Jurnal ProNers
Not a member yet
328 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN SPIRITUAL DENGAN KONSEP DIRI PADA PASIEN PALLIATIVE CARE DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. SOEDARSO PONTIANAK
Latar belakang: Perawatan paliatif adalah suatu pendekatan yang meningkatkan kualitas hidup pasien dankeluarga dengan kondisi yang mengancam jiwa. Penyakit yang memerlukan perawatan paliatif adalah penyakitkanker, penyakit degeneratif, gagal ginjal kronik, penyakit paru obstruksi kronis, dll. Berbagai macam perubahanpada penyakit tersebut akan mempengaruhi konsep diri penderita sehingga akan mempengaruhi harga diri danperasaan nya. Untuk memperbaiki konsep diri itu diperlukan asuhan keperawatan yang tepat salah satu nya adalahpemberihan perawatan spiritual. Pemberian perawatan spiritual membantu pasien memulihkan dan menjagaintegritas tubuh, pikiran, jiwa dan memberi energi internal dan kekuatan.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pemberian asuhan keperawatan spiritual dengankonsep diri pada pasien palliative care di RSUD dr. Soedarso Pontianak.Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan metode penelitian observasional analitik kolerasi denganpendekatan cross sectional menggunakan uji spearmen. Sampel dalam penelitian ini yaitu perawat berjumlah 54responden dan pasien HD berjumlah 54 responden.Hasil: Berdasarkan dari hasil uji spearman dengan nilai p=value 1,000 dengan nilai r=0,000 yang menunjukkanarah kolerasi positif dengan kekuatan korelasi sangat lemah. Kesimpulan:. Berdasarkan hasil uji spearman dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pemberianasuhan keperawatan spiritual dengan konsep diri pada pasien palliative care di RSUD dr. Soedarso. Kata Kunci: Asuhan keperawatan spiritual, konsep diri, gagal ginjal kronik
engaruh Terapi Musik Klasik terhadap Tingkat Depresi pada Pasien Skizofrenia di RuangRawat Inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Kalimantan Barat
Latar belakang: Salah satu diagnosis gangguan jiwa yang sering dijumpai adalahSkizofrenia. Penderita ini mengalami gangguan emosi yang dapat berupaketakutan, kecemasan, depresi dan kegembiraan yang berlebihan. Depresi yangterjadi pada pasien skizofrenia akan mengalami konflik kejiwaan yang biasanyabersumber dari konflik internal maupun eksternal. Sebagian besar pasienskizofrenia akan mengalami depresi dan untuk menangani masalah depresi dapatmenggunakan salah satu terapi nonfamakologi yaitu terapi musik seperti musikklasik.Tujuan: Mengetahui bagaimana pengaruh musik klasik dalam menurunkan skordepresi pada pasien skizofrenia di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa DaerahSungai Bangkong.Metodologi Penelitian: Menggunakan metode kuantitatif dengan desainpenelitian satu kelompok subjek yang dilakukan observasi sebelum dilakukanintervensi kemudian diobservasi lagi setelah intervensi dengan rancanganpenelitian pre eksperimen dalam kategori satu kelompok (one group pretestpostest).Sampel sebanyak 9 responden dengan teknik pengambilan sampelmenggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner BDI(Beck Depression Inventory).Hasil: Uji hipotesis dengan menggunakan uji t berpasangan menunjukkan bahwaterdapat pengaruh terapi musik klasik terhadap tingkat depresi pada pasienskizofrenia di ruang rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkongdengan perbedaan nilai yang bermakna antara pre test dan post test tingkat depresi(p= 0,000).Kesimpulan: Pemberian terapi musik klasik memiliki pengaruh terhadap tingkatdepresi. Hal ini menunjukkan pentingnya peran perawat dalam intervensikeperawatan jiwa berupa musik klasik untuk mengurangi kejadian depresi.Kata kunci: Skizofrenia, Depresi, Musik Klasi
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN KEKERASAN SEKSUAL OLEH REMAJA DI LAPAS ANAK PONTIANAK
