Jurnal ProNers
Not a member yet
    328 research outputs found

    GAMBARAN INSOMNIA PADA PASIEN YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. SOEDARSO PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Insomnia adalah gejala dimana seseorang kesulitan untuk memulai sertamempertahankan tidur yang adekuat baik kualitas maupun kuantitas yang dapat bersifatsementara atau menetap. Gangguan tidur yang dialami oleh pasien gagal ginjal yang menjalanihemodialisis sekitar 50 – 80 %. Gangguan tidur yang umum terjadi pada pasien yang melakukanterapi hemodialisa seperti Restless Leg Syndrome (RLS), Sleep Apnea, Excessive DaytimeSomenolence dan insomnia. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Gambaran Insomnia pada pasien yangmenjalani terapi Hemodialisa di RSUD dr. Soedarso Pontianak.Metode Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian Kuantitatif menggunakan desainDeskriptif dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakanpurposive sampling dengan rumus solvin sebanyak 73 orang. Hasil Analisa dengan frekuensi jenis kelamin perempuan lebih banyak, umur rentang 26-55,status perkawinan status kawin lebih banyak, untuk tingkat pendidikan yaitu SMA dan lamamenjalani hemodialisa tertinggi 5 jam, frekuensi terapi Hemodialisa di temukan angka palingtinggi 8 x/bulan.Kesimpulan responden banyak mengalami insomnia sedang sebanyak 74%.Kata Kunci : Insomnia, Gagal Ginjal, Hemodialis

    EFEKTIVITAS METODE BELAJAR PICTURE AND PICTURE TERHADAP KETERAMPILAN TOILET TRAINING : BAK PADA ANAK DENGAN GANGGUAN AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) USIA 5-7 TAHUN DI POLI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS RSJD SUNGAI BANGKONG PROVINSI KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Latar Belakang : Anak dengan gangguan Autism Spectrum Disorder (ASD) mengalamiketidakmampuan memenuhi kebutuhan perawatan eliminasi dan membutuhkan waktu yanglebih lama untuk belajar keterampilan. Pelatihan khusus yang berulang sangat dibutuhkanuntuk meningkatkan keterampilan anak dengan gangguan ASD. Metode belajar yang diyakinidapat diterapkan pada anak dengan gangguan ASD dalam meningkatkan keterampilankhususnya toilet training adalah metode belajar picture and picture.Tujuan : Mengetahui efektifitas metode belajar picture and picture terhadap keterampilantoilet training: BAK ( Buang Air Kecil ) pada anak dengan gangguan ASD.Metode : Penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian quasi experimentdengan jenis penelitian pre and post test without control group design pada 19 responden. Hasil : Setelah diberikan metode belajar picture and picture pada anak dengan gangguanASD menunjukkan adanya peningkatan skor keterampilan Toilet training dengan nilai p <0,005 dan mean peningkatan skor prilaku toilet training adalah 9,368.Kesimpulan : Metode belajar picture and picture efektif terhadap peningkatan keterampilantoilet training pada anak dengan gangguan ASD di Poli Anak Berkebutuhan Khusus RSJDSungai Bangkong Provinsi Kalimanatan Barat. Sehingga metode belajar picture and picture dapat direkomendasikan untuk membantu meningkatkan keterampilan anak dengan gangguanASD.Kata Kunci : Autism Spectrum Disorder, Toilet Training,Picture and Picture,Prasekola

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGOSOK GIGI DENGAN METODE STORYTELLING TERHADAP PRAKTIK MENGGOSOK GIGI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 3 PONTIANAK TENGGARA

    Get PDF
    Latar Belakang : Kesehatan gigi dan mulut pada anak usia prasekolah menjadi masalah kesehatanyang penting untuk diperhatikan. Praktik menggosok gigi yang baik harus dikenalkan sejak dini padaanak usia prasekolah, untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut sejak dini serta meningkatkanperilaku benar dalam menggosok gigi. Pentingnya praktik menggosok gigi yang baik dapatdisampaikan melalui pendidikan kesehatan menggosok gigi dengan metode storytelling, agar anakmudah menangkap dan memahami informasi tersebut.Tujuan : Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggosok gigi dengan metode storytellingterhadap praktik menggosok gigi pada anak usia prasekolah di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 3Pontianak Tenggara.Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan pre and post test without control group design pada 20responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi SPO menggosokgigi dan alat tulis lainnya.Hasil : Data hasil uji wilxocon diperoleh nilai p (0,001) < 0,05. Nilai ini menunjukkan H0 ditolak,sehingga ada pengaruh pendidikan kesehatan menggosok gigi dengan metode storytelling terhadappraktik menggosok gigi Kesimpulan : Adanya pengaruh pendidikan kesehatan menggosok gigi dengan metode storytellingterhadap praktik menggosok gigi pada anak usia prasekolah di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 3Pontianak Tenggara. Sehingga storytelling dapat digunakan sebagai metode pendidikan kesehatanmenggosok gigi yang dapat diberikan kepada anak usia prasekolah agar dapat melakukan praktikmenggosok gigi yang baik.Kata Kunci : Storytelling, Praktik Menggosok Gigi, Usia Prasekola

    Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Nyeri Gout Arthritis Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Alianyang Kota Pontianak

    Get PDF
    Latar Belakang : Meningkatnya jumlah lansia menimbulkan masalah terutama darisegi kesehatan dan kesejahteraan lansia. Tingkat kejadian penyakit disebabkan olehpenurunan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stres lingkungan sertakelemahan pada lansia. Stres merupakan masalah umum yang terjadi dalamkehidupan umat manusia terutama pada lansia. Salah satu penyakit yang seringdiderita lansia adalah gout arthritis. Gejala yang sering menyiksa penderita goutarthritis adalah rasa nyeri. Faktor pencetus serangan gout arthritis antara lain stres.Tingkat stres bisa mempengaruhi metabolisme seseorang dan memicu arthritis gout.Nyeri dan stres akan terjadi berdampingan dimana nyeri akan mempengaruhiaktivitas dan kehidupan yang akan menyebabkan seseorang mengalami stres.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian nyerigout arthritis di Wilayah Kerja Puskesmas Alianyang Kota PontianakMetode : Penelitian analitik komparatif dengan desain studi cross-sectional. Sampeldalam penelitian ini berjumlah 40 pasien. Instrumen penelitian menggunakan lembarkuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) 42 dan Visual Analog Scale(VAS). Uji chi -square (X) digunakan untuk menganalisis hubungan tersebut.Hasil : Berdasarkan karakteristik responden diperoleh 90,0 % responden berusia 6074tahun, berjenis kelamin perempuan (67,5%), pendidikan terakhir SMA (47,5%),Pekerjaan ibu rumah tangga (62,5), tingkat stres (35,0%), nyeri sedang (45,0).Analisis bivariate dengan uji chi -square (X2) didapatkan nilai p= 0,002 (p<0,05).Kesimpulan : Ada hubungan tingkat stres dengan kejadian nyeri gout arthritis padalansia di Wilayah Kerja Puskesmas Alianyang Kota PontianakKata Kunci : Lansia, Tingkat Stres, Nyeri Gout Arthriti

    EFEKTIVITAS ANTARA RELAKSASI GENGGAM JARI DENGAN RELAKSASI NAPAS DALAM PADA TINGKAT ANSIETAS PASIEN PRA BEDAH ORTHOPEDI DI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang : Pasien dengan kondisi pra bedah sering kali mengalami ansietas,menimbulkan berbagai efek samping fisiologis dan psikologis sehingga memerlukanpenatalaksanaan lebih lanjut demi mencegah dampak yang lebih buruk. Relaksasi dengangenggam jari dan napas dalam adalah intervensi keperawatan yang dapat diberikan untukmengelola emosi agar dapat menurunkan ansietas. Tujuan: Penelitian ini untuk melihat efektivitas antara relaksasi genggam jari dengan napasdalam terhadap tingkat ansietas pasien pra bedah orthopedi di RSUD. Dr. SoedarsoPontianak. Metode: Penelitian kuantitatif yang menggunakan kelompok intervensi dan kelompokkontrol pada responden sebanyak 28 orang dengan menggunakan kuesioner AmsterdamPreoperative Anxiety and Information Scale dan SPO relaksasi genggam jari oleh Hill danrelaksasi napas dalam oleh Bourne. Penelitian ini menggunakan uji analisis T tidakberpasanganHasil : Tidak ada perbedaan antara relaksasi genggam jari dengan relaksasi napas dalam (p =0,602) pada tingkat ansietas pasien pra bedah orthopedi. Kesimpulan : Tidak adanya perbedaan antara kedua tehnik relaksasi dipengaruhi olehpenerapan komunikasi terapeutik. Sehingga dapat direkomendasikan dalam penurunanansietas semua jenis relaksasi dapat diberikan antara lain yaitu relaksasi dengan genggam jaridan napas dalam.Kata Kunci : Ansietas, Pre bedah, Relaksas

