Jurnal ProNers
Not a member yet
    328 research outputs found

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOMYOS SUDARSO PONTIANAK BARAT TAHUN 2019

    Get PDF
    Latar Belakang : Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang tergolong Athropod-Borne Virus, genus Flavivirus, dan famili Flavividae. DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk genus Aedes, terutama Aedes aegpti atau Aedes albocpitus. Pada hakekatnya penularan DBD tidak terlepas dari pengetahuan, pendidikan dan perilaku serta kondisi lingkungan tempat tinggal masyarakat yang bersangkutan. Jumlah kasus DBD dapat menurun aktif dalam melaksanakan program gerakan 3M plus. Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku masyarakat dalam penanggulangan penyakit demam berdarah (DBD) di wilayah kerja Puskesmas komyos Sudarso Pontianak Barat. Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 39 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner pengetahuan dan perilaku. Analisis data menggunakan chi square. Hasil : karakteristik responden berdasarkan analisis didapatkan jumlah responden terbanyak yaitu berjenis kelamin laki-laki (59%). Berdasarkan usia, didominasi oleh usia 36-50 tahun (38,5%). Berdasarkan tingkat pendidikan, didominasi oleh pendidikan SMA (Sekolah Menengah Atas) yaitu 76,9%. Berdasarkan pekerjaan yang paling banyak adalah pekerjaan swasta (59,0%). Berdasarkan pengetahuan dan perilaku analisis didapatkan hasil bahwa pada tingkat pengetahuan, responden memiliki tingkat pengetahuan baik (35,9%) dan pada perilaku, responden memiliki pengetahuan buruk (51,3%). berdasarkan Uji chi square dengan nilai p =0,034 (p<0,05). Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku dalam penanggulangan penyakit DBD di Wilayah kerja Puskesmas Komyos Sudarso Pontianak Barat. Kata Kunci : Pengetahuan, Perilaku, Demam berdarah (DBD), Penanggulangan. Referensi : 34 (2007-2018

    HUBUNGAN INTENSITAS NYERI GOUT ARHTRITIS DENGAN KEJADIAN INSOMNIADIPUSKESMAS SIANTAN HILIR KOTA PONTIANAK UTARA

    Get PDF
    Latar belakang: Gout Arthritis merupakan gangguan inflamasi akut yang ditandai adanya nyeri pada sendiakibat penimbunan kristal monosodium. Pravelensinya didunia menurut World Health Organization (WHO)berkisar 355 juta orang dan meningkat 4 kali lebih tinggi pada pria. Indonesia adalah negara terbesar ke 4didunia yang penduduknya menderita gout arthritis.Tujuan: Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui hubungan antara intensitas nyeri gout arthritis dengan kejadianinsomnia di Puskesmas Siantan Hilir Pontianak Utara.Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan metode penelitian analitik kolerasi dengan studi kohort danmenggunakan uji Gamma and Sommer’d. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 109 orang dengan jumlahsampel sebanyak 86 orang yang terdiagnosa gout arthritis di Puskesmas Siantan Hilir. .Hasil: Responden terbanyak berjenis kelamin laki-laki berjumlah 45 (52,3%). Intensitas nyeri respondensebagian besar memiliki nyeri sedang (4-7) dengan persentase 59,3 %. Kejadian insomnia sebagian besarresponden yang mengalamin insomnia berjumlah 46 (53,5%). Hasil statistik didapatkan dengan nilai p=value0,919 dengan nilai r=0,022 yang menunjukkan bahwa korelasi lemah.Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara intensitas nyeri gout arthritis dengan kejadian insomnia di PuskesmasSiantan Hilir Pontianak Utara. Kata Kunci: Gout arthritis, intensitas nyeri, kejadian insomnia.Referensi: 68 (2008-2018

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENCEGAHAN KEKAMBUHAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA RAWAT JALAN DI RSJD SUNGAI BANGKONG PONTIANAK