Latar Belakang : Kekerasan seksual adalah tindakan dimana seseorang memaksa oranglainnya untuk melakukan aktifitas seksual dengan kekerasan. Percabulan dan perkosaanadalah beberapa bentuk dari kekerasan seksual.Kalimantan Barat adalah salah satu provinsiyang mengalami peningkatan kasus kekerasan seksual setiap tahunnya. Kasus kekerasan seksual di tahun 2018 sendiri, dari 43 kasus kekerasan seksual, 37 kasus diantaranya dilakukan oleh remaja.Pola asuh adalah salah satu faktor yang berpengaruh besar dalamkejadian penyimpangan perilaku remaja. Tujuan : mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara pola asuh dengan perilakukekerasan seksual pada remaja di lapas anak Pontianak. Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan desain Cross Sectional dengan hipotesisKorrelatif dengan menggunakan responden sebanyak 27 orang. Instrumen yang digunakanadalah lembar kuesioner Scale Of Parenting Uji yang digunakan pada penelitian ini yaitu ujiKoefisien Contingency dengan pengambilan keputusan menggunakan nilai V Cramer’s.Hasil : Hasil penelitian ini didapatkan nilai p 0,389 untuk ibu dan 0,186 untuk ayah yangberarti tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku kekerasan seksual olehremaja di Lapas Anak Kelas II Pontianak.Kesimpulan : Penelitian ini menemukan tidak adanya hubungan antara pola asuh orang tuadengan kejadian kekerasan seksual oleh remaja di lapas anak Pontianak. Hal ini di pengaruhioleh faktor perancu yang tidak terkaji seperti ekonomi, pergaulan dan lingkungan tempattinggal responden. Penelitian kualitatif di butuhkan untuk mengkaji lebih dalam tema ini kedepannya.Kata Kunci : Pola asuh, Remaja, Kekerasan Seksua
HUBUNGAN PERILAKU BERPANTANG MAKANAN MENURUT ETNIS DI KALIMANTAN BARAT DENGAN SKOR PENYEMBUHAN LUKA FASE PROLIFERASI POST SECTIO CAESAREA
Latar Belakang :Penyembuhan luka dapat dipengaruhi banyak faktor salah satunya nutrisi.Pemilihan nutrisi untuk ibu post sectio caesarea dipengaruhi oleh etnis dan budaya, adanyabentuk penjagaan bagi ibu dari segi budaya sehingga tidak semua makanan dapat di konsumsioleh ibu pasca melahirkan bentuk penjagaan ini disebut perilaku berpantang makanan hal inidapat membatasi asupan nutrisi untuk ibu yang nantinya akan berpengaruh terhadap prosespenyembuhan luka sectio caesarea. Tujuan : Mengetahui hubungan perilaku berpantang makanan menurut etnis di KalimantanBarat dengan skor penyembuhan luka fase proliferasi post sectio caesarea.Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan kohortprospektif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 ibu post sectio caesarea. Instrumen yangdigunakan dalam penelitian ini berupa lembar kuesioner perilaku berpantang dan lembarpengkajian luka asepsis Teknik analisa menggunakan uji korelasi spearmanHasil : Hasil uji korelasi spearman menunjukan nilaip value sebesar 0,003 (p < 0,05) yangberarti adanya hubungan antara perilaku berpantang makanan menurut etnis di KalimantanBarat dengan skor penyembuhan luka fase proliferasi post sectio caesarea. Nilai rata-ratapenyembuhan luka sebesar 2,06. Nilai korelasi spearman sebesar 0,416 yang menunjukankorelasi positif dengan kekuatan korelasi sedang.Kesimpulan : Adanya hubungan antara perilaku berpantang makanan menurut etnis diKalimantan Barat dengan skor penyembuhan luka fase proliferasi post sectio caesarea.Sehingga direkomendasikan untuk diberikan pendidikan kesehatan dan motivasi kepadapasien dan keluarganya tentang peran etnis dan budaya terhadap kesehatan ibu post sectiocaesarea. Kata Kunci : Perilaku Berpantang, Etnis, Skor Penyembuhan LukaReferensi : (2003-2016
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ROKOK ELEKTRIK DI WILAYAH KECAMATAN PONTIANAK BARAT
Latar Belakang : Rokok elektrik merupakan fenomena yang terjadi di era milenial di mana penggunaannyadianggap sebagai pengganti rokok tradisional. Bentuknya yang berupa device dengan tenaga baterai. Pada rokoktradisional, tembakau merupakan bahan utamanya, namun pada rokok elektrik liquid merupakan sebutan daribahan utama dengan berbagai rasa seperti permen karet, kopi, dan berbagai perisa makanan lainnya. Pontianakmerupakan salah satu kota yang juga mengalami fenomena tersebut. Banyak penelitian sudah meneliti tentangbahaya yang ada pada rokok elektrik, namun pengguna rokok elektrik semakin meningkat di Kota Pontianakterutama di Kecamatan Pontianak Barat di mana pengguna rokok elektrik lebih banyak di wilayah tersebut sejaktahun 2014. Berdasarkan fenomena yang terjadi peneliti ingin mengetahui lebih dalam tentang faktor-faktoryang berhubungan dengan penggunaan rokok elektrik di wilayah Kecamatan Pontianak Barat.Tujuan : Untuk mengidentifikasi fakor – faktor yang berhubungan dengan penggunaan rokok elektrik diwilayah kecamatan Pontianak Barat.