Jurnal ProNers
Not a member yet
328 research outputs found
Sort by
IDENTIFIKASI MOTIVASI PILIHAN KARIR KEPERAWATAN PADA PROSES PENERIMAAN MAHASISWA BARU: LITERATURE REVIEW
Profesi keperawatan menghadapi krisis tenaga kerja. Salah satu penyebab kekurangan tenaga perawat di Indonesia adalah tingginya angka dropout. Di ranah pendidikan, langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membentuk ketahanan akademik mahasiswa. Ketahanan akademik dapat diidentifikasi melalui motivasi pilihan karir yang dimiliki oleh mahasiswa baru saat proses penerimaan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motivasi pilihan karir keperawatan yang dimiliki mahasiswa pada saat proses penerimaan mahasiswa baru. Penulis melakukan studi literatur pada beberapa sumber data online dengan kata kunci faktor yang mempengaruhi pilihan karir, motivasi, dan mahasiswa keperawatan. Hasilnya adalah penulis mendapatkan 8 literatur untuk dianalisis. Motivasi pilihan karir tertinggi adalah pengaruh individu dalam profesi. Motivasi pilihan karir yang cukup tinggi lainnya adalah ketertarikan pribadi terhadap dunia kesehatan, self efficacy, sosiodemografi, dan pengaruh anggota keluarga. Motivasi yang tidak cukup signifikan mempengaruhi pilihan karir mahasiswa adalah keinginan menolong orang lain, finansial, keamanan kerja, harga diri pekerjaan, otonomi kerja, dan sosioekonomi. Perbedaan motivasi pilihan karir pada setiap mahasiswa perlu ditindaklanjuti terkait pengaruhnya terhadap prestasi akademik mahasiswa di proses akademik.
PENGARUH PERAWATAN PAYUDARA TERHADAP PENGELUARAN AIR SUSU IBU (ASI) PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KECAMATAN PONTIANAK SELATAN
Latar Belakang: ASI mengandung zat antibodi yang melindungi bayi dari berbagai infeksi. Namun,manfaat ASI tidak diimbangi oleh peningkatan pemberian ASI sehingga bayi tidak mendapatkan ASIdengan baik dikarenakan kurangnya dalam menjaga payudara yaitu dengan melakukan perawatanpayudara.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari perawatan payudaraterhadap pengeluaran ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan.Metode: Jenis penelitian ini yaitu quasy eksperiment dengan non randomized control group pretestposttestdesign. Jumlah sampel yaitu 32 ibu nifas yang dilakukan dengan consecutive sampling.Analisa penelitian menggunakan uji statistik menggunakan uji Mann-Whitney.Hasil: Berdasarkan analisa data terdapat perbedaan antara jumlah pengeluaran ASI setelah dilakukanperawatan payudara, dengan menggunakan uji Mann-Whitney didapatkan hasil nilai p value = 0,028dimana nilai p < 0,05.Kesimpulan: Pada penelitian ini ada perbedaan antara jumlah pengeluaran ASI pada ibu nifas antarakelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah dilakukan perawatan payudara, 3Kata kunci : Perawatan Payudara, Pengeluaran ASI, Ibu Post Partu
PENGARUH LATIHAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KECAMATAN PONTIANAK SELATAN
Latar Belakang : Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandaidengan hiperglikemia yang terus mengalami peningkatan setiap tahun. Keadaanhiperglikemia yang berlangsung lama pada penderita DM dapat menyebabkan kerusakansistemik yang luas pada tubuh dan dapat berakibat fatal. Pengelolaan DM dapat dilakukandengan terapi non-farmakologis dan terapi farmakologis, terapi non-farmakologis salahsatunya latihan relaksasi otot progresifTujuan : Mengetahui pengaruh latihan relaksasi otot progresif terhadap perubahan kadargula darah pada pasien DM tipe 2 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan PontianakSelatan.Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment pre test and post test nonequivalent control group. Penelitian ini menggunakan teknik nonprobality dengan metodeconsecutive sampling dengan jumlah sampel 15 responden kelompok perlakuan dan 15responden kelompok kontrol. Pada kelompok intervensi diberikan setiap hari selama 1minggu dan kelompok kontrol diamati melalui kuisioner aktivitas fisik global. Analisa datamenggunakan paired t test dan one sample t test. Hasil : Sebagian besar responden berusia 56-65 tahun dengan persentase 46,7% , jeniskelamin terbanyak perempuan yaitu 66,7%, lama menderita DM <10 tahun sebanyak 83,3%dan mayoritas pekerjaan sebagai ibu rumah tangga yaitu 60,0%. Analisis bivariat uji tberpasangan sebelum dan sesudah intervensi kelompok perlakuan diperoleh p value 0,000<0,05 dan hasil uji t tidak berpasangan diperoleh p value 0,000 <0,05 yang berarti terdapatperbedaan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.Kesimpulan : Ada pengaruh latihan relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar guladarah pada pasien DM tipe 2 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan PontianakSelatan.Kata Kunci : Latihan relaksasi otot progresif, Kadar Gula Darah, Terapi non-farmakologisReferensi : 50 (2009-2017