    PENGARUH HIDROTERAPI KAKI DENGAN AIR HANGAT TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA YANG MENGALAMI INSOMNIA DI UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) PANTI SOSIAL REHABILITASI LANJUT USIA MUSTIKA DHARMA PROVINSI KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Latar Belakang: Gangguan tidur di Indonesia menyerang sekitar 50% lansia yang berusia diatas 65tahun, insomnia pada lanjut usia memberikan pengaruh terhadap fisik, kemampuan kognitif, dankualitas hidup. Penanganan insomnia selain farmakologi antara lain hidroterapi menggunakan airhangat dan terapi menggunakan air dengan suhu biasa (berwudhu).Terapi rendam air hangat pada kakidan menggunakan air dengan suhu biasa (berwudhu) memperbaiki mikrosirkulasi pembuluh darahdan vasodilatasi sehingga meningkatkan kuantitas tidur. Tujuan: Mengidentifikasi skor insomniasebelum dan sesudah dilakukan terapi hidroterapi kaki menggunakan air hangat dan terapimenggunakan air dengan suhu biasa dengan lansia yang mengalami insomnia Di Unit PelaksanaTeknis (Upt) Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mustika Dharma Provinsi Kalimantan Barat.Metode: penelitian Quasi Experiment Pre and Post Test Control Group Design. Penelitian inimenggunakan pendekatan Crossectional pada 36 responden. Menggunakan Uji T Berpasangan.Hasil: Rata-rata responden berusia lansia manula yaitu >65 tahun sebanyak 15 orang dengan 83,3%,jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki, responden terbanyak memiliki riwayat insomnia dan cemas.Hasil pre-post dengan menggunakan Uji Paired Sample T Test hidroterapi mengunakan air hangat pvalue = 0,000 dan terapi mengunakan air dengan suhu biasa (berwudhu) p value = 0,000. Hasil ujibeda dua mean tidak mewujudkan ada perbedaan p>0,05. Kesimpulan: Terapi hidroterapi kakimenggunakan air hangat dan terapi menggunakan air biasa (berwudhu) tidak ada perbedaan yangsignifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sama-sama efektif menurunkan skorinsomnia sehingga dapat memperbaiki kualitas tidur yang mengalami insomnia

    HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN KUALITAS TIDUR DENGAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMP NEGERI 22 PONTIANAK

    Get PDF
    Latar belakang: Obesitas pada remaja merupakan masalah yang sangatmerugikan karena dapat berlanjut hingga usia dewasa. Prevalensi remaja obesitasdi Kalimantan Barat sekitar 2.295 kasus (2,94%) dari 946,045 jiwa yangmemeriksakan diri ke pelayanan kesehatan pada tahun 2015. Penyebab obesitaspada remaja dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan akibat ketidakseimbanganantara aktivitas fisik dan kualitas tidur.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitasfisik dan kualitas tidur dengan obesitas pada remaja.Metode: Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan crosssectional. Jumlah sampel 96 orang siswa/siswi kelas VII dan VIII berusia 12-15tahun. Teknik pengambilan sampel simple random sampling. Instrumen yangdigunakan adalah GPAQ, PSQI, dan pengukuran IMT. Data dianalisis dengan ujikorelasi Spearman dan regresi logistik dengan metode Forward.Hasil: Siswa/siswi remaja sebagian besar memiliki IMT tidak obesitas yaitu70,8%, aktivitas fisik aktif 85,4%, dan kualitas tidur baik 61,5%. Terdapathubungan dengan korelasi lemah antara aktivitas fisik dan obesitas p = 0,002 danantara kualitas tidur dan obesitas p = 0,000. Probabilitas remaja dengan aktivitasfisik tidak aktif dan kualitas tidur yang buruk dapat mengalami obesitas sebesar83,3%.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan kualitas tidur denganobesitas dimana aktivitas fisik remaja obesitas dalam penelitian ini cenderungtidak aktif dan memiliki kualitas tidur buruk dibandingkan dengan kebutuhanaktivitas fisik atau kualitas tidur yang direkomendasikan pada usia remaja.Kata Kunci: Remaja, Aktivitas Fisik, Kualitas Tidur 1Mahasiswi Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura 2Dosen Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura 3Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Pontiana

    PENGARUH OPEN SUCTION TERHADAP TIDAL VOLUME PADA PASIEN YANG MENGGUNAKAN VENTILATOR DI RUANG ICU RSUD dr. SOEDARSO PONTIANAK