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian yaitu analtik korelasi denganpendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 orang dengan teknik pengambilan sampleyaitu consecutive sampling. Hasil penelitian dianalisa menggunakan uji chi-squareHasil : Berdasarkan uji chi-square didapatkan hasil pada faktor usia p = 0,384, faktor status ekonomi sosial p =0,715, faktor keterjangkauan sumber p = 0,013 (p < 0,05), faktor pendidikan p = 0,926, faktor dukungan temanp = 0,026 (p < 0,05), faktor dukungan keluarga p = 0,321, faktor pengetahuan p = 0,650, dan fakto sikap p =0,452 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan pada faktor keterjangkauan sumber dan faktor dukunganteman pada penggunaan rokok elektrik. Kesimplulan : Terdapat hubungan dari faktor keterjangkauan sumber dan dukungan teman pada penggunaanrokok elektrik di wilayah kecamatan Pontianak Barat.Kata Kunci : Penggunaan rokok elektrik, faktor keterjangkauan, faktor dukungan teman.Referensi : 58 (2010 – 2018
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN METODE SEVEN JUMP PADA PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEPUASAN BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
Latar Belakang: Untuk meningkatkan pembelajaran yang berkualitas diperlukan metode pembelajaran yangtepat. Hal ini dapat melalui penerapan metode seven jump pada problem based learning. Untuk memperolehkepuasan belajar yang baik dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti motivasi, kerja tim dan dinamikakelompok, serta lingkungan.Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan metode seven jump pada problembased learning terhadap kepuasan belajar mahasiswa Program Studi Keperawatan Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasinal analitik dengan pendekatan cross sectional.Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah 112 responden. Pengumpulan data denganmenggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan uji chi square.Hasil: Dalam pelaksanaan metode seven jump pada problem based learning terhadap kepuasan belajarmahasiswa Program Studi Keperawatan didapatkan bahwa variabel angkatan p= 0,566, jenis kelamin p= 0,815,dan frekuensi mengikuti metode seven jump p= 0,566 tidak terdapat hubungan. Sedangkan pada variabelmotivasi p= 0,004, kerja tim dan dinamika kelompok p= 0,000, dan variabel lingkungan p= 0,000 menunjukkan(p< 0,05) sehingga terdapat hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Ada hubungan antara motivasi, kerja tim dan dinamika kelompok, lingkungan denganpelaksanaan metode seven jump pada problem based learning terhadap kepuasan belajar mahasiswa ProgramStudi Keperawatan.Kata kunci : Faktor-Faktor Metode Seven Jump, Kepuasan Belaja
Validitas Dan Reabilitas Diagnosa Keperawatan Penurunan Curah Jantung Berdasarkan Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia Pada Pasien Aritmia Di RSUD Dr Soedarso Pontianak
Pendahuluan: Penurunan curah jantung merupakan diagnosa keperawatan yangdapat diangkat pada pasien aritmia. Pada saat mengangkat suatu diagnosa harusmemperhatikan tanda dan gejala yang ditemukan pada pasien, oleh sebab itu perludilakukannya uji validasi dan reabilitas agar diagnosa penurunan curah jantungpada pasien aritmia dapat ditegakkan.Metodelogi: Penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional ,jumlah sample 25 responden. Analisa data yang digunakan adalah uji validitasbivariate Pearson (Momen Produk Pearson) dan uji reabilitas Alpha(Cronbach’s).Hasil: Sebagian responden berusia > 65 tahun berjumlah 36% , jenis kelaminresponden sebagian besar adalah laki- laki 52%, pendidikan responden terbanyakadalah SMA 36% dan pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga sebanyak48%. Analisa bivariate pearson produk moment rhitung > 0,39 (yaitu tanda dangejala subjektif mayor (rhitung= 0,654), perubahan irma jantung (rhitung= 0,410),perubahan preload (rhitung= 0,433), perubahan kontraktilitas (rhitung= 0,714),perubahan emosional dan perilaku (rhitung=0,419). Uji reabilitas r= 0,683.Diskusi:Kesimpulan: Diagnosa keperawatan curah jantung pada pasien aritmia valid danreliableKata Kunci: aritmia, diangnosa keperawatan penurunan curah jantung, validitasdan reabilitas