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI UPK PUSKESMAS SIANTAN HULU
Latar belakang: Pada masa balita saat pertumbuhan sangat cepat, diperlukan makanan untuk tumbuhkembang yang seimbang dengan kualitas dan kuantitas yang tepat. Proses tumbuh kembang anaktersebut bergantung pada pola asuh orang tua. Pola asuh yang baik akan mempengaruhi pertumbuhandan perkembangan anak yang optimal, sehingga pola asuh dapat menjadi faktor yang mempengaruhistatus gizi balita. Tumbuh kembang erat kaitanya dengan status gizi. Gizi seimbang diperlukan untuktumbuh kembang balita dimulai sejak lahir. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua terhadap statusgizi balita.Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional epidemiologis dengan pendekatan cross sectional.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 77 responden. Pengumpulan data status gizi menggunakan alatukur tinggi badan dan berat badan dengan menggunakan indeks antropometri BB/TB dan mengukurperan orang tua digunakan kuesioner. Teknik analisa yang dilakukan secara bivariat menggunakan ujiKolmogorov-Smirnov untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua terhadap status gizibalita.Hasil: Hasil analisis yang diperoleh dari 77 responden, orang tua yang memiliki pola asuh baiksebanyak 40 orang (51,9%) dan pola asuh kurang baik berjumlah 37 orang (48,1%). Didapatkan hasilpenelitian status gizi anak balita yang berstatus gizi baik sebanyak 50 anak (64,9%), status gizi kurangberjumlah 21 anak (27,3%), dan status gizi lebih berjumlah 6 anak (7,8%). Didapatkan adanyahubungan antara pola asuh orang tua terhadap status gizi balita, diperoleh nilai p-value = 0,0002 (p <0,05) yang berarti Ha diterima.Kesimpulan: Ada hubungan antara pola asuh orang tua terhadap status gizi balita di UPK PuskesmasSiantan Hulu.Kata Kunci: Balita, Pola Asuh, Status GiziReferensi: (2008-2017
IDENTIFIKASI MOTIVASI PILIHAN KARIR KEPERAWATAN PADA PROSES PENERIMAAN MAHASISWA BARU: LITERATURE REVIEW
Profesi keperawatan menghadapi krisis tenaga kerja. Salah satu penyebab kekurangan tenaga perawat di Indonesia adalah tingginya angka dropout. Di ranah pendidikan, langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membentuk ketahanan akademik mahasiswa. Ketahanan akademik dapat diidentifikasi melalui motivasi pilihan karir yang dimiliki oleh mahasiswa baru saat proses penerimaan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motivasi pilihan karir keperawatan yang dimiliki mahasiswa pada saat proses penerimaan mahasiswa baru. Penulis melakukan studi literatur pada beberapa sumber data online dengan kata kunci faktor yang mempengaruhi pilihan karir, motivasi, dan mahasiswa keperawatan. Hasilnya adalah penulis mendapatkan 8 literatur untuk dianalisis. Motivasi pilihan karir tertinggi adalah pengaruh individu dalam profesi. Motivasi pilihan karir yang cukup tinggi lainnya adalah ketertarikan pribadi terhadap dunia kesehatan, self efficacy, sosiodemografi, dan pengaruh anggota keluarga. Motivasi yang tidak cukup signifikan mempengaruhi pilihan karir mahasiswa adalah keinginan menolong orang lain, finansial, keamanan kerja, harga diri pekerjaan, otonomi kerja, dan sosioekonomi. Perbedaan motivasi pilihan karir pada setiap mahasiswa perlu ditindaklanjuti terkait pengaruhnya terhadap prestasi akademik mahasiswa di proses akademik
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG TEKNIK MENYUSUI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI DESA NANGA KEMANGAI KECAMATAN AMBALAU KABUPATEN SINTANG