    Get PDF
    Pendahuluan: Tingginya tingkat kekambuhan yang mencapai 67% pada pasien skizofrenia dapat disebabkan karena beberapa faktor satu diantaranya yaitu kurangnya dukungan keluarga. Dukungan keluarga sangat dibutuhkan pasien skizofrenia dalam proses pengobatan untuk mencegah terjadinya kekambuhan. Tujuan penelitian: Untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga (dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasional dan dukungan penilaian atau penghargaan) dengan pencegahan kekambuhan pasien skizofrenia di RSJD Sungai Bangkong Pontianak. Metodologi penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional, teknik pengambilan sampel nonprobability sampling dengan metode purposive sampling dan didapatkan 81 responden penelitian. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari 16 pertanyaan. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian: Karakteristik responden berada pada usia lansia awal, dengan jenis kelamin laki-laki, pendidikan terakhir SMA/SMK serta pekerjaan Swasta/Wiraswasta. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan pencegahan kekambuhan pasien skizofrenia (p-value 0,028). Kesimpulan: Ada hubungan dukungan keluarga dengan pencegahan kekambuhan pada pasien skizofrenia rawat jalan di RSJD Sungai Bangkong Pontianak. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Pencegahan Kekambuhan, Skizofreni

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KEPUTIHAN (LEUCORRHEA) DENGAN METODE FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 SUNGAI KUNYIT

    No full text
    Latar Belakang: Indonesia sekitar 75 % wanita pernah mengalami keputihan,sekitar 70 % remaja putri di Indonesia mengalami masalah keputihan. Pentingnyabagi para remaja putri sejak dini untuk merawat kebersihan genitalia. Oleh sebabitu menjaga kebersihan organ genitalia sangat penting. Beberapa hal yang harusdiketahui untuk menjaga kebersihan genitalia yaitu pengetahuan, sikap, dantindakan. Sikap dan pengetahuan remaja putri yang kurang tentang akan kebersihangenitalia dapat diberikan informasi melalui pendidikan kesehatan. Pendidikankesehatan merupakan usaha meningkatkan kemampuan perilaku mereka padaperilaku kesehatan secara optimal. Metode untuk melakukan pendidikan kesehatansatu diantaranya adalah Focus Group Discussion (FGD).Tujuan: Untuk mengetahui adanya pengaruh pendidikan kesehatan tentang keputihan(leucorrhea) dengan metode Focus Group Discussion (FGD) terhadap pengetahuandan sikap remaja putri di SMA Negeri 1 Sungai Kunyit.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasieksperiment one group pre and post test without control. Sampel yang digunakansebanyak 19 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode randomsampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei 2019 dengan menggunakankuisoner. Analisa data menggunakan Uji Marginal Homogenity dengan aplikasiSPSS versi 18.0.Hasil: Sebanyak 89,5 % memiliki pengetahuan yang baik dan sebanyak 63,2 %memiliki sikap yang baik. Analisa bivariat dengan Uji Marginal Homogenitydidapatkan nilai p value untuk variabel pengetahuan sebesar 0,007 (p<0,05) dannilai p value variabel sikap sebesar 0,003 (p<0,05).Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang keputihan (leucorrhea)dengan metode Focus Group Discussion (FGD) terhadap pengetahuan dan sikapremaja putri di SMA Negeri 1 Sungai Kunyit.Kata kunci : Keputihan, Pengetahuan, Sikap, Pendidikan Kesehatan, FocusGroup Discussion

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI PADA BALITA DIPUSKESMAS TAMBELAN SAMPIT PONTIANAK TIMUR TAHUN 2019

    Get PDF
    Background: Toddler is a general term for children aged 1-3 years (toddler) and 3-5 years (preschool children). Nutritional status is a condition caused by a balance between the amount of nutritional intake and the body's nutritional needs. Purpose: To analyze the relationship between the factors that affect the nutritional status of children under five at Tambelan Health Center, Sampit, East Pontianak in 2019. Method: Quantitative with a cross sectional design, the sample technique used a simple random sampling design, with 89 samples. Retrieving data using a questionnaire and tested with Chi-Square. Result: This study shows that there is no relationship between the level of maternal knowledge with the nutritional status of toddlers with p value of 0.575 (> 0.05), the feeding pattern with the nutritional status of the p value of 0.442 (> 0.05) and parenting patterns with nutritional status. p value 0.853 (> 0.05). Conclusion: There is no relationship between the level of maternal knowledge, feeding patterns and parenting patterns with the nutritional status of weight / age for children under five. Keyword: Nutritional Status, Toddler Reference: 75 (2000-2018

    HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT PADA PELAKSANAAN ORIENTASI PASIEN BARU DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ANTON SOEDJARWO BHAYANGKARA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang : Hubungan komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yangdilakukan seorang perawat untuk menciptakan hubungan Saling percaya danmerencanakan tindakan keperawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien sertauntuk mencapai kepuasan. Orientasi pasien baru adalah kesepakatan antaraperawat dan pasien atau keluarga dalam memberikan asuhan keperawatan.Tujuan : Untuk mengetahui “Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat PadaPelaksanaan Orientasi Pasien Baru Dengan Kepuasan Pasien Di Ruang RawatInap Rumah Sakit Anton Soedjarwo Bhayangkara Pontianak”Metode : Penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional.Sampel dalam penelitian ini menggunakan probability sampling dengan metodestrafied random sampling. Jumlah responden 82 orang. Uji statistik yangdigunakan adalah chi-square.Hasil : Didapatkan p value = 0,024 (p<0,05) artinya terdapat hubungan antaraorientasi pasien baru dengan kepuasan pasien. Orientasi pasien baru yangdilakukan oleh peneliti menunjukan hasil sebanyak 57 orang (69,5%) menyatakanYa pada orientasi pasien baru. Pasien yang menjalani perawatan diruang rawatinap rumah sakit anton soedjarwo pontianak sebanyak 51 orang (62,2%)menyatakan puasKesimpulan : Terdapat Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat PadaPelaksanaan Orientasi Pasien Baru Dengan Kepuasan Pasien Di Ruang RawatInap Rumah Sakit Anton Soedjarwo Bhayangkara Pontianak.Kata Kunci : Komunikasi Terapeutik, Orientasi Pasien Baru, Kepuasan PasienReferensi : 37 (2006-2018

    PENGALAMAN MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA DALAM PELAKSANAAN PRAKTIK KLINIK I

    Get PDF
    Latar Belakang : Praktik klinik adalah sarana pembelajaran bagi mahasiswa keperawatan untukmenerapkan teori keperawatan dan, mengintegrasikan pengetahuan teoritis dan keterampilanpraktik. Mahasiswa Keperawatan Universitas Tanjungpura dalam masa pendidikannya diwajibkanmelaksanakan praktik klinik untuk belajar dan mengetahui perannya sebagai perawat dimasa akandatang.Tujuan : Mengeksplorasi pengalaman mahasiswa keperawatan Universitas Tanjungpura dalammatakuliah Praktik Klinik I.Metode : Desain penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan fenomenologi menggunakan teknikconvenience pada 5 informan, instrument pada penelitian ini adalah peneliti itu sendiri denganwawancara mendalam (indepth interview) menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur, alattulis, aplikasi perekam suara, dan kamera (telepon seluler).. Hasil : Penelitian ini didapatkan hasil lima tema yaitu memahami peran perawat melaluiperspektif praktik klinik, respon psikologis negatif dan positif, resiko pelanggaran standar patientsafety, aspek capaian pembelajaran praktik klinik I, dan harapan untuk praktik klinik I selanjutnyaKesimpulan : Mahasiswa telah memahami perannya sebagai perawat, yang mana melalui praktik klinik sebagai sarana pembelajaran dengan memenuhi kebutuhan pasien secara holistik, danmenerapkan komunikasi terapeutik. Mahasiswa juga merasakan ansietas sebelum praktik klinik danjuga antusias terhadap praktik. Resiko terjadinya pelanggaran patient safety berupa kesalahanmahasiswa dalam melakukan intervensi keperawatan, implementasi perawat tidak sesuai prosedurdan prinsip asuhan keperawatan, mahasiswa sulit dalam manajemen waktu. Selain itu aspek capaianpembelajaran praktik klinik dipengaruhi oleh keterlibatan pembimbing klinik dan akademik dalampraktik klinik, dan target kompetensi. Selain itu, harapan untuk praktik klinik selanjutnya berupamahasiswa harus mempersiapkan diri sebelum praktik klinik, dan adanya harapan informan untukpembimbing akademik. Kata Kunci : Mahasiswa, Praktik, Klinik, Perawat, Prosedu

    Pengaruh Pendidikan Kesehatan ASI Ekslusif dan Penyediaan Pojok Laktasi terhadap Pengetahuan dan Perilaku Ibu Bekerja dalam Upaya Pemberian ASI Ekslusif