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN PERILAKU MAKAN PADA REMAJA DI SMK NEGERI 5 PONTIANAK
Latar Belakang : Kebiasaan perilaku makan remaja yang kurang baik sepertimakan makanan cepat saji dapat mempengaruhi status gizi dan status kesehatan.Status gizi yang kurang baik akan mempengaruhi indeks massa tubuh sepertiobesitas dan malnutrisi. Obesitas dan malnutrisi dapat menyebabkanmeningkatnya risiko terjadi penyakit degeneratif dan penyakit infeksi.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) denganperilaku makan pada remaja di SMK Negeri 5 Pontianak.Metode : Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalampenelitian ini berjumlah 237 responden yang berusia 16-18 tahun. Teknikpengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling.Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi indeks massa tubuh dankuesioner perilaku makan. Uji statistik yang digunakan adalah korelasi Spearmandengan nilai p 2x/minggu) (64,6%), IMT normal (67,9%) minimum 14,0maksimum 35,0 median 20,0, perilaku makan tidak baik (50,2%) minimum 60maksimum 91 median 78,00. Nilai uji korelasi Spearman menunjukkan p value =0,511 (p>0,05). Tingkat korelasi Spearman adalah 0,043 yang menunjukkanhubungan positif dengan kekuatan korelasi sangat lemah.Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan perilaku makan pada remaja. Kata Kunci : Indeks Massa Tubuh (IMT), Perilaku Makan, Remaj
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KECEMASAN TERHADAP TINGKAT KONTROL ASMA PADA PENDERITA ASMA DI KLINIK PARU RSUD Dr. SOEDARSO PONTIANAK
Latar Belakang : Tingkat kontrol Asma adalah kontrol manifestasi penyakitAsma yang terdiri dari terkontrol penuh, terkontrol sebagian dan tidak terkontrol.Tingkat kontrol Asma dipengaruhi oleh pengetahuan dan kecemasan. Pengetahuanmerupakan wawasan yang dapat berpengaruh terhadap perilaku penderita.Kecemasan dapat menjadi pencetus serangan Asma pada beberapa individu.Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan dan kecemasan terhadap tingkatkontrol Asma pada penderita Asma di Klinik Paru RSUD Dr. Soedarso Pontianak.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian adalahdescriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian iniberjumlah 62 orang dengan teknik pengambilan sampling yaitu consecutivesampling. Hasil penelitian dianalisa menggunakan uji Kolmogorov Smirnov.Hasil : Hasil uji menunjukkan p=0,000 pada variabel pengetahuan dan p=0,004pada variabel kecemasan terhadap tingkat kontrol Asma.Kesimpulan : Ada hubungan pengetahuan dan kecemasan terhadap tingkatkontrol Asma pada penderita Asma di Klinik Paru RSUD Dr. Soedarso Pontianak.Kata Kunci : Pengetahuan, Kecemasan, Tingkat Kontrol AsmaReferensi : 47 (2008-2017
PENGARUH EDUKASI KEPADA KELUARGA TERHADAP PERUBAHAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PERILAKU DIET PASIEN DM TIPE 2 DI PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK
Latar Belakang: Diabetes miletus merupakan penyakit kronik yang terusmengalami peningkatan setiap tahunnya dan dapat dikendalikan melaluipengetahuan dengan edukasi kepada keluarga serta diet yang tepat. Edukasikepada keluarga dapat meningkatkan dukungan keluarga sehingga dapatmeningkatkan peran keluarga dalam merawat anggota keluarga.Tujuan: Untuk manganalisis pengaruh edukasi kepada keluarga terhadapperubahan dukungan keluarga dan perilaku diet DM di Puskesmas Perumnas II Pontianak.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancanganpre test and post test without control dengan jumlah sampel 20 responden diambildengan consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukanpengukuruan nilai diet dan dukungan keluarga sebelum dan setelah diberikanintervensi berupa edukasi kepada keluarga.Hasil: Berdasarkan karakteristik responden diperoleh 50% responden merupakanlansia awal, dan memiliki riwayat pendidikan SD (70%) dengan lama menderitaDM <5 tahun 80% dan nilai mean GDP 295,45 mg/dl. Hasil uji T paired Testdidapatkan p value= 0,000 pada dukungan keluarga dan p value= 0,001 padanilai diet. Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi kepada keluarga terhadap perubahandukungan keluarga dan perilaku diet pasien DM tipe 2 di Puskesmas Perumnas II Pontianak.Kata Kunci : Edukasi, Dukungan Keluarga, Diet D