relapse from occurring. Aim: To identify the correlation of family support (emotional, instrumental, informational and value or reward supports) and relapse prevention in patients with schizophrenia in Sungai Bangkong Psychiatric Hospital, Pontianak. Method: This is a cross-sectional study. The study sample was collected with non-probability purposive sampling method with a total of 81 respondents. Instrument used in this study is a questionnaire with 16 questions in total. Chi-square test was used for the bivariate analysis. Result:  Characteristics of respondents were at the age of the early elderly, with male gender, high school education and private or entrepreneurial work. The analysis shows that there was a correlation between family support and relapse prevention in patients with schizophrenia (p = 0.028). Conclusion: There was a correlation between family support and relapse prevention in patients with schizophrenia in Sungai Bangkong Psychiatric Hospital, Pontianak

    PENGARUH SENAM KAKI DIABETES TERHADAP SENSITIVITAS KAKI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI UPTD RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar belakang: Hiperglikemi yang tidak terkontrol dan berkepanjangan padapenderita diabetes miletus tipe 2 dapat menimbulkan beragam komplikasi vaskuler,salah satunya neuropati. Neuropati biasanya ditandai dengan adanya penurunansensitivitas kaki diakibatkan terganggunya sirkulasi perifer. Senam kaki diabetesmerupakan salah satu latihan jasmani yang dapat membantu memperbaiki sirkulasidarah perifer sehingga meningkatkan sensitivitas sensorik kaki penderita. Tujuan: Mengetahui pengaruh senam kaki diabetes terhadap sensitivitas kaki padapasien diabetes melitus tipe 2 di UPTD RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie KotaPontianak.Metode: Penelitian ini menggunakan quasi eksperiment dengan rancangan controlgroup pre-post test design. Sampel penelitian ini berjumlah 34 responden. Instrumenpenilaian menggunakan skala sensitivitas dengan alat monofilamen. Senam kakidilakukan setiap hari selama seminggu. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh senamkaki diabetes terhadap peningkatan sensitivitas kaki pasien diabetes melitus tipe 2 diUPTD RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.Kesimpulan: Hasil penelitian menyimpulkan senam kaki diabetes dapat membantumeningkatkan sensitivitas kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2. Oleh karena itudiharapkan senam kaki diabetes dapat digalakkan untuk memperlancar sirkulasi periferpenderita demi mencegah komplikasi neuropati dan kaki diabetes.Kata Kunci: Senam kaki diabetes, sensitivitas kak

    PENGARUH PEMBERIAN JUS TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA UPK PUSKESMAS KAMPUNG DALAM KECAMATAN PONTIANAK TIMUR

    Get PDF
    PENGARUH PEMBERIAN JUS TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA UPK PUSKESMAS KAMPUNG DALAM KECAMATAN PONTIANAK TIMUR (The Effect Of Tomato Juice (Solanum Lycopersicum) Consumption On Blood Pressure In People With Hypertension In Kampung Dalam Public Health Center Eastern Pontianak) Nyemas Mu’min*, Fidi Rachmadi**, Faisal Kholid Fahdi*** *Mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Tanjungpura, **Kepala Pelayanan Medik Balai Paru-Paru Kota Pontianak ***Dosen Program Studi Keperawatan Universitas Tanjungpura ABSTRAK Latar Belakang : Hipertensi merupakan kondisi yang sering ditemukan pada pelayanan primer kesehatan, dan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas di Indonesia. Hipertensi terjadi ketika tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan diastolik > 90 mmHg. Selain penanganan farmakologi, penanganan pada hipertensi dapat dilakukan dengan bahan alamiah salah satunya adalah jus tomat. Jus tomat memiliki kandungan kalium dan likopen yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian jus tomat terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen menggunakan pendekatan non randomized control group pre test post test, teknik sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel 38 responden. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil : Hasil uji Wilcoxon sebelum dan sesudah intervensi tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi di dapatkan masing-masing nilai p value < 0,05. Hasil uji Mann Whitney tekanan darah sistolik dan diastolik sesudah intervensi pada kedua kelompok didapatkan masing-masing nilai p < 0,05. Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian jus tomat (solanum lycopersicum) terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja UPK Puskesmas Kampung Dalam Kecamatan Pontianak Timur, sehingga direkomendasikan untuk menjadi salah satu pilihan alternatif penanganan non farmakologi pada pasien yang menderita hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Jus Tomat, Tekanan Dara

    HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI MAKANAN DENGAN PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KAMPUNG DALAM PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang : Hipertensi merupakan kondisi di mana pembuluh darah terus-menerus menaikkan tekanan. Konsumsi lemak berlebih menyebabkan aterosklerosis sehingga menaikan tekanan darah, natrium memiliki sifat menarik air ke dalam pembuluh darah sehingga volume darah meningkat dan terjadilah kenaikan tekanan darah, kalium membantu tubuh menjaga keseimbangan jumlah natrium di dalam cairan sel, apabila tubuh kekurangan kalium, natrium yang berlebihan di dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan sehingga resiko hipertensi meningkat. Tujuan : Mengetahui hubungan antara konsumsi makanan dengan penderita hipertensi di Puskesmas Kampung Dalam Pontianak. Metodologi Penelitian : Desain penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel menggunakan Consecutive sampling dengan jumlah sampel 51 responden. Pengambilan data menggunakan tensimeter digital serta kuesioner Food Frequency Questionnare Method. Analisa menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil : Distribusi usia terbanyak kategori lansia (>46 tahun) sebanyak 34 responden (66,7%), sedangkan untuk jenis kelamin pada kategori perempuan sebanyak 30 responden (58,8%). Hipertensi terbanyak pada derajat 1 sebanyak 32 responden (62,7%), natrium terbanyak kategori sering sebanyak 32 responden (58,8%), lemak terbanyak kategori jarang sebanyak 47 responden (92,2%), natrium_lemak terbanyak kategori jarang sebanyak 36 responden (70,6%), kalium terbanyak kategori jarang sebanyak 48 responden (94,1%). Hasil yang didapatkan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov diperoleh nilai p = sig. (2-tailed) natrium (1,000), lemak (1,000), natrium_lemak (0,960) dan kalium (0,970). Kesimpulan : Tidak ada hubungan konsumsi makanan dengan penderita hipertensi di Puskesmas Kampung Dalam Pontianak tahun 2018