Latar Belakang : Menyediakan makanan ideal untuk perkembangan yang sehat dan perkembanganbayi menjadi tujuan utama dari menyusui, menyusui juga merupakan bagian integral dari prosesreproduksi dengan implikasi penting bagi kesehatan ibu. Air susu ibu atau yang sering di singkatdengan ASI merupakan nutrisi alamiah terbaik bagi bayi karena mengandung kebutuhan energi danzat yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Rendahnya pemberian ASIeksklusif oleh ibu menyusui di Indonesia disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktorinternal meliputi rendahnya pengetahuan dan sikap ibu, dan faktor eksternal meliputi kurangnyadukungan keluarga, masyarakat, petugas kesehatan atau pemerintah, gencarnya promosi susu formula,faktor sosial budaya serta kurangnya ketersediaan fasilitas pelayanan ibu dan anak. Ibu menyusuimemerlukan pengetahuan agar dapat menyusui dengan benar. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang teknik menyusui denganpemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Desa Nanga Kemangai Kecamatan AmbalauKabupaten Sintang.Metodologi Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatancross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 39 responden. Alat ukur yang digunakan adalahkuesioner. Analisis statistik yang digunakan analisis chi square dengan nilai P< 0,005 Hasil : Tingkat pengetahuan ibu tentang teknik menyusui dengan pemberian ASI eksklusif palingbanyak pada kategori baik sebanyak 22 responden (56.4%), kategori cukup baik sebanyak 17responden (43.6%). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang teknik menyusuidengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Desa Nanga Kemangai KecamatanAmbalau Kabupaten Sintang.Kata Kunci : Pengetahuan, Teknik Menyusui, ASI eksklusif
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Metode Demonstrasi terhadap Perubahan Pengetahuan Praktik Membersihkan Gigi dan Mulut Anak Usia 4-5 Tahun di TK Mujahidin 2 Pontianak Timur
Latar belakang : Kesehatan gigi dan mulut pada anak menjadi masalah kesehatan yangsangat penting untuk diperhatikan. Pentingnya praktik membersihkan gigi dan mulut yangbaik dapat disampaikan melalui pendidikan kesehatan membersihkan gigi dan mulutdengan metode demonstrasi, agar anak mudah menangkap dan memahami informasitersebut. Tujuan : Untuk mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan metode demonstrasiterhadap perubahan pengetahuan praktik membersihkan gigi dan mulut anak usia 4-5tahun di TK Mujahidin 2 Pontianak Timur. Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan pre and post test nonequivalent controlgroup pada 17 reponden kelompok intervensi dan 17 responden kelompok kontrol.Instrumen yang digunakan adalah lembar SPO observasi membersihkan gigi dan mulutdan alat tulis lainnya. Uji Normalitas menggunakan uji Shapiro Wilk dan uji homogenitasmenggunakan uji Oneway Anova. Hasil : Data hasil uji Paired t-test didapatkan hasil p kelompok intervensi (0,000) dengannilai mean (-6,059) dan standar deviasi (±2,904) dan p kelompok kontrol (0,002) dengannilai mean (-1,118) dan standar deviasi (±1,219). Hasil uji independent sample testdiperoleh hasil p (0,000). Kesimpulan : Adanya pengaruh pendidikan kesehatan metode demonstrasi terhadapperubahan pengetahuan praktik membersihkan gigi dan mulut anak usia 4-5 tahun di TKMujahidin 2 Pontianak Timur. Sehingga metode demonstrasi dapat digunakan sebagaimetode pendidikan kesehatan membersihkan gigi dan mulut yang diberikan kepada anakusia 4-5 tahun agar dapat berperilaku membersihkan gigi dan mulut yang baik. Kata Kunci : Kebersihan Gigi dan Mulut, Pendidikan Kesehatan, Usia Prasekola
THE CORRELATION BETWEEN BULLYING AND ADOLESCENT SELF CONCEPT JUNIOR HIGH SCHOOL OF GARUT
The rise of bullying behavior in the junior high school becomes a problem for teenagers during school activity. Again, bullying among teenagers can be bad for victims, perepetrators or witnesses. It can develop self from in adolescents. The purpose of this research was to know the relationship of bullying and self concept in SMP Negeri 5 Garut. This was a descriptive analytic study with cross sectional method. The number of respondents were 105 students class VII dan VIII. Data collection was done by using self administred questionare. The results showed that most teenagers in the SMP Negeri 5 Garut experienced bullying 53% and the majority of teenagers in the SMP Negeri 5 Garut has a positive self-concept 57%. The results releaved that there was significant correlation between bullying and adolescent self concept (p = 0,020) which means there is a significant relationship between bullying with adolescent self-concept. In conclusion the teacher must provide knowledge about bullying and supervise the students to avoid bullying that will result in student self concept.