    Get PDF
    Latar Belakang Cakupan persentase bayi yang diberi ASI eksklusif di KotaPontianak tahun 2016 mencapai rata-rata 73,13%. Kelurahan Saigon merupakanKelurahan dengan angka pencapaian ASI ekslusif yang paling rendah yaitu51,85% dari 23 Kelurahan yang ada di Kota PontianakTujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikankesehatan ASI Ekslusif dan penyediaan pojok laktasi terhadap pengetahuan danperilaku ibu bekerja dalam upaya pemberian ASI ekslusif di Kelurahan SaigonKecamatan Pontianak Timur.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif denganmenggunakan pendekatan one group pre and posttest design. Jumlah sampelsebanyak 48 responden ibu bekerja yang mempunyai bayi usia 0 – 6 bulan.Hasil :Berdasarkan analisis dan pembahasan didapatkan hasil (1) adanyapengaruh pendidikan kesehatan ASI ekslusif terhadap pengetahuan ibu bekerja.Hal ini dibuktikan dari hasil Uji Marginal Homogenity diperoleh nilai p 0,000 (p 0,05), dan (3) adanya pengaruh penyediaan pojok laktasiterhadap perilaku ibu bekerja. Hal ini dibuktikan dari hasil Uji Chi Squarediperoleh nilai p 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: pengetahuan ibu mengenai ASI ekslusif sangat penting untukmendukung keberhasilan dalam program perbaikan gizi pada bayi 0-6 bulan. Dengan terpenuhi nya ASI ekslusif maka dapat menekan angka kejadian giziburuk pada balitaKata kunci: Pengetahuan, Pojok Laktasi dan Pemberian ASI Ekslusi

    EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURNAMA PONTIANAK SELATAN

    Get PDF
    Imunisasi merupakan hal yang sangat penting untuk diberikan pada setiap bayi karena untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Namun, masih ada orangtua yang tidak memberikan secara rutin imunisasipada anak karena kelalaian, kurang dukungan keluarga, kurang pengetahuan dan kesibukan orang tua yangmenjadi pengaruh ketidakpatuhan dalam memberikan imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiefektivitas pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasarpada bayi usia 0-11 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Purnama. Desain penelitian kuantitatif dengan metodepenelitian Quasi Experiment pre and post test menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Sampel dalampenelitian ini yaitu ibu-ibu yang memiliki anak usia 0-11 bulan berjumlah 15 responden. Berdasarkan darihasil uji Wilcoxon dengan nilai p<0.001 yang menunjukkan pendidikan kesehatan efektif terhadappeningkatan pengetahuan responden karena terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuansebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan mengenai imunisasi dasar. Hasil dari Mann Whitneydidapatkan nilai p<0.232 yang menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan tidak efektif terhadap kepatuhandalam pemberian imunisasi dasar. Pendidikan kesehatan efektif terhadap peningkatan pengetahuan respondenkarena terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pemberianpendidikan kesehatan mengenai imunisasi dasar. Namun, tidak efektif terhadap kepatuhan ibu dalampemberian imunisasi dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Purnama.Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Kepatuhan, Imunisasi Dasa

    PERBEDAAN EFEKTIVITAS KOMPRES HANGAT KAYU MANIS DAN KOMPRES HANGAT JAHE PUTIH TERHADAP SKALA NYERI KADAR ASAM URAT SUHU LOKAL GOUT ARTHRITIS

    Get PDF
    Latar Belakang: Penyakit gout arthritis menjadi fenomena masalah kesehatanyang cukup dominan. Gout arthritis terjadi di sekitar sendi dengan membentukmonosodium urate yang dapat menimbulkan rasa nyeri, peningkatan kadar asamurat dan suhu lokal. Selain menggunakan terapi farmakologi, terapi yang dapatdilakukan untuk mengurangi nyeri, kadar asam urat dan suhu lokal yaitu kompreshangat kayu manis dan kompres hangat jahe putih.Tujuan: Menganalisis perbedaan efektivitas kompres hangat kayu manis dankompres hangat jahe putih terhadap skala nyeri, kadar asam urat, suhu lokal goutarthritis.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian quasy experimentdengan jenis pre test and post test nonequivalent control group pada 32 respondenmenggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakanNumeric Rating Scale (NRS), glukometer, dan termometer infra merah, jenisanalisis menggunakan uji T Berpasangan, uji Wilcoxon, dan uji Mann Whitney.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan efektivitas kompreshangat kayu manis dan kompres hangat jahe putih terhadap skala nyeri dengannilai p = 0,119, suhu lokal = 0,100, dan ada perbedaan pada variabel kadar asamurat dengan nilai p = 0,018.Kesimpulan: Tidak ada perbedaan efektivitas kompres hangat kayu manis dankompres hangat jahe putih terhadap skala nyeri dan suhu lokal gout arthritis. Adaperbedaan efektivitas kompres hangat kayu manis dan kompres hangat jahe putihterhadap kadar asam urat gout arthritis. Kata Kunci: Skala Nyeri, Kadar Asam Urat, Suhu Lokal, Gout Arthritis, Kompres Hangat, Kayu Manis, Jahe Putih

    310

    full texts

    328

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ProNers
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