    HUBUNGAN KEADAAN EKONOMI DENGAN EFIKASI DIRI PASIEN LUKA DIABETIK DI KLINIK KITAMURA PONTIANAK

    Get PDF
    Pendahuluan : Luka diabetik merupakan luka terbuka pada permukaan kulit akibat abnormalitas saraf dan gangguan pembuluh darah arteri perifer. Efikasi diri pada pasien luka diabetik mempunyai arti bahwa seseorang mengetahui dan meyakini perlunya untuk merawat luka mereka, karena jika mereka tidak yakin mereka dapat merawat luka mereka, mereka cenderung tidak melakukan kegiatan perawatan diri. Kendala yang sering dirasakan masyarakat ketika terdiagnosa suatu penyakit adalah ekonomi. Biaya yang harus dikeluarkan pasien luka diabetik relatif sangat tinggi dengan rata-rata 4-5 juta rupiah dengan lama penyembuhan 2-3 bulan. Keterkaitan antara aspek ekonomi dengan efikasi diri pasien luka diabetik perlu diteliti dalam penelitian ini. Metodologi : Penelitian kuantitatif menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 91 responden pasien rawat jalan di Klinik Kitamura Pontianak. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner karakteristik responden dan DMSES. Hasil dianalisa menggunakan uji Spearman. Hasil : Didapatkan p value = 0,000 (< 0.05). Jumlah responden terbanyak yaitu berusia di atas 60 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan SMA/MA/Sederajat, tidak bekerja, dan memiliki penghasilan rendah. Jumlah responden yang memiliki efikasi diri sangat rendah berasal dari status ekonomi sedang dan rendah. Efikasi diri responden yang sangat tinggi berasal dari status ekonomi tinggi dan sangat tinggi. Simpulan : Terdapat hubungan keadaan ekonomi dengan efikasi diri pasien luka diabetik di Klinik Kitamura Pontianak. Kata Kunci : Ekonomi, Efikasi Diri, Luka Diabeti

    The Effect Of Intradialysis Exercise And Aromatherapy Lavender To Scores Fatigue Patient Hemodialysis In RSU Yarsi Pontianak

    Get PDF
    Background: Chronic kidney disease is a renal function disorder in which the body fails to maintain fluid and electrolyte metabolism. Chronic kidney disease causes problems in the body's ability which results in disrupted work activities, the body becomes easily fatigued and fatigued because of that it requires intradialysis exercise intervention and lavender aromatherapy to reduce fatigue felt by patients undergoing hemodialysis. Objective: To analyze the effect of intradialysis exercise and lavender aromatherapy on fatigue scores of patients undergoing hemodialysis. Method: Quantitative research used a quasy experiment with the type of pre test and post test nonequivalent control group in 32 respondents using purposive sampling technique. The instrument used the FACIT fatigue scale (version 4) questionnaire with 13 questions to measure fatigue scores. Test used using Paired T Test and Independent sample t test. Results: Paired T test results obtained on the fatigue score of the intervention group (p = 0,000) <0.005 with the mean value before the intervention of 25,56 and after the intervention 30,81. In the control group (p value = 0.001) <0.005 with a mean value before being given a control of 25,50 and after being given a control of 26,62. Conclusion: There are effects of intradialisis physical exercise and lavender aromatherapy administration on fatigue scores of patients undergoing hemodialysi

    PENGARUH TERAPI PIJAT BAYI TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI DURIAN

    Get PDF
    Latar Belakang : Masa bayi merupakan masa keemasan dan juga masa kritis padaperkembangan seseorang. Salah satu indikator untuk melihat kesehatan bayi adalahmelihat peningkatan BB (Berat Badan) pada bayi. Salah satu upaya untuk mengatasimasalah BB adalah memberikan stimulus seperti pijat bayi. Hal ini menjadi ketertarikanpeneliti karena terapi pijat bayi belum pernah dilakukan atau diberikan kepada bayiyang berada diwilayah kerja Puskesmas Sungai Durian.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap perubahan berat badan bayidibeberapa posyandu wilayah kerja Puskesmas Sui Durian.Metode : Penelitian kuantitatif, dengan menggunakan Quasi Experiment denganrancangan pretest-post tes with control group. Pada 32 bayi yang berada dibawah kurvayang berada diwilayh kerja Puskesmas Sungai Durian. Dengan menggunakaninstrumen SOP terapi pijat bayi dan lembar observasi. Hasil : Setelah diberikan pijat bayi pada bayi terdapat perubahan berat badan bayi yangdilakukan pijat bayi dan yang tidak dilakukan pijat. Nilai mean pre test pada kelompokintervensi 6,54 dan post test 6,69 sedangkan pada kelompok kontrol nilai mean pre test6,37 dan post test 6,43. Uji T berpasangan dengan nilai p 0,012 Kesimpulan : Ada pengaruh pijat bayi terhadap perubahan berat badan bayi dibeberapaposyandu wilayah kerja Puskesmas Sui Durian. Sehingga direkomendasikanmenggunakan terapi piyat bayi sebagai terapi komplementer dalam meningkatkan beratbadan bayi

    310

    full texts

    328

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ProNers
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