PENGARUH PENGGUNAAN EKSTRAK ETANOL DAUN CENGKODOK (MELASTOMA MALABATHRICUM L) UNTUK PERAWATAN LUKA AKUT PADA TIKUS WISTAR
Luka sayat merupakan luka akut yang membutuhkan Perawatan luka untuk menghindariterjadinya infeksi serta untuk menjamin dalam proses penyembuhan luka pasien. Inovasi dalamperawatan luka menggunakan bahan alam yaitu tanaman daun cengkodok (MelastomaMalabathricum L) yang berpotensi dapat digunakan untuk perawatan luka. Mengetahuiefektifitas ekstrak etanol daun cengkodok (melastoma malabathricum l) untuk perawatan lukaakut pada tikus wistar. Penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitianeksperimen pretest-posttest with control group. Dilakukan pretest (01) pada semua kelompoktersebut, dan diikuti oleh intervensi (X) pada kelompok eksperimen. Kemudian setelahbeberapa waktu dilakukan posttest. Metode pengambilan sampel teknik simple randomsampling.. Sampel penelitian berjumlah 15 ekor tikus. Data diuji dengan menggunakan uji Tberpasangan. Uji statistik didapatkan bahwa dari 3 kelompok eksperimen yang diamati, ukuranluka pada kelompok 2,5% memiliki rata rata luka paling kecil dibanding 2 kelompokeksperimen lain serta kelompok kontrol. Dari hasil uji statistik didapatkan bahwa terdapatpengaruh penggunaan ekstrak etanol daun cengkodok untuk perawatan luka akut. Uji statistikjuga menunjukan bahwa kelompok 2,5% memiliki nilai P yang lebih kecil dari kelompoklainnya. Dimana nilai p adalah 0,001 (p<0,05). Terdapat pengaruh penggunaan ekstrak etanoldaun cengkodok (Melastoma Malabathricum L) untuk perawatan luka akut pada tikus wistar.Kata Kunci: Ekstrak Etanol Daun Cengkodok, Luka Akut, Tikus Wistar
STUDI KUALITATIF PERSEPSI WARIA PEKERJA SEKS KOMERSIL TERHADAP INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DI KOTA PONTIANAK
Latar Belakang : Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah berbagai infeksi yang dapatmenular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual, Penderita penyakitHIV/AIDS pertama di Indonesia ditemukan pada laki-laki homoseksual pada tahun 1987,sehingga waria mendapat sorotan tajam sebagai kelompok yang rawan dalam menularkan danditularkan.Tujuan : Untuk mengekplorasi Persepsi Waria Terhadap IMS di Kota PontianakMetode : Desain kualitatif deskriptif pendekatan fenomenologi, diambil dengan wawancaramendalam dengan 6 waria di kota Pontianak. Hasil penelitian dianalisis menggunakanmetode Miles dan huberman.Hasil : penelitian ini teridentifikasi lima tema yaitu Pengetahuan tidak sejalan dengan prilakuwaria terhadap IMS, persepsi yang sama terhadap penggunaan kondom, kerentanan yangdirasakan dan keseriusan waria terhadap keparahan IMS, hambatan penggunaan kondomdalam upaya pencegahan IMS, dan prilaku terhadap penggunaan skrinning IMS.Kesimpulan : persepsi waria terhadap IMS baik namun hal tersebut tidak berpengaruhterhadap prilaku waria terhadap IMS, maka dari itu diharapkan tenanga kesehatan lebihmengutamakan layanan konseling dan menambah pengetahuan waria mengenai IMS.Kata Kunci : Persepsi, IMS, Pekerja Seks Komersial, WariaReferensi : 51 (2008-2018