    Get PDF
    Pasien yang terpasang ventilasi mekanik dan endotrachealtube (ETT) menghambat mekanisme batuk alamiuntuk membantu pasien dalam mengeluarkan sekret perlu di lakukan tindakan suction mempengaruhi tidalvolume maka dalam penelitian ini peneliti melihat open suction terhadap tidal volume.Tujuan :Untuk mengetahui pengaruh Open Suction terhadap tidal volume pada pasien yang menggunakanventilator di ruang ICU RSUD dr. Soedarso Pontianak. Metode :Desain penelitian ini adalah quasi ekperimendengan rancangan penelitian “uji pre dan post tanp kontrol” metode pengambilan sampel yang di gunakandalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan instrumen penelitian menggunakan lembar observasi.Analisa data yang di lakukan dengan uji-t berpasangan Hasil :analisis uji-t berpasangan menunjukkan adapengaruh terhadap tidal volume pasien di ruang ICU RSUD dr. Soedarso Pontianak dengan nilai p= 0,0001 Kesimpulan :Terdapat pengaruh open suction terhadap perubahan tidal volume sehingga tindakan suctionsebagai upaya membersihkan jalan napas pasien yang dilakukan secara berkala oleh perawat, sesuai denganindikasi pasien. Kata Kunci :Open Suction, Tidal Volume, Ventilato

    HUBUNGAN SUPERVISI KEPALA RUANGAN DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANGAN RAWAT INAP RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Kinerja adalah penampilan hasil karya personel baik kuantitasmaupun kualitas. Keberhasilan kinerja sangat ditentukan adanya bimbingan darisupervisi yang baik dari atasan kepada bawahannya yang menanyakanpermasalahan serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan agar dapatdiberikan solusi dari permasalahan tersebut. Supervisi berperan dalam prosespengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan dalam memastikan apakah sudahberjalan sesuai tujuan dan standar yang dibuat.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan supervisi kepala ruangan dengan kinerjaperawat diruangan rawat inap rumah sakit Universitas Tanjungpura Pontianak.Metode: Kuantitatif dengan jenis penelitian Korelasi, Dengan pendekatan Crosssectional.Sampel menggunakan metode Taro Yamane. Jumlah sampel 58responden. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-square dengan nilai p < 0,05.Hasil: Responden terbanyak berjenis kelamin perempuan dengan 74,1%,responden terbanyak berdasarkan tingkat pendidikan adalah lulusan S1 Nersdengan 70,7%, Usia responden paling banyak adalah 26 – 35 tahun dengan69,0%, masa kerja responden yang terbanyak antara 1 – 5 tahun dengan 69,0%.Dari hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,216.Kesimpulan: tidak ada hubungan supervisi kepala ruangan dengan kinerjaperawat di ruangan rawat inap rumah sakit Universitas Tanjungpura Pontianak.Kata Kunci: Perawat, Supervisi kepala ruangan, kinerja perawa

    ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT PENYEMBUHAN DIABETIC FOOT ULCER DI KLINIK KITAMURA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang : Jumlah penderita diabetes mellitus (DM) terus meningkat. Komplikasi yangumum terjadi pada penyakit DM adalah diabetic foot ulcer (DFU). Lambatnya penanganan DFUakan berdampak pada peningkatan keparahan luka, sehingga mengganggu proses perbaikan luka.Hambatan penyembuhan luka disebabkan oleh berbagai faktor yang berisiko tinggi untukberkembang menjadi luka kronis, amputasi, bahkan kematian. Tujuan : Untuk mengetahui statusdemografi, karakteristik luka, serta hubungan antara usia, saturasi oksigen, status infeksi, stress,dan riwayat terapi medikasi dengan hambatan penyembuhan DFU di Klinik Kitamura Pontianak.Metode : Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik dengan desain cohort retrospektif. Sampel yangdigunakan adalah 62 orang dengan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling.Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Gamma dan Somer’s, sedangkan analisis multivariatmenggunakan model regresi logistik. Dasar pengambilan keputusan apabila nilai p < 0,05. Hasil : Hasil analisis bivariat ditemukan bahwa usia memiliki nilai p = 0,280, saturasi oksigenmemiliki nilai p = 0,001, status infeksi memiliki nilai p = 0,000, stress memiliki nilai p = 0,000,dan riwayat terapi medikasi memiliki nilai p = 0,296. Uji multivariat didapati bahwa kekuatanhubungan saturasi oksigen bernilai OR = 5,083, status infeksi bernilai OR = 9,364, dan stressbernilai OR = 19,789 terhadap hambatan penyembuhan DFU. Kesimpulan : Faktor yang palingdominan dalam menghambat penyembuhan DFU di Klinik Kitamura Pontianak adalah stress.Kata Kunci : diabetes mellitus, diabetic foot ulcer, penyembuhan luka terhambat

    310

    full texts

    328

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ProNers
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